Part 17 : Aku Rapopo
Warning : 18+
Be careful, please!
Memasuki usia kehamilan di bulan ke-5, jabang bayi di dalam perut Malaysia mulai menunjukan peningkatan aktivitas. Kalau di awal bulan keempat kemarin gerakannya hanya berupa liukan-liukan kecil atau serupa dengan kedutan di perut, kali ini lebih ekstrem lagi. Kali ini si bayi mulai berani menendang. Ya, menendang-nendang layaknya orang main sepak bola. Awalnya pelan, lama-lama terasa kencang juga. Awalnya hanya terasa geli-geli unyu di daerah dekat pusar Malay. Makin lama gerakannya semakin rusuh. Pasti ini gara-gara si Neth yang hobby main sepak bola. Atau meniru tabiat jelek fans sepak bolanya Indonesia yang kalau selesai pertandingan pasti rusuh.
Suatu hari ketika mereka bertiga sedang asyik bercengkrama di suatu sore yang damai. Malaysia sang preggy boy bersandar di sofa sambil menyingkap kaos gombrongnya sehingga perut buncitnya terekspos bebas. Kedua partner setianya duduk lesehan di lantai dekat kakinya. Indonesia bersandar di dekat kaki Malay, asyik dengan smartphonenya memantau perkembangan terbaru dari sidang MK sambil sesekali berdecak kagum pada sosok Ganteng-Ganteng Ketua MK. Sementara di kubu sebelah, Netherlands dengan semangat '45 mengajak ngobrol sang jabang bayi. Dengan lembut ia membelai perut gendut partnernya sambil menanyakan kabar si kecil di dalam sana.
"Hello baby, hoe gaat het met u? Apa kabarmu, hmm?" bisiknya mesra.
Malaysia tergelitik geli karena belaian tangan Netherlands di perutnya. Bukan hanya itu, pemuda Belanda yang biasanya berambut jabrik ke atas dan kali ini rambutnya dibiarkan tergerai jatuh itu-entah karena lagi malas menata rambut atau karena kehabisan gel rambut-menempelkan wajahnya ke perut gendut sang pemuda manis.
"Lagi main apa disana? Masih betah ya?" tanya Nether lagi.
JDUGH
Tiba-tiba sebuah hentakan keras menghantam pipi kanan Netherlands yang menempel di perut Malay. Netherlands kaget. Begitu juga Malaysia yang terkejut betapa kencang gerakan sang bayi.
"Ooh..lagi main sepak bola ya?" ujar papa Neth nyengir, "goed!" sang calon papa mengacungkan jempol.
"Kalau menurut kamu, papa ganteng ngga?" tanya Nether penasaran.
JDUGH
Kembali pipi kanan Netherland "ditendang" dengan keras yang mengakibatkan sang bule berambut pirang orange itu cengo. Dielusnya pipi kanannya yang menjadi korban KDRT sang bayi. Indonesia menahan tawa. Begitu juga Malaysia.
"Uhh, anak papa yang pintar, rajin menabung, suka menolong dan tidak sombong…jangan tendang papa lagi ya, sakit nih," rayu Netherlands gombal sambil mengelus-elus perut Malay.
JDUGH
Netherlands kembali ditendang dengan sadis. Ini sudah yang ketiga kalinya. Kalau terjadi sampai empat kali, Netherlands pasti dapat hadiah piring cantik.
"Jahat! Masa papa Neth ditendang…." Netherlands langsung pundung.
Sambil manyun doi beranjak menyingkir dari posisi Malay duduk ke arah pojokan berusaha menyembuhkan sakit hatinya dan menjaga harga dirinya.
"Aduh, papa Neth ngambek!" ejek mommy Malay.
Indonesia nyengir. Kirain cuma capres gagal aja yang bisa ngambek, ngga taunya papa Netherlands juga bisa ngambek gara-gara ditendang babynya.
"Sini, sini, sama ayah Indo…" Indonesia kali ini menggantikan posisi Netherlands ngobrol dengan sang bayi.
"Kalo ayah gimana? Ganteng kan?" tanya Indonesia , disambut lirikan sewot dari Netherlands.
Ajaib. Saat wajah Indonesia yang menempel di perut Malay, sang jabang bayi menyambutnya dengan penuh cinta. Sang pemuda Asia Tenggara itu merasakan seperti ada tangan mungil yang mengusapnya dengan lembut.
"Anak pintar…" puji Indonesia sambil mengecup perut Malay.
Netherlands jadi keki. Kenapa kalau Indonesia yang ngajak ngobrol si baby jadi kalem, sedangkan kalau sama doi si baby malah ngamuk. Apa gara-gara si mommy Malay yang memang kepingin banget Indonesia yang jadi ayahnya? Apa karena Indonesia honey lebih manis daripada dirinya? Kalau pertanyaan yang kedua itu memang benar sih. Nasib, nasib! Mungkin sang baby tahu, mana nation yang suka gombal en mana nation yang apa adanya.
-o0o-
Malaysia, sang bocah yang tengah hamil 5 bulan sedang lehe-lehe nyantai di depan tv menyaksikan sinetron "Jelek-Jelek Sering Galak". Tiba-tiba saja ia terlonjak sangking kagetnya karena ada sesuatu yang menonjol di perut buncitnya. Benda itu menendang-nendang perutnya dengan keras sampai-sampai terlihat telapak tangan yang menempel dan seperti hendak meloncat keluar dari perutnya.
"Omigod, anak gue! Kenapa, Nak? Udah ngga sabar pingin keluar ya!?" ujar Malay sambal elus-elus perutnya, "sabar ya, Nak, sabar, belom waktunya juga kali, woles aja ya…" bisiknya lagi.
Setelah dibisiki oleh sang emak akhirnya jabang bayi yang udah ngga sabar mau cepet-cepat main sepak bola di luar perut itu anteng lagi. Malay pun bisa bernapas lega dan kembali fokus menonton sinetron "Jelek-Jelek Sering Galak" dengan khidmad. Sesekali mulutnya sibuk mengunyah buah-buahan yang tersaji lengkap di meja. Indonesia memang sudah sedia buah-buahan komplit di kulkas sebagai pengobat rasa lapar sang preggy boy. Hal ini dilakukan supaya si bocah gembrot pemakan segala itu ngga jajan sembarangan lagi di luar. Indonesia pusing setiap kali keluar rumah para pedagang jajanan pasti menanyakan Malay.
"Mas ganteng, ada Malaynya ngga?" tanya abang tukang bakso Malang.
"Mas Indo, salam ya buat bang Malay, kapan nih pesen es buah lagi?" tanya abang tukang es buah.
Atau, "Mas, tanyain dong sama Malay mau pesen somaynya pakai telor berapa?" Dua atau tiga?" tanya abang tukang somay Bandung.
"Whut!?" Indonesia melotot, "gile bener tuh si Malay, makan telor rebus tiga biji, apa ngga bisulan? Laper sih laper, tapi ngga gitu juga kali…"
Tuh kan bener dugaan Indonesia, tiap hari makan somay pakai telor tiga biji, bikin Malay bisulan. Untung bisulannya di kaki, bukan di ketek atau di pantat. Akhirnya setelah peristiwa bisulan yang memilukan itu, Malay tobat makan telor tiga biji! Namun kebiasaannya jajan di luar belum berubah juga. Setiap ada tukang jualan di depan pasti dipanggilnya. Alhasil depan rumah - tepatnya depan pagar rumah besar Indonesia - jadi tempat tongkrongannya abang tukang jualan. Udah kaya pujasera A.K.A Pusat Jajanan Serba Ada gitu. Mau beli jajan apa aja ada. Malaysia jadi idola para pedagang gerobakan karena berkat nafsu makannya yang memuncak itu dapur mereka bisa ngebul dan roda perekonomian bisa berjalan lagi. Bahkan ada beberapa tukang jualan yang membuat spanduk di gerobaknya dengan tampilan wajah Malay dan bertuliskan "We heart You, mas Malay". Bah!
Memang jajan di luar itu kayanya enak banget. Mau apa tinggal panggil. Ngga usah repot masak. Namun ada kekurangannya juga. Namanya juga jualan pake gerobak di pinggir jalan, rentan terkena debu, kotoran dan lalat yang bisa menyebabkan sakit perut. Belum lagi alat makan dan proses penyajian makanan yang kurang higienis. Kalau kuman masuk ke tubuh sang ibu, tentu bisa membahayakan si bayi juga. Untuk itulah, Indonesia, sebagai ayah yang bertanggung jawab, berusaha menyiapkan persediaan makanan buat si gembrot tersayang supaya ngga jajan lagi. Ini demi kebaikan emaknya dan juga bayi di perutnya. Tsaaah, bahasanya!
GROOOKKK
Terdengar suara mendengkur yang luar biasa merdu dari arah ruang keluarga. Rupanya si penonton setia sinetron "Jelek-Jelek Sering Galak" sudah tertidur lelap di sofa. Entah karena sinetronnya ngebosenin atau karena doi kekenyangan. Entahlah.
Netherlands yang sejak beberapa saat yang lalu ngumpet di balik tembok sambil menyalakan camcorder nya perlahan mendekati sang bocah berpipi chubby. Sambil cekikikan sang bule jabrik itu men-zoom camcorder nya ke arah wajah Malay yang tertidur pulas.
"Ini adalah sang preggy boy tersayang yang sedang semaput kekenyangan…" bisik Netherlands mengomentari video amatir yang dibuatnya sendiri.
"Lihatlah pipi chubby nya ini.." Netherland menunjuk-nunjuk pipi tembem Malay tapi sang empunya pipi tak bereaksi. Pria bule itu menahan tawa.
Tiba-tiba tubuh Malay bergerak. Buru-buru Netherlands melarikan diri supaya ngga ketangkap basah aktivitas ilegalnya merekam orang tidur. Namun sepertinya objek yang direkam itu belum sadar dari tidurnya. Ia hanya ganti posisi saja dan melanjutkan tidurnya lagi.
"Look, he's so cute and innocent.." lanjut Netherlands kembali mengintip sang pemuda mungil di balik mata kamera.
Kameranya menelusuri sang objek dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tak lupa pula mampir sebentar di perut gendut Malay yang menyembul di balik kemeja putih bergaris milik Netherlands yang kancingnya dibuka semuanya. Menurut pengakuan Malaysia ia sedang kegerahan jadi wajar saja kalau kemejanya dibiarkan tidak dikancingi. Maklum, semakin gendut seseorang maka semakin mudah gerahlah dia. Belum lagi akibat jeans khusus bagi orang hamil pemberian France yang sedang dicuci sehingga dengan terpaksa Malay harus meminjam koleksi sarung tenun milik Indonesia.
Molor di sofa dengan pose nangkring, memakai kemeja yang seluruh kancingnya dibuka sehingga perut gendutnya terpamer ke segala arah dan sarung pinjaman yang diikat seadanya. Ngorok pula. Pokoknya penampilan Malay saat itu benar-benar gorjes lah!
Netherlands kumat isengnya. Sarung biru yang dikenakan Malay yang diikat seadanya itu perlahan dibuka ikatannya. Sarung itupun jatuh ke lantai. Paha Malay yang sebesar lobak itupun terekspos. Untung saja wilayah vital regionnya tertutup oleh sepotong boxer. Tangan besar milik Netherlands tak tahan untuk tidak menjelajahi wilayah yang begitu menggoda itu. Sang bocah inosen itu belum sadar juga bahwa ia tengah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan mantan rival yang kini menjadi partnernya.
"Uugh…ng..." pemuda Asia itu mengerang pelan.
Ia menggeliat karena merasakan sesuatu yang aneh. Betapa terkejutnya ia ketika sadar dan mendapati dirinya completely naked. Dan yang paling membuatnya kaget adalah Netherlands si bule yang sekarang lagi ngga jabrik itu sedang mencumbui tubuhnya.
"Neth..ngh…loe ngapain?" tanyanya jengah demi melihat Netherlands yang sedang asyik menjilati wilayah dadanya.
"Lagi nikmatin es krim…" jawab Neth sekenanya. Udah tahu masih aja nanya. Ngga tahu apa orang lagi serius!
Malaysia tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia menikmati setiap jengkal sentuhan lidah partnernya itu. Ia harus mengakui bahwa Neth sangat lihai dalam memanjakan pasangannya. Ia tak bisa memungkiri bahwa tubuhnya bereaksi terhadap serangan-serangan yang dilancarkan pria bule itu. Ah, mungkin ini yang disebut mabuk kepayang.
Puas menjelajahi wilayah dada sang partner, kali ini sang pemuda personifikasi negeri kincir angin itu beralih ke bagian bawah. Tak lain dan tak bukan adalah vital region Malay. Pemuda bermata hijau itu mulai melancarkan serangan-serangan erotisnya. Vital region Malay dijadikan lolipop untuk dikulum dan dinikmati dengan sepenuh hati. Malay memejamkan matanya merasakan gejolak yang meluap dari dalam dirinya. Tubuhnya terasa panas. Jantungnya berdegup kencang seirama dengan aliran darahnya yang semakin cepat. Hormon adrenalin di dalam darahnya pun terpompa mengakibatkan wajahnya merona kemerahan. Rona merah itupun semakin menjalar dan meluas.
Netherlands menikmati setiap sensasi yang ia rasakan saat melihat ekspresi wajah Malay yang sangat priceless itu. Sang pemuda yang biasanya cuma bisa ngomel-ngomel dengan wajah jutek itu kini mengerang tak berdaya dalam pelukannya. Menjeritkan namanya dengan raut wajah terengah-engah dan kemerahan.
JDUGH
"Aaghh!" Malay menjerit kesakitan.
Cowok judes tapi manis itu memegangi bagian bawah perutnya yang terasa nyeri. Begitu juga Netherlands yang sedang khusyuk menikmati lollipop nikmat itu tiba-tiba berhenti dan terkaget-kaget. Sambil melongo ia mengusap jidatnya yang terkena tendangan dahsyat sang baby yang ada di dalam perut Malay.
"Perut gue sakit!" sang pemuda Asia berambut poni lempar itu meringis kesakitan sambil terus memegangi perutnya.
Netherlands masih melongo tak percaya.
"Uugh, kram, sakit!" Malaysia meringkuk dengan posisi miring sambil mengerang ngilu.
Netherlands masih juga melongo tak percaya.
"Nak, nendangnya jangan kencang-kencang dong, mommy sakit banget nih!" ujar Malay berusaha 'menasehati' sang bayi.
Netherlands masih juga belum bisa move on, ia masih melongo tak percaya.
Sang preggy boy berganti posisi tidur dan menarik napas dalam-dalam mencoba mengatasi rasa nyeri di sekitar wilayah perut bagian bawahnya yang berdekatan dengan pangkal pahanya. Hasilnya lumayan. Rasa nyerinya berkurang. Rupanya jurus latihan pernapasan yang ia pelajari dari majalah "Father and Baby" yang pernah diberikan France dulu bermanfaat juga.
Netherlands masih dalam posisi mematung. Wajahnya melongo, entah kaget, bingung atau kesal. Ia kaget, tak percaya mengapa sang bayi begitu benci padanya sehingga dirinya selalu menjadi korban KDRT. Netherlands juga kesal karena akibat peristiwa KDRT yang dialaminya barusan, momen romantisnya bersama Malay bubar seketika. Dan yang paling membuatnya gondok adalah ini sudah keempat kalinya ia ditendang sang bayi. Sepertinya ia berhak mendapatkan satu buah gelas cantik.
"Ng, tadi kita sampai mana ya?" tanya Malay pada Neth setelah berhasil mengatasi rasa nyeri di perutnya.
Netherlands manyun, "Mbuh wis..!" jawab Netherlands lalu melengos. Bisa juga doi pake Bahasa Jawa.
Malay menghampiri sang calon papa yang wajahnya bete. Pemuda Belanda itu memang tak bisa menyembunyikan raut kekecewaannya karena momen romantisnya yang gagal tadi. Sang pemuda Melayu itu merangkul pundak lebar Netrherland dari belakang dengan manja.
"Papa Neth, ngga apa-apa kan?" tanya Malay, bikin esmosi. Muka udah ditekuk tujuh kaya gitu masih ditanya ngga kenapa-napa!
"Aku rapopo…" jawab Neth sambil pasang wajah ngenes.
Lah, ini si Neth kenapa jadi ngomong boso Jowo gini?
…
…
…
It's oke wae mas
It's oke wae
Aku rapopo..aku rapopo..aku rapopo
…
Lah, ini lagi, kenapa jadi nyanyi lagunya Jupe?
-o0o-
"Rapopo itu adalah ungkapan yang ambigu. Di satu sisi mencerminkan sisi kesabaran dan penerimaan, di sisi lainnya menggambarkan perasaan ngenes yang tak terperikan…the end." pungkas Indonesia sambil mematikan camcorder milik Netherlands. Rupanya karena kedua sejoli itu terlalu 'sibuk' dengan adegan rate m-nya, camcorder yang tergeletak di lantai itu diambil diam-diam oleh Indonesia. Pemuda manis berkulit sawo matang itu akhirnya melanjutkan film dokumenter Netherlands yang tadi sempat tertunda. Kemudian pemuda ganteng itu memutuskan untuk memberi judul pada film dokumenter itu. Dan judul yang pas adalah "Aku Rapopo=Aku Rapuh Porak Poranda".
Ah, Indonesia terlalu sarkas deh!
TBC~
Doctor's Note:
Gerakan janin dalam Rahim (bagian 2)
Keaktifan janin dapat bertambah setelah ibunya makan. Hal ini diperkirakan sebagai reaksi atas naiknya gula darah. Sebagian wanita hamil juga merasakan peningkatan kegiatan janin saat mereka sedang gembira atau gugup, mungkin janin terangsang oleh respon adrenalin ibunya. Tendangannya makin bertenaga ketika janin sudah lebih matang di dalam Rahim. Ia juga semakin kuat sehingga gerakannya yang dulu seperti kupu-kupu, kini makin bertenaga. Kadang-kadang tulang rusuk, perut atau leher rahim ibu hamil mendapat tendangan keras dan menyakitkan. Tips bila mendapat "serangan" seperti ini, cobalah berganti posisi. Hal ini bisa mengubah keseimbangan janin sehingga ia bisa berhenti "menyerang". Terkadang ibu hamil merasa ditendang dari segala arah atau merasa dipukuli oleh selusin kepalan tangan, sebenarnya hampir pasti bahwa hanya sepasang tangan saja yang "menyerang" ke segala arah, ditambah siku, lutut, dan kaki-kaki mungil.
