Persona 3x4 - The 2nd Chance of The Truth
Ongoing Series
by ajibana aiko
Disclaimer : Persona 3, Persona 3 FES, Persona 3 Portable, Persona 4, Persona 4 The Golden by ATLUS with no doubt.
Warning : OC, OOC, Death Character, Crossover, Typos, ke-Ga-Je-an.
Review anda sangat berarti bagi pengembangan dan kelanjutan cerita ini. Setiap review anda adalah berharga, jadi akan saya hargai setiap review yang telah anda sempatkan tulis pada Fic ini.
Seperti kata Reborn, "Please watch(read) with your dying will!"
Thanks
Inaba, Amagiya Inn…
"Eh?"
Minako menyerengit ngeri. Entah apa yang ada dipikiran cowok protein freak ini sampai ia harus bertanya hal 'menjurus' begitu.
"Ehehe…" Minako menaruh ketiga ujung jarinya di atas bibirnya sambil mengeluarkan senyum yang amat lebar layaknya orang mesum. *ditebas Minako*
"A-apa?" Tanya Akihiko yang gugup melihat Minako tampak tertawa jahat dengan semangat mengebu-gebu.
"Aku nggak nyangka Sanada ternyata…" ucap Minako sambil menahan diri.
"A-aku kenapa?" tanyanya semakin horror.
"Ternyata suka sama…"
"Ha-hah?"
"AHAHAHAHAHA~! KYAAAA~! TERNYATA AKI-SENPAI PUNYA KELAINAN KAYAK GITU~! *fangirling*" teriaknya histeris diiringi ke Fujoshi-annya yang muncul secara tiba-tiba. "ONII-CHAN~! AKI-SENPAI SUKA SAMA-!"
Author pun datang untuk membungkam mulut ember Minako.
(ll) Pause
Minako : Apaan sih?!
Author : Ssstt~!~
Minako : Memangnya kenapa?!
Author : Kalo nanti kamu ngomong entar kebanyakan adegan Yaoinya!
Minako : Biarin! *ngeronta* Aku lama nggak baca fic yaoi nih~ *mewek*
Author : Kalo mau baca nanti aja di fic gue yang (mungkin) akan datang!
Minako : Ah! Lu mah cuma omdo doang! Mana buktinya! Tuh buku 2 fanfic lu dibuku kaga dilanjutin mulu!
Author : Gue lagi stuck ide neh! Bantuin napa? Udah sana ulang lagi scenenya!
(►) Play
Setelah sang author alay pergi, Minako hanya diam memandang Akihiko.
"Aku hanya ingin tahu…"gumam Akihiko pelan sambil bersemu merah. ( waduh, tanda-tanda sodarah…*dilempar ke sumur di rumah Souji (?) sama anti Yaoi*)
Minako menggaruk kepalanya pelan. Ia mencoba mencari jawaban yang tepat, karena ia tidak tahu mau menjawab apa. Ia memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat namun sepertinya cewek berambut merah ini sudah terlalu suci untuk tega membohongi Akihiko. (*Author ngelempar semangka kemuka Minako dan dibalas semangka se-truk sama fansnya*)
"Oh, dia…kakakku." Jawab Minako singkat. "Kembar lebih tepatnya…"
"Eh? Bukannya nama margamu Erisa—?"
Minako merenung pelan sambil mengigit bibirnya pelan.
"Kumohon…jangan beritahu siapa pun. Aku tidak akan pernah mengijinkan Sanada-san hidup lagi kalau Sanada-san berani mengatakannya pada orang lain.."
Akihiko bergidik ngeri melihat ada aura hitam di sekeliling Minako.
"Ba-baik…" jawab Akihiko berjawdrop ria. "Tapi satu hal yang membuatku penasaran dari tadi. Kenapa kau bilang 'kalau Minato ada kau tidak boleh ada dan kalau kau ada maka Minato tidak ada'?"
Minako berfacepalm ria karena menyadari bahwa ia telah mengatakan hal terbodoh dalam hidupnya.
"Ngg…bagaimana ya?" gumamnya menghindar." Aku juga tidak mengerti tapi ini hanya kata-kata orangtuaku saja…kok…" jawab Minako miris. ( sangking nggak bisa melanggar 'kode etik tokoh utama' yang di bahas Minato sebelumnya.)
"Oh, begitu…"
Sudah kuduga orang ini akan percaya begitu saja…habisnya Aki-senpai itu kan memang agak yah…lemot-lemot gitu deh~ (*dibabuk fans akihiko*)
"Sanada-san masih ada pertanyaan?"
"Ti-tidak…awalnya aku hanya penasaran saja karena kau tahu nama kami begitu saja, jadi kupikir sepertinya Minato yang memberi tahumu."
"Ya…begitulah…kira-kira…"
Akihiko pun beranjak dari kursinya. Ia tampak lega entah kenapa ( tanda-tanda nomer 2 sodarah! *di lempar lagi ke bak mandi Koromaru (?)*) setelah bertanya begitu pada Minako.
"Oh, iya terima kasih sudah menjawab pertanyaanku. Maaf aku tidak sopan sebelumnya. Aku Sanada Akihiko, senang berkenalan lagi." Kata Akihiko sambil mengulurkan tangannya pada Minako.
Minako memandangi tangan itu sesaat salu menjabatnya. Ia tersenyum penuh arti lalu mengenalkan dirinya.
"Aku Arisato Minako..salam kenal juga." Ucapnya pelan sambil melepas jabatan tangan Akihiko. "Aku percaya Sanada-san bisa jaga rahasiaku ini baik-baik. Tidak banyak yang bisa kuberitahu tapi aku mohon dengan sangat jangan beritahu siapa pun."
"Baiklah…oh iya.."
"Ada apa?"
"Ngomong-ngomong panggil saja aku Akihiko. Melihatmu mirip Minato membuatku merasa aneh bila memanggilku dengan sebutan Sanada…" ( pertanyaan Author adalah, emang mirip gitu? dia liat dari mananya sih? Terus emang nyambung ya? #plok!)
Minako hanya tersenyum sambil menahan tawa.
"Baiklah, Akihiko-san!"
Singkat cerita, mereka kembali kekamar masing-masing. Mitsuru nampak sudah tertidur lelap begitu pula dengan Minato dan Junpei. Akihiko memutuskan untuk mengganti bajunya dengan Yukata yang ada lalu kembali berjalan keluar. Sementara itu Minako 'nge-galau' di dekat jendela kamarnya.
Ia membuka jendela itu perlahan lalu memandang ke arah langit malam yang penuh bintang tersebut.
"Menu…"
Minako melihat menu screennya berubah menjadi warna oranye terang. Sambil memandang miris layar tersebut ia menutupnya perlahan sambil beranjak dari tempatnya. The game is just begin.
Minako pu nkeluar dari kamarnya lagi dan duduk di teras luar inn tersebut. Ia merasa takut untuk menjalani game ini. Banyak hal tak terduga yang akan menimpanya kedepan, maka dari itu ia merasa ingin.
Pulang.
Sambil memandang kolam ikan Koi di depannya, ia menerawang ke arah pantulan bulan penuh yang nampak sangat jelas. Riak-riak air dari pergerakan ikan KOI sedikit menghamburkan gambaran pulan purnama yang sedang bercahaya terang tersebut. Ia ingat Tartarus. Iwatodai. S.E.E.S.
Jujur dari dalam hatinya yang terdalam ia bingung, antara harus sedih atau bahagia. Ia tentu bahagia dapat bertemu dan berkumpul lagi dengan orang-orang yang sudah lama tidak di lihatnya namun sekaligus sedih karena ia takut akan perasaan tidak enak yang menghantuinya sejak tadi.
Intinya Minako galau.
Krik-krik-krik-krik-kri—*jangkriknya di tebas author*
"Kau masih bangun juga?"
Suara itu lagi.
"…."
Suara Akihiko senpai lagi… ( bosen dengernya…*dihajar fans Akihiko*)
"Minako?"
"A-ah…Akihiko-san? A-ada apa?"
Bagus, hari ini galaulah sepuas hatimu, Minako!
"Tadi aku melihatmu duduk disitu jadi kuhampiri saja. Lagi pula aku belum ingin tidur." Jelas Akihiko, "aku juga ingin latihan, ya, untuk sekedar warm up."
Dasar maniak tinju... geram Minako dalam hati.
"Tapi ngomong-ngomong sedang apa kau disini?"
o "Hanya ingin menghirup udara malam."
o "Aku juag tidak bisa tidur."
o "Aku sedang memikirkan sesuatu."
• "Aku sedang memikirkan dirimu.."
Sudah dibilang, kau tidak punya cukup courage untuk menjawab seperti itu.
"Ya, ya, aku mengerti…"
"Eh?"
"Ma-maksudku aku sedang memikirkan sesuatu…"
"Memang ada apa?"
Mereka larut dalam keheningan. Minako tidak berusaha menjawab apa pun gara-gara salah milih dari pilihan jawaban di atas.
Namun sebuah gempa yang cukup besar menyelematkan gadis bersurai merah tersebut.
TBC
Thanks for review!
Ruang curhat pribadi author~ (yang nggak mau baca lewat aja, nggak penting juga kok, hanya ingin nulis aja~ wkwkwkw)
AKHIRNYA! Chapter 2 beres! Setelah sekian lama hiatus gara-gara karya tulis laknat yang sudah kena deadline itu saya jadi tidak bisa berkutik di depan komputer kecuali berkutat dengan tumpukan tulisan penuh teori dan data-data responden yang aje gile, 5 hari NGGAK tidur!
Namanya juga kelas 3. Sibuk ini-itu, tugas bertebaran, ulangan berhamburan dan nilai-nilai 'terbakar' dimana-mana~. AH! Tiap hari bagaikan neraka! *di timpuk*
Chapter 2 part 7 ini sudah berhenti diketik 1 bulan lalu. Namun setelah liat kayaknya saya lagi senggang (walaupun besok mau pemantapan Geografi dan B.I, LOL) jadi saya meneruskan fic yang sudah berdebu ini ( keliatan nggak niatnya xD).
Sebenernya fic ini stuck ide di chapter 5 karena konsentrasi saya yang sudah terpecah berkeping-keping entah di mana aja. Kalau ada yang mau bantu, ngasih ide, saran, hibah (?) saya akan menerimanya dengan senang hati untuk mempertahankan kelangsungan Fic nan ga-je dan berbelat belit kayak bahasa Namec ini.
Jujur udah banyak ide yang terlintas di otak hanya author males nulisnya di buku keramat author dan beberapa ide tersebut adalah ide untuk beberapa chapter kedepan (kebiasaan memikirkan hal-hal yang terlalu kedepan sampe lupa harus nulis apa sekarang, xD).
Sepertinya juga author akan hiatus (lagi) beberapa bulan ini untuk konsentrasi UN, US, UMPTN, dan U-, U- lainnya~. Tapi kalo sempet (curi-curi waktu), saya akan update chapter baru atau mungkin story baru (di fandom lain) tergantung sikon. =w=)b
Kalau diterusin, maka fic ini akan penuh dengan curhatan saya, jadi saya sudahi dulu sampai sini.
Tetap dukung fic ini ya! Biar bisa terus menghibur pembaca setia sekalian!
Salam everyday young life,
prince of ju-eh-ajibana aiko
Minna! Terima kasih untuk supportnya! Terutama yang udah sempat mereview cerita ini dengan susah payah *lebay* hehehe. Yang udah nambah grafik pembaca juga makasih banyak! Akan ku ingat jasa kalian! (QwQd)
Special Thanks to :
- Sp-Cs : yang selalu setia mereview setiap chapter~! *recommended storynya dari saya : s/7869257/1/Persona-3-Petualangan-Sang-Kakak sama s/8710118/1/Tong-Fang-Persona-Series*
- panthera master : iza-kun, leader yang nggak cocok jadi leader.. (*ditabok sama authornya*) *recommended storynya dari saya : s/7404758/1/Memories-of-Silver sama s/8692563/1/The-Warrior-of-Inaba*
- theo yanggakjelas
- Njoko 21 (guest)
Demikianlah chapter 2 berakhir dan silakan menikmati chapter 3~ HATUR NUHUN dan makasih buat review-reviewnya~!
