Warning :(Sebelum baca cerita ini) Settingan cerita adalah Akhir perang dunia ninja, dan unsurnya setengah diambil dari Naruto-online, dan digabung dunia dari kisah Naruto-real. Jadi mari saya kenalkan tokoh utama saya dicerita kali ini.

Warning :
Beberapa plot dirubah [dengan sengaja] untuk membuat ceritanya sedikit nyambung jadi mohon pengertianya

Budayakan Vote/Komen sebelum baca


Dairy :

Semakin aku melihat dunia semakin sulit bagiku untuk tidak mengambil tindakan untuk mereka.

Setelah kejadian mengejutkan Levi, Petra juga Eren, Gara-gara Ulah Shino yang mengendalikan Ratusan Serangga, dikala membersihkan Ruangan.
kejadian heboh lainya juga terjadi pada Naruto yang kala itu berada diluar gedung ia sedang membersihkan kaca jendela tampa pengaman ataupun alat Manuver, ia dengan berjalan dengan santai didinding dengan kaki Chakra dengan lama. Hal itu membuat sekitarnya menjadi heboh termaksut Hanji yang berteriak histeris layaknya pemandu Sorak yang melihat atraksi Sirkus.


[Sakura here]
Dan diposisi Sakura nampak tenang dan jauh dari kericuhan setelah mendapat perintah menolong Erwin dan Mike yang turun tangan membersihkan ruangan kerja. "Kalau begitu aku akan mengambil map diruang berkas kuharapmasih utuh,"Sahut Mike dan Erwin hanya mengangguk.

"..."

"..."

Setelah kepergian Mike tak ada yang terjadi hanya keduanya yang sibuk membersihkan ruangan dalam kondisi tenang tapi, semua sedikit berubah kala Erwin yang tengah membersihkan meja dan tak sengaja tanganya teriris tajam paku yang mencuat di ujung meja, hingga terluka cukup parah.

"Tangan anda?,"Tanya Sakura menyengit memandang Erwin, ia meletakan sapunya dan mendekati Erwin, dengan datar. "Berdarah!,"

"Tak perlu dipikirkan hanya Luka kecil,"Ucap Erwin mencoba memberikan senyuman kecil, menyikap luka dengan jemarinya untuk meredakan sedikit Darah, bisa dibilang besar karna lukanya adalah garis melitang panjang di telapak tangan. "Sepertinya ada paku meja ini yang lepas hingga bagian tajamnya mengenai tanganku,"

"Boleh aku melihatnya?,"Tanya Sakura memandang datar Luka Erwin, dan gadis bersurai merah itu menunggu reaksi sang Captain yang memandanginya matanya jade diterpa cahaya langit siang.

"Ini!,"Ucap Erwin lalu menunjuk Lukanya pada Sakura,Gadis itu tampa ragu meraih tangan Erwin dan mendekapnya, dengan tangan kiri tangan kananya mulai memijit pelan luka itu ditangan kanan, bersamaan sebuah Cahaya Hijau transparan berpendar hijau memasuki ruam luka yang terbuka lebar. Tak ada pembicara diantara keduanya, Sakura tetap fokus mengalirkan 'Chakra penyembuhan' pada Tangan Erwin sementara Erwin masih diam memandangi apa yang sedang dilakukan Sakura.

"Sa-Sakura," Panggilnya dengan nada Canggung juga takjub.

"Jangan Khawatir tak ada infeksi pada luka itu meski Tertusuk oleh Paku,"Jelas Sakura memandang Erwin dengan nada lega. Usai meneransfer Chakra medisnya dan berhenti, Gadis itu lalu mengeluarkan Saputang putih dari Jaketnya dan melap darah yang ada ditangan Erwin, lukanya terlihat tertutup dan menyisahkan beberapa Gurat tipis bekas luka yang tertinggal ditanganya.

CLEKT!

Suara pintu terbuka perlahan membuat baik Erwin dan Sakura melihat kerah pintu dan ternyata itu Mike, yang masuk membawa beberapa buku dan map,usai membantu Vasuf sebelumnya, menyadari kondisi sedikit Dejavu membuat Hidungnya mengempas-ngempis dan matanya menyengit terhadap dua mahluk didepanya."Sepertinya aku menganggu!,"Ucapnya tampa basa-basi dan memandang Sakura."Aku melihat banyak sekali kehebohan Langkah hari ini,mulai melihat Ribuan Serangga keluar dari ruangan secara berbaris, Manusia yang berjalan didinding dan Angin yang bisa melayangkan barang,"Ucapnya.

Sakura menyengit terhadap yang dikatakan Mike,ia tahu jika itu adalah ucapan menjurus tingkah teman-temanya "Karna disini sudah selesai maka saya permisi keluar,"Ucap Sakura memandang Erwin bersamaan kedua tangan mereka saling terlepas."Saya harus bertanya Pada Copral Railevi untuk pekerjaan selanjutnya, apa ada yang harus saya lakukan Captain,"Ucap Sakura.

"Ya kau boleh pergi Haruno Sakura,"


[20 Menit sebelumnya ditempat berbeda]
{Vasuf Here}

"LIHATTT DIA SEPERTI CICAKK! LUAR BIASAAAAAAAHHH!,"Hanji berteriak semakin kencang melihat Naruto dan melompat-lompat membuat sekitar semakin ricuh dan mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan.

"Aho~"Komentar Vasuf hanya menyipitkan matanya memperhatikan keributan yang terjadi diluar, saat ini kebetulan dia berada diruangan yang berbeda disebrang gedung yang jendelanya Naruto bersihkan, membuat dia bisa melihatnya dari jendela.

Saat ini ia sedang sibuk membersihkan sebuah ruangan berisi kumpulan buku tua, terilat banyak debu juga Jamur disekitar buku, membuat kondisi tempat itu semakin kacau, beberapa rekanya yang membantu membersihkan ruangan sedang keluar membuang sampah, dan belum juga kembali membuatnya menghelah nafas, tempat itu seperti ruang pembukuan size lebih kecil.

"Sepertinya kalian membawa sesuatu yang aku inginkan Bocah-tampan,"

DEG!

"Siapa kamu?,"Tanya Vasuf datar.

Mata Merah Vasuf membulat, ia menjatuhkan buku-buku yang ada ditanganya dan berbalik, menatap seseorang yang tadi berbicara padanya, lalu bergerak waspada. "Awww...Bocah tampan sekaligus cantik yang galak ya? Mata merahmu boleh juga!,"Ucap Suara itu semakin terdengar main-main, rupanya seorang gadis Cantik, dengan busana dress renda layaknya boneka nampak berdiri dibelakangnya.

"Kau harus menjawap pertanyaanku..!,"Ucap Vasuf datar. Vasuf nampak menyengit dengan penampilan super nyentrik milik perempuan itu, selama berada didunia dia belum pernah melihat seorang wanita berpakaian seperti itu sebelumnya, bahkan didunianya pun tak pernah, gaunya terlalu berenda, bahkan tubuhnya yang seperti maknekin terlalu pucat untuk orang normal.

"Tujuanku kemari menyapa dan bertanya padamu?!,"Ucapnya dengan nada datar, nan tegas. "Dimana Benda itu?,"Tanyanya lagi.

"Benda?,"

"Nampaknya kau belum mau mengatakan dimana benda, yang aku Cari,baiklah aku akan menunggu kalian lebih lama, akan tetapi kalau kalian taksecepatnya memberikan benda itu nampaknya aku harus merebutnya dengan paksa,"Gadis itu mengeluarkan sesuatu berupa pusaran cahaya berwarna hitam-keunguan, kearah Vasuf.

"TUNGGU DULU!,"Bersamaan Sebuah Angin memutari Vasuf menghilangkan Efec bola aneh yang Perempuan itu keluarkan, sebelum mengeluarkan serangan balasan, perempuan itu sudah menghilang dari sana, bersamaan Langkah kaki baru memasuki ruangan dan yang masuk adalah Mike.

"Kenapa tempat ini kembali berantakan, lalu kenapa tatapanmu semakin terlihat ingin membunuh seseorang?,"Tanya Mike menatapdatar Vasuf yang menghembuskan nafas secara kasar, lalu mencoba mencium bau-bau kecurigaan seperti keahlian biasanya.

"Tidak aku tidak apa-apa!,"Ucap Vasuf lalu mencoba merapikan buku yang sempat dia jatuhkan dan fokuskembali, sementara Mike ikut membantu Cadet joniornya berbenah namun masih menaruh curiga, meski tidak mempertanyakanya kembali.


[Normal Pov]
{Kembali kewaktu Normal}

"Dalam waktu 30 Hari kita akan pergi keLuar tembok untuk membentuk benteng persedian perang, Selain itu kita juga akan membawa Lulusan Cadet baru,"Ucap Mike sembari melempar map luar tembokdan langsung diperiksa oleh Erwin,dan Captain itu mulai mengambil pena juga penggaris.

"Itu pun kalau kita memiliki anggota baru," Sahut Erwin Lantang dan sibuk mengariss spot-spot mana yang akan diurus oleh mereka nantinya.

"Menurutku rencana ini terlalu terburu-buru,"Ucap Mike lalu memandang serius Captainya dengan pandangan tegas,dan hanya mendapat respon dengan senyuman dingin dari Captainya.

"Kau tahu, Posisi Eren saat ini Hanya sementara Saja,kita harus segera membuktikan jika dia berguna bagi Militer pusat, Jika tidak suatu saat Polisi Militer akan bertindak lagi dan menariknya lagi lewat pengadilan dan-,"

"Apa kau tak bisa memberitahukan padaku, apa yang sebenarnya Erwin?, Ini bukan hanya menyangkut Eren melainkan Para Cadet baru pemilik kekuatan aneh itu,"Tanya Mike dengan nada mengintrogasi Erwin serta mencari cela.

"Seperti biasa penciumanmu selalu tajam Mike,"Gurau Erwin.

"Sayang sekali kau berbeda, kau sulit diendus begitu pula caramu berpikir,"

"Jika tiba waktunya aku akan memberitahukan apa yang kupikir dan kurencanakan,"Ucap Erwin menatap cahaya pada jendela yang sudah terlihat menjadi sore. Dan pembicaraan mereka berhenti sampa disitu.


{Where Here}
[Malamnya]

Malampun tiba semua orang akhirnya sebagian mendapatkan posisi ruang kamar khusus meski malam itu belum semua orang mendapat ruangan untuk tidur (Dikarnakan masih banyak ruang yang belum dibersihkan) diputuskan beberapa orang membuat tenda untuk tidur bersama, kemungkinan sebagian lainya akan didata esokan harinya untuk mendapat kamar baru, Eren mendapatkan ruangan di Castil baru itu, tepatnya berada diruang bawah tanah, dikarnakan Erwin berpikir Eren belum bisa mengendalikan 100% kondisinya, untuk itu agar menjaga sesuatu yang tak diinginkan

Terjadi,misalnya andai Eren berubah sewaktu-waktu ketika mereka berada dibawaTeam akan bisa mengatasinya.

Dan ngomong-ngomong soal tempat tidur, Naruto dan Shino (mereka sekamar) berhasil mendapat ruanganya tersendiri, sayangnya Vasuf dan Sakura belum mendapatkan Ruangan yang akhirnya mereka harus menunggu keputusan besok, dan untuk sementara mereka tidur ditenda gabungan.

Sakura menjauhkan segala macam pembicaraan masalah Tittan yang dibicarakan Oleh Hanji tadi,gara-gara Eren yang penasaran penuh tentang expedisi dan juga penelitian Hanji wanita maniac Titan itu menjelaskan sluk beluk dari A sampai Z dan dari Z ke A lagi. Jujur saja Semua orang langsung memutuskan mundur dan pergi setelah hanji mulai mengoceh-dengan mata berbinar ria,dan membiarkan Eren, Naruto, Vasuf, Sakura dan Shino mendengarkan pembicaraan mereka. Karna tak ada habis-habisnya Naruto yang paling pertama meninggalkan ruangan mengaku ingin kekamar mandi, lalu disusul Vasuf yang bilang ingin tidur, yang ketiga Sakura yang pamit mencari udara segar, yang tersisah hanya Shino juga Eren yang masih mendengarkan Hanji.

Dan disinilah Sakura yang sedang duduk bersandar didekat pohon tak jauh dari Tendanya, Sakura bersyukur Vasuf sudah memilihkan sebuah tempat kasur lipat berseblahan untuk mereka menjaga satu dan yang lain.

"Apa yang kau lakukan dihutan yang gelap seperti ini?," Sakura tak menjawab dan menatap sosok yang baru hadir itu, dan sosok itu taklain adalah Levi.

"Aku sedikit mengambil udara segar bagaimana dengan anda?,"Sakura melirik Kedatangan Levi mendekat dan duduk dekat pohon disampingnya.

"Hari ini cukup melelahkan,sepertinya mencari udara segar adalah alasan semua orang, setelah pekerjaan panjang,"Jawab Levi memandang sekitar kondisi sudah sepi beberapa penjaga nampak sibuk berjaga,beberapa diantara menjagaserta mengawasi tenda yang berisi Titan yang ditangkap yang bernama Ben dan Sawney.

"Memang!,"Sahut Sakura.

"Sebenarnya ada yang sedikit menganjal pada pemikiranku...aku ingin mendapatkan jawaban itu,"Ucap Levi. "Bolehkah aku mendapat jawaban darimu?,"Ucap Levi kemudian lalu memandang Sakura..


[Ditempat Lain]
{Naruto Pov}

Selesai dengan urusanku dengan kamar mandi aku memutuskan,untuk menyelusuri koridor kastil sekaligus untuk mencari udara segar, memang tempat ini masih sedikit berdebu akan tetapi tidak sebanyak sebelumnya.

[Apa kau tak merasakan seuatu yang Aneh, Kid] Suara Kurama terengar pelan, namun geraman tak sukanya makin tersiar jelas. [Perasaanku tidak enak seperti akan terjadi sesuatu]

"Aku begitu juga datteyo, hanya saja semua masih terasa samar,"Ucap Naruto dengan raut serius. "Sah...sebaiknya kita kembali ke Shino sebelum kembali kekamar,"Ucap Naruto.

DEG!

Mata Naruto membulat secara tiba-tiba dia melihat dua orang bertudung pengguna Manuver 3d melewati dinding dan mengarah kearah perkemahan, tidak sengaja ia melihat mereka dengan mata Kurama, keduanya tak menyadari keberadaan Naruto,dan Naruto merasakan hawa membunuh dari keduanya. Dan merasakan insting bahaya yang cukup dikenalnya akan tetapi dia tak mau mengikut campuri masalah orang lain, dan memilih untuk diam tampa bertindak bodoh.

Akan tetapi hari yang dilihat Naruto akan membawa mereka pada suatu kejadian yang tidak mereka duga.

"Hawa tadi?,"Ucap Naruto.

[Hawa membunuh]

"Bukan hanya itu, aku rasa aku mengenali pemilik Hawa itu, tapi entah siapa?,"


[BERSAMBUNG]
[RABU-10-APRIL -2019]
*Terimakasih sudah membaca*