Chapter 14: Transfer Student
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Rated : T
Genre : Friendship, Romance, Drama
Pairings :
Mikuo x Miku
Kaito x Meiko
Len x Rin
Gakupo x Luka
Oliver x Lily
Nero x Neru
Akaito x Gumi
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu. Miku dan teman-temannya kini sudah memasuki tahun terakhir mereka di SMA...
/Vocaloid Senior High School
"Kita sekelas lagi, Kaito". Kata Gakupo
"Ya, sepertinya dari dulu kita semua memang tidak pernah terpisahkan.. heheh". Kata Kaito
"Kelompok kita juga masih lengkap". Kata Meiko
"Tidak juga". Rin menulis sambil menatap Miku yang masih menunjukkan ekspresi sedihnya
"Ini sudah 2 tahun sejak kepergian Mikuo". Kata Kaito
Beberapa menit kemudian, Kiyoteru sensei memasuki ruang kelas
"Semuanya, kembalilah ke tempat duduk kalian masing-masing". Kata Kiyoteru sensei
"Tahun ini adalah tahun terakhir kalian untuk belajar di sekolah ini sebagai siswa-siswi SMA. Kalian semua sudah tahu kan? Sekarang saya akan mengatur kelompok belajar untuk kalian". Kata Kiyoteru sensei
"Aku ingin sekelompok dengan mereka! kelompok Gakupo-sama!" seru para gadis
"Kyaaa! Kaito-sama!" seru gadis-gadis itu
"Len-sama!"
"Meiko-sama!" seru beberapa siswa laki-laki
"Mereka semua berisik sekali sih!" seru Len, ia terlihat kesal
"Miku-chan, Rin-chan!" seru beberapa siswa laki-laki
Kiyoteru sensei yang mendengarkan siswa-siswi di kelasnya mulai ribut, akhirnya merasa terganggu
"SEMUANYA, TOLONG TENANG SEBENTAR!" seru Kiyoteru sensei sambil menggebrak meja, raut wajahnya terlihat menyeramkan. Seisi kelas pun langsung terdiam
"Sekarang saya akan mengatur kelompok kalian. Hmmm...". Kiyoteru sensei berkata sambil melihat daftar absen para siswa
"Kelompok pertama: Hatsune Miku, Kagami Rin, Sakine Meiko, Shion Kaito, Kamui Gakupo, dan Kagamine Len". Kata Kiyoteru sensei
"Heh? Hanya 6 orang? Masih kurang 1 orang lagi!" kata mereka semua
"Kebetulan, hari ini kita kedatangan seorang siswa dari kelas jurusan lain. Mulai sekarang dia akan pindah ke kelas kita". Kata Kiyoteru sensei
"Eh? Ini mencurigakan". Kata Kaito
"Masuklah". Kata Kiyoteru sensei
Tak lama kemudian, seorang siswa memasuki kelas mereka. Miku yang melihatnya amat terkejut
"W-Watashi wa Shion Akaito desu". Kata pemuda itu, model rambutnya turun ke bawah dan ia memakai kacamata. Seperti gaya seorang nerd
"Nii-san?!" seru Kaito, ia juga sama terkejutnya dengan Miku
"Akhirnya kalian bisa sekelas juga". Kata Meiko
"Huh, membosankan". Kata beberapa kerumunan siswi
"Dia tidak keren". Kata beberapa siswa laki-laki
"Shion-san, sudah kuputuskan. Kau bergabunglah dengan kelompok Hatsune-san". Kata Kiyoteru sensei
Akaito segera berjalan menuju kursi kosong yang terletak di sebelah kiri Miku, lalu meletakkan buku-buku dan tasnya di atas meja, kemudian menyapa Miku
"M-Miku, senang bertemu lagi denganmu". Kata Akaito
Miku hanya tersenyum padanya
.
.
.
Saat jam istirahat, mereka berkumpul di kantin. Akaito sedang duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana. Tak lama kemudian mereka semua datang menghampirinya...
"Akaito-san, aku tidak menyangka kalau pada akhirnya kita bisa sekelas juga". Kata Gakupo
"Ya, kau tahu. Di kelas sebelah sangat sepi, sebenarnya aku lebih menyukai suasana yang ramai. Jadi aku memutuskan untuk pindah ke kelas kalian. Hehehh...". kata Akaito
"Akaito-san, kenapa kau ini tsundere sekali? Tadi saat memperkenalkan diri di depan kelas, gaya bicaramu terlihat seperti anak perempuan. Kau berbeda sekali dengan Kaito. Kau tahu, menurutku itu terlalu mencolok". Kata Gakupo
"Diamlah, Gakupo! Akaito, gomen. Dia selalu saja bicara sembarangan". Kata Meiko
"Tidak apa-apa..". kata Akaito
"Aku senang karena tahun ini kita bisa sekelas dan sekelompok denganmu juga, Nii-san". Kata Kaito
"Aku juga senang, Kaito. Kau tahu, selama 2 tahun sebelumnya aku tidak sekelas dengan kalian. Rasanya benar-benar seperti terpisah jauh". Kata Akaito
Mereka menatap Miku yang masih saja menunjukkan ekspresi sedihnya
"Miku, kau kenapa?" tanya Kaito
"Tidak apa-apa. Aku mau ke toilet sebentar". Miku berkata sambil berdiri dari kursi tempat duduknya, lalu berjalan pergi
Akaito menatapnya dari kejauhan
"Nii-san, maukah kau mendengarkan cerita kami? Ini mengenai penyebab mengapa akhir-akhir ini Miku selalu saja bersedih". Kata Kaito
Sementara itu di toilet, Miku sudah tidak dapat menahan kesedihannya lagi...
"Kapan aku bisa bertemu denganmu lagi... Mikuo". Miku berkata sambil menangis
Di kantin, Akaito sangat terkejut setelah mendengar cerita mereka...
"A-Apaaa?! J-Jadi pada saat itu perusahaan keluarga kita sempat terancam akan ditutup?! Kalian semua sampai harus tinggal di luar negeri selama beberapa hari?!" seru Akaito, ia amat terkejut
"Benar". Kaito berkata sambil menundukkan kepala
"Kaito! Kenapa saat itu kau samasekali tidak memberitahuku?!" seru Akaito
"Kaa-san dan Tou-san melarangku untuk memberitahumu. Mereka tidak ingin kau merasa khawatir". Kata Kaito
"Sepertinya mereka memang tidak ingin menceritakan masalah ini padaku. Aku tidak menyangka kalau ternyata ibu Mikuo bisa bertindak sampai sejauh itu, bahkan sampai menggunakan kalian sebagai umpan". Kata Akaito
"Mungkin ini berat bagi kami semua. Tapi bagi Miku, semua ini jauh lebih berat". Tulis Rin
"Mikuo menghilang tanpa jejak". Kata Len
"Dia bahkan tidak memberitahu kita". Kata Gakupo
"Itu karena dia tidak bisa". Kata Meiko
"Tidak bisa atau tidak ingin?" kata Gakupo
Beberapa menit kemudian, Miku kembali dari toilet
"Aku kembali". Kata Miku
"Hmmm...". kata mereka semua
.
.
.
Seusai kelas, mereka bersiap-siap untuk pulang...
"Ja-nee, Miku". Kata Kaito
"Jaa-nee, baka onn.. maksudku Rin". Len berkata sambi memeluk Rin
"Ja-nee". Rin menulis, sementara itu terihat ada sedikit rona merah di wajahnya
"Wow...". kata Gakupo
"Kau cemburu? Seharusnya kau menghubungi Luka". Kata Meiko
"Tidak bisa. Dia sangat sibuk dengan pekerjaan dan juga sekolahnya". Kata Gakupo, ia terlihat sedih
"G-Gomen..". kata Meiko
"Semuanya, sampai jumpa". Kata Miku sambil berjalan pergi
"Miku!" seru Akaito
"Oh, Akaito. Ada apa?" tanya Miku
"A-Apa kau tidak senang bertemu denganku?". Akaito berkata, ia hampir ingin menangis
Miku yang melihatnya merasa sedikit panik
"E-Eh?! Kau menangis?! Ayolah, jangan menangis.. gomen, gomen...". kata Miku
"B-Baiklah...". kata Akaito
"Ini sangat aneh". Tulis Rin
"Miku, Rin. Bolehkah aku mengantar kalian pulang?" tanya Akaito
"Tentu". Kata Miku
Mereka segera berjalan menuju panti asuhan
/Vocaloid Senior High School
Hari berikutnya...
"Ohayou semuanya!" seru Gakupo
"Kami kembali". Kata Meiko
"Kyaaa! Gakupo-sama!" seru beberapa kerumunan gadis-gadis
"Ada apa lagi ini...". kata Kaito
"Kyaaa! Kaito-sama, kau sungguh keren!" seru beberapa orang gadis
"Kalian semua berisik sekali sih, urusai!". Kata Len
"Kyaaa! Len memberitahu kita supaya kita diam. Kau sangat keren, nyaaa!"
"L-Len sudah bersama denganku!" Rin menulis, wajahnya merona merah
"Apaaa?!" seru gadis-gadis itu
"Kau benar, hehehh...". Len berkata sambil tersenyum mengejek, kemudian ia memeluk Rin dan mencium keningnya
"Tidaaakkk!" seru gadis-gadis itu, mereka hampir pingsan karena melihat adegan barusan
"Nyaaa, Len kakkoi...". kata Gakupo sambil mengejek
"D-Diamlah!" seru Len
"Kau merusak suasana, Gakupo". Kata Kaito
"Kau benar". Kata Meiko
"Hidoiii". Kata Gakupo
"Itu tidak lucu". Kata Kaito
Akaito daritadi hanya diam saja. Ia menatap Miku yang sedang duduk di kursi sebelah kanan tempat duduknya
"M-Miku?" tanya Akaito
"Ya, ada apa?" Miku bertanya balik
Gakupo, Kaito, Meiko, Len, dan Rin berjalan mendekati mereka
"Miku selalu terlihat sedih, sudah berbulan-bulan dia terus seperti itu". Kata Gakupo
"Kami tidak bisa membantunya, bagaimana pun juga Mikuo sangat berarti untuknya". Tulis Rin
Kiyoteru sensei pun memasuki ruang kelas
"Semuanya, kembalilah ke tempat duduk kalian masing-masing". Kata Kiyoteru sensei
Tak lama kemudian, pelajaran pun dimulai
.
.
.
Seusai kelas, mereka berkumpul di halaman depan sekolah. Namun mereka menyadari bahwa Miku tidak bersama dengan mereka...
"Apa kalian melihat Miku? Di mana dia?" tulis Rin
"Eh?! Dia tidak di sini?" tanya Meiko, ia terkejut
"Dia tidak memberitahu kita". Kata Len
"Ke mana dia pergi?" tanya Gakupo
"Mungkin ke suatu tempat, sepertinya dia ingin menenangkan pikirannya sebentar". Kata Kaito
Akaito terlihat serius, ia pun kembali masuk ke dalam sekolah untuk mencari Miku. Setelah lama berkeliling, ia menemukan Miku di kelas. Miku sedang duduk di kursi tempat duduknya sambil mengenggam sebuah pulpen yang bentuknya terlihat sedikit lucu. Pulpen itu adalah hadiah pemberian Mikuo yang diberikan pada Miku di hari ulang tahunnya yang ke 10. Akaito yang melihatnya langsung berjalan menghampiri Miku
"Miku...". kata Akaito
Miku tidak mendengar atau pun menatapnya
"Hei, Miku!" kata Akaito
"Oh, ya". Kata Miku
"K-Kau baik-baik saja?" tanya Akaito
"Y-Ya". Jawab Miku
"Apakah kau merindukan dia?" tanya Akaito
Miku kembali menangis. Sementara itu Akaito melepas kacamatanya dan mengubah gaya rambutnya. Tapi karena ingin menenangkan Miku, Akaito membantu Miku untuk berdiri dari kursinya, lalu mendorongnya ke salah satu sudut tembok ruangan. Kemudian ia menempelkan sebelah tangannya di tembok di mana Miku bersandar
"Apakah dia sangat berarti untukmu?" tanya Akaito
"M-Menjauhlah...". kata Miku
"Jawab aku". Kata Akaito
"Kubilang menjauh...". kata Miku
"Apakah dia sangat berarti untukmu, sampai-sampai kau hampir menyerah pada semuanya?" tanya Akaito
"Kumohon.. menjauhlah...". kata Miku
"Tidak akan...". Akaito berkata, ia semakin mendekatkan jarak tubuhnya dengan Miku
"Eh?!" seru Miku, ia amat terkejut
Wajah Akaito semakin dekat dengan Miku. Mereka saling bertatapan mata, kemudian Akaito menyandarkan wajahnya di bahu Miku
"Aku sangat khawatir...". lirih Akaito
"Gomen, karena sudah membuatmu cemas". Kata Miku
/Vocaloid Senior High School
Mereka semua amat terkejut saat mendengar rencana Akaito...
"Heh?!" seru mereka semua
"Nii-san?! A-Apa kau serius?" tanya Kaito
"Tentu saja, apa ada masalah?" tanya Akaito
"Kau ingin mengajak Miku pergi kencan?" tanya Meiko
"Ini bagus, kemarilah Akaito-san. Aku akan mengajarimu beberapa tips". Gakupo berkata sambil menunjukkan senyumnya yang terlihat mengerikan
"Gakupo, kau diamlah! Jangan mengajarkan hal-hal yang tidak benar pada Nii-san!" seru Kaito, ia terlihat kesal
"Hidoiii". Kata Gakupo
"Suara lucu itu tidak akan pernah berhasil, baka.". Len berkata sambil mengejek
"Hari ini Miku tidak bisa datang ke sekolah, katanya dia tidak enak badan". Tulis Rin
"Pulang sekolah nanti aku akan mampir sebentar ke panti asuhan untuk memberitahukan hal ini padanya". Kata Akaito
"B-Baiklah". Tulis Rin
"Aku akan menemanimu". Kata Len
"Hahahah... Len, kau cemburu". Kata Gakupo
"Kau benar, dia sangat mencemaskan Rin". Kata Meiko
"Setuju". Kata Kaito sambil tersenyum
"A-Apa?" tanya Len, wajahnya merona merah
"Kau lihat itu, Rin? Pacarmu sangat perhatian padamu". Kata Kaito
Wajah Rin merona merah
"J-Jangan khawatir, lagipula Miku adalah cinta pertamaku. Aku tidak akan melakukan apapun terhadap Rin". Kata Akaito
Mereka menatap Akaito dengan serius
.
.
.
Selesai kelas, Akaito dan Rin tiba di panti asuhan. Mereka sedang berbincang-bincang dengan Miku di ruang tamu...
"Ya? Apa yang ingin kau katakan? Akaito?" tanya Miku
"M-Miku, h-hari sabtu nanti maukah kau pergi berkencan denganku?" tanya Akaito, ia terlihat malu-malu
"Eh...". tulis Rin
"Jika kau tidak mau, t-tidak apa-apa..". Akaito berkata, ia hampir ingin menangis
"E-Eh?! Jangan menangis.. B-Baiklah...". Miku berkata sambil menghela napas
"ANAK LAKI-LAKI MENANGIS?! APA KATA DUNIA?!". Tulis Rin
"Arigatou, Miku. Kau baik sekali!" seru Akaito, raut wajahnya terlihat senang
Hari sabtu telah tiba. Miku dan Akaito berjanji akan bertemu di sebuah taman dekat kota. Akaito sedang duduk bersandar di bangku taman, ia menunggu kedatangan Miku. Tak lama kemudian, Miku tiba...
"Maaf, membuatmu lama menunggu". Kata Miku
"Tidak apa-apa. Aku baru tiba di sini sekitar 10 menit yang lalu". Kata Akaito
Miku melihat penampilan Akaito, ia samasekali tidak terkejut
"Kenapa kau masih memakai kacamata? Kau bisa menjadi dirimu sendiri ketika sedang bersamaku. Bagiku kau ini adalah teman yang istimewa". Kata Miku
"T-Teman i-istimewa?" tanya Akaito, ia mengabaikan saran Miku untuk menjadi dirinya sendiri (melepaskan kacamata dan gaya nerd)
"B-Benar, sekarang kita mau ke mana?" tanya Miku
Akaito hampir menangis
"A-Akaito?! K-Kau kenapa?!" seru Miku, ia terlihat panik
"Miku, kau barusan bilang bahwa aku ini adalah teman yang istimewa. Aku sangat senang mendengarnya". Kata Akaito
"Ayolah, kau berlebihan". Kata Miku sambil tersenyum
"Ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum, Miku". Kata Akaito
"O-Oh...". kata Miku
Mereka tiba di sebuah mall yang terlihat cukup besar. Di sana sangat ramai. Akaito dan Miku melihat-lihat ke dalam. Mereka pun berjalan menuju toko buku...
"Akaito, apa kau suka membaca?" tanya Miku
"Ya, bisa dibilang itu adalah hobiku". Kata Akaito
"Oh...". Miku berkata sambil memilih sebuah buku
Akaito menatap Miku dengan serius
"A-Akaito? Ada apa?" tanya Miku, ia menyadari kalau daritadi Akaito terus memperhatikannya
"T-Tidak apa-apa". Akaito berkata, ia hampir ingin menangis
"E-Eh? Kau menangis lagi? Tolong jadilah dirimu sendiri untuk hari ini saja". Kata Miku
"Jika aku bersikap seperti diriku yang sebenarnya. Apakah kau juga akan melakukannya?" tanya Akaito
Miku yang mendengarkan perkataan Akaito barusan langsung menundukkan kepala
"Gomen, aku tidak bisa...". kata Miku
Akaito tiba-tiba saja memeluk Miku dari belakang
"A-Akaito?!" seru Miku, ia terkejut
"Jangan khawatir, aku di sini". Kata Akaito
Miku langsung mendorong Akaito supaya menjauh darinya
"Kau tidak tahu apapun! Jangan khawatir?! Kau di sini?! Apakah kau pikir kau sudah cukup untuk menggantikan dia? Tidak! Aku belum lama mengenalmu!". Miku berkata sambil berlari meninggalkan toko buku
Akaito melepas kacamatanya, lalu berlari keluar mengejar Miku. Ia berhasil menyusulnya dan memeluk Miku sekali lagi. Miku mencoba untuk memberontak, tapi tangan Akaito terlalu kuat untuk dilepaskan
"Miku, tenanglah. Maafkan aku karena sudah mengatakan hal itu. Memang benar, aku tidak bisa menggantikan dia di dalam ingatanmu, di dalam hatimu. Tapi bisakah tolong berikan kesempatan padaku sekali saja untuk menyembuhkan luka lama yang telah membekas di hatimu itu?". Lirih Akaito
Miku berhenti memberontak, ia pun menangis
"Onegai...". Akaito berkata sambil memeluk Miku lebih erat
"Tangan ini bukanlah yang saat ini kucari. Tapi entah bagaimana, saat berada dalam pelukannya aku merasa sedikit nyaman. Ini cukup menenangkan, sama seperti yang dulu Mikuo pernah lakukan padaku". Miku berkata dalam hati sambil memeluk balik Akaito
.
.
.
To Be Continued
Ok, minna. Bagaimana mnurut klian? :D
Mulai chapter dpan Nero bkln mncul, dan juga Mikuo, Neru, sm Luka bkln comeback ^^
Review nya, please? :3
