Anko langsung mencak-mencak pada Shizune, "Hei…kau kejam sekali dokter…masa aku tidak kau bangunkan sih? Kan kemarin aku udah bilang tolong bangunin aku…hiks…apa kau tidak tahu kemarin aku hampir digigit kalajengking?"curhatnya. Shizune benar-benar merasa bersalah, "Maaf Anko….aku benar-benar lupa…Aku baru teringat akan dirimu setelah aku pulang…lalu aku menelepon Sasuke yang kebetulan hari itu piket dan latihan sepak bola untuk mengecek…Kukira kau sudah bangun…habisnya gordennya kau tutup. Btw, kenapa sepatumu dilepas sih? "tanyanya bingung melihat Anko bertelanjang kaki.

Anko senyum-senyum, "Haha…biasalah…ah, aku mau cuci kaki dulu"sahutnya sambil pergi ke keran di luar UKS dan membersihkan kakinya. Pemandangan kaki mulus Anko lagi-lagi bikin fans club Anko tiba-tiba berkerumun. "Bu Anko boleh saya bersih kan kakinya"sahut seorang anak berambut coklat. Anak lain malah berkata, "Biar saya yang mengeringkannya saja". Naruto yang melihat itu terang saja langsung bergabung, "Wah Pak Jiraiya benar…kaki bu Anko mulus ttebayo!"

Kakashi yang melihat kejadian itu dari jendela ruang guru tentu saja gak terima walau yah pengen gabung juga sih. Saat itu melintaslah Kiba dengan Akamarunya…(hhh dasar Kiba gak kapok…tetap aja gak bisa pisah dari Akamaru). "E..ehm..Kiba…". Kiba langsung tegang, "Eh, pak Kakashi…ada apa?"ucapnya salah tingkah karena ketahuan. Kakashi tersenyum misterius sambil memandang Akamaru, sementara yang dipandang seolah mengerti. Anjing itu melenguh takut, ekornya turun. "Hehehe, tenang saja Akamaru….Kiba mainkan frisbeemu ke arah sana. Tenang saja aku akan membelamu asal setelah ini Akamaru kau bawa pulang kembali".

"Tapi pak…Akamaru ini sahabat sehidup sematiku…."rengeknya. Kakashi ngancam, "Mau kulaporin sama Yamato ya?". Erp….Kiba nyerah. Ia pun memainkan frisbee dan melemparkannya ke arah kerumunan itu. Akamaru melompat dan mendarat di atas orang-orang itu sambil mengambil frisbeenya dan lari secepatnya ke belakang sekolah agar bisa bersembunyi bersama Kiba yang sudah menunggunya. Tentunya, kerumunan orang itu terjatuh dan menghancurkan beberapa pot bunga termasuk mawar kesayangan Yamato. Yamato yang baru datang secepat kilat berdiri di depan mereka memasang muka seramnya. Anko? Sejak melihat Akamaru berlari ke arah kerumunannya, ia menyelinap keluar dari kerumunan itu dan kabur sepengetahuan mereka, guru mesum Jiraiya sudah mulai mendapat inspirasi begitu melihat kaki mulus Anko tadi. Ia langsung membawa alat tulisnya dan bekerja. Dasar penulis novel mesum yang produktif. "Yes, hari ini gak ketangkap sama objeknya hahahahaha….."tawanya mesum.

Anko merinding setengah mati gara-gara fans clubnya itu. "Hmmm, aku sekarang mengerti mengapa mental Sasuke dan Neji jadi seperti manusia es seperti itu. Dikerubutin kaya tadi siapa sih yang gak gerah?"sahutnya marah-marah. Kurenai senyum-senyum, "Anko kau harusnya bersyukur lo…banyak yang mau…"godanya. Anko membalas, "Ya…kalo itu cowok dewasa yang ganteng…tapi kalo masih seumuran mereka gak mau ah… Gak doyan brondong…Aku pengennya yang setipe…"belum sempat Anko menjawab, bel sudah keburu berbunyi. "Ah, aku mengajar dulu ya?"sahutnya tergesa.

Kurenai langsung berbisik, "Kakashi keluarlah…aku tahu kau sembunyi di bawah meja Asuma". Kakashi salah tingkah dan menggaruk-garuk kepalanya, "heheheh..kok bisa ketahuan ya?". Asuma senyum-senyum aneh, Kakashi melotot. Rupanya pria itu yang memberitahu keberadaannya pada kekasihnya. Dia menggoda Kakashi lagi, "Sayang ya? Kita gak sempat mengetahui pria yang ia mau seperti apa? Tenang saja Kakashi, gak jadi pacarnya kau masih bisa jadi temannya"kata-katanya menyakitkan hati. Kurenai malah berpikir-pikir, "Dia bilang cowok yang ia sukai dewasa dan ganteng….itukan terlalu umum…". Asuma memotong pembicaraan itu, "Udahlah, Kurenai kita pergi yuk. Kau ada kelas kan, jam pertama?"sahutnya. Kurenai tersenyum dan langsung pergi dari ruangan itu.

Kakashi senyum-senyum sendiri, ia melihat bahwa hanya dirinya saja dan Iruka yang masih ada di situ. Ia memutuskan bicara dengan Iruka, "Iruka, kau tidak ada kelas?". Iruka tersenyum kecil, "Tidak ada Kakashi san, karena hari ini sebenarnya aku mengajar 1 kelas saja namun kelas yang aku ajar sepertinya sedang ada kunjungan ke luar. Jadinya hari ini aku kosong, bagaimana dengan Kakashi san?". Kakashi mengeluarkan buku icha-ichanya. "Yah begitulah, Hanare cukup membantuku dengan mengisi kelas-kelasku"pamernya. Kakashi memandang pria itu lagi, "Ehm, kuliat kau dekat dengan Anko ya?"sahutnya hati-hati.

Iruka memandangnya heran, "Memangnya ada apa Kakashi san?". Kakashi mengalihkan pandangannya lagi, "Apa kau menyukai sahabatku itu?". Jiraiya muncul tiba-tiba dan menegur Kakashi sementara Iruka sudah keburu pergi. "Hei, kakashi….kau sudah beli bukuku yang terbaru? Jalan ceritanya lebih hot lho…"godanya. Mata Kakashi berbinar, "Oh ya? Btw, aku kemarin mendapatkan edisi perdana Icha-icha, bisa kau tanda tangan?"sahutnya sambil mengambil 5 buku yang ia beli kemarin. Jiraiya terkejut, masih ada juga orang yang mau nyari-nyari 5 edisi perdana bukunya itu. "Hehehehehe, boleh…"pria mesum itupun langsung menandatangani bukunya itu.

"Bagaimana kau mendapatkannya?"tanya Jiraiya heran. Kakashi tersenyum mesum dibalik maskernya. "Eh? Tentu saja calon istriku yang menunjukkannya…". Rahang Jiraiya sampai jatuh. Seakan membaca pikiran guru senior itu, ia langsung menjelaskan "Maksudku, ia memakai alasan itu untuk kabur dariku pada saat aku menjemputnya di rumah. Gak tahunya, ia jujur sekali…ada tukang buku keliling yang menawarkannya padaku. Dengan diskon 50 % tiap buku, tentu saja aku mau…Aku benar-benar berterima kasih padanya, tapi nampaknya wajah Anko tambah kesal saja".

Jiraiya menepuk pundaknya, "Hehehe, gadis itu gadis yang baik…..Kapan kau mempraktekkan isinya? Aku sudah tak sabar ingin segera menulis buku baru nih..Mungkin judulnya Icha-icha Antique Couple". Kakashi tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan langsung melanjutkan pekerjaannya sementara guru mesum itu langsung beralih begitu melihat seorang murid cantik lain yang lewat. Hmm salah besar karena murid itu Tenten, sebelas dua belas dari Anko menakutkannya. Jiraiya pun ditemukan terikat di atas pohon. Neji yang lewat malah memperburuk keadaan, ia menendang pohon itu sehingga Jiraiya tergantung dengan badan terikat di pohon sambil berkata, "Hmm, hebat juga gadis itu sampai bikin guru pervert ini seperti ini"sambil lalu pergi. Poor Jiraiya….

Yugao kena sakit perut hari ini gara-gara keracunan. Anehnya hanya ia saja yang mengalaminya. Usut punya usut, ternyata awal masalah ini adalah saat ia berusaha minum minuman Anko. Anko pun jadi serba salah dan hampir disalahkan jika saja Shizune dan Kakashi tidak membelanya. Shizune beralasan bahwa minuman yang Anko minum adalah buatannya sedangkan Kakashi beralasan bahwa dia sempat minum minuman Anko secara diam-diam yang tentu saja bikin Anko marah. Setelah diteliti, memang tidak ada racun dalam minuman Anko tapi berada dalam gelas yang diminum Yugao.

Kakashi jadi khawatir, ia semakin takut terjadi apa-apa pada bakal calon istrinya itu. Anko merasa kesal dan sedih karena kejadian ini. Diam-diam menangis di kamar mandi."Kesal….kesal! Siapa sih yang bikin aku sesial ini? Jangan-jangan paman Orochimaru juga keluar gara-gara gak tahan kaya gini?"tanyanya dari balik toilet. Kakashi menungguinya melihat bekas air mata di sana. "Anko kau tidak apa kan?"tanyanya. Anko malah menangis meraung-raung. "Sebal…sebal….kemarin ketemu kalajengking sekarang teman kita sakit gara-gara aku….aku benci…Kakashi…Hiks"ucapnya sambil mencengkeram baju Kakashi.

"Huhuhuhuh…..aku gak suka! crooot" keluarlah lendir dari hidung Anko dan melapnya di baju Kakashi. Kakashi gak nyadar karena keburu fokus nenangin Anko. Ia mengelus kepala sahabatnya itu. "Iya Anko…aku percaya kok….Jangan nangis…ntar kalo kamu nangis dikiranya aku gak mau bertanggung jawab karena menghamili kamu". Anko makin nangis keras, "Huaaaaaa…..aku gak mau….hiks…aku gak rela…..croooooot". Ia melap ingus itu lalu pergi dari Kakashi tiba-tiba. Kakashi baru nyadar ada lendir lengket di bajunya. "Ew, Anko!"geramnya.

Akhirnya Kakashi sempat pulang sebentar lalu ganti baju sebelum kembali ke sekolah. Akibat kejadian ini, kecemasan Kakashi jadi berlipat ganda mengenai Anko. Apalagi gara-gara pemberitahuan ayahnya yang dikira MIA itu. "Mungkin kali ini aku harus benar-benar mengawasi dan menjaganya. Tapi bagaimana caranya biar dia betah di sampingku ya?". Sebuah ide muncul di kepala Kakashi, ia bertekad untuk kembali menjadi dirinya yang dulu.

Dengan sangat terpaksa, Kakashi harus menyimpan seluruh koleksi Icha-ichanya di lemari besi. "Pertama-tama, lupakan dulu Icha-icha….Anko…yah Anko dulu prioritasnya". Setelah itu ia kembali ke sekolah. Anko sedang berjalan di lorong sekolah tentu saja masih dikelilingi dengan berbagai murid yang jadi fans clubnya. Kakashi lalu menegur keras mereka, "Apa yang kalian lakukan disini? Pergi atau kulaporkan pada kepala sekolah bahwa kalian melecehkan seorang guru….". Para murid itu akhirnya pergi sambil bersungut.

Anko heran, Kakashi bertingkah aneh dan sangat kaku. Sedari tadi ia berbicara dengan Hanare namun ia merasa mata pria bermasker tersebut menatapnya terus-menerus. Hiiiii…takutttt!

Sialnya hari ini, Kurenai menyuruhnya untuk membeli sesuatu yaitu kebutuhan wanita. Yup, benar! Pembalut saudara-saudara, orangnya gak bisa beli sendiri gara-gara keburu lemas dan tertidur di UKS sekolah. Toko di dalam sekolah lagi kehabisan stok lagi. Terpaksalah, ia yang pergi diam-diam untuk membeli barang itu. Kakashi yang mengetahui hal itu berniat mengantarnya tapi..ih cewek mana sih yang mau cowoknya ikutan beli pembalut bareng dia? Malu dong!

Dengan alasan yang dibuat-buat, Anko berhasil kabur dari bujukan maut Kakashi untuk mengantarnya pulang. Ia pun terpaksa merogoh koceknya dan menarik uang dari ATM gara-gara uangnya kurang. Maklumlah, Anko termasuk cewek pelit yang gak suka bawa uang banyak. Setelah membeli barang yang ia butuhkan, ia segera kembali ke sekolah.

Tau tidak, di hadapannya sudah ada orang-orang dengan pentungan besi dan berbagai alat kekerasan lainnya.

"Mau apa kalian di sini?"sahut Anko sambil mengibaskan rambutnya yang diikat tinggi karena kepanasan. Gayanya tak kalah dari bintang iklan sampo….. Beberapa orang bahkan sempat ikut bergoyang mengikuti lambaian rambut ungu Anko. Seorang dari mereka maju dan memegang tangan Anko, "Kami ingin….". Anko menatap tajam mereka. Lalu…

JENG JENG JENG!

WTH! Mereka berlutut semua, "Kami mohon Anko sama! Tolong ajarin kami kimia! Kami tidak bisa bertahan lebih lama dengan siksaan mengerikan Pak Ibiki…..". Anko nyaris saja pingsan mendengar pengakuan gak elit itu.

Kakashi yang ngintip itu juga nyaris muntah-muntah karena dikiranya Anko berada dalam bahaya. Hohohoho, rupanya Kakashi jadi stalker gadis itu. Yah demi keselamatan gadis itu juga sih.

Anko mendelik heran, "Oi…gaya mengajarku gak jauh beda dengan pak Ibiki lho…."sahutnya keras. Salah satu murid itu mengaku, "Yah…tapi bu Anko kan cantik…kami pasti bisa mengikuti pelajaran ibu kendati disiksa dulu….". Anko memutar matanya 'Duh, mereka ternyata serem-serem tapi pria masokis'. Anko kasihan juga sih…maklum namanya juga guru. Ia mengambil selembar kertas dari dompetnya. "Nih…..kalian tuliskan nama kalian di situ lalu berikan padaku. Kita akan mulai belajar sore ini". Dengan sabar Anko menunggui kumpulan siswa itu menuliskan nama mereka dan memberikan kertas itu balik.

"Sekarang, bubaaaaaaaaaaaaar!"teriaknya. seketika rombongan itu menghilang tiba-tiba. Ia kembali berjalan namun ia disekap oleh beberapa orang hingga bahan belanjaannya tercecer. Kakashi terpaksa mengikuti orang-orang itu diikuti para murid yang tadi dibubarkan Anko setelah dibayar satu-satu. Kakashi kesal sekali melihat adegan di depannya itu. Bukannaya apa sih, secara Anko digerayangi namun Anko masih berusaha berontak dengan menendang kaki penjahat itu. Kakashi tertawa, bakal calon istrinya itu memang bukan wanita biasa, tapi tetap aja sih dia harus melindungi pria itu.

Ia dan orang-orang tadi segera masuk dan langsung menerobos kerumunan para penculik yang enak-enak berusaha megang-megang Anko. Kakashi terang aja kesal, secara ia saja susah mendekati gadis ini eh, mereka seenaknya. Begitu berhasil membebaskan Anko. Mereka berdua bersama-sama berkelahi untuk mengalahkan para penculik itu. Anko tertegun melihat gerakan Kakashi yang luwes dan lembut hingga para penculik tidak berkutik. Ia tak menyangka cowok mesum di depannya itu jago berkelahi bahkan cenderung terlatih seperti militer. Kakashi mengetahui Anko menatapnya heran malah mengedipkan sebelah matanya padanya. Gadis itu hampir saja kena tusuk jika saja Kakashi tidak menariknya ke dalam pelukannya dan membuat gerakan dansa dengan gadis itu sambil berkelahi.

Murid-murid yang tadi sudah membereskan musuh mereka duduk menonton adegan romantis sekaligus asoy (mereka berusaha melihat bagian bawah Anko. Hahahahaha…Anko kan pake dress). Saat musuh sudah habis, Kakashi membuat gerakan dengan merendahkan dirinya dan Anko dalam posisi berpelukan. Sedikit lagi bakal ciuman dan semua mata tertuju pada mereka. Anko sudah kebat-kebit gak jelas, 'Jangan….jangan…jangan disini dong….masa diliatin'batin Anko. Eh? Anko kepengen juga ternyata,

Satu ekor nyamuk cukup menjadi alasan Anko menolak Kakashi. Ia memukul nyamuk di wajah pria itu dan pria itu langsung menegakkan badannya dan melepaskan Anko. Semua yang menonton langsung berteriak "Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah, kok udahan?". Anko menatap tajam mereka sebelum ia berteriak, "Ngapain kalian di sini? Bubarrrrrrrrrrrrrrr!"teriaknya. Ia dan Kakashi segera menelepon polisi. Hingga polisi sampai di TKP. Semua penculik ditangkap tapi yang bikin Anko kesal adalah pembalut untuk Kurenai ditahan dengan alasan barang bukti, padahal tidak ada kaitannya. Anko mendelik kesal pada mereka.

Akhirnya satu polisi ganteng mendatangi mereka dan berterima kasih karena sudah menangkap buronan mereka. Polisi itu, Hashirama cukup bikin Anko berbunga-bunga namun berusaha ditutupinya. Hashirama mengucapkan terima kasih pada Kakashi dan memujinya sebagai generasi kedua Hatake yang jenius. Kakashi kenal pria itu, pria itu adalah atasan ayahnya di kepolisian sebelum ayahnya dinyatakan MIA (padahal anyahnya masih hidup). Yang bikin Anko senang malah pria itu membelikannya pembalut baru. Muka gadis itu merah menerima barang dari polisi ganteng itu. Sementara Kakashi merenggut, 'Dasar, pria senju….mentang-mentang awrt muda…bakal calon istriku kepincut juga'. Namun kekesalan Kakashi hanya sementara karena ia dibayar oleh pria itu karena keberhasilannya menangkap buronan mereka. Ia sangat berbinar-binar melihat nilai uang itu 500.000 ryo. 'Lumayan bisa beli icha-icha versi terbaru…..'. Astaga Kakashi nampaknya lupa komitmennya untuk menghindari buku mesum itu demi Anko