Title : Please, Don't Leave Me Alone
Genre : Brothership and Family
Rating : Fiction K+
Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.
Summary : Appa! Odieya?/ Ibu dari Siwon – shi.. dia adalah ibuku!/ TATAP AKU CHO KYUHYUN!/ Siwon belum pulang sejak kemarin malam?/ Kenapa kau tidak mati saja hah?!/ Hyung sadarlah!/ Tidak usah sok peduli padaku!/ Om..ma.. kau di ma..na?/ Apakah kalian tidak merasa keterlaluan?!/ Apa kau sudah gila?!/
.
"Please, Don't Leave Me Alone" part 14
.
Gedung KBS
Semua member sedang bertata rias. Aku pun juga begitu. Aku memperhatikan seluruh hyungku yang bersemangat akan tampil, tapi tidak dengan Siwon hyung. Aku juga sedih melihatnya seperti itu.
Tiba – tiba handphone ku berbunyi.
"yoboseo.."
…
"Appa? Kau di sini?" Aku terkejut mendengar appa akan menonton pertunjukkanku.
…
"Mwo? Apa yang kau katakan? Aku tidak akan melakukannya!" jawabku sedikit berteriak.
…
"Appa! Yoboseo.. yoboseo.." telepon pun terputus.
.
Aku kebingungan dengan ucapan appa padaku barusan. Bagaimana mungkin appa memintaku untuk melakukannya. Ini terlalu kejam..
"Ada apa dengan ekspresimu itu Kyu?" Sungmin hyung bertanya padaku.
"Anio.. Gwenchana.." Aku menjawab singkat dan segera keluar dari ruang make up untuk mencari keberadaan appa.
Aku kembali menghubungi appa. Namun, telepon appa sepertinya tidak aktif. Aku terus menerus menghubungi handphone appa sambil terus menerus mencarinya di seluruh sudut gedung KBS.
'Appa tidak boleh melakukan ini. Bagaimana bisa aku melakukan hal kejam seperti itu appa. Aku tidak akan melakukannya.. Ayolah appa angkat teleponku!' aku terus bergumam sendiri sambil mencari appa.
.
Kring…Kring..
Handphone ku berbunyi, aku pun segera mengangkatnya.
"Nde.. Appa! Odieya?" Aku bertanya penuh kecemasan.
"Kyuhyun-nie.. ini Donghae hyung.. Kau di mana? 10 menit lagi giliran kita.." Ucap Donghae hyung gusar.
"Oh.. Aku segera ke sana hyung.." Aku pun segera berlari menuju backstage.
"Kau dari mana saja Kyu?" Donghae hyung bertanya khawatir. Aku hanya menggeleng dengan ekspresi bingungku.
"Ada apa Kyu? Ada masalah? Appa? " Donghae bertanya hati – hati. Namun, Aku masih tetap menggelengkan kepalaku dengan ekspresi yang sama.
.
"SUPER JUNIOR SIAP – SIAP!" teriak salah satu staff.
Kami semua pun berjalan menuju panggung. Kami semua menari dan bernyanyi bersama sesuai dengan latihan keras yang sudah dilakukan kemarin. Namun, tatapanku terus mencari sosok appa. Apakah dia benar – benar akan melakukan ide gila itu?...
Setelah 3 lagu selesai ditampilkan, berlanjutlah ke sesi Tanya jawab. Leeteuk hyung pastilah yang memimpin sesi ini. Semua hyungku terlihat antusias dengan pembicaraan yang sedang dilakukan saat ini. Tapi tidak denganku.. Aku masih mencari sosok appa di tengah – tengah ribuan penonton di depanku. Aku menemukannya! Dia di lantai dua.. tepat dihadapanku. Ia menatapku tajam sambil mengingatkan pembicaraan kami di telepon tadi. Aku terus fokus pada gerak gerik appa di atas sana.
Tiba – tiba tangan Donghae hyung yang berada di sebelahku menggenggamku. Hal ini membuatku sadar bahwa semua orang sedang menunggu sesuatu dariku. Donghae hyung yang melihatku kebingungan, membisikkan sesuatu padaku, "perkenalkan dirimu Kyu.."
"Oh.. Annyeong haseyo.. Kyuhyun imnida.." Aku pun membungkuk memberi hormat.
Perhatianku kembali fokus pada Appa.. Dia benar – benar akan melakukannya.. Aku menggenggam erat mic ku..
"Leeteuk-shi.."
"Ada apa Kyu?" Leeteuk hyung menatapku aneh. Begitu juga dengan Donghae hyung.
"Ada yang ingin kukatakan.." Aku mengeluarkan suaraku dengan gemetar. Tatapanku terus menatap Appa yang sudah siap meloncat dari lantai dua. Dia sudah mulai menurunkan salah satu kakinya ke bawah siap untuk meloncat. Badannya sudah mulai kehilangan keseimbangan.. Appa terus menatapku tajam tanda bahwa ia serius dengan ucapannya.
"Da Hae – shi.. Istri dari pemilik perusahaan Hyundai.. Ibu dari Siwon – shi.. dia adalah ibuku!" Ucapku dengan cepat. Aku berusaha mencegah appa melakukan tindakan bodohnya untuk mengancamku.
Semua orang tercengang dengan ucapanku. Seluruh penonton terdiam. Bahkan seluruh hyungku terlihat kecewa dan marah melihat perbuatanku. Semua hyungku berusaha memperbaiki segalanya, mereka semua berusaha menutupi kembali rahasia besar yang akan memperburuk segalanya. Leeteuk hyung mencoba membuat lelucon dari ucapanku tadi. Tapi kembali kutangkis..
"Mianhe hyung.. tapi semua yang kukatakan adalah benar.. Dia adalah ommaku.." ucapku dengan suara gemetar karena appa kembali menurunkan salah satu kakinya bersiap untuk melompat.
"Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku Kyu?" bisik Siwon hyung padaku
Aku yang sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, memutuskan untuk berlari ke backstage, meninggalkan semua hyungku di panggung.
Kyuhyun POV end
.
Seluruh member tidak tahu lagi bagaimana harus menutupinya. Mereka saling menatap satu sama lain mencari cara. Donghae yang sedari tadi menatap ekspresi penonton satu persatu akhirnya menemukan sosok appa Kyuhyun yang masih tetap dengan posisi nya saat mengancam Kyuhyun. Ia mulai sadar apa yang sebenarnya terjadi. Donghae membisikan segalanya pada Leeteuk, hingga sang ketua akhirnya memahami apa yang sebenarnya baru saja terjadi.
Semua member pun memutuskan untuk kembali ke backstage tanpa memberi penjelasan lebih lanjut. Mereka semua segera menuju ruang tunggu Super Junior di mana Kyuhyun pasti berada. Saat mereka memasuki ruangan tersebut, Kyuhyun sudah terduduk kaku dengan mata kosong. Ia tidak sendirian, seluruh manajer kami menanyakan berbagai pertanyaan dengan nada tinggi. Namun, Kyuhyun hanya dapat bungkam seribu bahasa. Tangan Kyuhyun terlihat bergetar tanda ia ketakutan.
Siwon yang sedari tadi menahan emosi, bergegas mendekati Kyuhyun. Ia langsung menarik kerah baju Kyuhyun, hingga Kyuhyun terpaksa bangun dari duduknya. Kyuhyun terus menunduk tidak berani menatap Siwon.
"Tatap aku!" Siwon memperkuat cengkramannya, "TATAP AKU CHO KYUHYUN!" Siwon berteriak keras sekali di depan wajah Kyuhyun, yang akhirnya membuat Kyuhyun menatap Siwon dengan takut – takut.
"Ternyata aku salah menilaimu.. Kukira kau anak baik dengan tampang polosmu.. Sekarang aku sadar bahwa kau sangat menakutkan!" Siwon bersiap meninju Kyuhyun.
"Hentikan!" Donghae berteriak dari belakang, "Sedikit saja tanganmu menyentuhnya.. Kau akan habis di tanganku!" Donghae mengancam Siwon.
"Hah?! Apa aku tidak salah dengar? Kau membelanya?!" Siwon tertawa sedih dengan respon dari Donghae.
"Pukul saja aku hyung.." Kyuhyun berkata pelan pada Siwon.
"Sekarang kau mau terlihat seperti sok jagoan? Baiklah.. Aku akan memukulmu sampai kau matii!" Siwon kembali mengangkat tangannya dan bermaksud melayangkan tinjunya. Namun, tangan Siwon ditahan sekuat tenaga oleh Donghae.
"Kubilang HENTIKAAN!" Donghae menghempaskan tangan Siwon yang baru saja ia tahan dengan kasar.
"Kau benar – benar membelanya?" Siwon bertanya pada Donghae tak percaya. Donghae hanya menatap kedua mata Siwon dengan tajam tanpa berbicara sedikit pun.
"Donghae! Orang ini sudah mengacaukan segalanya! Kau masih mau membelanya?" Heechul juga terlihat marah.
"Cho Kyuhyun! Kalau memang dia itu ibumu.. buktikan dengan jelas! Jangan tiba – tiba berbicara di acara live seperti ini dan mengacaukan pertunjukkan kami! Aku benar – benar kecewa denganmu saat ini.." Bahkan Sungmin juga membentak Kyuhyun dengan kasar.
"Sudahlah.. Jangan membuat suasana menjadi lebih panas!" ucap Leeteuk bijaksana, "lebih baik kita pulang dan istirahat.. Semua ke van sekarang!" bentak Leeteuk yang melihat seluruh anggotanya masih belum mempedulikannya.
.
Kyuhyun POV
Setelah malam itu berlalu, semuanya menjadi terasa berbeda. Mulai dari tatapan para hyung padaku yang sedikit berubah, Siwon hyung yang jarang datang ke dorm, sikap teman – temanku di sekolah terhadapku, bahkan tatapan orang – orang di jalan saat melihatku.
Di Sekolah
Benarkah dia anak dari istri pemilik Hyundai yang besar itu? Aku rasa tidak mungkin..
Bagaimana bisa orang yang bersekolah dengan mengandalkan beasiswa ternyata adalah anak pengusaha dari Istri pengusaha Hyundai?
Apakah Nyonya Da Hae ternyata bukan wanita baik – baik? Bagaimana bisa dia memiliki anak lain di luar pernikahannya dengan pemilik Hyundai..
Aku merasa kasihan dengan Siwon.. Kurasa dia yang paling dirugikan dengan situasi ini..
Ternyata aku sudah terhasut dengan wajah manis si pembohong itu.. aku yakin ucapannya hanya merupakan omong kosong! Dasar cho Kyuhyun gila harta..
.
Semua orang di sekolah menggosipkan masalah ini. Semua orang juga menatapku dengan berlainan, ada yang merasa iba dan juga ada yang merasa benci. Aku jadi tidak banyak bicara di sekolah. Aku juga sedikit menghindar dari kelima temanku karena tidak ingin membuat mereka bingung dan terlibat dengan masalahku.
Setiap istirahat aku hanya duduk di kelas sambil mendengarkan musik dari ipod dan meminum susu coklat yang sudah menghiasi mejaku setiap pagi. Setidaknya aku tahu bahwa masih ada Kang seosangnim yang peduli padaku. Dan juga temanku, Kim Bum, yang memang sudah mengetahui segala masalahku sejak awal. Aku tahu akhir – akhir ini dia selalu memperhatikanku dan mencoba menghiburku, tapi aku yang memang selalu berusaha menghindar darinya dan teman – temanku yang lain.
Aku hanya berusaha tidak melibatkan orang – orang yang selalu membuatku tersenyum ini ke dalam masalahku. Banyak sekali wartawan yang haus berita mengenai diriku saat ini. Setiap gerak – gerikku akan selalu tertangkap kamera. Jika wartawan mengetahui siapa saja orang terdekatku maka mereka akan memperlakukan sahabat – sahabatku seperti sasaran yang siap diterkam. Hidup para sahabat – sahabatku akan berubah menjadi memuakkan seperti hidupku saat ini. Jangan sampai hal itu terjadi…
Saat berada di dorm, tidak banyak juga kata yang kukeluarkan. Sikapku jadi begitu dingin. Semua hyungku juga mengabaikan kehadiranku. Mereka tidak lagi menganggapku ada. Mereka justru mengkhawatirkan Siwon hyung. Aku memang lebih berharap bahwa mereka lebih memperdulikan Siwon hyung saat ini. Dia terlihat begitu lesu akhir – akhir ini. Saat latihan menari, Siwon hyung yang paling banyak melakukan kesalahan. Saat berlatih bernyanyi, Siwon hyung yang paling banyak melupakan lirik. Bahkan saat bercanda gurau bersama, Siwon hyung hanya duduk membisu di tengah – tengah tawa para hyungku yang lain. Tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun. Semua hyungku sudah menganggapku seperti tidak pernah ada di sisi mereka.
.
Suatu malam..
Saat semua member sedang menonton TV di ruang tengah, tiba – tiba handphone Leeteuk hyung berbunyi..
"Yoboseo.."
…
"Tidak ahjumma.. Siwon tidak ada di dorm saat ini.."
….
"Kurasa Siwon tidak ada jadwal lain hari ini.."
…
"Apa? Siwon belum pulang sejak kemarin malam?"
…
"Baiklah.. akan kucoba untuk menghubunginya…"
.
Semua hyungku saling menatap satu sama lain. Mereka pasti khawatir dengan keadaan Siwon hyung saat ini. Banyak wartawan yang sedang mengincar aku dan Siwon hyung. Saat semua hyungku sibuk dengan pikiran mereka masing – masing, aku bergegas mengambil jaket di kamarku dan pergi mencari hyung ku yang paling tampan itu.
"Kau mau ke mana Kyu?!" Leeteuk berteriak saat melihatku membawa jaket menuju pintu sambil mengambil kunci mobil.
"Aku harus mencarinya.." Jawabku singkat.
"Aisssh!" Leeteuk menggaruk – garuk kepalanya yang pusing dan segera mengejarku, "Aku ikut bersamamu!"
"Tapi hyung.." Aku berusaha menolak.
"Aku tahu di mana dia.. Biarkan aku yang membawa mobil.." Leeteuk langsung merebut kunci mobil yang berada di genggamanku dan berlari mendahuluiku. Aku pun menyusulnya.
.
'H & G Night Club'
Itulah tulisan yang terpampang di hadapan mobil kami yang terparkir.
"Apa dia benar – benar ke sini hyung?" Aku bertanya memastikan keraguanku.
"Hmmm.." Jawab Leeteuk hyung singkat, "Gunakan topiku ini.. dan jangan lupa gunakan juga hoodie mu.. Banyak orang sedang memperhatikan gerak gerikmu dan Siwon saat ini.."
"Baiklah hyung.." jawabku patuh.
Saat memasuki klub malam itu, banyak orang memperhatikan kami berdua. Aku terus berusaha menutupi wajahku. Sedangkan Leeteuk hyung menggunakan masker dan hoodie nya.
"Kau cari ke arah sana.. dan aku cari ke arah sini.." Leeteuk hyung berbisik padaku. Aku hanya mengangguk.
.
Baru 5 menit aku mencari, aku sudah menemukan sosok hyungku yang jangkung itu. Dia sudah mabuk berat. Dia terus bercuap – cuap tak jelas sambil terus meminum bir di hadapannya. Saat kuhitung sudah ada 7 botol kosong dan 1 botol yang masih terisi setengah di mejanya. Aku duduk perlahan di hadapan Siwon hyung. Aku terus menatap wajah lelahnya.
"Siwon hyung… Kenapa kau minum banyak sekali?" Aku bertanya dengan wajah cemas.
Siwon hyung sedikit membuka matanya, "Oh.. anak omma ada di sini rupanya.. hahaha.." Siwon hyung tertawa seperti orang gila, "Jangan pernah berpikir untuk merebut Omma ku! Aisshh.." Siwon berteriak tak jelas lalu kembali menutup kedua matanya dan melekatkan salah satu pipinya pada meja.
"Mianhe.." Aku berkata pelan. Lalu aku tertawa miris di depan hyung ku yang sudah mabuk berat. "Hahaha.. bahkan sekarang aku mengucapkan kata maaf padamu.. maaf karena aku sudah merebut omma? Kau yang merebut omma! Kau yang seharusnya meminta maaf padaku dan mengembalikan omma padaku.. Kenapa jadi seperti ini? Kenapa sekarang justru aku yang terlihat jahat? Kau membuatku seperti ini hyung.." Aku terus meluapkan isi hatiku pada Siwon hyung yang setengah sadar.
"Aku membencimu!.." Aku berteriak kesal pada Siwon hyung sambil menendang kakinya dengan cukup keras. "Tapi rasa sayangku lebih besar dari rasa benciku.. Aku tidak ingin kau sedih ataupun terluka..Kau hyungku.." Aku melipat kedua tanganku di meja, dan meletakkan daguku di sana. Aku memandangi wajah hyungku yang terlelap.
"Kau lelah hyung?" Aku bertanya pelan padanya. Terlihat bodoh memang berbicara pada orang yang sedang mabuk berat seperti ini. "Aku juga lelah hyung.. Bahkan sangat lelah.." Aku menghembuskan nafas beratku.
Tiba – tiba hyungku terbangun dan kembali menuangkan bir pada gelas kosongnya. Ia langsung meminum bir tersebut dengan satu kali tegak.
"Kau mau minum sampai kapan hyung.. berhentilah minum.. Kau sudah sangat mabuk.." Aku mencoba merebut botol bir yang ada di tangan Siwon hyung.
"Diam Kau!" Siwon hyung tiba – tiba berteriak,"Kenapa kau tidak mati saja hah?! Kau membuat hidupku jadi pusing! Kau jahat Kyuhyun-ah.." Siwon hyung sekarang menangis teraung – raung. Hatiku sakit melihatnya seperti ini.
"Baiklah hyung.. Mari kita minum bersama sampai mati.." ucapku dengan nada putus asa. Kuisi gelas kosong yang ada di hadapanku dengan bir. Lalu kubenturkan gelasku dan gelas yang ada di genggaman Siwon hyung. 'Baiklah kita akhiri sampai di sini..' batinku dalam hati.
Namun, saat gelas itu sudah hampir sampai di mulutku, Leeteuk hyung menahan tanganku. Seluruh bir di gelasku pun tumpah mengenai jaketku.
"Apa yang kau lakukan hah?!" Leeteuk membentakku kasar.
"Aku hanya ingin menemaninya minum hyung" jawabku santai.
"Aku tidak mau membawa satu orang yang mabuk dan satu orang yang sekarat!" Leeteuk masih berteriak padaku, " Sekarang kau bantu aku membawanya ke mobil.." Leeteuk segera memapah Siwon hyung untuk berdiri dan aku pun langsung membantunya.
Saat berada di mobil, aku duduk di kursi belakang untuk menjaga Siwon hyung. Kepala Siwon hyung bersandar di pundakku. Sejak tadi aku hanya memperhatikan wajah hyungku ini. Tampak jelas bahwa terdapat lingkaran hitam di sekitar kedua matanya. Aku hanya bisa mengelus lembut wajah hyungku yang terlelap saat ini.
Diam – diam Leeteuk hyung juga memperhatikan kami para dongsaengnya yang sedang duduk di belakang.
"Omma ti..dak bo..leh berce..rai dengan ap..pa" Siwon hyung menangis di balik tidurnya, "Jangan ting..galkan aku om..ma.." Siwon hyung terus menangis dalam igauannya.
Aku terkejut mendengar masalah perceraian omma. Semua masalah ini menjadi semakin sulit sekarang ini. Aku ingin mengetahui lebih lanjut mengenai masalah perceraian omma.
"Hyung.. Apa yang kau katakan? Apa maksud dari perceraian yang kau katakan tadi? Appamu ingin menceraikan omma? Lalu bagaimana keadaan omma sekarang? Apa dia baik – baik saja?" Aku bertanya secara bertubi – tubi sambil berusaha menyadarkan hyung ku, "Hyung sadarlah!" ucapku sedikit berteriak.
"Sudahlah Kyuhyun.. tidak ada gunanya membangunkannya sekarang.." Leeteuk hyung mengatakan dengan santai.
"Tapi ini semua terjadi karenaku.. Ini tidak boleh terjadi.." Aku berbicara pada diriku sendiri. Leeteuk hyung yang duduk di depan terus memperhatikanku. Kurasa dia khawatir.
Kyuhyun POV end
.
Siwon POV
Keesokan paginya
"Arrgh.." Aku tersadar dari tidurku. Kepalaku sakit sekali. "Bukankah ini kamar..." Aku melihat sekelilingku. Ini adalah kamar Kyuhyun dan Sungmin. Dan tempat tidur ini adalah tempat tidur Kyuhyun? Aku segera berdiri dan menjauh dari tempat tidurnya. Rasa benciku pada Kyuhyun masih terlalu besar untuk kukendalikan.
Aku segera keluar dari kamar menuju ruang makan. Tapi kenapa kaki kiriku sedikit sakit? Saat kulihat ada luka memar di bagian atas mata kaki kiriku. Apa aku menabrak sesuatu kemarin? Aku pun tidak terlalu ambil pusing dan tetap berjalan menuju ruang makan dengan salah satu kaki pincang.
Saat melewati ruang TV, kulihat ada selimut dan bantal di sofa. Apakah Kyuhyun tidur di sini semalam? Bukan urusanku dia mau tidur di sini atau dimanapun.. Asalkan tidak di dekat omma ku.
Saat di ruang makan, kulihat seluruh member sedang sarapan, begitu juga dengan anak itu. Dia hanya bermain – main dengan makanan di hadapannya dengan tatapan kosong.
"Siwon-ah.. kau sudah bangun? Gwenchana?" Yesung hyung bertanya dengan wajah khawatir.
"Gwenchana.."
"Ada apa dengan kakimu? Kenapa jalanmu pincang?" Eunhyuk bertanya dengan wakah heran.
"Entahlah.. tiba – tiba ada memar di kaki kiriku.. mungkin aku menabrak sesuatu waktu jalan tanpa kusadari.."
"Apakah sangat sakit? Perlu kubelikan obat hyung?" Tiba – tiba terdapat suara yang keluar dari orang yang duduk di pojok ruang makan. Wajahnya terlihat sangat khawatir, dan tatapan matanya tak henti – henti menatap kaki kiriku, seolah – olah ia tahu letak dari luka memarku. Padahal saat ini aku sedang memakai celana panjang.
"Tidak usah sok peduli padaku!" Aku menjawab dengan dingin. Tapi Kyuhyun masih tetap menatap kaki kiriku dengan wajah cemas. Ia menggigit bibir bawahnya dan terus melirik kepada kaki kiriku.
Siwon POV end
.
31 Desember 2012
Kyuhyun POV
Tak terasa sekarang sudah tiba akhir tahun. Kami semua bersiap untuk penampilan kami di SBS Gayo daejun. Hubunganku dengan Siwon hyung masih cukup dingin. Omma juga menjadi jarang datang ke dorm karena sedang sibuk dengan masalah perceraiannya. Hal ini tentu membuat Siwon hyung sangat terpukul.
Malam ini kami menyanyikan dua lagu andalan kami, sorry sorry dan bonamana. Seperti biasa, kami selalu ditempatkan di bagian penutup. Semua artis mulai menaiki panggung dan ikut menyanyi bersama kami. Tiba – tiba..
Duar… Duar..
Kembang api bertaburan di atas kepala kami. Semua orang terkejut dan tertawa kagum melihat pancaran sinar warna – warni di atas kepala mereka. Tapi tidak denganku..
Semua memoriku saat omma meninggalkanku di pasar malam kembali terngiang.. Nafasku seketika sesak.. Hanya dengan melihat kembang api saja tiba – tiba dadaku terasa sangat sakit..
Aku tahu aku sadar.. Aku tahu aku berada di kumpulan artis yang sedang menari bersama sambil menatap indahnya kembang api.. tapi semua itu berubah seketika menjadi suasana di pasar malam yang kuingat saat aku berusia 5 tahun.. tubuhku berada di atas panggung, namun pikiranku melayang ke masa lalu yang terlalu pedih untuk dibayangkan..
Kyuhyun POV end
.
Leeteuk POV
Kucoba untuk melihat dongsaeng – dongsaengku. Akhir – akhir ini adalah waktu yang cukup sulit bagi kami semua. Aku hanya ingin melihat mereka tersenyum sebentar walau hanya karena kembang api. Tapi saat kulihat dongsaeng terkecilku di sudut kiri panggung, aku merasa ada yang tak beres dengannya. Kucoba berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.
Kedua tangan Kyuhyun bergetar hebat. Kedua tangan tersebut berusaha menutupi kedua telinganya. Kyuhyun terlihat sangat ketakutan.
"Kyu.. Kau baik – baik saja?" Aku bertanya khawatir. Tapi tidak ada respon apapun dari Kyuhyun. Dia hanya terus berusaha menutup telinganya erat.
"Kyu.. kau dengar aku?" Kucoba bertanya lagi padanya sambil berusaha menarik tangan Kyuhyun yang sedang menutupi telinganya, namun tenaganya terlalu kuat. "Kyu! Ada apa denganmu?" Aku berusaha mengeraskan suaraku agar terdengar olehnya.
"om..ma.." Kyuhyun tiba – tiba melihat sekelilingnya dengan wajah kebingungan, "Om..ma.. kau di ma..na?" Gumam Kyuhyun pelan dengan nafasnya yang mulai tak teratur.
"Kyu.." Aku shock melihat keadaannya. Dia benar – benar seperti orang kebingungan.
"Om..ma om..ma" Dia terus memanggil sang omma dengan wajah ling lung.
Banyak artis yang melihat aneh keadaan Kyuhyun. Aku tidak ingin orang – orang melihat keadaan Kyuhyun saat ini. Aku harus segera membawanya meninggalkan panggung.
"Hyung.. ada apa dengannya?" Donghae bertanya padaku khawatir saat melihat kami terburu – buru meninggalkan panggung.
"Entahlah.. kalian di sini saja.. jika sudah selesai segeralah menyusul ke backstage.." Jelasku.
Donghae hanya mengangguk setuju dengan wajah cemas yang diperuntukkan untuk Kyuhyun.
.
Backstage
"Kyuhyun kau baik – baik saja?!" Tanyaku kembali sambil berjongkok di hadapannya yang masih berusaha menutup kedua telinganya dengan wajah ketakutan.
"Kyu.. nafasmu tidak teratur.. biar kuambilkan obatmu dulu" Aku pun segera mencari inhaler Kyuhyun di tasnya. "Ini.. Ayo hisap ini kyu.." Kupaksa Kyuhyun untuk menghisap obatnya. Akhirnya nafas Kyuhyun mulai kembali normal. Perlahan – lahan kusentuh kedua tangannya yang masih menutupi kedua telinganya, kugenggam tangan yang gemetar itu dengan hangat, dan kuletakkan di pipiku.
"Kau bisa melihatku Kyu?" tatapan Kyuhyun kosong, "Lihat aku Cho Kyuhyun!" Aku sedikit berteriak padanya, dan itu sukses membuatnya sadar akan kehadiranku, "Kau kenapa Kyu? Ada apa sebenarnya? Tidak bisakah kau berbicara sedikit padaku?! Setidaknya aku ingin memastikan bahwa kau baik – baik saja!" Aku berkata sedikit emosi.
"Hyung.." panggilnya dengan suara serak.
"Ada apa? Apa kau merasa tidak nyaman? Apa ada yang sakit?" tanyaku cemas. Tapi, bukan sebuah jawaban yang kudapat, melainkan sebuah pelukan. Dongsaeng kecilku tiba – tiba memelukku erat sambil menangis sejadi – jadinya. Aku yang terkejut dengan sikap dongsaengku, hanya bisa mengelus punggungnya dengan nyaman.
Tidak lama setelah itu semua member datang. Mereka keheranan melihat Kyuhyun yang menangis di pelukan Leeteuk.
"Kyu.. semua hyungmu ada di sini.. tenanglah.." Aku berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun yang sangat erat. Namun, Kyuhyun justru lebih mempererat pelukannya.
"Aku takut hyung…." Ucap Kyuhyun di balik tangisannya, "Aku benar – benar takut sampai tak bisa bernapas.." lanjut Kyuhyun, " Aku mohon.. Jangan pernah meninggalkanku sendiri hyung..seperti yang pernah omma lakukan padaku.." ucap Kyuhyun semakin pelan sambil terus menangis.
"Tidak akan pernah.. Aku berjanji padamu.." ucapku dengan yakin sambil berusaha melonggarkan kaitan tangan Kyuhyun di pundakku, "Kau harus percaya padaku.. Bisakah kau melepaskan pelukanmu sekarang Kyu? Aku ingin melihat wajahmu.." Kyuhyun pun akhirnya melepaskan pelukannya dan langsung menundukkan wajahnya.
"Apa kau sedang menunjukkan kehebatan aktingmu lagi? Aku tahu pasti semua ini kau lakukan untuk mendapatkan simpati kami.. Iya kan? Kau membuatku muak.." Siwon berbicara dengan ketus.
"Caramu sungguh sagat menyedihkan Cho Kyuhyun.. Aku justru ingin tertawa melihat air mata kebohonganmu itu.." Kangin mendukung ucapan Siwon.
Donghae datang mendekati Kyuhyun. Ia menyapu air mata Kyuhyun dengan kedua ibu jarinya. "Jangan dengarkan mereka, Kyu.." Donghae tersenyum hangat di depan Kyuhyun, "Sebaiknya kita segera pulang ke dorm.. Ayo Kyu.." Ajak Donghae pada Kyuhyun, sambil menarik tangan Kyuhyun. Namun, Kyuhyun justru menepis tarikan tangan Donghae.
"Apa.. Apa di luar.. masih ada.." Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya dengan wajah tersiksa.
"Ada apa kyu?" Tanya donghae penasaran.
"Apa di luar masih ada.. masih ada kembang api?" ucap kyuhyun terbata – bata.
"Jadi kembang api itu yang membuatmu seperti ini? Sekarang kau berpura – pura trauma dengan kembang api? Wow! Naskah drama buatanmu sangat hebat!" Siwon kembali memojokkan Kyuhyun.
"Kenapa kau tidak menjadi aktor film saja.. Kenapa justru bergabung dengan kami sebagai penyanyi?!" bentak Heechul kasar.
"Karena dia ingin merebut ibuku! Dia ingin dianggap sebagai salah satu keluarga Hyundai! Iya kan Cho Kyuhyun?!" Siwon bertanya dengan wajah penuh kebencian.
"Bisakah kita pulang sekarang?" Tanya Kyuhyun lemah tanpa mempedulikan pertanyaan Siwon.
"Pulang ke mana? Kau ingin pulang bersama kami? Siapa kau?" ucap Yesung yang tak kalah dingin.
"Hyung.." Kyuhyun menatap sedih seluruh hyung nya.
"Apa arti tatapan itu? Kau ingin kami mengasihanimu?" tanya eunhyuk dengan nada sarkastik.
"Sudahlah.. Aku ke van duluan.. Aku akan menunggu hyung di sana" jawab Kyuhyun lemah.
Aku dan Donghae menatap kepergian Kyuhyun dengan sedih. Tidak sepantasnya magnae kami diperlakukan seperti ini.
"Apakah kalian tidak merasa keterlaluan?!" Aku berteriak pada member yang masih berada di backstage, "Kenapa kalian harus selalu menyudutkannya?! Dia juga sama lelahnya sepertimu Siwon-ah!" Aku menatap penuh amarah kepada Siwon, tindakannya kali ini sudah benar – benar keterlaluan.
"Asal kau tahu, dia bahkan hampir berniat untuk menemanimu minum di saat kau mabuk beberapa malam yang lalu! Itu sama saja dengan bunuh diri bagi Kyuhyun! Bisakah kalian juga mengerti bagaimana lelah hidupnya akhir – akhir ini?! Dia juga butuh kalian!" Aku menatap dingin seluruh member," Pikirkan baik – baik kata – kataku! Sekarang bereskan barang – barang kalian dan segera masuk ke van.."
Leeteuk POV end
.
Author POV
Saat Kyuhyun berjalan menuju van, tiba – tiba seorang wanita paruh baya berdiri di hadapannya.
"Om..ma.." bisik Kyuhyun pelan.
"JANGAN PERNAH MEMANGGILKU SEPERTI ITU DENGAN MULUTMU ITU!" teriak omma di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun tersentak dengan ucapan sang omma di hadapannya.
"Apa kau sudah gila? Kenapa kau melakukan hal itu di acara live? Kau pikir aku akan mengakuimu sebagai anak jika kau melakukan hal itu? Anak bodoh!" Omma melayangkan salah satu tangannya ke pipi Kyuhyun. PLAK! Kulit putih yang menghiasi pipi kanan Kyuhyun berubah memerah.
"Om..ma.."
.
To Be Continued
.
Wah maaf yaa baru update lagii
Bagaimana kelanjutan hubungan Kyuhyun dengan sang eomma? Dan apakah hubungan Kyuhyun dan Siwon akan terus merenggang? Mampukah Kyuhyun untuk terus bertahan di Super Junior bersama para hyung nya yang semakin memusuhinya?
Seperti biasa, pantengin terus chapter – chapter selanjutnyaa
.
Terima kasih buat semua reader
Gomawo buat reviewnya:D
Maaf masih belum bisa bales review nya satu – satu Maaf, maaf, maaf bangeet
Tapi jangan bosen – bosen untuk nulis review yaa, kadang menginspirasi author untuk nulis kelanjutannya dan memberi semangat untuk terus melanjutkan ceritanya
Ditunggu reviewnya untuk chapter 14 nya yaa
Jangan bosen – bosen ikutin FF ini yaa
.
Oia, Author terinspirasi untuk buat FF yang agak ada unsur romance. Tokoh utama akan selalu Kyuhyun siih. Tokoh tambahannya sepertinya akan ada Siwon dan Tiffany. Tapii, tetap alur utamanya akan selalu brothership dan family. Menurut kalian gimana? Kalau kalian suka nanti author bikin prolog nya dulu
