~ All Alone All Along ~

Happy Reading Guys...

~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah ~

BGM Beautiful Life - Ost Goblin

"Yakin tidak apa-apa sendirian?." Chanyeol masih merapikan lengan kemeja nya saat Baekhyun meminta izin untuk pergi ke kampus tanpa dirinya.

Chanyeol yang sudah sibuk dengan perusahaan lebih banyak izin dari kampus karena mengurus perusahaan ayahnya, namun karena ia siswa cerdas jadi tertinggal satu atau dua kali tidak masuk kuliah pun ia masih bisa mengikuti ketertinggalannya.

Tapi yang ia cemaskan adalah ketika ia tidak bersama Baekhyun, ia cemas kekasih mungil... ah bukan calon tunangannya, yang sekarang menjadi lebih tenar dari seorang model cantik yang sedang naik daun Xi Luhan itu, diganggu orang lain saat dikampus nanti.

Luhan dan Sehun berada di China karena pemotretan yang diterima Luhan harus dilakukan di China. Johnny sedang berada di Jepang dan tidak tahu lelaki itu kapan pulangnya. Tidak ada orang yang bisa Chanyeol andalkan untuk menjaga Baekhyun selama kurang lebih 5 jam lamanya berada dikampus.

Hari ini ia ada meeting diperusahaan, untuk membahas saham yang pagi ini menurun karena pemberitaan dirinya yang akan bertunangan dengan Baekhyun yang tidak diketahui asal usulnya. Baekhyun sempat murung ketika mendengar kabar itu secara tak sengaja saat dirinya menghampiri Chanyeol yang tengah memarahi sekretarisnya melalui sambungan telepon.

Chanyeol marah bukan karena Baekhyun, ia hanya merasa muak dengan para penggila uang diluaran sana yang tidak menerima dirinya yang akan bertunangan dengan pujaan hatinya. Mereka pikir siapa berani menentang hubungannya dengan Baekhyun, Chanyeol hanya tinggal menarik investasinya saja mereka bisa menjadi gelandangan dipinggir jalan, karena perusahaan mereka yang akan bangkrut tanpa bantuan dari perusahaannya.

Orang tuanya tidak ambil pusing perihal Chanyeol yang terang-terangan akan bertunangan bahkan sebelum mengenalkan calonnya pada kedua orang tuanya.

Ternyata Chanyeol dan Johnny yang mencari tahu latar belakang Baekhyun sudah menemukan titik terang, dan ia yakin dengan rencana gilanya yang akan dilakukan bersama Johnny ia akan membuat semua berbalik mendukungnya.

Menurut Chanyeol, tanpa dukungan para pemegang saham pun dia merasa bodo amat, yang bertunangan dan akan menikah dengan Baekhyun kan dia bukan mereka.

"Aku bukan anak kecil Chanyeol, sebelum menjadi kekasihmu aku bahkan terbiasa sendirian." Baekhyun memasangkan dasi berwarna merah maroon pada kerah kemeja kekasihnya dengan telaten.

Chanyeol tersenyum sambil membenarkan helaian rambut Baekhyun yang menghalangi wajahnya. Posisi Baekhyun yang duduk di meja makan dan dirinya yang berdiri membuat tinggi tubuh mereka hampir sama, walau tetap saja Baekhyun terlihat sangat mungil jika itu bersama Chanyeol.

"Aku takut kau diganggu orang yang tidak suka dengan hubungan kita sayang~~." Chanyeol mengelus wajah kekasihnya, sesekali mendaratkan ciuman lembut pada bibir tipis Baekhyun.

Baekhyun dibuat kesusahan memasangkan dasi Chanyeol karena pokusnya yang terbagi dengan lumatan pada bibir tipisnya.

"Aku tidak akan selesai memasang dasi ini jika kau terus menciumku Chanyeol." Si mungil merengek dengan mempoutkan bibirnya lucu.

Bukannya berhenti Chanyeol malah semakin gencar menciumi bibir tipis itu, sampai akhirnya Baekhyun selesai memasangkannya dasi walau dengan kesusahan karena ulahnya. Chanyeol melanjutkan ciuman itu menjadi lumatan dan ciuman panas penuh gairah.

Ya namanya juga maniak gak akan berhenti jadi maniak

Baekhyun setengah berbaring diatas meja kalau tubuhnya tidak ditahan Chanyeol yang menciumnya membati buta. Pakaiannya yang sudah rapih harus kembali acak-acakan karena tindakan radikal tangan Chanyeol, yang menelusup dan meremas bongkahan sintal kedua payudaranya.

Jika saja meeting itu tidak jauh lebih penting dari bercinta dengan Baekhyun, mungkin saat ini Chanyeol sudah menyetubuhi Baekhyun diatas meja makannya dengan keras dan penuh gairah.

Uhhhhhhhh

"Kau harummpptt ke kanmmmaahhhhh." Baekhyun bukan gagap ia hanya terengah karena ciuman Chanyeol dan sentuhan Chanyeol.

"Sayang rasanya aku ingin menunda meeting pagi ini dan menggantinya dengan bercinta denganmu, disini." Chanyeol masih memperhatikan wajah sayu kekasihnya.

Dan otaknya menyuruh untuk ia mengambil ponsel yang berada disakunya, mengirim pesan singkat pada sekretarisnya untuk menunda rapat sekitar 2 jam dari jadwal yang di tentukan.

Oke jika sudah mengenai nafsu semua orang memang akan lupa pada akal sehat mereka.

Setelahnya Chanyeol melepas kembali dasi yang sebelumnya dipasang Baekhyun, membuangnya asal beserta kemeja miliknya, ia juga menurunkan paksa celana yang Baekhyun pakai dan merobek baju Baekhyun dengan cepat.

SRETT SRAKK

Baekhyun meleguh ketika tanpa aba-aba Chanyeol melesakkan jarinya pada area kewanitaannya, bergerak dengan gerakan menggunting menggoda kewanitaan Baekhyun untuk cepat basah agar ia nanti dapat dengan mudah melesakkan kejantanannya tanpa menimbulkan rasa sakit berlebihan pada Baekhyun.

"Aaahhh aahhh."

Apa lagi yang dapat Baekhyun lakukan selain mendesah nikmat, ketika ia kembali dibuat pasrah dibawah kungkungan kekasihnya, eummmm calon tunangan maksudnya.

Baekhyun tahu gaya berpacarannya dengan Chanyeol memang tidak akan sehat, setelah malam dimana Chanyeol merenggut kesuciannya dengan izin darinya. Ia tidak menyesal, sama sekali tidak. Karena cinta yang Baekhyun rasakan untuk Chanyeol melebihi besarnya lautan samudera pasifik yang sangat luas ataupun luasnya dunia yang ia tinggali.

Yang Baekhyun harus lakukan untuk mendapat cinta itu dengan memberikan apa yang Chanyeol inginkan, termasuk bercinta sepanjang hari pun akan Baekhyun terima karena ia juga menginginkannya.

Baekhyun tahu percintaan ini akan berlangsung sesuai dengan waktu yang telah Chanyeol berikan pada sekretarisnya untuk menunda rapat pemegang saham hari ini. Jadwal kuliahnya menjadi tidak penting ketika kenikmatan yang ia rasakan saat ini menjadi lebih penting.

Mendesah, yang mampu Baekhyun lakukan ketika Chanyeol sudah menggesek kejantanan besar beruratnya didepan kewanitaannya.

"Kumohon Chanyeol."

Chanyeol menyeringai, ia jelas tahu Baekhyun sudah tidak sabaran menunggu ia melesakkan kejantanan miliknya bersarang pada gua hangatnya.

"Tentu sayang aku akan memberikan kenikmatan untukmu sebentar lagi."

Ayolah Chanyeol jangan berlama-lama semua orang menunggu lebih lanjut apa yang akan kau lakukan

Termasuk Baekhyun yang sudah menggapai-gapai tubuh Chanyeol meminta berciuman dengan Chanyeol. Chanyeol mengeram dan sesekali mencium Baekhyun keras sambil mengangkat bokongnya dan menenggelamkan kejantanannya ke dalam kewanitaan Baekhyun yang sudah siap menerima miliknya.

Mereka kembali menyatu dalam pergulatan panas, keras dan penuh gairah diatas meja makan apartemen Chanyeol. Tubuh Baekhyun berada diujung meja jika Chanyeol tidak menahannya sudah dipastikan ia akan terjatuh.

Betapa hebat dan jantannya Chanyeol menggagahi Baekhyun yang terlihat kewalahan, dan mendesah ke'enakan saat kejantanannya menumbuk tepat pada titik ternikmatnya. Baekhyun melingkarkan kakinya pada pinggang Chanyeol, membuat Chanyeol semakin dalam menusuk kewanitaannya.

"Oh sayang~~ datanglah untukku." Nafas Chanyeol kasar.

Chanyeol mencium leher Baekhyun dan menggerakan satu tangannya diantara tubuh yang bergerak berirama untuk menggesekkan jempolnya diklirotis Baekhyun, dan membuat Baekhyun semakin tertsesat dalam kenikmatan.

Chanyeol gila, benar-benar gila karena Baekhyun, Chanyeol menggilai semua yang ada pada Baekhyun. Suara desahan merdu yang mengalun indah itu tidak bisa menghentikannya untuk terus menumbuk, melesakkan kejantanannya semakin cepat dan dalam dibawah sana.

Baekhyun menggapai tangan Chanyeol untuk ia tuntun meremas payudara sintalnya yang dianggurkan Chanyeol.

"Ya ya disana ahhh Chan." Baekhyun mengigit bahu Chanyeol ketika ia semakin mendekati puncaknya. Tubuhnya terasa bergetar, Baekhyun sudah tidak tahan untuk tidak melepas pencapaiannya.

Tapi Chanyeol membawa tubuh Baekhyun dengan menggendongnya ala koala alhasil membuat kejantanannya masuk semakin dalam.

"AAHHHHH." Baekhyun dibuat gila karenanya Bagaimana kejantanan besar milik Chanyeol menusuknya semakin dalam, bergesekan dengan dingding kewanitaannya, melesak, menusuk dengan cepat.

"Sayang~~." Chanyeol membawa tubuh mereka duduk disofa ruang tengah apartemennya.

Baekhyun naik turun diatas pangkuan Chanyeol yang membantunya bergerak. Cepat dan semakin cepat, gerakan pinggul keduanya semakin dekat pula pencapaian mereka berdua yang mereka akan jemput bersama-sama.

Chanyeol melesakkan nya dengan keras jauh kedalam, menumpahkan dan mengosongkan semua cairan sperma miliknya yang banyak kedalam rahim Baekhyun. Percintaannya dengan Baekhyun akan terasa sangat hebat dan menguras tenaga.

Baekhyun membungkus jemarinya pada rambut Chanyeol dan mencium bibir Chanyeol dengan semua perasaan yang Baekhyun rasakan, mencoba menyampaikan perasaan bahagianya dengan ciuman-ciuman itu.

Betapa ia sangat mencintai lelakinya.

Keduanya terengah setelah pencapaian hebat itu, saling memeluk dalam keadaan telanjang dipenuhi dengan keringat menandakan betapa panasnya mereka bercinta.

"Kita harus mandi lagi." Chanyeol masih disana duduk dan memeluk Baekhyun yang berada di pangkuannya.

"Chanyeol aku tidak meminum pil dari Luhan."

"Tidak apa-apa sayang kalaupun kau hamil itu sudah pasti anakku."

"Aku hanya tidak ingin kau terkejut jika nanti aku hamil."

Chanyeol terkekeh dibahu sempit Baekhyun sebelum melepas pelukannya dan merapikan rmabut Baekhyun yang berantakan.

"Aku akan bahagia jika kita cepat mempunyai anak, lagipula kita akan bertunangan jadi apa yang harus dihawatirkan." Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun menuju kamarnya, kamar mereka lebih tepatnya, tanpa melepaskan pertautan tubuh mereka.

Baekhyun meringis merasakan kejantanan Chanyeol yang masih berada didalam dirinya, ia jelas tahu jika mandi yang Chanyeol maksudkan pasti bukan mandi biasa. Terbukti dengan dirinya yang kini meleguh nikmat dan mendongkak saat dibawah sana Chanyeol menghujamnya dari belakang.

Mereka bercinta didalam bathub

Air yang semula penuh kini hanya menyisakan setengah, karena pergerakan kedua insan yang sibuk memuaskan satu sama lain dengan desahan yang tidak berhenti menggema didalam kamar mandi itu.

Chanyeol melakukannya dengan gerakan pelan untuk menggoda Baekhyun, bibir kisable nya ia bawa untuk memberikan gigitan-gigitan kecil pada leher jenjang kekasihnya, tangannya meremas dengan bergantian payudara sintal favorite nya dan juga mengelus, memainkan kewanitaan Baekhyun dari depan.

Baekhyun menyesal karena tidak mendekati Chanyeol dari dulu, mungkin jika dulu ia lebih berani, ia akan merasakan kenikmatan ini lebih cepat

Heemmmmmmm

"Rasanya aku tidak ingin berhenti sayang~ kau emmm terlalu nikmat." ucap Chanyeol

Chanyeol yang tidak tahan mempercepat tusukannya pada kewanitaan Baekhyun, Baekhyun semakin mendongkak dan mendesahkan nama Chanyeol keras-keras.

Ia sudah mencapai orgasme nya dan sepertinya ia akan kembali menyusul bersama Chanyeol yang juga sudah akan mencapai puncaknya.

Dihujam kembali kewanitaan Baekhyun dengan keras dan cepat, Chanyeol seakan tidak akan pernah puas dengan hanya sekali dua kali atau tiga kali orgasme, tubuh Baekhyun terlalu nikmat baginya, ia menjadi lupa segalanya jika sudah bercinta dengan Baekhyun.

Sudah satu jam sejak mereka bercinta diatas meja, sofa dan kamar mandi.

Chanyeol baru berhenti setelah ia rasa ia akan terlambat ke kantor, dan ia juga tidak ingin Baekhyun sakit karena kecapean akibat percintaan mereka. Baekhyun yang kelelahan terbaring tengkurap diatas ranjang Chanyeol, Baekhyun jatuh tertidur setelah percintaan mereka dikamar mandi dan diatas ranjang setelah mereka mandi.

Iya sih Chanyeol memang gila, anak orang sampai terkapar tidak berdaya diatas ranjang, dengan hanya terbalut kemeja putih kebesarannya tanpa memakai celana.

"Aku mencintaimu Baekhyun."

Chanyeol menyunggingkan senyumnya dan sempat mencium kening Baekhyun lalu pergi meninggalkan Baekhyun yang tertidur lelap. Indahnya dunia Chanyeol setelah kehadiran Baekhyun di dalam hidupnya.

Selama dalam perjalanan ia berkomunikasi dengan Johnny yang ternyata sudah berada diatas jet pribadi milik Chanyeol dan tengah menuju Seoul. Ia akan langsung pergi ke perusahaan Chanyeol setelah tiba di Seoul.

Sesuai dengan rencana mereka hari ini mereka ingin memberi kejutan pada Tn. Byun yang sebelumnya menjadi orang tua angkat Baekhyun.

Sebenarnya Chanyeol tidak ingin melakukan ini, tapi melihat kemarahan Baekhyun kemarin malam ketika melihat berita yang dimana Tn. Byun tengah diwawancarai tentang siapa sebenarnya Baekhyun membuat ia kesal dan ikut marah.

Bagaimana tidak marah jika Tn. Byun mengatakan kepada seluruh warga Korea jika Baekhyun kabur dari rumah karena ingin tinggal dengan Chanyeol dan mereka mengatakan jika Baekhyun memang sering melakukan itu jadi tentu saja mereka tidak tahu tentang pertunangan Baekhyun dengan Chanyeol.

Dan hal yang paling membuat Baekhyun meneteskan air matanya adalah.

Mereka mengatakan jika mungkin Baekhyun merasa bersalah karena telah membuat anak kandung mereka meninggal, dan media seolah menyalahkan Baekhyun dan menganggap Baekhyun bukan wanita baik-baik untuk Chanyeol.

~ All Alone All Along ~

"Sayang berita tentangmu kalah oleh berita Baekhyun,"

"Terus kenapa Oh Sehun?." Luhan yang tengah bersitirahat setelah pemotretan dibuat tidak mengerti dengan permbicaraan Sehun yang kini menemaninya diruang ganti.

"Aku punya ide bagus sayang." Sehun yang semula sibuk dengan ponselnya kini menatap Luhan penuh harap "Kita umumkan saja kalau kita akan menikah pasti kita berdua akan banjir tawaran dan aku tidak pengangguran lagi."

TAK

"Yakk sayang kenapa kau memukul dahi sexy-ku."

"Sudah ku katakan aku tidak mau menikah denganmu jika kau masih pengangguran, bekerjalah dengan Chanyeol baru aku akan memikirkan ide gilamu itu." Luhan berlalu meninggalkan Sehun yang menyusulnya dengan masih merengek.

"Sayang~~ sayang ayolah ideku sudah cukup bagus."

"Berhenti merengek Oh Sehun."

"Ayolah sayang, kau tahu kan kita butuh settingan jika ingin lebih tenar, ayolah sayang kau kan kekasihku."

Luhan menutup telinganya dan tetap berjalan meninggalkan Sehun untuk kembali kedalam studio pemotretan.

"Sayang, Xiaolu, Luhaniee ~~~ rusaku~~."

"Oh Sehun diam atau kau tidak akan mendapat jatah dariku."

Oke Sehun kalah.

Rasanya Luhan ingin menenggelamkan Sehun dalam kolam ikan piranha jika terus begini.

Sebenarnya tanpa settingan menikah pun Luhan mau menikah dengan Sehun, tapi ya itu syaratnya Sehun harus memiliki pekerjaan tetap. Dan mana mungkin Luhan melepaskan Sehun, orang yang teramat ia cintai u tingkah bocahnya terkadang membuat Luhan kesal minta ampun.

Umur mereka yang terpaut 2 tahun memang tidak membuat Sehun mundur untuk mendapatkan Luhan kala mereka masih belum menjadi sepasang kekasih dulu.

Pertemuan tidak sengaja yang melibatkan mereka dalam sebuah pemotretan menarik hati Sehun untuk mengenal Luhan lebih dekat. Maka ketika Luhan menyambutnya dengan hangat dan menerima Sehun, sejak saat itulah Sehun tidak pernah berhenti mengangumi sosok Luhan dan menyatakan minatnya yang menyukai Luhan dan ingin Luhan menjadi kekasihnya,

Luhan menjadi sosok kekasih yang sangat sempurna dimata Sehun, Xi Luhan supermodel yang di idam-idamkan hampir semua lelaki.

Dan Sehun semakin merasa sempurna memiliki Luhan setelah mereka menghabiskan malam indah mereka di atas ranjang, saling memberikan kehangatan dan kepuasaan satu sama lain dengan mendesah hebat malam itu.

Okey lupakan soal dua model gila yang satu nya pengangguran.

"Kau serius ingin mengungumkan ini didepan para pemegang saham?." Tanya Johnny menyakinkan Chanyeol yang saat ini mereka sudah berjalan menuju ruang rapat setelah sebelumnya Chanyeol menggelar rapat itu tanpa kehadiran Johnny

"Untuk apa aku menunggumu dan menggelar rapat kedua jika aku tidak berniat mengungumkan itu pada mereka."

Ya Johnny yang baru saja tiba dan turun langsung dari atas gedung Park Corp melalui helikopter milik Park Corp yang menjemputnya di bandara Incheon memang sudah ditunggu kedatangannya.

"Baekhyun mengizinkan?."

Chanyeol masih berjalan dan tidak menjawab pertanyaan Johnny

"Chanyeol? Baekhyun tahu semua ini?." Johnny menarik tangan Chanyeol agar sahabatnya itu berhenti dan menjawab pertanyaannya.

Namun Chanyeol masih diam

"Jawab aku sialan." Gertak Johnny

"Baekhyun tidak tahu, ia hanya tahu jika orang tua nya kecelakaan bersama dengannya, dan sejak saat itu ia menjadi anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa."

"Lalu apa yang akan kau lakukan jika ia tahu semua ini tanpa kau memberitahunya terlebih dahulu."

"Itu urusanku John, sekarang yang harus kita lakukan adalah memberikan apa yang seharusnya Baekhyun miliki."

Johnny menghela nafasnya, semula niatnya mencari tahu latar belakang Baekhyun adalah hanya untuk mengadopsinya menjadi bagian dari keluarga Seo dan menjadikan Baekhyun adik angkatnya. Tapi kenyataan yang baru ia ketahui yang dilakukan paman dan bibinya benar-benar menampar dirinya.

Ia jelas tahu yang dilakukan paman dan bibinya itu sudah termasuk dalam tindakan kejahatan.

"Baiklah ayo kita lakukan, ayo kita umumkan pada mereka siapa sebenarnya Baekhyun."

"Yah kita memang harus melakukannya." Chanyeol tersenyum senang dan kembali melangkah menuju ruang rapat yang sudah dipenuhi para pemegang saham yang kali ini sudah dihadiri oleh semua pemegang saham dari luar maupun dalam negeri.

Rapat pertama yang Chanyeol tunda untuk kedua kalinya memang membuat mereka marah, dan rapat kali ini lebih membuat mereka marah karena mereka harus dibuat menggelar rapat lagi disaat mereka sudah hendak pergi dari Park Corp.

Argumen demi argumen dilayangkan para pemegang saham karena tindakan Chanyeol, mereka jelas dirugikan karena berita fenomenal itu. Tn. Byun melayangkan kemarahannya karena merasa Chanyeol tidak sopan mengumumkan pertunangan dengan Baekhyun tanpa sepengetahuannya.

Chanyeol menahan kemarahannya mendengar Tn. Byun berbicara seolah dirinya adalah orang yang paling benar dan tidak bersalah. Chanyeol semakin muak mendengarnya jika Tn. Byun itu bukan orang tua kolot, ia pasti sudah mengajaknya duel diatas ring tinju

"Perlu kalian tahu ini pertunanganku kenapa kalian semua seolah melarangku mendapatkan kebahagianku?." Chanyeol menatap para pemegang saham itu dengan wajah tajam dna menusuk "Jika kalian tidak ingin berbisnis denganku, aku akan mengambil semua investasi Park Corp diperusahaan kalian." Ancamnya yang membuat semua orang disana bungkam

"Tanpa kami perusahaanmu juga tidak akan sebesar ini jika kau lupa Park Chanyeol-ssi." Ucap Tn. Byun, sementara itu Chanyeol dibuat tertawa mendengarnya, kenapa ia terkesan diremehkan disini.

Oh ayolah Park Corp kaya raya, uang mereka tidak akan habis 7 turunan.

"Aku bisa melebarkan sayapku di Benua Eropa kalaupun aku kehilangan bisnis di Korea, China dan Jepang." Chanyeol berdiri dari kursinya.

"Kalian tenang saja penurunan saham pagi ini tidak akan berlangsung lama, karena aku bertunangan bukan dengan seorang anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa jika memang itu penyebab turunnya harga saham."

Johnny berdiri dari kursinya setelah mendapat aba-aba dari Chanyeol yang memintanya bertindak sesuai rencana mereka.

"Aku akan menjelaskan siapa itu tunangan Chanyeol,"

Johnny menampilkan sebuah photo kecil Baekhyun bersama kedua orang tuanya melalui layar besar didepan mereka.

"Baekhyun, tunangan Chanyeol bernama asli Bian Baixian."

Semua orang disana tecengang mendengarnya.

"Ya Baekhyun merupakan satu-satunya anak dari tuan Bian yang meninggal dalam kecelakaan 14 tahun yang lalu dilandasan bandara Incheon karena pesawat tergelincir lalu terbakar, tidak perlu ku beritahu siapa itu tuan Bian kepada kalian kan?."

Semua orang diam namun beberapa orang menatap pada Tn. Byun yang terlihat gelisah ditempatnya.

"Dan seharusnya perusahaan yang saat ini berada ditangan Tn. Byun juga murni seutuhnya milik Baekhyun, karena Tn. Byun mendapatkan perusahaan itu setelah mendapatkan kepercayaan dari keluarga Bian dari China untuk merawat, mengasuh dan mengangkat Baekhyun sebagai anak dari keluarga Byun. Tapi karena Baekhyun yang memutuskan keluar dari keluarga Byun jadi sudah seharusnya juga Tn. Byun menyerahkan perusahaan itu pada Baekhyun."

'Sial' - batin Tn. Byun seraya mengepalkan tangannya.

"Kami sudah menyewa pengacara untuk mengurus hal ini, jadi tidak ada yang perlu kalian cemaskan melalui harga saham yang turun, yang harus kalian cemaskan adalah jika Park Corp mencabut investasi dari perusahaan kalian."

Johnny menatap Tn. Byun dengan tatapan meremehkan dan seolah berkata jika Tn. Byun akan berakhir di jalanan sebentar lagi.

Ia tidak perduli sekalipun itu adalah paman dan bibinya karena mereka bersalah sudah seharusnya mereka mendapat balasannya.

"Aku rasa rapat ini tidak perlu diperpanjang lagi." Chanyeol berjalan lebih dulu keluar di ikuti Johnny yang menyusulnya.

Keadaan aula ruang rapat itu menjadi riuh setelah Chanyeol dan Johnny mengumumkan tentang siapa itu Baekhyun. Tak butuh waktu lama sampai media Korea menyebarkan berita fenomenal itu.

Chanyeol pulang lebih cepat dengan membawa satu kotak pizza, strawberry cheesecake, dan ice cream strawberry yang akan ia makan bersama Baekhyun, ia tidak berhenti tersenyum dengan langkah kaki yang semakin cepat menuju apartemennya.

Ketika pintu apartemen terbuka Chanyeol dibuat terkejut dengan keadaan apartemennya yang gelap gulita.

"Sayang~~~." Chanyeol meletakkan barang bawaannya pada sembarang tempat untuk mencari-cari saklar lampu pada dingding apartemennya.

Namun niatnya terhenti karena ia dikagetkan dengan suara yang memanggilnya dari belakang.

"Chanyeol."

"YAAAKKK HANTU HANTU PERGI SANA SIALAN."

Ia menjerit dan ketakutan.

Tentu saja Chanyeol ketakutan, bagaimana ia tidak terkejut dan menjerit jika Baekhyun yang memakai kemeja putih menyalakan senter ponsel dibawah wajahnya, yang otomatis hanya memperlihatkan wajahnya saja

"Chanyeol, aku Baekhyun."

"ASTAGA HANTU KEJAM BAEKHYUNKU KAU MAKAN."

Baekhyun menganga tidak percaya, Chanyeol memundur menjauh dengan masih meneriakinya dan memohon-mohon tidak mendekat.

Kemana sikap jantan Chanyeol diatas ranjang, jika sekarang baru melihat Baekhyun yang menyalakan senter ponsel dibawah wajahnya saja, sudah membuat Chanyeol ketakutan setengah mati.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Thanks and love u...

Makasih juga buat yang udah follow aku di instagram.. I Love You so much 😘

Jika ada kesalahan baik dalam penulisan atau apapun itu, kalian wajib mengoreksi ya. Aku terima masukan kritik dan saran kalian yang membangun 😉