Chanyeol mendekati Baekhyun yang mulai menangis. Chanyeol memeluknya pelan dan menyandarkan kepala kekasihnya itu di dadanya.
"Sst..uljima..aku di sini" Chanyeol membelai punggung Baekhyun dan memberi kode pada orang-orang yang ada di ruangan itu untuk memebri waktu Chanyeol berdua dengan Baekhyun. Setelah terdengar bunyi pintu tertutup dan hanya menyisakan pasangan kekasih itu, Chanyeol melepas pelukannya dan mencium dahi Baekhyun lembut sebelum menatap Baekhyun tepat di manik matanya.
"Kenapa kau tidak ingin menuntutnya, Baek? kau tau bukan dia sudah melukaimu?" Chanyeol bertanya pelan, Baekhyun menunduk dan berusah mengusap air matanya yang tersisa di pipinya.
"A-aku tidak mau Taehyung..Taehyung merasa kehilangan Ummanya. Aku tau bagaimana kehilangan Umma, aku tidak ingin dia merasakan hal yang sama" Chanyeol menghela nafas berat
"Baby, Ummamu itu sudah kelewatan, dia bahkan hampir merenggut nyawamu, sudah sepantasnya dia mendapat ganjaran. Apa kau tidak kasihan Taehyung diasuh oleh wanita jahat seperti itu, hm? bukankah akan lebih baik jika kita yang merawat Taehyung?" Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun untuk menatapnya.
"T-ta-tapi, tetap saja, Taehyung pasti mencari Ummanya dan bagaimanapun juga dia masih Umma tiriku" suara lirih Baekhyun hampir menyerupai bisikan.
"Dengar, aku tidak ingin wanita itu menyakitimu lagi, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu" Chanyeol berkata tegas.
"Aku mohon, Chanyeolie. Biarkan Umma merenungi kesalahannya sendiri, untuk sekarang biarkan saja seperti ini, aku yakin Umma tidak akan berbuat macam-macam lagi" Baekhyun menatap Chanyeol memelas.
"Bagaimana kau bisa yakin? kau sendiri yang bilang dia sering menyakitimu di rumah dulu dan sekarang dia hampir membunuhmu, apa yang bisa membuat kamu percaya?" Chanyeol menuntut. Baekhyun diam sejenak.
"Dia pasti memikirkan Taehyung lagipula dia lah orang yang pernah membuatku merasakan memiliki Umma lagi, walaupun hanya sebentar" Baekhyun menjawab.
"Memikirkan Taehyung? kau tau, dia meninggalkan Taehyung begitu saja saat dia memilih untuk kabur" Baekhyun membulatkan matanya, Chanyeol yang sedikit merasa emosi menyesal membuat kekasihnya khawatir.
"Apa?Taehyung di mana?" mata Baekhyun mulai berair. Chanyeol kembali merengkuh tubuh Baekhyun.
"Dia aman bersama Kyungsoo, kau tidak perlu khawatir"
"Aku mohon, Chanyeolie. Biarkan Umma sendiri, mungkin nanti dia akan memikirkan perbuatannya, biarkan sekarang kita bersama Taehyung. Bolehkan kita tinggal bertiga dengan Taehyung?" tanya Baekhyun sambil menahan isakannya.
"Baiklah kalau itu maumu. Tentu saja aku akan dengan senang hati tinggal denganmu dan Taehyung. Tapi bagaimana kalau pernikahan kita dipercepat minggu depan, hm?" Chanyeol melepas pelukannya dan menatap wajah Baekhyun yang mulai memerah.
"Minggu depan? itu..itu terlalu cepat" Baekhyun tergagap.
"Kau dengar sendiri kan, Jongin bilang pernikahan kita cukup pernikahan sederhana tanpa banyak orang yang tau, jadi kita tidak perlu banyak persiapan, hanya antara kau dan aku" Chanyeol tersenyum menunjukkan dimple-nya yang membuat Baekhyun tersipu.
"Kau mau kan?" Chanyeol kembali bertanya karena tidak mendapat jawaban apapun dari Baekhyun.
"N-ne..aku mau" ucap Baekhyun malu-malu. Chanyeol memegang tangan Baekhyun dan mengecupnya lembut, Chanyeol mendekatkan wajahnya ke arah Baekhyun berniat hendak mengecup bibir merah itu namun tiba-tiba sura pintu yang terbuka menginterupsi mereka.
"Nonaa~hiks.." begitu pintu terbuka tampak Taehyung berlari ke arah Baekhyun, Chanyeol yang khawatir Taehyung akan menerjang tubuh ringkih gadis itu, segera memeluk Taehyung dan menggendongnya.
"Hyung, aku mau Noona" protesnya sambil berusaha menggapai Baekhyun.
"Taehyung-ah, Noona sedang sakit, jangan terlalu dekat dulu ne, Taehyung tidak ingin menambah sakit Noona kan?" Chanyeol berusaha memberi pengertian pada Taehyung yang masih berusaha turun dari pelukan Chanyeol. Chanyeol hanya takut Taehyung menyentuh luka di perut Baekhyun.
"Sudah Chanyeolie biarkan saja Taehyung naik ke ranjang" Baekhyun tidak tega juga melihat dongsaengnya merengek. Chanyeol akhirnya menurunkannya, namun sebelum Taehyung memanjat ke ranjang Baekhyun, lebih dahulu Chanyeol mengingatkannya.
"Noona sedang sakit, terutama di perutnya, jadi Taehyung tidak boleh menyentuhnya, ne?" Taehyung mengangguk mengerti sambil menyeka air mata di matanya. Taehyung segera memeluk leher Baekhyun dan berhati-hati untuk tidak menyentuh bagian badan Noona-nya, Baekhyun yang setengah duduk membalas pelukan Taehyung dengan mengelus lembut punggungnya.
"Noona kenapa di rumah sakit? Chanyeol hyung nakal, huh?" Taehyung menelengkan wajahnya dengan mata sembab yang semakin membuat pipi gembilnya memerah, Baekhyun yang gemas segera menciumnya.
"Aniya, Chanyeol hyung menemani Noona di sini. Noona sudah sehat kok, Taehyung liat kan Noona baik-baik saja"
"Taehyung takut,Noona" Taehyung mengeratkan pelukannya dan kembali terisak.
"takut kenapa?" tanya Baekhyun.
"Banyak Ahjussi berjaket hitam datang, lalu berteriak pada Umma, lalu Umma pergi, Taehyung takut mereka akan menyakiti Umma" Taehyung semakin tersedu, Baekhyun mengusap surai Taehyung.
"Jangan takut, ada Noona dan hyung di sini. Umma sedang banyak urusan, Taehyung tidak usah mencari Umma dulu, ne? biar Umma tidak banyak pikiran, Taehyung tidak ingin Umma sakit, kan? jadi selama Umma tidak ada Taehyung tinggal bersama Noona saja. Taehyung mau kan?" Baekhyun berusaha memberi pengertian.
"Umma pergi lama kah?" suara Taehyung tampak memelas di telinga Baekhyun. Baekhyun yang tidak tau harus menjawab apa menatap Chanyeol dari balik punggung Taehyung. Chanyeol mendekat dan menepuk punggung Taehyung hingga anak itu melepas pelukan dari Baekhyun, Chanyeol menangkup wajah Taehyung dengan kedua tangannya.
"Taehyung-ah, Umma mungkin akan pergi lama, tapi ada Noona dan hyung, Taehyung tidak boleh sedih, ne?apa Taehyung tidak suka tinggal bersama kami?" Chanyeol mempoutkan bibirnya berpura-pura sedih.
"A-aniya, aku senang kok tinggal bersama hyung dan Noona, kita akan sering bermain kan?" Chanyeol mengangguk yang membuat Taehyung bersorak.
"Chanyeol-ah, jadi bagaimana untuk kasus ini?" tiba-tiba Jongin masuk bersama pengacara Minhyun. Taehyung yang melihat laki-laki mengenakan jaket hitam segera bersembunyi di balik punggung Chanyeol dengan wajah takut, Chanyeol yang menyadarinya segera meminta mereka untuk keluar.
"Kita bicarakan di luar saja. Taehyung-ah, jaga Noona baik-baik ne?" Chanyeol menatap sekilas Baekhyun sebelum dia keluar dari ruang rawat Baekhyun.
Tiga hari kemudian Baekhyun di perkenankan pulang, Park Youngwoon bahkan sudah mulai mempersiapkan pernikahan Chanyeol dan Baekhyun, walaupun hanya akan ada orang-orang terdekat, dia tetap ingin memberi yang terbaik untuk putra tunggalnya, sedangkan Chanyeol yang sudah mulai sibuk syuting tidak sempat untuk ikut membantu. Pernikahan mereka ditetapkan 2minggu setelah Baekhyun keluar dari rumah sakit, meski Chanyeol ingin segera meminang kekasihnya tetapi dia memikirkan kesehatan Baekhyun, dia tidak mau Baekhyun akan kelelahan saat acara pernikahan mereka. Jadi mereka masih memeliki waktu untuk mempersiapkan baju pernikahan. Namun masih ada 1 hal yang membuat Chanyeol protes dan mempoutkan bibinya.
"Appa, kenapa Baekhyun tidak tinggal di apartemen lagi?" Chanyeol melipat tangannya ke dada saat mereka selesai makan malam (Youngwoon, Chanyeol, Baekhyun dan Taehyung) di kediaman Youngwoon.
"Kalian akan segera menikah, akan lebih baik kalian tinggal terpisah dahulu, jadi saat menikah nanti akan terasa spesial" ujar Youngwoon.
"Tapi aku dan Baekhyun kan memang tinggal di flat yang berbeda" Chanyeol masih tidak terima.
"Tsk! kau pikir aku tidak tau, kalau kau pasti akan terus mengganggu Baekhyun jika dia tinggal di dekatmu, anak nakal" Youngwoon memarahi anaknya, Baekhyun yang mendengarnya hanya terkikik geli.
"Ya! jangan tertawa kau! dan kau pasti menikmati jauh dariku, eoh?" Chanyeol memicingkan matanya ke arah Baekhyun.
"Tentu saja, tinggal di rumah pemberian Aboeji bersama Taehyung itu berarti aku bebas menerima tamu lelaki manapun, kau tau?aku sama sekali tidak merindukanmu" Baekhyun menggoda calon suaminya. Ya, saat Baekhyun keluar dari rumah sakit tanpa diduga Youngwoon meminta Baekhyun dan Taehyung tinggal di sebuah rumah yang ternyata sudah dia persiapkan untuk Chanyeol jauh-jauh hari, awalnya Baekhyun menolak karena masih ada rumah peninggalan Appanya, namun Youngwoon memaksa dan mengatakan rumah lamanya akan tetap dirawat oleh orang kepercayaannya, namun alasan sebenarnya adalah Youngwoon masih takut jika tiba-tiba Seunghee datang dan menyakiti calon menantunya itu.
"Hyung, Noona bohong" mulut kecil Taehyung tiba-tiba ikut berbicara saat Chanyeol hendak melayangkan amukannya pada Baekhyun. Chanyeol mengerutkan keningnya, pandangannya jatuh ke arah Taehyung yang masih asik menggigiti semangka sambil menggoyang-goyangkan kaki pendeknya di kursi.
"Bohong?" Chanyeol memperjelas, Taehyung mengangguk.
"Uh-huh, padahal setiap malam Noona selalu melamun dan tanpa sadar saat tidur sering memanggil nama Chanyeol hyung" Taehyung menjelaskan dengan riang, Baekhyun men death glare adiknya itu, namun sayangnya Taehyung yang asyik makan tidak memperhatikannya, Chanyeol pun menyeringai.
"Sebegitu rindunya kah kau tidak tidur bersamaku, hm?" Chanyeol mengangkat alisnya mengejek, wajah Baekhyun memerah mendengar Chanyeol mengatakan hal semacam itu di depan calon mertuanya. Namun beruntungnya dia, justru Youngwoon yang memukul pelan dahi Chanyeol.
"Aww, Appa, kenapa memukulku?" Chanyeol mengelus dahinya yang pedas.
"Jangan bicara aneh-aneh di depan anak kecil. Baekki, Taehyung, sudah malam, pulanglah, Lee Ahjussi akan mengantar kalian" kata Youngwoon lembut ke arah Baekhyun dan Taehyung.
"Aniyo Appa, biar aku saja yang mengantar" Chanyeol memasang wajah memohon, Youngwoon hendak membantah putranya namun Baekhyun mencegahnya.
"Tak apa Aboeji, biar Chanyeolie yang mengantarku, lagipula kalau dia nanti memaksa untuk tinggal di rumah malam ini aku akan mengusirnya, percayalah" Chanyeol yang merasa idenya terbaca oleh Baekhyun hanya bisa mempoutkan bibirnya.
"Baby, kau tau, aku masih merasa khawatir mengingat kalian tinggal berdua sekarang, bagaimana kalau..em..terjadi sesuatu lagi denganmu" Chanyeol berkata saat dalam perjalanan mengantar Baekhyun dan Taehyung.
"Kami tidak berdua, Chanyeolie. Kau sendiri kan yang meminta Yoohee Ahjumma dan supir tinggal di rumah. Tenang saja, tidak akan ada apa-apa" Baekhyun berkata sambil mengelus surai Taehyung yang kini tertidur di pangkuannya.
"Aku masih tetap ingin rumah itu dijaga oleh orang keamanan seperti saran Jay hyung, paling tidak sampai kita menikah nanti" ujar Chanyeol.
"Dan membuat Taehyung ketakutan setiap hari? tidak, terima kasih. Chanyeolie, kau tau, semenjak peristiwa itu Taehyung menjadi takut pada lelaki asing, dia akan terus merengek dan tidak mudah membuatnya berhenti" Chanyeol menghela nafas mendengar jawaban Baekhyun, jika sudah mengenai Taehyung, Chanyeol sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Setidaknya kau harus berhati-hati jika tidak ada aku, arasseo?" Chanyeol menegaskan ketika Baekhyun hendak turun dari mobil.
"Ne, arraseo. Sekarang cepatlah pulang dan istirahat, besok kau harus berangkat pagi, bukan?" Chanyeol memberikan ciuman singkat di bibir Baekhyun sebelum mereka berpisah.
#ChanBaek#
.
.
.
Baekhyun tiba di sebuah gereja klasik yang memiliki taman indah di sekitarnya, di sanalah ia akan mengucap janji suci bersama Park Chanyeol. Baekhyun berpijak pada karpet merah yang akan membawanya ke altar dengan Jongin sebagai pendampingnya, dengan memakai gaun putih tanpa lengan, Baekhyun berjalan gugup menuju ke arah pendeta yang sudah menunggunya di ujung altar dan di depannya berdiri calon suaminya dengan senyumnya yang membuat dada Baekhyun semakin berdegup kencang.
Dengan diiringi musik pengiring pernikahan, Baekhyun berjalan dengan satu tangannya melingkar di siku Jongin sambil menggenggam erat rangkaian bunga. Baekhyun melirik sekilas dengan ekor matanya, Kyungsoo, Youngwoon, Taehyung, Jaejoong dan kekasihnya yang bernama Yunho, Jay serta beberapa teman Baekhyun dan Chanyeol tampak memenuhi setengah gereja itu.
Tiba di depan altar, Jongin menyerahkan tangan Baekhyun pada Chanyeol yang sama sekali tidak melepas pandangannya dari wajah Baekhyun.
"Park Chanyeol bersediakah anda menjadikan Byun Baekhyun sebagai istri sah dalam pernikahan ini? Bersediakah anda hidup bersama dengan Byun Baekhyun dalam keadaan baik dan buruk, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit sampai ajal memisahkan kalian berdua?" tanya sang pastur.
"Ya, saya bersedia" jawab Chanyeol mantap.
"Byun Baekhyun bersediakah anda menjadikan Park Chanyeol sebagai suami sah dalam ikatan pernikahan ini? Bersediakah anda hidup bersama dengan Park Chanyeol dalam keadaan baik dan buruk, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit sampai ajal memisahkan kalian berdua?"
"Ya, saya bersedia" jawab Baekhyun yang tampak semburat merah di pipinya. Dan setelah pendeta menyatakan mereka sebagai sepasang suami istri, Chanyeol dan Baekhyun saling menatap untuk berciuman, ciuman singkat yang hangat.
Usai upacara suci, mereka berkumpul di taman yang telah di sulap sebagai tempat pesta kecil, para tamu mengucapkan selamat pada pengantin dan menikmati hidangan mewah yang disajikan. Tak beda dengan Chanyeol dan Baekhyun, senyum hampir tidak lepas dari bibir Youngwoon.
"Appa sangat bahagia hari ini, akhirnya Appa bisa melihat putra Appa menikahi gadis yang dicintainya. Seandainya saja Ummamu.." Youngwoon menghentikan kata-katanya setelah Baekhyun menggenggam tangan Youngwoon.
"Eomonim pasti bahagia, begitu juga Appa dan Ummaku, Aboeji. Terima kasih sudah membesarkan putra sehebat Chanyeolie" Baekhyun tersenyum manis, ucapan Baekhyun sontak membuat mata Youngwoon memerah, mengingat bagaimana dia memperlakukan putranya, bagaimana memperlakukan almarhum istrinya.
"Appa, Baekhyun benar, Umma pasti melihat kami dari atas sana, jadi Appa tidak perlu berkata yang tidak-tidak" Chanyeol menambahkan.
"Maaf mengganggu acara keluarga kecil kalian, namun tampaknya Taehyung sudah lelah dan hampir tertidur" sela Jongin sambil menunjuk ke arah Taehyung yang mengalungkan lengan di leher Kyungsoo dan menyamankan kepalanya di bahu wanita itu.
"Ah mianhae, mungkin sebaiknya kita pulang sekarang?" Baekhyun hendak bangun dari bangkunya namun ditahan oleh Jongin.
"Aniyo Baekkie, aku hanya ingin memberitahumu, biarkan aku dan Kyungie pulang membawa Taehyung, dia akan tidur bersama kami. Pengantin baru butuh malam berdua kan?" ucap Jongin menggoda yang membuatnya dihadiahi pukulan kecil di bahunya. Chanyeol hanya terkikik geli melihat istrinya malu.
.
.
.
"Chanyeolie, besok kita akan menjemput Taehyung dari sekolah bukan?" Baekhyun bertanya. Saat ini mereka sedang berbaring di kamar baru mereka dengan Baekhyun menyandar pada dada Chanyeol.
"Besok aku ada syuting hingga sore, baby. Biar Jongin yang menjemputnya, kau tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja" Chanyeol menenangkan istrinya.
"Apa benar dia tidak apa-apa? apa dia bisa tidur nyenyak? apa dia tidak menanyakanku atau...Umma?" Baekhyun bertanya lirih. Tiba-tiba Chanyeol langsung bangun dari tidurnya yang membuat Baekhyun terkejut, Chanyeol marah? batinnya bingung. Ternyata Chanyeol mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor.
"Hai, Kai. Baekhyun ingin bicara denganmu" Chanyeol menyerahkan ponselny pada Baekhyun yang masih terbengong.
"H-hallo Kai, apa Taehyung merepotkan kalian?" Baekhyun bertanya setelah meletakkan ponsel di telinganya.
" Dia anak yang baik, di perjalanan pulang tadi dia tertidur, sampai di rumah dia terbangun, kami bertiga bermain air bersama sambil memandikan dia, memasak bersama, mungkin dia kelelahan setelahnya karena setelah itu dia tidur dengan nyenyak sampai sekarang. Dan tidak, dia sama sekali tidak merepotkan " Jongin menjawab di seberang.
"Gomawo, aku akan menjemputnya besok"
" Jangan memaksakan diri, Baek. Aku dan Kyungsoo akan menjaganya, besok kami yang akan mengantar ke rumah kalian, jangan khawatir. Dan lebih baik kau menghabiskan malam pertamamu sekarang "
"Ya!" dan terdengar suara kekehan Jongin di seberang sana sebelum dia mengakhiri percakapannya. Baekhyun meletakkan ponselnya di meja dan mendapati suaminya sedang berbaring dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya, Baekhyun mendekati Chanyeol, berbaring di sebelahnya dan meyibak selimut itu perlahan.
"Merajuk, eoh? kau mirip Taehyung" Baekhyun mencubit pipi Chanyeol yang membuatnya mempoutkan bibirnya.
"Mianhae, aku hanya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Taehyung" Baekhyun mencium sekilas pipi Chanyeol namun tidak ada respon dari suaminya itu, sehingga Baekhyun kembali mencium Chanyeol singkat, kali ini di sudut bibirnya, tetap tidak ada respon dari namja tampan itu, Baekhyun melayangkan ciumannya di bibir Chanyeol dan tiba-tiba Chanyeol menarik tengkuknya hingga Baekhyun terjatuh di dada Chanyeol, Chanyeol melumat bibir Baekhyun dan membuat wanita itu memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Chanyeol. Tanpa diduga Chanyeol membalik tubuh Baekhyun, sehingga tubuh wanita itu kini berada di bawah naungannya, Baekhyun menelan ludahnya gugup.
"Kau takut?" Chanyeol bertanya dengan suara berat sambil membelai pipi istrinya yang kini berwarna pink.
"Sedikit" jawab Baekhyun pelan.
"Trust me. I'll take care of you" Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun, tanpa diduga Baekhyun segera mengalungkan lengannya di leher Chanyeol dan mencium sekilas bibir tipis di hadapannya.
"Take me. I want you. Now" dengan kata-kata itu, Chanyeol tidak menunggu lagi untuk membawa istrinya ke malam pertama tak terlupakan untuk pasangan pengantin baru ini.
TBC
