Title : The Secret Box
Part : 13 (Light)
Length : 13/?
Author : ShadowCrush
Genre : Romance - Drama - Crime
Rate : M
Cast : Wu Yi Fan/Kris, Huang Zi Tao, And Other Cast
Disclaimer : All Cast belong to God, Their Self, I Just owned the Story
Warning : Boys Love/Yaoi, violence, strong language, typo(s), death chara.
Preview :
kris mendekatkan wajahnya ke wajah Tao, saat jarak diantara wajah mereka tersisa beberapa inchi….
BUGH…
Kris terjatuh dari tempat tidurnya. Kris bangkit berdiri dan mendesah kecewa.
"brengsek… hanya mimpi" umpat Kris sangat kecewa.
Kris merasakan celananya yang basah. Basah karena sesuatu. Sesuatu yang….
Note :
Karena banyak yang nanya siapa itu 'kevin' yang nyiksa Siwon, shadow akan perjelas. Kevin bukanlah Kris dan Kris bukanlah kevin. Mereka tidak bisa bersatu karena Kris hanya milik Tao, dan kevin milik orangtua dia *abaikan. Itu aja ya. Happy reading chingudeul ! ^^
Shadow sangat mengharapkan review dari readers, baik saran maupun kritik dari readers, dan juga sebagai penyemangat untuk shadow.
Hanya menulis beberapa patah kata di kolom review tak terlalu susah kan.
Mohon hargai kerja keras shadow.
At last Mind If review
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
.
The Secret Box
MKS Apartment, 4.35 AM
TAKK..BUGH.
Terdengar suara pukulan dan tendangan silih berganti, Kris sedang bergelut di dalam sebuah perkelahian dengan beberapa orang.
"aish… kenapa yang tadi, aku seperti-aish" pikir Kris di sela-sela aktivitasnya.
Kris berada di tengah di antara lawannya, ditangannya terdapat sebuah katana, kilatan pedang yang terlihat menyilaukan hasil dari pembiasan cahaya mampu menunjukan seberapa tajam pedang tersebut, selaras dengan tatapan mata Kris yang tajam dibalik katana itu.
Kris memutar bola matanya mengawasi setiap gerak gerik orang-orang di hadapannya, seseorang dari arah belakang berlari menyerang Kris, dengan sigap Kris melakukan putaran dengan kakinya dan berhasil membelakangi dan memukul leher orang itu menggunakan ujung pegangan katana itu. Salah seorang yang lain berusaha menyerang Kris dengan katana yang sama dengan katana yang berada pada genggaman Kris.
KLING
Bunyi gesekan antara dua buah besi yang mampu memekakan telinga, Kris menahan serangan orang itu, Kris mengalihkan arah katana miliknya dan menusuk telak perut lawannya membuat orang itu tumbang, dengan cepat Kris berlari kearah orang yang lain dan mengayunkan katana miliknya dengan cantik kearah mereka.
Setelah semua lawannya tumbang, dengan elegannya Kris memasukkan katana yang dipakai ke dalam sarung katana tersebut, menaruhnya keatas dua buah kayu berukuran sama yang masing-masing memiliki lubang di tengahnya, dengan posisi saling berhadapan.
"system stop" ucap Kris kepada sesuatu.
seketika orang-orang dan latar belakang -yang ternyata adalah hologram, ditempat Kris berdiri lambat laun memudar hingga akhirnya menghilang, menyisakan Kris sendirian di dalam ruangan putih.
Kris mendudukan dirinya, disekitar mata Kris terlihat kantung mata yang menghitam, Kris tidak bisa tidur karena mimpi 'indah+mengecewakan' yang dialaminya.
Kris sekarang mengakui bahwa dirinya memang sudah sangat gila, tetapi Kris masih belum bisa menerima kenyataan kepada seseorang yang baru dikenalnya –tidak bahkan Kris hanya mengetahui nama orang itu, terlebih lagi orang yang membuat Kris gila adalah seseorang yang sejenis dengannya. Seseorang yang memiliki jakun, bulu kaki, dada rata, dan bahu lebar.
Sudahlah Kris kau jangan menyangkali perasaan mu sendiri.
…
Kris berjalan keluar dari kamar mandi, sebuah handuk tanpa atasan tersampir di tubuh almost perfectnya. Kris mengusap rambut blondenya yang basah menggunakan handuk ditangannya.
Dengan satu tarikan Kris membuka lemari pakaian, terpampang koleksi pakaian-pakaian Kris yang didominasi warna hitam dan merah, Kris mengabaikan pakaian-pakaian yang bersumber dari berbagai macam brand terkenal, tangan panjangnya meraih sebuah baju kemeja putih dengan lambang SIHS di sakunya.
Kris memasang baju sekolah tersebut ke tubuhnya sembari memandang pantulan dirinya pada cermin, sekedar untuk merapikan penampilannya.
"hyung..cepatlah aku sudah lapar" teriak Chanyeol dari luar kamar menginterupsi kegiatan Kris.
…
.
..
"bagaimana tidurmu tadi malam hyung?" tanya Chanyeol kepada Kris yang sedang mengemudi. Mereka berdua sedang di dalam perjalanan menuju sekolah 'tercinta' mereka.
"memangnya kenapa ?" ucap Kris ketus tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan.
"nothing, hanya saja aku mendengar suara desahan dari dalam kamar mu tadi malam" ucap Chanyeol lepas tanpa berpikir terlebih dahulu. Chanyeol memanglah seorang mata-mata yang handal tetapi sifat pabbonya tak akan pernah hilang.
Badan Kris menegang saat mendengar penuturan Chanyeol, membuat Kris salah tingkah dan tak tahu harus bagaimana menjawab ucapan Chanyeol, Kali ini dia mati kutu,
Chanyeol tak terlalu memperhatikan perubahan Kris yang sudah gugup, sebenarnya pertanyaan yang diajukan Chanyeol tadi hanyalah sebuah pertanyaan biasa, tak bermaksud mengintimidasi Kris, tetapi hal tersebut berhasil membuat Kris berulang kali memperbaiki posisi duduknya.
"shut the fuck up !" ketus Kris kepada Chanyeol, Chanyeol yang mendapatkan bentakan dari Kris hanya berdiam diri bingung –tak mau membahas masalah ini lebih lanjut. "memangnya aku salah bicara ya ?".
Kali ini kau kalah Kris dan kau akan selalu kalah jika hal itu bersangkutan dengan Huang Zi Tao.
Dari kejauhan terlihat sebuah gapura dengan tulisan Seoul INTERNATIONAL HIGH SCHOOL.
Mobil yang dikendarai Kris dan Chanyeol memasuki lingkungan sekolah itu, Kris memarkirkan Ferrari FXX berwarna merah miliknya dengan rapi.
"hei yeol, kau masih ingat kan taruhan kita ?" ucap Kris saat mereka berjalan berbarengan.
Chanyeol memalingkan wajahnya kearah Kris yang sedang menyeringai, Chanyeol sedikit bergidik ngeri, dia tahu bahwa hal buruk akan menimpanya.
"ah itu, ne- tapi kau cura-" "tidak ada alasan" ucap Chanyeol terpotong Kris.
Chanyeol tunduk kepada Kris, tidak ada yang bisa melawan perkataan Kris. tidak ada !. yakin ?.
"kalau begitu sore nanti kau pulang sendiri" ucap Kris lembut dengan hawa iblisnya.
Mata Chanyeol sontak melotot "mwo ?, kau gila ?" jarak antara apartment mereka dan sekolah adalah sekitar 20 km.
"apanya ? biasanya pun kau berjalan ketika membuntuti mereka ?, kerjakan yang kuperintahkan kemarin"
Chanyeol berpikir sejenak, perkataan Kris ada benarnya tetapi hari ini dia tidak bertugas –membuntuti Baekhyun-. Karena Kris memerintahkannya untuk mengerjakan urusan yang lain.
Kris mengetahui siapa orang-orang yang menerobos masuk ke dalam apartment mereka saat itu, Kris mengetahui saat melihat rekaman CCTV apartment mereka.
…..
Kris memperhatikan dengan seksama scene demi scene yang terpampang di dalam layar. Kris menyerah karena dia tidak menemukan titik terang sama sekali, sesaat sebelum dia beranjak matanya terarah memandang layar, tersungging sebuah senyuman dari bibir Kris. Terlihat sebuah tato salib berduri di leher salah satu dari orang-orang itu.
Kris menelpon seseorang.
"hallo, Sehun, carikan data tentang shinsekai" Kris langsung memutus sambungan teleponnya.
Kris tahu betul dari mana orang-orang itu "kim jaejoong, apa yang kalian inginkan".
…..
"arraseo, akan aku lakukan my lord" ucap Chanyeol dramatis.
Kris menambah lebar seringaian di wajah tampannya, "jangan macam-macam dengan naga".
Mereka berdua berjalan memasuki gedung sekolah dan seperti biasa para fans mereka berteriak histeris tak jelas.
"yeol, satu lagi… urus me reka" Kris memerintah Chanyeol dan langsung berlari, Chanyeol yang belum siap kewalahan menghadapi fans-fansnya. "ya WU YI FAN !"
The Secret Box
"eonni, kau yakin Baekhyun akan baik-baik saja ?" tanya Tifanny kepada Taeyeon yang terbaring di ranjang pasien tempat dirinya dirawat.
Taeyeon yang sedang membaca novel mengalihkan perhatiannya kepada sumber suara. Taeyeon berpikir sejenak sebelum membalas pertanyaan Tifanny.
"Huft..untuk sementara ini biarkan saja dia seperti ini…" Taeyeon menggantung ucapannya, "sebenarnya aku pun sangsi, Jinki pasti marah besar, jika dia tahu Baekhyun menemui kita" ucap Taeyeon dengan lirih.
"aku tid-" ucapan Tifanny terpotong saat pintu ruangan tempat Taeyeon dirawat terbuka. Masuklah Baekhyun dengan bermacam-macam bawaan yang membuat tangannya penuh.
"noona tolong aku, kau tega sekali" rengek Baekhyun dari balik bawaan yang menutupi wajahnya, Tifanny bangkit berdiri dan langsung membantu Baekhyun. "ah ne… banyak sekali, ommo beratnya"
Baekhyun meletakan barang bawannya di meja dan disusul Tifanny, Baekhyun mengibaskan tangannya yang pegal, Taeyeon tersenyum simpul melihat Baekhyun.
"chaggi, seharusnya kau pergi sekolah, sudah tiga hari kau tidak masuk sekolah" ucap Taeyeon.
"eomma mengusirku ya ?, lagipula aku sudah mengabari Kyungsoo" ucap Baekhyun dengan tampang aeggyo.
"bukannya begitu, sebentar lagi kau kan ujian, eomma khawatir dengan nilaimu nantinya" terang Taeyeon
"lagipula ada noona disini, kau tidak perlu mengkhawatirkan eommamu" sambung Tifanny dengan mantapnya.
Baekhyun berdiam diri sejenak, memikirkan perkataan kedua orang tersebut. Ada benarnya juga perkataan mereka. Disisi lain hatinya Baekhyun sangat rindu dengan sekolah –walaupun dia seorang antisocial, Baekhyun rindu belajar, rindu dengan tingkah konyol Kyungsoo, rindu dengan masakan ibu kantin sekolahnya dan rindu dengan seseorang.
"baiklah jika kalian memaksa, besok aku akan sekolah" ucap Baekhyun dengan berpura-pura cemberut, membuat Taeyeon dan Tifanny tertawa gemas. Walaupun Baekhyun sudah berumur hampir 18 tahun, tetapi perlakuan Taeyeon dan Tifanny kepadanya masih sama seperti dia kecil, bagi mereka Baekhyun masihlah seorang bocah imut dan lucu.
"hahaha, nah begitu kan lebih baik, by the way dimana Sunny ?, noona tidak melihat dirinya, padahal biasanya dia selalu datang jika tahu salah satu dari kita sakit. Kau sudah memberi tahu padanya ?" ucap Tifanny yang berhasil membuat Baekhyun sweatdrop.
"aku tak mau membahas 'orang itu', aku tak kenal" jawab Baekhyun dengan memberikan penekanan pada kata 'orang itu'. Taeyeon dan Tifanny yang mendengar pernyataan Baekhyun langsung mengerti dengan keadaan Baekhyun.
"ada apa lagi chaggi ?, ceritakan pada eomma" ucap Taeyeon lembut.
"molla, aku tak kenal dengan dia" jawab Baekhyun ketus. Taeyeon terdiam, dirinya tahu bahwa Baekhyun sedang bermasalah dengan Sunny. Membuat suasana kamar yang awalnya hangat berubah menjadi sedikit dingin, aura dingin yang bersumber dari Baekhyun memancar jelas.
The Secret Box
Sore hari menjelang malam di kota Seoul, tak menyurutkan aktivitas setiap orang yang tak henti-hentinya terlihat di setiap sudut kota yang disebut-sebut 'ibukota Negara dengan jaringan internet tercepat di dunia' itu.
Tak berbeda dengan aktivitas seorang manusia dengan paras tampan. Wu Yi Fan tak seperti biasanya , kali ini dirinya menggantikan posisi Chanyeol untuk membuntuti target –tidak bukan Baekhyun tetapi Byun Jinki.
Kris sedang mengikuti Jinki yang entah pergi kemana. Bagaimana bisa Kris tahu keberadaan Jinki ?. jangan tanyakan hal itu, salahkan kemampuan SPY dan jaringannya yang kesetanan.
Mobil Mercy berwarna hitam yang ditumpangi Jinki melaju dengan kecepatan sedang, Kris mengekor di belakang dalam jarak sekitar 50 meter.
Mobil yang ditumpangi Jinki berhenti di depan sebuah bangunan besar, Kris tahu itu adalah bangunan apa. Kris memarkirkan mobilnya di parkiran lingkungan bangunan tersebut.
"terakhir aku kesini waktu umur 12 tahun, 11 tahun berlalu dan bangunan ini tak berbeda jauh" Kris melangkahkan kakinya kearah bangunan tersebut.
…..
Seorang namja paruh baya turun dari mobil mercy berwarna hitam, terlihat beberapa orang yang mengkawal namja tersebut. Mereka berjalan masuk kedalam bangunan besar nan megah, bangunan dengan tulisan besar yang terpampang di atasnya..
Seoul Museum Of Art
Museum tersebut sangat ramai dipenuhi oleh orang-orang yang berkunjung dengan berbagai macam tujuan, ada yang ingin melihat lukisan-lukisan maestro Korea dan dunia, ada yang mengagumi patung-patung pahatan seniman handal, dan berbagai macam lainnya.
Jinki melangkah dengan mantap diiringi oleh pengawal-pengawal pribadinya, Jinki tersenyum sesekali kearah pengunjung yang berpapas muka dengannya. Jinki terlihat begitu ramah, itulah yang dilihat orang dari luar.
Saat Jinki berjalan sambil berbicara dengan pengawalnya, tiba-tiba seorang anak kecil menabrak Jinki dan menumpahkan es krim ke pakaian Jinki, anak tersebut ketakutan. "mi-mianhae ahjussi, saya tidak sengaja" ucap anak itu gugup. Jinki mendekatkan tangannya kearah anak itu, semakin dekat dan semakin dekat, anak itu menutup matanya ketakutan.
Anak itu merasakan sapuan lembut di kepalanya. "lain kali hati-hati ne, ini beli es krim yang baru" ucap Jinki lembut seraya menyodorkan bebarapa lembar uang kepada anak itu. Dengan tampang bingung anak tersebut memandang Jinki, "jeongmal ka-kamshamnida ahjussi", Jinki tersenyum lalu berjalan meninggalkan anak tersebut.
…..
Jinki masuk ke dalam ruang kerjanya, ruangan kerja yang tertata rapi dengan segala macam perabotan layaknya ruang kerja yang lain. Jinki duduk di kursi ala eksekutif di sudut ruangan tersebut, seorang yeoja berperawakan tinggi langsing menghampiri Jinki dengan membawa sebuah map.
"tuan, ini data pengunjung selama satu minggu ini" ucap yeoja itu sembari meletakkan map bawaannya.
"kamshamnida" ucap Jinki tersenyum ramah kepada yeoja itu, yeoja tersebut baik tersenyum lalu berbalik dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Jinki mengabaikan keberadaan map pemberian yeoja tadi, dirogohnya sebuah ponsel dari kantong celananya, Jinki mendial tombol angka pada ponselnya secara berurutan, beberapa detik Jinki menunggu sambungan teleponnya dijawab.
BIPP.
"cari Baekhyun dan bawa dia ke mansion Seoul" ucap Jinki dengan singkat padat dan jelas.
"…"
"aku tak mau tahu !"
"…"
Jinki memutus sambungan telepon secara sepihak.
DEGH
Jinki menyentuh dada sebelah kirinya, rasa sakit itu kembali menghinggapi dirinya. Dengan cepat Jinki merogoh botol obat yang berada di saku celananya mengambil beberapa butir obat dari dalam botol itu dan langsung menenggak obat tersebut.
Jinki menarik nafas dalam sesaat setelah dadanya terasa membaik.
"semakin dekat lagi"
….
Di sudut lain museum itu, Kris mengamati Jinki dari kejauhan, matanya mengikuti setiap gerak-gerik Jinki dan gerombolannya.
Saat Kris melihat Jinki berjalan kembali –setelah berurusan dengan anak kecil dan es krim-, Kris mengikuti mereka. Jinki menaiki tangga dan memasuki sebuah ruangan dengan pintu kaca dengan tulisan kurator's room.
Kris mengambil sesuatu dari dalam blazernya, sesuatu yang seukuran dengan lalat, Kris menggunakan kacamata, lalu Kris menjalankan benda tersebut dan mengarahkannya ke dalam ruangan Jinki tadi. Kacamata tersebut menampilkan penglihatan yang ditangkap oleh gadget tadi, dan cara mengontrol gadget tersebut adalah dengan menggunakan tombol di kacamata itu.
(Gadget Side)
Kris melihat ruangan tersebut berukuran lumayan besar di dalamnya terdapat berbagai furniture kantoran, terdapat pula sebuah pintu dari kaca yang Kris yakini adalah ruangan Jinki dan di pojok dekat pintu tersebut terdapat seorang yeoja sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya.
Kris masuk ke dalam ruangan tersebut melalui celah di pintu itu, Kris melihat keadaan yang tidak jauh beda dari keadaan di luar tadi.
"cari Baekhyun dan bawa dia ke mansion Seoul" ucap Jinki dengan singkat padat dan jelas.
"…"
"aku tak mau tahu !"
"…"
Kris mendengar percakapan antara Jinki dengan seseorang di seberang, Kris melihat Jinki yang menyentuh dada sebelah kirinya dan ketika Jinki mengambil obat dari dalam kantong celananya.
(gadget side off)
Kris tidak memperhatikan keadaan di luar, karena matanya terfokus pada apa yang dilihatnya pada gadget, tanpa Kris sadari seorang namja berseragam security mendekatinya.
"choggiyo, apakah anda tersesat ?" tanya security itu.
Dengan cepat Kris melepaskan kacamatanya, "anniya, saya sedang beristirahat, kaki saya terasa sedikit pegal" bohong Kris.
Security tadi terlihat mengerutkan dahinya saat mendengar alasan Kris "oh…arraseo anda bisa duduk di sana" ucap security itu sembari menunjuk kearah kursi di sudut bangunan.
"arraseo, kamshamnida" ucap Kris sopan, namja tadi pun berlalu meninggalkan Kris.
Kris sedikit mendecak sebal, dia tahu saat ini adalah jalan buntu baginya, gadget yang digunakanna tadi sudah pasti tak berfungsi lagi karena Kris mematikan langsung sambungannya –menarik kacamata-. Akhirnya Kris memutuskan untuk kembali.
…..
The Secret Box
Baekhyun, Taeyeon dan Tifanny sedang bercengkrama di taman rumah sakit tempat Taeyeon dirawat, suasana canggung diantara mereka tadi telah lama terlupakan.
"hahaha. Betul sekali, eomma ingat saat noona dikejar oleh namja yang bernama han-siapa itu…hankyung ne hankyung"
"ah ne namja itu ya, namja itu sampai rela mendatangi noonamu ke rumah waktu hujan deras dan berteriak-teriak 'Tifanny kumohon jadi yeojachingku'" ucap Taeyeon yang duduk di kursi roda dengan nada mengejek
"Tifanny I lop u pul" kali ini Baekhyun yang mengejek ahjummanya itu, Tifanny yang menjadi korban bullying oleh kedua orang tersebut hanya merengek dan menggerutu tak jelas.
"mworago… namja itu gila" ucap Tifanny ketus dan disambut oleh gelak tawa pasangan ibu-anak di hadapannya.
"akui saja kau menyukainya kan ?" goda Taeyeon kepada Tifanny.
"anniyo….ihhh aku, aish kalian ini"
Perbincangan hangat diantara mereka bertiga berkali-kali diselingi dengan gelak tawa dan candaan karena tingkah Baekhyun yang menggoda Tifanny dan sebaliknya Tifanny yang menggoda Baekhyun, sedangkan Taeyeon hanya menjadi pendengar yang baik dan sekali-kali ikut berbicara. Mereka bertiga berbincang hangat dan lepas melupakan masalah yang sedang dialami mereka saat ini.
Disaat ketiga insan tersebut sedang bercengkrama ria tiba-tiba segerombolan namja berpakaian serba hitam datang dan langsung menarik Baekhyun yang sedang duduk di kursi taman.
"apa yang kalian lakukan lepaskan Baekhyun" ucap Taeyeon mencoba menarik Baekhyun.
"YAA !, lepaskan dia, apa yang kalian lakukan ..TOLONG !" teriak Tifanny tak kalah heboh dan berhasil mendapatkan tamparan dari salah seorang namja dari gerombolan tersebut.
"YA-ugh brengsek lepaskan aku" Baekhyun dengan sekuat tenaga meronta minta lepaskan, tapi apa daya tenaga nya kalah dengan orang-orang yang memebawanya, alhasil orang-orang tersebut berhasil membawa paksa Baekhyun menjauh dari taman tersebut, menjauh dari Taeyeon dan Tifanny.
Tifanny yang hendak mengejar Baekhyun tak berdaya saat orang-orang tersebut menghalanginya.
"YAA…BAEKHYUN, kemana kalian membawanya, lepaskan dia kalian brengsek" pekik Tifanny histeris sedangkan Taeyeon terdiam tak tahu harus berbuat apa.
"BAEKHYUN…!"
The Secret Box
Baekhyun terduduk diam di atas ranjang, saat ini Baekhyun sedang berada di kamarnya yang berada di dalam mansion milik ayahnya.
Terkunci dan terisolir, dirinya tak bisa berbuat apa-apa saat ini, pintu kamar Baekhyun terbuka oleh seseorang, Baekhyun mengalihkan perhatiannya dan langsung berdiri.
Dengan langkah cepat dan terkesan keras Jinki masuk dan mendekati Baekhyun, Baekhyun menatap tajam kearah Jinki.
"sudah berapa kali aku bilang, jangan mendekati eommamu lagi" ucap Jinki dengan nada intimidasi sebagai 'pembukaan' pembicaraan mereka.
"…."
Baekhyun tak berminat sama sekali membalas ucapan ayahnya tersebut. Jangankan untuk berbicara, menatap ayahnya pun ia tak sudi.
Jinki menghela napas panjang, dirinya tak suka diacuhkan saat berbicara seperti ini.
"appa hanya ingin kau meneruskan tugas keluarga kita untuk menjaga benda itu, kau tahu kan seberapa penting dokumen-dokumen yang ada di dalam kotak itu, jika kotak itu sampai jatuh ke tangan yang salah maka habislah sudah sistem pemerintahan dunia" kali ini Jinki merendahkan nada suaranya.
"…."
Lagi-lagi Baekhyun tak membuka mulutnya, membuat Jinki emosi. "BYUN BAEKHYUN, AKU BERBICARA PADAMU !" ucap Jinki dengan intonasi tinggi. Orang -orang yang mendengarkan suara Jinki sudah pasti dibuat bergidik ngeri saat mendegar suara yang keluar dari mulut Jinki saat ini.
"AKU TAK PERDULI DAN TIDAK MAU PERDULI!" Baekhyun angkat suara.
Dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubunya Jinki menampar Baekhyun.
"ANAK TAK TAHU DIRI !, SIAPA YANG MENGAJARI MU UNTUK BERSIKAP SEPERTI INI ? HAH ?, EOMMAMU YANG SIALAN ITU?".
Baekhyun menyentuh wajahnya yang terkena tamparan, dia menatap tajam kearah Jinki.
"KAU YANG SIALAN DAN JANGAN MENYEBUT EOMMA SIALAN, TAK TAHUKAH APPA, EOMMA MENGIDAP PENYAKIT DAN UMURNYA TIDAK AKAN LAMA LAGI !" kali ini Baekhyun membalas ucapan ayahnya dengan tak kalah keras.
DEGH
Jinki terdiam sejenak sebelum berucap kembali.
"aku tak perduli, itulah ganjaran terbaik bagi dirinya"
Baekhyun merasa matanya memanas, dia ingin menangis tetapi harga dirinya tak memperbolehkan dirinya menangis, apalagi dihadapan orang yang paling dibencinya sekarang –ayahnya sendiri-.
Jinki yang sedang emosi pergi meninggalkan Baekhyun.
"jangan sampai dia meninggalkan rumah ini lagi" perintah Jinki pada anak buahnya dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut. Dengan sigap orang-orang yang diperintah Jinki melaksanakan perintah tersebut, mengunci pintu kamar Baekhyun dari luar dan menjaga kamar tersebut.
Baekhyun membaringkan tubuhnya ke kasur, hatinya sangat sakit kala mengingat sifat ayahnya yang sekarang, sebenarnya Baekhyun sangatlah menyayangi ayahnya tetapi dia tidak suka dengan sifat ayahnya yang seperti sekarang.
"appa, dimana dirimu ?".
The Secret Box
Jinki sedang berada di kamarnya, dirinya sedang membuka sebuah album foto, dilihatnya satu persatu foto di dalamnya, foto keluarganya yang masih utuh dahulu –ayah,ibu,anak-.
"maafkan appa Baekhyun, appa hanya tak ingin hal buruk terjadi pada isi kotak itu"
Jinki sangat depresi saat ini, beban berat yang ditopangnya sangatlah terasa berat dan semakin bertambah berat saat dirinya harus bercerai dengan istrinya dua tahun lalu dan lagi sikap Baekhyun kepada dirinya yang berubah.
DEGH
Jinki memegang dadanya, penyakit jantungnya kambuh, dengan susah payah Jinki mencari botol obatnya Jinki merogoh kantongnya dan tak mendapati obat pereda penyakit jantungnya dan dengan langkah lemah Jinki membuka lacinya dan hasilnya tetap nihil.
Jinki jatuh tersungkur di lantai , dadanya terasa sangat sakit seketika itu cairan kental berwarna merah keluar dari mulutnya. Darah mengalir dengan mulusnya keluar dari mulut Jinki, Jinki tau saat ini adalah saat terakhirnya.
Jinki mengusap darah yang keluar dari mulutnya dan dengan sangat susah payah Jinki berusaha menulis sesuatu pada lantai dengan darah yang keluar dari mulutnya tersebut.
Setelah selesai menulis, pikiran Jinki teringat pada kilas balik kehidupannya, kejadian dari dia bocah sampai dengan dewasa, Jinki menitikkan air mata,
"menyedihkan" detik-detik terakhir kehidupannya terasa sangat lambat dan sampai pada akhirnya Jinki menghembuskan napas terakhirnya.
The Secret Box
Mansion tempat kediaman keluarga Byun -yang berada di dalam kota Seoul- terlihat ramai karena dipenuhi oleh orang-orang, kabar kematian Byun Jinki sudah tersebar luas di berbagai media.
Tersebar Luas ?!, tentu saja Byun Jinki memanglah terkenal sebagai seorang kurator museum of art kotaSeoul, publik mengenal sosok namja tua yang ramah dan sangat suka kepada anak-anak itu.
Tetapi dengan sangat cerdik Byun Jinki menyembunyikan jati diri aslinya dari publik, bahkan orang-orang pun tak mengetahui bahwa Jinki sudah menikah, Memiliki anak, bahkan bercerai. Hanya segelintir orangyang mengetahui fakta seorang Byun jinki .
….
Di dalam mansion tersebut pihak kepolisian kota Seoul sedang menginvestigasi Tempat Kejadian Perkara kematian Byun Jinki. Orang-orang berlalu lalang, lampu blitz kamera terlihat menyilaukan.
Baekhyun duduk di sofa ruang tamu mansion tersebut, baekhyun menangis tersendu-sendu. Baekhyun merasakan perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sakit, kecewa, kaget, heran, sedikit lega.
Baekhyun melirik kearah sebuah foto yang tergantung dengan cantiknya di dinding dihadapanya. Sebuah foto berukuran 10 x 5 M, foto Byun Jinki.
Baekhyun sangat shock dengan kejadian yang menimpa ayahnya, Baekhyun sangat tidak menduga ayahnya akan meninggal di saat hubungan mereka tidak baik seperti saat ini.
…..
Ayah Baekhyun, Byun Jinki mengidap penyakit jantung kronis sejak 5 tahun yang lalu saat Baekhyun berumur 13 tahun, pada waktu itu Jinki dan Tifanny masih berstatus suami-istri.
Dokter memvonis umur Jinki hanya tersisa 4 tahun dari saat itu -tahun 2009-, tetapi vonis Dokter tersebut meleset selama 8 bulan 17 hari, tepat pada hari kematian Byun Jinki.
Baekhyun terisak berulang kali, dirinya sangat terpukul atas kematian ayahnya. "appa….hiks..appa". terbesit rasa penyesalan yang amat dalam di hati Baekhyun, jika dia tahu saat itu adalah saat terakhir ayahnya, maka dia akan mengiyakan permintaan ayahnya.
….
Seorang namja tampan berkulit kecoklatan dan menggunakan seragam ala polisi berjalan mendekati Baekhyun.
"saya turut berduka" ucap namja itu.
Baekhyun baru menyadari keberadaan namja itu, reflek Baekhyun mengusap airmatanya dan menoleh kearah namja itu. Mencoba tersenyum membalas ucapan namja tersebut.
Baekhyun mengangkat alisnya sedikit, namja itu yang mengerti gesture Baekhyun langsung berinisiatif memperkenalkan diri.
"Inspektur Kim Jongin dari divisi kriminal kepolisian kota Seoul" ucap namja yang diketahui bernama Jongin sembari menunjukan ID cardnya, Baekhyun mengangguk.
Jongin menoleh kearah foto Jinki yang terpatri di dinding didekat mereka saat ini.
"saya sangat mengagumi beliau, beliau adalah sosok yang sangat berwibawa" ucap Jongin "dan saya baru tahu bahwa beliau memiliki seorang anak" tambah namja itu dengan nada yang sulit diartikan.
Baekhyun sedikit merasa tersinggung mendengar ucapan Jongin, tapi apa boleh buat hal tersebut memang benar. Hal yang lumrah jika orang-orang luar tidak tahu siapa dirinya, selama hampir 18 tahun hidupnya keberadaan Baekhyun selalu ditutup-tutupi oleh keluarganya. Dengan alasan agar dirinya tidak jatuh ke dalam bahaya. CIH klise.
Baekhyun menganggukan kepalanya saat mendengar penuturan namja yang mengaku bernama Kim Jongin tersebut.
"apakah beliau mengidap sebuah penyakit?" tanya Jongin.
"ne..appa memiliki penyakit jantung, serangan jantung pertama appa terjadisaat aku berumur 13 tahun, sekitar 5 tahun" terang Baekhyun singkat.
Terlihat Jongin yang sedang mencerna penuturan Baekhyun, mencoba mencocokan pernyataan Baekhyun dan data yang didapatnya di TKP.
"apa ada yang salah Jongin-shi ?" tanya Baekhyun penasaran.
"begini dari hasil olah TKP, kami mendapati sebuah botol yang berisi obat….., dan beberapa bekas sidik jari yang terdapat di meja kerja tuan Jinki" jelas Jongin.
Baekhyun berpikir sebentar, berusaha mencerna penjelasan Jongin. Dan akhirnya Baekhyun mengerti kemana arah pembicaraan Jongin.
"jadi menurut kau kematian appa bukan karena penyakit jantungnya ?"
"lebih tepatnya bukan 'murni' karena penyakit jantung yang diidap beliau, ini adalah sebuah pembunuhan terencana" terang Jongin.
Badan Baekhyun menegang sempurna saat mendengar penuturan Jongin, sebulir air mata berhasil lolos dari matanya yang sedikit membengkak. Cobaan apa lagi yang dihadapinya sekarang.
Jongin terlihat prihatin kepada Baekhyun, setelah itu Jongin mengambil secarik foto dan menunjukannya kepada Baekhyun.
"kami mendapatkan ini di dekat tubuh tuan Jinki, saya pikir ini adalah pesan kematian beliau" ucap Jongin.
Baekhyun mengambil foto tersebut dan memperhatikannya dengan seksama, di foto tersebut terlihat tubuh Jinki yang baik-baik saja, hanya jari tangan saja membentuk sebuah huruf 'V' yang tidak sempurna karena jari tengah ke belakang dan jari telunjuk ke depan, dan disebelah tubuh Jinki terdapat sebuah tulisan berwarna merah. "darah ?" gumam Baekhyun.
Camkan baik-baik ini adalah cara merajut asa
rangkaian tanggal istimewa dikurang dan jangan dikali
nomor dan angka adalah penentu hari esok
ingat kanan selalu kanan , salam
P.S I Love You Baekhyun
14 18 23 4 - 10 18 2 4 17 10
Baekhyun menatap bingung pada foto tersebut, terlebih kepada tulisan yang membentuk sebuah pesan kematian dari Byun Jinki. Otaknya memutar berpuluh-puluh kali untuk mencerna apa yang dimaksud ayahnya tersebut, di sisi lain kesedihan Baekhyun semakin bertambah saat membaca satu kalimat dari pesan tersebut.
Jongin menatap kearah Baekhyun sebelum berbicara kembali "apa kau tahu sesuatu ?" .
Baekhyun hanya merespon pertanyaan Jongin dengan sebuah gelengan kepala.
"saya pikir pesan ini ditujukan khusus untuk anda, tim pemecah sandi kami tak bisa memecahkannya, mungkin akan saya bawa ke pusat" ucap Jongin.
Baekhyun tetap fokus kepada foto tersebut mencoba mencari sebuah titik terang, tak terlalu memperdulikan Jongin yang sedari tadi berbicara.
"Baekhyun-shi.. Baekhyun-shi" panggil Jongin sambil melambaikan tangannya dihadapan wajah Baekhyun. Baekhun pun tersadar dari pikirannya.
"ah-ne, mianhae aku melamun tadi" ucap Baekhyun.
"apakah anda tahu sesuatu ?"
"ani-anniyamida, saya tidak tahu"
"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, pihak kepolisian akan menjaga anda dan keluarga, takut-takut hal ini akan terjadi lagi"
Jongin beranjak menjauh hendak pergi sebelum suara Baekhyun menginterupsi langkah kakinya.
"Jongin-shi, bolehkah aku memiliki foto itu" Jongin memalingkan badannya kearah Baekhyun.
"ah ne-tentu saja, ah ehm… jika anda menemukan sesuatu tolong beritahu saya ne" ucap Jongin sopan seraya memberikan foto itu dan kartu nama miliknya kepada Baekhyun.
Baekhyun menyambut kedua macam benda tersebut "saya akan mencoba mencari tahu semampu saya".
"ne..saya permisi dulu" pamit Jongin berlalu dari hadapan Baekhyun.
Baekhyun menghela napas panjang, baru saja masalah yang berat menghampiri dirinya, lagi-lagi masalah yang lebih berat datang.
Nasib yang sangat malang bagimu Baekhyun, tapi ingatlah HABIS GELAP SELALU TERBIT TERANG.
The Secret Box
BRAK !
Pintu sebuah ruangan terbuka dengan keras, membut penghuni ruangan itu memekik kaget.
"WTF !, bisakah lebih keras dari itu ?" pekik namja berkulit putih, seputih salju.
Chanyeol –sang pelaku hanya terkekeh pelan saat mendapati umpatan dari Sehun. Kris membuntut dari belakang.
"kau ini, mengganggu konsentrasi ku saja" ketus Sehun yang sedang melakukan sesuatu dengan laptopnya, sepertinya namja yang satu ini tak bosan-bosannya berkutat dengan dunianya.
"aish jangan marah-marah 'thepelti itu, nanti ketampananmu luntur' ucap Chanyeol dengan memberi penekanan 'cadel' nya.
Sehun yang merasa dirinya diejek hanya mendecak keras, Chanyeol yang gemas menjitak kepala Sehun. "appo, pabbo-ya !".
"sudah kau dapatkan apa yang ku minta ?"
"of course, it's easy" ucap Sehun seraya menyodorkan Kris beberapa lembar kertas, "I'm counting on you" puji Kris seraya mengambil kertas yang disodorkan Sehun, lalu membacanya. Sehun memang tidak pernah mengecewakan.
Kris menyalakan TV, tanpa seijin pemiliknya –Sehun.
Kris memutar bola matanya saat saluran-saluran TV yang dimiliki Sehun hanya berkutat tentang Teknologi, computer, jarirngan, software, dan sejenisnya yang membuat Kris mendecak sebal.
"kau punya saluran yang lain ?, mata ku sakit" ketus Kris kepada Sehun.
Sehun mengalihkan perhatiannya kepada Kris "aish…hyung, coba saluran 103, kalau tidak salah itu adalah saluran berita".
Dengan cepat Kris menekan angka-angka yang diberitahukan Sehun, dan sepersekian detik kemudian layar TV berganti dengan gambar sepasang manusia –namja dan yeoja- dengan pakaian rapi sedang membawakan berita.
Kris kembali membaca data-data yang disajikan kertas pemberian Oh Sehun, tiba-tiba perhatian Kris teralih pada berita yang disuguhkan TV saat itu.
"baiklah pemirsa, kita beralih pada berita selanjutnya. Kurator 'Seoul museum of art' ditemukan tewas pada pagi ini ,dugaan sementara penyebab kematiannya adalah penyakit jantung yang diderita beliau"
"ini dia liputan selengkapnya"
"hey, lihat ini" seru Kris kepada Chanyeol dan Sehun.
Layar TV berubah menjadi gambar-gambar seputar Byun Jinki, telihat tubuh Jinki yang sudah mulai membiru dengan jari yang membuntuk V. disekitar mayat Jinki tak terdapat apa-apa, Kris memperhatikan dengan seksama setiap inci gambar yang terpampang dilayar.
"itu tadi liputan tentang Byun Jinki, sungguh sangat disayangkan sosok seperti beliau harus pergi"
"ne, saya sanga mengidolakan beliau sedari dulu"
"aissh,,, Hyung bagaimana ini ?, sekarang apa yang akan menjadi incaran kita ?" rengek Chanyeol tetapi Kris sama sekali tak menggubrisnya.
"Sehun, aku ingin video tadi !" perintah Kris, dan dengan sigap Sehun mengerjakan perintah dari Kris.
V yang dilihat Kris masih terngiang di otaknya, Kris merasa tidak asing dengan tanda yang di bentuk Jinki menggunakan jari tersebut, tetapi Kris benar-benar tak dapat mengingat dimana dirinya pernah melihat tanda V tersebut.
Kris mengingat kejadian semalam saat dirinya membuntuti Byun Jinki dan sekarang target utama mereka sudah pergi.
"hyung, kau mendengarkan ku atau tidak ?!" tuntut Chanyeol kepada Kris.
"berisik, diamlah !" ucap Kris dengan kasar, Chanyeol bergidik ngeri disaat seperti ini, sepertinya Chanyeol salah waktu dan situasi.
"hyung, aku sudah mendapatkannya" ucap Sehun kepada Kris, Kris berjalan mendekati Sehun, dan sedikit menduduk untuk melihat video yang keluar dari layar laptop Sehun.
"pause disitu" ucap Kris, dengan reflek Sehun memencet tomblo pause pada keyboard laptopnya.
Kris memperhatikan dengan seksama gambar yang terpampang dihadapannya, menilik dari atas sampai bawah, dari kiri ke kanan dan dari samping menyamping.
"sesuai dugaanku" ucap Kris pelan saat mendapati sesuatu di dalam gambar tersebut.
Terlihat bekas 'sesuatu' di lantai di sebelah tubuh Jinki, Kris sangat yakin itu adalah sebuah tulisan dan tulisan tersebut sudah dihapus oleh pihak kepolisian. Analisa yang sangat baik dari Kris.
Sehun hanya ber-o ria mendengar perkatan Kris, untuk soal menganalisa sesuatu Kris memanglah sangat pandai.
"menurut ku itu sebuah pesan kematian dan sepertinya itu asli buatan Byun Jinki" tukas Kris.
Chanyeol mendekat, mencoba melihat gambar tersebut. "bukannya itu lambang peace ?" tanya Chanyeol dengan nada suara yang terdengar bodoh.
Kris mengalihkan pandangan matanya kepada interupsi Chanyeol.
"jari Jinki ?" tanya Sehun.
"ya, apa maksudnya itu ? atau hanya kebetulan saja, eksis sekali dia, mau mati saja sempat-sempatnya bergaya" celetuk Chanyeol.
Sehun tertawa ringan saat mendengar celetukan Chanyeol, berbeda dengan Kris yang tak memperdulikan Chanyeol.
"tidak, itu memang sengaja dibuat Jinki, aku yakin pasti berhubungan dengan sesuatu yang dihapus tadi" jelas Kris.
To Be Continued…
Annyeong CHINGUDEUL !, shadow balk lagi *lambai gaje. Kali ini shadow gak banyak cuap-cuapnya *awas kalau banyak.
Jeongmal kamshamnida buat yang udah ngereview, favorit dan follow FF ini ^^. Shadow makin semangat ngetiknya, mianhae kali ini shadow gak bisa balas satu-satu reviewnya, kepepet deadline sih *ceille. Itu aja ya. See ya at next chap !
Don't be A Silent Readers please
Leave the marks please ^^
At Last Mind If Review ?
