JK Daily Life

Cast : Kim Taehyung. Jeon Jungkook. Others

Genre : Drama and Romance

.

.

Jungkook menerima perjodohan itu. Dia tidak punya pilihan menurutnya, di satu sisi Taehyung yang tak kunjung mengingatnya, dan di sisi lain ibunya meminta secara khusus pada dirinya—terlebih ibunya itu jarang membicarakan tentang pernikahan kepada Jungkook.

Ibunya yang sangat dia sayangi. Walaupun dulu hubungan mereka tidak pernah berjalan baik. Park Haera, nama ibunya. Walaupun dia bukanlah ibu kandungnya.

Sewaktu Jungkook masih kecil, dia pernah melihat ibu kandungnya terlibat pertengkaran hebat dengan seorang perempuan yang cantik. Tentu dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka, hingga bertahun-tahun saat usianya dewasa barulah dia tau.

Haera dulu mendatangi ibunya. Dia berkata akan memaafkan perempuan itu jika Jungkook ikut bersama dirinya. Ibu Jungkook waktu itu menolak keras, dia tidak mau karena memang Jungkook adalah anak kandungnya.

Tidak lama setelah itu, ibu Jungkook sakit keras. Dia tidak mau dirawat dan hanya berdiam diri dirumah. Dia takut, takut jika ia tinggal lebih lama di rumah sakit anaknya—Jungkook akan di ambil oleh Haera.

Karena tidak ingin ke rumah sakit, akhirnya ibu kandung Jungkook meninggal dunia. Saat itu Jungkook sudah menginjak kelas dua di sekolah menengah pertama. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal sejak Jungkook berusia dua tahun.

Setelah lulus dari sekolah menengah pertama itu Jungkook memutuskan untuk pergi ke Seoul. Haera—ibu tirinya tidak tau kalau Jungkook sudah tidak berada di wilayah itu. Setelah setahun akhirnya dia tau bahwa Jungkook sekarang tengah berada di Seoul untuk sekolah.

Dia menemui Jungkook di depan gerbang kala itu, meminta waktu sebentar dan membawa Jungkook ke sebuah taman dekat sekolahnya. Dia menceritakan semuanya, Haera memberitau bahwa dia adalah istri pertama dari ayah Jungkook.

Jungkook kaget, dia tidak menyangka ayahnya ternyata mempunyai seorang istri selain ibunya. Akibat itulah dia menjaga jarak dengan wanita itu. Sampai akhirnya Jungkook lulus dan memutuskan untuk kuliah di luar negeri.

Ibu tirinya selalu mengirimi email setiap saat. Tapi Jungkook tidak peduli, dari awal kuliah hingga lulus email itu tidak ada satupun yang dibacanya. Setelah Jungkook sudah menjadi dokter dia tidak mau memberi sepeserpun gajinya untuk ibu tirinya itu.

Dia pikir untuk apa? Makanya Jungkook selalu menghambur-hamburkan uang hasil jerih payahnya selama sebulan bekerja. Setelah hidup tenang tanpa gangguan ibu tirinya, wanita itu muncul kembali. Menghampiri Jungkook di rumah sakit.

Jungkook yang sudah dewasa akhirnya mengiyakan ajakan wanita itu, dan disana Jungkook mendengarkan semua penjelasannya. Tentang dia yang ternyata anak hasil diluar ikatan pernikahan, tentang ibu tirinya yang diam-diam selalu memperhatikan Jungkook sejak masih kecil.

Awalnya memang Jungkook malu mengakui bahwa dia masih mempunyai kerabat. Dia tidak ingin ibu kandungnya dicap sebagai selingkuhan suami orang lain. Tapi, setelah mendengar semua penjelasan dari ibu tirinya ini dia paham. Ayahnya mencari wanita lain karena Haera tidak bisa mempunyai anak.

Tapi kenapa ibunya tidak pernah menceritakan ini semua kepada Jungkook? Apa karena ibunya itu sudah dulu pergi dan tak sempat memberitau semuanya?

Akhirnya Jungkook paham akan posisi Haera, dia tau pasti rasanya sakit jika tidak bisa mempunyai keturunan dari darah dagingnya sendiri. Lama kelamaan Jungkook dapat membuka hati dan mau menerima Haera menjadi ibunya.

Dan akhirnya, dia sangat menyayangi ibunya itu lebih dari apapun.

.

Malam itu, setelah ibunya pulang jungkook menangis. Bersandar di balik pintu kamarnya, dia tidak tau apakah ini pilihan yang tepat atau tidak. Jika ditanya apakah dia masih mencintai Taehyung, tentu dia akan menjawab masih, bahkan sangat mencintainya.

Tapi, sekali lagi dia tidak punya pilihan. Maka Jungkook segera bangun dan mulai memasukan barang-barang pemberian Taehyung serta semua foto tentang mereka berdua, atau foto Taaehyung seorang. Dia menaruh semuanya di sebuah box ukuran sedang berwarna hitam.

Jungkook lalu mengambil sebuah boneka beruang gendut yang berada di atas tempat tidurnya. Dia memeluk beruang itu erat lalu mengucapkan "selamat tinggal Tae" lalu Jungkook membawa beruang itu ke luar kamarnya bersamaan dengan box hitam tersebut. Besok dia akan ke apartemen Taehyung, memberikan ini semua.

.

Jungkook menekan bel apartemen Taehyung. Tak lama kemudian Taehyung keluar dengan rambut yang masih basah. "mau apalagi Jungkook-ssi?" Taehyung langsung menatapnya dingin. Taehyung sudah cukup muak jika melihat wajah sedih itu lagi, dia ingin Jungkook pergi.

"Aku hanya ingin mengembalikan ini, dan setelahnya aku tidak akan menggangumu lagi" kemudian Jungkook menaruh box dan boneka itu di depan pintu. Taehyung hanya diam saja, lalu berniat ingin menutup kembali pintu itu, tapi di cegah oleh Jungkook.

"Kupikir sudah saatnya aku menyerah, mungkin memang kenyataannya kita tidak dapat bersama kembali. Mungkin memang seharusnya hubungan kita berakhir sama seperti dulu. Mungkin disini hanya aku saja masih terlalu berharap padamu" perlahan air mata itu menetes.

"Aku bersyukur kamu masih hidup, hyung. Doaku ternyata di kabulkan, hiks aku bersyukur. Saat mendengar bahwa pesawatmu kecelakaan duniaku runtuh hyung. Aku kehilangan porosku, saat itu aku hancur—"

Taehyung hanya diam.

"Tapi aku percaya bahwa suatu saat nanti kamu akan kembali. Dan saat kita bertemu, rasanya beban yang selama ini kutanggung bergerak pergi"

"—aku berterimakasih pada tuhan karena dulu kita di pertemukan hyung, saat kita masih remaja bahkan hingga menjadi dewasa seperti sekarang, aku senang masih bisa berada di sampingmu hiks. Tapi ternyata kenyataan benar-benar tak seindah harapan ya? Buktinya sekarang kita semakin jauh, aku tak dapat menggapaimu lagi hyung—"

Jungkook lalu menyeka air mata itu dengan kasar, dia tersenyum di tengah tangisnya.

"Orang-orang terdekatku, mereka bilang padaku bahwa lebih baik aku menyerah lalu membiarkanmu pergi. Mereka janji dengan sangat yakin bahwa nantinya, suatu hari nanti aku akan menemukan orang lain yang dapat membuatku bahagia—"

"—awalnya aku percaya, tapi lambat laun aku sadar bahwa mereka salah. Sekarang kamu telah pergi, Kim Taehyung yang kukenal telah pergi dan mungkin tak akan kembali. Kamu bisa dengan mudah melupakanku, tapi aku disini hyung hiks, aku disini masih berharap bahwa suatu hari nanti kamu akan kembali mengingatku, dan kita dapat memulainya lagi dari awal"

"Kamu mungkin lupa tapi aku masih ingat semuanya hyung, masih hiks"

Jungkook menangis sambil menutup wajahnya, dia lalu menatap Taehyung dengan luka.

"Sangat berat untuk melupakanmu, hyung. Aku tidak bisa lupa bahkan tentang kita yang dulu pernah terjaga sampai jam tiga pagi, untuk mengobrol tentang apa saja. aku tak bisa lupa bagaimana kamu tertawa ketika aku mengeluarkan lelucon bodoh kala itu—"

"—aku juga tidak pernah lupa bagaimana kamu selalu bisa membuatku tesenyum. Aku tidak bisa lupa bagaimana kamu selalu membuatku begitu bahagia. I can't forget about the time you told me you were in love with me. Aku tidak bisa lupa hyung, bagaimana dulu aku menangis tengah malam dan menelfonmu karena aku sangat merindukan suaramu"

"Aku tidak bisa lupa tentang namamu hyung, hiks namamu yang selalu kusebut tiap malam sebelum aku tidur. Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu"

Jungkook terdiam sebentar, berusaha mengatur kembali nafasnya yang tidak beraturan. Dia menatap Taehyung lagi yang ternyata tengah terdiam.

"Aku mencintaimu hyung. Aku masih mencintaimu, dan aku peduli padamu tapi nyatanya kamu tidak. Tidak semua perpisahan adalah selamanya. Tapi aku selalu berpikir bahwa perpisahan itu adalah nyata. Jadi, ini adalah perpisahanku untukmu—"

"—aku mencintaimu. Aku akan selalu mencintaimu. Dan walaupun aku tidak dapat lagi memilikimu, atau menggenggam tanganmu. Aku akan selalu menyimpan kenangan ini, di memoriku. Tolong ingatlah. Aku tidak terlalu pandai dalam mengucapkan salam perpisahan, jadi so long for now my love"

Taehyung merasakan dadanya sakit, sangat sesak. Apakah dia sebenarnya sangat sayang kepada Jungkook hingga melihat Jungkook menangis serta mendengarkan ucapannya tadi membuatnya ingin menangis juga.

Apakah Jungkook sangat sayang kepada Taehyung ini? Tapi, dia sendiri bahkan tidak tau tentang dirinya sendiri.

Punggung itu perlahan menjauh, meninggalkan sejuta kenangan yang berada di box berwarna hitam kepada pria yang masih berdiri diam di ambang pintu. Jungkook pergi, karena dia pikir sudah saatnya menyerah dengan semua ini, mungkin memang dia tidak ditakdirkan untuk bersama Taehyung.

'ia yang selalu ada bisa pergi begitu saja. Bukan karena dia lemah lantas memilih menyerah, tapi karena dia sudah terlalu lama kuat bertahan di tempat yang tak memperhatikannya'

.

Jeon Jungkook moment on path :

Jeon Jungkook is listening to Sick Enough To Die—by M-TIFUL

The tears are telling me that I need to let you go :')

Please erase those times, those memories all of it.

Beberapa saat yang lalu dari Gangnam

.

Lima hari sudah Jungkook tidak datang ke apartemen Taehyung. Taehyung pikir mungkin Jungkook memang serius saat dia berkata bahwa dia tidak akan menggangunya lagi, dan ternyata benar.

Belakangan ini Taehyung selalu memikirkan Jungkook, entahlah mungkin karena dia terbiasa di temani pria itu, kemanapun. Jadi saat Jungkook tidak ada rasanya seperti kosong.

Taehyung sangat penasaran, saat Jungkook menangis hebat di depannya lima hari yang lalu. Dia juga sebenarnya merasakan sesak di dadanya saat Jungkook berkata bahwa dia sudah menyerah. Menyerah apa? Taehyung belum mendapatkan jawaban.

Maka dari itu Taehyung membuka box hitam yang belum dibukanya sama sekali. Di dalam sana, ada banyak sekali album foto. Taehyung lalu mengeluarkan semuanya. Ada empat album foto, sebuah gelang couple, berbagai tiket yang ternyata adalah tiket bioskop ,tiket pesawat, tiket bus, serta tiket kereta api.

Berbagai macam kertas warna-warni yang ternyata adalah sebuah surat cinta. Sebuah kaos couple, piyama, serta sandal tidur lucu bergambar kelinci dan singa. Taehyung lalu melihat ada sebuah flashdisk di dalamnya. Dia mengambil semua dan menaruhnya di lantai.

Taehyung hanya membawa keempat album foto itu bersamanya ke atas tempat tidur. Album pertama bersampul biru laut, di depannya tertulis 'satu tahun bersamamu' Taehyung lalu membukanya dengan perlahan.

Di halaman pertama ada sebuah foto mereka berdua di Namsan Tower. Taehyung memeluk Jungkook dari belakang, lalu di bawah foto itu terdapat sebuah tulisan,

Akhirnya kita bertemu! Tae hyung sangat sibuk belakangan ini.

-jk

Lalu, Taehyung membalik halaman album itu, disana ada foto Taehyung yang tengah tertidur. Foto itu di ambil oleh kamera polaroid. Di bawah foto itu tertulis dengan spidol berwarna merah, Taehyungku sangat imut!

Taehyung menarik sudut bibirnya, dia tersenyum melihat foto-foto mereka. Ternyata sudah begitu banyak moment yang mereka berdua lewati. Taehyung melihat semuanya. Semua foto dirinya dengan Jungkook, saat mereka berlibur bersama, atau bahkan saat salah satu dari mereka ada yang sakit.

Itu dibuktikan saat dia melihat sebuah foto di halaman terakhir. Disana, Jungkook tengah memeluk dirinya yang tengah tertidur dengan selang infus di pergelangan tangannya. Taehyung juga melihat tulisan di bawah foto itu yang membuat hatinya terenyuh.

'aku sedih Taehyung sakit:(, dia tidak memperhatikan kesehatannya. Untung aku seorang dokter jadi hyungku ini tidak perlu membayar banyak:p'

Apakah kita berdua saling mencintai?

Setiap malam sebelum Taehyung pergi tidur. Dia selalu melihat foto-foto mereka berdua. Taehyung bahkan mengeluarkan tiga atau empat foto dari albumnya, dia membiarkan foto itu tergeletak manis di sampingnya, seperti menemani untuk tidur.

Lama kelamaan Taehyung semakin penasaran. Kenapa dia sampai sekarang belum ingat satupun tentang dirinya dan Jungkook? Akhirnya, dia membuka laptop yang berada di meja kerjanya, beruntunglah laptop itu tidak di password.

Taehyung melihat isi file yang berada di dalam laptopnya, kebanyakan berisi foto-foto dia yang berada di cockpit, fotonya yang bergaya bersama rekan-rekan seprofessi, dan foto awan. Taehyung lalu melihat sebuah dokumen yang ternyata adalah sebuah CV tentang dirinya sendiri.

Saat ingin menutup dokumen itu, tiba-tiba matanya melihat sebuah file dengan nama Cookiestae. Dia yang penasaran langsung membukanya, ternyata disana banyak sekali video. Taehyung membuka video yang pertama.

Video pertama itu menampilkan, dia yang tengah memakai seragam pilot tengah duduk di salah satu kamar hotel. Taehyung masih seorang pilot baru, terbukti dari bar yang berada di pundaknya. Masih satu bar.

"Hai cookiessss" sapa Taeyung ceria di dalam video itu. Dia melambai pada kamera sambil tersenyum cerah.

"Aku sangat gugup, kamu tau kan? ini adalah penerbangan pertamaku. Tapi, aku juga tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi hehee. Tunggu aku ya?"

Lalu di video itu Taehyung pun bilang, kenapa dia membuat video ini. Walaupun hanya berdurasi kurang dari lima menit. Taehyung berkata bahwa saat sudah berada di langit, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi, makanya Taehyung hanya ingin Jungkook tau jika sesuatu terjadi—Jungkook tidak terlalu bersedih. Dia masih bisa melihat video-video yang selalu rutin dikirimkan saat ia ingin terbang.

Taehyung sekarang mengerti, jadi dia dulu selalu memikirkan Jungkook? Berarti dia sangat menyayangi pria itu.

Di video kedua, Taehyung sudah dua bar. Taehyung menyapa Jungkook seperti biasa.

"Cookies, kamu mau lihat sesuatu tidak?" suaranya di dalam video itu.

Kemudian Taehyung mengangkat sesuatu yang ia sembunyikan. Di tangannya terdapat sebuah bantal bulat dengan taburan choco chip, itu bantal cookies!

"Taraaaa! aku membelinya hehe. Mulai saat ini, bantal ini akan kubawa terus. Aku merindukanmuuuu" Taehyung lalu tertawa, "tapi, aku akan menggantinya dengan mukamu, tunggu saja oke?"

Taehyung lalu melihat video yang ketiga. Dia melihat, dirinya sendiri yang berada di video itu tampak kelelahan. Dengan kantung mata yang terlihat jelas dan menghitam.

"Cookies, aku merindukanmu. Sangat" ucapnya pelan lalu membuang nafas kasar.

"Lusa aku akan pulang ke Korea, tunggu ya?" lalu tiba-tiba Taehyung mengambil sesuatu dan tampaklah bantal cookies yang dulu dia beli. Tapi sekarang permukaan bantal itu sudah di ganti dengan wajah Jungkook yang tengah tertidur.

Taehyung memakan bantal itu gemas, "aku kangen sekali denganmu, lihat bantal ini selalu kugigiti karena gemas jika melihat wajahmu. Jadi tunggu aku yaaa?"

Taehyung lalu mematikan laptopnya. Video-video itu masih terus berputar di otaknya, tentang bagaimana Taehyung berkata bahwa dia merindukan Jungkook itu membuat hatinya seperti sesak. Andai Taehyung yang dulu tau bahwa sekarang Jungkook sudah menyerah terhadapnya.

.

Esoknya, dia membuka box itu lagi, dengan perasaan kalut. Taehyung kemudian melihat ada selembar foto yang berisi empat frame di dalamnya. Di sana, Jungkook dan Taehyung tengah berpose dengan sangat lucu bahkan bisa di bilang sangat relationship goals.

Di frame pertama dari kiri, Jungkook tengah mencium pipi Taehyung, sementara Taehyung sendiri tersenyum dengan sangat lebar. Lalu di frame kedua, Taehyung yang mengecup pipi Jungkook sayang, sementara yang di kecup hanya tertawa.

Di frame ketiga, mereka berpelukan. Taehyung bahkan masih bisa melihat bagaimana merahnya pipi Jungkook di foto itu. Lalu, di frame terakhir mereka berdua berciuman.

"Hyung, bagaimana kalau kita photobox?" Jungkook bergelayut manja di lengan Taehyung.

"Baiklah, tapi habis ini pulang ya?"

"Hyungg! Ayo bergayaa, yang romantis dong!" pinta Jungkook dengan mengerucutkan bibirnya.

"Iyaya, yasudah ayo mulai. Hana dul set!"

Cekrek!

Cekrek!

Cekrek!

Cekrek!

Mereka bergaya empat kali, tapi di frame terakhir itu. Taehyung menciumnya, tepat dibibir. Jungkook kaget karena Taehyung mendadak menarik bajunya hingga menyebabkan Jungkook yang hampir jatuh karena itu terlalu mendadak.

"Hyung, ya ampun malu tau!"

Taehyung hanya tertawa, lalu mengelap bibir Jungkook dengan jemarinya. "bukankah sudah biasa?" lalu Taehyung memeluk Jungkook. "I love you, Cookies"

Taehyung terdiam. Genggaman pada foto itu melemah. Barusan? Barusan itu apakah dia dengan Jungkook? Saling mencium, saling memberi kehangatan. Taehyung berpikir keras. Walaupun hanya sebentar, tapi dia tau perasaan itu, ternyata nyata.

Berarti dia sangat mencintai Jungkook? Taehyung lalu segera berlari keluar dari apartemennya. Tidak lupa membawa kunci mobil dan bergegas mencari Jungkook. Tujuannya saat ini adalah rumah sakit tempat dulu ia dirawat.

.

.

Setelah kembalinya Jungkook dari apartemen Taehyung dia menyetir dengan keadaan mata yang basah. Isakan-isakan kecil masih lolos dari bibirnya yang merah itu. Jungkook pulang ke apartemennya, saat sampai ternyata Jungkook bertemu dengan Seokjin dan Yoongi di lobby.

"Astaga Jungkook, apa yang terjadi?!" pekik Seokjin, dia langsung memeluk erat Jungkook.

Tampilan Jungkook sangat kacau, bajunya kusut, wajahnya memerah karena terlalu lama menangis, matanya bengkak, dan suaranya serak. Yoongi menuntun Jungkook di perjalanan menuju kamarnya. Jungkook masih menangis bahkan saat Jin menyuruhnya untuk berhenti.

"Kook, apa kamu yakin dengan keputusanmu itu?" Yoongi bertanya, sementara Jungkook masih menangis di atas tempat tidurnya sambil memeluk sebuah guling.

"Aku hiks tidak punya pilihan hyung hiks hiks" Jungkook menjawab dengan suara serak, kemudian Jungkook terbatuk, efek menangis. Seokjin maupun Yoongi langsung naik ke atas kasur itu menimbulkan bunyi derit karena beban yang berat.

"Kokie, sudahlah jangan menagis. Aku sedih hiks" Jin menangis, dia tidak tega melihat Jungkook menjadi sehancur ini. Dia pikir penderitaan Jungkook sudah selesai sesaat setelah Taehyung ditemukan, tapi ternyata tidak.

Seokjin pikir, kenapa harus Jungkook? Adik kecilnya, adik yang harusnya ia jaga, tapi malah menangis seperti ini hanya karena terlalu mencintai seseorang. Kenapa Jungkook yang harus di beri cobaan begitu berat? Kenapa?

"Hidup itu pilihan hyung, aku sudah lelah dengan semua kenyataan yang pahit ini hiks, lebih baik aku mencoba membuka lembaran baru. Biarpun aku masih tetap tidak akan melupakannya"

Seokjin dan Yoongi lalu memeluk adik kesayangan mereka dengan erat. Malam itu, mereka menginap. Tidak ingin membiarkan Jungkook sendirian, karena mereka takut jika saja Jungkook mengalami depresi.

.

Taehyung sampai di rumah sakit Jaewon. Dia lalu bergegas masuk ke dalam, jantungnya di pompa secara cepat. Dia hanya ingin bertemu Jungkook. Taehyung hanya mempercayakan semua pada feelingnya, jika otaknya tak mampu mengingat seluk beluk rumah sakit ini, dia yakin feelingnya masih ingat.

Taehyung berhenti sebentar, lalu mengambil nafas dalam dan langsung menghampiri resepsionis di lantai dasar itu.

"Permisi, hah hah aku ingi bertanya tentang dokter Jeon Jungkook" ucap Taehyung sambil mengatur nafasnya.

Perawat muda itu kemudian mengetikan sesuatu di computer, "dokter Jeon sedang cuti. Beliau sekarang berada di Busan." Taehyung lalu berlari menuju parkiran, dia harus menyusul Jungkook. Sejujurnya dia ragu, Busan itu berada dimana. Tapi sekali lagi, biar perasaannya yang bekerja. Dia hanya mengikuti feeling.

Lima jam berkendara, akhirnya Taehyung sampai di pelabuhan tersibuk di dunia, Busan. Taehyung pun sebenarnya tak mengerti, tenryata dia masih ingat jalan menuju kesini. Apa dulu dia sering berkunjung ke Busan dengan Jungkook?

Taehyung mebelokan mobilnya kearah kiri, dan di ujung jalan itu terdapat sebuah rumah sederhana berwarna putih. Taehyung menghentikan mobilnya di depan gerbang. Dia lalu keluar. Di tekannya bel itu, seraya mengatur nafasnya yang semakin tidak beraturan kala akhirnya gerbang itu terbuka.

Jungkook berada di depannya saat ini.

"Jungkook-ah, aku. Aku minta tolong. Tolong bantu aku untuk mengingat semuanya lagi" ucapan Taehyung membuat Jungkook kaget.

Jungkook pikir, saat dia pergi dari apartemen Taehyung semuanya sudah selesai.

Tapi kenapa malah sekarang Taehyung tiba-tiba muncul di depan rumah ibunya? Apa Taehyung akhirnya ingat? Jungkook tersenyum miris. Sudah terlambat hyung, sudah terlambat.

Mungkin, jika aku membantumu mengingat semuanya, ini adalah rasa terima kasihku yang terakhir karena dulu kamu pernah membuatku bahagia,hyung.

"Baiklah,tapi hanya tiga hari saja ya?" dan Taehyung hanya mengangguk.

.

Ini adalah hari terakhir Jungkook membantu Taehyung untuk memulihkan ingatannya. Kenapa hanya tiga hari? Karena jika lebih dari itu, Jungkook tak yakin akan berhasil move on karena dia masih bisa menatap mata tajam Taehyung setiap hari, menghirup aroma khas Taehyung yang membuatnya seolah lupa bahwa sekarang dia telah melepas pria ini.

Taejongdae Park adalah tujuan mereka yang terakhir. Dulu, saat mereka berdua masih sepasang kekasih Taehyung selalu mengantar Jungkook pulang ke Busan karena dia merindukan ibunya. Taehyung pun disuruh oleh ibu Jungkook untuk menginap.

Mereka setiap malam selalu mengunjungi taman ini. Taehyung suka dengan pemandangan yang ada.

Sekarang Jungkook dan Taehyung tengah berjalan kaki menyusuri tebing-tebing tinggi yang di penuhi oleh beragam spesies tanaman.

Saat mereka sampai di puncak tebing, mereka dapat melihat hamparan laut yang membentang indah di bawahnya. "apa dulu kita sering kesini?" tanya Taehyung. Dia menatap Jungkook yang tengah memejamkan mata, hembusan angin menerpa wajah Jungkook membuat Taehyung sangat terpana.

"Iya, dulu saat aku pulang ke Busan dan kamu ikut. Kamu selalu minta di temani kesini" Jungkook menjawab tanpa menatap Taehyung.

.

Hari sudah gelap saat mereka memutuskan untuk pulang. Mereka tadi menggunakan bus umum, Jungkook bilang bahwa dulu Taehyung selalu suka menaiki bus ini karena dapat berduaan dengannya. Taehyung hanya mengangguk, dia terus menatap Jungkook tapi yang di tatap hanya memalingkan wajah ke arah jendela.

Taehyung berpikir keras selama perjalanan pulang. Dia tidak bohong jika selama tiga hari ini dirinya sangat menikmati waktu kebersamaan bersama Jungkook. Hatinya berdesir kala melihat pria di sampingnya ini tersenyum, bahkan tertawa.

Dia jatuh cinta. Walaupun ingatannya belum dapat mengingat semua tapi dia ingin memiliki Jungkook lagi. Taehyung tidak mau melihat mata indah itu mengeluarkan air mata, terlebih karena dirinya. Tekad Taehyung sudah bulat. Dia ingin mengajak Jungkook untuk memulai kembali semuanya. Dari awal.

"Jungkook-ah/hyung"

Mereka berdua berbicara. Jungkook maupun Taehyung saling menatap dengan pandangan yang dalam. Kemudian Jungkook lah yang pertama kali berbicara.

"Hyung, sebenarnya aku pulang ke Busan karena ini permintaan ibu. Dia menyuruhku untuk membuka halaman baru dengan seseorang. Tiga hari yang lalu, tepat sebelum kamu datang. Aku bertunangan dengan seseorang pilihan ibuku—"

"—kupikir aku akan memulai semuanya dengan orang itu. Belajar mencintai lagi. aku sudah bertunangan hyung" kemudian Jungkook mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Itu adalah sebuah cincin berwarna perak.

"Jadi kupikir, kita sudah tidak ada apa-apa lagi kan?" Jungkook tersenyum lalu mengecup pelan pipi Taehyung.

"Selamat tinggal hyung"

Tepat setelah Jungkook mengucapkan kalimat itu, bus yang membawa mereka berhenti di halte dekat rumah ibu Jungkook. Jungkook berdiri, tanpa menoleh ke belakang. Meninggalkan Taehyung yang terdiam menatap kepergian Jungkook dengan perasaan kecewa.

.

.

TBC

.

VminKook Trash : hehe baper ya? mksh dah baca ini udah dilanjut. Vayasyun : tunggu aja ya sampe ending hueue. PeriWortel13 : ini udah lanjut, makasih udh baca!. Elena : sumpe, nangis? Jangan atuh el, nih ku kasih tissue. Ditadut : iya gapapa disini juga reviewnya;), mereka mmg unyu sekali haha. Aku juga nyesek kalo di bayangin beneran ky gitu mah, siap-siap. Ini dah update. Jajaja: sama baper juga;)). Taekooks'cream : sabar banget yak kukie mah wkwk, btw thanks dah review dari chapter awal! Aku sampe hafal sama id-mu, salam kenal ya!. Tikha semuel RyeoLhun : wkwk, si tae mah emg gitu sih nyebelin yak?. Strawbaekberry : jangan sedih dong! Kan tae selalu buat kukie wkwk makasih ya dah selalu review di tiap chapter!. Hsandra : sebel ya tae gak inget2? Haha. Jeontri1937 : nah! Bener tuh semua emg akan indah pada waktunya, nih dah lanjut!. Redlight : iya jk yatim piatu tapi dia punya ibu tiri. Sudah di jelaskan di atas ya? Makasih ternyata ada yg masih inget di chapter awal;). Jungkookiee : tuh udah update hehe. Pongpongie : atuh jangan nangis dek! Iyaya sudah di lanjut kan, wah makasih loh udah mau nungguin ini ff, lam kenal ya. Hirahirama : ini dah dilanjut, aduh iya emg nyesek banget kah?. Octakyuu : gigit pipi kuki aja kalo gemes mah(?) siap gak cewek kok. Kan ini temanya bxb hehe. Funf : baper banget nih? Hehe jangan nangis ah. Amin deh tunggu aja ya sampai tamat. Boobeepboo : ya ampun, jangan sedih-sedih gt ah, cup cup. Anonym : nah lo, tae mah kayanya emg pantes digituin sih, ya gak? Wkwk. Haemi Wytha kim444 : kyaaa gemes ya, sama aku juga senyum-senyum gt pas bikin wkwkwk. Jedukin aja gapapa kok, tapi nanti kuki marah loh, hyung kesayangannya kepalanya benjol haha. Siap!. Yessi94esy : jangan nangis! Cupcup. Vkook noona : iyanih;( beneran kok honey mereka bakal bersatu. Ditunggu smp end ya!. Tayhyung : omg jangan mewek dong ah. Tae harus di cium kuki dl kayanya nih biar inget wkwk. Babyzelove : di tunggu aja ya, sampai ending wkwk. Aduh jgn baper-baper amat nanti kepikiran trs;( siap makasih dah teview!. Nitanit : biarkan taehyung menderita dahulu haha. Jeon Hyukie : aduh ;( maaf ya kalo bikin km ngelus dada terus. Makasih pujiiannya hon, yeayyy *ikut jingkrak2* hiks, kayanya emg seru tuh buat jk menderita wkwk. Siap2!. Utsukushii02 : hmmm nyelekit gt yak? Siap. VampireDPS : tau tuhhh;( huhu greget ya gak inget2. Makasih dah review. Ikadwii : iya kuk! Jangan nyerah. Dilihat chap ini yak. Happysunflowers : emang nih tae maunya apa sih? Dek kuki kasian ya diasikitin trs. ;(( soon ya, bcs jungkook sudah lelah dg semuanya. Btw makasih dah review di chapter kemarin2. Reviewmu sgt panjang hehe. Tae2kyung : tapi kalo mereka nikah, tae gak bisa sama jk….Vkooknokoov : penasaran sekali kah? :* aduh jd senyum2 kan diriku baca review km. makasih ya;) semoga makin kesini ff ini gak ngebosenin. Di tunggu sj sampai ff ini tamat ok? Hamdalah kalau dirimu suka. Wijayanti628 : jangan dibayangin ntr nyesek huhu. Wenjun : iyaa! Gapapa kok, emg di chapter dua bilang seperti itu. Tp di chapter ini dah dijelasin kan? apa aku telat ngejelasinnya yak? Wkwk makasih dah review ya;). Tiffjy: no no, jk memang sudah menyerah. Tapi we will see gimana mereka berdua akan melewati cobaan ini, apa berhasil/gak. A6.

MAKASIH ONCE AGAIN YANG DAH REVIEW.