Disclamer : Saya tida mengakui semua karakter yang berada di dalam anime Naruto, Bleach, High school dxd dan Kekkaishi. Meraka semua milik pengarangnya masing-masing, saya hanya meminjam hal-hal yang berkaitan dengan anime tersebut.

WARNING : Gaje, aba-abal, gak jelas, alur acak-acakkan dan banyak kesalaha dari tanda baca. Pokoknya banyak typo. Jadi mohon di maafkan karena saya masih baru, ini cerita pertama saya. Semoga kalian menyukainya.

Summary : Madara member hadiah pada Naruto karena telah berhasil mengalahkannya, begitu pula dengan Hashirama dan Minata. Setalah pulih Naruto keluar dari desa untuk berlatih selama empat tahun, tapi bukan di dunia shinobi melainkan di dimensi lain dengan menggunakan jutsu ruang dan waktu milik ayahnya. Bagaimana perjalanan Naruto selama berlatih, suka duka apa saja yang Naruto alami. Pantengin ajah fic gaje ini.

By : Batrix danger

Rete : T

Genre : Adventure, Romance

Pairing : Naruhina

A/N : Semi crossover

Chapter : 14

Indah dalam balutan warna hitam, bertaburan bintang laksana intan ditamani rambulan yang terpaku dan tersipu dengan wajah sendu, awan yang berarak menemani dunia, meskipun malam semakin larut bahkan hendak menjelang pagi, namun pertarungan masih terus berlanjut. Ada yang mengatakan kalau malam akan selalu berubah tergantung suasana hati seseorang. Bisa di katakana, ini adalah malam yang sangat sempurna karena langit begitu indah di terangi oleh bintang serta rembulan yang menyala menghiasi langit malam yang gelap dengan begitu indah. Namun suasana hati Naruto, Rias dan yang lain sedang tak menentu, karena masih dalam suasana kecemasan. Akibat dari pertarungan yang belum berakhir sehingga malam ini menjadi sangat buruk bagi mereka.

Issei masih bertarung dengan Kokabiel yang terus memberinya serangan tanpa henti, meskipun Issei masih bisa menghindar, itu pun Issei melakukannya dengan susah payah di karenakan setamina tubuhnya sudah mulai menurun. Dan dilain pihak, Kiba yang berniat membantu Issei masih bertarung dengan Freed yang sebelumnya menghadang laju Kiba.

Naruto yang berada tak jauh dari tempat Issei dan Kiba bertarung, nampak sedang memikirkan sesuatu untuk membantu Issei. Luka di perut Naruto masih terus mengeluarkan darah meskipun Naruto mencoba menahan darah yang keluar dari lubang di perutnya dengan lengan kirinya, untunglah daya tahan tubuh Naruto bukan seperti manusia lainya sehingga ia masih bisa bertahan atau mengkin sebuah keajaiban. Tak jauh berbeda dengan Naruto, Rias dan yang lain nampak sangat cemas.

"Bagaimana ini Naruto-kun?"Tanya Rias pada Naruto yang keadaannya nampak makin memburuk akibat luka di perutnya.

"Aku mempunyai dua rencana, dengarkan aku baik-baik"Balas Naruto dengan nafas yang tidak teratur namun Naruto mencoba berbicara tanpa terbata-bata menskipun kondisinya sudah sangat-sangat buruk, dan yang lain nampak mengangguk lalu mendekat untuk mendegarkan rencana Naruto.

"Ini rencana ku. Yang pertama, aku akan mengadapi Kokabiel untuk memberikan waktu, agar kalian bisa pergi dari tempat ini"Lanjut Naruto mengutarakan rencananya yang pertama.

"Tidak. Aku tidak setuju, itu bukan rencana yang baik melainkan bunuh diri!"Ujar Akeno tak setuju akan rencana yang di utarakan Naruto.

"Benar Naruto-kun, mana bisa kami meninggalkan mu dengan kondisi yang seperti ini"Ucap Rias yang juga tidak setuju.

"Tapi itu rencana yang cukup baik agar kalian bisa selamat"Jelas Naruto.

"Tetap saja itu rencana yang konyol, kami semua tidak akan setuju"Ujar Rias kembali protes pada Naruto dan di setujui oleh yang lain dengan cara menganggukkan kepalanya.

"Baiklah jika kalian tidak setuju dengan rencana pertama ku itu. Dan ini rencana kedua ku, namun ini sangat beresiko karena kalian harus mengalihkan perhatian Kokabiel selagi aku berkonsentrasi. ini akan menjadi serangan terkhir ku karena bagaimana pun aku hanyalah seorang manusia yang masih mempunyai batasan, terlebih aku sekarang dalam wujud ini "Ucap Naruto melihat teman-teman iblisnya yang nampak tidak mengerti akan rencana kedua Naruto.

"Akan ku jelaskan, aku mempunyai satu tehnik dimana ini adalah tehnik terkuatku dalam wujud bankai. Tapi tehnik ini membutuhkan konsentrasi penuh karena aku belum bisa menguasainya dengan baik tehnik ini. Dengan kata lain, saat aku hendak menggunakan tahnik ini, aku harus dalam posisi diam, karena konsentrasi ku harus benar-benar terjaga, sedikit pergerakkan saja maka akan mengacaukan kansentrasiku. aku yakin kalian pasti sudah mengertikan inti dari ucapan ku"Jelas Naruto panjang lebar.

"Ya, aku mengerti. Aku lebih setuju dengan rencan kedua mu ini Naruto-kun. Tapi apa tehnik mu akan benar-benar bisa membunuh Kokabiel?"Tanya Rias.

"Entahlah tapi kita harus mencobannya"Jawab Naruto.

"Kalau begitu, kami siap mengalihkan perhatian Kokabiel selama kau berkonsentrasi. Lantas bagaimana dengan Issei?"Lanjut Rias sekaligus bertanya karena melihat Issei yang sudah kepayahan melawan Kokabiel.

"Kalian waspadalah, aku akan kesana untuk membawa Issei menjauh dari Kokabiel, agar kita segera bisa menjalankan rancana kita"Ucap Naruto dengan menatap kearah Issei yang sedang bertarung.

"Hati-hati Naruto-kun"Balas Rias dengan nada yang berisi kecemasan. Sementara Naruto melangkahkan kakinya menjauhi Rias dan yang lain.

"Naruto-kun..!"

Sebuah suara menghentikan langkah kaki Naruto. Naruto pun berbalik dan menatap seorang gadis yang memanggil namanya dengan nada yang mengisaratkan bahwa ia tak ingin Naruto pergi kesana seorang diri karena melihat kondisi Naruto yang sekarang.

"Jangan memasang raut wajah seperti itu Akeno, karena itu membuat ku takut. Setelah ini kita akan minum teh bersama"Ujar Naruto dengan sebuah senyuman, kemudian kembali berjalan.

Bruakk..

Suara benturan terdengar dari arah pertarungan Issei dan Kokabiel, nampaknya Issei terlempar akibat menerima pukulan dari Kokabiel dan menghantam bebetuan, hingga menimbulkan suara keras.

"Sial itu sakit sekali"Ucap Issei mencoba bangkit kemudian menyeka darah yang keluar dari mulutnya.

"Lemah, kau sangat lemah bocah. Bahkan saat tubuhku sedang dalam kondisi seburuk ini, kau tak mampu untuk mengimbangiku!"Ujar Kokabiel dengan seringai mengerikannya yang ia tampakkan pada Issei yang masih dalam posisi berlutut, Sementara kokabiel posisi berdiri yang tak sempurna.

"Aku memang bodoh dan lemah, tapi aku akan membuatmu tak berdaya"Ucap Issei bangkit meskipun tidak berdiri dengan sempurna.

"Aku bertarung untuk mempertahankan hidupku dan teman-taman ku, namun bertarung demi menyalamatkan dunia dari orang seperti mu kedengarannya bagus"Lanjtu Issei dengan sebuah senyuman kemudian maju menyerang Kokabiel.

Issei berlari dengan tenaga yang masih tersisa di tubuhnya, begitu pula dengan Kokabiel. Keduanya maju hingga jarak mereka semakin dekat. Kokabiel menghunuskan pedang yang ia pegang dengan lengan Kanannya, namun dapat Issei hindari dengan cara sedikit memiringkan kepalanya, Issei yang mampu menghidari serangan itu membuat Kokabiel terkejut.

Issei tersenyum, karena mendaptkan kesampatan untuk memberi serangan balasan di saat pertahan Kokabiel sedikit terbuka. Dengan lengan kanannya Issei mencoba memukul perut Kokabiel.

Tap..

Kokabiel menahan kepalan tangan Issei dengan tangan kirinya, namun Issei dengan cepat mengambil keputusan dengan ia menggunakan tangan kirinya yang bebas untuk menyentuh tanah mencoba mengangkat tuhnya dengan bertumpu pada satu tangan memcoba memberikan serangan lanjutan dengan cara mengarahkan tendangan dari Kaki kirinya.

Tap..

Lagi-lagi serangan Issei dapat terbaca oleh Kokabiel, tendangan kaki Issei dapat di tahan oleh tangan kanan Kokabiel yang masih memegang pedang.

"Lambat, terlalu lambat. Namun aku cukup terkesan kau bisa menghindari srangan pertama ku, tapi tidak dengan yang ini"Ucap Kokabiel dengan sebuah seringai serta masih dalam posisi bertarung dengan Issei.

Pedang cahaya di tangan kanan kokabiel yang sebelumnya di gunakan untuk melancarkan serangan pertama yang berhasil Issei hindari Kokabiel ayunkan kebawah.

"Sial, aku mati langkah"Batin Issei terkejut diman ia masih dalam posisi tangan menyentuh tanah dan kaki kirinya yang di genggam oleh Kokabiel. Sementara Kokabiel terus menyeringai karena ia yakin serangan kali ini pasti berhasil mengenai Issei.

Pedang Kokabiel turun dengan kecapatan tinggi mengarah pada tubuh Issei yang sudah tidak bias melakukan apa pun.

Kachiiin…!

Pedang cahaya Kokabiel berhasil di tahan oleh Naruto yang kini berada didepan muka Issei dalam posisi jongkok dan menahan laju pedang Kokabiel dengan pedang zanpakutounya. Berbeda dengan Kokabiel yang nampak sangat terkejut atas kehadiran Naruto yang sangat mendadak.

OH PENGUASA, TOPENG DARI DAGING DAN DARAH, SEGALA CIPTAAN DI SEMESTA, SAYAP-SAYAP YANG MENGEPAK, ENGKAU YANG MEMILIH NAMA SEORANG MANUSIA ! API YANG MENGHANGUSKAN DAN KEKACAUAN, KEMBANGKAN PERUBAHAN DINDING SELATAN LAUTAN.

HADOU 31 SHAKKAHOU

Ucap Naruto merapal mantra dengan sangat cepat lalu mengarahkan telapak tangannya tepat kearah perut Kokabiel. Dan dari telapak tangan Naruto menembakkan enargi sepiritual berupa bola api keperut Kokabiel.

Bruakk…

Bruakk..

Bruakk..

Kokabiel mencoba menahanya laju tubuhnya dengan kedua kakinya namun tubuhnya terdorong hingga menimbulkan jejak di tanah akibat kaki Kokbiel yang terus mencoba menahan laju tubuhnya, meskipun dalam tubuh yang terluka, Kokabiel masih mampu menahan dorongan dari kido Naruto. Sementara Naruto langsung memegang Issei dan langsung menggunakan langkah kilatnya menjauhi Kokabiel menuju ketempat Rias dan yang lain berada, lain hal nya dengan Kiba yang masih bertarung dengan sangat sengit melawan Freed.

"Heh heh heh.. Terimakasih Naruto"Ucap Issei dengan nafas yang terengah-engah yang kini sudah berada ditempat yang lain.

"Heh..heh.. heh.. Bukan masalah Issei. Beritahu Issei tentang rencana kita, aku kan memulainya"Balas Naruto dengan nafas yang terengah-engah sama seperti Issei, kemudian ia berjalan lalu berhenti di belakang Rias dan yang lain, ia pun langsung berkonsentrasi dengan memegang pedang zanpakutounya dengan dua tangan, dimananya posisi tepat di depan dadanya. Sementara yang lain hanya menganguk mendengar intruksi Naruto.

"Apa kau masih sanggup untuk bertarung Issei?Tanya Rias pada Issei yang tengah terduduk dengan nafas yang belum setabil.

"Sebelum aku benar-benar kehilangan kesadaran aku masih sanggup Bochou. Tapi aku bingung, kenapa Naruto bersantai seperti itu di saat genting seperti ini?"Balas Issei bingung sambil melihat Naruto.

"Akan ku jelaskan"Balas Rias.

Dengan begitu Rias pun menjelaskan rencana mereka pada Issei, dengan cara yang sederhana agar bisa di pahami oleh otak mesum Issei.

"Bagaimana, apa kau mengert?i"Tanya Rias mengahkhiri penjelasannya.

"Ya, Buchou"Balas Issei dengan sebuah anggukkan kemudian melihat kearah Naruto. Sementara dari sacred gear Issei terus saja mengeluarkan suara semenjak ia mengaktifkan sacred gearnya.

"Aku tidak bisa mengerti manusia macam apa pria itu dengan lubang serta luka disekujur tubuhnya, namun ia masih bisa bertahan. Aku jugatidak mau kalah oleh mu Naruto, aku akan mengulur waktu dengan tenaga yang masih terssisa pada diri ku Naruto, gunakan waktu mu sebaik mungkin selagi kami masih bias menahannya. Karena aku percaya kau bisa mengahiri ini Naruto"Lanjut Issei membatin sekaligus merasakan pancaran tenaga yang mulai berkumpul di pedang Naruto.

"Ayo kita mulai sebelum Kokabiel menyadari apa yang kita rencanakan. Dan untuk kau Asia, cari lah tempat seaman mungkin dan terus waspada!"Seru Rias pada para budak iblisnya yaitu Akeno, Issei, Keneko sekaligus memberi perintah pada Asia untuk mencari tempat yang aman. Dan Asia hanya mengangguk tanda mengerti atas perintah Rias.

Rias, Issei, Akeno dan Keneko pun menjauhi Asia pergi mendekat ketempat Kokabiel untuk mengalihkan perhatian Kokabiel agar tidak menganggu Naruto yang sedang berkonsentarasi.

Sementara itu Kokabiel berhasil menghentikan laju tubuhnya seiring serangan Naruto yang sudah lenyap, perut Kokabiel Nampak mengalami luka bakar bahkan asap pun masih keluar dari kulit perut kokabiel yang terbakar oleh kido dari Naruto.

"Heh heh heh, manusia itu sangat merepotkan. Aku harus menumbangkannya terlebih dahulu agar yang lainya mudah untuk di musnahkan"Batin Kokabiel tampak sangat marah ditandai dengan ia mengeratkan gigi di mulutnya sambil menahan rasa sakit dari luka bakar di parutnya.

Sungguh hebat daya tahan tubuh Kokabiel meskipun dia sudah mendapatkan luka di sekujur tubuhnya ia masih bisa bertahan bahkan masih bernafsu untuk melanjutkan pertarungan dengan Naruto dan yang lain. Tak heran Kokabiel bisa bertahan dari perang besar dahulu karena kemampunyna baik kekuatan dan setamina sungguh luar biasa.

Deg..

Kokabiel terkejut karena merasakan energi berkumpul pada satu titik yang secara perlahan semakin mambesar. Kokabiel mangangkat kepalanya dan tersenyum karena dirinya sudah di kelilingi oleh Rias dan yang lain dari empat arah sekaligus, yaitu Rias dari arah depan, Akeno dari arah samping kanan sementara dari arah kiri ada Issei, kemudian Kenoko tepat di belakang Kokabiel.

"Sepertinya mereka merencanakan sesuatu, aku harus waspada"Batin Kokabiel curiga sambil menatap Rias yang ada di depannya.

"Wah.. wah.. wah.. Sudah mulai putus asa rupanya, hingga kalian mau menyerangku secara bersama-sama. Tapi itu tak masalah, karena aku tak akan segan untuk membunuh kalian satu persatu!. Ayo kalian bisa memukulku dengan sopan kapan pun kalian mau. Aku sudah merasakanya, aku yakin kalian itu hanyalah lalat kecil atau yang sejenisnya"Lanjut Kokabiel dengan aura membunuh yang kuat keluar dari tubuhnya meskipun ia tengah tersenyum.

Rias dan yang lain hanya diam, mereka semua sudah dalam posisi siap untuk menyerang Kokabiel. Lain halnya dengan Kokabiel, ia mencoba menegakkan tubuhnya dengan kesembilan sayapnya yang masih merentang kokok. Kokabiel menarik nafas dalam-dalam sambil mengangkat kepalanya menghadap langit dengan mata terpejam, lalu dari kedua tangannya tercipta masing-masing sebuah pedang cahaya.

Slesshh..

Jlegerr..

Yang pertama kali memberikan serangan adalah Akeno dengan halilintarnya. Keluarlah Kokabiel dari kepulan asap hasil dari ledakkan, ia menghindar kesamping kiri. Kokabiel mersasakan ada yang datang dari arah belakang tubuhnya, Kokabiel pun mengepakan sayapnya hingga ia terbang keatas dan sukses menghindar dari pukulan Keneko. Saat Kokabiel berada diatas, Rias sudah menunggu, siap menembakkan power of destructionnya.

Doon..

Kokabiel hanya sempat menyilangkan kedua pedang cahayanya untuk menghalau serangan dari Rias. Power of destruction Rias berhasil di tahan Kokabiel hingga menciptakan kilawan cahaya yang menerangi area pertarungan akibat serangan Rias yang berhasil di tahan oleh Kokabiel. Namun belum sempet power of destruction Rias lenyap, mata Kokabiel tiba teralih, karan sudah ada Issei yang melayang karena Kenoko melempar tubuh Issei keatas. Kini di samping Kokabiel sudah ada Issei, siap dengan tinju dari tangan Kanannya yang sudah terisi kekuatan.

Buagghh…

Boom..

Tanah di bawah hancur akibat tubuh Kokabiel yang meluncur deras dari atas, akibat menerima pukulan dari Issei yang menghantam pipi kanannya. Semua iblis berkumpul menunggu Kokabiel yang masih tertimbun tanah serta debuyang berterbangan.

"Heh.. heh.. heh.. Yeah, aku berhasil memukulnya"Ucap Issei.

"Bagus Issei"Ujar Rias tersenyum pada Issei namun senyum itu segera hilang melihat Issei yang nampak terengah-engah. Dengan posisi setengah jongkok, dimana telapak tangan dan lutut kiri Issei menyenyuh tanah. Sementar Itu, tubuh Naruto nampak mulai besinar dengan tenaga yang mulai terpusat pada ujung pedang Naruto.

Deg..

"Celaka sepertinya itu menjadi pukulan terakhirku, Setamina terkuras habis dan kali ini tubuhku sulit untuk di gerakkan "Batin Issei yang kini sedang berlutut di tanah karena Issei memasukkan semua tenaga yang ia punya pada satu pukulan supernya itu.

"Bersabarlah, aku hampir selesai"Batin Naruto.

Kembali kepada Rias dan yang lain, dimana mereka masih menunggu debu yang menutupi Kokabiel menghilang agar bisa melihat kondisi Kokabie yang sekarang, karena setelah itu mereka harus memikirkan serangan selanjutnya jika Kokabiel masih bisa bertahan dari pukulan Issei.

Swiffthh..

Sebuah pedang cahaya melesat hingga memotong sedikit rambut merah Rias, baik Rias dan yang lain tak ada yang merespon karena mereka sama sekali tadak ada yang menyadari pedang cahaya yang datang dengan begitu cepat.

"Meleset yah"Ucap suara dari dalam kepulan debu.

Itu adalah Kokabiel yang kembali bangkit dari tumpukan tanah lalu berjalan terhuyung keluar dari dalam kepulan debu dengan satu pedang tersisa di lengannya, semuanya pun kembali siaga keculai Issei yang masih dalam posisi semula.

Nampak Rias menatap dengan penuh kebencian kearah Koabiel yang masih memegang pedang di satu lengannya.

"Aku suka cara melihat mu Rias, seolah kau baru terbangun setelah ratusan tahun. Apa kau membenci ku? jika iya. Datanglah kemari, aku akan menghunuskan pedangku husus untukmu"Ucap Kokabiel menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Rias. Kemudian pandangan Kokabiel pun beralih pada Issei yang masih belum berubah dari posisinya.

"Dasar bodoh. Kau sudah melihat kekuatan ku, apa kau masih berpikir dengan pukulan mu yang lembek tadi, kau bisa mengalahkan kau?"Lanjut Kokabiel, kali ini ia berbicara pada Issei sambil mentap dengan tatapan membunuh.

"Dia benar-benar monster. Capatalah Naruto segera akhiri semua ini"Ucap Issei dalam hati.

"Aku tidak tau apa yang kalian rencanakan, tapi sepertinya apa yang sedang di lakukan manusia di sana itu, akan sangat merugikanku. Jadi yang pertama harus ku bunuh adalah, manusia merpotkan disana"Lanjtu Kokabiel melihat Naruto yang jaraknya jauh dari tempat ia berdiari, sambil mengacungkan pedang yang ada di lengannya kearah dimana Naruto sedang memancarkan kekuatan.

Swiiffthh..

"Handang dia, jangan sampai ketempat Naruto!"Rias mengintruksikan anak buahnya dengan suara yang yang menandakan bahawa ia tengah panik melihat kokabiel yang maju dengan kecepatan tinggi.

Kokabiel melayang di udara dan hanya berjarak kurang lebih satu jengkal saja dari permukaan tanah.

Keneko yang mendengar perintah dari pemimpinya langsung maju selakangkah kedepan berniat menghadang Kokabiel, Kokabiel segera terbang lebih tinggi untuk menghidari Keneko karena tujuannya adalah Naruto.

Keneko langsung melompat untuk menyusul Kokabiel bermodalkan kekuatan supernya. Kokabiel berhasil menghidari pukulan Keneko dan terus melaju.

Jlegerrrr..

Kokabiel langsung berhenti dan menahan halilintar Akeno dengan satu peadangnya. Kini Kokabiel di hadang oleh Rias dan yang Akeno di udara.

"Jangan halangi jalanku"Ucap Kokabiel maju kearah Rias sambil menghunuskan pedang di lengan kanannya kearah perut Rias. Namun Rias menggunakan pelindung sihir untuk menahannya.

Swiiffthh..

Akeno memberikan sebuah tendangan dari kaki kanannya kearah Kokabie yang masih mencoba menghancurkan perlindung yang di buat Rias oleh pedang cahayanya.

Kokabiel yang menyadari Akeno menyerangnya, langsung menghidar dengan cara mundur kebelakang alhasil tendangan Akeno hanya mengenai udara hamp saja.

"Sial, kalau terus seperti ini aku tidak akan pernah bisa menjangkaunya. Di kondisi tubuh ku yang sekarang, akan sangat merpotan menlawan mereka semua sekaligusi"Pikir Kokabiel, pandangannya pun teralih kearah Issei yang berada seorang diri dan belum berubah sedikitpun dari posisinya semula serta nampak masih terengah-engah, karena jarak antara Issei dan Keneko yang juga berada di bawah cukup jauh sekitar sepuluh meter. Senyum Kokabiel pun merekah, saat melihat Issei yang berada di bawah.

Kokabiel mengumpulkan energi sihir di lengan kanannya mengarahkannya pada Rias dan Akeno yang berada di depannya.

Dooon..

Kokabeel pun menembakkan masa sihir dalam jumlah sedang lalu Rias menyambutnya dengan power of destruction miliknya hingga dua kekuatan itu saling beradu dan menciptakan kilau cahaya yang mengaburkan jarak pandang.

Booom..

Dan detik berikutnya terjadi ledakkan di udara, hingga menciptakan daya kejut udara yang cukup hebat di sertai angin yang bergemuruh. Ketika ledakkan sudah mulai mereda Rias dan Akeno langsung menajamkan pandangan mereka kearah kedapan dimana Kokabiel berada sebelumnya. Namun alangkah terkejut melihat Kokabielyang sudah tak berada di hadapannya. Pandangannya pun langsung teralih kearah Naruto yang masih berkonsenterasi.

"Dimana dia?"Ucap Rias bertanya. Karena Kokabiel tidak berada di dekat Naruto yang masih berkonsentrasi.

"Kau mencari ku kan?"

Suara kokabiel memasukki terlinga Rias, sumber suara itu berasal dari bawah. Baik Rias, Akeno mau pun Keneko yang kini tak berada jauh dari Kokabiel nampak tersentak kaget melihat leher Issei sudah tersemat pedang cahaya yang di pegang oleh Kokabel dan hanya berjarak beberapa senti saja dari kulit leher Issei, dengan senyum liciknya Kokabiel menatap Rias yang masih melayang di udara.

"Ma-maaf semuanya"Gumam Issei terbata.

Issei yang sedang kelelahan dan tidak bisa bergerak hanya bisa pasrah atas apa yang akan Kokabiel perbuat padanya.

"Jangan ada yang mencoba melakukan hal bodoh, jika tak ingin pedang cahaya ku mengenainya!"Lanjtu Kokabiel mengetahui keneko akan melakukan serangan padanya. Keneko pun langsung berhenti seketika setelah mendengar peringatan dari Kokabiel.

Kokabiel menghilangkan pedang di lengannya lalu meraih kerah baju Issei kemudian mengangkat tubuh Issei yang tampak sudah lemas dengan lengan Kirinya.

Buagghh..

Puakh..

Sebuah pukulan telak dari tangan kanan Kokabiel menghantam perut Issei, hingga Issei memuntahkan darah dari mulutnya.

"Kokabiel…!"Teriak Rias

"Jangan berterika seperti itu Rias"Balas Kokabiel santai.

"Kau harus masih banyak belajar nak, setamina tubuhmu sungguh payah. Kau punya kekuatan yang hebat tapi percuma jika daya tahan tubuh mu lamah"Lanjut Kokabiel berbicara pada Issei.

Serangan Kokabiel sebelumnya hanyalah pengalih perhatian agar ia dapat mencapai Issei tanpa di ketahui oleh Rias, Akeno atau pun Kenoko yang berada tak jauh dari Issei. Kokabiel berniat menggunakan Issei sebagai tawanan untuk memuluskan rencanannya.

"Lepaskan dia Kokabiel!"Teriak Rias dari udara.

"Selalu saja kalimat itu. Tentu saja aku tidak akan melepaskannya, Karena dia akan menjadi pemulus rencanaku. Dengan kata lain jika aku tidak bisa menghentikkan apa yang sedang di lakukan oleh manusia itu, bagaimana jika ia saja yang menghentikannya sendiri. Dan kelimaks dari pertaungan ini akan segera di mulai"Ucap Kokabei sambil membewa Issei menuju kearah Naruto.

Melihat Kokabiel mendekat ketempat kearah Naruto berada, Rias dan Akeno langsung mendahuluinya dan berhenti tak terlalu jauh dari Naruto mencoba melindungi Naruto yang sudah hampir selesai, di susul oleh Keneko yang juga ikut mendekat.

Brukk..

Tubuh Issei tersungkur ditanah dengan keadan yang masih sadar, kemudia Kokabiel menginjak tubuh Issei dengan satu kakinya dan kembali menciptakan pedang cahaya di lengannya.

"Jangan harap kau bisa menggagu Naruto-kun"Ucap Akeno.

"Fufufu..Sudah ku katakana aku tidak akan mengganggunya, tapi bagaimana jika dia yang mengakhirinya sendiri?"Balas Kokabiel dengan senyuman jahatnya.

Deg..

Rias kembali tersentak karena baru menyadarii apa yang akan Kokabiel rencanakan dengan menggunakan Issei sebagai pemulus rencananya. Kokabei kembali tersenyum melihat Rias yang sepertinya sudah paham apa yang akan di perbuatnya.

"Uzumaki, berhenti dan lihat lah, aku yakin kau bisa mendengar suara ku!"Ujar Kokabiel dengan nada keras, Naruto pun mendengarnya namun ia mengabaikannya karena tak lama lagi apa yang ia lakukan akan selesai.

"UZUMAKI NARUTO. HENTIKAN APA PUN YANG SEDANG KAU LAKUKAN, JIKA TIDAK AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHNYA!".

"Huwaaaahhhh….!".

Ucap Kokabiel kembali dengan Suara yang amat keras di iringi Teriakan Issei karena pedang cahaya Kokabiel menyentuh luka di kaki Issei. Mata Naruto langsung terbuka ketika ia mendengar teriakkan kesakitan dari Issei dan otomatis kekuatan yang sudah mulai berkumpul di ujung pedang Naruto lenyap padahal sudah mulai membentuk sesosok mahluk, karena perhatian dan Konsenterasi Naruto hilang semua kekuatan yang sudah berkumpul lenyap begitu saja.

Betapa terkejutnya Naruto, ia nampak terpaku untuk beberapa saat, ketika melihat keadaan Issei yang tengah tersungkur di tanah dengan kaki Kokabiel berada di kepala Issei. Kokabiel nampak tersenyum ketika Naruto melihat kearahnya, Naruto langsung memegang kembali pedangnya dengan satu lengannya lalu berjalan dan berhenti di samping Rias sambil memandang Kokabiel yang berada di depannya. Ini yang Naruto takutkan, namun apalah di kata semuanya sudah terjadi.

"Lepaskan dia Kokabiel?"Ucap Naruto dengan penuh penekanan.

"Fufufu.. Kalimat itu lagi, aku sudah bosan mendengar itu. Bisakah kalian menggantinya dengan kalimat, silahkan Kokabiel, kau bisa membunuhnya kapan pun kau mau"Balas Kokabiel dengan nada mengejek di kalimat yang ia ucapkan.

"Kokabiel. Jika kau memang ingin bertarung, ayo kita lanjutkan tapi biaskan kau biarakan teman-temanku untuk pergi"Ucap Naruto kembali, Rias dan yang lain nampak memandang Naruto yang baru saja melontarkan kalimatnya. Kokabiel belum menjawab, ia nampak berpikr dan tak lama Freed datang mendekat kearah Kokabiel dengan beberapa luka sayatan di bagian tubuhnya hingga baju yang ia gunakan nampak sobek-sobek.

"Heh heh heh.. Bos!"Ujar Freed pada Kokabiel yang yang kini berada di depannya.

Kokabiel pun melihat Freed yang nampak masih terengah-engah akibat pertarungannya dengan Kiba. Sebenarnya pertarungan antara Freed dan kiba belum sepenuhnya selesai, tapi Freed sengaja mengakhirinya karena melihat Kokabiel yang sedang menyandera Issei. Di samping itu, Freed pun nampak kewalahan menghadapi Kiba yang cukup tangguh.

Tak berselang lama setelah Freed menghampiri Kokabiel, datang Kiba bersama Asia yang juga ikut mendekat kearah Rias dan yang lain, tak jauh berbeda dengan Freed, Kiba pun datangan dengan nafas yang masih memburu. Reaksi Kiba pun tak kalah terkejutnya dengan Naruto ketika melihat posisi Issei yang sekarang namun ia tak mengucapkan sepatah kata pun, ia hanya bisa memandang Issei dengan perasaan cemas. Terlebih Asia, tubuhnya langsung bergetar dengan air mata yang nempak turun deras membasahi pipinya.

"Issei-san..!"Teriak Asia mencoba berlari ketempat Issei yang tengah di injak Kokabiel, namun Kiba segera menahan lengan Asia gara tidak mendekat kearah Kokabiel. Asia hanya bisa menangis meratapi keadaan Issei yang sekarang.

"Freed. Baguslah sekarang kau disini, aku ingin kau menyaksikan bagian akhir dari pertarungan ini"Balas Kokabiel atas ucapan Freed sebelumnya.

"Kokabiel..!"Ucap Naruto kembali dengan intonasi yang lebih tinggi. Kokabiel pun kembali mengalihkan pandangannya pada Naruto dengan sebuah seringai jahat terpampang di wajahnya.

"Rias apa kau ingin bocah ini selamat?"Tanaya Kokabiel mengacuhkan Naruto yang menyebut namanya.

Rias belum menjawab, ia masih menatap Kokabiel dengan sangat tajam, dimana sorot mata Rias di penuhi dengan kebencian yang amat mendalam ketika ia memandang Kokabiel yang berada di depannya.

"Kau Banyak bicara, cepat lepaskan Issei!"Balas Rias kasar.

"Ow.. Kasar sekali, tapi tidak apa-apa. Aku akan melepaskannya-".

Kokabiel menggantung kalimatnya sambil menampakkan senyum jahat pada Naruto yang berada disebelah Rias.

"Beri perintahkan pada Naruto, agar bersujud di depanku dan mengakui kekalahannya. Jika kalian ingin bocah ini kau lepaskan"Lanjut Kokabiel yang membuat Naruto tersentak serta membulatkan matanya karena terlalu kaget. Tak jauh berbeda dengan Naruto, Rias dan yang lain pun nampak terkejut atas permintaan Kokabiel itu.

"Kau sangat konyol Kokabiel, persyaratan macam apa itu?!"Ucap Rias dengan intonasi yang semakin keras dari sebelumnya.

Kokabiel kembali menyunggingkan senyumannya sambil mengarahkan pedang cahaya yang di pegangnya tepat kearah kepala Issei.

"Khukhukhu.. Tidak jadi masalah, jika keinginan ku itu tak terpenuhu. Kalian hanya perlu melihat otak yang ada di kepala bocah ini akan berhamburan keluar, tepat di depan mata kalian"Dengan tawanya Kokabiel menjawab pertanyaan Rias.

Rias nampak berpikir. Apabila Rias meminta Naruto menuruti apa yang menjadi keinginan Kokabiel itu sama saja Rias menghancurkan harga diri Naruto sebagai seorang petarung, itu pasti sangat memalukan bagi Naruto. Namun jika ia tidak melakukannya maka nyawa Issei akan menjadi taruhannya. Karena Kokabiel tidak pernah main-main dengan ancaman yang ia lontarkan.

Sementara itu Naruto nampak bingung, itu semua terlihat dari raut wajahnya. Hatinya berkecambuk antara nyawa temannya dan harga dirinya yang sedang di pertaruhkan, ini pilihan yang sangat sulit bagi Naruto. Pandangan Naruto teralih dari sebelumnya ia terus memandang Kokabiel, kini ia memandang wajah Issei yang sedang menahan sakit.

"Huwahhhh….!"

Issei kembali berteriak kesakitan akibat Kokabiel yang lagi-lagi menempelkan pedang cahayanya pada luka di kaki Issei, nampak jelas kepulan asap keluar akibat luka di kaki Issei yang terbakar. otomatis semua mata langsung menatap Kokabiel yang memberikan siksaan keji pada Issei. Karena bagaimana pun cahaya adalah kekuatan yang paling di takuti oleh para iblis.

"Kalian terlalu lama, aku tidak suka menunggu. Cepat atau aku akan benar-benar melakukannya"Ujar Kokabiel.

"Hiks hiks… Naruto-san tolang selamatkan Issei-san"Ucap Asia pada Naruto denga berlinang air mata.

Naruto memendang Asia yang meminta dengan berlinag air mata, Narruto tidak berbicara apa pun pada Asia lalu ia pun menundukkan kepalanya.

Rias, Akeno, Kiba dan juga keneko menatap Naruto yang masih menundukkan kepala tanpa sepatah kata pun. Mereka semua mengerti posisi Naruto sekarang, kalau pun mereka berada di posisi Naruto, mereka pasti akan bingung antara menyelamatkan teman atau harga dirinya di injak-injak dan di permalukan, terlebih bagi seorang petarung.

"Aku sudah bosan. Lebih baik, ku bunuh dia sekarang!"Lanjut Kokabiel mengangkat tinggi-tinggi pedang cahayanya, siap membelah kepala Issei menjadi dua bagian.

"KOKABIEL/Issei"Teriak teman-teman Issei kecuali Naruto.

Trank..

Suara dri pedang Naruto yang membentur tanah karena Naruto melepaskan pedangnya dari lengan kanannya.

"Hentikan Kokabiel..!"Ujar Naruto sambil setelah menjatuhkan pedang di lengannya.

Kokabiel pun menghentikan laju pendangnya sebelum benar-benar memotong kepala Issei menjadi dua bagian setelah mendengar ucapan Naruto, hanya beberapa centi saja pedang cahaya itu akan mendarat di kulit kepala Issei. Terlambat sedikit saja, jika Naruto tidak berbicara, Issei sudah pasti akan tewas dengan mengenaskan.

"Aku kan melakukannya"Lanjut Naruto berjalan kearah Kokabiel dengan perlahan sambil memegang luka di perutnya. Teman-teman iblis Naruto hanya bisa menatap Naruto dengan berlinang air mata karena sedih selihat Naruto yang sudah banyak berkorban bagi mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang menghentika laju Naruto karena situasi mereka dalam keadaan yang terpuruk dan tak ada pilihan lain, selain harga diri Naruto yang menjadi korbannya.

Naruto-kun.. Hiks"Gumam teman-teman iblis Naruto.

Lain halnya dengan Kokabiel yang nampak terus tersenyum melihat Naruto yang tengah maju kearahnya dengan perlahan. Naruto pun berhenti tepat di depan Kokabiel dengan wajah yang tertunduk.

"Jangan ucapkan sepatah kata pun sebelum aku memerintahkan mu. Karena aku ingin gadis murtad itu menyembuhkan luka di sekujur tubuhku"Ucap Kokabiel pada Naruto serta menunjuk Asia agar menyembuhkan luka di tubuhnya.

Asia yang mengerti maksud Kokabiel langsung berlari tanpa bisa di halau oleh siapa pun untuk mendekat pada Kokabiel.

"Aku akan menyembuhkan semua luka di tubuh anda tuan, tapi jangan lukai Issei-san lagi.. Hiks"Ucap Asia yang sudah berada di dekat Kokabiel.

"Khu khu khu.. Tak perlu khawatir, aku kan melepaskan bocah naga ini, tapi itu tergantung dari manusia bodoh ini. Ayo cepat lakukan, sebagimana seharusnya manusia lakukan"Balas Kokabiel atas ucapan Asia dan memerintahkan Naruto agar segera bersujud serta memohan pada Kokabiel.

"Aku akan melakukannya, tapi kau harus menepati janji mu untuk tidak melukai Issei serta teman-teman ku"Pinta Naruto.

Naruto memejamkan matanya serta menarik nafas panjang mencoba meringankan beban di hatinya, Naruto pun menjatuhkan kedua lututnya ketanah hingga menciptakan suara ketika kedua lutut Naruto membentur tanah, kemudian secara perlahan Naruto mulai menundukkan kepalanya untuk bersujud di hadapan Kokabiel.

"Na-na-naruto hentikan"Ucap Issei dengan suara yang tercekat.

"Naruto-kun"Guman Rias dan yang lain. Mereka semua hanya bisa bergumam dan menatap Naruto dengan sendu. Tak ada yang bisa mereka lakukan, karena situasinya sudah di pegang penuh oleh Kokabiel. Melakukan hal ceroboh hanya akan membahayakan Issei yang kini menjadi tawanan Kokabiel.

Naruto nampak tersenyum pada Issei sebelum dahinya benar-benar menyentuh tanah. Issei pun menangis melihat Naruto yang bersujud demi menyelamtakan nyawanya dari ancaman Kokabiel

"Aku.. mengaku kalah. Aku hohon untuk tidak menyentuh orang itu lagi (Issei). Dia memiliki banyak mimpi, dan impiannya aku ingin untuk menjadi kenyataan, aku mohon tolong lepaskan dia dan juga teman-temanku".

Rias, Akeno, Kiba, Keneko bahkan Issei menatap serta mendengar kata demi kata yang di ucapkan Naruto dengan berlinang air mata seolah mereka tak percaya apa yang dilakukan oleh Naruto, ia merelakan harga dirinya, demi seseorang yang bahkan belum lama Naruto jumpai. Menurut mereka semua pengorbana Naruto ini sungguh luar biasa untuk seorang teman, karena bagi seorang pertarung harga diri adalah salah satu hal yang benar-benar berharga bahkan melebihi nyawanya sendiri. Dimana seorang petarung sejati tak akan rela harga dirinya ditukar oleh apa pun. Tapi berbeda dengan Naruto, ia rela harga dirinya di lecehkan demi keselamatan seorang pemudah. Bagi serang petarung mengakui kekalahannya ketika ia masih sanggup untuk bertarung bahkan masih ada peluang untuk menang, terlebih Naruto melakukannya dengan secara bersujud, itu sangatlah memalukan. Kokabiel yang mendengar semua ucapan yang Naruto keluarkan nampak tersenyum.

"Hahaha… Akan ku pikirkan!".

Ucap Kokabiel dengan Tawa kerasnya yang menggema di langit malam, ia sangat senang melihat Naruto yang memohon di hadapanya seperti seorang budak yang memohon pada tuannya. Sementara itu Freed nampak tersenyum milhat Kokabiel sudah memegang kendali di pertrungan yang panjang ini, berbeda dengan Asia yang masih terus menyembuhkan luka di tubuh Kokabiel dengan kemampuan yang ia miliki, dan secara perlahan luka di tubuh Kokabiel mulai sembuh berkat Asia.

"Bos, apakah tidak memalukan menggunakan cara seperti ini?".

Freed mendekat dan pertanyaan itu kepada Kokabiel yang masih tertawa dengan sangat keras. Kokabiel langsung menghentikan tawanya lalu memandang Freed dangan tatapan tajam. Otomatis Freed yang di tatap tajam oleh Kokabiel seperti itu nampak sangat takut, namun tak lama Kokabiel menyungingkan sebuah seringai dan membalas ucapan Freed sebelumnya.

"Dasar bodoh. Ini adalah pertarungan, untuk mencapi kemenangan dalam suatu pertarungan cara apa pun boleh dilakukan. Aku hanya memanfaatkan ikatan emosional antara mereka. Mereka itu mengira ikatan emosiolan antara mereka adalah sumber kekuatan bagi mereka, disitulah letak kebodohan mereka semua, yang mengira itu semua benar. Karena ikatan emosiolan antara seseaorangg dengan orang lain, adalah kelemahan terbesar bagi orang seperti mereka, dan kita bisa memanfaatkannya. Kau mengerti Freed".

Kokabiel mengakhiri penjelasannya, sementara Freed yang dari tadi mendengarkan penjelasan Kokabiel nampak sedang berikir namun tak lama sebuah senyuman gila yang menjadi cirihasnya kembali turukir di wajahnya. Freed memandang Kokabiel yang tengah mentap Rias dan para budah Iblisnya yang masih mentap Naruto tanpa berkedip, hanya air mata saja yang terus mengalir dari kelopak mata mereka masing-masing.

"Kau memang luar biasa bos, aku harus banyak belajar darimu kalau begitu"Ucap Freed.

"Sudah menjadi keharusn untuk mu Freed"balas Kokabiel dengan senyum angkuhnya.

Asia yang tengah menyembuhkan Kokabiel nampak mulai kehabisan tenaga ditandai dengan raut wajahnya yang nampak kelelahan, pandangan Asia pun sudah mulai kabur. Terang saja karena Asia baru saja di kangkitkan menjadi seorang iblis dan tenaganya belum benar-benar pulih namun ia terus berusaha menyembuhkan luka di tubuh Kokabiel. Asia terhuyung kesamping, namun ia masih bisa menyeimbakan tubuhnya hingga ia tak terjatuh.

"Heh heh heh.."

Nafas Asia nampak memburu, ia kini tengah dalam posisi merunduk dengan kedua tangan yang memegag lutut kakinya. Kokabiel yang mengetahui Asia berhenti menyembuhkan lukanya, menatap tajam Asia yang terenga-engah.

"Apa yang kau lakukan gadis bodoh, cepat kembali sembuhkan luka di tubuh ku!"Ucap Kokabiel dengan nada penuh penekanan di setiap Kata yang Kokabiel lontarkan dan memandang Asia dengan tatapan membunuh. Sedangkan Asia belum menjawab karena ia masih mengatur nafasnya serta menahan tubuhnya gara tidak tumbang. Issei yang sejak tadi memejamkan matanya dan terus menangis karena tak kuasa melihat Naruto yang berada di hadapannya, kembali membuka kedua matanya karena mendengar Kokabiel berbicara pada Asia. Dan ketika mata Issei terbuka mendapatkan keadaan Asia yang berada di dekatnya tengah terengah-engah.

"Ko-kokabiel, ti-tiadakkah kau mengerti Asia sudah sanagat kelelahan"Ucap Issei terbata-bata.

"Aaakkhh.."

Rintih Issei akibat kepalanya di injak oleh Kokabiel denga sangat kuat, itu lah balasan yang diterima Issei dari ucapannya pada Kokabiel.

"Ja-jangan sakiti Issei-san lagi tuan"Balas Asia dengan nada bicara yang terputus-putus.

"Maka dari itu lakukanlah dengan baik, atau kau ingin isi dari kepala bocah ini berserakkan di hadapanmu"Lanjtu Kokabiel memegang lengan Asia dan menariknya dengan kasar.

Sebelum Asia kembali menyembuhkan luka di tubuh Kokabiel, ia sempat menatap Issei yang tengah menahan sakitan, dan tak terasa air mata Asia kembali mengalir melihat Issei yang seperti itu. Asia pun kembali menggunakan sacred gearnya untuk menyembuhkan kembali tubuh Kokabiel. Kokabiel benar-benar menguasai keadaan. Beralih ke Rias dan yang lain yang masih menatap Naruto.

"Apa yang hasur kita lakukan Bochou?"Ucap Akeno memecah keheningan sambil mengusap air mata dengan lengannya.

"Tidak ada"Jawab"Rias tanpa mengalihkan pandangannya pada Akeno, terlihat jelas keputus asaan dari kalimat yang di ucapkan oleh Rias.

"Maafkan aku Naruto-kun. Aku sangat bingung saat ini, dan tak tau apa yang harus aku lakukan. Karena di satu sisi aku tidak mau kehilangan Issei. Ayah, kakak apa yang harus aku lakukan di dituasi seperti ini? Bagaimana caranya aku mengalahkan musuh yang sangat kuat dan licik seperti Kokabiel"Batin Rias mengepalkan tangannya dengan sangat kuat serta mengalihkan pandangannya dari Naruto kearah Kokabiel.

Kokabiel yang di pangdang Rias menyambutnya dengan tatapan tak kalah tajam. Keduanya saling menatap dengan tatapan membunuh, Asia yang ada di dekat Kokabiel tubuhnya kembali terhuyung untuk kedua kalinya.

"Issei-san".

Brukk..

Asia tumbang karena sudah kehilangan kesadaran, tetapi saat sebelum Asia kehilangan kesadaran, ia sempat menyebut nama Issei. Issei yang melihat Asia tumbang di hadapannya nampak tercengang, napasnya terhenti sejenak, bola matanya menatap lurus pada Asia yang tergeletak ditanah.

Buagghhh..

Issei kembali terkejut, dan kali ini bola mata Issei benar-benar membulat secara sempurna karena tubuh Asia yang tersungkur di tendang oleh Kokabeil hingga terlempar sejauh beberapa meter.

"Dasar wanita jalang, tapi harus ku akui sacred gear mu sungguh hebat karena bisa menyembuhkan luka ku dengan baik"Ucap Kokabiel setelah menendang tubuh Asia. Issei yang menyaksikan tubuh Asia di tendang oleh Kokabiel serta mendengar apa yang di ucapakan Kokabiel yang menghina Asia nampak sangat marah.

"KOKABIEL!"Teriak Issei mencoba bangkit meskipun tengah di injak oleh Kokabiel.

Kaki kanan Kokabiel yang menginjak Issei terangkat, Kokabiel pun sempat kaget karena Issei masih bisa bergerak bahkan bisa mengangkat tubuhnya.

Boom..

Pukulan karas dari tangan kanan Kokabiel mendarat pada Issei, tanah sedikit hancur akibat berbenturan dengan tubuh Issei. Naruto langsung mengangkat kepalanya melihat keributan yang terjadi di hadapannya. Selain Naruto, yang lain pun ikut menyaksikan apa yang di perbuah oleh Kokabiel pada Asia dan Issei. Kokabiel mengangkat tubuh Issei yang tak sadarkan diri dengan cara memengang kerah bajunya.

"Kokabiel, apa yang kau lakukan pada Issei dan Asia? Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak melukai teman-temanku lagi"Ucap Naruto dengan Intonasi tinggi sambil menatap Kokabiel.

"Fufu.. Mereka baik-baik saja. Aku hanya mengetes tubuhku yang baru saja di sembuhkan. Lagi pula bocah ini tidak akan mati jika hanya menerima pukulan seperti tadi"Balas Kokabiel, Naruto nampak mengepalkan lengannya karena kesal pada Kokabiel, namun Issei masih dalam penguasaan Kokabiel, menjadikan Naruto tidak mau mengambil resiko untuk menyerang.

Berkat kemampuan Asia luka di tubuh Kokabiel yang di akibatkan oleh Naruto dapat disembuhkan meskipun hanya tujuh puluh persen saja.

"Ini, aku kembalikan"Lanjtu Kokabiel melempar Issei kepada Naruto.

Naruto mecoba meraih tubuh Issei yang Kokabiel lempar kearahnya. Tetapi belum sempat tubuh Issei berhasil Naruto tangkap, Kokabiel sudah berada di dekat Naruto dengan sebuah seringai mengerikan nampak ia tunjukkan pada Naruto. Sementara Naruto hanya bisa menampakkan ekpresi terkejut.

Buagghhhh..

Kokabiel memukul wajah Naruto, tepatnya di bagian pipi dengan tangan kanannya yang sudah terisi kekuatan.

Bruakk..

Beruak..

Beruakk..

Naruto terlempar akibat pukulan dari Kokabiel yang amat luar biasa, tak sampai disitu disaat tubuh Naruto masih terseret dan terus terpelanting membentur permukaan tanah, Kokabiel bergerak dengan menggunakan sayap di punggungnya, pergerakkannya sangat cepat untuk menyusul tubuh Naruto.

Booom..

Kokabiel kembali menghantamkan pukulannya ketika ia mencapai tubuh Naruto yang masih terseret hingga tubuh Naruto berhenti dan menciptakan lubang besar di tanah.

Tubuh Naruto masih terbaring di tanah dengan posisi memunggungi langit dengan Kokabiel berada di dekatnya. Kokabiel menggunakan kakinya untuk membalikkan tubuh Naruto. Pipi Naruto nampak membengkak dengan darah yang keluar dari sisi mulutnya.

"Ini balasan karena kau menolak niat baikku!"..

Boom..

Puakhh..

Ucap Kokabiel kembali menghantamkan tinjunya keperut Naruto hingga tubuh Naruto terangkat serta darah yang nampak muncerat daru mulutnya. Tanah tempat Naruto terbaring pun sudah di basahi darah yang keluar dari luka di perut Naruto.

Boom..

"Itu karena kau berani melawanku!".

Booommm.

"Dan itu karena penghinaan mu telah berani memotong sayapku!"

Untuk ketiga kalinya Koabiel memberikan pukulan yang luar biasa pada Naruto, dimana pukulan yang ketiga lebih dahsayat dari pada pukulan pertama dan kedua total lima pukulan yang mematikan Naruto terima dari Kokabiel, lubang yang sebelumnya tercipta kembali membesar bahkan di pukulan terakhir yang Kokabiel lancarkan membuat tanah di sekitar ikut terangkat serta menciptakan guncangan dan tiupan angin yang luar biasa. Sementara itu semua teman Naruto hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa-apa.

"Berkat penyembuhan yang dilakakan oleh Asiapada Kokabiel, kekuatan serta kecepatan Kokabiel telah kembali , Ini benar-benar gawat. Apa Naruto bisa bertahan dari serangan sedahsyat itu"Batin Rias jauh beda dengan Rias, yang lain pun nampak masih menunggu dengan cemas.

"Ayo kita lihat kondisi Issei dan Asia"Lanjut Rias.

"Lantas bagaimana dengan Naruto-kun bochou?"Tanya Akeno.

"Kita akan membantunya setelah kita mengetahui keadaan Issei dan Asia, semoga Naruto-kun masih bisa bertahan"Jawab Rias sambil memandang kearah kepulan debu yang masih menutupi Naruto dan Kokabiel.

Meskipun dalam pikirannya mengetahui bahwa mustahi seorang akan bertahan jika menerima pukulan sedahsyat itu secara bertubi-tubi , namun ia menutupi semua itu dari para bawahannya.

Rias dan Akeno berlari mendekat ketampat Issei, sementara Kiba dan Keneko ketempat Asia untuk memeriksa keadaanya.

Setibanya Rias dan Akeno di tempat Issei, Rias langsung memeriksa kondisi Issei. Dimana Issei masih bernfasa namun luka di sekujur tubuhnya cukup parah terutama luka di kakinya karena terkena tombak cahaya Raynere, terlebih lagi luka itu terkena oleh kekuatan cahaya dari pedang Kokabiel, menjadikannya semakin parah. Tak berselang lama tibalah Kiba bersama Keneko dengan membawa tubuh Asia.

"Bagaimana keadaan Asia?"Tanya Rias pada Kiba.

"Dia hanya kelelahan dan luka dutuhnya tidak begitu parah, hanya luka ringan saja"jawab Kiba sambil meletakkan tubuh Asia di s amping tubuh Issei, keduanya sama-sama kehilangan kesadaran.

"Syukurlah, aku akan memindahkan mereka kerungan club"Lanjtu Rias mencoba merapal mantara, namun perhatiannya terlalig oleh suara langkah kaki.

Rias dan yang lain mengalihkan pandangannya kerah kepulan debu yang mulai menipis, secara perlahan muncul siluet seseorang berjalan mendekat dengan sayap di punggungnya. Mereka semua langsung kembali waspada karena kereka tahu itu adalah Kokabiel yang tengah membawa sesuatu di lengannya.

Betapa terkejutnya Rias, Akeno dan yang lain melihat Kokabiel membawa Naruto dengan cara mencengram rambut kuning yang dimiliki Naruto oleh lengannya hingga, tubuh Naruto terseret serta meninggalkan jejak darah ditanah, dimana darah keluar dari tubuh Naruto.

"Naruto-kun"Ucap teman-teman Naruto ketika Kokabiel sudah keluar dari kepulan debu serta melihat keadaan Naruto yang cukup mengenaskan namun kesadaranya masih ada di tandai dengan hembusan nafas Naruto yang bisa di dengar oleh Rias.

Brukkk..

"yang merpotkan sudah berhasil di lumpuhkan, dengan begini akan sangat mudah untuk membunuh kalian semua!"Ujar Kokabiel melemparkan tubuh Naruto kehadapan para iblis.

"Berengsek kau Kokabiel!"Teriak Kiba marah atas perbuatan Kokabiel pada teman-temannya dan langsung maju menyerang Kokabiel sementara Rias dan Akeno langsung menghampiri tubuh Naruto.

Rias segera memeriksa keadaan Naruto yang nampak masih bernafas.

"Bahaya Kondisi Naruto benar-benar sangat buruk"Batin Rias sementara Akeno

dan Keneko masih menunggu ucapan Rias

Kembali kepada Kiba yang mju menyerang Kokabiel.

Swiffthh..

Kiba bergerak dengan kecapatan supernya, Kiba nampak menghilang tapi dalam sekejap kembali terlihat. Berbeda dengan Kokabiel yang terlihat santai melihat Kiba yang mencoba untuk menyerang siap dengan pedang di lengannya. Kecepatan yang kiba tunjukkan tak sedikit punmenciutkan hati Kokabiel.

"Heh.."Gumam Kokabiel nampak bosan.

Kachiiiin…

Pedang kiba di blok dengan sangat santai oleh Kokabiel, kiba menambah dorongannya dengan cara menggunakan kedua lengannya untuk memegeng gagang pedang, berbeda dengan Kokabiel yang hanya menggunakan satu lengannya saja untuk menahan serangan Kiba. Mata Kiba menatap Kokabiel dengan sangat tajam.

"Apa itu yang kau sebut dengan sebuah kecepatan?!"Ucap Kokabiel pada Kiba.

Dalam satu hentakan tangan kokabiel, kiba terdorong kebelakang. Tak menyerah sampai di situ kiba kembali maju.

Kachiin..

Kachiiin..

Bakhiiin..

Semua serangan Kiba dapat di mentahahkan dengan sangat mudah oleh Kokabiel. Kiba kembali mundur kebelakang untuk mengambil jarak dengan Kokabiel setelah semua serangan yang ia lancarkan tak satu pun berhasil mengenai tubuh Kokabiel karena dapat di blok dengan baik.

"Heh heh heh.."

Dengan nafas yang masih memburu Kiba menatap Kokabiel yang berada di depannya dengan kedua tangannya memegang gagang pedang.

"kau sangat terbuka".

Deg.

Buagghh..

Paukh..

Gumam Kokabiel yang tiba-tiba sudah berada di dekat kiba sambil membisikkan kelimat tepat di kuping sebelah kanan Kiba. Kiba hanya tercengang atas kecepatan Kokabiel yang bahkan tidak ia sadari, Kokabiel berhasil memberikn satu pukulan pada perut Kiba hingga darah segar keluar dari mulutnya.

Bruak..

Bruak..

Bruak..

Kiba terhempas dan terpelanting, namun kiba berusaha untuk menapakan kedua kakinya untuk menahan laju tubuhnya hingga membuat jejak memanjang di tanah.

"Aku tidak bisa merasakkan pergerakkannya, dia sungguh cepat"Batin Kiba yang masih terseret.

Deg..

Kiba kembali terkejut karena Kokabiel sudah berada di sampingnya dan mencengkram bagian belakang kepala Kiba.

Bruakk..

Tanpa rasa belas kasihan Kokabiel menghantamkan muka Kiba kenatanah dan terus membawanya terbang dengan muka Kiba yang terus menghantam tanah hingga menghancurkan permukaan tanah.

Kokabiel yang kini terbang kearah Rias dangan membawa tubuh Kiba sambil terus menghantamkan muka kiba kepertmukaan tanah. Keneko yang berada di belakang Rias dan Akeno langsung maju dan berlari kearah Kokabiel yang terus maju dengan membawa Kiba.

Melihat Keneko maju, Kokabiel yang membawa Kiba dengan tangan kirinya langsung sedikit mengangkat tubuh Kiba hingga wajah kiba tidak bersentuhan dengan tanah. Namun Kiba terlihat sudah dalam keadaan tak sadar, ketika tubuh bagian keplanya masih di cengaram oleh Kokabiel.

Swiiffthh..

Tubuh Kiba di lempar oleh Kokabiel kearah Keneko yang berlari kerahnya. Keneko langsung menahan laju tubuh Kiba yang mengarah padanya dengan kedua tangannya. Akibat laju tubuh Kiba yang di lempar sangat kuat oleh Kokabiel, Keneko pun ikut trseret kebelang.

Buaghhh..

Tak sempat untuk meletakkan tubuh Kiba yang ada di pelukkannya, pipi Kanan Keneko sampai mengkerut di hantam oleh lengan Kanan Kokabiel yang sebelumnya memegang pedang namun Kokabiel sudah menghilangkannya, Kokabiel menghantamkan tinjunya dengan sangat keras hingga menciptakan daya kejut udara.

Boom..

Tubuh Keneko terpental dengan kecepatan tinggi hingga ia tertimbun oleh tanah, sementara tubuh Kiba tergeletak tak jauh dari tempat Keneko terkubur. Mulut dan mata Rias terbuka lebar menyaksikan Kiba dan Keneko dapat di kalahkan dengan mudah. Rencana untuk menyelamatkan Naruto pun sudah tidak bisa karena Kokabiel sudah ada di dekatnya.

Kokabiel semakin menggila setelah tubuhnya di sembuhkan oleh Asia, terlebih yang menjadi penghalang terbesarnya yaitu Naruto sudah tumbang, mengkipun Kokabiel harus menggunakan cara licik untuk mengalahkan Naruto.

"Aku tidak akan membunuh kalian. Tidak, lebih tepatnya belum karena kalian akan mati bersama jadi tunggulah sebentar. Kekuatan kalian seharusnya membuat kalian sadar. Bahkan dengan luka yang kalian terima"Ucap Kokabiel menatap ketempat Keneko dan Kiba berada kemudian membalikkan badannya.

"Lihatlah hasil akhir dari pertarungan ini. Fufu"Lanjut Kokabiel pada Riasa dan Akeno yang ada di hadapannya.

"Kalian semua"Ucap Rias menatap temann-temannya yang sudah tersungkur.

"Tersisa dua, Freed berisap lah kau boleh memperkosa yang berambut hitam itu. Setelah aku membutnya tak berdaya. Haha..!"Triak Kokabiel diakhiri dengan tawa keras.

Freed yang dari tadi menyaksikan Kokabiel bertarung serta mendengar apa yang di ucapkan Kokabiel padanya memperlihatkan sebuah seringai. Sementara Rias dan Akeno nampak tersentak kaget, karena sudah pasti mereka berdua tak akan mampu melawan Kokabiel. Jangankan Kokabiel yang sekarang, Kokabiel yang sedang terluka parahpun sangat sulit untuk dikalahkan. Apa lagi Kokabiel yang sekarang, namun mereka tak akan menyerah begitu saja, terlebih menyerahkan tubuh mereka semudah itu pada Kokabiel dan Freed.

Tap..

Tap..

"Akeno..?!".

Suara langkah langkah kaki Akeno berlari menuju Kokabiel serta mengambil pedang zanpkutou Naruto yang tergeletak ditanah, Rias yang beteriak pun tidak dihirukannya.

Kachiin..

Suara pedang yang saling berdu, setelah serangannya berhasil di blok dengan baik oleh Kokabiel, Akeno langsung mundur dan kembali maju untuk menyerang.

Kachiiin..

Kachiiin..

Bakhiin..

Tak satu pun serangan Akeno berhasil mengenai Kokabiel, bahkan Kokabiel sama sekali tidak menggerakkan kakinya sedikit pun ketika Akeno menyerangnnya. Dengan sebuah senyuman angkuhnya Kokabiel berbicara pada Akeno yang masih terus menyerang dengan padang di lengannya.

"Seorang gadis cantik tidak baik memegang benda tajam seperti itu..! Fufu.."

Kokabiel mendorong lengannya agar Akeno mundur kebelakang. Akeno menimpali ucapan Kokabiel yang di lontaran padanya dengan cara meludah ketanah tanda ia sangat benci pada Kokaabiel. Sebuah seringai yang terukir di wajah Kokabiel menanggapi perbuatan akeno. Rias datang untuk membantu Akeno dan kini berada di samping kanan Akeno.

"Kesempatanya mungkin sangat tipis, tapi kita harus mencobanya"Gumam Rias yang hanya bisa di dengar oleh Akeno yang ada di dekatnya, dan Akeno hanya melihat Rias dengan ujung matanya saja sambil mengangguk tanda menyetujui apa yang di ucapkan Rias

Rias dan Akeno langsung berpencar, Rias berlari kesebelah kanan Kokabiel dan Akeno berlaari kearah kiri Kokabiel. Kokabiel melirik kedunya satu persatu untuk memprediksikan apa yang akan di lakukan oleh Rias dan Akeno.

Yang pertama menyerang adalah Rias dari arah kanan. Rias mengeluarkan seyap di punggungnya dan terbang rendah.

Grep..

Pukulan pertama Rias dapat Kokabiel tahan dengan kepalan tangannya. Tak kehabisan akal Rias mengarahkan tendangannya namun lagi-lagi dapat di tahan oleh satu lengan Kokabiel yang memegang pedang. Kemudian dari sebelah kanan atas muncul Akeno dengan pedang yang siap menebas tubuh Kokabiel. Melihat Akeno hendak menebas dengan pedang Naruto, kokabiel segera mengambil inisyatif untuk menghentikan serangan Akeno, ia pun menarik lengan Rias hingga tubuhnya terbawa. Rias dan Akeno nempak sangat terkejut, Akeno langsung mengurungkan niatnya untuk menebas Kokabiel namun Akeno tidak akan bisa menghindari tabrakan antara keduanya.

Bruk..

Ugh..

Terdengar lenguhan kesakitan dari mulut dua wanita cantik itu, setelah bertabrakan tubuh Akeno terhempas, lain halnya dengan Rias yang masih berada di dekat Kokabiel karena lengannya masih di genggam oleh Kokabiel. Namun tak butuh waktu lama Untuk Rias, ia kembali menerima rasa sakit di perutnya karena mendapatkan pukulan keras dari Kokabiel.

Rias terlempar kearah Akeno dan berhenti tak jauh dari tubuh Akeno yang masih terbaring di tanah dengan pedang zanpakutou Naruto yang masih setia ia genggam dengan sangat erat. Dengan perlahan keduanya bangkit sambil menyeka darah yang keluar dari ujung bibir mereka kemudian kembali menatap Kokabiel.

"Perbedaan kekuatan aku dan dan kalian berdua bagaikan seorang bayi dan orang dewasa, berhentilah melakukan hal yang mustahil!"Ujar Kokabiel pada Rias dan Akeno yang ada di hadapannya.

" Seorang bayi dan orang dewasa ya? Begitu banyak kebanggaan hanya bisa datang sebelum jatuh, benar-benar mengejutkan. Sungguh bagus, akan ku bawa kau menemuai ajal mu!"Balas Rias dengan sebuah seringai.

"Kata-kata mu diwarnai dengan pahitnya kekalahan Rias!"Timapal Kokabiel, mengambil ancang-ancang untuk menyerang..

TBC

Hehe.. Maaf kalau kurang memuaskan dan masih banyak typonya ditambah updatenya lama. Terimakasih banyak buat yang udah ngasih review dan masukkan nya jadi jangan bosen- bosen yah . Dan untuk pertanyaan kalian bias PM langsung ajah insyallah saya bales karena saya bisa bales lewat Hp.

Terima kasih…