Standar Disclaimer Applied

.

.

Short Ficlet SasuSaku © Tsurugi De Lelouch

Bab XIV : Kenangan

.

.

Sasuke Uchiha and Sakura Haruno

.

.

Enjoying For Reading and Review


.

.

.

.

Ada yang berbeda dengan kondisi ketua anbu hari ini dimana tidak berbicara sedikitpun kata walau memang ia terbilang sangat irit kata. Dia sering tertangkap melamun oleh istrinya yang kebetulan lewat di hadapannya tapi sang istri sudah terbiasa dengan sikapnya yang berbeda untuk hari ini saja dan setiap tahun. Kini ia berada di suatu ruangan yang sirat akan kenangan pahit akan—keluarganya.

"Tou-san… Kaa-san… Nii-san…"

Suara rendah namun miris tersdengar…

Berbeda dengan dirinya yang masih diam di dalam ruangan itu, istri dan anak pertamanya berada di ruangan makan dan—Sei menangkap gelagat tak beres dari ayahnya yang belum muncul saat sarapan pagi.

Iris kelamnya melirik kesana-kemari namun nihil tidak menemukan atensi ayahnya lalu ia menarik baju sang ibu yang menyiapkan sarapan untuk mereka.

"Kaa-san, dimana Tou-san?" tanya Sei.

Sakura menoleh dan menatap sang buah hati. "Mungkin ada di kamarnya."

"Aku sudah memeriksanya, Kaa-san. Tapi tidak ada," gumam Sei.

"Apakah kau tidak memeriksa ruangan yang diujung sana, Sei?" tanya Sakura meletakkan lauk di meja.

Dengan meletakkan jarinya di dahi dan menutup matanya sesaat. "Belum," jawab Sei, "—t-tapi….aku tadi ingin kesana. Entah kenapa suasananya terasa seram, Sei takut…"

Wanita musim semi merendahkan tubuhnya hingga sejajar dengan Sei. "Kau masih ingat tahun lalu,"

Sei menggeleng pelan membuat Sakura menepuk puncak kepala anaknya. "Ternyata kau sudah lupa, sayang. Ruangan itu adalah ruangan yang penuh akan kenangan ayahmu dan hari ini adalah peristiwa itu terjadi."

"Peristiwa apa, kaa-san?"

Seraya menarik tangan Sei menuju ke ruangan itu seketika bulu kuduk Sei agak merinding namun Sakura paham lalu mengelus punggung anaknya supaya ia tidak ketakutan lagi. "Biar ayahmu yang menjelaskan itu, Sei." dan mendapatkan anggukan kepala Sei.

Tak berlangsung lama mereka berdua berada di pintu tatami dan segera dibuka oleh Sakura bersamaan membuat pria yang melamun itu tersentak dan menoleh ke belakang.

"Sakura… Sei… kenapa kalian kesini?"

"Sei meminta penjelasan tentang peristiwa itu, Sasuke-kun. Ia selalu merasa aneh kalau setiap tanggal 15 kau selalu melamun disini dan ia merasa ketakutan bila mendekati ruangan ini."

Paham dengan ucapan sang istri, Sasuke menepuk-nepuk lantai akan isyarat untuk Sei duduk disana dan bocah tampan itu duduk disamping ayahnya.

"Ne, aku punya pertanyaan untuk tou-san. Mengapa sikap tou-san berubah setiap tanggal 15? Memang ini ruangan apa?"

Rentetan pertanyaan disambut senyuman dari Sasuke tapi Sei tahu kalau itu bukan senyum kebahagiaan namun kesedihan. "Tou-san, jangan sedih…"

Sambil mengelus puncak kepala Sei, "arigatou, Sei. Ternyata anak ayah pelupa padahal tahun kemarin sudah ayah ceritakan. Baiklah, ayah akan menjawab semua pertanyaanmu itu."

"Pelan-pelan saja, tou-san," pinta Sei.

Mendapati suami dan anaknya sibuk dengan urusan sendiri, Sakura beranjak darisana namun panggilan Sasuke membuat ia berhenti dan menoleh ke belakang.

"Kau mau kemana, Sakura?"

"Aku mau bersiap-siap dulu untuk ke makam mereka. Kalian juga nanti bersiap-siap dan sarapannya sudah kusiapkan di meja," tutur Sakura lalu benar-benar pergi darisana.

"Hn."

Sei memandangi sudut-sudut ruangan yang memang agak seram dan dirinya melirik ke pintu tatami dan menangkap bekas lubang disana. "Tou-san katakanlah… jangan dipendam sendirian."

"Hari ini adalah peristiwa terjadinya pembantaian klan Uchiha dan saat itu ayah seumuranmu lalu yang membunuh seluruh klan kita adalah kakak ayah sendiri," ucap pelan Sasuke.

Tangan Sei menghapus jejak air mata yang mengalir di sudut mata ayahnya. "Inikah yang membuat tou-san balas dendam?"

"Itu kau sudah tahu, Sei—dan, ruangan ini dimana orang tua ayah terbunuh dan kakak ayah berdiri dengan tatapan dingin yang membuat ayah takut dan panik," lirih Sasuke.

"Jadi bekas lubang itu adalah—"

"—bekas kunai yang dilesatkan oleh kakak ayah, Sei."

Sei mengatupkan mulutnya kemudian terdiam sesaat dan kedua tangannya memeluk tubuh ayahnya tiba-tiba. "Aku tahu itu adalah kenangan pahit dan menyakitkan yang tou-san alami dan membuat kedua mata tou-san gelap akan balas dendam tapi—"

Sejenak Sasuke menaikkan alisnya, "—tapi apa?"

"Kaa-san yang menerangkan dan membawa tou-san keluar dari kegelapan itu dan berkat tou-san membantu paman Naruto melawan leluhur kita juga memenangkan perang ninja ke empat—yang membuat aku dan anak-anak lahir di dunia ini sekarang."

Sasuke melepaskan pelan pelukan ayahnya dan mereka berdua saling berhadapan. "Dengar, berkat cinta ibumu itu membuat ayah sadar kalau masih ada peduli dengan ayah bukan itu saja sahabat-sahabat ayah yang setia melindungi dan membantu walau ayah adalah mantan buronan tak membuat mereka menjauhi ayah. Dan seharusnya ayah berterima kasih dengan ucapan kakak ayah."

"Apa itu?"

"Tak peduli apa yang kau putuskan mulai saat ini, aku akan menyayangimu selamanya."

Sei tersenyum, "motivasi paman Itachi memang hebat dan buktinya tou-san sekarang berada di depanku dengan sikap bijaksananya dan kewibawannya, aku bangga sekali menjadi bagian dari klan ini—terus tou-san jangan bersedih. Walau mereka sudah tidak ada disini—mereka akan tetap mengawasi dan melindungi kita lalu—"

Dengan menepuk-nepuk pipi sang ayah. "—jangan lupa kalau tou-san masih ada kami yang akan menopang kesedihan dan segala apapun yang menimpa tou-san."

"Anak ayah sudah dewasa sekarang sudah pintar merangkai kata-kata. Siapa yang mengajarimu?"

"Kaa-san… hehehe…"

"—apakah kalian sudah asyik bernostalgia sampai tidak menyadari kalau sarapan sudah mendingin dan seorang wanita cantik berdiri di belakang kalian?"

Duo Uchiha itu menoleh ke belakang dan mengulas senyuman bersamaan. "Tentu saja kami sadar."

"Ayoolah, kalian berdua bersiap-siap mumpung cuacanya sedang tidak terik dan aku juga membawa si kembar untuk kesana," ucap Sakura.

"Untuk apa, Kaa-san membawa Shiera dan Shieri kesana?" tanya Sei.

"Tentu saja mengenalkan kalau kita mendapat dua anggota baru di keluarga ini dan—cepatlah!" ucap sekaligus perintah dari Sakura.

Keduanya langsung beranjak dari sana dan meninggalkan wanita musim semi sendirian. Sejenak Sakura mengamati lalu keluar dari ruangan itu namun ia menangkap ketiga sosok yang ia kenali yang mengucapkan sayup-sayup lalu menghilang. Sedikit merinding Sakura menjawab dengan pelan tanpa didengar oleh Sasuke dan Sei.

"Aku akan selalu menjaga mereka karena—mereka sudah menjadi bagian hidupku…"

.

.

"Tolong jaga mereka, Sakura. Terutama untuk Sasuke yang selalu bersedih akan kehilangan kami dan terima kasih sudah menjadi bagian dari Sasuke juga kami bersyukur memiliki dirimu untuk menemaninya sampai akhir hayat nanti."

.

.

Kenangan itu penuh akan masa lalu baik kebahagiaan maupun kesedihan, namun itu jangan membuat mundur dan terpaku akan kenangan. Masih ada keluarga yang menemani untuk menghadapi masa kini dan masa depan.

.

.

. *Owari*


Tsurugi Notes (Wulanz Aihara)

Wah, alhamduliah sudah mencapai bab ke empat belas daaaaan… sudah tiga bulan lebih karya ini menemani kalian. Aku sangat bersyukur dan terharu dengan respon yang kalian berikan untuk karya ini^^

Sekedar pemberitahuan kalau saya akan mengupdate fic yang berjudul When The Light shinning sadness' yang kemungkinan besok saya update jika tidak ada halangan.

Terimakasih yang sudah mereview, meng-follow dan meng-favoritekan karyaku ini. Silahkan membaca karyaku yang lain berjudul "Cinta Itu" semoga kalian suka.

Thanks to Reviewer Bab I sampai Bab XII

Trancy Anafeloz ,FairyLucyka, Cha KriMoFe Doujinshi, Fishy ELF, Kuromi no Sora, iez ashiya,Asakura Ayaka, rura seta, Guest, Aika Yuki-chan ,skyesphantom, Guest, rkarina97, ,poetry-fuwa, Arisa saki, fuchaoife, Lucifionne, Hira-kun, Iez Ashiya, Guest, akasuna no ei-chan, Deshe Lusi, kikihanni, Ayano Futabatei , StrawberryBlossom, Kirito, Asuna FC, uchihana rin, Uchiha Shige, Karasu Uchiha, Sunny Iruzer February,Voila Sophie, Momo Haruyuki, Iez ashiya, Baka Iya SS, mari-chan.41, Karin Shawol, SakuraChiha93 ,gaara's official gf , akasuna no ei-chan , uchihana rin, uchizuki RirinIin, Uchiha Hana Richan,crystallized cherry, ca kun, Air Mata Bebek, Sakakibara mei, Uchiha Shige, Momo Haruyuki, Haru-kun Uchiha, Sami haruchi, uchi, Yoruichi Shihouin Kuchiki, Sami haruchi 2, FuRaHeart, Jian Jiun, Momo Haruyuki, Mikka,crystallized cherry, Kim Na Na Princess Aegyo, nadja violin, Hinagiku-chan 'cumasatu1nya, LeEdacHi aRdian Lau, RisaKuramoto, , Afisa UchirunoSS, air mata bebek,

Lubuklinggau, 19 Januari 2013

10.47 a.m