*Chapter 14*
Chanyeol hanya melirik Baekhyun yang memasuki kamar mereka. Ia masih menggunakan bikini yang di kenakannya. Ia sedang berbincang dengan seorang rekan bisnisnya ditelpon. Lalu ia berjalan keluar menuju balkon menikmati pemandangan pasir putih di malam hari. Tanpa memperdulikan Baekhyun yang menatapnya cemberut dan Baekhyun membanting pintu kamar mandi mereka Chanyeol menghela nafasnya.
15 Menit Baekhyun menghabiskan waktunya untuk membersihkan dirinya. Ia menggunakan baju tidur tipis berwarna putih yang dapat jelas terlihat pakaian dalamnya yang berwarna hitam.
Ia berjalan melewati Chanyeol yang duduk di kasur mengetik sesuatu dan ia menggunakan headset sambil berbincang dengan seseorang menuju meja rias di sana.
Ia menggunakan vitamin rambut dan dan juga cream wajah. Sedikit mengeringkan rambutnya dengan pengering sehingga menimbulkan sedikit suara berisik disana.
"Baekhyun bisakah kau melakukannya nanti?"Chanyeol melepas headsetnya sebentar dan tanpa menatap Baekhyun Chanyeol kembali berbincang.
Baekhyun hanya melirik kesal Chanyeol lewat kaca. Ia menuju kopernya dan membuka kopernya di depan Chanyeol. Mengambil celana pendek di atas pahanya dan juga kaus tipis yang memperlihatkan pakaian dalam nya dan juga bentuk tubuhnya. Ia berjalan menuju pintu.
"Sayang kau mau kemana malam - malam?"
Baekhyun hanya menolehkan kepalanya dan menatap tajam pria yang menatapnya.
"Menghadiri pesta sex dengan Nickhun oppa"
Baekhyun membanting pintunya dengan kesal. Sedangkan Chanyeol hanya membeku mendengar perkataan Baekhyun tadi.
Pesta?
Sex?
Nickhun?
Chanyeol membulatkan matanya dan dengan cepat ia memutuskan sambungan teleponya dan menyusulnya keluar.
Tao mendesah keras ketika Kris mencium payudaranya, menjilat, dan menghisapnya lalu meremasnya gemas. Ia mengerang keras ketika Kris menurunkan ciumannya nenuju inti Tao.
Kris melihat wajah Tao yang sedang bergairah. Ia mengusap pelan inti Tao yang basah dan memasukkan satu jarinya ke dalam inti Tao dan menggerakkannya keluar masuk dengan irama yang stabil.
Tao hanya bisa menggenggam tali kain yang mengikat tangannya. Ia tidak bisa melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan. Kris mengikat kedua tangannya dengan tali kain secara tiba - tiba ketika mereka bercumbu 15menit yang lalu.
"Aku mohon Kris"
Entah sudah yang keberapa kali Tao memohon kepada Kris untuk di lepaskan. Kris melepaskan jarinya dan ia menuju laci yang berada di sana. Membukanya dan mengambil sebuah dildo yang cukup besar. Ia dengan sengaja menggosokkan dildonya kepada Tao tanpa berniat memasukkannya.
Tao hanya bisa mendesah dan mengerang dikala Kris memanjakan dirinya. Kris memasukan dildonya dan menyalakan penggetar. Tao memekik keras dan mendesah. Disaat yang bersamaan Kris kembali menjilat atas ujung intinya ia merasakan dua keadaan yang berbeda. Dildo yang berada dalam dirinya keras dan dingin. Sedangkan lidah Kris yang basah, hangat dan lunak.
"Kris!" Tao mencapai puncaknya, nafasnya menderu cepat. Namun ia tidak bisa merasakan kenikmatannya karena Kris tidak menarik keluar mainan-nya. Ia hanya bisa kembali mendesah dan mengerang. Dan Kris kembali melakukan aktifitasnya meremas menjilat mengecup payudaranya. Dan Kris menaikkan kecepatan mainannya kepada Tao.
Tao kembali memekik keras dan mencapai orgasmenya entah yang keberapa kali dalam waktu 30 menit. Ia lemas dan lelah. Kris menghentikan kegiatannya dan mengeluarkan mainannya dalam tubuh Tao. Ia menatap sendu wajah Tao yang berkeringat dan juga matanya yang sayu. Ia sudah tidak ada tenaga lagi.
Apakah Kris keterlaluan?
"Maafkan aku baby Tao"
Kris melepaskan ikatan tali Tao. Namun ia tidak menduga apa yang terjadi sekarang, dengan cepat Tao mengancam Kris dengan menggunakan tali kain yang ada di tangannya dengan mencekik lehernya. Ia menduduki punggung Kris dan mencekiknya dari belakang.
"Baby aku minta maaf" Kris memekik ketika Tao mengeratkan sedikit talinya kepada leher Kris. Kris tidak bisa bergerak sama sekali tubuh dan tangannya dengan cepat di duduki Tao.
"Apa ini rencanamu?"
"Bukan! Kai! Ia yang punya ide menaruh obat perangsang pada semua air di pendingin dan sisanya ide masing - masing"
"Siapa saja yang ikut rencana bodoh ini?" Tao menekan kepala Kris ke kasur mengancamnya.
"Semua kecuali Chen! Baby aku mohon maafkan aku. Ini menyakitkan" Kris memohon kepada kekasihnya.
Tao memutar bola matanya jengah. Bagaimana bisa seorang polisi dan pengawal pasukan khusus mengatakan semuanya hanya dengan satu pertanyaan oleh wanita dengan tubuh telanjang!. Tinggi, tampan tapi bodoh. Dengan cepat dan keras Tao memukul Kris hingga ia tidak sadarkan diri. Dengan cepat Tao mengikat Kris.
"Dasar mesum"
Tao memakai bajunya dengan cepat. Dan meninggalkan Kris yang tidak sadarkan diri. Ia mengikat Kris di atas ranjang kedua kaki dan tangannya ia ikat pada besi pinggir ranjang mereka. Dan tidak lupa ia mengunci pintunya dari luar.
"Ada apa?"
Xiumin bangun dari tidurnya karena ketukan pintu kamar mereka yang cukup keras dan ketika ia membuka pintu Tao memasang ekspresi marah. Tanpa berkata apa - apa Tao masuk dan ia mengamati keadaan kasur yang berantakan dan ada sebuah pola basah diatas ranjang.
"Kau sudah mandi?"
Bukannya menjawab pertanyaan Xiumin, Tao kembali bertanya. Xiumin hanya menganggukkan kepalanya kecil. Tao menoleh ketika melihat Chen keluar dari kamar mandi. Chen hanya tersenyum berarti melihat Tao.
"Kris tidak selamat sepertinya" Chen tertawa kecil. Ia mengenakkan kaosnya.
"Eonnie apakah kau juga merasa terangsang tadi?" Tao menoleh dengan tatapan menyelidiki. Xiumin hanya kembali mengangguk kecil. Ia kembali menoleh kepada Chen.
"Sungguh aku sudah akan memberikan segelas susu hangat kepadanya jika aku tidak di serang terlebih dahulu" Chen menatap Tao jujur.
Sebenarnya ia sudah membuat segelas susu hangat ketika obatnya bekerja kepada Xiumin dan ia mulai mendesah ketika Chen sentuh tetapi yang terjadi adalah Xiumin menyerangnya terlebih dahulu.
"Pakai bajumu eonnie kita akan beraksi sekali lagi. Dan kau oppa aku akan memaafkanmu jika kau mau membantu kami" Tao berbincang tanpa memandang keduanya kini ia berjalan mencari temannya yang lain.
Xiumin menatap Chen menuntut jawaban.
"Aku beri waktu 5 menit untuk menjelaskan" Xiumin menutup pintu kamar mereka dan mengenakan pakaiannya.
Dan disinilah mereka keempat pria malang dengan hukuman yang di berikan oleh pasangan masing - masing. Mereka berada di ruangan tengah. Setelah Tao menyelamatkan Kyungsoo yang sedang di gagahi oleh Kai seperti dirinya yang di ikat di kasur. Dan Baekhyun yang sedang di kerjai Chanyeol dengan sex toys. Baekhyun hampir pingsan ketika sudah mencapai orgasmenya yang ke 5. Lalu Luhan yang sudah tidak sadarkan diri berada di pinggiran kolam bersama dengan Sehun yang masih menggagahinya dengan kasar.
Xiumin dan Tao datang tepat waktu dan mereka di berikan susu hangat oleh keduanya untuk menetralkan reaksi obat dan mereka bertiga kembali sadar setelah tertidur selama hampir 2jam.
"Baekhyun aku mohon!"
Entah sudah yang keberapa kalinya Chanyeol memohon dan meminta maaf kepada Baekhyun yang hanya menatapnya sambil memakan makanan penutupnya tanpa ekspresi.
Kalian bingung apa yang terjadi?
Baiklah biarkan aku jelaskan keadaannya.
Setelah Tao menyelamatkan mereka. Dan mereka sadarkan diri. Mereka membersihkan diri dan Chen menceritakan semuanya. Bahwa kekasih mereka tidak suka ketika para wanita menggoda pria lain dan bermain - main dengan mereka.
Maka dari itu Kai yang memang dengan sengaja membawa obat perangsang menuangkannya ke dalam beberapa botol air dingin yang berada di pendingin dan setelah itu para pria akan memanfaatkan keadaan untuk melakukan Sex kepada kekasih mereka karena para wanita yang akan meminta mereka terlebih dahulu. Dan mereka akan mengambil kesempatan untuk sedikit bermain - main.
Sekarang Kris, Chanyeol, Sehun dan Kai mereka duduk berhadapan. Kris dengan Chanyeol dan Sehun dengan Kai. Tangan mereka terikat di depan dengan sebuah tiang yang berada diantara mereka, tangan mereka berada di depan tubuh lawan masing - masing dan mereka tidak bisa menarik tangan mereka mendekati tubuh mereka dan kaki mereka di ikat bersama dengan kaki bangku.
"Apa kalian perlu minum?"
Luhan menggoyangkan sebuah botol air mineral di depan tubuhnya. Dan tersenyum kepada Sehun. Para pria hanya bisa membulatkan mata mereka dan menelan ludah mereka dengan kasar.
"Oh aku menemukan ini" Kyungsoo yang baru saja keluar dari kamarnya membawa 4 botol kaca kecil di tangannya. Kai membulatkan matanya melihat botol kaca tersebut.
"Baby jangan main - main dengan barang itu"
Kai memperingatkan Kyungsoo yang kini menatapnya marah.
Baekhyun bangkit dari duduknya dan menghampiri Luhan. Dengan marah ia membuka keempat air botol mineral dan meminta Kyungsoo dan Luhan memegangnya.
Lalu ia membuka ke empat botol kaca kecil yang di bawa Kyungsoo dan menuangkannya satu botol untuk satu botol air mineral.
"Baekhyun itu terlalu banyak" Xiumin memperingatkan Baekhyun. Baekhyun mengangkat bahunya tidak peduli. Ia menutup kembali botol air mineralnya dan mengocoknya.
Walaupun tidak ada perubahan oleh rasa dan juga bau. Tetapi Baekhyun tetap memastikan keduanya tercampur rata dengan mengocoknya.
"Sepertinya mereka tidak bisa meminumnya sendiri" Tao mengamati keadaan ke empatnya. Dan ia mengambil sebuah sedotan panjang.
Mereka menghampiri kekasih mereka yang terikat. Luhan bertugas memegang botol air mineral. Kyungsoo memegang kepala para pria agar tidak bergerak dan menekan pipinya di bantu oleh Tao sedangkan Baekhyun memasukkan sedotan kedalam botol hingga air memasuki sedotan dan ia menutup sisi sedotan dengan satu jarinya hingga air tertahan di dalam sedotan dan ia menuangkannya kedalam mulut kekasih mereka.
Dengan keadaan kepala yang menghadap ke atas memudahkan air yang di masukkan oleh Baekhyun tertelan semua.
Setelah semua kekasih mereka meminum air racikan Baekhyun. Tao dengan sengaja menurunkan celana Kris hingga pahanya dan memberikan pemandangan diri Kris yang masih tertidur, Luhan dan yang lainnya mengikuti Tao.
"Berapa lama obatnya akan bekerja?"
Luhan bertanya kepada Kyungsoo yang sedang membaca aturan pakai obat tersebut.
"Disini di katakan satu sendok teh bereaksi setelah 15 menit dan bisa bertahan hingga 4-6 jam tergantung orang yang meminumnya" Kyungsoo dengan acuh melemparnya ke dalam tempat sampah yang berada di dekat mereka.
"Jika satu botol mungkin dua hari"
Baekhyun mengungkapkan pemikiran logisnya. Dan kekasih mereka membulatkan matanya tidak percaya.
Tao memekik ketika ia melihat "adik" keempat pria mereka mendadak berdiri tegak dan mereka berkeringat.
a
Kyungsoo sengaja menyentuh adik Kai dengan ujung jarinya dari atas hingga ke bawah begitu seterusnya. Tanpa ada niat menggenggam atau membantu Kai mengocoknya.
"Dasar anak nakal" Dengan kejam Luhan memukul adik Sehun dengan telunjuknya hingga adik Sehun bergoyang kedepan ke belakang dengan sendirinya seperti memantul.
Baekhyun dengan sengaja menggoda adik Chanyeol yang berdiri tegak dengan mendekatkan mulutnya bersiap akan melakukan oral sex dengan mulutnya.
"Baekhyun terima kasih" Chanyeol salah jika ia mengira Baekhyun akan membantunya. kenyataannya Baekhyun hanya meniup dirinya dan kembali menjauh. Lalu menatapnya kembali tanpa ekspresi.
Tao mengocok kejantanan Kris dengan cepat dan tanpa pelicin apapun hingga membuatnya memerah dan terasa panas seperti terbakar. Kris hanya bisa mendesah sakit dan ia mencapai puncaknya. Kris mengeluarkan cairan orgasmenya kepada Chanyeol yang berada di depannya.
"Ya!"
Chanyeol menatapnya Horror dan protes.
"Aku rasa cara satu satunya kalian harus melakukannya sendiri dengan tangan teman di depan kalian" Baekhyun tersenyum manis namun menyeramkan bagi yang lainnya.
Dan mereka menatap horror teman di depan mereka masing - masing.
"Jangan harap kau bisa menyentuhku!" Kai sedikit berteriak horror kepada Sehun.
Sehun memutar bola matanya malas.
Jangankan berharap berfikir untuk menyentuh diri Kai saja juga tidak.
"Ya hitam! ini semua karenamu" Sehun mulai menyalahkan Kai.
Mereka menoleh ketika mendengar Chanyeol dan Kris saling mendesah. Dan mata mereka membulat sempurna ketika melihat Kris menaik turunkan tangannya yang terikat kepada diri Chanyeol begitu pula sebaliknya.
Kai dan Sehun hanya saling bertukar pandang tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Chen yang sedari tadi hanya melihat kejadian di depannya hanya membuka mulutnya tak percaya Chanyeol dan Kris benar - benar melakukannya.
"Baby aku bersyukur kau tidak seperti mereka" Chen menatap Xiumin yang terpaku melihat adegan Chanyeol dan Kris. Chen yang sadar langsung menutup mata Xiumin dengan tangannya dan membawanya pergi.
Sehun terduduk lemas dengan tangannya yang masih memegang milik Kai. Kai sudah tidak ada tenaga bahkan hanya untuk membuka matanya yang terpejam. Chanyeol dan Kris juga sama saja. Setelah 8 jam saling membantu untuk menidurkan adik kecil mereka yang juga tidak mau turun serta hasrat mereka yang masih meledak - ledak kini kondisi mereka sangat tragis.
Tubuh mereka banjir oleh cairan tubuh mereka masing - masing. Dan bau yang aneh menyeruak di dalam ruangan. Luhan membawa 4 gelas susu hangat. Dan meminta mereka meminumnya dan di habiskan.
Setelahnya ikatan tangan dan kaki mereka dilepaskan dan kekasih mereka membereskan kekacauan ini. Mereka membimbing kekasih mereka menuju kamar masing - masing dan menidurkan mereka hingga terbangun.
Kai membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah warna putih cerah dan menyilaukan. Apakah ia ada di surga? apakah ia sudah meninggal? Oh Tidak! Bahkan ia belum bekerja dan menikahi Kyungsoo. Memikirkan hal itu ia menangis dan memejamkan matanya.
Ia merasakan seseorang mengusap pipinya dan menghapus air matany lembut. Ia membuka matanya dan ia melihat seorang malaikat dengan surai hitam alisnya yang tebal bibirnya yang berbentuk hati sedang menatapnya dan tersenyum. Seperti Kyungsoo.
Rambut hitam?
Bibir berbentuk hati?
Kyungsoo?
Kai langsung bangun dengan cepat dan memeluk Kyungsoo yang ada di hadapannya dan menangis. Ia belum meninggal dan ia sangat bersyukur.
"Kenapa?" Kyungsoo mengusap punggung Kai dengan lembut dari atas lalu ke bawah dan ia mengulanginya dengan irama yang stabil dan membuat Kai sedikit tenang.
"Mandilah dan kita akn berbicara nanti bersama yang lain"
Kyungsoo melepas pelukkannya dan keluar kamar. Membiarkan Kai membereskan tubuhnya.
Luhan menata 10 piring di meja makan ia menatanya dengan cantik dan rapi ia kembali ke dapur dan mengambil makanan yang sudah siap dalam beberapa tempat.
Ia sedikit terkejut ketika Sehun dan Chanyeol sudah duduk di sana. Ia meletakkan makanan yang ia bawa dengan sedikit kasar di depan Sehun tanpa menatapnya lalu kembali ke dapur membantu yang lainnya.
Mereka makan dalam diam suasana canggung kecuali untuk Xiumin dengan Chen dan Kai dengan Kyungsoo.
"Baby maafkan aku, aku mohon" Chanyeol menatap Baekhyun yang sedang memakan makanannya. Tanpa menjawab ia beranjak bangun dan meninggalkan ruang makan. Ia menuju kamar mereka.
Chanyeol hanya bisa mendesah pasrah.
"Tao-ya" Kris memanggil Tao yang berada di sampingnya.
"Jangan bicara denganku" dengan cepat Tao mengakhiri perbincangan mereka dan Tao pergi menuju kamar Tao dan Kris.
Kris juga hanya menatap pasrah punggung kekasihnya yang menghilang di balik pintu.
"Siapa?" Semuanya menatap Luhan yang kini membuka suaranya. Menunggu untuk dirinya melanjutkan perkataannya.
"Kau?" Luhan menatap Chanyeol, dan seketika ia membulatkan matanya ketika Luhan menunjuk wajahnya dengan pisau roti yang ada ditangan kirinya.
"Aku" Jongin memberanikan dirinya mengakui kesalahannya.
Luhan berdiri dari bangkunya dan ia menatap tajam Jongin yang menundukkan kepalanya. Sungguh jika saja bukan karena Kyungsoo dan Xiumin yang meredakan emosinya sudah Luhan pastikan semua kekasih mereka sudah tidak mempunyai alat vital mereka.
"Berterima kasihlah kepada Kyungsoo. Aku berencana memotong semua organ vital kalian. Mengerti? Dan kau!" Ia melihat Sehun yang terkejut dengan nada tinggi yang di keluarkan Luhan padanya. Oh iya, semanis - manisnya rusa pasti akan mengamuk jika kau mengganggu daerah kekuasaannya. Sehun menatap Luhan berharap tidak ada sesuatu yang terjadi padanya nanti.
"Selesaikan kuliah mu. Jangan macam - macam karena aku akan mengawasimu 24 jam nonstop. Karena dari sekarang aku akan bertunangan denganmu"
Sehun berdiri memeluk Luhan dan berterima kasih. Mereka melakukan Lovely dovey di sana tanpa peduli dengan yang lain.
Sekarang hanya tinggal Kris dan Chanyeol yang masih harus berurusan dengan kekasih mereka yang mengamuk.
Tao kembali melihat kamarnya penuh dengan tas dan sepatu siapa lagi jika bukan Kris ini pasti ulah kekasih bodohnya.
Ini sudah seminggu semenjak mereka kembali dari liburan mereka. Sebenarnya Tao sudah memaafkan Kris tetapi Tao hanya ingin mengerjai Kris selama beberapa hari. Hanya saja Tao terlalu sibuk dengan kuliahnya dan hari ini saja ia baru kembali dengan perjuangannya selama seminggu ini di rumah Gege-nya. Ia sengaja pulang kerumah Gege-nya untuk mengerjakan semua tugasnya.
Sudah di pastikan jika ia berada di apartement mereka Baekhyun dan yang lainnya pasti akan menganggunya. Dan selama seminggu itu Tao bahkan jarang memegang ponselnya. Dan ketika ia sudah selesai maka ia kembali kesini.
Ia merebahkan badannya di kasur dan membaca semua pesan dari Kris. Oh lihatlah. Kris begitu manis setiap pesan yang ia terima selalu ia meminta maaf kepada Tao. Ia tersenyum. Terlintas beberapa ide di kepalanya. Ia tersenyum. Ia bangkit dan ia membuka lemari pakaiannya.
26 april 2018
haii.. lama tak berjumpa.. aku mau minta Maaf bgt sama kalian yang udah nungguin ini dan sampe SMS aku.. maaf ya aku ga ada pulsa buat balesnya..
eum.. gini.. aku sebernernya udah kaya kurang gairah(?) buat ngetik ff GS atau Yaoi.. dan aku mau pindah ke wattpad.. masih sama kok @yovanka92 itu akun wattpadku.. tapi groupnya beda.. dan mungkin diantara kalian ada yang ga suka sama cast ffku di sana..
mungkin next chap ff ini abis..
aku makin sibuk kerja.. dan lelah karena kerjaan.. dan yah gitu jadi semua ffku terlantar..
maaf bgt..
aku masih mikir juga buat revisi ulang ff ini di wattpad..
makasih banyak bgt yang udah nungguin ini..
aku minta maaf bgt..
