Tittle : Mommy In Seventeen

Chapter 14

Happy Reading!

-Flashback On-

Beberapa hari setelah Baekhyun dinyatakan sembuh..

"Kau yakin baek? Tidakkah sebaiknya kakakmu saja yang mengurusnya?" Kyungsoo bertanya perihal kekhawatirannya pada sang anak.

Terlebih lagi Baekhyun sedang mengandung, Haduh.. Kyungsoo tidak mau sesuatu akan terjadi.

"Tenang saja Eomma, Chanyeol bersamaku kok. Dia pasti akan menjaga kami, Iyakan?" balas Baekhyun sembari mengelus perutnya yang sudah sedikit buncit.

Kyungsoo lalu menghela nafasnya dengan berat, dan berkata. "Baiklah. Saat sudah selesai, cepat kembali kerumah. Mengerti?"

"Ne Eomma, Arasseo."

Baekhyun pun melanjutkan kegiatan sarapannya dengan lahap. Baru kali ini dia menyukai roti lapis, biasanya dia akan muntah saat menyium bau mayonaise yang tercampur dengan telur. Ewh, menjijikan katanya.

"Pelan-pelan sayang." ujar Kyungsoo mengingatkan. Tapi Baekhyun ya tetap Baekhyun. Gadis yang jarang mengindahkan saran orang lain.

Tin.. Tin..

"Ah Eomma, Yeolie sudah datang." Baekhyun mengelap mulutnya dengan tissue, "Aku pergi ya?"

"Ne, hati-hati! Ingat, langsung pulang begitu selesai!" Kyungsoo memperingatkan lagi.

Baekhyun mengangguk, lalu dia mencium pipi kanan ibunya sebelum berlalu pergi keluar dari rumahnya itu. Hari ini dia sangat senang, karna Chanyeol berjanji akan menemaninya seharian.

"Selamat Pagi," sapa Chanyeol antusias begitu Baekhyun masuk kedalam mobilnya.

Namun, Chanyeol mengerutkan dahinya begitu melihat Baekhyun sedang menatapnya bingung. "Ada apa?" kata Chanyeol lagi.

"Kau akan pergi sekolah?" Akhrinya Baekhyun menatap Chanyeol. Lelaki itu mengangguk.

"Ini bukan hari libur Baek, jadi aku harus sekolah."

"Tapi kau sudah berjanji akan menemaniku seharian!"

Chanyeol tertawa kecil lalu mengacak rambut Baekhyun lembut. Dia langsung mencubit kedua pipi chubby Baekhyun yang tiba-tiba digembungkan saat dia merengek tadi. Aduh.. gemash!

"Yeolie sakit!" kata Baekhyun manja. Chanyeol melepaskan tangannya.

"Baiklah, aku tidak akan sekolah hari ini. Kita akan pergi jalan-jalan, oke?" kata Chanyeol yang langsung diangguki dengan semangat oleh Baekhyun.

Gadis itu spontan memeluk tubuh Chanyeol dengan erat. Benar kata Chanyeol, hormon wanita hamil memang mengerikan :3

"Ayo berangkat!" sahut Chanyeol riang.

"Ayo! hehe.."

~*Blu.. Blu.. Blu*~

"Terimakasih." Baekhyun berdiri dari tempat duduknya setelah itu mebungkukkan tubuhnya didepan sang kepala sekolah.

Sekarang dia ada diruang kepala sekolah untuk mengurus surat keluar. Dengan keadaan seperti ini, Baekhyun tidak mungkin melanjutkan sekolahnya kan? Bisa-bisa dia keguguran karna terlalu banyak mendapat bullyan.

Baekhyun lalu berjalan menuju pintu ruangan. Dia memutar knop pintu kayu tersebut karna ingin keluar dari ruangan ini. Begitu berhasil, pintu terbuka dan gadis ini pun keluar.

Baekhyun berjalan perlahan sembari memeluk berkas-berkas tanda keluarnya dia dari sekolah. Sesekali dia bersenandung saat melewati koridor yang mulai sepi. Iya, karna pelajaran sudah dimulai sejak 1 jam yang lalu.

Ponselnya bergetar, dan Baekhyun melihat ada nama Luhan disana. Lantas dia tersenyum lalu segera membuka kunci ponselnya.

From : Lulu

"Aku dikantin bersama Chanyeol, cepatlah kemari!"

Lagi-lagi Baekhyun tersenyum senang. Dia pun kembali memasukan ponselnya kedalam saku celana lalu mulai mempercepat langkahnya.

Begitu hampir sampai dikantin, Baekhyun tidak sengaja mendengar beberapa anak gadis tengah berbicara. Dari apa yang dilihat, sepertinya ketiga gadis itu adalah adik kelasnya, mungkin saja yang baru masuk tahun ini.

Sebenarnya tidak penting apa yang mereka bicarakan, namun.. ada satu nama yang membuat Baekhyun memilih untuk tetap mendengarkan.

"Ya ya, kau dengar jika Park Chanyeol akan menikah?" ujar si rambut pendek.

Eoh? Bagaimana mereka tahu?' Batin Baekhyun.

"Ck, itu hanya gosip! mana mungkin dia menikah diusia 18 tahun?!" balas si rambut coklat.

"Tch, kau sangat tidak percaya!"

"Ya! Dengar, Park Chanyeol itu masih mencintai mantan kekasihnya. Kau sudah tau kan? Byun Marry, diva sekolah."

B-byun Marry?

"Tapi dia akan menikah dengan Kim Baekhyun! satu sekolah bahkan sudah tau jika gadis jalang itu tengah hamil!"

"Eishh.. tidak mungkin! Mana mungkin Chanyeol menikah dengan jalang itu? Aku bertaruh, jika anak yang dikandung Baekhyun bukan darah daging Chanyeol!"

"Kau benar! Chanyeol adalah milik Marry, bukan jalang itu! Berani sekali dia mengganggu hubungan seseorang, benar benar murahan."

PRANG!

Tidak.. tidak! itu bukan suara benda jatuh. Itu suara, suara hati Baekhyun yang mendadak pecah ketika mendengar pembicaraan ketiga gadis itu. Keterlaluan! Bajingan!

"Aku.. Aku benci padamu Park Chanyeol." lirih Baekhyun pelan dan segera berlari dari sana.

-Flashback Off-

Pagi ini Baekhyun terbangun karna sinar matahari yang masuk terlalu terang menyinari wajahnya. Baekhyun terusik dan mulai mengerjapkan matanya beberapa kali.

"Sudah pagi?" tanyanya pada dirinya sendiri.

Dia pun memijat kepalanya yang masih terasa sangat pusing. Mungkik akibat dari tangisan panjang semalam. Matanya juga masih terlihat sembab. Dia melirik sedikit jam dinding yang ada dikamarnya, pukul 7.

Dengan sedikit malas dia mulai menggerakan tubuhnya untuk bangkit, namun tidak bisa. Sebab dipingangnya terlilit tangan besar yang sudah bisa baekhyun tebak itu milik siapa. Park Chanyeol.

Lantas dia kembali merebahkan tubuhnya, memutar tubuh itu sehingga berhadapan dengan Chanyeol. Ternyata, ini alasan kenapa lelaki itu menjadi idola satu sekolah? Rahangnya yang kokok, hidung mancungnya, serta bibir ranum yang terlihat manis walaupun agak kering.

Dengan sedikit gemetar, Baekhyun menggerakan tangannya untuk mengusap pelan pipi lelaki yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Menyentuhnya seperti ini saja sudah sangat membuat jantung Baekhyun menari.

"Apa benar kau tidak bisa menjadi miliku, Yeolie? Meski statusmu sudah menjadi miliku, apa iya hatimu tidak bisa jadi miliku juga?" kata Baekhyun serak sembari menatap dalam wajah tenang itu.

"Aku.. bisakah aku mengatakan jika aku sangat mencintaimu?"

#tbc

halo halo!

cuma mau bilang nih, beberapa chapt kedepan bakalan pendek terus karna cuma akan berisi flashback-flashback.

Gak banyak kok chapternya, paling cuma sampe chapter 15-16 abis itu diterusin chapter ending deh~

Ah iya, kalo aku bikin cerita tentang Kaisoo, kalian minat baca gak?