Hahahay kita kembali lagi ke saya yang sungguh absurd yang nanti dan penuh dengan khayalan yang terlalu tinggi, saking tingginya bahkan sampai terjatuh karena, terlalu berharap yang gak pasti.
Nah, gimana aku nanya kabar kalian? Yah, pastinya baik-baik saja secara fisik tapi, rohani agak masalah karena, keuangan sehabis lebaran menipis yah itu sih DL dan tak urus bagi saya sesuai nepati janji.
Sorry cuman satu chapter karena, hanya pembuka nantinya juga bakal dua chapter seperti biasanya ini hanya awal-awal saja jadi, jangan protes kayak pendemo yang meminta turunkan BBM :v
Dan saya akan mulai lagi dan di mulai dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing dan saya minta maaf jika ada kata dari saya yang menyinggung kalian yah,jangan di ambil hati.
Chapter 10 : Battle Zabuza & person is a enemy.
.
...
.
Saat ini suasananya tengah genting sempat sebelumnya mereka berhasil mengatasinya tapi, kini muncul masalah baru lagi dan masalah ini lebih sulit dari yang tadi.
Setelah berhasil melewati masalah yang mereka hadapi dengan mengalahkan Mikami bersaudara kini mereka kembali di hadapkan orang yang lebih kuat, orang yang suka membunuh dan memenggal kepala orang yaitu Momochi Zabuza bahkan kekuatannya sangat besar.
Dan mereka kini saling berhadapan satu sama lain dan di perparah dengan Zabuza yang membuat kabut tebal untuk menghalangi penglihatan mereka.
"Ugh, aku tak bisa merasakan hawa keberadaanya bahkan dengan Kenbun sekalipun" keluh Natsu baginya yang punya haki tak masalah tapi, yang membuatnya risau adalah pak tua yang jadi sasarannya dia berada paling depan.
"Tenang saja, kawan dia masih berada di sekitar sini, aku masih bisa merasakan keadaanya" jawab Kurama
"Terima kasih kawan!" Natsu bersyukur memiliki kawan yang bisa di andalkan
"Hmmm! Berhati-hatilah yang aku khawatirkan ialah pak tua itu karena, yang dia incar adalah dia" sambung Kurama Natsu mengangguk setuju.
"Sihirku tak bisa menghilangkannya" Irene mencoba menghilangkannya dengan bersiul yang mengeluarkan hembusan angin namun, kabut itu dengan cepat muncul kembali dia berada di posisi tengah
"Hati-hati, dia pasti kemari" Shizuka memasang posisi bertahan di depan Tazuna.
"Yah, kita harus menjaganya" Erza berada di belakang Tazuna.
"FUUTON : SUIGENSI!"
"KATON : KARYU KO TEKKEN!"
Wushhh!
Jduarr!
Natsu tau Zabuza mengeluarkan tehkniknya dari depan tapi, kesalahan baginya karena menahan serangan itu dengan api yang menjadi titik lemahnya beruntung serangan Zabuza tadi tak begitu kuat sehingga hanya menimbulkan asap yang pekat dan gelap.
Tranggg!
Natsu cukup terkejut Zabuza sudah berdiri di depannya dengan mengayunkan pedangnya beruntung Natsu bisa menahannya dengan kunai tapi, yang dia pikir dia tak bisa merasakan keberadaan Zabuza dengan Haki kenbun.
"Asal, kau tau aku punya tehknik di mana aku bisa menghilangkan Sensor jika seseorang melacakku dalam kabut intinya, aku bisa berkamuflase tanpa di ketahui" jawab Zabuza dia menekankan pedangnya "aku menyiasati ini hanya berjaga-jaga jika, sesuatu buruk terjadi"
"Oh, pantas saja!" Natsu sekarang akhirnya mendapat jawabannya "itu sebabnya kau mudah membunuh orang"
Natsu yang terus menahan pedang Zabuza tapi, lelaki itu tak menyadari Natsu mengayunkan kaki kanannya dengan efek cahaya kuning beruntung Zabuza menjadi air dan menghilang.
Sementara di tempat paling belakang tampaknya Zabuza membuat dua kloning air, Shizuka menahan satu dan Erza menahan satunya lagi.
"Hati, hatilah kakek!" Shizuka menoleh ke belakang "jika, dia muncul kakek cepat menghindar"
"Sial, pedangnya kuat!" keluh Erza dia sekuat tenaga menahan pedang itu.
"Itu pedang Kubikiribucho salah tujuh pedang suci yang terkenal di negeri ini" balas Shizuka.
"Segitukah kuat mereka?" tanya Erza dengan ekspresi serius.
"Yah, dari ketujuh mereka semua memiliki keahlian khusus di setiap pedangnya makanya di sebut pedang suci" balas Shizuka.
Natsu kini maju ke depan ia berdiri di sebuah sungai karena, dia tau kekuatan Zabuza adalah tipe air jadi, dia mudah memastikan kemunculan lelaki itu.
Zabuza muncul di belakangnya dia mengayunkan pedangnya, Natsu menunduk dia menendang wajah Zabuza namun, lelaki itu menangkapnya dan mengayunkan pedangnya Natsu langsung cepat mundur.
Natsu melemparkan kunainya dia berlari, Zabuza memiringkan kepalanya tapi, Natsu cepat di belakangnya dengan tangan kiri yang penuh gumpalan merah dan asap tapi, Zabuza lebih dulu berubah menjadi kloning Air.
"Payah, dia cerdik juga" umpat Natsu kesal.
"Err! Kau tau yang kau lawan tadi, hanya kloningnya saja tubuh aslinya belum muncul sama sekali!" celetuk Kurama
"Serius?" Natsu terkejut atas pernyataan partnernya ini dan sang Musang hanya mengerang tak jelas karena, tingkat kebakaan temannya ini sudah tinggi.
Tapi, perlahan asap kabut mulai menghilang tapi, hanya di bagian tertentu saja dan Natsu melihat kebelakang dan melihat Zabuza yang asli tapi, saat ini dia mengurung Irene dalam bola airnya.
"Oh, man! Kau terlalu serius melawan kloningku sampai kau lupa aku berada di sini" Zabuza menyeringai dia tampak terlihat senang "kau, bisa pilih wanita ini yang kubunuh atau, kakek tua itu?"
"Jangan terlalu di pikirkan!" balas Irene dia juga mencari cara agar lolos dari perangkap ini
"Sial, kita lengah!" Erza menunjukan ekapresi kesalnya.
"Jangan, khawatir yang dia incar bukan dia pastinya kakek yang diincar" balas Shizuka yang terlihat tengan setiap saat.
"BLUMET BLAT!"
Erza yang kini bergerak maju meninggalkan pedangnya dia langsung cepat mengganti armornya dan membuat seribu pedang dan melemparkannya secara bersamaan.
"SUITON : TORUNEDO MIZU!"
Zabuza yang mengetahui itu dia membuat segel tangan dan muncul pusaran air besar yang melindungi dirinya dari serangan seribu pedang Erza.
Natsu mengangkat tiga jarinya, Shizuka yang melihat itu tau apa yang di maksud kode itu buru-buru dia mengambil sesuatu dari tasnya tapi, Zabuza melihatnya hanya saja dia tak terlalu peduli.
"Apapun yang kalian lakukan itu takkan berhasil" Zabuza terlihat cuek.
Wushh!
Shizuka langsung melemparkan lima kunai itu tapi, itu kunai milik Natsu Zabuza menangkis kelimanya tapi, Natsu sudah cepat di belakangnya dengan aura petir biru dan langsung menghajarnya Zabuza menahannya sekuat tenaga.
Tapi, Zabuza merasakan Shizuka bergerak ke arahnya dan mulai menendang wajahnya tapi, Zabuza membuat perisai air untuk melindungi dirinya.
"Sial bocah ini tenaganya kuat!" Zabuza terlihat kesal karena, sedari tadi Natsu tak mengendurkan serangannya.
Blarrr!
Yang di takuti Zabuza terjadi juga dia sudah tak kuat menahannya dengan cepat dia menghindar dan melepas cengkraman Irene tapi, dia tak sadar Shizuka sudah mendekatinya dan langsung menendang tepat di wajah lelaki bermasker itu.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Shizuka memegang tubuh Irene.
"Yah terima kasih aku tak apa" balas Irene dia memegang dadanya "hanya saja tehknik tadi membuatku sulit bernafas"
"Yah, hal wajar karena, dia mengurungmu dalam air" Shizuka membawa wanita itu ke tempat kakeknya berada.
"Kalian jaga kakek tua itu" Natsu menoleh ke arah Zabuza "biar aku yang mengurusi orang ini"
"Trik lumayan juga untuk menipuku" Zabuza mengelap dahinya "dan juga tenagamu cukup merepotkan buatku untuk menahannya"
Zabuza dan Natsu saling berlari memutar dan buat lelaki itu dia merasa aneh karena, bocah itu mengikuti pergerakannya
"Kenapa, kau mengikutiku?" Zabuza mengangkat sebelah alisnya.
"Entahlah" jawab Natsu seadanya.
Zabuza membuat segel tangan dan Natsu juga melakukan hal yang sama pula tampaknya mereka akan mengeluarkan secara bersamaan.
"SUITON : SUITORRYAN NO JUTSU!"
"SUITON : SUIRO KATEN NO JUTSU!"
Zabuza mengeluarkan gelombang air raksasa dari belakang tubuhnya, Natsu juga membuat ombak air yang berbentuk Naga dan keduanya saling beradu kekuatan.
"Kekuatan yang hebat!" Tazuna terlihat takjub ketika melihat serangan bersamaan.
"Itu sebabnya aku mengajak Natsu" Irene tersenyum dia cukup terkesan melihat kekuatan Natsu.
"Keren!" Erza dengan mata berbinar.
Tapi, Natsu tau dia cukup kuat tapi, dia memiliki ide di otaknya tak lama aura petir biru muncul di tubuh Natsu dan terlebih dia teringat latihan yang menggabungkan dua jenis cakra.
"RAITON : KAMINARI KOGEKI!"
Tangan kiri Natsu bergerak dia mengalirkan petir itu ke serangan airnya dan hasilnya pengabungan kekuatan yang luar biasa membuat Zabuza shock atas yang Natsu lakukan
'Tunggu! Aku tau petir dan air di gabungkan akan menimbulkan kekuatan sebesar ini' Zabuza shock dia melotot 'tapi, aku tak tau efeknya cukup sebesar ini!' Zabuza tau dia tak bisa menahan kembali serangan itu.
"Hahhhh!"
Natsu memberi dorongan kecil hasilnya serangan Zabuza musnah tertelan serangannya dan lelaki itu tau dia tak bisa menghindari serangan dahsyat itu.
"Sialan! Kau bocah!"
Zabuza berteriak tubuhnya terbawa dan terombang-ambing oleh Air yang Natsu buat di tambah lagi tubuhnya tersetrum karena, pada dasarnya petir sangat sensitif terhadap air.
Guh!
Zabuza mendarat di sebuah pohon tapi, serangan air itu terus berlanjut dan Natsu melemparkan lima kunai dan menancap di tubuh Zabuza membuat lelaki itu berteriak kesakitan.
"Ini berakhir?" tanya Tazuna dia melihat Zabuza tak bergerak sedikitpun.
"Yeah serangan itu cukup untuk melukainya" Shizuka mengangguk setuju "tapi, itu tak membunuhnya setidaknya itu berdampak baginya yang tak bisa bergerak"
"Ou! Teman-teman!" Natsu melambaikan tangannya tersenyum ceria.
"Yah, kau berhasil Natsu" Erza memeluk kepala Natsu ke armor besinya membuat pemuda berambut pink itu mengerang kesakitan.
"Oh, aku tak menyangka tuan Zabuza di kalahkan"
Mereka semua melihat ke atas dan melihat orang baru yang berdiri di batang pohon, wujud orang itu wanita mengenakan topeng, berambut hitam panjang diikat dengan sanggul putih, dua helai rambut di sisinya, mengenakan pakaian baju Zamrud standar sampai lutut, bagian atas mengenakan Haori Hijau dengan hiasan putih, dan tali coklat mengikat di pinggang, dan memakai sandal, dan cap warna kuku.
"Apa urusanmu kemari?" Shizuka menatapnya tajam"apa kau ingin melawan kami juga?"
"Aku tak punya Niat untuk melawan kalian" balas orang itu dia menghampiri tubuh Zabuza dan "tugasku di sini hanya membawanya atas perintah tuan Gato"
"Tunggu dulu!" Erza berniat mengejarnya namun, segera di tahan oleh Irene.
"Baiklah sampai jumpa di sini kuharap kita tak pernah bertemu lagi" orang itu langsung menghilang.
"Fiuh! Kupikir kita akan bertarung lagi!" Tazuna menghela nafas lega.
"Ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?" tanya Kurama.
"Iyah, bau dia laki-laki" jawab Natsu membuat musang itu tak percaya mendengarnya "maksudku penampilannya seperti perempuan tapi, dia bau seperti laki-laki!"
"Oh! Aku tak percaya mendengar ini tapi, aku tau kau benar" Kurama kembali tidur dan tak mau mendengar hal seperti itu lagi.
"Ayo pergi jarak ke rumahku sudah hampir dekat" ajak Shizuka dan yang lain segera menyusulnya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Semuanya kini menaiki sebuah perahu kecil untuk mencapai tujuan di mana rumah Tazuna berada kondisinya agak sedikit berkabut makanya perahu itu di beri lentera.
"Apakah semua tempat seperti ini?" tanya Irene melihat kondisinya.
"Tidak, hanya beberapa saja tempat lain berbeda" balas Tazuna "dan juga alasan tempat ini berkabut karena saat ini mau hujan jika, tidak paling kondisinya normal"
"Benar juga langit sudah gelap" Natsu menatap langit.
"Kalian lihat itu?" Tazuna menunjuk ke sebuah tempat
Mereka semua menoleh dan melihat jembatan besar tapi, kondisinya belum selesai.
"Tunggu, apa itu Jembatan yang kau buat? Mengingat selama kita melewati sungai hanya ini jembatan yang terlihat?" tanya Irene
"Benar sekali" Tazuna mengangguk "ini adalah jembatan penghubung antara negeri ini"
"Berapa lama jembatan ini selesai?" tanya Erza.
"Hmm! Ini sudah berjalan 80% dan sudah sebulan harusnya sih seminggu lagi" balas Shizuka "tapi, sekarang harusnya sudah selesai jika, saja orang-orang tak takut pada ancaman Gato hanya saja orang-orang pada takut sehingga tak ada yang berani"
"Yosh! Kita akan bantu tuan Azuma sampai jembatannya selesai!" Natsu dengan mengangkat tinjunya.
"Yang benar Tazuna Natsu!" balas Happy membenarkan kesalahan ayahnya itu.
( Waktu yang sama di Basement )
Saat ini Zabuza duduk di tengah sofa kondisi tubuhnya kini telah diobati oleh orang bertopeng itu.
"Tak seharusnya kau melakukan ini Haku!" balas Zabuza menatap partnernya "tapi, terima kasih aku hargai itu"
"Aku melakukan hal yang harus ku lakukan Tuan Zabuza" balas Haku suara kalemnya.
"Jadi, kau gagal yah!" Gato seperti biasa berdiri di depan pintu dengan cerutu di mulutnya "huh, ini pertama kalinya kau gagal misi seperti ini?" Zabuza hanya memberi Deathglare dia tau kata-kata itu bersifat mengejeknya menandakan dia gagal.
"Hah! Dia itu payah! Aku tau dia tak berguna" teriak orang yang matanya tertutup.
"Dasar tak berguna!" Orang berjaket bersifat arogan.
Cling!
Wushh!
Haku langsung ambil langkah dia mengambil kedua pedang orang itu dan langsung menempelkannya ke leher.
"Aku takkan biarkan kalian menghina tuan Zabuza" Haku dengan tenangnya tapi, Zabuza tau partnernya ini tengah kesal.
"Kau tau aku sedikit terkejut dengan partnermu itu" Gato berlalu pergi "ini kesempatan terakhirmu"
'Tch! Takkan kumaafkan kau' Zabuza mengerang kesal 'akan kubalas kau bocah Jerami!'
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
( Rumah Tazuna )
"Selamat datang ayah"
Di ambang pintu muncul wanita yang mengenakan baju pink, dan celemek, berambut panjang, kulit sawo matang, dan mata hijau emerald
"Oh selamat datang Tsunami dan mereka adalah orang-orang yang menjagaku" balas Tazuna memperkenalkan mereka.
"Terima kasih, aku Tsunami anak tuan Tazuna dan juga ibu dari Shizuka dan Inari" Tsunami membungkuk, semuanya balas membungkuk minus Natsu yang tak tau sopan santun.
"Maaf, ibu kita pulang telat!" sambung Shizuka memohon.
"Tak apa, asal kalian selamat aku senang" balas Tsunami tersenyum "ayo makan pasti kalian lelah setelah perjalanan jauh"
( Ruang Makan )
"Aku sangat berterima kasih atas yang kalian lakukan" Tsunami berbicara dia mendengar semua yang terjadi dari ayahnya "karena, kalian ayah dan anakku bisa selamat kemari"
"Yah, kita melakukan apa yang harus di lakukan itu saja dan tak lebih" balas Irene secara elegan melahap makanannya.
"Yhows! Ksihhtwa mwsenghhgajar Gsto klialan witu (yosh! Kita akan menghajar Gato sialan itu)" Natsu dengan mulut penuh makanan dan segera di hajar oleh Erza "uhukkk! Hey!"
"Telan dulu makananmu sebelum bicara!" Erza dengan suara kalemnya dan Shizuka tertawa kecil melihat interaksi itu.
"Natsu memang aneh!" komentar Happy pedas seperti biasa.
"Kalian akan mati dan terbunuh jika melawan Gato"
Terdengar suara cempreng semuanya menoleh dan seorang anak kecil, berambut acak-acakan berwarna jingga keputihan, mata hitam, mengenakan baju kuning pendek, berbalut rompi hijau, dan topi putih dengan garis biru.
"Inari apa yang kau lakukan di sana? Kemarilah" ajak Tsunami ke anaknya.
"Tunggu, apa maksudmu dengan mati?" Natsu menyipitkan matanya ke anak itu dia tak suka jika mempermasalahkan tentang kematian "sepertinya kau tau banyak hal!"
"Begitu, jadi kau ingin menjadi pahlawan dengan mengalahkan Gato?" Inari menatapnya tajam "kau tau kau akan terbunuh dan juga aku membenci pahlawan"
"Kau tak punya alasan untuk membenci seseorang yang membela apapun yang di lindungi" Natsu mulai tak suka dengan ucapan anak ini tapi, dia tak peduli "dan juga memangnya kau malaikat kematian mengetahui kematian seseorang"
"Pahlawan itu pecundang, merelakan nyawa mereka untuk orang-orang tak berguna dan bodoh itu yang di sebut pahlawan? Bagiku mereka hanyalah orang payah dan idiot!" Inari matanya terlihat benci di dalamnya.
Brakk!
Natsu menggebrak meja dia menghampiri Inari dan memegang kerah anak kecil dengan kasar dan menatapnya kesal.
"Kau tau anak kecil, jika aku tak respect pada Shizuka sumpah aku akan menendangmu keluar dari sini, dan kau tau anak kecil sepertimu yang tak tau apa-apa hanya bisa membenci dan menyalahkan seseorang tanpa mengetahui sebab jelasnya, kau itu hanyalah anak kecil yang bisa merengek dan menangis layaknya bayi! KAU TAK PANTAS BICARA SEPERTI ITU!" teriak Natsu dia membentaknya keras membuat anak kecil itu matanya berair dan melepaskan cengkraman Natsu dan pergi.
"IDIOT!"
"Natsu kau terlalu kasar padahal dia hanya anak kecil" komentar Erza
Natsu cuek dengan komentar Erza dia bukanlah tipe orang yang akan memendam saja sesuatu yang tak suka dia tak peduli dengan tindakannya meskipun itu hanya kepada seorang anak kecil.
"Maaf atas apa yang terjadi" Irene bersikap normal dan sebenarnya dia juga tak bisa menyalahkan Natsu sepenuhnya hanya saja ini ucapan Formal.
"Tidak, kalian tak bersalah" Tsunami menggeleng dan tersenyum "mungkin kata anakku yang terlalu berlebihan"
"Yah"
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
( Keesokan Harinya )
Natsu dan yang lainnya saat ini tak ada tugas karena, Tazuna memulai membangun jembatannya besok itu berarti mereka memiliki seharian waktu luang untuk besoknya kembali ke misi.
Erza dan Shizuka mereka ke pasar untuk berbelanja bahan keperluan, Irene seperti ibu normalnya membantu Tsunami di dapur, dan Tazuna hanya bersantai di rumah, Natsu sendiri dia hanya menyibukkan dan melatih tubuhnya di hutan yang tak jauh dari rumahnya.
"Ahh lelahnya!" Natsu merebahkan dirinya ke rumput dia memilih menutup matanya dan mengistirahatkan tubuhnya
Beberapa saat kemudian Natsu terbangun dari tidurnya dan mencium bau orang lain tapi, baunya dia sangat kenal dengan segera dia bangun dan melihat orang berambut panjang hitam, dengan mata bulat coklat, mengenakan kimono pink panjang tanpa lengan, dia terlihat seperti wanita tapi, Natsu tau orang itu laki-laki.
"Hey!" panggil Natsu dan orang itu menoleh dan juga dia tau orang ini adalah orang yang sama membawa Zabuza waktu itu "apa yang kau lakukan di situ?"
"Aku hanya memetik tanaman obat di sekitar sini untuk temanku" balasnya.
"Oh!" Natsu mengangguk dia menghampiri orang itu "aku Natsu dan dia Happy"
"Aye!"
Orang itu mengangkat sebelah alisnya dan juga dia cukup terkejut pertama kalinya orang yang baru dia jumpa mengajaknya berkenalan dan berteman tapi, dia tak mempedulikan itu dan juga dia tau Natsu adalah musuh.
"Aku Haku" jawabnya mejabat uluran tangan Natsu "apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?"
"Yah, berlatih fisik saja seperti biasa" balas Natsu.
"Aku berlatih dengan tahan tanpa ikan selama satu jam" sambung Happy.
Mereka berdua saling mengobrol satu sama lain, Natsu tak merasakan hawa jahat dan permusuhan dari Haku malahan dia merasakan pertemanan yang hangat dan tak habis fikir kenapa dia bisa bergabung dengan komunitas penjahat.
"Ahh tak terasa kita mengobrol begitu lama" Haku menatap langit "pastinya temanku menunggu aku pergi dulu"
"Sampai jumpa Gadis manis" balas Happy.
'Mungkin, kita akan bertemu lagi sebagai musuh' batin Haku menoleh ke belakang tapi, dia sedikit tertawa kecil "sebenarnya aku ini laki-laki"
"Apa!" Happy shock dia menoleh ke arah Natsu yang tengah menahan tawa "kau sudah mengetahuinya!?"
"Tentu dari penciumanku" balas Natsu memegang hidungnya sendiri.
"Kau tak adil!"
"Hahahahah!"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Untuk Haku gak tau harus bilang apa semenjak kemunculan awalnya pasti kalian semua berfikir termaksud aku dia adalah cewek tulen nyatanya aku hanya bisa geleng-geleng tak percaya.
Aku biasanya ada kata Lelaki itu atau wanita itu tapi, untuk kasus Haku author bilang orang itu karena wujud luar wanita tapi, fisik pria yah jangan menyalahkanku lah.
Pm
.
RnR
