BTS Kim Seokjin (Jin) | BTS Kim Taehyung (V) | NCT Lee Taeyong (Taeyong)

BTS Jung Hoseok (Hoseok) | BTS Jeon Jungkook (Jungkook) | BTS Min Yoongi (Yoongi)

BTS Kim Namjoon (Namjoon) as Seokjin's brother

NCT Kim Doyoung!GS (Doyoung) & NCT Youngho Seo (Kim Johnny) as Seokjin's parents


© all chara(s) belong to their agency

© original idea belongs to Kristy Nelwan in novel "L"


T = True Love

Because T aims for True Love


Target 13: He Kissed Me!


5 Januari 2016

Dua hari berlalu semenjak insiden itu, di mana V menciumku di dalam mobilnya setelah mengantarkan aku pulang. Tapi, tidak ada yang berubah diantara kita. Oke, mungkin ada perubahan, dan itu pada diriku. Aku jadi cukup canggung ketika berbicara dengan V. Tapi, kok dia terlihat santai-santai saja seolah yang kemarin itu tidak pernah terjadi?

Setelah dia menciumku dan tersenyum begitu manis, aku seperti terpaku pada jok mobil saking speechless-nya. Sesudahnya dia cuma menyuruhku untuk langsung masuk ke kamar, aku keluar dari mobil, dan sudah, V pun pergi setelah melambaikan tangannya padaku.

Sialan memang. Padahal aku sudah menyiapkan sejuta kata yang telah kurangkai sebaik-baiknya ketika aku dan V bertemu di kantor besok harinya. Tapi, dia sama sekali tidak bersikap canggung apalagi membahas soal kejadian di mobil itu. Padahal gara-gara hal itu, aku sampai tidak bisa tidur nyenyak selama dua hari kebelakang ini.


20 Januari 2016

TVN mengadakan libur panjang (3 days is a long vacation for TV person like me) untuk para pegawainya. Kesempatan ini aku pakai untuk pulang ke Busan, mengurusi gedung pernikahanku nanti dengan Taeyong. Seperti biasa, Taeyong si super sibuk punya pekerjaan yang tidak bisa dia tinggal, jadi aku pergi mengecek gedung bersama adikku, Namjoon.

"Capek banget aku..!", keluhku ketika selesai keliling-keliling di gedung pernikahan dan masuk ke dalam mobil.

"Lagian, kamu maksain banget, sih? Bukannya lagi banyak kerjaan, ya?"

"Iya, sih. Tapi kan Taeyong nggak bisa ngecek, terus nanti mama ngomel-ngomel. Daripada diomelin mending aku aja yang caw, deh."

"Sini, gantian, aku aja yang nyetir."

"Hm, yaudah.", aku dan Namjoon pun bertukar posisi, sekarang dia yang menyetir untuk pulang.

"Kalau capek tuh istirahat, jangan maksain kayak gini, Jin. Ntar tubuh kamu drop tahu rasa."

"Ya, ya, omongan kamu tuh sama persis kayak si V. Eh, BTW, kamu kok seger banget, Joon? Punya pacar baru, ya?"

"Apaan, memangnya segalanya harus nyangkut pacar? Aku tuh udah nggak begadang lagi, nggak minum-minum lagi, pokoknya hidup sehat lah. Mama, saking senengnya, ngebeliin aku satu set komputer game terbaru. Haha!", seru Namjoon bangga.

"Tuhkan, kamu sama V tuh sebelas dua belas. Yang dioomongin hidup sehaaaat terus, berhenti merokoook terus.."

"Iya, lah, Jin. Berhenti merokok, sana! Toh, buat kebaikan kamu juga."

"Aaaah, berisik, kamu! Nggak di Busan, nggak di Seoul, aku dihantui V kemana-mana! Jadi bete aku, mana nggak ada rokok. Ngopi, yuk, Joon? I need coffee.."

"Iya, deh, ntar mampir dulu ke Starbucks."


"Woy, cepet turun, katanya tadi pengen kopi!"

"Males turun.. Capek.. Pusing...", keluhku. Sebenarnya aku tidak sepusing itu tapi tidak apa-apa, dong, sesekali manja sama adik?

"Yaudah yaudah, kamu mau apa? Aku aja yang pesen."

"Iced Cappuccino."


Aku menunggu Namjoon di luar mobil, karena udara Busan sedang sejuk hari ini. Tak lama, Namjoon pun kembali ke mobil menenteng dua cup minuman. Iced Cappuccino untukku, dan..

"Joon, kamu minum apa?", tanyaku.

"Ini Iced Chocolate."

Aku mangut-mangut, "Oh.. kesukaan V juga, tuh."

"Oke, ini udah ke-12 kalinya kamu ngomongin V. Sebenarnya V itu apa? Siapa? Kenapa kamu sebut-sebut terus?"

"Hah, kamu serius ngitung dua belas kali?"

"Nggak, aku lebay aja. Habisnya dari awal kita pergi sampai pulang nama V kesebut mulu."

"Hehe. Jadi, V itu monyet."

Namjoon melihatku keheranan seperti habis melihat orang gila yang telanjang di pinggir jalan. "Monyet?"

"Iya, jadi si V itu tukang khotbah bahaya rokok, kopi, dan begadang. Kerjaannya setiap hari nyuri lighter aku dan matahin semua rokok aku. Gimana aku nggak manggil dia monyet, coba?!"

"Terus, V siapanya kamu emang?"

Aku agak bingung menjelaskannya, duh. "V itu—"

"JINNIE!"

Obrolanku dan Namjoon terhenti ketika mendengar suara lengkingan yang maha dahsyat. Aku hapal sekali suara itu. Pemilik suara itu orang yang aku sayang banget di Busan. Nah, kalau orang di sampingnya itu orang paling bego seantero Busan, hihi.

"Jangan teriak-teriak, Kookie, nanti orang-orang ngeliatin kita..", kata Hoseok sambil mensejajarkan langkahnya dengan Jungkook yang sudah berlari-lari kecil menghampiriku.

"Jinnie, aku kangen banget!", seru Jungkook heboh sambil memelukku.

"Hey, kiddo, perasaan kita baru hangout kemarin-kemarin, deh?", godaku.

"Itu udah sebulan yang lalu, Jinnie.. Sekarang aku udah kangen lagi. BTW, baru dateng apa mau pulang?"

"Tadinya, sih, mau pulang. Tapi kita ngobrol aja yuk di dalam.", ajakku pada semuanya.


"So, dalam rangka apa kamu balik ke Busan?", tanya Hoseok setelah memesan minuman dan camilan untuk dirinya dan Jungkook. Kekasih Hoseok yang imut-imut itu memesan secangkir teh panas tanpa gula dan salad yang dressing-nya dipisah. Memang, Jungkook itu selalu menjaga berat badannya. Secara, public figure.

"Biasa, wedding things.", jawab Namjoon karena dia melihat aku seperti enggan menjawab. Namjoon cukup akrab dengan teman-temanku karena mereka sering main ke rumah.

"Hm.. Jinnie sibuk, ya. Pantes aja telepon aku jarang diangkat!", omel Jungkook sambil menusuk-nusuk saladnya.

"Yee, bocah. Kamu nelepon jam 2 pagi, ya mana aku angkat!", kataku sambil menoyor pelan dahi Jungkook. "Lagian ada apaan sih nelepon subuh-subuh?"

"Biasa, lah, Jin. Kalau si little prince ini udah neleponin kamu subuh-subuh pasti ada masalah percintaan.", jawab Hoseok cuek lalu dia kena sentil Jungkook.

"Salah kamu, kenapa genit banget pake nganterin cewek sok cantik itu pulang segala?!"

Aku dan Namjoon cekikikan. "Siapa tuh?", tanyaku.

"Ada presenter baru, namanya Caroline. Tahu nggak Jin, gayanya tuh udah kayak Miss Universe aja, deh. Mana kerjaannya dandan terus. Itu botol foundation kayaknya seminggu juga habis dipake dia!", cerocos Jungkook. "Dan, parahnya tuh dia kecentilan banget sama Hoseok!"

"Nggak, ah. Itu mah kamu aja asal nuduh.", kata Hoseok menenangkan.

"Aku tahu banget dia naksir kamu, sayang! Intuisi wanita!"

"Tapi.. kamu kan cowok.", kataku sambil garuk-garuk kepala. Ini anak sampai lupa begitu kalau dia cowok.

"Ya, tapi kan biasanya radar cewek lebih kenceng daripada cowok, kan?"

"Iya, deh, lawan Jungkook mah nggak bakal pernah menang..", kataku sambil tertawa.

"Lagian kamu itu terlalu cemburu, sayang. Aku nganterin dia soalnya dia mendadak vertigo. Waktu itu nggak ada yang bisa nganterin dia soalnya lagi pada sibuk semua.."

"Kan bisa panggil taksi!", seru Jungkook tetap tidak mau kalah. "Kamu, sekali lagi bikin aku kesel gara-gara cewek itu, aku mau ganti pacar aja!"

"I-iya, sayang.. Nggak lagi..", kata Hoseok pasrah.

Namjoon cuma bisa cengengesan melihat kelakuan Jungkook dan Hoseok di hadapannya.

"Jungkook itu kadang suka bingung bedain Hoseok itu sebenarnya pacarnya atau peliharannya.", kataku bercanda.

"Iiih, nggak, kok.. Aku sayang banget sama pacarku.", kata Jungkook sambil menguwel-uwel pipi Hoseok. "BTW, tadi sebelum kita dateng kalian lagi ngomongin apa, sih? Serius banget kayaknya."

"V", jawab Namjoon santai diikuti tatapan terkejut dariku, Hoseok, dan juga Jungkook.

"V..?", Hoseok menerawang, mungkin dia merasa familiar dengan nama itu.

"V itu apa? Atau siapa?", tanya Jungkook yang clueless.

"Kata Jin, V itu monyet.", jawab Namjoon.

"Haaah? Monyet?", Jungkook semakin bingung.

"Bukan, bukan. V itu orang. Tapi, dia itu PR terbesar aku di kantor. Aku kenal dia udah lama, jauh sebelum kita akhirnya satu kantor. Makanya kita jadi cepet akrab gitu di kantor. Dan, kerjaannya setiap hari itu ngomelin aku tentang bahaya merokok, menyita rokok dan lighter-ku,.."

Belum aku melanjutkan ucapanku, Jungkook sudah berujar dengan antusias. "I like him!"

"Well, don't. Serius, deh, si V itu nyebelin bin ajaib. Manusia paling ternyebelin yang pernah aku ketemuin tuh cuma V."

"Eh, nggak boleh ngomong gitu ah, Jin.", kata Jungkook.

"Iya, dia ngelarang kamu ngerokok berarti dia peduli sama kamu.", lanjut Hoseok.

Aku pun menjiwir telinga Hoseok. "Heh, kamu kan ngerokok juga, ngapain belain V segala?"

"Aku jadi makin penasaran sama sosok V ini.", kata Namjoon.

"Oh! Aku inget! V itu yang ketemu waktu di bandara itu, kan? Yang waktu pesawat kamu delay terus—"

"Iya, yang itu.", potongku.

"Emang pertama kali kenal dia di mana, sih? Lupa aku.", tanya Hoseok.

"Waktu kita ke Kuil Cheongpyeongsa.", jawabku. "Aku ketemu dia pas mau jajan sundae dan tteokbokki."

"Oh.. yang kamu berhasil make a wish di kuil itu, kan?!", seru Jungkook semangat. Lagian dia soal yang romantis-romantisan kok inget melulu, sih.

"Iya, yang itu.", jawabku ogah-ogahan.

"Eh, eh, tahu nggak. Dulu kan wish-nya Jin itu to find his T!", Jungkook semakin heboh. "Terus, malem harinya Jin ketemu sama Taeyong di coffee shop. Aiiih, jodoh.."

"Aku udah kenal sama Taeyong, aku ingin tahu tentang V.", sambung Namjoon.

Hoseok juga penasaran, "Iya, kapan kamu kenalan sama V kalau malemnya kamu ketemu Taeyong?"

"Siang menuju sorean gitu, lah. Aku bosen di hotel, kamu lagi merajuk gara-gara cowok gatel si Frans-frans itu,", kataku sambil menunjuk Jungkook yang cuma bisa menyengir. "Hoseok lagi bete gara-gara Frans dateng nyamperin kamu. Yoongi dimonopoli sama kamu. Yaudah aku jalan-jalan deket hotel terus nemu warung sundae."

"Terus?", seru mereka bertiga.

"Ya, di sana lah aku ketemu V. Dia habis dikerjain teman-teman kantornya yang dulu. Dia dibikin mabuk terus dimasukin bus menuju daerah tersebut tanpa dompet sama sekali. Di sakunya cuma dimasukin uang secukupnya buat ongkos pulang. Ada-ada aja, ya?"

"Terus?", seru mereka bertiga lagi, kompak banget, sih?

"Terus, kita lost contact. Aku pikir yaudah lah cuma kenal selewat aja. Eh, tahunya kita ketemu lagi di Jeju waktu ngurusin acara ajang pencarian Miss Korea Selatan itu. Abis itu lost contact lagi dan akhirnya kita berdua sekantor sekarang"

"Iiih, kok mirip When Harry Met Sally, ya?", cetus Jungkook si raja cerita romantis.

"Apaan, jelas-jelas kerjaan aku sama V itu berantem terus setiap hari, nggak ada romantis-romantisnya."

Terus kami semua terdiam, kembali ke camilan masing-masing. Kalau Jungkook sepertinya tidak bisa disebut camilan karena lebih mirip makanan kambing di mataku.

"Kamu punya CD-nya The Cardigans, Jin? Dikasih Taeyong, kan?", tanya Namjoon.

"Iya, kenapa?"

"Ntar pinjem, ya."

"Buat apa?"

"Ya didengerin, lah, Jin.. Gimana sih, kamu."

Ini anak memang tidak ada sopan-sopannya sama kakak sendiri. Seumur hidup dia, tidak pernah dia bilang hyung padaku semenjak dia duduk di bangku SMP.

"Oh, yaudah ntar ambil aja.", kataku sambil menyeruput kopiku. Tiba-tiba aku jadi teringat surprise yang disiapkan V pada malam ulang tahunku.

"Idih, apaan sih senyum-senyum sendiri kayak orang gila aja.", sembur Hoseok.

"Ah, nggak.. Aku cuma keingetan waktu kita di Jeju itu. Aku bete banget, kan. Udah lagi ulang tahun, terus ditinggal temen-temen, pesawat delay, pacar ngajak berantem terus.."

"Aku kan nggak maksud ninggalin kamu, Jin.. Dia nih yang bikin aku pingin pulang cepet-cepet!", kata Jungkook sambil mencubit pipi Hoseok.

"Whatever. Terus, disaat aku lagi super bete, V bikin aku seneng banget. Tahu nggak caranya gimana?"

Semua kompak geleng-geleng tapi terlihat excited.

"Jadi, waktu di bandara dia ngeh kalau aku suka banget ngeliatin bintang. Tapi, sayangnya malem itu nggak ada terlalu banyak bintang. Secara, langit memang lagi bermasalah malem itu. Terus, waktu Hoseok mau nitip koper, V yang masukin ke kamar aku karena kita berdua udah janjian mau makan-makan di restoran hotel. Akhirnya kita makan terus ngobrol sampai jam 3 pagi. Udah gitu, pas aku masuk kamar, V nyuruh aku matiin lampunya. Ternyata pas dia masukin koper, dia sekalian masang bintang-bintang glow in the dark di kamar aku."

Semua terdiam sampai terdengar suara mendesah, "So sweet..", itu sudah pasti suara Jungkook.

"Kamar hotel? Memangnya pihak hotel nggak marah kamarnya ditempel-tempelin gituan?", tanya Hoseok.

"Sebelum berangkat, aku ngabisin waktu sejam penuh buat ngelepasin bintang-bintang itu."

"Terus sekarang bintang-bintangnya ada di mana?", tanya Namjoon.

"Di kamar aku.", jawabku santai. "Kok jadi pada diem?"

Suasana awkward itu dipecahkan oleh Namjoon yang manggut-manggut terus berkata, "Iya, sweet."

"Hah, apaan sih kalian..", kataku sambil mengaduk-aduk kopiku yang tinggal sedikit.

"Huuuh, Jin ketemu Taeyong dan V di hari yang sama setelah dia make a wish ingin ketemu sama 'T'-nya.", ujar Jungkook dramatis. "Coba aja nama V bukan V, tapi T. Atau siapa tahu dia punya nama lainnya yang berawalan dari T. Atau, coba aja Jin nggak punya hobi aneh ngumpulin mantan berdasarkan alfabet. Coba aja—"

"Stop, stop, stop.", kataku menutup bibir Jungkook dengan telunjukku. "Kalian kok jadi pada lesu begini, sih? Sadar, woy, aku tuh bentar lagi nikah sama Taeyong. Kalian kok jadi kayak nggak rela aku nikah sama Taeyong, hm?"

"Bukannya nggak rela kamu sama Taeyong, tapi kelihatannya beda aja pas kamu nyeritain Taeyong sama V. Pas nyeritain V kamu tuh lebih banyak senyum dan ketawa, Jin. Aku jadi ngebayangin gimana kalau yang pacaran itu kamu sama V, bukan sama Taeyong."

Ucapan Hoseok membungkamku. Bagaimana jika hari itu aku hanya bertemu V, dan tidak bertemu Taeyong?

Bagaimana jika aku tidak memiliki list mantan yang absurd dan mencari seseorang berawalan huruf T agar dapat melengkapi obsesi gilaku itu?

Bagaimana kalau aku mendekati V pada sore itu dan tetap berhubungan intens setelahnya?

Bagaimana.. kalau yang sebentar lagi akan menjadi pasanganku itu V, bukannya Taeyong?

Apakah aku akan merasa lebih bahagia, atau tidak?


TBC


orul2's spot: haiiii maaf baru eksis lagi XD kemarin taejin emang kiss kiss tapi taenya pura-pura nggak terjadi apa-apa tuh? heheheheheheheeh *kabur sebelum diamuk masa*

aku mau ngasih tau nih alesan aku jarang nongol di ffn.. jadi.. i am pregnant guys XD karena hamil, kerjaan aku pun dikurangin sama bos. jadi kalau aku lagi santai dan ga kena morning sickness (walaupun aku lebih sering kena afternoon sickness), aku bisa buka buka ffn sebentar. jadi, begitulah. tolong dimaklum ya bumil yang satu ini, hehe. doain anak aku mirip member bts ya XD