DISCLAIMER : Idea Factory & Eiichiro Oda
SI SADIS-CHAN
DENGAN PLUTIA
''Tuan tikus...tunggu aku...'' terdengar ada suara mengantuk dari belakang tikus itu yang sedang berlari
Tikus yang sedang berlari itu kemudian berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, dia melihat ada seorang gadis kecil yang berlari begitu kesusahan dan terlihat kelelahan mengejarnya. Wanita itu sampai di depan tikus itu sambil menarik nafas karena kelelahan
Tikus itu merasa terganggu dengan gadis di depan nya yang terus mengejarnya dan berteriak kepada nya dari tadi.
''Huft Huft, itu tadi lelah sekali'' kata Plutia terlihat kelelahan
''Kenapa kau mengejarku, nyu'' kata tikus itu
''Hmm tuan tikus, kau terlihat begitu imut di lihat dari dekat'' kata Plutia melihat tikus itu
''Jangan memanggil tikus, nyu'' kata tikus itu kesal
''Tapi kau memang tikus'' kata Plutia
''Aku punya nama, namaku Warechu, nyu'' kata Warechu dengan tersenyum bangga
Plutia terlihat termenung mendengarkan nama Warechu yang sepertinya tidak cocok sama sekali dengan nya. Warechu hanya heran melihat Plutia terlihat memikirkan sesuatu tentang nya
''Ada apa? Kenapa kau melihatku seperti itu, nyu?'' tanya Warechu heran.
''Aku rasa nama mu itu tidak imut sama sekali'' kata Plutia begitu jujur dan juga polos.
''Jangan mengatakan seperti itu, aku ini tikus yang pemberani, nyu'' kata Warechu
''Hmmm apakah pakaianmu bisa di buka?'' tanya Plutia kepada Warechu
''Apa maksudmu pakaian? Ini adalah kulitku, nyu'' kata Warechu kesal
Plutia terlihat terdiam sambil melihat Warechu dengan tatapan menyelidiki dan kemudian terlihat memikirkan sesuatu yang aneh. Warechu terlihat heran melihat Plutia bersifat sepert itu.
''Kenapa kau, nyu?'' tanya Warechu
''Hmmmm itu sangat menjijikan'' kata Plutia dengan jujur
''Apa maksudmu, nyu?!'' tanya Warechu dengan kesal dan terlihat marah
''Ya kau tahu, tikus sering bermain di tempat kotor dan dia selalu saja di tinggal di selokan'' kata Plutia dengan terlihat merasa jijik
Warechu kemudian terlihat marah dan terlihat kesal kepada Plutia
''Terserah kau saja! Aku tidak mempunyai urusan dengan wanita lambat seperti mu nyu'' kata Warechu yang kemudian berlari dengan cepat
''Hey tunggu'' kata Plutia
Plutia kemudian mencoba untuk mengajar Warechu, Warechu melihat belakangnya dan kemudian kaget melihat Plutia terlihat bersikeras sekali mengejar dirinya. Warechu terus berlari akan tetapi terlihat kalau Plutia berusaha mengejar dirinya walaupun dia terlihat begitu kelelahan mengejar nya
Warechu kemudian berhenti berlari dan kemudian melihat ke arah Plutia dengan tatapan kesal karena terus mengejarnya dari tadi, Plutia terlihat menarik nafasnya karena kelelahan karena mengejarnya dari tadi
''Bisakah kau berhenti mengejarku?! Apakah kau memiliki kegiatan lain selain mengejarku?! nyu" kata Warechu dengan marah kepada Plutia
''Hmmm bisakah kau memberikan...hmmmmm..benda itu'' kata Plutia menunju ke cd yang pegang oleh Warechu
Warechu melihat benda itu dan kemudian melihat ke arah Plutia
''Tidak, aku tidak bisa melakukan itu. Dan lagian berhentilah mengejarkan, wanita bodoh, nyu'' kata Warechu mengejek Plutia
''Hey jangan mengatakan bodoh kepada orang lain'' kata Plutia terlihat marah kepada Warechu
''Aku tidak peduli, dan lagian teman-temanmu itu pasti akan mati, nyu'' kata Warechu
Plutia kemudian terlihat terkejut mendengarnya, mendengar kalau Neptune dan Noire akan mati, dia kemudian melihat ke arah Warechu dengan tatapan kesal
''Hey...jangan katakan itu, aku tidak akan membiarkan Neppy-chan dan Noire-chan mati'' kata Plutia terlihat kesal
''Terserah, lagian wanita tua itu sepertinya akan membunuh mereka segera, nyu'' kata Warechu masih saja mengejek Plutia
Plutia kemudian terlihat menutup mata nya dan berpikir dengan cukup keras
''Hmmmm mungkin tidak apa-apa jika aku marah sekarang...tapi Noire bilang aku harus jangan marah apa pun yang terjadi'' kata Plutia terlihat berbicara sendiri
''Sekarang gadis ini terlihat sudah gila dengan berbicara sendiri, aku tidak mau melakukan sesuatu yang kekerasan akan tetapi sepertinya gadis ini harus di beri pelajaran, nyu'' kata Warechu
Plutia terlihat masih saja berpikir dan kemudian membuka matanya dan kemudian tersenyum dengan percaya diri
''Baiklah, mungkin aku bisa melakukan nya untuk saat ini. Aku akan marah'' kata Plutia dengan tersenyum percaya diri.
Warechu hanya bingung melihat apa yang di katakan oleh gadis di depan nya ini. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa gadis di depan nya ini malah terlihat berbicara sendiri
''Baiklah, rasakan ini gadis aneh, nyu'' kata Warechu yang kemudian terlihat ingin memukul Plutia
Saat Warechu ingin mengenai Plutia, tiba-tiba saja muncul cahaya putih yang begitu terangnya sehingga Warechu mundur dan menutup mata nya karena cahaya itu begitu silau
''Apa ini? nyu'' tanya Warechu terlihat menahan mata nya
Warechu kemudian membuka matanya dan kemudian melihat ke arah depan nya
''Kau makhluk kecil yang begitu menjijikan'' terdengar sebuah suara wanita
''Siapa itu? nyu'' Warechu kemudian melihat di depan nya dan kemudian kaget melihat kalau ada wanita dewasa di depan nya. Dia mencari ada di mana Plutia akan tetapi dia sama sekali tidak melihat nya
''Siapa kau dan di mana gadis bodoh tadi? nyu'' tanya Warechu heran
''Mulutmu sepertinya perlu di beri pelajaran, sepertinya aku harus menginjak-injak mu'' kata wanita itu dengan tatapan sadis
''Tunggu! Apakah kau gadis tadi? Apakah kau CPU, nyu?!'' tanya Warechu dengan ketakutan
''Hmmm kau benar-benar makhluk yang berisik, baiklah saatnya hukuman'' kata wanita itu
Warechu sekarang terlihat benar-benar ketakutan sekarang melihat wanita itu
''Hyaaaaa!'' teriak Warechu dengan semua suara nya
DENGAN NEPTUNE DAN NOIRE
Terlihat sekarang kita bersama Neptune dan Noire yang terlihat dikalahkan oleh Arfoire dengan mudah nya dengan perubahaan nya, Arfoire melihat Neptune dan Noire sambil tersenyum dengan bangga karena berhasil mengalahkan mereka berdua.
''Hahahaha, kau lihat. Kalian tidak akan bisa mengalahkanku, aku lebih kuat dari pada sampah seperti kalian'' kata Arfoire dengan bangga
Neptune dan Noire terlihat di tanah sambil kelelahan karena melawan Arfoire dari tadi dan tetap saja mereka kalah karena perbedaan kekuatan yang begitu besar, Arfoire kemudian berjalan menuju ke arah Neptune
''Hmmm aku tidak tahu tapi sepertinya aku sangat membencimu'' kata Arfoire yang kemudian menendang Neptune
''Kyaaa!'' teriak Neptune kesakitan
''Neptune!'' teriak Noire terlihat khawatir dengan Neptune
''Hahahahaha kalian benar-benar begitu lemah dan berpikir kalian bisa mengalahkanku'' kata Arfoire dengan tawa nya yang menggema itu.
Noire kemudian mencoba untuk bangun namun kesulitan karena luka dan stamina nya sudah habis melawan Arfoire dari tadi, dia kemudian terlihat berharap kalau seseorang akan datang untuk membantu mereka namun siapa?
Noire berharap kalau Luffy akan datang ke sini untuk menolong mereka, Neptune terlihat ingin berdiri namun dia merasakan sakit di perutnya. Neptune terlihat mencoba untuk berdiri lagi akan tetapi terjatuh lagi
''Baiklah, sepertinya ini adalah akhir kalian'' kata Arfoire terlihat akan melempar tombak ke arah Neptune
Neptune benar-benar panik sekarang karena tombak itu akan menyerangnya dan akan menusuknya, Noire khawatir sekarang melihat tombak itu yang akan menusuk Neptune
''Yang benar saja, bagaimana bisa protagonis akan mati secepat ini'' kata Neptune terlihat panik sekarang
Saat Arfoire melempar tombak nya dan ingin mengenai Neptune tapi kemudian terlihat di tahan oleh sebuah serangan pedang sehingga tombak itu terlihat tidak mengenai Neptune.
Ctang!
Semua orang terlihat kaget terutama Neptune karena sepertinya dia selamat dari serangan tadi entah di bantu oleh siapa
''Hmmm sepertinya aku tidak bisa melakukan itu'' kata seorang wanita dengan suara yang terlihat mengancam
''Siapa disana?!'' tanya Arfoire
Kemudian terlihat muncul seorang wanita yang memakai pakaian berwarna hitam dan juga ungu, dia berambut panjang ungu gelap, bermata ungu dan juga terlihat memegang makhluk yang seperti tikus yang terlihat habis di hajar. Neptune kaget melihat wanita itu
''Siapa kau?'' tanya Arfoire
''Hmmmm langsung pada intinya, kau memang wanita yang tidak sabaran ya, aku ingin tahu apakah kau tidak sabar untuk aku memukul bokongmu dengan cambuk besi'' kata wanita itu sambil tersenyum sadis
''Woah, siapa ini? Apakah dia villain baru? Yang benar saja! Kenapa bisa ada villain baru di saat seperti ini'' kata Neptune terlihat tambah panik melihat wanita itu walaupun dia sudah selamat dari serangan tadi.
''Kenapa kau berubah, Plutia?'' tanya Noire dengan terlihat depresi
''Oh benar, dimana Plutia? Apakah dia sudah pergi? Ya itu bagus karena dia terlalu lembek untuk mengalahkan wanita tua ini. Selamat jalan teman, semoga kau mendapatkan hidup yang baik...tunggu, Plutia!'' teriak Neptune kemudian sadar
''Hmmm kenapa kau mengatakan itu, Noire, apakah kau tidak senang aku menolongmu ataukah kau lebih senang tombak itu menusuk Neppy-chan?'' tanya wanita itu yang sebenarnya adalah Plutia
Neptune kaget menyadari sesuatu yaitu adalah kalau wanita yang terlihat sadis ini adalah Plutia yang memiliki sifat mengantuk, lembut dan juga sering tersenyum dengan lembut namun sekarang terlihat dia tersenyum dengan tatapan sadis seperti ini membuat nya merasa terkejut.
''Tunggu, Plutia! Apakah itu perubahan HDD mu? Aku tahu setiap CPU saat berubah menjadi mode HDD nya akan berubah sifat nya dengan drastis akan tetapi ini di level yang berbeda!'' kata Neptune dengan terkejut sekali
''Apakah kau CPU Planeptune?'' tanya Arfoire
''Ya, aku terkejut mengetahui kalau wanita pucat sepertimu sepertinya memiliki pengetahuan yang tinggi, aku pikir kau hanya wanita pucat berpikiran pendek. Aku adalah CPU Planeptune, Iris Heart'' Iris Heart tersenyum dengan sadis melihat Arfoire
''Hemm kau sepertinya memiliki rasa percaya diri yang tinggi ya'' kata Arfoire melihat Iris Heart
''Ya begitulah, dan kau memiliki sepertinya bukanlah wanita yang baik, atau bisa di bilang seperti pelacur'' kata Iris Heart
''Woah bahasa nya begitu vulgar sekali, apakah ini benar-benar cocok untuk pembaca muda kita?'' tanya Neptune
Arfoire terlihat hanya terdiam saja mendengar perkataan dari Iris Heart yang begitu tajam menghina nya. Iris Heart kemudian melihat ke arah Neptune dan juga Noire yang benar-benar di hajar habis-habisan
''Ohhhh sayangku Noire, kenapa kau bisa di hajar seperti itu? Bukankah kau ingin menjadi CPU? Menjadi CPU itu tidak boleh lemah sepertimu'' kata Iris Heart tersenyum ke arah Noire
''Diamlah, kau selalu saja seperti itu'' kata Noire terlihat kesal dan frustasi juga mendengarnya
''Hey apakah kalian akan berdiskusi tentang kematian kalian?'' tanya Arfoire dengan tersenyum
''Diamlah, pelacur pucat sepertimu bisakah diam sebentar, aku sedang berbicara dengan dua gadis yang lembek dan lemah ini'' kata Iris Heart dengan marah melihat Arfoire
Arfoire hanya terdiam saja mendengar perkataan dari Iris Heart, Iris Heart kemudian melihat ke arah Neptune dan Noire lagi
''Aku punya sesuatu untuk kalian~'' kata Iris Heart yang kemudian menunjukan dua CD
''Itukan...Hmm apa ya, aku lupa?'' kata Neptune
''CPU Memory!'' teriak Noire
''Nah itu'' kata Neptune
''Ya, seperti yang kalian lihat aku memilikinya'' kata Iris Heart
Neptune dan Noire terlihat senang sekali sekarang, mereka tidak tahu kalau mereka akhirnya akan menjadi CPU yang sudah tujuan mereka dari tadi.
''Berikan kepadaku!'' kata Noire
''Ya berikan-berikan!"' kata Neptune
''Oh baiklah, tapi setiap sesuatu pasti akan memiliki imbalan kan?'' kata Iris Heart menggoda mereka berdua
Noire terdiam karena ini akan sangat buruk sekali jika mereka salah bicara karena itu akan berakibat fatal kepada mereka berdua. Neptune terlihat bingung dengan perkataan dari Iris Heart yang ingin imbalan
''Imbalan? Hmmmmmmm apakah kau mau tubuhku? Ohhhhh kau begitu nakal sekali Plutia tapi jika kau mau, aku tidak keberatan hehehehe'' kata Neptune terlihat malah bercanda
''Bodoh! Kau seharusnya tidak bercanda saat ini, semua hal yang berbau bercanda tidak akan berefek kepada Plutia saat ini'' kata Noire terlihat kesal
''Apa? Apakah maksudmu dia akan benar-benar melakukan nya?'' tanya Neptune sekarang mulai ketakutan
Iris Heart terlihat berpikir tentang ini dan kemudian tersenyum ke arah Neptune
''Baiklah, aku rasa itu tidak terlalu buruk juga'' kata Iris Heart
Neptune merinding membayangkan apa yang akan dia lakukan kepada dirinya itu, Iris Heart kemudian melihat ke arah Noire berpikir apa yang akan menjadi imbalan bagi nya
''Jadi Noire? Apakah kau mau CD ini?'' tanya Iris Heart
''Hmmmmm'' Noire terlihat bingung untuk melakukan apa
''Oh jadi kau tidak mau... kalau begitu aku akan menghancurkan CD ini dengan hancur lebur tanpa ada bekas lagi dan kemudian kau akan mencari benda ini selama satu abad lagi'' kata Iris Heart
''Tunggu!'' cegah Noire
''Apa? Apakah kau mengatakan sesuatu?'' tanya Iris Heart
''Grrrrrrrrrrr baiklah, aku akan melakukan satu hal yang kau mau'' kata Noire
Neptune terlihat kagum dengan Noire yang merasa tidak mau mengatakan itu tapi sepertinya dia memaksakan itu. Iris Heart terlihat tersenyum mendengar perkataan dari Noire
''Baiklah, aku akan meminta sesuatu kepadamu suatu saat nanti'' kata Iris Heart. ''Ambilah'' kata Iris Heart melempar CD itu kepada Neptune dan Noire
Neptune dan Noire melompat bersama-sama mengambil CD itu sebelum CD itu jatuh ke tanah dan kemudian rusak, mereka berhasil mendapatkan kedua CD itu masing-masing. Neptune dan Noire benar-benar begitu senang.
''Akhirnya, aku akan menjadi CPU!" kata Noire dengan senang sekali
''Baiklah, aku duluan Noire'' kata Neptune yang terlihat akan berubah
''Hey aku semestinya yang duluan'' kata Noire
Neptune dan Noire terlihat bertengkar satu sama lain ingin berubah duluan, sedangkan Iris Heart kemudian berbalik dan kemudian melihat Arfoire
''Maaf sudah menunggu lama, kau penjahat yang memiliki sopan santun ternyata karena menunggu kami'' kata Iris Heart
''Ya itu tidak masalah, aku tidak bermasalah membiarkan kalian berbicara satu sama lain karena setelah ini adalah kematian kalian'' kata Arfoire dengan cukup sombong
Arfoire kemudian melihat ke arah Neptune dan Noire yang terlihat masih berkelahi kecil menentukan siapa yang akan berubah duluan.
''Hmmmmmm kalian benar-benar naif, apakah kalian tahu kalau CPU Memory itu tidak cocok dengan pengguna nya maka dia akan menjadi monster'' kata Arfoire dengan tersenyum
''Ah jika itu terjadi aku akan melakukan apa yang akan aku lakukan'' kata Iris Heart
Noire sekarang terlihat terdiam dan memikirkan apa yang di katakan oleh Arfoire tadi, apakah dia akan menjadi monster, jika dia akan menjadi monster maka semua impian nya menjadi CPU akan sia-sia di tambah dia akan hidup sebagai monster selama nya.
''Aku duluan Noire'' kata Neptune
''Apa? Sudah aku bilang aku duluan'' kata Noire yang kemudian terlihat menggenggam CD itu dengan keras dan kemudian tubuh mereka bercahaya.
''Tidak mungkin! CD itu beraksi kepada mereka berdua?!'' kaget Arfoire melihat mereka berdua bercahaya
''Seperti yang kuduga dari mereka berdua'' kata Iris Heart terlihat tersenyum melihat mereka berdua.
Setelah cahaya menghilang, terlihat kalau ada dua orang wanita dewasa. Yang satu adalah wanita cantik berambut pink panjang memakai pakaian hitam, dia terlihat memegang pedang dan satu lagi terlihat kalau yang satunya terlihat adalah wanita cantik juga dengan memakai pakaian hitam juga namun berambut putih.
Mereka berdua terlihat tersenyum dengan senang melihat perubahaan mereka
''Oh akhirnya...akhirnya...akhirnya aku menjadi CPU!'' kata Noire dengan senang
''Aku kembali lagi'' kata Neptune dengan suara dewasa nya sambil terlihat tersenyum senang
Iris Heart hanya tersenyum melihat mereka berdua sedangkan Arfoire hanya terdam melihat mereka berdua
''Baiklah, sepertinya kematian kalian akan segera datang'' kata Arfoire yang kemudian menyiapkan tombak nya
''Kau ingin melawan kami bertiga? Jangan remehkan kami'' kata Noire dengan terlihat angkuh sekarang
''Dengan begini aku bisa bertarung dengan serius'' kata Purple Heart
Ketiga CPU itu kemudian terlihat melihat Arfoire yang akan menyerang mereka, Arfoire melempar tombak itu ke arah mereka bertiga, Noire dan Neptune terlihat menghindari serangan dari Arfoire itu dengan menghindari ke samping.
Namun Iris Heart terlihat melompat ke atas dan kemudian mengeluarkan pedang nya dan mencoba untuk menyerang Arfoire
Ctang!
Pedang Iris Heart dan tombak Arfoire terlihat beradu satu sama lain dan terlihat ada suara gesekan dari percikan di senjata mereka berdua
''Kau cukup kuat juga'' kata Arfoire melihat Iris Heart
''Ah kau sepertinya sekarang terlihat mulai memuji musuhmu, bersiap-siaplah untuk menjaga tubuhmu itu sebelum terkena sayatan pedangku'' kata Iris Heart
Arfoire mundur ke belakang dengan cepatnya dan menembakan bulu putih kepada Iris Heart, Iris Heart terlihat menangkis semua serangan itu dengan pedang nya dan kemudian maju ke depan dengan begitu cepatnya. Pedang Iris Heart tiba-tiba saja terlihat berubah menjadi seperti tombak.
Arfoire kaget melihat pedang Iris Heart dan kemudian menangkis tebasan Iris Heart akan tetapi terlihat kalau pedang Iris Heart terlihat menyerangnya dari belakang karena bentuk nya yang sekarang berbentuk cambuk. Arfoire menghindari serangan dari Iris Heart dengan terbang ke atas akan tetapi terlihat kalau Noire sudah ada di atas nya
''Kau terlalu naif'' kata Noire terlihat mengejek
Noire dengan cepat terlihat menebas Arfoire dengan pedang nya, Arfoire jatuh ke bawah dan kaget melihat Neptune/Purple Heart akan menyerang Arfoire dari bawah. Purple Heart kemudian menggunakan pedangnya dan kemudian menebas salah satu sayap Arfoire hingga putus, Arfoire mencoba menyerang balik Purple Heart namun Netpune sepertinya benar-benar ahli dalam bertarung sekarang
''Woah-woah, kau sepertinya sudah putus asa. Aku berharap kalau tidak mati dulu untuk mendapatkan hadiah ku nanti'' kata Iris Heart dengan tersenyum sadis
Iris Heart kemudian mencabuk Arfoire dengan pedang nya dengan begitu cepatnya, Arfoire merasakan kesakitan walaupun pedang itu terlihat mencambuk dengan pelan akan tetapi rasa sakitnya sepertinya di cambuk begitu kuat sekali
Arfoire kemudian melempar tombak nya ke arah Iris Heart, Iris Heart dengan mudah nya terlihat menghindari serangan dari Arfoire dan terlihat kalau Noire sudah ada di depan nya
''Rasakan ini'' kata Noire yang kemudian mencoba menebas Arfoire akan tetapi di tangkis oleh Arfoire dengan tombak nya yang lain
Purple Heart menyerang Arfoire dari belakang dengan pedang nya dan berhasil menebas punggung Arfoire dengan begitu kuat. Arfoire merasakan kesakitan dan kemudian terbang ke atas namun terlihat di atas ada Iris Heart yang terbang sambil tersenyum ke arah nya
''Hah, kau sepertinya kesulitan sekarang'' kata Iris Heart yang kemudian menyerang Arfoire dari atas dengan pedangnya
Arfoire terjatuh ke bawah dengan begitu cepat nya dan kemudian menabrak tanah dan terlihat kesakitan, Iris Heart kemudian masih ada di udara dan terlihat duduk dengan tempat duduk buatan nya sambil tersenyum sadis melihat Arfoire yang sepertinya tidak berdaya lagi untuk melawan mereka bertiga
''SIal, aku tidak tahu kalau aku akan di hajar seperti ini'' kata Arfoire dengan terlihat kesakitan karena di serang habis-habisan.
''Hahahahaha, kau lihat. Kau sekarang yang terlihat lemah sekali'' kata Noire dengan bangga karena sudah berhasil menghajar Arfoire yang sudah menghajar mereka berdua tadi.
''Kau lihat, kau sepertinya akan kalah, Arfoire'' kata Purple Heart terlihat tersenyum karena mereka sepertinya akan menang
Arfoire hanya terdiam saja dan terlihat kesakitan karena di hajar oleh mereka bertiga, Arfoire tersenyum karena mereka bertiga tidak tahu kalau ada satu tombak di belakang mereka bertiga, Arfoire kemudian menarik tombak itu dan terlihat akan menusuk mereka bertiga sekaligus.
Namun tiba-tiba saja ada seseorang dengan cepat sekali menuju ke arah ketiga CPU itu dan kemudian memegang tombak itu sehingga terlihat tombak itu tidak menusuk mereka bertiga. Orang itu adalah Luffy yang akhirnya sampai untuk bertemu dengan mereka berdua, Luffy melihat kalau Neptune sepertinya sudah menjadi CPU lagi karena memakai mode HDD nya
''Akhirnya aku sampai'' kata Luffy dengan tersenyum lebar
''Luffy-bro!'' kata Neptune/Purple Heart melihat Luffy
''Oh kau sudah menjadi CPU lagi, Nepun'' kata Luffy dengan tersenyum senang melihat Neptune
Luffy kemudian melihat kalau ada dua orang yang salah satu nya dia sepertinya kenal, yang satu terlihat berambut berwarna putih dan memakai pakaian putih, Luffy berpikir kalau orang ini adalah Noire
''Apakah kau Noire?'' tanya Luffy
''Oh kau mengenalku rupanya walaupun aku sudah memakai mode Goddess ku'' kata Noire tersenyum melihat Luffy
Luffy kemudian melihat satu orang lagi yang tidak dia kenal, dia memakai pakaian berwarna ungu dan hitam, dia berambut panjang berwarna ungu gelap, bermata ungu dan terlihat memegang pedang yang terlihat seperti cambuk.
''Hmmmm siapa kau?'' tanya Luffy heran
Iris Heart hanya tersenyum karena akhirnya Luffy sampai di tempat mereka setelah berpisah karena reruntuhan saat itu.
''Ara, kau sepertinya tidak mengenalku. Monkey-chan~'' kata Iris Heart tersenyum sadis melihat Luffy
Luffy hanya merasa merinding dengan tatapan wanita di depan nya itu, tatapan nya benar-benar berbeda dengan tatapan Noire dan Neptune yang terlihat senang melihatnya datang.
''Hmm sial, jadi dia adalah sang pengikut CPU itu. Aku tidak tahu kalau dia akan datang di saat seperti ini'' kata Arfoire yang terlihat ingin mundur dulu. ''Aku tidak akan melupakan ini!'' kata Arfoire marah
Arfoire kemudian terbang membawa Warechu yang sepertinya terlihat tidak sadarkan diri karena sudah di apakan oleh Iris Heart. Mereka berdua pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun, para CPU hanya melihat mereka pergi hanya tersenyum
''Hahahaha lihatlah pencundang itu'' kata Noire dengan angkuh sekarang
''Apakah kita tidak seharusnya menangkap mereka dan mengintrogasinya?'' tanya Purple Heart
''Itu tidak perlu, menyiksa orang sepertinya akan sangat membosankan. Dan mengintrogasi adalah sesuatu yang sangat tidak aku suka'' kata Iris Heart dengan tersenyum merasa tidak perlu melakukan itu
Purple Heart hanya mendesah pasrah mendengar perkataan dari Plutia yang sama sekali berbeda sebelum dia berubah menjadi mode HDD nya. Neptune kemudian melihat ke arah Luffy yang hanya bingung karena sepertinya dia terlambat untuk bertarung
''Apakah aku terlambat?'' tanya Luffy menggaruk belakang kepala nya tidak gatal.
''Ya tapi kau menolong kami bertiga'' kata Purple Heart
''Oh itu tidak masalah, shishishishi'' tawa Luffy dengan tawa khas nya
Iris Heart hanya tersenyum melihat Luffy, melihat senyum nya itu walaupun dia menatap nya dengan senyuman sadis, Noire dan Neptune terlihat merasa curiga sekarang memikirkan apa yang akan di lakukan oleh Plutia kepada Luffy
''Oh, sebenarnya kau ini siapa?'' tanya Luffy lagi kepada Iris Heart
''Hmmmmm dia adalah Plutia, Luffy-bro'' kata Neptune menjelaskan
Luffy memproses apa yang di katakan oleh Neptune tadi dan kemudian kaget, dia melihat kalau Plutia yang semestinya pendek dan tersenyum dengan ramah sekarang marah terlihat seperti wanita dewasa dengan senyuman sadis dan terlihat menatap dirinya sekarang dengan tatapan seperti ada mau
''Hmmm Monkey-chan, kemana saja kau?'' tanya Iris Heart
Luffy menelan ludah nya mendengar Plutia bertanya kepada nya
''Tentu saja aku mencari jalan untuk kesini'' jawab Luffy
Iris Heart hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari Luffy, Iris Heart kemudian melihat ke arah Neptune dan Noire
''Terima kasih juga untukmu, Plutia'' kata Neptune
''Hmmm jangan terlalu melebihkan seperti itu, lagi pula kau pasti akan menuruti janjimu kan'' kata Iris Heart
Neptune dan Noire terlihat pucat sekarang melihat kalau mereka lupa berjanji kepada Plutia, Luffy hanya bingung melihat Neptune dan Noire terlihat ketakutan karena sesuatu yang begitu mengerikan.
''Hmmm aku rasa kita harus menepati janji itu, Noire'' kata Neptune
''Cih'' kata Noire terlihat memiliki perasaan yang mengerikan
Luffy hanya bingung melihat mereka berdua yang sepertinya akan mengalami sesuatu yang buruk sekali.
''Baiklah, sepertinya kita harus kembali. Bukankah kau lapar, Monkey-chan?'' tanya Iris Heart melihat kearah Luffy
Luffy yang mendengar perkataan dari Plutia terlihat tersenyum
''Ya benar, aku sangat lapar sekali. Apakah kau bisa memasak, Plut?'' tanya Luffy
Neptune dan Noire terlihat merasa kesal melihat Luffy seharusnya tidak mengatakan itu kepada Plutia di saat mode HDD nya, karena sesuatu yang di minta akan di kabulkan oleh Plutia dengan balasan yang tentu nya tidak enak.
''Oh kau memintaku? Apakah kau akan memakan apa yang aku masak?'' tanya Iris Heart
''Tentu saja, lagian Neptune dan Noire pasti akan menyukai semua masakan yang kau buat'' kata Luffy
Neptune dan Noire terlihat kaget dan terlihat kesal karena mereka malah di masukan dalam hal masakan ini, Noire sudah tahu kalau Plutia tidak bisa memasak
''Oh begitukah, apakah begitu?'' tanya Iris Heart kepada Neptune dan Noire
''Hmmmmmmmm ya seperti itulah'' kata Purple Heart terlihat gugup
Iris Heart tersenyum mendengar perkataan dari Neptune
''Baiklah, kalian akan memakan masakanku apa pun yang terjadi'' kata Iris Heart
Neptune dan Noire hanya bisa pucat lagi setelah mendapat dua hal sial dan berbahaya lagi hari ini
''Saatnya pulang'' kata Iris Heart terlihat tersenyum
DI BASILICOM PLUTIA
''Baiklah Neppy, saatnya melakukan apa yang kau katakan tadi'' kata Plutia terlihat bersiap-siap melakukan sesuatu kepada Neptune
''Baiklah Plutie, aku akan melakukan apa yang telah aku janjikan'' kata Neptune terlihat pasrah
''Cyaaa!''
Terlihat kalau Plutia menggosok punggung Neptune dengan spons dengan lembut, Neptune terlihat malah keenakan saat Plutia menggosok punggungnya.
Mereka terlihat sekarang ada di kamar mandi Plutia dan terlihat mandi bersama, Plutia terlihat membilas Neptune dengan air dan menggosok punggungnya, sedangkan Noire terlihat ada di belakang Plutia menggosok punggung Plutia
''Kenapa aku harus melakukan ini'' kata Noire terlihat cemberut karena melakukan hal ini tapi dia terlihat senang karena mereka tidak melakukan sesuatu yang mengerikan.
''Rasakan ini, air dingin'' kata Plutia terlihat menyiram Neptune dengan air dingin
''Hyaaa dingin!'' kata Neptune terlihat merasakan air dingin.
Plutia hanya tersenyum melihat Neptune merasakan kedinginan, Noire hanya merasakan kesal karena dia harus mengosok punggung Plutia dengan pelan-pelan sedangkan mereka berdua terlihat bermain bersama satu sama lain di depan nya
''Apakah sudah selesai?'' tanya Noire terlihat kesal
''Boooooo kau harus menggosok punggungku hingga bersih'' kata Plutia
''Apa? Yang benar saja, tubuhmu sudah bersih dari tadi'' kata Noire kesal
''Sampai berkilau'' kata Plutia
Noire hanya menyerah dan menggosok kembali punggung Noire
''Baiklah Neppy, saatnya menggosok di bagian ketiak'' kata Plutia terlihat menggosok bagian ketiak Neptune
Neptune terlihat merasa geli saat Plutia menggusuk bagian ketiak nya
''Hahahahahaha itu geli, Plutia'' kata Neptune dengan terlihat tertawa dengan terbaha-bahak.
Plutia terus menggosok ketiak Neptune dengan cepat dan lembut sehingga Neptune merasa geli. Mereka terlihat bermain di kamar mandi dengan riang
''Baiklah, saatnya berendam'' kata Plutia
''Aku rasa ini adalah hal yang buruk'' kata Noire merasakan kalau air itu sepertinya dingin.
''Hyaaa!'' teriak Plutia lompat masuk ke dalam bak mandi membawa Noire dan Neptune.
Neptune dan Noire kaget dan kemudian masuk ke dalam bak mandi yang besar itu sehingga sanggup menampung mereka semua. Dan benar saja, Noire merasakan air itu begitu dingin sekali, Neptune juga merasakan air itu begitu dingin sekali.
''Air ini dingin sekali'' kata Neptune
Di sebelah mereka terlihat ada kamar mandi pria, terlihat Luffy sedang bingung menatap shampo dan sabun karena dia begitu bingung untuk menggunakan yang mana, dia adalah orang yang jarang mandi, dia mandi seminggu sekali.
''Aku tidak terlalu yakin untuk menggunakan yang mana, bagaimana kalau yang ini'' kata Luffy terlihat mengambil sebuah shampo
Luffy mencoba untuk membaca tulisan yang ada di shampo itu, karena dia tidak terlalu bisa membaca sehingga dia tidak peduli. Dia kemudian menaruh semua shampo ke dalam bak mandinya dan kemudian menaruh semua sabun ke dalam.
Luffy mengaduk-aduk air di dalam bak mandi nya sehingga busa menjadi menumpuk karena shampo dan sabun itu, Luffy tersenyum melihat busa terus menumpuk di bak mandi nya sehingga dia terlihat kaget melihat busa itu semakin besar dan besar sehingga Luffy terlihat panik
''Woah busa nya semakin besar'' kata Luffy terlihat kaget
Kamar mandi Luffy kemudian di penuhi oleh busa yang begitu banyak sekali sehingga membuat Luffy di timbun oleh semua busa itu. Neptune, Noire dan Plutia melihat ke atas melihat kalau ada banyak sekali busa dari kamar mandi Luffy.
''Apa yang di lakukan oleh orang itu?'' tanya Noire heran.
''Sepertinya Luffy-bro melakukan hal yang bodoh lagi'' kata Neptune
''Hmmmm apakah dia tidak apa-apa?'' tanya Plutia
Luffy terlihat tertimbun dan kemudian terlihat mencoba untuk naik ke atas untuk meminta pertolongan kepada Neptune dan yang lain nya. Luffy berhasil naik ke atas dan melihat Neptune dan yang lain nya dari atas.
''Hey bisakah kalian membantuku?'' pinta Luffy
Noire yang merasakan kalau Luffy melihat mereka kemudian cepat mengambil sabun dan melemparnya ke arah Luffy sehingga Luffy terkena lemparan itu, Luffy terjatuh ke bawah dan menuju ke arah bak mandi nya
''Dasar bodoh!'' teriak Noire
Neptune terbengong melihat apa yang di lakukan oleh Luffy sedangkan Plutia terlihat hanya tersenyum saja.
Mereka pun selesai mandi dan terlihat sudah bersih dan juga berkilauan dan terlihat segar
''Wow, itu cukup menyenangkan'' kata Neptune
Luffy terlihat hanya murung, dia sekarang terlihat bersih dan wangi sekali karena memakai shampo dan sabun begitu banyak sekali.
''Kau wangi sekali, Luf-kun'' kata Plutia
''Tentu saja, dia memakai banyak sekali sabun dan shampo tadi'' kata Noire
Luffy hanya diam saja mendengar mereka semua.
''Neptune-san! Kemarilah!'' kemudian terdengar suara Histoire yang memanggil Neptune
''Apakah itu suara Histy?'' tanya Neptune
''Ya kau benar, tapi Histy mengatakan kalau dia butuh beberapa hari untuk bersambung, itu artinya'' mereka semua terlihat menyadari sesuatu
''Ayo kita harus menemui Histy'' kata Neptune yang kemudian berlari menuju ke ruangan Plutia
Luffy dan kedua CPU lain nya kemudian mengikuti Neptune dari belakang
Mereka semua kemudian sudah sampai di ruangan Plutia dan kemudian melihat ke arah Histoire yang terlihat sudah bisa bergerak dan berbicara
''Ada apa Histy?'' tanya Neptune
''Sudah tersambung, aku sudah tersambung dengan Histoire di dimensimu'' kata Histoire
''Oh benarkah, aku ingin berbicara dengan nya'' kata Neptune
''Tenanglah, aku akan membuat nya menjadi layar agar kau bisa melihatnya'' kata Histoire
Terlihat ada layar cukup besar muncul di depan Neptune dan yang lain nya
''Halo, Histoire! Apakah kau ada disana?'' panggil Neptune
''Oh Neptune-san, kau benar-benar Neptune-san'' kata Histoire dari dimensi Neptune
''Oh benar, ini aku Neptune sang protagonis sejati'' kata Neptune
''Senangnya, sudah kuduga kalau kau terlempat ke dimensi lain'' kata Histoire
''Benar, kau sangat benar. Apakah kau tahu untuk memulangkan kami'' kata Neptune
Noire dan Plutia kaget melihat kalau ternyata Neptune dan Luffy tidak berbohong kalau mereka berasal dari dimensi lain.
''Jadi ternyata dia tidak bohong'' kata Noire
''Dan lagi Histy di sana ternyata lebih besar'' kata Plutia
''Luffy-san juga ada disana? Sudah kuduga juga'' kata Histoire
Histoire kemudian mencoba untuk memberitahu bagaimana cara untuk memulangkan mereka akan tetapi terlihat tidak tahu, di saat dia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja muncul Nepgear yang terlihat ingin melihat kakak perempuan nya
''Hey Nepgear-san, jangan langsung menggeserku seperti itu'' kata Histoire kesal
''Kakak, apakah itu kau...apakah kau disana?!'' tanya Nepgear
''Aku disini Nep-jr, tenanglah'' kata Neptune
''Aku pikir kau meninggalkan ku lagi '' kata Nepgear terlihat sedih
''Tenang saja, aku akan kembali'' kata Neptune
Nepgear terlihat tenang sekarang, dia tidak mau kakak nya menghilang lagi dan dia akan di tinggalkan sendirian. Nepgear kemudian melihat kalau ada Luffy juga di sana
''Luffy-san, kau juga ada disana'' kata Nepgear
''Oh hey Gear'' kata Luffy terlihat mengambil makanan
Noire hanya terdiam melihat Luffy seenaknya saja memakan makanan Plutia, sedangkan Plutia hanya terdiam sambil tersenyum saja melihat Luffy.
Nepgear terlihat senang melihat mereka berdua baik-baik saja, kemudian tiba-tiba saja layar terlihat di ambil oleh Ram yang terlihat ingin melihat Neptune
''Jadi benar kalau mereka berdua terjebak di dimensi lain'' kata Ram melihat Neptune dari layar itu
''Hey ini sempit'' kata Nepgear
''Aku juga mau lihat'' kata Rom
''Hey aku juga, tunggu. Apakah itu kakak ku?'' tanya Uni melihat kalau ada Noire di dimensi itu
Nepgear terlihat kesulitan untuk melihat kakak nya sekarang
''Hey jika kau pulang nanti, tolong belikan satu keranjang permen yang enak'' kata Ram
''Dan juga buku bergambar'' kata Rom
''Jika aku kesana berarti aku akan mempunyai dua kakak'' kata Uni melihat Noire di sana
Histoire benar-benar kesal karena melihat semua CPU Candidate ini ingin melihat Neptune, tiba-tiba saja terlihat mereka ingin melihat satu sama lain sehingga kamera nya terlihat berputar -putar dan kemudian buffering
''Apa? Apa yang terjadi? Histy, apakah koneksi nya di sana bagus ?'' tanya Neptune
''Huft huft akhirnya'' kata Histoire muncul lagi di layar
''Apa yang terjadi?'' tanya Luffy heran
''Mereka begitu mengesalkan, aku mengunci mereka di ruangan lain'' kata Histoire
''Woah itu cukup bagus'' kata Luffy
''Dengar Neptune-san, aku akan mencari cara untuk memulangka kalian jadi aku mohon untuk tunggu sebentar'' kata Histoire
''Apa, yang benar saja'' kata Neptune
''Baiklah, sampai jumpa lagi'' kata Histoire yang kemudian mematikan komunikasi
''Tunggu, Histy, jangan lari dari tanggung jawabmu'' kata Neptune kesal
Luffy hanya tersenyum saja karena sepertinya dia bisa tinggal disini dan mendapatkan makanan gratis, dan dia juga tidak akan pernah di marahi oleh Histoire di sana lagi karena sudah menghabiskan makanan.
Neptune hanya kesal dan kemudian mendesah pasrah melihat situasi ini yang begitu rumit dan juga butuh proses.
''Dia mematikan koneksi'' kata Histoire
''Dasar dia itu , di saat aku membutuhkanya dia malah menghilang'' kata Neptune
''Tenanglah, dia pasti punya jalan'' kata Histoire kecil
''Oh semangatlah Neppy, seperti Luf-kun'' kata Plutia
Luffy hanya terlihat terdiam saja
''Ya dia memang selalu seperti itu'' kata Neptune
Neptune kemudian tersenyum lagi dan kemudian melihat mereka berdua
''Baiklah, aku akan bersemangat lagi dan lagian menunggu tidak terlalu masalah besar'' kata Neptune
''Yeah, itu baru Neppy'' kata Plutia
''Kita bisa bermain bersama, Luffy, Plut dan si tsundere Noire'' kata Neptune
''Hey, jangan panggil aku itu'' kata Noire kesal
''Kenapa? Bukankah kau memang begitu'' kata Neptune
''Apakah berarti kita tidak berteman?'' tanya Luffy
''Oh kalau itu tentu saja kita berteman'' kata Noire terlihat pipinya memerah karena senang memiliki teman
''Nah itu dia'' kata Neptune melihat Noire
Mereka bertiga terlihat tertawa melihat Noire dan Noire hanya mendesah pasrah
''Dengan begini kita bisa hidup selama nya'' kata Plutia
Neptune kemudian melihat ke arah Luffy
''Hey Luffy-bro, tidakah kau bosan selalu makan, minum dan tidur selama ratusan tahun?'' tanya Neptune
Noire dan Plutia kemudian kaget mendengar perkataan dari Neptune tadi
''Apa maksudnya, ratusan tahun?'' tanya Noire
''Oh aku sepertinya harus menceritakan ini'' kata Neptune
Luffy hanya terdiam melihat mereka berdua bingung dan kemudian melihat dirinya
BERSAMBUNG
Akhir bab
Di bab ini Plutia akhirnya berubah menjadi sang Sadis-sama, Iris Heart-sama :V. Ya mungkin hanya sedikik obrolan mereka namun di masa depan akan terjadi sesuatu yang menarik dengan Luffy.
Di bab berikut akan skip time selama tiga tahun sama seperti di canon game yaitu skip tiga tahun Neptune dan Luffy tinggal di dimensi Plutia dan tentu saja Noire akan membangun Nation nya karena sudah menjadi CPU.
Saatnya membalas Review
Austintristan16: 1. Yup dia bisa karena menggunakan CPU Memory
2. Tidak juga, Luffy abadi dalam umur saja yaitu kemudaan, dia akan tetap
selama nya
3. Ya sedikit, di Neptunia game mereka memiliki hubungan sedikit
Permintaan: Saya tidak terlalu tahu dengan anime olahraga :V
Roronoa Sayyid: Oke bro :V
Terima kasih yang sudah review dan juga baca , jangan lupa untuk tinggalkan Review
Salam Author
