Hey! I'm not a Little Boy anymore!

.

By : Kimmy

.

Cho Kyuhyun (N), Cho Donghae (N), Cho Siwon (N), Cho Hankyung (N), Lee Sungmin (Y)

.

Genderswitch

.

Romance, Brothership, Comedy -maybe-

.

.

.

.

.

.

.

PART 13

.

"…Oppa?" Sungmin berucap pelan.

Laki-laki tampan itu melirik Sungmin dan tersenyum. "Annyeong, Sungmin ah."

.

.

.

-0o0-

.

.

.

"Donghae oppa?"

Donghae menghampiri Sungmin. "Kau tidak apa-apa?" tanya Donghae.

Sungmin menggeleng. "Gomapseumnida." Sungmin membungkuk dan tersenyum.

"Jangan terlalu formal seperti itu. Kita kan' sudah kenal" kata Donghae mengelus pelan lengan Sungmin. Kemudian Donghae beralih melirik orang lain yang ada di belakang Sungmin. "Kalian semua tidak apa-apa?" tanya Donghae.

"Appa. Appa luka parah" ucap Taemin menangis.

Donghae mengangguk. "Tenang. Aku akan telepon ambulan sekarang." Kata Donghae. Ia bergerak sangat cepat dan tanggap. Ia merogoh ponselnya dan mulai menekan tombol 911 dan hendak menelpon ambulan. Tapi tiba-tiba seseorang dari belakang menginterupsinya.

"Aku sudah menelpon ambulan dan polisi, hyung" Ucap seseorang di belakang. "Mereka sudah dalam perjalanan ke sini"

Donghae terhenti. Sungmin menoleh, begitu juga dengan Jonghyun. Jonghyun dan Sungmin sangat hafal dengan suara itu. Keduanya tidak asing lagi dengan suara seorang Cho Kyuhyun. Si laki-laki bertudung itu kemudian melepas tudungnya dan terlihat ia memakai sebuah kupluk hitam, kupluk yang selalu dipakainya ke sekolah.

"Omo! Kyuhyun ah?!" Jonghyun terbelalak kaget. Ia menghampiri Kyuhyun dan melihat perawakan Kyuhyun dari atas sampai bawah kemudian ke atas lagi. "Kau… yang melawan preman ini?" tunjuknya pada preman yang terbaring lemah dan berusaha bangkit. "Menghajar mereka, memukul mereka, seperti Ip man? Kau bisa berkelahi?" Rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Jonghyun.

Kyuhyun dan Donghae yang mendengarnya hanya tertawa. Donghae menggeleng kepalanya pelan. Rupanya benar ucapan Kyuhyun, teman-teman sekolahnya selalu menganggap Kyuhyun lemah selama ini.

"Tentu saja. Aku bisa berkelahi." Kyuhyun kini percaya diri.

"Ya~ meotjoyo!" Jonghyun memuji Kyuhyun keren. Ia menepuk-nepuk bahu Kyuhyun lalu kedua laki-laki itu tertawa bersama.

Sesaat ketika mereka sedang bercakap-cakap, muncul tiga orang petugas keamanan yang menghampiri mereka. Donghae menjelaskan aksi kejahatan yang dilakukan oleh preman-preman itu dan menyuruh petugas keamanan membawa mereka ke kantor agar mereka tidak kabur saat menunggu kedatangan polisi ke TKP. Ketiga preman bertato itu akhirnya di bawa oleh petugas keamanan hingga suasana taman kembali bersahabat seperti biasanya.

Kyuhyun yang berdiri di antara Donghae dan Jonghyun pun menepuk pundak Jonghyun pelan. "Ah, ini hyungku." Kata Kyuhyun memperkenalkan Donghae. "Hyung, ini teman sekelasku, Jonghyun." Lalu Kyuhyun berbalik memperkenalkan Jonghyun pada Donghae.

"Jonghyun imnida" kata Jonghyun bersalaman sambil membungkuk.

"Donghae." Jawab laki-laki tampan itu singkat. "I know you"

"Jinjjayo?"

"Yeah, he talks a lot about you" canda Donghae. Hal itu membuat Jonghyun malu seketika. Rupanya Kyuhyun sering membicarakan Jonghyun yang jahil dan jahat pada Kyuhyun dahulu.

Mendengar hal itu, Jonghyun pun tersenyum damai pada Donghae dan memukul punggung Kyuhyun dari belakang untuk memperingatkan. Kyuhyun hanya menahan tawanya dengan mulut yang ditutup ketika melihat wajah Jonghyun seketika takut pada Donghae.

"Sambil menunggu ambulan, kita bawa ajusshi ini ke mobilku. Aku punya kotak P3K." kata Donghae menghampiri appa Taemin.

Taemin pun mengangguk. Donghae mengangkat lengan appa Taemin dan menaruhnya di bahunya. Ia mencoba membantu laki-laki yang lemah itu. Kemudian Donghae melirik Kyuhyun dan Sungmin yang masih bertatapan tanpa berbicara apa-apa. Ini kesempatan bagus yang bisa Kyuhyun pakai untuk berbicara dengan Sungmin. Donghae pun beralih menatap Jonghyun.

"Jonghyun ah, bantu aku."

"Siap, hyung!" Jonghyun menaikkan tangan kanannya di dahi seperti memberi hormat. Ia yang takut pada Donghae hanya bisa mengikuti perintah laki-laki berotot itu.

Jonghyun dan Donghae membopong bersama-sama appa Taemin sementara dari belakangnya Taemin dan Key mengikuti mereka. Tinggalah tersisa Kyuhyun dan Sungmin di tempat itu. Sungmin tidak bergerak dari tempatnya, ia bahkan tidak berbicara apa-apa dan tidak menatap ke arah lain selain menatap Kyuhyun.

Hal yang sama dilakukan Kyuhyun. Ia sangat merindukan gadis cantik dihadapannya ini. Tapi ia tidak mungkin melompat memeluk Sungmin saat ini karena itu akan membuatnya malu setengah mati, belum lagi suasana taman yang ramai.

"Annyeong, noona" ucap Kyuhyun mencoba mencairkan suasana mereka.

Sungmin tidak menjawab. Tapi mata itu juga tidak lepas dari Kyuhyun. Sudah sangat lama ia menunggu waktu untuk bisa bertemu Kyuhyun dan saat ini keberuntungan ada padanya. Kyuhyun ada di hadapan matanya.

"Kau tidak terluka, kan'?" tanya Kyuhyun.

Sungmin lagi-lagi tidak menjawab.

Sesaat Kyuhyun berpikir, 'Kenapa Sungmin noona diam saja?' wajah Sungmin benar-benar datar tanpa ekspresi apa-apa. Hal itu membuat Kyuhyun kebingungan. "Noona, kau baik-baik saj-"

PLAK!

"Aww!"

Omo! Sebuah tamparan tiba-tiba melayang di pipi kanan Kyuhyun. Laki-laki itu terkejut dengan sikap Sungmin yang tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba menamparnya. 'Mwoya ige?!' Ia menjerit dalam hati. Padahal eksprektasinya adalah Sungmin memeluknya dengan penuh rindu dan sayang. Nyatanya, ia malah mendapat tamparan hangat dari Sungmin.

"Noo-na…" Kyuhyun sedikit ragu berucap.

"Kau ke mana saja?" Akhirnya Sungmin angkat bicara setelah lama terdiam.

Kyuhyun yang tengah memegang pipi kanannya itu menarik nafas dan menghelanya. "A-aku…" Kyuhyun menunduk. Ia tau sikapnya salah selama ini karena menghindari Sungmin. "Mianhaeyo."

Sungmin tidak berucap apa-apa mendengar kata maaf dari Kyuhyun. Sungmin sama sekali tidak marah dan tidak memerlukan permintaan maaf Kyuhyun. Ia bahkan terlampau senang melihat wajah Kyuhyun yang dirindukannya. Sungmin kini tak kuasa membendung air matanya dan air mata itu mengalir tiba-tiba dari mata Sungmin.

"Hiks…"

"Omo! Noona, uljima." Kyuhyun seketika panik. 'Apa Sungmin noona benar-benar kesal padaku sampai ia menangis?'

Kyuhyun memegang lengan Sungmin dan mengelusnya. Ia berusaha untuk menenangkan Sungmin tetapi yang terjadi Sungmin malah semakin menangis keras.

"Hueee!"

Entah apa yang terjadi dalam diri Sungmin. Kyuhyun sendiri bingung. Perasaan yang Sungmin rasakan saat ini adalah senang, rindu, bahagia, haru, kesal, sedih dan lega. Ia lega, penantiannya untuk bertemu Kyuhyun akhirnya berakhir.

"N-Noona, aish aku malu." Kyuhyun sedikit berbisik pada Sungmin saat beberapa orang yang melintasi mereka memperhatikan dan saling berbisik.

"Hueee! Kau ke mana saja?" Ucapan yang sama dilontarkan Sungmin sambil menangis dan menunduk.

Kyuhyun melihat orang-orang semakin menatapnya sinis. Di pagi hari yang cerah ini bisa-bisanya ada laki-laki yang membuat gadis cantik menangis, di tempat umum pula. Kyuhyun pun kehilangan ide untuk menenangkan Sungmin. Akhirnya ia menaruh tangannya di belakang kepala Sungmin yang tertunduk. Ia mendorong kepala gadis itu untuk menempel di dadanya agar suara tangis Sungmin sedikit mereda.

Sungmin seketika terdiam. Ia tidak lagi –berpura-pura– menangis ketika merasakan kepalanya menyentuh dada Kyuhyun. Dari jarak sedekat itu, Sungmin pun bisa merasakan dada Kyuhyun yang berdebar.

'Uljima, jebal.' Kyuhyun dalam hati berucap.

Seketika keduanya sama-sama terdiam dan tenggelam di pikiran masing-masing. Tangan Kyuhyun masih mengelus kepala Sungmin sementara Sungmin tidak bergerak dari tempatnya. Ia nyaman kepalanya bersandar pada dada Kyuhyun.

"Mi-mianhaeyo. Aku memang sengaja melakukan ini semua." Kyuhyun memecahkan keheningan di antara mereka.

"Mwo?" Sungmin mengerutkan dahi. Kini ia mengangkat kepalanya dan sedikit mendorong Kyuhyun dengan kedua tangannya.

"A-anu, maksudku…"

BUK!

"Aw!" Kyuhyun merasakan Sungmin memukul dadanya dengan tangan kanan yang dikepal. "Tunggu dulu. Aku jelaskan dulu."

"Sengaja kau bilang?"

"I-iya. Eh, maksudku, tidak." Kata Kyuhyun mengangguk kemudian menggeleng.

BUK!

"Ah!" lagi-lagi Kyuhyun dapat pukulan di dadanya dan kini dari tangan kiri Sungmin.

Habis sudah ia mendapat kejutan selamat pagi dan salam pertemuan dari Sungmin karena hari ini ia mendapat tiga pukulan sekaligus. Pertama tamparan Sungmin di pipinya kemudian kedua dan ketiga adalah pukulan tangan kanan dan kiri Sungmin di dadanya.

"Dengarkan aku dulu." Ia memohon meminta Sungmin mendengarkannya.

Sungmin akhirnya diam. Tidak menjawab dan tidak mengelak.

"Aku tidak pernah bermaksud untuk menghindar." Kata Kyuhyun. "Aku ingin membuat diriku menjadi lebih baik agar kau tidak malu lagi berjalan dengan orang culun sepertiku." Ucapnya.

Sungmin menaikkan alisnya tidak mengerti.

Kemudian Kyuhyun membuka jaketnya. Ia memakai sebuah kaos putih polos pendek dan kemudian mengikatkan jaket itu di pinggangnya. Sungmin terdiam. Ada yang berubah dari Kyuhyun. Bahu laki-laki itu kini tidak sekurus dahulu. Bahunya sedikit berisi dan tubuhnya pun lebih tegap. Kyuhyun juga membuka kupluknya dan memperlihatkan rambutnya yang pendek spiky kecoklatan.

Sungmin terpana melihatnya. Jangankan Sungmin, Heechul dan Bummie saja merasa jatuh cinta pada calon adik iparnya itu ketika melihat tatanan rambut Kyuhyun yang baru. Rambut itu membuat Kyuhyun tampak lebih fresh dan dewasa. Sungmin menatapi wajah Kyuhyun dan rambut laki-laki itu bergantian. Tidak ada yang bisa Sungmin katakan selain 'tampan'. Ia sangat tampan sekarang. Ia berbeda dari Kyuhyun dahulu yang culun dengan pipi chubby dan rambut mangkuknya.

"Bagaimana, menurutmu?" tanya Kyuhyun tersenyum. "Aku sudah tidak seperti anak kecil lagi, kan'?" tanyanya memiringkan kepala.

Sungmin tidak bisa berkata apa-apa. Ia menaruh tangan kanan dan kirinya di wajah Kyuhyun dan menikmati pemandangan indah di depannya. Kyuhyunnya yang dahulu kini berubah menjadi sosok baru yang lebih dewasa dan tampan.

"Iiih!"

"Aaw!"

Kyuhyun mengira Sungmin akan langsung memeluknya dan memuji dirinya, tapi lagi-lagi berbeda dari ekspektasi. Sungmin malah mencubit kedua pipi Kyuhyun dengan gemas. Meski penampilannya berubah, tapi pipi chubby itu masih tetap ada, apalagi ketika Kyuhyun tersenyum. Sungmin yang gemas pun mencubit pipi Kyuhyun.

"Aih, noona." Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin di pipinya.

Tiba-tiba muncul tawa dari mulut Sungmin. Wajah gadis itu kini berubah senang. "Hahaha… kau masih chubby seperti dulu" kata Sungmin.

"Aish, kukira kau akan menyebutku tampan." Kyuhyun sedikit kecewa.

Sungmin tersenyum miring. "Tapi kau tampan, Kyu."

"Jinjjayo?"

"Tapi aku kesal. Kau menghilang begitu saja" kata Sungmin.

"Aku kan' sudah minta maaf" kata Kyuhyun.

Sungmin pun luluh. Ia tidak ingin lama-lama berpura-pura marah pada laki-laki yang sangat dirindukannya itu. "Araseo, aku tidak marah" jawab Sungmin tersenyum.

'Syukurlah!' Kyuhyun berteriak girang. Akhirnya ia bisa melihat tawa Sungmin lagi.

Ia benar-benar merindukan tawa itu. Kyuhyun pun menyadari, mungkin ini adalah rasa cinta yang pernah dikatakan oleh Donghae beberapa waktu lalu. 'Ketika kita melihat seseorang tersenyum pada kita dan untuk kita, lalu hati ini berdebar-debar dibuatnya. Itu adalah cinta, Kyu.'

"Tapi tunggu, kau tidak takut dimarahi di sekolah karena mengubah warna rambutmu jadi coklat?" tanya Sungmin.

"Ini karena Heechul noona dan Bummie noona. Sebenarnya aku tidak mau rambutku berwarna coklat" jelasnya. "Karena itu setiap hari aku harus pakai kupluk."

"Jadi, kau pakai kupluk karena rambutmu? Bukan karena penyakit kanker otak?"

"Mwoya?!" Kyuhyun jelas terbelalak kaget. "Kau jahat sekali menyebutku seperti itu, noona" ucapnya sedih.

"Tapi teman-teman sekelasmu menyangka kau mengidap kanker otak karena kau selalu pakai kupluk"

Inilah penjelasan yang masuk akal. Kyuhyun akhirnya tau mengapa semua teman-teman sekelasnya berubah menjadi baik dan perhatian padanya akhir-akhir ini. Gosip kanker otak itu cukup membuatnya terkejut sekaligu marah karena dirinya merasa sehat dan tidak berpenyakit sama sekali. Kyuhyun pun mengepalkan tangannya dan mengingat Jonghyun. Ia pasti yang membuat gossip seperti itu.

"Ini pasti ulah Jonghyun." Kyuhyun marah.

"Anio. Bukan Jonghyun yang menyebarkan gossip itu." Kata Sungmin. "Jonghyun malah tidak percaya kau berpenyakit, Kyu." Kata Sungmin.

"Lalu siapa? Aih, noona. Aku tidak mau disangka mengidap penyakit kanker otak"

"Mollayo" Sungmin mengangkat bahunya dengan polos. "Sudahlah, yang penting kenyataannya kau baik-baik saja, kan'? Aku senang melihatmu seperti ini." Sungmin tersenyum meredakan amarah Kyuhyun.

"Kalau begitu aku akan buktikan besok pada semua teman-temanku." Gumam Kyuhyun kesal.

.

.

.

-0o0-

.

.

.

KRIIIING!

Bel masuk pelajaran pertama pun berbunyi. Semua anak sudah siap di atas meja dengan tubuh tegapnya di pagi hari menanti guru yang datang. Tapi percayalah, tubuh tegap mereka itu semakin lama akan semakin membungkuk apalagi jika waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore nanti.

Kyuhyun masih dengan kupluk hitamnya dan melihat sekitarnya. Ia menatapi satu persatu anak-anak kelas. Sesekali ada yang masih berbincang-bincang. Adapula yang mencuri-curi kesempatan melirik Kyuhyun yang wajahnya terlihat pucat. Padahal mereka tidak menyadari bahwa kulit putih Kyuhyun memang pucat. Mereka semua seakan memandang Kyuhyun dengan iba.

'Benar kata Sungmin noona. Mereka semua menatapku seperti orang yang berpenyakit. Sial! Siapa yang menyebarkan gossip bodoh itu?' Kyuhyun mulai kesal dalam hatinya.

"Kyuhyun ah," tiba-tiba seseorang memanggilnya dari sebelah kiri. Kyuhyun menoleh pada Jonghyun. "Kau kenapa?" Sejak tadi Jonghyun melihat wajah Kyuhyun yang kesal sambil menatapi setiap anak di kelasnya.

Kyuhyun menggeleng. Ia pun menyandarkan tubuhnya pada kursi. "Ah, pagi ini gerah sekali." Ucapnya memulai aksi pembelaan diri dari gossip kanker otak.

Tanpa memikirkan konsekuensi yang akan diterimanya, Kyuhyun pun membuka jas almamaternya. Ia memakai sebuah kemeja sekolah berlengan pendek yang memperlihatkan lengannya yang sedikit berotot. Kemudian ia menggaruk kepalanya yang ada dibalik kupluk dan membuka kupluk itu dengan cepat. Seketika orang-orang di kelasnya terbelalak kaget, begitu pula dengan Jonghyun. Ada yang sempat menutup mata karena takut melihat kepala Kyuhyun yang botak. Tapi ternyata perkiraan mereka salah besar.

Tiba-tiba saja waktu seperti berhenti. Semua mata tertuju pada Kyuhyun. Pelajar perempuan di kelas Kyuhyun malah membuka mulut mereka lebar-lebar ketika menyadari betapa tampannya Kyuhyun saat ini, seperti bukan Cho Kyuhyun yang mereka kenal.

"Omo! Dia…"

"Ternyata..."

"Tampan sekali!"

Pelajar wanita kini mulai berbisik membicarakan Kyuhyun, sementara para pelajar laki-laki saling mengerutkan dahi heran. Mana kepala botak Kyuhyun? Padahal mereka sudah memasang wajah iba pada Kyuhyun. Nyatanya Kyuhyun masih punya rambut dan bahkan tatanan rambutnya sangat modis di antara yang lain.

"Ya~ Kyuhyun ah, kau ternyata tidak botak?" Seorang siswa yang blak-blakan pun angkat bicara.

"Ya! Apa selama ini kalian pikir aku berpenyakit, eoh?" Kyuhyun berteriak dalam kelas hingga membuat mereka semua terdiam.

Kyuhyun merasa dirinya lebih kuat saat ini. Dengan penuh percaya diri ia pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke depan kelas. Ia berdiri di mimbar guru yang selalu ditempati oleh setiap guru yang mengajar. Kyuhyun memperhatikan anak-anak kelasnya satu persatu dengan tatapan sinis.

"Siapa bilang aku mengidap penyakit kanker otak?" Kyuhyun menantang mereka semua. "Siapapun yang menyebarkan gossip itu, kau akan rasakan akibatnya. Kau tidak tau berhadapan dengan siapa, eoh?" Kyuhyun yang dulu sudah tiada, saat ini di hadapan mereka ada sosok Kyuhyun baru yang lebih tegas dan lebih berani.

"Kalian tidak tau siapa aku?!"

"Cho Kyuhyun!"

Tiba-tiba semua pandangan beralih ke pintu masuk. Kyuhyun terbelalak kaget melihat seorang guru wanita yang hendak mengajar fisika itu berdiri di depan pintu kelasnya. Guru itu sempat terkejut melihat aksi Kyuhyun di depan kelas yang berlagak seperti ketua kelas, padahal selama ini ia sangat tertutup dan tidak pernah banyak tingkah.

"Apa-apaan kau ini?!" guru itu memarahi Kyuhyun.

'Omo! Jieun seonsaengnim?!' Kyuhyun mulai panik dalam hati.

Selain karena tingkahnya yang sok tegas di depan kelas, guru fisika bernama Jieun itu juga menegur Kyuhyun karena ternyata ada anak muridnya yang berani melanggar aturan sekolah, yaitu mewarnai rambut selain warna hitam.

"Annyeong haseyo, seonsaengnim" Kyuhyun turun dari mimbar itu dan membungkuk Sembilan puluh derajat.

"Berteriak di depan kelas. Tidak pakai almamater sekolah. Mengecat rambut dengan warna coklat. Kau artis, eoh?" Kini Jieun seonsaengnim yang memarahi Kyuhyun.

"A-anu. Saya minta maaf, seonsaengnim."

"Ikut aku ke ruang guru!"

'Omo! Eotteoke?!' gumamnya.

Meski kini Kyuhyun lebih berani dan lebih kuat, tapi nyalinya kembali menciut seperti dahulu jika berurusan dengan hukum dan peraturan sekolah. Akhirnya mimpi buruk yang selama ini tidak ia inginkan itu terjadi. Kyuhyun pun menyadari cepat atau lambat rambutnya yang coklat itu akan menjerumuskan dirinya ke dalam hukuman.

.

.

.

Sore harinya.

Ada sesuatu yang di lapangan basket sekolah sore ini. Suasana lapangan yang sepi itu baru saja dipakai oleh anak-anak basket untuk berlatih, dan ketika waktu menunjukkan pukul lima, mereka semua membubarkan diri. Inilah waktu yang ditunggu oleh Kyuhyun.

Akibat ulahnya tadi pagi di depan kelas, ia ketahuan mengecat rambutnya dengan warna coklat dan ia pun di sidang oleh beberapa guru di ruang guru. Mental Kyuhyun sangat jatuh ketika mendapat omelan dan nasehat dari para guru, namun sebagai orang yang menganggap dirinya dewasa, Kyuhyun harus menerima kesalahannya. Ia juga harus pasrah menjalani hukuman yang diberikan padanya. Hukuman apa itu? Selama kurun waktu satu bulan, Kyuhyun harus rutin membersihkan lapangan basket, membersihkan taman belakang sekolah, dan membantu petugas kantin membagikan menjual makanan pada para pelajar. Hukuman itu disepakati oleh semua guru, mereka ingin memberi pelajaran agar pelajar ini tidak main-main dengan aturan sekolah.

'Padahal aku anak yang rajin. Hukuman ini berat sekali!' Kyuhyun sempat mengeluhkan hal itu dalam hati. Namun palu sudah diketuk tiga kali dan mau tidak mau Kyuhyun harus menurut. Ia lebih baik diberi hukuman di sekolah daripada harus diberi SP dan harus mendatangkan orang tuanya yang sedang berada di luar negri itu.

Di lapangan basket.

Kyuhyun tampak sedang membersihkan daerah pinggir lapangan dengan menyapukan daun-daun yang berguguran. Ia melepaskan dasinya dan membiarkan kemeja putihnya keluar. Penampilan Kyuhyun benar-benar berantakan sekarang, belum lagi rambutnya yang spiky kini dikelilingi oleh keringat.

"Aih, cape…" Kyuhyun berjongkok. Jadwal pertamanya adalah membersihkan lapangan basket. Besok membersihkan taman belakang dan besoknya lagi membantu petugas di kantin. Hal itu terus berlanjut selama satu bulan ke depan.

Ia mengelap keringatnya dengan punggung tangan. Beberapa pelajar perempuan dan laki-laki yang melewati lapangan basket melihat Kyuhyun dan berbisik membicarakan laki-laki itu. Kebanyakan dari pelajar perempuan membicarakan tentang ketampanan Kyuhyun, tapi ketika melihat apa yang sedang Kyuhyun lakukan, mereka jadi menertawakannya.

"Eomma… Wookie noona…" Naluri anak kecilnya kembali muncul ketika ia merasa malu dan ingin lari dari kenyataan. Ia menunduk karena kesal ditertawakan. "Eotteoke!" gumamnya.

'Aku tidak boleh malu. Aku ini kan' kuat, masa begini saja menyerah' Kyuhyun pun berdiri dan berusaha menyemangati dirinya sendiri dalam hati.

Ketika ia melihat sekitar lapangan basket, ia melihat beberapa bola basket yang berceceran. Ia pun berjalan ke tengah lapang dan memunguti bola itu satu persatu untuk dibereskan.

Tapi sedetik kemudian Kyuhyun melirik bola basket dan menenggak menatap ring yang ada di hadapannya. Kyuhyun berpikir, bermain sebentar tidak apa-apa kan'? pikirnya nakal. Saat sedang giat dilatih boxing dan olahraga oleh Donghae dan Hankyung, Kyuhyun jadi mengenal beberapa teknik bermain sepak bola dan basket. Ia pun tertarik pada olahraga itu.

Kyuhyun mulai mendrible bola basket dari ujung lapangan kemudian berlari menghampiri ring. Kyuhyun melompat dan memasukkan bola itu. Shoot! Dengan satu tembakan, bola itu masuk sempurna ke dalam ring.

"Yeay!" Kyuhyun berteriak girang.

Ia pun kembali mengambil bola basket itu dan kembali memainkannya. Kyuhyun mencoba beberapa teknik mendrible yang pernah diajarkan Donghae waktu itu. Ia memindahkan bola ke depan dan belakang tubuhnya melalui bawah kakinya. Kemudian Kyuhyun berlari dan lagi-lagi melompat ke ring. Shoot! Bola itu masuk lagi dengan mudah.

"Yohooo!" Kyuhyun mengangkat tangannya senang.

Aksi Kyuhyun yang bermain sendirian di tengah lapangan basket itu seketika menyita perhatian orang-orang yang berlalu. Mereka kebanyakan adalah anak-anak ekskul yang masih aktif di sekolah meski waktu belajar sudah selesai. Mereka melihat Kyuhyun yang menikmati permainan basketnya. Setiap kali Kyuhyun memasukkan bola ke dalam ring, bola itu selalu saja masuk. Lemparan Kyuhyun dari jarak satu meter pun bisa membuat bola itu masuk.

Beberapa menit kemudian, semakin banyak orang yang memperhatikannya, bahkan orang-orang di lantai dua dan tiga pun ikut melihat ke bawah lapangan basket. Mereka sempat bertanya-tanya sendiri, 'siapa laki-laki itu?' karena sebelumnya Kyuhyun tidak pernah dikenal banyak orang.

Shoot!

"yes!"

"Wohoo!" tiba-tiba sorakan beberapa perempuan di sudut kanan dan kirinya mengagetkan Kyuhyun.

Laki-laki yang semakin berkeringat karena terik matahari sore itu mengerutkan dahi heran. Sejak kapan orang-orang memperhatikannya bermain? Namun disisi lain ia senang karena mendapat sorakan dan dukungan dari orang-orang, terutama para pelajar perempuan yang bertepuk tangan dengan girang.

Sesaat kemudian,

Para pelajar kelas tiga pun keluar dari kelas mereka. Waktu yang dipakai mereka untuk belajar di sekolah lebih lama dari kelas satu dan dua sebab anak-anak kelas tiga akan berhadapan dengan ujian kelulusan.

Sungmin dan Key keluar dari kelas mereka yang berada di lantai dua sambil membawa beberapa buku pemantapan yang tebal. Wajah kedua gadis itu terlihat lelah karena seharian penuh sudah dijejali pelajaran. Tapi kemudian keduanya melihat orang-orang yang tengah berkerumun di setiap sisi lorong sambil melihat ke lapangan basket.

"Ada apa ini?" Key mengerutkan dahi bingung.

Sementara Sungmin hanya mengangkat bahunya tidak tau.

Kedua gadis itu penasaran dan akhirnya ikut melihat ke bawah lapangan. Apa yang sedang anak-anak lain lihat di bawah sana? Sungmin sedikit terbelalak kaget ketika mendapati Kyuhyun tengah memainkan basket seorang diri dengan kemeja yang kancingnya dibuka dan memperlihatkan kaos putih polos sebagai dalaman kemeja sekolahnya. Rambut kecoklatan laki-laki itu seperti terguyur oleh keringat. Nafasnya pun terengah-engah setiap kali berhasil memasukkan bola basket.

Yang membuat Sungmin semakin heran adalah sorakan para pelajar perempuan yang berada di lantai dua dan tiga serta di lantai dasar. Kenapa mereka meneriaki Kyuhyun? Sungmin kebingungan. Dalam sekejap, Kyuhyun seperti menjadi idola sekolah karena banyak orang yang menyorakinya.

"Itu Kyuhyun, kan'?" Key mengerutkan dahi bingung. "Sedang apa dia di bawah sana?"

"Mollayo" Sungmin menggeleng pelan.

Ketika semua pelajar perempuan tengah menyoraki Kyuhyun dengan antusias, seorang guru perempuan datang. Ialah Jieun seonsaengnim yang pertama kali memberi hukuman pada Kyuhyun.

"Ya! Ya! Apa-apaan ini?!" Jieun berteriak sambil berjalan ke tengah lapang. "Cho Kyuhyun, cepat selesaikan tugasmu!" perintah Jieun, kemudian ia menatapi anak-anak yang sedang menonton Kyuhyun. "Semuanya bubar! Pulang ke rumah masing-masing!" teriaknya galak.

Kyuhyun yang ketakutan pun akhirnya membungkuk sopan pada gurunya lalu memunguti bola basket satu persatu untuk di taruh di ruang olahraga. Sementara para pelajar yang tadi menyukai Kyuhyun langsung membubarkan diri dengan perasaan kecewa. Mereka sangat menikmati pemandangan si tampan yang bermain basket, tapi sayangnya permainan itu harus selesai karena dibubarkan oleh guru.

Key menggeleng. "Galak sekali dia. Padahal Kyuhyun hanya bermain basket" kata Key. Ia pun melirik Sungmin dan terheran karena Sungmin sedang tertawa. "Kenapa kau tertawa, Sungmin ah?"

"A-anio. Hehe… tidak apa-apa" kata Sungmin. "Aku pulang dulu, Key. Sampai jumpa besok." Tanpa bicara apa-apa, Sungmin langsung melesat pergi meninggalkan Key.

Gadis itu berlari ke bawah tangga untuk pergi menemui Kyuhyun di bawah. Kini orang-orang yang menonton sudah membubarkan diri mereka, namun perbincangan mengenai si tampan yang bermain basket itu masih berlanjut. Karena kedatangan Jieun seonsaengnim tadi, mereka jadi tau bahwa nama laki-laki itu adalah Cho Kyuhyun.

Sungmin berjalan menelusuri lorong dan melihat Kyuhyun keluar dari ruang olahraga. Ia baru saja merapikan bola basket dan kini ia mengambil sapu taman untuk di taruh di gudang. Sungmin tersenyum dan berlari pada Kyuhyun.

"Ya! Apa-apaan kau ini? Cho Kyuhyun! Cepat selesaikan tugasmu!" teriak Sungmin yang mengikuti logat guru galak yang tadi memarahi Kyuhyun.

Kyuhyun membalikkan badan dan melihat kehadiran Sungmin. Ia pun ikut tertawa. "Mwoya, noona?" Kyuhyun terkekeh.

Sungmin menggeleng pelan sambil menaruh kedua tangan di pinggang. "Kau pasti kena marah karena rambutmu diwarnai coklat." Tebak Sungmin.

Kyuhyun menaruh sapu taman di gudang kemudian menutup pintu gudang itu. Ia pun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. "N-ne." Kyuhyun malu mengakui kesalahannya di depan Sungmin.

Sungmin tertawa kecil. "Kau ini nakal, Kyu."

"T-tapi aku tidak sepenuhnya salah. Ini karena noona-noona-ku."

"Araseo, tapi tetap saja kau yang harus menanggung akibatnya."

"Gwaenchanhayo. Aku kan' sekarang kuat. Kalau hanya menyapu lapangan basket saja aku mampu." Kyuhyun melipat tangannya dengan percaya diri.

Lagi-lagi hal itu membuat Sungmin tertawa.

"Aku sudah selesai dengan hukumanku." Ucap Kyuhyun. Ia pun melirik Sungmin dengan penuh arti. "Kau mau pulang, noona?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk.

"Maksudku, denganku?"

Sungmin lagi-lagi mengangguk. "Tapi kau harus cuci muka dulu, Kyu. Wajahmu kusut." Canda Sungmin.

Mendengar hal itu Kyuhyun pun mengusap wajahnya dengan kaos putih yang dipakainya. Ia malu ketika Sungmin mengucapkan hal itu.

"Aku bercanda, Kyu." Sungmin tidak kuat melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang malu. "Kajja. Kita pulang bersama."

Ini yang dirindukan Sungmin dan Kyuhyun. Sudah lama mereka tidak pulang bersama. Mereka selalu punya topic menarik untuk diperbincangkan setiap kali keduanya pulang bersama. Kyuhyun juga sudah berubah, tidak kaku seperti dulu untuk pulang sendiri, jadi ia berniat untuk mengantar Sungmin sampai ke rumahnya setelah itu baru ia pulang sendiri ke rumahnya.

.

.

.

-0o0-

.

.

.

Malam hari.

"Hahaha!"

Kyuhyun sangat benci mendengar tawa itu. Ia kesal lalu melemparkan sebuah bantal kecil pada wajah Donghae yang tengah tertawa sambil memegang sebuah mainan mobilnya yang mahal.

"Ya! Tidak sopan kau!" Donghae marah ketika Kyuhyun mulai berani melemparnya dengan bantal.

"Diam, hyung. Aku kan' sedang dapat musibah" kata Kyuhyun.

"Kau bilang saja kalau ini semua keinginan Heechul dan Bummie, jadi kau tidak disalahkan oleh guru-gurumu."

"Aku sudah bilang begitu. Tapi percuma saja mereka tidak mau tau." Kyuhyun menekuk bibirnya. "Daripada aku diberi SP lebih baik aku meminta hukuman di sekolah saja."

"Dan sekarang kau seperti malah jadi pembantu sekolah, Kyu. Hahaha…" Hankyung tidak kalah semangat untuk menertawakan Kyuhyun.

Pemandangan ini sangat berbeda dari biasanya, bukan? Yup. Setelah dua bulan menjalani training ketat dan banyak bergaul dengan para hyungnya, Kyuhyun kini berubah menjadi sosok Kyuhyun yang baru. Kyuhyun yang sudah tidak takut lagi dengan semua kejahilan Donghae, Kyuhyun yang sudah membuang jauh-jauh sifat manjanya pada Wookie, dan Kyuhyun yang baru adalah Kyuhyun yang akrab dengan ketiga hyungnya.

Si bungsu itu tidak perlu lagi segan masuk ke kamar Donghae, Hankyung ataupun Siwon. Donghae bahkan membuka pintu kamarnya lebar-lebar pada Kyuhyun kapanpun. Di saat Kyuhyun sedang bosan atau sedang ingin berkeluh kesal, ia akan datang pada Donghae. Seperti yang malam ini ia lakukan. Beres mengerjakan PRnya, Kyuhyun menemui Donghae yang sedang memainkan remote control mahalnya di kamar. Beberapa waktu kemudian barulah Hankyung ikut bergabung dengan mereka dan mendengar cerita tentang Kyuhyun yang diberi hukuman berat di sekolah.

"Mau dapat SP atau hukuman di sekolah itu sama saja, babo. Kau akan malu juga." Donghae yang duduk di sofs kamarnya masih tertawa.

Kyuhyun kemudian melirik Donghae dan Hankyung bergantian. "Anio, hyung. Aku tidak malu menjalani hukuman tadi. Orang-orang bahkan suka denganku."

"Bagaimana bisa?" tanya Hankyung bingung.

Kyuhyun yang sedang duduk di atas ranjang Donghae itu tersenyum penuh arti. "Mereka suka melihatku bermain basket." Ucap Kyuhyun. Ia pun menceritakan apa yang terjadi tadi sore. Karena lelah menyapu lapangan seharian, Kyuhyun pun memainkan bola basket yang ada di lapangan. Beberapa saat kemudian, permainan basket Kyuhyun menjadi sorotan banyak orang dan banyak yang berdecak kagum, terutama para perempuan.

"Ya~ kalau begitu kau mudah dapat pacar, Kyu. Banyak yang suka padamu." Ucap Hankyung.

"Anio, aku tidak mau punya pacar diantara mereka. Aku kan' punya pilihanku sendiri." Jawab Kyuhyun.

"Sungmin, eoh?" Donghae menaikkan alisnya.

Kyuhyun terdiam sejenak. Dalam hati ia berkata 'Iya!' tapi mulutnya masih ragu untuk mengatakan hal itu. Kyuhyun hanya menggaruk kepalanya pelan lalu tersenyum. "Hehe…"

"Ya~ kau benar-benar menyukai Sungmin? Kukira kau hanya kasihan karena dulu dia sering memberikan surat cinta padamu." Ucap Hankyung.

"A-awalnya aku tidak suka. Aku takut padanya karena dia jago boxing." Kata Kyuhyun. "Tapi ternyata dia orang yang menyenangkan."

"Jadi kau sudah pacaran dengan Sungmin?" tanya Donghae.

"Ng… A-anu… Be-belum"

"Aih, baboya. Kenapa tidak tebak saja dia?"

"Aku malu, hyung"

Donghae menggeleng, begitu juga Hankyung. Keduanya mewajarkan hal itu. Ini pertama kalinya Kyuhyun dekat dengan perempuan sehingga ia pasti akan merasa malu untuk menembak perempuan. Apalagi ia tidak punya pengalaman bagaimana cara menembak perempuan dahulu.

Di saat ketiga kakak beradik Cho sedang berkumpul, Siwon lewat di depan kamar Donghae dan melihat ketiga adik laki-lakinya berada di dalam sana. Ia sedikit heran melihat pemandangan Kyuhyun yang bergabung bersama Donghae dan Hankyung. Tidak biasanya bocah ini masih terbangun jam segini dan berada di kamar Donghae, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Kyuhyun ah, tumben kau di sini."

"Sekarang kan' ini jadi kamar keduaku, hyung." Ucap Kyuhyun asal.

"Ya! Enak saja kau. Aku tidak terima." Donghae protes dengan ucapan Kyuhyun.

Siwon menggeleng. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan kekasihnya sehingga tidak menyadari bahwa sekarang-sekarang ini Kyuhyun sangat dekat dengan Donghae dan selalu mencari Donghae jika ia sedang membutuhkan sesuatu.

"Kau dari mana, hyung? Kenapa tidak makan malam di rumah?" tanya Kyuhyun.

"Aku dari rumah Bummie. Orang tuanya mengajakku makan malam di sana." Jawab Siwon duduk di sebelah Kyuhyun yang sedang bersila. Laki-laki itu merasa lelah, ia pun bersandar ke sandaran ranjang Donghae.

"Nah, lebih baik kau tanya Siwon kalau kau mau tau cara menembak Sungmin." kata Hankyung menunjuk Siwon.

"Naega wae?" Siwon yang tidak tau apa-apa langsung melayangkan wajah bingung pada Hankyung dan Donghae.

"Kau kan' ahli dalam menembak cewe." Kata Hankyung. "Kau punya rekor mantan terbanyak diantara kita bertiga."

"Memangnya kau mau menembak cewe, Kyu?" Siwon bertanya pada Kyuhyun.

"Ah, anio. Aku tidak tau. Aku malu, hyung."

"Payah kau. Belum mencoba tapi sudah malu" Donghae yang sedang asik dengan mainannya itu mengejek Kyuhyun.

"Lebih baik seperti ini, hyung. Aku nyaman seperti ini dengan Sungmin."

"Tapi ia bisa berpaling jika kalian tidak berpacaran. Lagipula Sungmin juga pasti menunggumu untuk jadi pacarnya." Hankyung memberi saran.

"Jinjjayo?"

"Kau coba saja dekati dia setiap hari. Nanti kau sendiri pasti akan tergerak untuk menyatakan perasaanmu pada Sungmin." Ucap Siwon.

"Dan jangan sekali-kali berani menyentuhnya kalau kau belum menjadi pacarnya." Timpal Hankyung. "Atau nasibmu akan sama dengan Donghae."

"Memangnya Donghae hyung kenapa?" Kyuhyun bingung.

"Donghae pernah ditolak mentah-mentah karena sebelum menembak perempuan ia terbawa nafsu dan meremas payudara perempuan itu." Ungkap Hankyung kemudian ia tertawa.

"Ya! Jangan bahas itu! Aish!" Donghae merasa malu dengan pengalaman buruknya.

"Wah, kau benar-benar yadong, hyung" ucapan polos itu terlontar dari mulut Kyuhyun.

"Ya! Neo…!" Donghae yang kesal pun akhirnya melempar kepala Kyuhyun dengan bantal kecil di sofanya.

Hankyung dan Siwon hanya tertawa melihat Donghae dan Kyuhyun yang selalu saja bertengkar. Seketika suasana kamar Donghae menjadi ramai dan penuh dengan kehangatan kakak beradik Cho. Wookie yang masih sering mengontrol Kyuhyun pun mendapati si bungsu sedang bercanda tawa dengan ketiga kakak laki-lakinya di kamar Donghae.

Wookie tersenyum senang di balik pintu kamar Donghae yang sedikit tertutup itu. Ia senang melihat keharmonisan yang terjalin antara Kyuhyun dan ketiga kakak laki-lakinya. Ia melihat senyuman Donghae yang mengembang serta tawa Kyuhyun yang lepas. Donghae tidak lagi terpuruk oleh masa lalunya, begitu juga Kyuhyun yang kini merasa sangat dekat dengan hyung-hyungnya. Setelah penantian yang cukup panjang selama beberapa tahun, akhirnya Kyuhyun bisa menempatkan dirinya dengan baik diantara ketiga hyungnya. Sekarang ini Kyuhyun bahkan tidak canggung untuk saling melempar ejekan dengan hyungnya, terutama pada Donghae yang selama 17 tahun ini ia takuti.

.

.

.

-0o0-

.

.

.

Siang hari.

Jam istirahat adalah waktu yang sangat ditunggu oleh semua pelajar. Mereka langsung berhamburan keluar kelas begitu waktu istirahat tiba. Begitu juga dengan Kyuhyun yang sudah siap keluar kelas. Tapi tiba-tiba dari sisi kanan dan kirinya muncul beberapa anak perempuan.

"Kyuhyun ah"

"Kau mau ke mana?"

Kyuhyun terdiam dan sedikit bingung dengan teman-teman sekelasnya yang bergerombol itu. "A-aku mau beli makan" kata Kyuhyun.

"Kau makan dengan kami saja."

"Ya, kebetulan sekali aku bawa bekal, Kyu."

'Kenapa orang-orang ini?' Gumam Kyuhyun bingung melihat mereka semua. Ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba teman-teman perempuannya itu mengerumuninya dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Seumur-umur ia berada di sekolah, ia tidak pernah diperlakukan seperti itu. "Gomawoyo, tapi aku bisa beli sendiri."

Kyuhyun yang sudah tidak tahan pun akhirnya memilih untuk pergi dari mereka. Beberapa dari mereka ada yang mengejar Kyuhyun keluar tapi Kyuhyun langsung menancap gas supaya langkahnya tidak diikuti oleh mereka.

'Teman-teman yang aneh.' Kyuhyun bergumam dalam hati sambil menggeleng.

Ia sampai di tangga dan saat itu juga ia melihat Sungmin sedang naik ke lantai atas sambil membawa sebuah kotak di tangannya. Kyuhyun hendak menyapa Sungmin, tapi kemudian sebuah ide jahil terbesit dipikirannya. Kyuhyun pun langsung melesat menyembunyikan diri di balik dinding hingga Sungmin tidak bisa melihatnya.

Ketika Sungmin sampai di lantai atas dan berbelok ke kiri, tiba-tiba…

"HUA!"

"Aaaa!" Sungmin menjerit kaget.

Kyuhyun ikut terkejut dengan jeritan Sungmin yang ternyata sangat tinggi dan melengking. Tiba-tiba saja semua orang yang sedang berlalu lalang di sana memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun. Laki-laki itu pun langsung menutup mulut Sungmin supaya tidak berisik dan mengganggu yang lain.

"Sstt!"

Sungmin mengerutkan dahi kesal karena ternyata Kyuhyun yang sukses membuatnya jantungan. Ia pun melepaskan tangan Kyuhyun dari mulutnya. "Aish! Kyuhyun ah!"

Kyuhyun hanya tersenyum polos dengan deretan gigi putihnya. "Mi-mianhaeyo. Aku hanya ingin bercanda"

"Padahal aku mau mengajakmu makan, tapi kau malah membuatku kesal. Aku mau kembali ke kelas saj-"

"Anio, anio" Kyuhyun menahan tangan Sungmin ketika gadis itu hendak membalikkan tubuhnya dan pergi. "Aku kan' sudah minta maaf, noona." Kyuhyun kini merajuk.

Kyuhyun memegangi kemeja lengan Sungmin dan merajuk dengan bibir yang dikerutkan. Melihat itu Sungmin pun tidak bisa menahan tawanya. Penampilannya sudah tampan, tapi wajah kekanak-kanakannya sulit terlepas dari sosok Kyuhyun. "Araseo" Sungmin pun mengalah.

"Kebetulan aku juga lapar. Ayo ke kantin" ajak Kyuhyun.

"Aku membawa makanan sendiri." Sungmin kemudian memperlihatkan kotak yang dibawanya sejak tadi. "Kau pernah bilang ingin mencoba masakanku, bukan?" tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. "Kau membuatkan bekal untukku? Aih, kau baik sekali, noona. Aku ingin ingin ingin ingin makan!" Kyuhyun tiba-tiba saja berubah menjadi anak kecil seperti dulu.

Sungmin tertawa sambil menggeleng. Ia pun mengajak Kyuhyun untuk mencari tempat yang nyaman untuk makan bersama. Kyuhyun menyarankan Sungmin untuk makan di tempat favoritnya. Di bawah tangga. Yup. tempat ini menjadi tempat favorit Kyuhyun karena selama beberapa bulan ini ia menghabiskan waktu di sana untuk menghindari Sungmin.

Keduanya duduk berhadapan dan Sungmin pun membuka kotak bekalnya. Sungmin membuat kimbap dengan beraneka ragam bentuk dan isi. Kyuhyun menjilat bibirnya sendiri bertanda ia sangat bernafsu memakan semua makanan Sungmin.

Keduanya kini menikmati makanan itu. Sesekali Sungmin menyuapi Kyuhyun tiga buah kimbap sekaligus sehingga membuat mulut Kyuhyun penuh dan tidak mampu mengunyah. Sungmin hanya tertawa melihat tingkah laki-laki itu. Sudah sejak lama ia merindukan momen-momen seperti ini. Tidak ada jam istirahat yang lebih menyenangkan selain makan bersama Kyuhyun.

Beberapa saat kemudian.

Hampir delapan puluh persen makanan Sungmin disantap habis oleh Kyuhyun. Laki-laki itu cukup rakus jika sudah berhadapan dengan makanan padahal tubuhnya kurus. Namun Sungmin sama sekali tidak kecewa, Sungmin justru senang karena Kyuhyun menyukai masakan buatannya sendiri. Sungmin semakin bersemangat untuk memasak dan membawa bekal setiap hari untuk Kyuhyun.

Keduanya kini tengah bersandar sambil berhadapan. Di tangan Sungmin terdapat sebuah kotak susu kecil yang juga ia siapkan. Sungmin tau Kyuhyun akan menghabiskan makanannya jadi ia memilih untuk meminum susu agar perutnya yang kelaparan itu bisa terisi.

"Jadi selama 2 bulan ini kau bersembunyi di sini, Kyu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. Kemudian gadis itu tertawa. "Habis aku bingung harus diam di mana."

"Aih, kau jahat sekali. Bersembunyi dariku selama berhari-hari."

Kyuhyun tidak menjawab, ia cukup tersenyum. "Ng… noona," Kyuhyun menegakkan posisi duduknya. "Apa selama ini kau mencari aku?"

Sungmin mengangguk. "Ne. Aku mencarimu setiap hari ke kelas. Karena itu aku sering bertengkar dengan Jonghyun."

"Lalu, apa kau mengkhawatirkan aku?"

"Tentu saja."

"Kenapa kau sangat memperhatikan aku?"

Tiba-tiba Sungmin terdiam. Pertanyaan Kyuhyun sangat sederhana namun Sungmin sulit untuk menjawabnya. Dalam hatinya ia menjawab 'karena aku mencintaimu' namun kata-kata itu sulit keluar dari mulutnya karena Sungmin takut Kyuhyun tidak berbalik mencintainya.

"Noona?"

"Ne?" Sungmin tersadar dari lamunannya. Ia meneguk susunya sampai habis untuk mengalihkan perhatiannya. "Ka-kau kan' temanku, Kyu. Jadi aku khawatir."

"Selama ini kau menganggapku teman, ya?" tanya Kyuhyun sedikit kecewa.

Sungmin lagi-lagi diam. 'Sebenarnya anak ini mau bicara apa sih? Kenapa ia jadi membuat aku merasa bersalah' Sungmin sendiri tidak mengerti arti ucapan Kyuhyun. Padahal Kyuhyun sedang berusaha memancing Sungmin untuk mau jujur tentang perasaannya. Cara ini diajarkan oleh Siwon malam tadi ketika kakak beradik Cho berkumpul di kamar Donghae.

"Memangnya kau ingin aku menganggapmu apa?" Kini Sungmin berbalik tanya.

Giliran Kyuhyun yang diam. Ia sendiri malu untuk mengakui perasaannya meski Siwon, Hankyung dan Donghae malam tadi meyakinkan Kyuhyun kalau Sungmin menyukainya. "Ng… anu…" Kyuhyun menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Kita… bisa tidak berteman kan'?" tanya Kyuhyun gugup.

"Maksudmu kau ingin kita bermusuhan?"

"Anio, anio. Bukan itu." Kyuhyun menggeleng. 'Aduh, bodoh sekali kau Kyu. Bagaimana cara mengucapkannya, ya?!' ia pun mengumpat dalam hati.

"Lalu?"

Laki-laki itu terlalu gugup. Terlihat dari tangannya yang bergerak tidak karuan, serta tatapannya yang melayang entah ke mana menghindari tatapan Sungmin. Sementara Sungmin mengetahui gerak-gerik Kyuhyun. Ia pun mengerti mengapa Kyuhyun bertindak seperti itu.

Kyuhyun menarik nafas dan menghelanya perlahan. Ia melakukan itu dua kali berturut-turut dan ditarikan nafasnya yang ketiga ia melihat Sungmin mendekat. Kyuhyun langsung menahan nafasnya lama dan terbelalak kaget ketika melihat wajah Sungmin di dekatnya.

'Omo!'

Chu~

Dengan pelan Sungmin mengecup pipi chubby Kyuhyun. Sungmin menempelkan bibirnya di pipi Kyuhyun cukup lama setelah itu ia melepasnya. Keduanya kini bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. Kyuhyun terbelalak kaget dan lagi-lagi kehilangan akalnya untuk menjadi seorang yang dewasa. Ia terlanjur membeku karena Sungmin mengecup pipinya.

"Noo-na" Kyuhyun berusaha untuk tidak gugup dan menyatakan perasaannya, tetapi yang terjadi ia malah berbicara seperti robot.

Sungmin tertawa kecil mendengar suara Kyuhyun yang gugup. "Ne?"

"Ja-jadi pa-car-ku, Ma-mau?" seketika Kyuhyun juga kehilangan kesadaran hingga tidak bisa mengeja kalimat dengan benar.

Sungmin terdiam sejenak. Ia terpaku. Setelah sekian lama ia menunggu Kyuhyun akhirnya laki-laki yang kini sudah berubah penampilannya itu mengucapkan kata 'pacar'. Sungmin seakan ingin melompat kegirangan, tapi ia sadar dihadapannya kini ada Kyuhyun yang sedang tegang tidak karuan.

"Ke-kenapa diam, noona?" Kyuhyun mulai berpikir macam-macam. 'Ah sepertinya aku salah. Apa Sungmin tidak mau denganku? Aih~ mau ditaruh dimana mukaku. Aku malu!' jerit Kyuhyun dalam hati.

Tapi kemudian ia membeku ketika melihat wajah Sungmin yang tersenyum bahagia. Mata gadis itu menyipit karena senyumnya yang lebar. Sungmin tersenyum sambil kemudian mengangguk.

"Mau? Kau mau, noona? Kau benar-benar mau denganku?" Kyuhyun bertanya dengan nada terkejut. "Yes!" Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

Sungmin tertawa kecil melihat tingkah laki-laki itu. Penampilannya yang tampan tetap saja tidak bisa mengalihkan sifat kekanak-kanakannya yang masih melekat. Dia selalu menjadi Kyuhyun yang lucu dan menggemaskan di mata Sungmin, meski akhir-akhir ini Kyuhyun lebih banyak mendapat pujian 'si tampan' oleh hampir seluruh pelajar perempuan di sekolah.

"Yes! Yes! Yes!" Kyuhyun menaik turunkan tangannya seperti anak kecil. Tapi kemudian ia terdiam dan melihat Sungmin yang menatapnya heran. 'Aih! Aku malu!' Kyuhyun baru sadar Sungmin memperhatikannya sejak tadi. "Mi-mianhae, noona. Aku terlalu senang." Kyuhyun kemudian menunduk malu.

Sungmin kembali tertawa dan menggeleng. "Aku senang melihatmu seperti itu, Kyu." Kata Sungmin.

"Aih~ jangan begitu. Aku malu, noona." Kyuhyun kini menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Kau boleh memanggil namaku." Kata Sungmin.

Kyuhyun mengangkat wajahnya. "Aku boleh memanggilmu Sungmin?"

"Geureomyeon" Sungmin mengangguk.

"Aigo~ Sungmin ah…" Kyuhyun selalu menantikan hari dimana ia bisa memanggil Sungmin tanpa embel-embel noona. Itu artinya Sungmin bersedia menjadi miliknya.

Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin. Hal itu membuat Sungmin sedikit terkejut. Kyuhyun tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Selalu saja Sungmin duluan yang memegang tangan Kyuhyun.

"Ng… Sungmin ah, kalau terjadi apa-apa, kau harus meminta tolong padaku, ya." kata Kyuhyun. "Sekarang ini kau pa- aih…" Kyuhyun sedikit geli dan tersipu. "…pacarku. Jadi aku yang harus menjagamu."

Sungmin terdiam. Ucapan Kyuhyun terdengar romantis namun yang terjadi beberapa saat kemudian adalah tawa Sungmin. Kyuhyun mengerutkan dahi heran sementara Sungmin hanya tertawa.

"Kenapa tertawa?"

"Kau ini kenapa? Aku kan' bukan anak kecil" kata Sungmin. "Tapi terima kasih, kau sudah berjanji untuk menjagaku." Sungmin tersenyum manis.

'Aigo~ senyuman itu! Sekarang aku bisa menikmatinya dan memiliki senyum itu setiap hari. Ya~ Sungmin ah neomu saranghaeyo' Kyuhyun bergumam dalam hati sebelum akhirnya bunyi bel masuk kelas memecahkan suasana gembira mereka.

.

.

.

Chuuuuuu~!

"Aaaaaaaaarrghh!"

Teriakan seorang laki-laki tampan menggema di rumah besarnya. Teriakan itu membuat dua orang di sebelahnya cukup terkejut "What the fuck is this?!" laki-laki itu mengosok pipinya dengan jijik.

Laki-laki yang dicium itu sedang duduk terbaring di sofa dengan kepala yang ditahan oleh beberapa bantal kecil. Laki-laki itu tengah memainkan Nintendo miliknya berwarna hitam, merek dan model yang sama seperti milik Kyuhyun yang berwarna putih. Di belakang Nintendo itu terdapat tulisan 'HAE' yang berarti milik Donghae.

Untuk urusan mainan, sejak kecil, Donghae selalu menamai semua mainannya karena ia tidak mau mainannya ada yang hilang dan bertukar tangan ke tangan Kyuhyun. Donghae sangat pelit hingga tak jarang Yesung harus mengendap-endap ke kamarnya dan mengambil mainan Donghae untuk dipinjamkan pada Kyuhyun ketika Kyuhyun masih berusia 5 tahun. Itulah yang kadang membuat Donghae kesal dan sering memarahi Kyuhyun si gendut –dahulu–.

Sementara di sofa sebelahnya, Siwon sedang membaca majalah otomotif milik Donghae untuk mengisi waktu ketika tayangan di televisi menayangkan iklan. Hankyung berada di sofa yang sama dengan Siwon. Meski tidak menyukai iklan, tapi tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan selain menontonnya. Siwon dan Hankyung tengah menikmati acara komedi di televisi sementara Donghae berada di antara mereka namun memilih berbaring di sofa berbeda sambil bermain game.

Saat sedang fokus dan asik bermain, sebuah ciuman bibir yang basah itu melayang pada pipi kanannya. Sontak Donghae terkejut dan berteriak sangat keras. Bukan hanya karena terkejut dengan ciumannya tetapi juga karena ciuman itu membasahi pipinya.

Laki-laki tampan itu langsung bangkit dari posisinya dan mendapati Kyuhyun di belakangnya. Sementara dua kakak laki-lakinya yang lain hanya menoleh pada Kyuhyun. Yup, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Kyuhyun baru saja pulang. Tidak biasanya anak itu pulang terlambat. Pikir Siwon dan Hankyung.

Di tempatnya, Kyuhyun tengah tersenyum dengan sederet gigi putihnya dan kedua tangan yang memegangi tali ranselnya seperti anak SD. Anak bungsu Cho itu tidak berkata apa-apa selain tersenyum pada para hyung.

"Ya! Menjijikan!" ia tak henti marah dan menggerutu sejak tadi karena kesal. Donghae kembali menggosok pipinya yang terasa basah karena ciuman maut Kyuhyun yang mengejutkan.

"Aku pulang, hyungdeul!" ucapnya gembira.

"Memangnya aku peduli." Donghae enggan melihat Kyuhyun. Ia pun mengalihkan tatapannya pada Nintendo di genggamannya.

"Aish, hyung. Kau jutek sekali."

"Darimana saja kau?" tanya Siwon, ia sedikit khawatir karena tidak biasanya Kyuhyun pulang malam.

"Kau tersesat lagi? Atau dikeroyok orang lagi?" tanya Hankyung.

"Aih, anio. Aku baik-baik saja, hyungdeul." Kyuhyun menjawabnya dengan senyuman gembira.

Sementara Donghae enggan menyambut kedatangan Kyuhyun "Sana pergi, ganti pakaianmu. Kau bau matahari." Donghae menggibaskan tangannya namun tatapannya masih fokus pada layar Nintendo.

"Tapi aku ingin cerita dulu, hyung." Kyuhyun kemudian memaksa Donghae untuk duduk bergeser padahal sofa yang diduduki Donghae masih luas di sebelah kiri, tapi Kyuhyun merapatkan dirinya dan duduk di sebelah kanan Donghae. Hal itu tentu saja membuat Donghae risih, ia pun akhirnya bergeser. "Siwon hyung, Hankyung hyung, Donghae hyung, aku senang sekali hari ini."

"Mm." Siwon melipat tangannya, ia mulai mendengarkan Kyuhyun.

"Kalian tau, tidak. Seharian ini aku bersama Sungmin sampai malam." Ucap Kyuhyun.

"Mm." Kini Hankyung yang bersandar sambil bertumpang kaki melirik Kyuhyun.

"Tadi sore Sungmin menemani aku menjalani hukuman sekolah, lalu setelah itu kami pulang bersama, tapi sebelum itu aku makan malam dulu bersama Sungmin."

"Mm." Siwon dan Hankyung hanya menjawab asal.

"Kami pergi ke kedai ramen setelah itu kami membeli susu hangat."

Donghae terdiam. Pantas saja pipinya terasa lengket meski ia sudah beberapa kali menggosoknya. Ternyata yang menempel di pipinya bukan hanya sekedar air, tapi susu dengan wangi strawberry yang lengket. "Pantas pipiku lengket dan mulutmu bau susu!" Donghae langsung menutupi hidungnya dan melirik Kyuhyun.

"Aih, tega sekali kau bilang aku bau, hyung."

"Memang benar. Sudah sana pergi, kau mengganggu permainanku." Donghae masih ingin Kyuhyun segera pergi karena cukup mengganggu konsentrasinya.

"Tapi aku belum ceritakan inti dari cerita hari ini."

Donghae menghela nafas. Kadang Donghae sangat nyaman berbincang-bincang seputar dunia laki-laki dengan Kyuhyun. Tapi terkadang pula Donghae ingin sekali mencekik dan melempar Kyuhyun jika si bungsu itu sudah bersikap seperti ini. 'Kapan kau berhenti merajuk, dasar bocah!' Donghae bergumam dalam hati sambil menatapi Kyuhyun. Seketika ia ingin sekali memarahi dongsaengnya, tapi tiba-tiba ia mengurungkan niatnya karena wajah Kyuhyun yang tampan dan polos itu.

"Dari tadi kan' kau sudah cerita" Hankyung mewakili pertanyaan dibenak Donghae dan Siwon.

"Ini lebih penting dari jalan-jalan malam tadi."

"Memangnya kau mau cerita apa?" Kini Siwon yang bertanya.

"Sungmin sudah jadi pacarku, hyung! Aku berani menembaknya tadi. Sekarang aku punya pacar!" Kyuhyun terlihat sangat gembira menceritakannya.

"Lalu?" Donghae malah menyerongkan kepalanya bingung.

'Eoh? Kenapa Siwon hyung, Hankyung hyung dan Donghae hyung biasa saja?' Kyuhyun kini terdiam dan bingung dengan reaksi para hyungnya. "Kalian tidak gembira, hyung? Atau terkejut? Aku kan' sudah punya pacar sekarang"

Siwon menggeleng dengan tersenyum tipis. "Untuk apa terkejut, aku memang sudah tau cepat atau lambat kau akan berpacaran dengan Sungmin."

"Yeay, akhirnya kau punya pacar, Kyu." Hankyung berusaha membahagiakan dongsaengnya meski berucap dengan nada malas.

"Kau harusnya gembira, Donghae hyung." Kyuhyun mengambil Nintendo dari tangan Donghae kemudian ia menarik kedua tangan Donghae. "Seperti ini… Yeay! Yeay!" Kyuhyun memainkan tangan Donghae naik turun. Persis seperti yang sering dilakukan Teukie dan Yongwoon pada Kyuhyun dan Donghae ketika mereka masih berusia 9 bulan.

"Ya! Kau menjijikan sekali, Kyu. Lepas!" Donghae berusaha melepaskan tangan Kyuhyun tapi laki-laki itu masih saja memainkan tangan Donghae seperti sedang memainkan tangan bayi.

Siwon dan Hankyung malah tertawa dibuatnya. Kyuhyun benar-benar ingin sekali ketiga hyungnya gembira seperti dirinya karena ia sudah berpacaran dengan Sungmin. Wajar saja, Kyuhyun tidak pernah segembira ini dahulu. Ia merasa sudah benar-benar jadi laki-laki 17 tahun pada umumnya yang punya pacar dan berkencan.

Lagi-lagi pemandangan menyenangkan itu tertangkap oleh sepasang mata yang sedang berada di meja makan. Wookie sedang membersihkan meja makan karena Donghae, Hankyung dan Siwon baru saja selesai makan malam tadi. Namun ada yang lebih menarik dari sekedar piring kotor malam ini. Apalagi kalau bukan pemandangan Kyuhyun yang semakin akrab dengan ketiga hyungnya. Kini laki-laki itu tengah bercanda tawa dengan Siwon dan Hankyung dan Donghae yang menjadi korban candaan Kyuhyun. Mereka terlihat senang dan menikmati waktu kebersamaan mereka yang harusnya sudah terjalin sejak 10 tahun lalu.

.

.

.

-0o0-

.

.

.

Let's get it on. Yeah yeah yeah yeah~

"Let's get it on! Yeah yeah yeah yeah~" Laki-laki berambut panjang itu bersenandung mengikuti lagu yang diputar dari ponsel yang dikantonginya. Pagi ini menggunakan sleeveless abu-abu. Lehernya yang telanjang memperlihatkan butiran keringat karena kegiatannya pagi ini.

Ia selalu bisa mengatur waktunya untuk bisa bangun pagi-pagi. Tidak ada waktu yang baik selain pagi hari untuk berolahraga, itulah yang selalu dipikirkan Donghae. Tapi Laki-laki itu sudah berkeringat meski ia belum menyentuh alat-alat olahraganya di taman belakang rumah.

Donghae kini berada di depan rumah, tepatnya di garasi luar di mana biasanya Yesung memandikan mobil-mobil kesayangan Donghae. Tapi untuk hari ini Donghae sendiri yang membersihkan mobilnya sebelum dipakai keluar. Sejak malam tadi ia tidak melihat batang hidung Yesung yang mundar mandir di dalam rumah. Rupanya Yesung jatuh sakit, ia terkena diare ringan karena sempat memakan makanan yang salah di luar rumah beberapa hari sebelumnya. Wookie sebagai istri pun sempat memarahi Yesung karena makan sembarangan di luar rumah, padahal ia orang yang sangat ahli dan tau makanan apa yang cocok untuk perut suaminya.

Lagu yang diputar Donghae pun berakhir. Donghae menggulung lap basah yang ia pakai untuk membersihkan alat-alat di dalam mobil seperti setir, tuas gigi, dan lain-lain. Ia keluar dari dalam mobil setelah ia membersihkan bagian dalam mobil. Bagian luar mobil merahnya juga sudah bersih dan siap untuk dipakai.

Donghae berjalan ke dalam rumah sambil membawa sebuah ember kecil berisi berobatan mobilnya. Tapi kemudian langkahnya melambat ketika ia melihat Kyuhyun yang keluar dari dalam rumah dan berlari super cepat menghampirinya.

"Hyung!"

Donghae tidak suka nada suara Kyuhyun. Dongsaeng laki-lakinya terdengar sedang terburu-buru dan sudah pasti Kyuhyun memanggil Donghae untuk meminta bantuan.

"H-hyu-hyung" nafasnya tersenggal-senggal sambil memegangi lengan Donghae.

"Mwoya?" Donghae segera melepaskan lengannya dari Kyuhyun.

"Antar aku ke sekolah, hyung."

"Kenapa aku?"

"Yesung hyung kan' sedang sakit. Ia tidak bisa ke mana-mana."

Ketika sedang berbicara, muncul Siwon dari dalam rumah. Ia terlihat rapi seperti biasa. Rambutnya disisir ke sebelah kiri dengan memakai sedikit gel rambut. Sesekali ia membenarkan dasi yang terpasang di kemeja polos maroon-nya.

"Kau minta antar Siwon hyung saja." Donghae langsung menunjuk Siwon yang perlahan menghampiri mereka berdua.

"Waeyo?" ia yang tidak tau apa-apa melirik kedua dongsaengnya bingung.

"Siwon hyung, antar aku ke sekolah. Jebal, aku terlambat." Pinta Kyuhyun.

"Aku mau saja mengantarmu, tapi aku harus menjemput rekan kerjaku di bandara sekarang." Kata Siwon.

"Ayolah, jebal." Kyuhyun mulai frustasi karena diantara kedua hyungnya tidak ada yang mau mengantar.

"Kau pakai bus saja sana." Donghae memberikan usulan.

"Anio, kalau aku pakai bus bisa-bisa aku terlambat. Donghae hyung, Siwon hyung, jebal" lagi-lagi Kyuhyun merengek.

"Mianhae, Kyu. Aku benar-benar tidak bisa. Aku harus segera ke Incheon Airport." Kata Siwon menolak.

Kyuhyun kini berbalik menatap Donghae dengan puppy eyes. "Hyung~"

"Ya! Ya! Katanya sudah jadi laki-laki dewasa. Jangan merajuk! Aku tidak suka." Donghae sedikit mundur dan geli setiap kali Kyuhyun memasang wajah memelasnya. Kyuhyun tetaplah Kyuhyun si bungsu yang manja meski ia berusaha keras menjadi dewasa ketika ia sedang frustasi seperti ini.

"Ayolah hyung~"

"Donghae ah, cepat antar Kyuhyun. Kasihan dia, bisa-bisa dia terlambat."

Kyuhyun mengangguk. "Bisa-bisa aku dihukum."

"Memang itu urusanku." Donghae menanggapinya dengan santai.

Kyuhyun mengerutkan bibirnya karena sedih dan kesal. Ia kemudian melirik Siwon seakan meminta bantuan untuk meluluhkan hati Donghae.

"Ya! Donghae ah, antar Kyuhyun sekarang." Siwon sedikit memukul lengan Donghae.

"Kenapa tidak Hankyung saja? Aku mau olahraga sekarang."

"Hankyung sedang berenang. Mana mungkin ia mau mengantar dengan keadaan telanjang seperti itu." Siwon mulai membela Kyuhyun. Siwon pun melirik jam tangannya. "Aku harus berangkat sekarang. Jangan lupa antar Kyuhyun ke sekolah. Bye." Siwon melambai singkat pada kedua dongsaengnya kemudian berjalan cepat menghampiri mobil hitamnya.

"Aish!" Donghae mengeluh.

"Hyung–"

"Geurae geurae. Aku ambil jaketku dulu." Kata Donghae terpaksa.

"Hyung aku bisa terlambat kalau kau mengambil jaket dulu. Kita berangkat sekarang saja."

"Masih untung aku mau mengantarmu." Donghae memarahi Kyuhyun. Ia tidak pernah nyaman keluar rumah dengan tidak rapi. Setidaknya ia harus menyamarkan sleevelessnya dari orang-orang yang mungkin memperhatikan penampilannya saat ia mengantar Kyuhyun.

"Tapi cepat ya, hyung." Kyuhyun akhirnya pasrah.

Donghae menghela nafas lalu menggeleng. Ia berjalan cepat ke teras rumah dan menaruh ember peralatan mobilnya di sana dengan sembarang. Ia tau bagaimana Kyuhyun sangat menghormati waktu, Kyuhyun juga tidak pernah mau terlambat ke sekolah. Karena keadaan yang mendesak dan serba mendadak hari ini ia harus rela pergi lebih siang dari hari-hari sebelumnya. Donghae melihat sebuah jaket yang tergeletak di sofa ruang tamu. Entah milik Hankyung atau Siwon, yang pasti ia tidak ingin Kyuhyun terus mengeluh di jalan karena terlambat sekolah.

Laki-laki itu mengambil dan memakai jaket hitam parasit –yang entah milik siapa–. Ia kembali keluar dengan sedikit berlari dan mendapati Kyuhyun sudah berdiri di dekat pintu penumpang mobilnya.

"Kajja" Donghae sudah siap.

"Kita pakai mobilmu yang ini, hyung?"

"Tentu saja. Aku lebih senang pake mobilku daripada mobil hitam itu."

Mobil hitam yang dimaksud Donghae adalah mobil Alphard yang selalu dipakai Kyuhyun untuk pergi ke sekolah. Mobil itu adalah mobil keluarga, siapapun boleh memakainya. Tetapi Donghae tidak pernah suka menyetir mobil itu karena menurutnya mobil itu terlalu besar.

"Mobil yang ini, hyung?" tanya Kyuhyun lagi sedikit tersenyum ketika tau Donghae memegangi kunci mobil Porsche Boxsternya.

"Jangan banyak tanya kalau kau mau diantar olehku."

"Kita bisa sampai ke sekolah dalam waktu 10 menit kan' hyung?"

"Kau gila? Memang mobilku pesawat terbang?" Donghae membuka kunci mobilnya kemudian masuk ke dalam. Ia langsung menyalakan mobil yang baru saja ia bersihkan itu.

"Tapi kau kan' pembalap, hyung."

"Aku tidak balap di jalan raya, babo." Donghae melirik Kyuhyun dengan sedikit kesal. yang benar saja, keluar dari komplek perumahan saja membutuhkan waktu 5 menit karena lokasi rumah mereka yang berada cukup jauh dari gerbang keluar. "Kalau kau banyak bicara, waktu 10 menitmu akan segera habis. Cepat naik!"

Kyuhyun tersenyum tipis. Ia pun duduk di atas pintu mobil Donghae dan tiba-tiba melompatkan kedua kakinya ke dalam mobil Donghae yang atapnya terbuka itu. Kyuhyun pun duduk di kursi penumpang sebelah Donghae dengan sempurna.

"Ya! Awas kau! Sepatumu hampir mengenai spionku!" ucap Donghae marah.

"Mobilmu keren sekali, hyung. Let's go!" Kyuhyun tidak mempedulikan ucapan Donghae tadi. Ia hanya tersenyum karena ini pertama kalinya ia menaiki mobil kesayangan Donghae.

Sebenarnya sudah sejak dulu Kyuhyun ingin mencoba naik mobil open car milik Donghae, tapi ia selalu takut dan tidak pernah bisa naik mobil itu karena Donghae tidak pernah mengajaknya. Kyuhyun hanya pernah menaiki mobil Donghae yang lain, city car yang pernah dipinjamkan Donghae untuk latihan mengemudi Kyuhyun. Donghae cukup hati-hati dan tidak sembarangan mengajak orang memakai mobil satu ini. Dan selama ini Kyuhyun hanya bisa tersenyum miris setiap kali ia melihat Donghae pergi dengan mobil Porsche Boxster itu. Hari ini untuk pertama kalinya Kyuhyun menaiki mobil impiannya itu.

.

.

.

Sesuai perkiraan Donghae. Ia menghentikan mobilnya di depan gerbang sekolah Kyuhyun 20 menit dari rumah. Beberapa orang yang bergerombol masuk itu sedikit tersita dengan munculnya mobil mewah Donghae serta dua orang laki-laki tampan di dalamnya. Yang satu memakai seragam sekolah dan satunya lagi tampak sexy dengan jaket hitam dan kacamata hitamnya.

"Sial! Aku terlambat."

Berbeda dengan Kyuhyun. Perkiraannya salah besar. Kyuhyun mengira Donghae akan ngebut dan menerobos jalan agar ia tidak terlambat. Tapi Donghae orang yang sangat patuh pada peraturan lalu lintas. Meski ia mengemudikan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya tetapi upayanya terhalang oleh beberapa lampu merah sehingga membuat Kyuhyun sampai ke sekolah dalam waktu 20 menit.

Kyuhyun membuka sitbeltnya kemudian ia melompat keluar mobil. Lagi-lagi Kyuhyun tidak memakai pintu untuk keluar mobil. Ia lebih senang melompat dari mobil mewah itu.

"Ya! Lagi-lagi hampir mengenai spionku!" Donghae memarahi Kyuhyun karena hal yang sama.

"Gomawo, hyung. Aku masuk dulu." Kyuhyun berlari sambil melambai pada Donghae.

Langkah Kyuhyun sangat cepat, ia berharap belum ada guru ataupun petugas keamanan sekolah yang berdiri di dekat gerbang agar ia bisa terbebas dari hukuman terlambat. Sayangnya ini bukan hari baik untuk Kyuhyun. Ketika ia sudah melewati gerbang masuk, sebuah teriakan menghentikan langkahnya seketika.

"Park Minhyun, Shim Yoonjae, Park Shinhwa, Cho Kyuhyun! Diam di tempat. Kalian terlambat!"

"Ah, sial!" Kyuhyun bergumam dengan pasrah.

Rupanya petugas keamanan sempat bersembunyi dari beberapa anak yang terlambat. Mereka yang namanya dipanggil langsung diam di tempat karena mendengar suara khas ketua keamanan sekolah yang merupakan anak kelas tiga, teman angkatan Sungmin. Saking loyalnya dengan jabatan sebagai ketua keamanan, orang itu hafal hampir semua anak-anak di sekolah. Dan untuk pertama kalinya nama Cho Kyuhyun ia sebut, karena selama ini Kyuhyun tidak pernah terlambat.

Donghae masih diam di tempatnya. Ia belum ingin menjalankan mobilnya. Laki-laki itu tertawa puas ketika melihat Kyuhyun dipanggil oleh petugas keamanan dan diberi hukuman. Seketika ia mengingat masa-masa sekolahnya yang menyenangkan. Donghae dan dua sahabatnya, Yunho dan Changmin, seringkali terlambat dan mendapat hukuman dari Hyukie.

"Hyukie?!" Tiba-tiba Donghae membuka kacamata hitamnya dan terbelalak kaget melihat Hyukie.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hyukie?! Ada apa ya sama Donghae? Dia bener-bener kangen Hyukie kayanya, kasian Hae. Tapi readers bisa tebak gak apa yang dilihat Donghae?

.

BTW readers hebat juga, ada beberapa yang nebak kalo oppa-oppa di taman itu Donghae sama Kyuhyun. Gak jadi ngasih surprise deh saya wkwk padahal tadinya saya mau bilang kalau 'someone' atau karakter baru itu ya si Kyuhyun yang udah ganteng .

.

Oh iya, readers kasih selamat dong sama KyuMin karna mereka udah jadian hihi penantian Sungmin akhirnya terbalas ya, diphp-in 2 bulan yaampun sabar Ming #kecup

.

.

.

Okay kalau begitu…

Don't forget to review ya chingudeul^^

Neomu neomu gomawoyo *bow*