"Wedding Proposal In 22nd"

By; FlameShine!

Main Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

sligh!

Kaisoo

Hunhan

and others

Rate: M

Genre : Romance, Fluff, Marriage life,Drama, Little humor(ga yakin)

Lenght : 14 of ?

Disclaimer : Cast milik Sang Pencipta . This My Fanfiction. My Story.

WARNING!

TYPO bertebaran! Sangat sangat bertebaran! Tulisan sedikit tidak rapi dan alur lumayan berantakan XD maaf ini membuat kalian menjadi tidak nyaman. dan kesalahan pada beberapa kata yang hilang itu terjadi pada FFn.

GS for Uke/. OOC ./SMUT/ BED SCENE/ MATURE CONTENT / Not for children / NO BASH / DLDR/

Summary :

Chanyeol yang kebelet ingin menikahi baekhyun. Gadis cantik yang selalu bersama nya. Baekhyun mengatakan tak ingin menikah sebelum lulus. /..."Lagian siapa bilang menikah itu bikin stress? menikah itu menyenangkan tauk!"/ "Menyenangkan apanya?! /..."Kita bisa bercinta di setiap sisi rumah idaman kita, dengan berbagai pose! " / ..."Yeol~ kita bicarakan ini setelah kita wisuda" / "... lalu apa perlu juga kau ku hamili dulu baru kau mau menikah dengan ku? kalau begitu ayo detik ini juga kita ke rumah ku~setelah itu esok nya aku jamin kau sudah positif hamil anak ku"/ Long Summary. CHANBAEK/GS/EXO fanfiction.

.

.


Chanyeol tak main-main perihal keinginannya untuk bercinta pagi hari ini ditepi pantai. Yeah, meskipun matahari sudah cerah namun terlihat bersahabat, masih pukul sembilan. Tapi Baekhyun tetap berusaha menyuarakan protesnya, ia cukup lelah akibat Chanyeol 'menggempur'nya hingga subuh terlebih perasaan takut dan khawatir akan ada yang melihat kegiatan intim mereka ditepi pantai, Baekhyun tak dapat membayangkan jika ada yang memergoki mereka melakukan adegan dewasa di alam terbuka seperti ini, meskipun ini pulau pribadi bukan tempat umum, tapi masih ada kemungkinan kan? akan ada yang melihat mereka, nelayan misalnya.

Namun kicauan pagi hari Baekhyun tak berarti apa-apa ditelinga Chanyeol. CEO muda itu tetap menarik tangan sang istri guna mendekati pantai yang tak begitu jauh.

"Chanyeol!" Baekhyun memekik melihat suaminya yang langsung membuka celana pendek berbahan longgar beserta celana dalamnya ketika mereka tiba dibibir pantai. Baekhyun tak tau jika Chanyeol sudah tak sabar ingin menceburkan diri kedalam air laut yang begitu jernih dan sangat menyegarkan. Ia butuh mandi. dan mandi dipagi hari dengan air laut ini adalah pengalaman pertamanya, setelah bercinta tentunya.

"Kenapa? Sayang ayo sini!" Chanyeol berbalik badan menghadap Baekhyun setelah hampir setengah tubuhnya terendam oleh air laut. Keningnya berkerut menatap Baekhyun yang sedang bergidik enggan sambil memeluk jubah tidurnya.

"Dingin" Baekhyun masih dapat merasakan hembusan angin yang berisi partikel air sisa hujan semalam.

"Tidak Baekhyun sayang, didalam sini tidak dingin. Matahari diatas sana membuatnya hangat" Chanyeol tak berbohong perihal suhu air laut, perpaduan apik cerah matahari serta hembusan sejuk angin pagi membuat segalanya menjadi nyaman. Chanyeol lantas mengulurkan tangan kanannya membuat gestur menyambut Baekhyun. Ia menanti istrinya turun.

"Ayolah~ apa yang kau takutkan? ada yang melihat? Percayalah sayang, appa mu sudah menjamin tak akan ada yang mengusik kita selama dipantai ini"

Huh.

Baekhyun mendengus melihat Chanyeol bersikeras mengajaknya turun kedalam air. suaminya itu tak mengerti perasaannya sama sekali. Para pria bisa saja santai jika ada wanita yang melihat mereka tanpa busana,mungkin akan bangga. Lain halnya dengan wanita, terlebih bagi Baekhyun. apapun hal yang ada dibalik jubah tidurnya kini adalah sesuatu yang sangat privasi.

"Kenapa lagi? masih tak ingin ikut masuk? atau ingin aku naik lagi untuk menelanjangimu disana?at-"

"Ya!" Baekhyun secepat kilat memutus kalimat Chanyeol, yang jika tidak dihentikan akan bermunculan ribuan kosakata bermakna vulgar. Jangan lupakan fakta bahwa suaminya itu mesum.

Baekhyun segera meluruhkan jubah tidurnya dengan cepat lalu berlari membenamkan diri kedalam air laut, benar-benar paranoid jika ada yang melihat tubuh sintalnya.

"Dingin" tangan Baekhyun refleks menyilang memeluk kedua lengannya. butuh beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan suhu air laut.

"mau yang panas? sini ku tunjukan sumber nya!" Chanyeol berseru semangat lalu tiba-tiba menarik Baekhyun untuk mendekat padanya.

"YA!"

"Apa heum? Mau protes? Kau sudah terperangkap kelinci kecil ku, dan jangan harap bisa lepas lagi" Chanyeol tertawa keras ketika berhasil menangkap tubuh mungil Baekhyun yang hendak berbalik lagi menuju arah bibir pantai.

"Dasar Ajhussi mesum! Ke neraka saja sana!" Baekhyun memukul bahu telanjang Chanyeol dengan pukulan manja berulang kali, ketika suaminya mengambil tindakan untuk menopang tubuhnya diatas air. Chanyeol mengalungkan kedua kaki Baekhyun dipinggangnya, hal tersebut tentu saja membuat lapisan kulit tubuh mereka bersatu. Dan yang paling Chanyeol suka dari semua ini adalah dada ranum sang istri tepat berada dihadapannya. Pagi yang luar biasa Park!

"Hei Bunny! Kau tau? Kita hanya akan pergi ketempat yang namanya surga, dan kau tau lagi dimana surga ku?" Baekhyun menggeleng polos. Chanyeol sedikit menurunkan tubuh Baekhyun dari gendongannya, mengubah posisi hingga segalanya menjadi pas.

"disini-"

"shh Ahh"

"AKHHHHH!" –dua lengguhan yang berbeda-

Chanyeol hanya mampu menyengir bodoh ketika meliha aura murka yang hendak disembur oleh Baekhyun.

"PARK CHANYEEEEOOOOOOOOL!"

"Ya nyonya Park?"

"BILANG DULU KALAU MAU MASUK! Kautaktaubagaimanarasanyasemalamansuntukdigempursampairasanyapinggangkuinginpatahkaumalahasdfghkl #$%&*##" Chanyeol terpaksa menopang tubuh Baekhyun dengan satu tangan sementara sebelah tangannya lagi sedang mengorek kupingnya yang tiba-tiba terasa sakit. Jangan tanyakan apa sebabnya. Okay. Kita semua tau.

"Kau dengar tidak sih?"

"ah ya, aku dengar, aku dengar"

"memangnya aku bilang apa"?

'aah aku sudah tak tahan, Ya Tuhan'

"YA! PARK Chanyeol"

"Baek, bisa tidak marahnya di pending dulu? sungguh, 'dia' sudah terlalu lama menunggu" Chanyeol melirik kebawah, memberi kode pada Baekhyun. Yang tentu saja dibalas Baekyun dengan tatapan membunuh.

"Kau itu-" Baekhyun menarik nafas panjang. Sangat panjang.

"Kauitukenapaharusterlahirjadipriadengantingkatmesumtertinggiseduniahahmengapaakuharusditakdirkanhidupdengan-Ahhh Ouhh Ahhh hhh Chanyeolhhhh"

Bingo!

"Eungghhh Ouhh Chanhhh pleasehhhh" Chanyeol tersenyum bangga. Ia menemukan jurus jitu untuk membungkam mulut bebek Baekhyun yang tak dapat berhenti berkicau. Seperti apa? Dengan cara ini.

"OUH GOD! AKH!" Satu hentakan lebih dalam.

mari biarkan saja si Park -mesum- Chanyeol berbuat sesukanya-_-


.

"Dokter! Dokter Kim!"

Suho menoleh kebelakang, sumber suara yang meneriakan marganya. Diujung koridor terlihat Jo Insung sedang berlari kecil menuju arahnya.

"Kau memanggilku?" Tanya Suho ketika dokter muda itu sudah berada dihadapannya.

"Maaf Dokter, apa anda ingin keruangan Kyungsoo-ssi?"

"A, tidak. Aku sudah menjenguknya tadi pagi, aku hendak menemui dokter Heechul untuk membicarakan jadwal USG Kyungsoo. Ada apa dokter Jo?"

"Maaf, saya kira anda hendak menemui Kyungsoo-ssi, saya ingin mengajak bersama."

"Ah kalau begitu pergilah dulu, aku nanti menyusul" Jo Insung mengangguk "Baiklah saya pergi dulu, permisi Dokter" ia kemudian membungkukkan tubuhnya memberi hormat sembari tersenyum lalu melanjutkan langkahnya .

"Dokter Jo!-" Panggilan Suho membuat langkah Jo insung terhenti dan langsung berbalik.

"Ya Dokter?" Suho menghela nafas dengan sangat dalam.

"Aku percayakan kesembuhan Kyungsoo padamu, dia butuh seseorang untuk membuatnya lebih kuat, aku mohon bantuan mu" Suho memandang Jo Insung dengan tatapan sendu. Ia sungguh menaruh harapan pada juniornya itu untuk dapat menyembuhkan Kyungsoo. Memulihkan lagi bathinnya yang amat terluka.

"Aku akan berusaha sebaik mungkin, Dokter"


.

Suho sudah menyusun jadwal konsultasi Kyungsoo bersama Heechul tempo hari yang lalu, dan hari ini Kyungsoo juga sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah konsultasi serta melihat hasil USG. Ia jadi tak sabar untuk mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung Kyungsoo. Tidak hanya dirinya, tapi semua anggota keluarga tak sabar menanti kabar menyenangkan ini. Ia juga sudah menghubungi Xiumin untuk dapat menemani . Bagaimanapun juga kondisi Kyungsoo saat ini masih sangat membutuhkan dukungan keluarga. Keadaannya sudah semakin membaik berkat teraphy yang di berikan oleh dokter Jo, Suho merasa salut pada kemampuan dokter muda itu dalam menangani kesakitan psikis Kyungsoo. Bahkan diminggu pertama Kyungsoo masuk rumah sakit tak ada yang mampu mendekatinya, ia lebih sering mengamuk tiba-tiba, kemudian menangis dan tertawa secara bersamaan. Dan hal itu pula yang membuat Kyungsoo hampir kehilangan bayinya untuk yang kesekian kali.

"Apa aku melewatkan sesuatu?" Suho muncul dari balik pintu kamar rawat Kyungsoo.

"Eomma datang!" Kyungsoo tersenyum ceria.

"Ah kalian tertawa terlalu kuat, sampai terdengar keluar ruangan dan itu membuat ku cemburu" Suho sengaja melontarkan nada menggoda, lalu melirik penuh arti pada Jo Insung.

"A, maafkan saya Dokter, kami tidak menyadarinya" Jo insung bangkit dari duduknya lalu membungkuk seraya meminta maaf.

"eomma jangan marah-marah, nanti cepat tua loh. Tadi itu Dokter Jo lucu sekali, dia menirukan gaya semua dokter senior jika sedang marah, termasuk eomma dan itu benar-benar lucu, aku sampai tak dapat menahan tawa." Kyungsoo kembali tertawa ketika melihat Suho memberikan death glarenya pada Jo Insung yang sedang meringis, raut wajahnya seolah mengakatakan 'maaf dokter, ini semua demi membuat Kyungsoo merasa senang'

"eomma jangan marah pada Pak Dokter ya, tadi aku yang memintanya" Nada manja Kyungsoo membuat Suho gemas, lalu beralih memeluk tubuh mungil Kyungsoo dari samping. Ah dia jadi rindu pada putri semata wayangnya melihat keimutan Kyungsoo yang sama persis seperti Baekhyun. Sudah hampir sebulan ia tak dapat melihat tingkah manja sang putri.

"tidak, eomma tidak marah kok, kau tau? eomma ini dinobatkan sebagai dokter senior paling baik,paling ramah dan tidak pemarah, benar kan Pak Dokter yang tampan?" Suho membesarkan kedua bola matanya menuntut jawaban Jo Insung dengan tatapan mengancam.

"A,a-iya Kyungsoo-ssi itu benar" padahal sebenarnya dia galak sekali Kyungsoo-ssi! Jo insung hanya mampu berteriak didalam hati.

"Okay, sekarang kita harus bersiap-siap, hari ini kau sudah boleh pulang sayang, tapi sebelum pulang kita temui Aunty Heecul dulu, kita harus tau perkembagan si kecil". Suho membelai perut buncit kyungsoo dengan penuh kasih sayang.

"Ayo!" Kyungsoo turun dari ranjang rumah sakit sambil tersenyum senang, membuat kedua orang yang berada disekitarnya turut bahagia merasakan aura baik Kyungsoo pagi ini.

"Pak Dokter, Ayo!" Kyungsoo berbalik ketika menyadari Jo Insung tidak beranjak dari tempatnya.

"Apa aku boleh ikut?" tanya nya hati-hati.

"tentu jika Pak Dokter merasa senang dan tidak keberatan"

"A, sungguh saya tak keberatan sama sekali, saya juga ikut penasaran apa jenis kelamin bayi anda Kyungsoo-ssi. Pasti sangat bahagia mengetahui secara langsung" Keduanya sama-sama saling melemparkan senyuman

" Aku juga sangat bahagia karena orang-orang yang berarti dihidupku dengan senang menyambut kehadiran malaikat kecil ini, termasuk anda Pak Dokter" Kyungsoo memandang tepat dimata Jo Insung dengan wajah yang tak henti tersenyum. Hal itu sontak membuat Jo insung tertegun.

'orang-orang yang berarti dihidupku, termasuk anda Pak Dokter'

Kalimat Kyungsoo berputar-putar didalam fikirannya kemudian mengalirkan sebuah getaran aneh hingga bermuara pada palung hatinya yang paling dalam, yang tak ada seorang wanitapun yang berhasil mencapai pada titik itu.

"Pak Dokter, kenapa melamun? ayoo~ nanti eomma mengomel lagi loh"

"Ah, a-a iya"

Pak Dokter.

Ia sudah bertahun-tahun mendengar panggilan itu dari ribuan pasiennya. Tapi mengapa hanya Kyungsoo yang membuat panggilan itu terasa berbeda?


"Detak jantung nya normal, kau dengar itu?" Heechul dibantu oleh kedua orang perawat tengah mengelilingi ranjang yang ditiduri Kyungsoo. mereka sedang mendengarkan suara degup beraturan dari sebuah alat. Semua yang ada disana termasuk Jo insung begitu takjub mendengarnya. suara itu begitu tegas, menunjukan bahwa ia didalam sana adalah sosok yang sangat kuat. Kyungsoo sendiri sudah berkaca-kaca, irama itu adalah irama kehidupan. Ada jantung lain didalam tubuhnya yang berdetak seirama dengan jantungnya. Malaikat kecilnya, berusaha mengingatkan dirinya bahwa makhluk mungil itu punya kekuatan untuk menghadapi dunia, lalu bagaimana bisa ia selama ini berfikir untuk mengakhiri segalanya disaat ada sosok yang tak berdosa tengah berjuang untuk tetap bertahan.

Airmata itu akhirnya luruh bersama rasa penyesalan yang teramat dalam. Kyungsoo menyesal telah membiarkan bayinya kesakitan untuk waktu yang lama. Malaikat mungil yang tak berdosa, yang berulang kali hampir tak terselamatkan akibat dirinya. Ia bertekad mulai dari sekarang, dirinya lah yang harus lebih kuat, melupakan apa yang terjadi selama ini, Ia harus bertahan demi sosok mungil yang terus berdetak didalam tubuhnya. Kyungsoo lalu menghapus airmatanya, kemudian tersenyum lembut. Kembali menikmati melodi kehidupan sang buah hati.

Suho yang melihat Kyungsoo menitikan airmata, berusaha memberikan kekuatan dengan mengenggam sebelah tangan nya disisi kiri. Ia tersenyum khas seorang ibu, menguatkan perempuan mungil yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya ini. Tak hanya Suho, Jo Insung yang berdiri disisi kanan juga refleks mengenggam tangan Kyungsoo. Ia tidak menyadari hal itu, yang ia tau raut wajah Kyungsoo berubah sedih sehingga ia berusaha menguatkan.

Kyungso tersenyum ketika melihat ekspresi si dokter muda yang menatapnya dengan aura sendu.

"Aku tidak apa-apa, Aku menangis karena terharu" Kyungso merespon dengan menggerakkan jarinya diatas genggaman Jo Insung.

"Okay, sekarang saatnya mengetahui apakah si mungil yang kuat ini seorang Prince atau Princess, oke Kyungie sayang, relaks kan saja tubuh mu" Suara Heechul mengalihkan perhatian mereka. Tangan Dokter senior itu bergerak kesana kemari dibalik sebuah kain yang menutupi perut Kyungsoo. Mencari dimana posisi yang tepat untuk melihat jenis kelamin sang bayi.

Untuk kesekian kali, kyungsoo merasa seperti menyaksikan sebuah keajaiban, bayi mungil nya bergerak lincah didalam sana, meskipun layar itu sepenuhnya buram, tapi ia dapat melihat malaikat kecil itu bergerak nyaman.

"Semuanya tampak normal" Heechul tersenyum memandang kyungsoo yang terlihat begitu bahagia. lalu menunjuk pada layar menggunakan dagunya,memberi Kyungsoo kode bahwa ia menemukan apa yang dicari. Kyungsoo ikut tersenyum meskipun ia tak mengerti apa hasil yang ditampilkan oleh layar yang memiliki warna hitam dan putih itu.

"Karena kandungan mu sudah memasuki usia 5 bulan, tak begitu sulit mencarinya karena semuanya sudah terlihat jelas, terlebih anakmu berjenis kelamin-"

"Aunty tunggu!" Kyungsoo tiba-tiba bersuara menghentikan penjelasan Heechul yang hendak mengatakan bahwa bayi yang ada didalam sana adalah seorang jagoan.

"Ah Kyungsoo, kau mengagetkan eomma saja!" Suho refleks mengelus dadanya.

"Hehehehee maaf eomma, aku hanya tak ingin aunthy menyebutkan jenis kelamin bayi ku sekarang, karena aku akan mendengarnya bersama Xiu eomma dan Jongdae appa. Aku fikir akan jauh lebih membahagiakan jika mendengarnya bersama-sama mereka. Bolehkan, Aunty tidak marah kan?" Kyungsoo menyegir lucu, takut kena omel oleh Heecul.

"Memangnya Xiu kemana?hmm ya sudah tak apa-apa, lagipula kau perlu tau perkembangan janin mu seperti apa, nanti setelah hasil printnya keluar akan aku jelaskan detailnya diruangan ku"

"aku sudah menghubungi Xiumin jie, tapi dia tak bisa datang karena sedang berada di singapura menemani Jongdae check up"

"Baiklah, setelah ini kita konsultasi dulu, baru kau boleh pulang Kyungie, aku tunggu diruangan ya" Heechul menepuk bahu Suho sebelum beranjak meninggalkan mereka.

"Iya Jie"

"hei Pak Dokter, Tak apa apa kan rasa penasarannya diperpanjang sedikit lebih lama ? nanti jadwal USG yang berikutnya aku janji akan ajak Pak Dokter lagi." Jo Insung terkekeh mendengar kalimat yang dilontarkan Kyungsoo.

"Tak apa, bukankah kita sama penasaran?" Keduanya lalu tertawa.

"Tapi pak dokter tidak boleh menanyakannya pada Aunty Heechul, jika melanggar Pak dokter harus menraktir apapun yang aku mau seumur hidup, kita harus mendengarnya bersama-sama, Janji?" Kyungsoo menyodorkan jari kelingking mungilnya dihadapan Jo Insung.

"Janji!" Jo insung berseru semangat sambil mengaitkan jari kelinking nya bersama jari milik kyungsoo.

"ekhem!" Suho sengaja berdeham,menggoda dua makluk dihadapannya,

"Apa anda juga ingin ikut berjanji sunbae?" Jo Insung menyodorkan jari mereka yang masih tertaut tepat didepan wajah suho. lalu menggoyangkan nya kiri dan kanan.

"ehm- tidak, aku terlalu tua untuk ikutan hal yang seperti itu" Suho cemberut lalu membuang muka ketika sepasang anak muda itu mencoba menahan tawa mereka.

"tapi anda tetap terlihat cantik sunbae, seriously" Jo Insung melirik Suho dengan tatapan menggoda.

"Jangan mencoba merayu ku bocah, kalau suami ku mendengarnya, kau bisa mati sebagai perjaka"

Sontak Kyungsoo tertawa dengan sangat kencang, membuat Jo Insung dan Suho ikut tertawa, walaupun tak mengerti dimana letak kelucuan dari kalimat Suho barusan. Tak apa-apa, demi Kyungsoo.

.


.

Pagi yang sejuk di bulan Oktober, Sepasang suami istri itu masih enggan beranjak dari ranjang meskipun sudah bangun sejak sekitar 10 menit yang lalu.

"Dinginnya" Chanyeol beringsut dari balik selimut mendekatkan tubuhnya yang sama-sama polos kearah tubuh sang istri demi mencari kehangatan.

"Kau sudah bangun?" suara serak Baekhyun teredam didada bidang Chanyeol, suaminya itu memeluk dirinya terlalu erat.

"hmm, sudah dari tadi, tapi rasanya hari ini ingin bermalas-malasan saja. Apa tidur mu nyenyak?" Chanyeol mengelus rambut panjang Baekhyun lalu menyampirkannya kebelakang, hingga tak ada ada helaian rambut yang menutupi bahu polos sang istri. Kemudian mengecupnya mesra.

"lumayan, kalau aku tak meghentikan mu setelah ronde ketiga, aku yakin 100% jam segini kita masih sibuk dengan alam mimpi." Chanyeol terkekeh mendengarnya, ia teringat tadi malam Baekhyun merengek meminta Chanyeol untuk tidak melanjutkan percintaan mereka hingga subuh. Chanyeol mengerti, Baekhyun butuh waktu tidur yang cukup. Lagipula selama ini Baekhyun tak pernah menolak jika ia ingin melakukannya bahkan mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk melakukan itu. Tidak begitu jadi masalah olehnya yang hanya dapat jatah 3 kali tadi malam.

"Lumayan lah~ setidaknya aku sudah menabung sebanyak 3 kali klimaks. sedikit demi sedikit lama lama jadi bayi" Baekhyun tertawa jenaka mendengar kalimat konyol sang suami. Chanyeol merasa gemas mendengar tawa itu, tak tahan untuk mencubit hidung bangir Baekhyun.

"Yeol?"

"ya sayang?"

"aku bosan~ sudah sebulan kita disini hanya berdua, membuat ku sedikit jenuh. Ya walaupun belum semua tempat di pulau ini kita jelajahi tapi rasanya aku ingin melihat keramaian." Baekhyun mengerucutkan bibirnya tanpa sadar. Begitu menggemaskan dimata Chanyeol.

"kau ingin kita keluar pulau? kemana?"

" Kemana saja,ke pusat kota, ke mall atau pasar-pasar tradisional" Chanyeol memutar kedua bola matanya setelah mendengar ucapan Baekhyun. Istrinya itu tidak butuh keramaian tapi butuh berbelanja. Sifat alami seorang wanita bila berada di negeri orang, Shopping. Duh.

"Bilang saja ingin shopping huh-" Chanyeol kembali mencubit hidung Baekhyun. " kenapa pakai modus ingin melihat keramaian?" Baekhyun menyengir menampilkan senyum kotaknya.

"boleh ya? sekalian cari oleh-oleh"

"bagaimana ya? boleh tidak ya?" Chanyeol sengaja menggoda Baekhyun dengan mengaruk-garuk dagunya, tampak pura pura berfikir. Detik berikutnya ia bangun kemudian tiba-tiba menindih tubuh sang istri.

"ada syaratnya, bagaimana kalau kita satu ronde dulu?" Kedua mata Baekhyun membola ketika tubuh polos Chanyeol menghimpit dirinya,sehingga kedua lapisan kulit itu saling bersentuhan. Terrlebih hal itu membuat kesejatian sang suami membelai paha mulusnya. Baekhyun shock mengetahui suaminya bisa tegang seperti itu meskipun tidak dalam keadaan terangsang. Apakah semua pria mengalami hal ini setiap pagi ? Atau hanya suaminya saja yang kelebihan hormon?

"jangan macam-macam park! kau fikir aku percaya dengan angka satu mu itu? minggir, aku mau mandi! kalau tak mau mengantar aku bisa minta paman Lee yang menemani" Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol dari atas tubuhnya, hingga Chanyeol tergeletak pasrah diatas ranjang.

"Hei jangan merajuk, oke-oke kita ke pusat kota hari ini, aku akan menghubungi paman lee untuk menjemput kita, tapi izinkan aku mandi bersama mu"

"terserah!" Baekhyun menyibakan selimut dari tubuhnya. Kemudian turun dari ranjang tanpa berniat mengambil jubah tidur. Ia melenggang santai tanpa memakai sehelai benangpun menuju kamar mandi. Chanyeol seketika menjatuhkan rahangnya melihat tubuh S line sang istri. Jika ia sedang berada didunia komik mungkin hidungnya sudah dibanjiri noda merah dan air liur yang tumpah bak air terjun. Oke itu berlebihan-"

"whoaaah so sexy, hey bunny wait me!" Ekspresi Chanyeol tak ubah seperti seekor serigala lapar yang siap memangsa kelinci putih buruannya. Ia kemudian berlari menyusul Baekhyun, takut istrinya itu berubah fikiran dan mengunci pintu kamar mandi. Mungkin tidak dapat jatah 'masuk' tapi setidaknya istri seksi nya itu masih punya tangan dan mulut untuk membantu mengatasi 'morning problem' nya. Ya kalau Baekhyun bersedia, jika tidak, tak ada jalan selain solo karir. Berdoa saja dewi fortuna berpihak pada mu Park!.

.


.

"Anda terlihat begitu baik nyonya Kim" Dokter paruh baya itu melemparkan senyuman nya pada sosok wanita yang terlihat sangat bahagia hari ini.

"aku merasa sangat senang dokter, hari ini bisa mengetahui aku akan mendapatkan seorang putra atau seorang putri, anda tau? sejak terakhir kali kita USG aku tak berhenti memikirkannya."

"Baiklah, mari kita lihat dia" Pak dokter terlihat sedang menggerakan alat nya pada perut yang sudah dilumuri krim khusus oleh perawat.

"Ayo main tebak-tebakan, menurut sang ayah apa jenis kelamin calon bayi mu?" Sontak keduanya tertawa mendengar guyonan dokter paruh baya itu.

"Kau tak bertanya pada ibunya lebih dulu dokter?" Taemin memasang ekspresi pura-pura merajuk.

"Baiklah, baiklah. Jadi apa yang bathin mu katakan Taemin?"

" feeling ku begitu kuat dokter, aku yakin dia perempuan" Rasa bahagia diraut wajah Taemin tak terbendung lagi.

"Kalau menurut mu Jongin?" dokter itu beralih memandang Jongin.

"aku dulu pernah punya keinganan memiliki anak laki-laki untuk anak pertama, agar bisa melindungi adik-adiknya kelak."

"sepertinya memang kekuatan bathin seorang ibu tidak pernah salah, maaf Jongin, kalian mungkin bisa mencobanya lagi untuk anak kedua" Pak Dokter mengerling nakal. menggoda pasangan didepannya.

"Jadi anak ku sungguh perempuan?"Taemin refleks menutup mulutnya kemudian menangis terharu.

"Ya. anak yang aktif seperti ibunya, Selamat untuk kalian dan jongin jangan merasa kecewa, perempuan dan laki-laki sama saja, mereka adalah anugerah untuk kedua orang tuanya." Taemin dan Kai meangangguk bersamaan. Namun setelahnya, Kai kembali terlarut dalam lamunan tentang mimpinya membangun sebuah keluarga kecil bersama wanita impiannya. Tapi sekarang semua mimpi itu sudah tak berarti apa-apa. Tentang wanitanya, keluarga dan- anak laki-laki. Walau kenyataannya saat ini Kai tidak mengetahui bahwa salah satu mimpinya sedang diperjuangkan oleh Kyungsoo.

.


.

Rencana hari ini gagal total!

Dan makhluk yang paling menderita karena hal tersebut sudah pasti pria tampan bernama Park Chanyeol. Bagaimana tidak, seharian ini ia uring-uringan menghadapi sikap Baekhyun, istri cantiknya. Dunia yang tadinya cerah penuh warna mendadak mendung kegelapan ketika seorang Park Baekhyun kehilangan moodnya. Baekhyun hanya mengurung dirinya didalam kamar sambil menghabiskan semua jenis cemilan.

"Ayolah sayang, jangan seperti ini Paman Lee berjanji akan segera kembali besok, besok pagi-pagi sekali kita berangkat ke Honululu dan kau bisa seharian penuh mengelilingi pulau Oahu. Tidak baik merajuk seperti ini."

Hening.

"Baekhyun~ hei Park Baekhyun?"

"Ya, lalu kau ingin aku bagaimana disaat aku merasa sudah sangat bosan seperti ini" Baekhyun menjawab ogah-ogaghan dengan nada jutek. Chanyeol tampak berfikir keras, memikirkan tempat apa yang dapat memperbaiki mood Baekhyun. Dipulau ini sudah mereka jelajahi meskipun tidak semua tempat.

" Sayang, kau pernah bilang sangat suka dengan air terjun kan?" Chanyeol tiba-tiba teringat tempat di pulau ini yang paling wajib dikunjungi versi ayah mertuanya.

"hmm, apa ada tempat seperti itu disini?" Baekhyun menjawab dengan nada malas.

"Ayo kita kesana! selagi cuaca sedang cerah, kita bisa menyusuri hutan, letaknya tidak begitu jauh tapi appa mu bilang kita memang harus mencarinya. Karena jika sudah menemukan air terjun itu, kita akan merasakan sensasi yang berbeda. Bagaimana tertarik nyonya Park?"

"Apa tempatnya benar-benar menyenangkan, aah aku tiba tiba ingin berenang?"

"tentu"- apalagi kalau sambil bercinta. Chanyeol bersorak riang didalam hati, kemudian tersenyum senang melihat mood sang istri sepertinya kembali pulih. Sementara Baekhyun yang juga ikut tersenyum tidak menyadari ada seringaian kecil disela senyum tampan sang suami.

Kau masuk perangkap lagi, kelinci kecil.

.


.

Kyungsoo terduduk lemah disebuah kamar yang baru disadari bahwa itu adalah kamar miliknya. Hari ini cukup melelahkan, hingga rasanya ia tak sanggup melanjutkan tugas kuliahnya yang sejak dua hari tidak tersentuh. Padahal ia harus menyelesaikan itu semua sebelum tes beasiswa dilaksanakan. Baru saja hendak mengganti gaunnya dengan baju tidur,Kyungsoo mendengar bell rumah berbunyi. Betapa kagetnya, sosok dibalik pintu itu adalah Kai, kekasihnya yang masih mengenakan pakaian formal. Tanpa kata Kai menariknya dengan sangat kasar, dan menghempaskan dirinya begitu saja disamping kemudi mobil. ia hanya mampu meringis ketika menyentuh pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman tangan Kai yang amat kuat.

Kyungsoo melirik Kai takut-takut, tak biasanya kekasihnya itubersikap seperti ini. Kyungsoo tak tau apa yang terjadi, ia mencoba bertanya dengan suara lirih.

"a-ada apa ? apa terjadi sesuatu?" Hening. Kai terlihat mengabaikan dirinya begitu saja. Menit demi menit mereka lewati dengan kebisuan selama dalam perjalanan. Hingga mereka sampai disebuah tempat yang Kyungsoo ketahui adalah apartmen Kai.

"Masuk!" suara Kai sarat akan emosi.

"Kai, ada apa? apa yang terjadi?" cicit Kyungsoo dengan nada takut.

" ada apa kata mu? ada begitu banyak hal dihidupku yang musnah karena dirimu!"

"kai apa maksud mu?"

" seharusnya kau tak perlu ada diantara kami, seharusnya kau tak bersahabat dengan Baekhyun! seharusnya kau tak membuatku seperti ini Do Kyungsoo!

" Kai aku tidak mengerti! Ada apa?"

"Kau dan si sialan park Chanyeol membuat ku menjadi sulit! memanfaatkan mu ternyata tak berguna sama sekali!"

"Kau memanfaatkan ku? Kai jelaskan sesuatu!" Nada bicara Kyungsoo meninggi, tanpa disadari airmatanya jatuh begitu saja ketika mendengar kalimat menyakitkan yang dilontarkan kai.

"Aku memanfaatkan mu demi mencapai tujuan ku, tapi kau lihat hari ini? apa yang aku dapatkan? Pernikahan Baekhyun? Hahaha" Kai tertawa sumbang.

"dan kau tau?-" Kai mencengkram lengan mungil Kyungsoo dengan sangat kuat. "ITU MEMBUATKU HANCUR KYUNGSOO! dan kau sama sekali tak berguna!" Kai sengaja melempar tubuh lemah kyungso keatas ranjangnya dengan kasar, hal itu membuat Kyungsoo meringis kesakitan.

"KAU KEJAM KAI! JAHAT!" Kyungsoo terisak diantara kalimatnya.

"Aku memang jahat! Baiklah, akan aku tunjukan betapa jahatnya aku!"

Kai beranjak dari tempatnya kemudian dengan segera menindih tubuh Kyungsoo, merobek gaun yang sedang dikenakan Kyungsoo secara kasar. Bibirnya menyerang bibir mungil Kyungsoo dengan brutal, tidak peduli sudut bibir Kyungoo yang berdarah akibat menolak ciuman kasar itu. Tangannya juga tidak tinggal diam, meremas kedua payudara Kyungsoo tanpa perasaan, kasar dan menyakitkan.

Kyungsoo hanya mampu merintih kesakitan saat semua tubuhnya penuh siksaan seperti ini.

"SHIT! " Kai bangkit dari atas tubuh Kyungsoo yang sangat berantakan, pakaiannya sudah sirobek paksa, hingga tubuh bagian atasnya tak tertupi apapun. melihat tubuh bagian atas Kyungsoo yang sudah polos membuat Kai makin tak tahan , ia tergesa-gesa membuka sabuk celananya kemudian meloloskan celana tersebut sebatas lutut. Kyungsoo yang sibuk menangis tak menyadari bahwa gaunnya sudah dinaikan sebatas pinggang, hingga pakaian terakhir yang menutupi kewanitaannya ditarik Oleh kai dengan kasar.

"AKH! SAKIT KAI! KU MOHON HENTIKAN!" Kai menulikan pendengarannya dari tangisan pilu Kyungsoo. Ia sedang berusaha fokus pada kenikmatan yang sedang ia teguk. Kai sama sekali tidak peduli bahwa ia melakukannya tanpa persiapaan , Kyungsoo benar-benar dalam keadaan kering dan Kai tetap saja memaksa memasukan miliknya jauh lebih dalam.

"sakiiitt hiks"

"ini tidak seberapa dibanding dengan rasa sakit yang aku terima Kyung!" Kai mulai melakukan pergerakan dengan kecepatan penuh tanpa kelembutan. seakan tak puas sampai disitu, tangannya kembali meremas dada Kyungsoo dengan kasar.

Cukup lama Kyungsoo harus meneguk semua kesakitan yang ia rasa, Kai masih belum menunjukan tanda bahwa ia akan berhenti.

"Kau itu bodoh Kyungsoo! wanita bodoh yang mau menyerahkan tubuhnya begitu saja pada pria brengsek seperti aku!" Kyingsoo tak mampu menanggapi ucapan Kai. Kesadarannya sudah diambang batas.

"ERGHHH" Kai menggeram memberi tanda bahwa ia akan segera sampai pada puncaknya.

"kai ku mohon jangan keluar didalam" Kyungsoo memohon lirih sambil terisak, ia berusaha bertahan agar hal yang tak diinginkan itu terjadi.

"apa peduli ku!" Kai membalas ucapan itu dengan nada marah. Ia mengabaikan permintaan Kyungsoo dengan semakin menambah tempo pergerakannya, sedikit lagi.

"aku mohon Kai, kita sedang tidak menggunakan pengaman, ku mohon jangan-"

"AAAAAAHHH"

terlambat.

Lengguhan panjang Kai menuntaskan kegiatan penuh kesakitan yang diterima Kyungsoo. Namun tiba-tiba secara kasar Kai menarik rambutnya kebelakang.

"AKH!"

"Bagaimana? kurasa ini sudah menjadi bukti untuk mu Do Kyungsoo! Jangan mengharapkan apapun dari ku mulai sekarang!"

Lelah. Kyungsoo ingin terpejam, jujur saja ia masih tak mengerti mengapa semua ini terjadi. Matanya mulai mengabur ia butuh memejamkannya, berharap ketika ia membukanya lagi semua ini hanya mimpi.

Mimpi yang sebenarnya kenyataan.

.

" AAAAAAARRHGT"

"Hiks" Kyungsoo terisak dengan nafas yang tak beraturan. Dadanya sesak, seakan terhimpit batuan gunung yang besar. Mengapa kejadian itu tak pernah hilang dari ingatannya. Mengapa semua ini masih tak berhenti membuatnya tersiksa. Kyungsoo kemudian membelai perutnya sembari terisak.

Ada apa? apa sesungguhnya yang terjadi ia tak mengerti sama sekali. Dirinya, Baekhyun dan Chanyeol. Mengapa kejadian itu hadir dalam mimpinya, mengapa ia seakan tak diperbolehkan hidup dengan bahagia. Kesakitan itu, masih melekat erat didalam jiwa.

"Kyung!" Suho dan Kris membuka pintu kamar dengan kuat.

"Sayang ada apa? kau mimpi buruk?" Tangis Kyungsoo pecah didalam dekapan Suho.

"Kenapa eomma? kenapa? aku tidak mengerti apapun, tapi mengapa hanya aku yang menerima semua kesakitan ini hiks,sakiit eomma hiks" tangisan pilu Kyungsoo sungguh membuat hati yang mendengarnya ikut terluka.

"mana yang sakit sayang? kita kerumah sakit ya?" Kyungsoo menggeleng sambil mengeratkan pelukannya ditubuh suho. Bukan sakit fisik yang ia rasakan tetapi relung hatinya.

"Baekhyun, hiks chanyeol"

"Baekhyun Chanyeol? kau mimpi buruk? sayang, mimpi itu hanya bunga tidur. Jangan takut eomma disini. Tenangkan dirimu, ingat Kyung bayi mu akan ikut menangis kalau ibunya seperti ini"
Ucapan Suho membuatnya sadar. Ada malaikat mungil didalam tubuhnya yang juga ikut tersiksa. Ia sudah bertekad untuk bangkit dan bertahan demi bayinya.

" eomma jangan pergi" Suho melirik Kris, mencoba berbicara melalui tatapan mata.

"Iya sayang, eomma disini, tidurlah" Suho perlahan membaringkan tubuh Kyungsoo.

"Yeobo, kembalilah kekamar, aku akan tidur disini menemani Kyungsoo. Dia butuh ditenangkan"

"Baiklah, jika ada sesuatu segera panggil aku" Suho mengangguk seraya tersenyum. Kemudian Kris menyempatkan diri untuk mencium kening suho sebelum meninggalkan mereka berdua didalam kamar.

Suho berbaring menyamping sambil mengelus helaian rambut Kyungsoo. Ia bersenandung lembut, berharap wanita rapuh dihadapannya ini dapat tertidur, jujur saja ia ingin menangis, hati ibu mana yang tak teriris melihat anaknya begitu banyak menanggung kepedihan. Walaupun tak ada setetes darahnya yang mengalir ditubuh Kyungsoo, tapi saat ini dirinyalah tempat kyungsoo membutuhkan pelukan seorang ibu, meskipun kenyataannya Tak ada yang bisa menggantikan posisi Lay dihati Kyungsoo.

"Berbahagialah nak, lupakan semua penderitaan ini, kau pantas bahagia, kami semua ada disini untuk mu" Suho beringsut maju, mencium kening Kyungsoo penuh rasa kasih sayang. Airmatanya itu akhirnya luruh ketika melihat Kyungsoo yang terlelap lemah.

"jangan pernah merasa sendiri"


TBC


Haiii *nyengir idiot* diri ini kembali *horaaaaay*
Niatnya udah mau comeback diawal tahun kemaren, mau update immortal love tapi niat itu dibatalkan ~T_T~, lagian sepertinya tahun baru kemarin banyak yg update kan yak, udah banyak bacaan kan?
ada yang nanyain sih, kak Yu kenapa ga ikutan update bareng temen temen?
ga ada yang ngajakin hiks, mungkin udah pada ga inget kali diri ini masih bernapas.

tapi tetap masih ada yg nungguin ff ini kan ya? udah lama bangetkan ? Yu sampai frustasi, trus ngerasa kalau cara penulisan juga udah beda. efek terlalu lama ga nulis.
Terima kasih ya yang udah mau bersedia luangin waktunya buat review, yu seneng banget samaa respon kalian, ada kritik dan saran. serius itu jadi sumber semangat.

dan masalaah nc di chapter13 kemarin Yu emang sengaja bikinnya seperti itu, biar kalian ga terlalu fokus samaa kegiatan itu, sengaja dikasih part 'refresh' nya, biar nc nya ga terlalu dihayati(?) bahaya kalau terlalu fokus :D baca nc itu ga boleh terlalu serius. Nanti kalau mau yang serius minta sama suami hohohoho *senyum malaikat*

Yu terhura banget sama respon di chapter kmarin, dukungan kalian semangat kalian emang bener-beneer bikin bangkit, Yu sampe mikir apasih istimewanya ff abal abal ini, kok kalian sampai segitunya *Nangis banjir bandang* sekali lagi makasih ya, kalau bisa meluk, yu pengen peluk kalian semua hiks *alaay lu!

Untuk chapter ini chanbaeknya ga terlallu banyak, ini udah mulai muncul percikan api, ada yang bilang ceritanya lebih menarik ttg kaisoo, chanbaeknya flat, tapi sesungguh nya tidak ada yang tau apa yg terjadi berikutnya kan ? *smirk* untuk yang sekarang nikmatin aja dulu kebahagiaan chanbaek yg seperti ini, Chanbaek tetep main cast hanya saja puncaknya belum disini, Ya puas puas-in dulu chanbaek yg sekarang, karena 'sesuatu'itu bakal terjadi ahahaha. *sok yes.

Untuk yang minta banyakin Kaisoo yu cma bisa kasih porsi yang sesuai aja, karena kaisoo dan chanbaek berkaitan erat, Kaisoo begini karena chanbaek dan chanbaek begitu karena kaisoo, ngerti kan? /kagaaaa/

Makasih banyak juga yang udah mau repot² rekomin ff ini dimanapun, yang promotin cerita ini, yu ga tau siapa siapa aja, tapi yu mau ucapin makasih banyak.
Ga nyangka juga ff ini dibaca sama editor kaporit ane.
Buat dd fira makasih ya udah mau baca, duh jadi malu *kulit putih merona* /p*nds kali ah~/

buat Hana247 welcome^^ senang betul hati saye ade reader internasional(?) Dari malaysia, btw yu orang riau loh *gak nanya* bisa banget bahasa melayu, semoga bahasa aneh yu di ff ini tak membingungkan ye hanaa,, salam kenal^^

Untuk kamu yang bernama Hana juga, Hei cenayang Real ParkHana, yg suka gosipin ane,tau banget gue pemalas :D eii jangan kira yu ga tau kamu gosipin organisasi percabangan/? Ini, ingat kita sesama cenayang:D diriku tau apa yang kamu lakukan bersama ella,, *kibas jubah

The last, terima kasih sekali buat ella selaku nyonya oh cabang medan, berkat dukungan dan dorongannya lah ff ini brojol lagi, soalnya kalau ga ada ella ff ini masih harus ngaret, jadwal seharus nya itu hari sabtu, tp karena yu kebanyakan stuck jadi makin ga selesai

Tapi pada akhirnya writer block itu teratasi.

sedih deh lets not nya ella udh ending (udah baca ffnya duluan,sorry ya ella yu curi start baca di doc manager*gorok saja aku laa)
kalau ada yg belom baca, silahkan temukan ff nya di akun baekbychuu
Kalau bisa demoin authornya juga buat diperpanjang(?) ples 'malam kedua'nya chanbaek karena chanbaeknya nikah lagi ayaaay!triplet dapat baluuu *heboh sendiri*

Duh hampir lupa, yu ganti pin ya guys, kalau pin di chap kmaren ada yang invite trus gak yu accept harap dimaklumi^^ kalau ada yang kehilangan Kontak Yu bisa invite ulang 5B29410C, Yu ganti hp jadi pin nya berubah, mungkin karena ga logout kali yah. So, di invite ulang ya guys.

BIG THANKS TO :

intan kpoper, daebaektaeluv chanbaeqiss neli amelia rizka0419 pinkpurple94 Nayeolpcy27 sa exindira Lucky8894 Istiqomah Dinda399 firechanlightbaek .96 OhdhiHanni MbemXiumin Chanshin08 TyaWuryWK

AuliaPutri14 Babies BYUN Hamidah0706 ChanHunBaek memomy baekchu .35 oohdhita99 Real ParkHana Yessi94esy Taman Coklat ruixi1 CHANBAEK FOREVER Rilah safitri

narsih556 kimkaaaaai Ihfaherdiati892 JonginDO Anniputamei Gigi onta keziaf BLUEFIRE0805 EXO12LOVE fvirliani edifa sehyun14 hanhan96 rly Guest Guest aldy.8102 Firda473 NopwillineKaiSoo BunnyJoon dews Jung Hyejin 6991 diauthie sweaty hany exo JungHunHan Lu-ttleDeer HunBubbleTea StrawBaekki Kimeunyeol candelyrufela28 HunBubbleTea Parkchanyeol00 puppy baek leeminoznurhayati

ditunggu Reviewnya ya guys, YU rindu kalian :*

P.S : Happy4YearsWithSehun papaboo ga kerasa ya usia pernikahan kita udah 4 tahun aja, usia pernikahan segitu biasanya rawan banget loh, tapi kita masih aja kaya pengantin baru aja yaa^^*woy!heheh Semoga kita langgeng sampai maut memisahkan ya Hun muach

Buat teh lulu, Happy anniv juga ya teh #HappyHunhanDay, *berusaha akrab dengan istri tua :v

P.S.S : Kobam banget sama Chanbaek, Kaisoo, Taekai, aaa OTP ane kalau ngemoment ga ngira-ngira :v hajaar! apalagi yang disingapura kemarin, duh mana baek pegang foto dia sama Suho GS version. Janda begitu ternyata mak gue banyak yang doyan, fanboy pula, pesona seorang JunMyunnieee ppffttt

P.S.S.S : /menunggu hasil kencan Chanyeol dan Baekhyun/

bhaaayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy

Salam Rindu,

Yu

Jan 11, 2016