Chapter 14: The Way You Make Me Feel
Chanyeol sedang bersiap, akan meninggalkan Chanlie dan Hyechan di rumah bersama Baekhyun. Anak-anak sengaja meminta Baekhyun tetap tinggal untuk membantu mereka mengerjakan PR. Tadinya Chanyeol sedikit keberatan karena takut akan merepotkan, tapi karena Baekhyun sendiri bilang ia tidak keberatan akhirnya Chanyeol menyetujuinya.
"Kids, please behave and do not cause any trouble while I'm not home." Chanyeol berpesan sambil mengenakan mantel coklatnya
"Alright, daddy"
"Maaf daddy tidak bisa menemani kalian mengerjakan PR, tapi syukurlah Byun-agasshi mau membantu, jadi jangan terlalu merepotkan Byun-agasshi okay?"
"Okay, daddy"
"Good. Kalau begitu daddy pergi dulu." Chanyeol mengusak puncak kepala kedua anaknya
"Careful dad"
"Hm. Byun, aku titip anak-anak"
"Ne, sajangnim"
"Mungkin aku akan kembali siang, kalau kau ingin pulang duluan minta antarkan supir saja"
Baekhyun mengangguk. Lalu Chanyeol memasuki mobil, melambaikan tangan singkat ke Chanlie dan Hyechan lalu melajukan Merecedez-nya meninggalkan rumah.
.
Storyline by baekyeolite
Park Chanyeol - Byun Baekhyun
in
LOVE UNCONDITIONALLY (무조건 사랑)
"Haaah bosaaaaan" Chanlie berguling-guling diatas karpet ruang bermain yang ada di lantai 2. Merasa jenuh karena sudah lebih dari dari satu jam mengerjakan pr menulis huruf Hangul, menurut guru di tk, tulisan Chanlie masih kurang rapi, oleh karena itu ia lebih banyak diberi pr berupa latihan menulis.
"Apa kalian sudah lapar?" tanya Baekhyun
"Belum, agasshi" jawab Hyechan
"Byun agasshi bisa bermain piano?" tanya Chanlie
"Hmm.. sedikit" Baekhyun sambil mencoba mengingat kunci-kunci dasarnya
"Wah!" Chanlie langsung bangkit, "Kalau begitu agasshi mainkan piano saja! Ayooo" Chanlie jadi bersemangat dan menarik-narik tangan Baekhyun.
"Aku ikut! juga mau lihat Byun-agasshi main piano!" seru Hyechan, langsung melupakan tugas mewarnai yang sedang ia kerjakan.
"Baiklah," Baekhyun tersenyum menanggapi antusiasnya si kembar.
Chanlie menarik Baekhyun ke lantai 1, di area dekat ruang keluarga dimana dindingnya digantikan oleh kaca transparan besar yang menghadap langsung ke kebun samping rumah. Di sana terdapat grand piano hitam yang masih terlihat mengkilap diterpa sinar matahari.
"Byun-agasshi duduk disini" Hyechan menepuk-nepuk bangku yang diletakkan di dekat piano.
Baekhyun pun menurutinya dan mulai membuka cover tuts piano, sementara Chanlie dan Hyechan sudah berjingkat-jingkat semangat di sisi kiri dan kanannya, tidak sabar ingin melihat permainan piano Baekhyun.
"Kalian mau lagu apa?" Baekhyun meletakkan jari-jarinya di atas tuts tanpa menekannya, seolah sudah siap dengan apapun permintaan anak-anak ini.
"Hnggg.. Twinkle Twinkle Little Star!" Chanlie berseru
"Oppa, lebih baik lagu yang berbahasa Korea saja, supaya kita bisa sekalian belajar" saran Hyechan
"Baiklah, selain lagu beruang, Byun-agasshi bisa lagu apa?"
"Hm..apa kalian tahu Olchaengi? Lagu tentang berudu yang tumbuh menjadi katak?" Baekhyun memberi usul.
Si kembar menggeleng.
"Oke, kita akan coba memainkannya, tapi dengarkan agasshi dulu, ne"
"Hng!" mereka mengangguk semangat.
Baekhyun diam sebentar, menempatkan jemari lentiknya diatas kunci nada awal. Lalu ia mulai menekan tutsnya dan intro lagu yang berirama riang dan bertempo agak cepat mulai menggema di ruangan. Baekhyun mulai bernyanyi.
.
Gaewoo ga e olchaengi hanmari
Ggomool ggomool he umchida
Dwitdariga ssook, apdariga ssook, palttak palttak gaegoori dwaenne
Ggomool ggomool ggomool ggomool ggomool ggomool olchaengiga
witdariga ssook, apdariga ssook, palttak palttak gaegoori dwaenne
.
Setelah memberi sentuhan outro pada lagu, anak-anak langsung bertepuk tangan kencang.
"Waaaa Byun-agasshi daebak!"
"Coba sekarang pakai gerakan, Byun-agassshi!"
Lagi? Sebenarnya Baekhyun sudah cukup malu ketika tertangkap basah oleh Chanyeol saat melakukan tarian lagu beruang, tapi mumpung Chanyeol sedang tidak sedang berada di rumah dan pelayan juga pada sibuk dibelakang, akhirnya Baekhyun menyanggupinya.
"Oke, kalian boleh mengikutinya dari sekarang kalau mau" Baekhyun beranjak dari kursi.
Ia menghitung sampai 3 lalu memulai lagunya lagi, kali ini disertai gerakan. Seperti kemarin, si kembar mengikuti Baekhyun dengan gerakan sebisanya, dan saat dipertengahan lagu, sebuah suara menginterupsi,
"Chanlie, Hyechan!"
Baekhyun langsung berhenti, si kembar menoleh.
"Halmeoni! harabeoji!"
~L.U~
Eunhye sedang mengemas pakaian Yoochun dan berbagai bawaan lainnya, dibantu dengan sekretaris Kang. Hari itu Yoochun sudah diperbolehkan pulang, namun masih dibawah pengawasan dan kontrol dokter.
"Yeobo, sepulang dari sini aku ingin mampir ke rumah Chanyeol, anak-anak pasti hanya ditemani pelayan di rumah." ucap Eunhye sambil menggenggam tangan Yoochun yang duduk di sebelahnya, mereka sudah berada di dalam mobil dan siap meninggalkan rumah sakit.
"Eoh? Kalau begitu aku juga ikut, aku ingin bertemu lagi dengan cucu-cucuku" sahut Yoochun
Lalu Eunhye meminta supir untuk mengantarkan mereka ke rumah Chanyeol terlebih dulu.
"Yeobo," panggil Eunhye
"Ne, chagi?"
"Aku sedikit khawatir dengan kehadiran perempuan yang bekerja sebagai sekretaris Chanyeol"
Sekretaris Kang yang duduk di sebelah jok pengemudi melirik ke rearview mirror, tidak bermaksud menguping tapi memang pembicaraan Eunhye dan Yoochun terdengar ke telinganya.
"Memangnya ada apa dengan sekretaris yang Chanyeol pekerjakan? Aku belum mengetahuinya"
"Entahlah, aku merasa ada sesuatu diantara Chanyeol dan perempuan yang bernama Baekhyun itu"
Yoochun mengerti 'sesuatu' yang Eunhye maksud, "Apa kau sudah membuktikannya?"
Lalu Eunhye mengadukan apa yang ia lihat di kantor beberapa hari lalu.
"Ada baiknya jika ditanyakan pada Chanyeol langsung, chagi. Kita tidak boleh berprasangka tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."
Eunhye terdiam, kalimat Yoochun ada benarnya juga. Namun ia tidak bisa menyembunyikan keresahannya. Eunhye sudah bersusah payah mencarikan calon yang menurutnya terbaik untuk Chanyeol yang sekaligus akan menjadi ibu tiri bagi Chanlie dan Hyechan. Meskipun Eunhye sudah mencari tahu sendiri dan menyimpulkan bawa Baekhyun terlihat seperti perempuan baik-baik, namun seseorang tentu bisa memiliki niatan tidak baik yang akan muncul kapan saja.
"Kita akan bicarakan ini dengan Chanyeol nanti" ucap Eunhye final.
Setelah itu, keduanya tidak berbicara apa-apa lagi hingga sampai di rumah Chanyeol. Eunhye menekan bel disamping pintu rumah dan tidak lama kemudian pintu dibukakan oleh seorang pelayan.
"Oh, tuan dan nyonya, silahkan masuk"
"Terima kasih. Mana cucu-cucuku?" tanya Yoochun sambil mengedarkan kan pandangannya, barangkali ia akan menemukan Chanlie sedang berlarian.
"Mereka sedang bermain tuan" jawab si pelayan sambil mengantar Eunhye dan Yoochun ke ruang keluarga.
Begitu sesampainya di sana, pasangan suami istri itu langsung dihadapkan dengan pemandangan yang biasa ditemukan di kelas di sebuah taman kanak-kanak. Terlihat Chanlie dan Hyechan sedang asyik bernyanyi sambil menari, dengan Baekhyun sebagai instrukturnya. Ketiganya sampai tidak sadar dengan kehadiran orang lain disana.
"Chanlie, Hyechan!" Eunhye memanggil
Kegiatan mereka terhenti.
"Halmeoni, harabeoji!"
~L.U~
Chanyeol memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran bergaya Eropa klasik di pusat kota Seoul. Kata Eunhye wanita yang akan berkenalan dengan Chanyeol sudah menunggu disini. Begitu sudah berada di dalam, Chanyeol menghampiri meja resepsionis dimana pegawai restoran biasa menyambut pengunjung.
"Selamat datang. Ada yang bisa dibantu Tuan?"
"Aku mencari meja yang sudah direservasi atas nama Ny. Park Eunhye"
"Ah, anda tuan Park Chanyeol?"
"Ya, saya sendiri"
"Tamu anda sudah menunggu dimeja no 09, mari saya antar tuan"
"Oh, tidak usah, aku sendiri saja. Terima kasih"
Chanyeol memasuki dining area restoran yang siang itu cukup ramai pengunjung, bola matanya bergerak mencari meja bernomor 09 dan ternyata letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana ia berdiri. Terlihat perempuan yang sedang duduk menyamping menghadap jendela, membelakangi Chanyeol. Chanyeol berhenti sebentar, mecoba menebak-nebak siapa wanita berambut hitam bergelombang yang sudah duduk manis menunggunya disana. Kemudian ia mulai mendekati meja itu.
"Annyeonghaseyo" suara baritone Chanyeol sedikit mengagetkan perempuan itu. Ia menolehkan kepalanya dan langsung bertemu pandang dengan Chanyeol.
Tunggu. Chanyeol mengambil jeda untuk berpikir, berusaha mengenali wajah tidak asing dihadapannya ini.
"Annyeong, Chanyeol-ssi" sapa si perempuan sambil menyunggingkan senyuman. Cantik.
Oh, bukankah dia…
"Seo…hyun?"
~L.U~
"Baekhyun-ssi, kenapa anda bisa ada disini?" tanya Eunhye, tidak menyangka akan menemui Baekhyun di rumah Chanyeol.
"Byun-agasshi tadi membantu kami mengerjakan pr, halmeoni" jawab Hyechan
"Lalu bermain piano dan mengajari kami lagu" lanjut Chanlie
"Benarkah begitu?" Eunhye memastikan
"Iya nyonya, Park sajangnim menitipkan anak-anak kepada saya selama ia pergi. Tapi karena tuan dan nyonya sudah ada disini mungkin saya… bisa pulang sekarang" entah kenapa Baekhyun merasa sedikit terintimidasi dengan cara Eunhye menatapnya.
"Tunggu. Kau Baekhyun sekretaris Chanyeol?" tanya Yoochun, Eunhye menoleh sekilas ke suaminya.
"Iya, tuan"
"Ah, kalau begitu ayo kita mengobrol sebentar, kau sedang tidak sibuk kan? Ada beberapa hal yang perlu aku tanyakan padamu terkait urusan perusahaan"
"Baik tuan"
Kemudian Yoochun mengajak Baekhyun ke ruang tamu, Eunhye sibuk didapur bersama pelayan untuk menyiapkan makan siang yang tadi ia beli dari restoran saat di perjalanan menuju ke rumah Chanyeol, sedangkan si kembar sedang memakan cemilan di ruang makan sembari menunggu makanannya siap.
"Baekhyun-ssi, sebelum menjadi sekretaris presdir kau bekerja untuk departemen apa?" Yoochun memulai
"Saya dari departemen pemasaran, tuan. Sebagai marketing consultant" jawab Baekhyun pelan
"Hm.. lalu bagaimana kau bisa mendapat posisi sebagai sekretaris presdir?" tanya Yoochun lagi
"Saya direkomendasikan oleh kepala departemen untuk mengikuti pemilihanya, sekretaris Kang yang menyeleksi saya waktu itu"
Yoochun menoleh ke sekretaris Kang yang berdiri tak jauh dari situ, bermaksud menemani Yoochun jika terjadi apa-apa karena ia baru pulih.
"Apa itu benar, sekretaris Kang?"
Sekretaris Kang menjawab, "Benar tuan. Namun tuan muda sendiri yang menentukan persyaratannya"
Yoochun hanya mengangguk dan selanjutnya ia menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, meminta Baekhyun menjelaskan bagaimana kinerja Chanyeol selama memimpin dan bagaimana keadaan Park Inc. saat ini. Meski Yoochun sudah menerima laporan dari Eunhye yang waktu itu sempat mengunjungi kantor untuk menemui beberapa dewab direksi namun Yoochun perlu informasi yang langsung berasal dari orang terdekat Chanyeol di perusahaan.
Tidak lama kemudian Chanlie datang,
"Haraboji, Kang-ahjussi dan Byun-agasshi, halmeoni bilang makan siangnya sudah siap"
"Ayo, Baekhyun-ssi, kita makan siang bersama" ajak Yoochun
"Iya tuan"
Lalu semuanya berkumpul di meja makan, Yoochun duduk di bagian ujung meja, Eunhye baerada di sisi kanan bersama Chanlie dan sekretaris Kang berada di sisi kiri. Baekhyun mengambil tempat di sebelah sekretaris Kang.
"Aku mau duduk disebelah agasshi" Hyechan menarik kursi didekat Baekhyun
"Boleh" Baekhyun tersenyum sambil membantu Hyechan menarik kursinya
Ia juga mengambilkan makanan untuk ditaruh di piring Hyechan sambil menanyakan apa yang gadis kecil itu inginkan, tanpa menyadari Yoochun dan Eunhye sedang memperhatikannya.
~L.U~
Chanyeol dan Seohyun duduk berhadapan, pembicaraan mereka diawali dengan saling menanyakan kabar dan berlanjut dengan obrolan ringan. Seohyun tidak banyak berubah, tetap terlihat cantik dan bersinar seperti waktu SD, ketika Chanyeol masih menyukainya. Bedanya, Seohyun dewasa memang terlihat lebih stunning. Hari ini ia mengenakan dress selutut tanpa lengan bermotif floral yang warnanya tidak begitu mencolok namun terlihat sempurna jika dipadukan dengan kulit putihnya. Rambut hitam bergelombangnya dibiarkan tergerai, membingkai wajahnya yang hanya dipoles make up natural. Sebagai aksesoris, sebuah kalung mutiara melingkari leher jenjang Seohyun. Lelaki manapun pasti akan terpesona, Chanyeol sendiri tidak memungkirinya, namun ia hanya sebatas kagum, tidak ada perasaan tertentu.
Dan disana Chanyeol lebih banyak diam. Seohyun yang selalu memulai topik pembicaraan dan ketika ditanya pun Chanyeol hanya menjawab seadanya.
"Apa anak-anakmu tidak apa-apa jika ditinggal dirumah sendirian?" tanya Seohyun, ia memang sudah tahu keadaan Chanyeol yang menyandang status sebagai single dad dari Eunhye.
"Ada sekretarisku yang menjaga mereka dirumah" jawab Chanyeol.
"Oh. Boleh kapan-kapan aku datang menemui Chanlie dan Hyechan?"
"Silahkan saja"
Lalu suasana hening. Hanya terdengar suara dentingan piring yang beradu dengan garpu dan sendok dari meja lain. Seohyun baru saja membuka bibirnya hendak mengucapkan sesuatu, namun Chanyeol keburu melirik jam tangannya dan langsung berucap,
"Maaf Seohyun, kurasa sampai disini dulu. Aku harus pulang" pamit Chanyeol, tidak enak jika membiarkan Baekhyun menjaga anak-anak dirumah terlalu lama, siapa tahu Baekhyun juga punya agenda lain yang harus dilakukan. Lagipula Chanyeol merasa pertemuan ini tidak berefek apa-apa padanya.
"Oh. Iya, tidak apa-apa"
Chanyeol beranjak dari kursi lalu mengambil mantelnya, "Aku pamit dulu."
"Ne, hati-hati dijalan"
"Ya"
"Sampai bertemu lagi"
Chanyeol hanya membalasnya dengan anggukan pelan
~L.U~
Chanyeol sedikit heran ketika melihat mobil sang appa terparkir di halaman rumahnya. Bukankah hari ini appanya baru keluar dari rumah sakit? Seharusnya beliau berisitirahat di rumah, kenapa malah berkunjung kesini.
Chanyeol membuka pintu rumahnya, "Appa? Eomma?" dan mendapati Yoochun dan Eunhye sedang duduk di ruang tamu bersama Chanlie dan Hyechan yang sedang bermain.
"Ah, kau sudah pulang, Chanyeol-a" sambut Yoochun
"Kemana Byun?" refleks Chanyeol karena tidak melihat Baekhyun beranda di sana
"Sudah pulang, appa dan eomma yang menggantikannya menjaga anak-anak" Jawab Eunhye. Tanpa menunggu respon Chanyeol, Eunhye melanjutkan, "Bagaimana pertemuanmu dengan Seohyun?"
"Oh, kukira dia akan menungguku sampai pulang." Chanyeol lalu duduk disebelah Yoochun
"Tadi aku dan Seohyun hanya mengobrol eomma" jawab Chanyeol, terlihat biasa.
"Lalu kesan pertamamu?"
"Dia… baik."
Eunhye berharap Chanyeol akan terkesan dan antusias, "Hanya itu?"
"Hm"
Lalu Eunhye beralih ke Chanlie dan Hyechan, "Anak-anak, bisa kalian bermain di kamar? Halmeoni dan haraboji ingin berbicara dengan daddy"
"Iya, halmeoni" si kembar membawa mainannya dan meninggalkan ruang tamu.
"Ada apa eomma?"
"Chanyeol, eomma ingin kau menjawab dengan jujur. Ada hubungan apa sebenarnya antara kau dengan sekretarismu itu?"
"Aku dengan Byun? Tentu kami memiliki hubungan kerja, dia kan sekretarisku eomma"
"Lalu jelaskan apa yang kalian lakukan di depan ruanganmu beberapa hari yang lalu?"
Chanyeol mengerutkan keningnya, "Maksud eomma?"
"Seorang atasan lelaki tidak akan berpelukan dengan sekretaris wanitanya tanpa alasan Chanyeol"
Chanyeol menatap Eunhye, tidak menyangka eommanya ternyata melihat kejadian itu.
"Maaf eomma aku tidak bisa menjelaskan alasannya namun bisa kupastikan aku dan Byun tidak ada hubungan apa-apa. Eomma bisa pegang kata-kataku"
"Lalu kenapa anak-anak terlihat begitu dekat dengannya? Berarti kau sering mempertemukan mereka kan?" Yoochun meremas tangan istrinya, bermaksud menyuruh Eunhye untuk menurunkan nada berbicaranya.
"Ya eomma, mereka memang beberapa kali bertemu dan kulihat anak-anak nyaman jika bersama Byun, jadi aku merasa tidak ada masalah jika Chanlie dan Hyechan dijaga olehnya, lagipula anak-anak sendiri yang memintanya" jelas Chanyeol
Eunhye menghela nafas, "Apapun itu, eomma harap ini tidak mengganggu kelangsungan kau dengan Seohyun ne? Eomma percaya padamu Chanyeol"
Chanyeol menunduk, "Ne, eomma"
.
.
.
Sementara dari balik dinding yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga Chanlie dan Hyechan dengan serius mendengarkan pembicaraan ketiga orang dewasa itu.
~L.U~
Hampir pukul 9 malam. Baekhyun baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyikat gigi dan mencuci muka. Rambutnya digelung keatas lagi, dengan handuk kecil yang melingkari kening hingga leher bagian belakangnya. Baekhyun sudah duduk di depan cermin rias, hendak mengoles pelembab ke wajahnya ketika ponselnya berdering. Ia meraih benda pipih putih yang tergeletak di meja nakas dan melihat ke layar.
Park sajangnim is calling
"Mwo?!" entah kenapa Baekhyun jadi panik. Sekarang sudah malam dan ada angin apa tiba-tiba Chanyeol menghubunginya.
"Hwaa ottokhaeee" ia jadi terlihat seperti gadis remaja labil yang menerima telefon dari seseorang yang disukai. Dengan tangan sedikit gemetar, Baekhyun menerima panggilannya.
"Yoboseyo," dugeun dugeun
"Yoboseyo. Byun, sudah tidur?" suara Chanyeol terdengar lebih husky jika didengar melalui telfon
"A-aniyo, sajangnim" Baekhyun menggigit bibir bawahnya
"Ah, syukurlah. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sudah menjaga Chanlie dan Hyechan hari ini. Maaf sudah merepotkan"
"Oh, sama-sama sajangnim" Baekhyun memegangi sebelah pipinya yang mulai memanas
"Hm…"
Chanyeol memberi jeda, tidak melanjutkan kalimatnya lagi, entah sedang berpikir atau apa, membuat jantung Baekhyun semakin berdenyut liar.
"Apa… anak-anak sudah tidur?" tanya Baekhyun, mencoba memulai lagi.
"Ya, aku baru saja dari kamar mereka"
"Oh.."
Hening lagi. Baekhyun tidak mengerti kenapa Chanyeol selalu memeberi jeda panjang ditengah-tengah pembicaraan.
"Besok aku akan menjemputmu jam 9" ucap Chanyeol setelah hampir 1 menit yang menyiksa .
Ah iya, Baekhyun hampir lupa kalau besok mereka harus ke taman hiburan. "Ne, sajangnim"
"Sepertinya aku akan membutuhkan bantuanmu lagi, aku harap kau tidak keberatan. Kau sudah tahu kan aku akan membawa anak-anak?"
"Iya sajangnim, tidak apa-apa"
"Baiklah. Kalau begitu sampai bertemu besok Byun"
"Ne, sajangnim. Sampai bertemu besok."
"Selamat malam"
"Selamat malam"
Baekhyun diam, menunggu Chanyeol memutuskan sambungan lebih dulu. Namun ia malah mendengar suara Chanyeol lagi.
"Kau yang tutup duluan"
"Eoh? I,iya sajangnim" Baekhyun menjauhkan ponsel dari telinganya dan memutus sambungan dengan berat hati. Lalu ia memeluk ponselnya didada sambil mengatur nafas. Baekhyun sadar ada sesuatu yang berubah dari dirinya.
TBC
A/N
Selamat datang readers baru. Terima kasih bagi yang sudah meninggalkan jejak melalui follow/fav/review.
Huge thanks to (lanjutan dari chapter 12):
48BemyLight, abchanbaek, allikaazallika, annie chengminnie, artichan, babybaekki, baekbee, BaekXoLove614, beenoona, bglxy, biezzle, Blacknancho, byunnie rizuchan, cassiewol, CBRala, chan, chan2, Chanbaekparadise25, ChanbaekShipper, ChanMija, Cheryn Byun*, chocokyu, clouds, dekaeskajei, Dhantibaek, dobipuppychanbaek, dodyoleu, duckimjongin, Evifishy, exojr, fadillarestika, fire0708, FunGunRun, H Luv, Hamidah0706, han soo sun, Hanako98, Hanbyeol267, han-cheonsa, Howaito-Moon, Huang Zi Mei, hypoixon, incenmarinchen, indrisaputri, ividis, ji tao veng, kaisoobun. Kanata, key ai, khumalasarifitri, Kimsibling, knj12, kris'sWife, Kyukyuhanchun, ladiessharinz, LeeTeeAnh, lili, Little iLaa, liuj712, lixotic, lovechanbaek09, Myllexotic, nana, Nanda yusri, nianoobyun, nichiienichiie, novak, nurhasanahputri146, octaviani, Oh Luna, ohca, oneofcandies*, oneofsquids*, oppayam, park baekkie, parkhanahana5, parkxbyun, Retno992, rezztuyutha, riskiqhiqy, rzhoenaaa, sehurnyeol, seize412, sekarbaekhyun, selladebby5, shinerlight , sofiamarwahm soneo, Sora, Su Hoo, stephjung, sweetkookie60, SyiSehun, Thiiya, tomatocherry, Twosuhobe, Uki96, unicorn08, virraviany, Vivinetaria, whenKmeetK, WUZiHyunKTS, xoxoExo, yeonhikYu, Yori Fujisaki, yunatif, Yuyun, zae-hime
*maaf nama kalian sempet kelewatan
.
P.S: Dear fyenafromgalaxy, namamu sudah kutulis kok, salam kenal :)
P.S.S: ladywufan, are you there?
