Annyeong haseyo! Ucchan balik dengan chapt 13~! Moga-moga masih ditunggu ne!

Ahh ya! Selamat berpuasa neee!

Tapi… ngetik ficnya tiap abis shalat tarawih! Ini puasa, jadi Ucchan nggak boleh ngetik yang berbau EKHEM dulu! Jadi ya… lama=w=! Ucchan akan lebih perbaiki lagiii!XD

Ucchan mau ngebahas fic dulu! Hmm, ini fic jumlahnya 8000-an! Kekekeke. Disini… mereka sudah bikin pilihan! Bagaimana? Apa akan jadi happy ending atau bad ending~?

Silahkan tebak.*ketawa mistis*

Oh ya! Soal beberapa fic lainnya, akan Ucchan usahakan secepatnya ne! Mianne kalau jadi menunggu!

Ucchan nggak mau cerewet ah!

Singkat kata,

RnR please~?


:::

UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

HOUSE LOVE

Chapter 13: The Choice


RATED: T! (Masih berniat bikin sequel rate M!#PLAK!)


MAIN PAIR: KyuSung


OtherPair: Hohoho… akan ketahuan dichapt berikutnya~!


Genre: Humor(kayaknya), Romance (picisan), Hurt/Comfort (seiprit)


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK


Warn!: Gaje, OOC, Humor garing, tidak mengikuti EYD dengan baik, Bahasa Korea dan Inggris yang amburadul, Typo(Maybe), alur membingungkan, bahasa ribet, dlsb.


DLDR!

:::

SELAMAT MEMBACA, CHINGUU~! SIAPKAN OBAT TETES MATA, NE!


Saat hati sudah dipenuhi dengan keegoisannya…

Saat cinta sudah tertutupi akan kemunafikannya…

Saat bibir sudah mengatakan beribu dusta dan muslihatnya…

Akankah Tuhan menolong mereka…?

Menolong mereka keluar dari semua derita yang telah diperbuat sendiri oleh mereka…?

*SMIRK*


-Seoul's Hospital…

Pagi yang indah di sebuah rumah sakit ternama Seoul. Di salah satu ruang rawat, tampaklah sesosok namja super aegyo yang tengah menatap namja lainnya dengan tatapan sepenuh 'cinta'nya.

Namja namja super aegyo itu Sungmin, sementara si namja lain bernama Donghae. Donghae kini tengah terlelap sambil menggenggam erat tangan Eunhyuk–nama pasien di rumah sakit tersebut.

Kalau kau tidak tahu-menahu soal hubungan mereka, silahkan kembali ke beberapa chapter sebelumnya.#PLAK!

Bercanda. Jadi hubungan mereka adalah…? Sungmin dan Donghae saudara kandung, sementara Eunhyuk bisa dibilang anak angkat keluarga ini.

Yah, kurang-lebih begitu. (Author ketahuan kekurangan bahan.)

Sungmin menghela napas sambil melunakkan pandangannya. Ia berdiri mendekati Donghae yang masih terlelap.

Tap tap

Sungmin berhenti tepat di samping Donghae. Ia lalu membelai lembut surai cokelat sang namdongsaeng.

Ia tersenyum manis, terlebih melihat Donghae yang tampak terusik karena tangan nakalnya. Dan bukannya berhenti, kini sang Hyung tanpa belas kasihan malah menowel-nowel hidung Donghae.

Dasar hyung durhaka!#PLAK!

"…" Sungmin membuka mulut sejenak. "… Pabbo." Hanya itu. Sebaris kata yang meluncur mulus dari bibir M shape-nya. Akhirnya ia menjauhkan tangannya.

TIING~

FUTURE'S! Made up! Virtual insanity! Now alwaaaysss~, seems to!

TIIING~

Sungmin buru-buru berlari keluar kamar –takut membangunkan Donghae.

Kenapa juga dia menyetel ponselnya ke volume maximum begitu? Padahal ini 'kan rumah sakit…

Bandel.

Begitu tiba di luar ruangan, Sungmin merogoh sakunya guna mencari ponselnya. Ia menyalakannya, dan alisnya langsung bertaut.

"Changmin…?" bacanya heran. Untuk apa namja sahabat Kyuhyun itu meneleponnya?

TIT

"Yeoboseo…?" sapa Sungmin dingin.

"…"

"Hah? Apa maksudmu?"

"…"

"MWO!? I-iya! Aku akan segera menemuimu! Kau ke rumah sakit saja duluan! Aku akan menyusul!" Sungmin terlihat panik.

"…"

"Oke!"

CLICK

Dan tanpa membuang waktu, Sungmin langsung berlari secepat kilat keluar rumah sakit.

Bicara apa mereka? Bingung? Hahhaha, author juga bingung.*PLAK!*

Kalau begitu, mari kita flashback dari pihak si Changmin…


FLASHBACK: ON


-Kyuhyun's House…

Changmin menatap Yesung memelas. Sayang yang ditatap tidak menatap balik.

Oke, kini Changmin sedang panik. PANIK! Bagaimana tidak panik?! Sedari tadi yang keluar dari bibir Yesung adalah Ddangkomma, Ddangie chan, Ddang chan, Ddang-Ddang(?), dan beberapa kata yang harus disensor.

Yesung kini sedang asyik menceramahi Changmin. Mulai dari membahas tentang bagaimana awal cerita ia mengadopsi Ddangie-nya, riwayat hidup Ddangkomma, asal-usul nama panggilan Ddangie chan, silsilah keluarga Ddangkomma, serta hal pahit apa yang akan Changmin dan Kyuhyun alami jika Ddangie-nya sampai meninggal dunia.

Hohoho. Lebih baik tidak usah dibahas. Terlalu sadis.

"Dan kau tahu! Dulu dia itu sangat chubby dan manis! Sama sepertiku! Tapi sekarang?! Bla-bla-bla-"

Yesung teruuus dan teruuuus bicara. Tampaknya ia haus akan berbicara dan menceramahi orang.

Changmin? Hanya pasrah sambil duduk bersimpuh di lantai dapur bekas mahakarya Yesung, dan sama sekali BELUM dibersihkan karena si empu rumah tidak ada. Penyelundup rumahnya juga malas membersihkan.

… Poor Changmin.

… Yesung masih tetap berbicara, tidak memperdulikan Changmin yang menatapnya miris.

Beberapa puluh menit sudah lewat… tapi Yesung sama sekali tidak lelah!

Dua jam kemudian…

"Huuuhhh… aku capek. Aku mau tidur dulu." Tanpa basa-basi, Yesung langsung berbalik pergi tanpa berbicara sepatah katapun pada Changmin yang merupakan korban pelampiasan emosinya.

Changmin menatap punggung Yesung yang semakin menjauh dengan sedih. '… Syukurlah aku bukan Kyu…' batinnya miris mengingat bagaimana kabar telinga Kyuhyun jika ia sampai menikah dengan Yesung.

Setelah yakin tidak ada tanda-tanda dari Yesung lagi, Changmin memberanikan diri menyalakan ponselnya, dan mencari satu kontak yang harus dihubunginya. Sekarang juga!

"Ayolaaah… angkattt!" Changmin menggigiti kukunya dengan wajah pucat.

TIIIT

"…"

"SUNGMINNIIIIIM~! HUWEEEEE TOLONG AKUUUU!" tangis Changmin langsung pecah.

"BERISIK." Sebuah sandal jepit menghantam kepala bagian belakang Changmin dengan indahnya.

Changmin buru-buru berlari keluar rumah, tidak mau mengganggu Yesung yang sedang jelek moodnya. Ia masih ingin hidup!

"…"

"HIKS HIKS!" tangis Changmin kembali pecah. "Yesungie menceramahiku habis-habisan! Dia ingin bertemu dengan Ddangienya segera atau dia akan bunuh diriiii!" ohohoh, tentu saja yang terakhir tadi hanya bohongan. Kalau Sungmin tahu yang akan dibunuh bukan Yesung, melainkan Changmin sendiri, tentu Sungmin akan langsung memutuskan sambungan! Singkatnya, Changmin berbohong begitu agar Sungmin mau menolongnya.

Cerdik.

"…"

"Hiks, arraseo. Aku akan menunggu. SROOOT!" Changmin menghela ingus dengan kasar.

"…"

"Nee…"

TIIIT

Changmin menatap ponselnya. Ia tahu resiko jika sampai ketahuan berbohong oleh Sungmin… tapi tapi… dia tidak punya pilihan lain…

Moga-moga… Ddangie chan belum mati…

… AMIN!

Ia melangkah masuk pelan-pelan ke dalam rumah , dan menuliskan sesuatu di memo. Setelah selesai, ia menempelkannya di kulkas.

Ia kembali berjalan pelan-pelan keluar rumah. Setelah selesai mengunci pintu, ia langsung berlari menuju mobilnya.

'Dear Yesungie, Changmin pergi dulu ne. hanya sebentaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar saja… tidak lama kok. Suer. Ah ya, kalau kau lapar, makanan ada di kulkas, tinggal dipanasin. Tolong jangan memasak ne, Changmin mohon. Kalau ada orang jahat mau memperkosa Yesungie, tendang saja *TIIIT*-nya lalu kabur. Changmin jamin orang itu tidak akan punya anak lagi. Dan kalau orang jahatnya lebih dari satu, bakar saja rumah ini lalu kabur. Nanti Changmin yang bertanggung jawab ke si Kyu deh. Keselamatan Yesungie lebih penting! Oke deh, selamat beristirahaaat~!'

Lengkap dengan tanda bibir di bawah kertas. Beberapa jam lagi kita akan melihat bagaimana hidup kertas ini akan berakhir di tempat sampah.


-Animal Hospital…

Changmin menatap salah satu ruang rawat yang masih tetap tertutup rapat.

"Ddang chan sedang mengalami shock. Entah apa penyebabnya. Tetapi sebaiknya jangan dijenguk dulu. Keributan dapat membuat nyawanya melayang."

Perkataan suster kembali terngiang di benaknya.

"Melayang… melayang… melayang…" kata-kata itu bagai echo di benaknya. Changmin mengacak rambutnya kesal.

"Bagaimana ini…?" gumamnya frustasi. Kalau Yesung sampai tahu, bisa dipastikan nyawanya melayang saat itu juga!

"Dimana sih, si Sungmin itu…?" Changmin mempoutkan bibirnya. Sudah hampir sejam ia menunggu Sungmin. Tapi namja aegyo itu tidak juga muncul.

'Namja ngaret' batin Changmin. Ia tidak berani mengatakannya langsung. Bisa-bisa Sungmin sudah ada di belakangnya.

Hiii~…

"Changmin ah?" sebuah suara bass terdengar. Changmin menoleh dan langsung terkejut.

"Erik hyung?" Changmin tersenyum kaku. "U-um, hyung sedang apa di sini?"

Erik menghampirinya sambil tersenyum lebar. "Ada hewan peliharaan temanku yang di rawat disini. Jadi aku ke sini untuk menghibur temanku itu." Jelasnya.

Changmin manggut-manggut. "Ooh…" ia kemudian kembali menatap ke arah Ddangkomma yang masih terbujur kaku.

Erik melirik Ddangkomma. Seketika ia terkejut. "D-Ddang-man?!" pekiknya kaget. (Ddangkomma: APA LAGI ITU?!)

Changmin buru-buru menutup mulut Erik.

"Keributan dapat membuat nyawanya melayang… melayang… melayang…" Changmin menghela napas berat saat kata-kata suster kembali muncul di benaknya.

"Hmphggh!" Erik berbicara tidak jelas sambil berusaha melepas tangan Changmin.

Changmin tersadar. "Ah, m-mianhae hyung." Ia segera menarik tangannya. "Ddang chan tidak boleh mendengar keributan, atau dia dalam bahaya…" jelasnya.

Erik kaget. "O-oh… mianhae… hyung tidak tahu…" sesalnya.

Changmin tersenyum manis. "Gwenchana hyung…" Erik balas tersenyum.

Akhirnya mereka saling menatap untuk beberapa saat. Wajah Changmin sontak memerah entah untuk sebab apa.

"U-um! Anyway!" Changmin mengalihkan pandangannya. "Hyung kenal Ddang chan?"

Erik tertawa kecil. "Tentu saja. Dia 'kan aegyanya Sungie. Jadi dia juga aegyaku." Changmin membeku mendengarnya. "Tapi mollayo. Hyung tidak tahu kalau sekarang. Mungkin hyung sudah bukan ummanya lagi."

Changmin sweatdrop. Umma…? Apa tidak salah, tuh…? Yang jadi appanya Yesung…?

'Terbalik.' Inner Changmin.

"Ah ya. Apa kabar?" tanya Erik sambil menatap Changmin.

Changmin tersenyum kecut. "… Baik…" Changmin menatap Ddang chan dengan aura negatif yang kentara.

"Hahaha, sungguh? Baguslah~!" seru Erik senang. Sungguh orang yang tidak peka. Ketahuan keturunan siapa.

Changmin mau nangis.

"Lalu, bagaimana kabar Yesungie?" tanya Erik lagi.

Changmin menghela napas. "… Yesungie… sama sekali tidak baik-baik saja…"

"MWO?!" Erik menarik kerah kemeja Changmin dengan kasar. Tampak sekali kepanikan di wajahnya.

Changmin gelagapan. "I-itu! Y-Yesungie bilang akan membunuhku… jik-jika… Ddang chan mati…" adunya dengan wajah memelas.

Erik melepas kerah baju Changmin. "Oh." Gumamnya sambil berwajah watados.

Changmin pundung di sudut pertigaan rumah sakit.(?)

Erik menatap Ddangkomma dengan sendu. "… Kyu."

"Hah?" Changmin menoleh.

"Dia menyuruhmu melakukan sesuatu…?" tanya Erik lagi.

Changmin menunduk. "… Dia bilang," ia mengangkat wajahnya –menatap Erik yang sedang menatapnya juga. "Jaga Yesung."

Erik mengacak rambutnya kesal. "… Dasar babbo."

Changmin berdiri sambil manggut-manggut. "Ne…"

Erik menunduk dalam. Tampak sangat frustasi. Changmin tidak tega melihatnya.

"Hyung… gwenchanayo…?" tanya Changmin hati-hati.

"Dia bilang…" Erik mulai bersuara. "… Tidak pernah berharap memiliki hyung sepertiku…"

Changmin terbelalak. "E-eh…? Kyuhyun bilang begitu…?" Changmin menatap Erik tidak percaya.

Erik menoleh ke arah Changmin. "… Wajahnya serius." Ia menggigit bibirnya sambil mengalihkan pandangan. "… Sangat serius!"

Changmin menatap Erik miris. "Hyung… Kyu… tidak bermaksud begitu kok… dia hanya kelepasan…" ia lalu berdiri mendekati Erik.

"… Jinjja…?" nada sedih terdengar jelas di suara Erik.

"Aku jamin." Changmin tersenyum lebar. Erik memaksakan diri balas tersenyum.

Ia menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit rumah sakit.

"… Aku sudah… meninggalkannya terlalu lama…" gumamnya lagi. Changmin diam. Menunggu kelanjutan pembicaraan Erik. "Aku sudah meninggalkan Yesungie terlalu lama…"

"Aku dengan seenaknya meninggalkannya… membuatnya sendiri. Membuatnya menderita, sementara aku bersenang-senang di London." Erik menggeleng pelan. Kecewa dengan dirinya sendiri.

"… Dan saat aku kembali… dia sudah tidak di sana. Dia sudah berada di tempat lain. Sudah bukan di hatiku. Jauh… dia sangat jauh." Erik tersenyum kecut. Changmin hanya menatap Erik sedih.

"… Aku benar-benar payah." Erik meremas surainya. Menyembunyikan wajahnya. Menyembunyikan kedua sarang obsidian yang mulai mengeluarkan liquid bening…

Changmin mengusap lembut punggung Erik. "Ani… hyung sama sekali tidak bersalah… tidak ada jalan lain. Yesungie pasti mengerti."

"… Tapi aku sudah membiarkannya jatuh cinta pada Kyuhyun. Pada namja yang akan segera…" kata-kata Erik tercekat. "… Menikah."

Changmin tersenyum sedih. "Hyu-"

"MWOOOO!? MENIKAH?!"sebuah suara jutaan oktaf berkumandang di rumah sakit hewan tersebut. Changmin tersentak dengan wajah memucat. Ia lalu menoleh ke asal suara dengan slow motion.

Dia di sana. Namja super aegyo yang kini tengah berwajah garang. Yang tentu saja ditujukan kepada Changmin. Lagi-lagi di saat yang salah!

Changmin tiba-tiba teringat kata-kata suster. GAWAT!

"KAU MEMANG KU-"

DRAP DRAP DRAP DRAP

Changmin dengan sigap menyeret Sungmin dan Erik keluar rumah sakit sebelum Sungmin memulai paduan suaranya lagi dan membahayakan nyawa Ddangkomma.

Yang tersisa beberapa penghuni rumah sakit yang merasa sangat berterima kasih kepada Changmin.


-Outside Animal Hospital, at SNSD Café…

"JELASKAN." Desis Sungmin dingin. Kini mereka tengah menikmati secangkir kopi di café terdekat.

Sungmin kopi hitam, Changmin kopi latte, Erik kopi susu. (Readerdeul: Apaan sih?)

Changmin mengaduk-ngaduk gelasnya dengan wajah pucat. "U-um…" ia menatap Erik meminta pertolongan. Tapi Erik malah ngobrol santai dengan salah-satu pegawai cafe. Sangat cuek dengan Changmin yang teramat sangat membutuhkan pertolongannya saat ini.

Kejam.

"AKU. MENUNGGU." Sungmin tersenyum sadis.

Changmin menghela napas. "… Kyuhyun akan menikah."

Sungmin memicingkan matanya tajam. "Aku tahu itu. Tadi kau baru saja MEMBOCORKANNYA."

Changmin menelan salivanya dengan susah payah. "U-um, dia… dijodohkan… oleh Siwon ahjussi… dengan anak gadis teman kerjanya." Jelas Changmin gugup.

Sungmin membulatkan matanya. "Nugu…? Kapan menikahnya…?" suaranya merendah.

Changmin menjawab takut-takut. "… Lee Jessica… um… besok sore…"

BRAK

"APA?! KENAPA KAU TIDAK BILANG PADAKU SOAL INI?!" bentak Sungmin murka setelah sebelumnya menggebrak meja café.

Beberapa tamu dan pegawai tersentak kaget.

"M-mianhaeee…" Changmin langsung menangis panik. Sungguh! Dia masih ingin hidup! Dia sudah berjanji pada Yesung untuk cepat pulang! Nanti dia akan digantung Yesung kalau sampai mengingkari janjinya!

"MIANHAE, MIANHAE! ITU TIDAK AKAN MENGUBAH APAPUN!" bentak Sungmin semakin emosi. "DASAR TIANG LISTRIK PINOKIO!"

Oke…? Sindiran Sungmin tidak nyambung, tapi tetap menyayat hati. Changmin semakin berkaca-kaca. Café ini akan banjir dalam waktu 2 menit jika Changmin tidak segera ditenangkan. Dan tentu saja sang pemilik café –Seohyun, panik.

"GRAAAAHHHH!" Sungmin menerjang maju ingin menghajar wajah pinokio Changmin. Untunglah ada beberapa pegawai café yang menahannya. Changmin yang ketakutan segera berlindung di balik punggung Erik.

Erik mengusap surai Changmin dengan lembut. Tangis Changmin sedikit mereda. "Sungmin ah, tenanglah. Kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin."

Tapi Sungmin masih tersulut emosi. "TAPI DIA-"

"Jika kau mau tenang dan tidak ribut-ribut di cafeku, aku akan memberimu info bagus tentang Lee Jessica yang tadi kalian bicarakan." Seohyun tersenyum ramah kepada Sungmin. Dan entah kenapa, Sungmin merasa bergidik.

Akhirnya amarah Sungmin mereda. "Info apa…?" tanyanya sambil menatap Seohyun. Erik, Changmin, dan beberapa pasang mata juga menatap Seohyun.

"Jessica." Senyum Seohyun lenyap. "Adalah teman lama kami." Berganti dengan raut wajah dingin. "Jadi. Kalau kalian berani merusak kebahagiaannya sedikit saja…" Seohyun menutup matanya. "AKU AKAN MENGHANCURKAN KALIAN~." Seulas senyum manis tercipta di bibirnya.

"Yeah." Seorang yeoja imut bername tag 'Sunny' tersenyum manis. "Kami akan menghancurkan kalian~." Dan dengan cepat berganti menjadi seringaian sadis.

Semua ketakutan kecuali Sungmin. "Kau tahu apa tentang kebahagiaan…?" desis namja manis itu sambil menatap Seohyun tajam.

"Dia bahagia jika bisa menikah dengan namja yang tadi kalian bicarakan itu. Dan aku tidak akan memaafkan kalian jika kalian sampai merusaknya." Jelas Seohyun singkat, padat, dan jelas. Senyumnya kembali hilang.

"Lalu…?" Sungmin menyeringai. "Kau kira ini juga bisa membuat namja babbo yang kami bicarakan tadi bahagia…?" ia bersedekap.

Kedua sarang chocolate Seohyun membuka dan langsung menatap tajam Sungmin. "Dia mencintai Jessica."

Sungmin memiringkan kepalanya. "Kau tahu darimana, hm?" tanyanya dengan nada setajam… silet!(CF!#PLAK!)

Seohyun menyeringai. "Kalau dia tidak mencintai Jessica, kenapa dia mau menikahi Jessica…?"

Erik mendengus. "Itu karena dia dijodohkan! Dia bisa saja menolaknya!"

"Jinjja?" Seohyun tampak senang. "Lalu, kenapa dia bisa meminta Jessica untuk menikahinya…?" ia kembali bersmirk. Lebih sadis dari yang tadi.

Sungmin menatap Seohyun tidak mengerti. "… Apa maksudmu…?"

Erik ikut menatap Seohyun heran. Sementara Changmin menegang…

:

:

"Nah. Kau masih bisa bilang dia tidak mencintai Jessica…?" tanya Seohyun setelah selesai bercerita. Senyum kemenangan terukir indah di wajah cantiknya.

Sungmin menggeleng kuat-kuat. "TIDAK MUNGKIN! Kau pasti berbohong!"

Seohyun tersenyum manis. "Oh ya…?"

Sungmin mengepalkan tangannya penuh amarah.

"Lalu… kenapa tidak kau tanyakan sendiri padanya…?" Seohyun menatap Sungmin meremehkan.

"Tanya kepada namja babbo kalian itu. Apa aku berbohong…? Atau itu semua memang sebuah fakta…?"


-Choi's House…

Di salah satu ruangan, tampak seorang namja cantik yang tengah membaca buku yang terlihat berat. Namanya Choi Kibum, istri dari Choi Siwon –salah satu pendiri perusahaan terbesar di Korea.

Walau ia tampak sedang serius membaca, sesungguhnya pikirannya sedang melayang-layang di main pair fic ini. KyuSung.

Ia tersenyum disela-sela membacanya. 'Apa mereka berdua sudah baikkan…?' ia menutup bukunya dan menatap ke depan sambil masih tersenyum lebar. 'Atau? Mereka justru sedang bermesraan…?'

Ia mengerling mesum. 'Jangan-jangan sedang saling menyuapi…' ia tertawa genit. 'Atau malah sudah mandi sama-sama?!'

'Mungkin juga sedang ber'This and that'~! KYAAH~' Kibum girang.

Nah. Ketebak 'kan, dari mana asal usul sifat mesum Kyuhyun dan Erik.

TRIIING~

Gee, gee, gee, baby, baby, baby, gee, gee, gee, bab-bab-bab-bab

TRIIING~

Kibum melirik ponselnya kesal. Cih, ganggu orang saja! Ia meraih ponselnya dengan kesal, kemudian membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

"Sms dari Jessica?" Kibum mengerutkan alisnya. Kenapa yeoja itu mengsms-nya?

Ia memutuskan membuka pesan dari Jessica.

Ia langsung terbelalak. "…! I-ini…?" gumamnya tidak percaya.

'Dari: Lee Jessica

Ahjussi, I'm very happy! Kyuhyun accept me! He will marry me! KYA~! This must because you gave us your bless, ahjussi! Thank you very much!'

WTF! SIAPA JUGA YANG MEMBERIMU RESTU?! Kibum mulai mengamuk. Beruntunglah bagi Siwon dan beberapa maid dan butlernya karena rumah sedang kosong saat itu.

:

:

Krieet…

Kyuhyun melangkah gontai ke dalam kediaman Choi. Ia memiliki kunci cadangan, jadi bisa keluar masuk seenak hati di rumah ini. Ia kini tengah berperang dengan dirinya sendiri.

Ada pihak yang menyetujui keputusannya menikahi Jessica, tapi ada juga yang menolak keputusannya ini.

'Ini yang terbaik, Kyu! Kau sudah melakukan hal yang benar!'

'Hah?! Kau kira si pabbo akan bahagia dengan ini?!'

'Berisik!'

'Kau yang berisik!'

Aiiish… Kyuhyun merasa kepalanya memusing.

"Kau kemari…?" sebuah suara dingin mengejutkan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh.

"… Umma."

Kibum yang dalam posisi duduk, menatap Kyuhyun dingin. "Apakah benar…?"

Kyuhyun mengerutkan alisnya. "Hah?"

"Apakah benar, kau menerima Jessica…?" nada Kibum mendingin.

Kyuhyun menatap Kibum kosong. "… Ya." ia lalu membuang muka.

Kibum menggeleng sambil menghela napas. "Kyu… umma kecewa padamu." Katanya pelan.

Kyuhyun terdiam sejenak, lalu membuka mulut. "… Aku tahu."

Kibum menatap Kyuhyun sedih. "Tatap umma, Kyu."

Kyuhyun melirik Kibum malas. "…"

"Ini semua… demi apa…?" Kibum berdiri, kemudian menghampiri Kyuhyun. "Kau melakukan ini semua… demi apa…?"

Kyuhyun menatap Kibum tajam. "… Demi kebahagiaannya."

PLAK


-Kyuhyun's House…

Tampak Yesung sedang asyik terlelap di atas sofa ruang tamu. Aduh. Tolong seseorang, lap ilernya, dong…

Krieet…

Pintu depan terbuka. Dan Yesung sama sekali tidak terbangun. Bahaya…

Tap tap tap

Langkah kaki semakin mendekat.

Krieeett

Dan tampaklah… sesosok namja yang tengah menatap Yesung miris. Ia perlahan mendekati Yesung.

"Dasar…" Ia tersenyum. "… Pabbo." Ia lalu mengusap iler Yesung dengan lembut. Terima kasih.

Ia menatap lekat wajah Yesung. Menyusuri kesempurnaan yang telah diciptakan Tuhan. "…" terlalu sempurna, hm…?

"Pabbo…" ia mengusap pipi chubby Yesung. Sorot matanya melembut. Ia tersenyum lebar.

"Saranghaeyo… gomawo… sudah membuatku merasa benar-benar sempurna…" bisiknya pelan. Ia membungkukan tubuhnya sedikit.

Chu…

Dan mengecup bibir cherry Yesung yang mungkin… untuk yang terakhir kalinya.

"Jeongmal… saranghaeyo…" bisiknya pelan di telinga Yesung. "Aku hanya mencintaimu. Tidak Jessica, tidak juga Sungmin. Hanya kau. Percayalah…"

Ia kemudian meluruskan posturnya, menatap wajah Yesung yang tampak masih terlelap –sama sekali tidak terusik dengan perbuatannya.

DRTTT…

Ponselnya bergetar. Kyuhyun merogoh sakunya.

'… Jessica.' Caramelnya menatap pesan dari 'calon' istrinya. Ia memutuskan untuk membuka pesannya.

'From: Lee Jessica

Mr. Kyuhyun! Let's go shopping! We have to get ready in our wedding! Dress, shoes, and a cakes! My daddy already order the other things! Let's meet in Seoul's mall! I can't wait~!'

Kyuhyun menghela napas, lalu mengantongi ponselnya lagi. Diliriknya Yesung sejenak. Ia tersenyum tipis.

Tap tap tap

Krieeet

Cklek…

Dan langkah demi langkah… terdengar semakin menjauh hingga…

Tap… tap…

Blam…

"…" kedua sarang obsidian itu terbuka perlahan. Menampakkan kedua obsidian yang menegang. "… Kyu…?"

:

:

"Hahhh…" Changmin melangkah gontai ke dalam rumah Kyuhyun. Ia punya kunci cadangan dari Kyuhyun, jadi dia bisa keluar masuk sesuka hati. (Readerdeul: Terdengar familiar…)

'… Kyuhyun akan jadi korban pembunuhan jika Sungminnim sampai bertemu dengannya…' Changmin sedang galau memikirkan masa depan sahabatnya itu.

'Semoga Kyu tidak bertemu dengan Sungmin untuk beberapa lama…'

Krieeet…

Cklek.

Changmin mengunci pintu. Ia lalu berbalik, dan langsung tersentak kaget melihat Yesung sudah berdiri dengan gagahnya di depan pintu ruang tamu.

"E-eh… Yesungie… kau sudah bangun…?" Changmin tergagap.

"Kau pikir aku sedang ngapain sekarang?" desis Yesung dingin sambil bersedekap. Changmin makin salah tingkah.

"Kau lapar?" tanya Yesung sambil tersenyum manis. Berbeda sekali dengan wajah dinginnya tadi. Mencurigakan…

Changmin memiringkan kepalanya. "Kurasa. Waeyo…?" tanyanya tanpa sedikitpun rasa curiga.

Yesung tersenyum semakin lebar. "Baguslah~! Ayo sini…" ia menarik tangan Changmin menuju meja makan. Changmin mulai merasakan firasat buruk.

Tap tap tap

Dan… dari jarak 10 meter saja, Changmin sudah bisa mencium bau tidak sedap…

Panik tingkat pembagian BLSM!

"U-um! Sungie… kalau kuingat-ingat lagi… tadi aku sudah makaaan~…! Aku kenyaaaaaang sekaliii!" seru Changmin panik sambil mencengkram dinding. Wajahnya pucat pasi. Sungguh… ia sudah tobat! Tobat kalau harus makan masakan Yesung lagi!

Yesung mempoutkan bibirnya kesal. "Aniyooo! Kau harus makan! Aku sudah susah-susah memasak untukmu! Aku sudah menunggumu seharian ini tahu! Kali ini masakanku pasti enak! Kau harus maaakaaaan!" Yesung dengan kejamnya menendang tulang kering Changmin.

"AAAHH! KAKIKUUU!" Changmin refleks memegangi kakinya. Yesung tersenyum mistis melihat cengkraman Changmin lepas.

"Kajja~." Ia kembali menarik lengan Changmin. Changmin hanya bisa menangis tersedu-sedu. Ia tidak punya pilihan lain…

Ia hanya berdoa moga-moga lambungnya akan cukup kuat untuk menerima makanan Yesung yang sama sekali tidak bersahabat…

Yesung memasang raut wajah pembunuh. Changmin? Kini berwajah penuh syukur.

"M-mioow…"

"Mwooorggg…"

"M-miiii…GEK"(?)

Nampaklah kucing-kucing bergelimpangan dalam keadaan sekarat. Dengan 'pintar'nya, mereka melahap habis makanan buatan Yesung.

Yah. Tidak heran sih. Yesung membuat ikan bakar yang benar-benar terbakar, dengan segelas susu hasil perahan sendiri(?) yang dicampur berbagai rempah-rempah. Dan dengan babbonya, Yesung lupa menutup jendela dapur. Mungkin juga para kucing yang malang itu lagi terkena flu sehingga indera penciumannya memburuk…

"DASAR KUCING-KUCING KURANG AJAAAAARRR!" pekik Yesung berang.

"MIAW MIAAWW!(KAU YANG KURANG AJAAAARRR!)" kucing-kucing balas memekik murka.

Gya gya gya…

Changmin hanya senyum-senyum sendiri di tengah keramaian. Sepertinya kepalanya perlu digetok.

:

:

Pada akhirnya, Yesung hanya bisa duduk dengan wajah cemberut di meja makan. Para kucing sudah dikirim ke rumah sakit hewan kota Seoul. Untunglah Changmin cepat bertindak sebelum Yesung mulai berpikir untuk memasak kucing-kucing malang itu.

Changminlah yang akhirnya memasak. Sujud syukur.

Changmin muncul dari dalam dapur dengan membawa nampan berisi berbagai macam makanan.

"Makanan sudah siap, Yesungie~…" kata Changmin dengan senyum manis. Ia meletakan berbagai macam makanan buatannya di atas meja makan tepat di hadapan Yesung.

Yesung menatap makanan buatan Changmin dengan tatapan membunuh.

"Makananku…" ratapnya.

Changmin bergidik. "Sudahlah, Yesungie. Makan ini dulu. Nanti kau bisa membuatkanku makanan lain kapan-kapan, ne?" bujuk Changmin. Tidak tega juga dia melihat Yesung berduram durja.

Yesung meliriknya sekilas. "Arraseo." Dengan tatapan yang sama sekali asing bagi Changmin.

Changmin tersenyum manis.

"Nanti, aku akan membuatkanmu masakan 'terbaik' yang pernah kubuat!"

Senyum di wajah Changmin langsung lenyap.

:

:

Akhirnya kedua namja itu makan dengan tenang, meski wajah Yesung masih cemberut.

"Yesungie, kau mau tambah telur mata sapi?" tawar Changmin sambil menyodorkan sepiring penuh telur mata sapi.

Yesung menggeleng pelan. "Aniyo. Tapi… gomawo, Changminsshi."

"Oh, baiklah," Changmin tersenyum, lalu mulai makan lagi, begitu juga dengan Yesung.

… Hening…

Changmin setipe dengan Siwon. Masa kecilnya terlalu bahagia! Jadi, ia tidak suka kedamaian(?)! Akhirnya ia memutuskan membuka mulut. "Umm… bagaimana tidurmu, Yesungie? Nyenyak?" tanyanya dengan senyum lima jari khasnya.

Yesung melirik sedikit, lalu kembali makan. "… Tidak." Jawabnya dengan wajah dingin.

Changmin sweatdrop. "Um, kenapa…?" tanyanya takut.

Yesung memberi Changmin tatapan laser. "… Mimpi tentang Ddangkomma." Ucapnya pelan.

Changmin memucat. "D-Ddang chan… ngapain…?" ia melanjutkan makanannya lagi dengan gemetaran. Masih menatap Yesung.

Yesung menyeringai.

CRING~

"… Membunuhmu dan Kyunnie~."

"OHOK!"

:

:

Yesung menatap jam dinding di ruang tamu. "… Sudah jam 8 malam…" obsidiannya kembali pada Changmin yang tengah minum obat penenang.

Obsidiannya menyendu. "Changminsshi…?" panggilnya pelan.

Changmin menoleh perlahan. "Ne, Yesungie?"

Yesung menatap Changmin kosong. "… Kenapa Kyuhyun tidak juga kembali…?" –sambil memiringkan kepalanya.

"OHOK!" Changmin tersedak obat penenangnya.

Drap drap drap

Changmin secepat kilat berlari ke dapur. Yesung dengan panik mengikuti dari belakang.

Mata tajam Changmin menangkap sebotol termos yang tampak penuh dengan air, dan dengan cepat menyambarnya tanpa berpikir panjang.

Yesung kaget. "A-anu, Changminsshi! Itu bukan a-"

Gluk gluk glu-

PRANGG

"PUANAS!" sepertinya ia tidak tahu kalau itu adalah termos berisi kopi panas kesukaan Kyuhyun.

Lihatlah, kini Changmin dengan panik berlarian di sekeliling dapur.

Yesung buru-buru menyodorkan segelas air dingin. "In-"

Sebelum Yesung selesai berbicara, Changmin sudah menyambar gelas yang disodorkan Yesung, dan meminumnya sampai habis.

"Hahh… hahh…" Changmin terengah-engah dengan wajah shock. Mimpi apa dia semalam sampai harus mengalami hal seperti ini…?

"Gwenchanayo, Changminsshi…?" tanya Yesung khawatir.

Changmin tersenyum lemas. "A-ani. Aku baik-baik saja kok… hehh, hehhh…"

Yesung memicingkan matanya. "Kenapa kau tampak begitu kaget saat aku menanyakan soal Kyuhyun…?" tampaknya uri Yesungie mulai curiga. Sepertinya otaknya sudah sedikit berkembang…#PLAK!

Changmin tampak seperti terkena serangan jantung. "UUUH! Tidak kok! Hehehehhe, aku hanya tersedak…" dusta Changmin.

Yesung menghela napas. "Ya sudah. Lalu di mana Kyuhyun? Apa dia akan segera pulang?" tanya Yesung dengan wajah kesal.

"Aku tidak tahu ke mana dia pergi. Dan…" Changmin menunduk. "… Dia ada… urusan untuk beberapa lama, Sungie…"

Yesung mengangguk mengerti. "… Arraseo."

Dan ketika Changmin mengangkat wajahnya, ia dapat melihatnya dengan jelas. Wajah kecewa seorang Kim Yesung…

:

:

-Seoul's Mall…

Kyuhyun gila. BENAR-BENAR GILA! Yeoja gila belanja ini, sedari tadi menyeret-nyeretnya sesuka hati! Bahkan toko dengan benda-benda berharga selangitpun diembat juga!

APA KABAR DOMPET KYUHYUN KALAU IA SUDAH MENIKAH DENGAN YEOJA INI?!

Tapi pada akhirnya… Kyuhyun pasrah juga. Tidak bisa berontak. Sementara yeoja di sampingnya sedari tadi menebar senyum terbaiknya.

"Mr. Kyuhyun! That dress looks so good!" yeoja itu menunjuk sebuah toko pakaian yang tampak mahal. Toko itu memang penuh dengan pakaian pernikahan. Gaun, jas, semuanya ada! Tapi harganya ituloh. Jauh lebih mahal dibanding kulkas di kediaman Choi.

Kyuhyun tersenyum miris. "Sure."

Yeoja itu menyeret Kyuhyun ke toko pakaian itu. Ia mencuri-curi pandang pada Kyuhyun yang masih berwajah masam. Ia diam-diam menghela napas.

'… Always like this. I wonder… will you ever love me…?'

:

:

Kyuhyun sedang duduk di kursi toko sambil bertopang dagu. Tampak sekali ia sedang bosan. Sudah sejam ia berada di sini. Menunggu Jessica muncul dengan-

Krieet

"Mr. Kyuhyun! How do I look?"

-Gaunnya.

Kyuhyun memaksakan diri tersenyum. "That dress suit you well, Jessica."

Jessica mematut dirinya di cermin. Ia mengenakan dress cantik tanpa lengan dan berwarna pink bayi. Rok gaun itu mencapai mata kaki dengan payet-payet perak yang membuatnya tampak anggun. Wajah cantik yeoja itu cemberut.

"No. This is ugly!" yeoja itu lalu kembali ke dalam ruang ganti lagi.

Kyuhyun menahan diri untuk tidak menjambak rambut yeoja ini. Ini sudah KE 80 KALINYA yeoja itu meminta pendapatnya, dan dengan 'halus', ditolak mentah-mentah.

Kyuhyun gila. Beberapa menit lagi, dia akan gila.

Krieet…

"Mr. Kyuhyun," Kyuhyun menoleh. "Can you excuse me for a while? I have to go to somewhere…"

Kyuhyun mengangguk. Tanpa dibilangpun Kyuhyun sudah tahu. Si Jessica ini mau ke kamar mandi. Baik sekali dia menjaga citranya sebagai seorang yeoja.

Jessica berlalu. Kyuhyun menghela napas. '… Apa kabar Yesung yah… sudah malam begini. Apa dia mencariku…?' batinnya. Wajahnya menyendu mengingat wajah Yesung.

Drap drap drap

"Hng?" Kyuhyun merasakan firasat buruk. Ia menoleh ke asal suara berisik itu.

Dan ia di sana… namja super aegyo… tengah menatapnya penuh cinta… berlari dengan anggun kepadanya, dan berseru…

"DASAR BRENGSEK!"

BUAK

"Ukh!"

Dan memukulnya. Tampaknya tadi ia tengah berhalusinasi. Yang sebenarnya ia lihat adalah…

Namja yang memang super aegyo… tapi tengah menatapnya penuh 'cinta'… berlari ke arahnya dengan emosi yang meluap-luap dan berseru…

Yah. Yang seperti tadi. Right. Namja aegyo pemilik suara jutaan oktaf itu adalah Sungmin. Dan kini tampaknya ia belum puas hanya dengan menghajar wajah tampan Kyuhyun saja.

"APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?!" bentak Sungmin kasar. Ia menarik kerah kemeja Kyuhyun dengan kasar. Beberapa pegawai toko hanya menatap mereka takut.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan kosong. "… Membuat dia bahagia."

Wajah Sungmin memerah sempurna. Bukan, bukan karena malu. Tapi karena marah. Sangat marah. Marah besar!#PLAK!

BUAK BUAK

Beribu bogem mentah mendarat di wajah tampan Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam. Tidak menangkis ataupun melawan. Pasrah.

"BAHAGIA?! KAU KIRA INI AKAN MEMBAHAGIAKANNYA?!" bentak Sungmin disela-sela pukulannya. "INI MENGHANCURKANNYA, DASAR PABBO!" air mata mulai turun dari kedua mata indahnya.

Kyuhyun menatap Sungmin aneh. "… Dia tidak mencintaiku. Aku tidak bisa terus memak-"

"Dia mencintaimu." Sebuah suara berat terdengar dari arah belakang kedua namja itu. Mereka menoleh.

"H-hyung?!" Kyuhyun terkejut melihat hyungnya. Sungmin memandang Erik dingin.

"Sungmin ah, bisa kau lepaskan kerah baju dongsaengku?" tanya Erik dengan wajah tenang.

Sungmin menghela napas kesal. Ia lalu melepaskan cengkramannya sambil tetap menatap Kyuhyun intens.

Kyuhyun berdiri lalu menatap hyungnya tajam. "Apa maksudmu?"

Erik menghela napas. "Kau sama sekali tidak punya sopan san-"

"JANGAN BANYAK BICARA, DASAR MUNAFIK." desis Kyuhyun dingin.

"KYU!" Sungmin tampak marah dengan kata-kata Kyuhyun. Bagaimanapun juga, Erik adalah kakak kandung Kyuhyun. Tidak sepantasnya Kyuhyun mengatakan hal seburuk itu pada hyungnya sendiri.

Erik tersenyum. Walau ada luka yang tersirat di sana. "…"

"Kau tahu apa yang dia katakan saat malam aku bertamu ke rumahmu itu…?" tanya Erik pelan.

"Hah?"

"Saat ia mengigau memanggil namaku itu." Erik menutup matanya. Seakan mengingat-ngingat kejadian di rumah Kyuhyun itu.

… Begitu cepat baginya.

Kyuhyun memicingkan matanya. "Apa…?"

Erik tersenyum lebar. "… Dia…"


FLASHBACK: ON


"Hiks… hyung… hyung…!" air mata masih meluncur deras dari kedua sarang obsidian Yesung.

"Wae, Sungie…? Wae…?" tanya Erik sedih. Ia tidak suka melihat Yesung menangis. Sangat tidak suka!

"Hyung… hiks… mianhae…" Erik terdiam. Ia merasakan firasat buruk…

"Untuk apa… Sungie…?" tanyanya sambil mengeratkan pelukannya.

"Hiks… hiks…" hati Erik semakin tersayat.

"Sungie… bicaral-"

"… Aku sudah tidak bisa mencintai hyung lagi…" kata Yesung cepat.

DEG

Perlahan, Erik melepaskan pelukannya. Ditatapnya Yesung yang masih memejamkan mata. Tampaknya panasnya benar-benar tinggi sampai membuatnya mengigau begitu.

"Aku… mencintai… Kyuhyun…" memang terbata-bata dan tidak terlalu jelas. Tapi Erik dapat mendengarnya dengan sangat jelas…

Erik menatap wajah ketakutan Yesung dengan sedih. "…"

"Hiks… hyung… Kyuhyun… akan meninggalkanku…" tangis Yesung masih belum berhenti. "Dingin, hyung… tolong… tolong aku…"

Erik memeluk Yesung dengan lembut. "Hyung mengerti. Hyung akan membantumu. Sebisa mungkin." Ia tersenyum perih.

"… Hiks… hyung… dingin…"

"Hyung mencintaimu." Dan senyum di wajah Erik lenyap begitu saja.


FLASHBACK: OFF


Kyuhyun menatap Erik dengan mulut menganga. Begitupula dengan Sungmin.

Erik menghela napas. "Dan kau masih bisa menyebut ia tidak mencintaimu…?"

Kyuhyun menunduk. Tampak masih shock dengan pengakuan Erik. "… Terlambat."

"Hah?"

Kyuhyun mengangkat wajahnya. Menampakkan stoic facenya. "… Sudah terlambat."

BUAK

"Ukh!" Kyuhyun meringis.

Bukan, ini bukan Sungmin yang mukul kok. Ini si Erik yang mukul.

"DASAR BODOH!" bentak Erik marah. Ia menarik kerah kemeja Kyuhyun dengan kasar. Kasihan sekali kerah kemeja itu…

"…" Kyuhyun menatap hyungnya dingin. "… Jangan munafik. Kau mencintainya 'kan…?"

Erik terdiam sejenak. "…" ia mengangguk.

Kyuhyun menghela napas. "Kau ambil saja dia. Aku sudah tidak bisa mundur lagi. Kau pasti lebih bisa menjaganya dibanding ak-"

"AKU!" Erik menatap Kyuhyun tajam. "AKU MELEPASKAN YESUNG UNTUKMU."

"…" Kyuhyun menatap hyungnya itu dengan tatapan aneh. "Wae…?"

Erik tersenyum tipis. "Karena dia tidak mencintaiku. Meski aku jungkir balik menyatakan cintaku, dia tidak akan mencintaiku. Dia mencintaimu, Cho Kyuhyun. Hanya kau."

Kyuhyun tertegun.

Erik tersenyum lebar. "Ahh… bukankah saat kecil kau ingin sekali mendirikan perusahaan hiburan dengan nama Cho…?" ia tertawa kecil, lalu mengusap surai cokelat Kyuhyun.

"… Aku hyung yang payah." Erik menatap manik mata Kyuhyun dalam. "Dan aku tahu itu."

Ia berdiri, dan berlalu begitu saja dari hadapan Kyuhyun yang masih shock.

'…' sepasang caramel indah menatap punggung Erik yang semakin berlalu. '… This is just… not right.'


FLASHBACK: ON


Nampak seorang namja kecil mengendap-endap di samping tempat tidur hyungnya. Ia lalu melompat naik ke atas tempat tidur. "Hyung! Hyung!" ia menggoncang tubuh hyungnya yang masih terlelap.

"Nggh…" tanpa sengaja, si hyung menendang wajah saeng kecilnya itu hingga terjatuh dari atas tempat tidur.

Wajah si namja kecil memerah dengan mata berkaca-kaca. Awww~…

"ERIK HYUNG! IRREONAAAAA!" jerit namja kecil itu.

"I-iya, Kyu! Ada apa?!" si hyung terbangun dengan panik. "Loh? Kyu, kenapa di bawah? Sini, sini!" dengan tampang tidak berdosanya, si hyung menggendong saeng malangnya itu ke atas tempat tidur. Si namja kecil mempoutkan bibirnya kesal.

"Hyung, hyung. Umma bilang Kyu tidak boleh jadi musisi!" adunya kepada hyungnya itu. "Umma bilang Kyu harus jadi pejabat(?)! Eh, salah! Maksudnya jadi pebisnis!"

Si hyung yang bernama Erik tersenyum. "Bagus dong!" Dan tentu saja dihadiahi tatapan membunuh dari Kyuhyun, saeng kecilnya. Ia tertawa. "Hahahah, bercanda! Bercandaa! Tapi jadi musisi memang tidak menjanjikan kok! Umma dan appa hanya ingin yang terbaik untukmu!"

Kyuhyun berontak dalam gendongan Erik. "Andwaeeeee! Jadi pebisnis itu sama sekali tidak asyik! Membosankaaan! Kyu mau jadi musisiiiii!" rengeknya seperti anak kecil. Toh, emang masih kecil kok.#PLAK!

Erik tampak berpikir sejenak. Ia lalu mendudukkan Kyuhyun di atas tempat tidur. "Hyung punya usul!" Kyuhyun menatap Erik tidak mengerti. "Bagaimana kalau kau jadi pebisnis terlebih dahulu? Jika sudah mapan, kau boleh jadi apapun yang kau suka!"

Kyuhyun berbinar-binar. "JINJJAAA~?" tanyanya girang. Erik mengangguk. Ia tertawa geli melihat ekspresi saengienya.

Tapi tiba-tiba wajah Kyuhyun berubah murung. Erik mengerutkan alisnya. "Wae?" ia tidak suka melihat wajah Kyuhyun yang murung.

Kyuhyun menatap obsidian hyungnya. "Appa tidak akan setuju jika Kyu berpindah profesi! Appa 'kan orangnya keras!"

Erik tersenyum penuh arti. "Tapi appa 'kan babbo." Anak kurang ajar. "Kita bisa menipunya nanti! Tapi kalau umma…" Erik pause sejenak mengingat ummanya. "… Nanti saja! Pokoknya masalah appa sudah teratasiii~! Yaaaayyy~!"

Senyum manis mengembang di wajah tampan Kyuhyun. "Asyiiiikk~~! Appa memang begooo~!" ejeknya dan diamini Erik.

Anak-anak kurang ajar.

"Tapi Kyu mau bikin perusahaan sendiri! Tidak mau bekerja di bawah appa! Nanti ketularan babbonya!" tuding Kyuhyun pedas.

Erik tampak tertarik. "Oh ya? Bisa saja sih~! Apa nama perusahaanmu, hm?" Erik mencubit pipi Kyuhyun, dan dengan cepat ditepis si empu pipi.

Kyuhyun berpikir sejenak. Tiba-tiba matanya berbinar-binar. "Choooo~!"

Erik mengerutkan alisnya. "Choooo~…?"

Kyuhyun mendecak kesal, "CHO!"

"Oohhh, hehehe. Santai, Kyu. Santaii~!" Erik mencubit pipi tembem Kyuhyun.

Kyuhyun menepis tangan Erik. "Jangan pegang-pegang yah! Mahal tahu!" serunya sadis.

Erik tertawa gegulingan diatas tempat tidur king sizenya. Kyuhyun cemberut.

"Hahahhaha…" Erik bangkit lalu mengusap air mata yang mengalir disudut matanya.

"Puas?" tanya Kyuhyun dengan senyum manis. Erik mengangguk. Kyuhyun menggeram. "Buh! Pokoknya nama perusahaanku nanti Cho Corporation! Kereeeen~~!"

"Apaan. Tinggal ngehilangin huruf i nya doang." Cibir Erik dan disambut tatapan mematikan Kyuhyun. Erik cekikikan. "Hyung bercandaa, Kyunnie babyyy~~!"

Kyuhyun bergidik. "Jangan panggil aku baby! Aku ini bukan bayi, dasar hyung incest!" sindirnya tajam.

Erik tertawa kecil mendengar kata-kata super tajam saengnya. "Kekkeke, nanti kalau perusahaanmu itu sudah dibuka, hyung akan jadi pegawai pertamamu deh~!" seru Erik dengan wajah meyakinkan. Mata Kyuhyun berbinar-binar tanda penuh harap.

"Jinjjaaaa?"

"Bohong kok."

"GRAAAAAAAAAWWWWWW!"


FLASHBACK: OFF


-Kyuhyun's House, Esok paginya…

Di salah satu ruangan, tampaklah sesosok namja manis di atas tempat tidur Kyuhyun. Ia tengah berguling ke sana, berguling kemari. Tidak ada kerjaan. Namanya Kim Yesung.

"Uuu… bosaaan…" keluhnya masih dengan berguling-guling. Ia tidak bisa tidur dari tadi malam. Kepikiran tentang mimpinya tadi.

"… Kenapa Kyuhyun bisa ada dalam mimpiku…?" ia mengingat lagi.

"Aku hanya mencintaimu. Tidak Jessica, tidak juga Sungmin. Hanya kau. Percayalah…" kata-kata Kyuhyun itu terngiang-ngiang di benaknya.

Yesung tersenyum kecil. "Apakah itu mimpi…? Tapi terasa sangat nyata…" ia memeluk guling kesayangan Kyuhyun. "…" obsidiannya menangkap sebuah PSP hot pink yang terselip di bawah bantal.

PSP milik Kyuhyun…

Yesung mengambil PSP itu lalu menyalakannya. Obsidiannya terbelalak. "… Ini fotoku…?" ia terdiam sejenak sambil menatap fotonya sendiri.

"… Sejak kapan ia mengambilnya…?" gumam Yesung lagi. Entah kenapa… dadanya menghangat…

Yesung lalu melihat-lihat game-game milik Kyuhyun. Setelah menemukan yang sepertinya cukup mudah, Yesung membukanya.

STARCRAFT

NEW GAME?

ENTER

Oh. Malang sekali si Kyuhyun…

PIP PIP PIP

"Aish, susah sekaliii!" sungut Yesung kesal. Ia tetap asyik bermain hingga-

TOK TOK TOK

Kenapa tidak ada yang ngeh dengan bel pintu sih…?

Yesung menghela napas. Setelah mempause game'nya', ia berjalan menuju pintu depan hendak membuka pintu.

TOK TOK!

"Permisiiiii!"

Yesung mengerutkan alisnya. 'Suara namja? Apa itu Kyuhyun?' Yesung berlari kecil.

TOK TOK TOK

Krieet

"Ne- …?! Sungminsshi…?" obsidian Yesung membulat saat mengetahui tamunya. Sedikit kecewa karena ternyata bukan Kyuhyun.

Namja aegyo itu tengah berdiri di depan pintu dengan napas terengah-engah.

"Ada ap-"

"Cepat hentikan pernikahan Kyuhyun!" potong Sungmin.

Yesung terbelalak. "H-hah? Apa maksudmu…?"

Sungmin menggeleng. "Dia akan menikah nanti sore! Cepat hentikan dia! Hanya kau yang bisa menghentikannya!"

Yesung menatap Sungmin dengan pandangan kosong. "…"

Sungmin mengerutkan alisnya. "APA YANG KAU TUNGGU?!" bentaknya marah.

"Kyuhyun menerima Jessica?" tanya Yesung pelan.

Sungmin mengangguk kecil. "Yah, dia memang menerimanya! Tapi kau harus menghentikannya! Dia-"

Yesung membuang muka. "Biarkan saja."

Sungmin terkejut. "… Hah…?" tangannya terkepal kuat.

Yesung menutup matanya. "Dia bahagia bukan…? Jadi biarkan saj-"

PLAK

"Ugh…" berkat tamparan super keras Sungmin, Yesung jatuh terduduk sambil memegangi pipinya, bekas tamparan Sungmin. Obsidiannya menatap Sungmin penuh tanda tanya.

Dan ia terkejut. Sungmin menangis. Sungmin yang selama ini terlihat sangat kuat, menangis dengan wajah semenyedihkan ini.

"Hiks…" ia terisak. "SADARLAH! DIA SANGAT MENCINTAIMU!" bentaknya putus asa.

Yesung menatap Sungmin kosong. Kyuhyun mencintainya…? Lalu kenapa Kyuhyun mau menikahi Jessica…? Kyuhyun bisa menolaknya, bukan…? Kenapa Kyuhyun malah menerimanya…?

Yesung membuka mulut. "… Aku tidak percaya." Ia menatap Sungmin kosong.

Sungmin memicingkan matanya yang masih digenangi air mata. "… Kau yakin…?"

Yesung diam. Tidak tahu harus menjawab apa.

Sungmin mendecih. "Terserah! Kaulah yang akan menyesal!" ia menunjuk wajah Yesung kasar, lalu berbalik.

Tap tap

Yesung menatap punggung Sungmin yang semakin menjauh dengan tatapan aneh.

Tiba-tiba langkah Sungmin terhenti. "Dia akan menikah di gereja XXX. Cepatlah putuskan."

"Dan…" chocolatenya menatap Yesung tajam. "… Tadi aku ke rumah keluarga Choi. Dan kata Kibum umma, Kyuhyun sudah pulang ke rumah ini."

Lalu namja aegyo itu pergi begitu saja. Meninggalkan Yesung yang tengah menunduk di ambang pintu rumah.

'Bukan mimpi…? Yang waktu itu benar-benar Kyuhyun…?' Yesung menegang.

"…" matanya menyendu.

"… Aku… sudah tidak mencintai Kyuhyun lagi…" Yesung mengangkat wajahnya. Berusaha meyakinkan diri sendiri. "Sudah tidak…"

"Pabbo… apa kau sehat-sehat saja…?"

"Saranghaeyo. Bisakah kau… memaafkanku…?"

"Pabbo… saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo…"

"… Mianhae."

"Pabbo. Kau lebih memilih bersamanya…?"

"Yesung… apa kau mendengarku…?"

"Saranghaeyo. Aku tidak peduli kau tidak mendengarku. Aku akan mengatakannya berkali-kali! Jeongmal… saranghaeyo…"

"… Kau sudah bangun, Pabbo?"

"Jangan lukai dirimu sendiri, dasar pabbo."

"Kau kira kau bermimpi?"

"Apakah di mimpi kau bisa merasakan ini?"

"Ini nyata."

"Jangan pernah lakukan hal yang melukaimu lagi."

"Aku peduli padamu. Aku mengkhawatirkanmu."

"AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!"

Tapi tentu saja… kata-kata Kyuhyun malam itu, tidak pernah terhapus dari memorinya. Kata-kata yang seakan bisa menghapus semua kata cinta yang pernah Kyuhyun lontarkan padanya.

'Kenapa… kenapa saat kau sudah mengatakan hal seperti itu, kau masih bisa bilang bahwa kau mencintaiku…?'

"Aku hanya mencintaimu. Tidak Jessica, tidak juga Sungmin. Hanya kau. Percayalah…"

'Kau berbohong. Dan aku benci pembohong… sangat benci…'

"Saranghaeyo… gomawo… sudah membuatku merasa benar-benar sempurna…"

"…" Yesung menunduk. "Aku sudah tidak mencintainya."

"… Aku… sekarang sudah tidak mencintai Kyuhyun lagi…" ulangnya lagi.

Tes tes

"Ah…? Kenapa air mataku tidak mau berhenti…?"

Cinta yang memberatkan segalanya.

Menjual cinta hanya untuk kebahagiaan yang belum jelas adanya…?

What A Fool.

-Seoul's Hospital…

Nampak seorang yeoja cantik yang tengah duduk di kursi ruang tunggu. Namja tampan di sebelahnya hanya bisa sesekali mencuri pandang ke yeoja itu.

Yeoja itu tengah menangis. Namanya? Park Jungsoo. Bagaimana ia tidak menangis, jika sore ini adalah hari terakhirnya melihat anak semata wayangnya sebelum pemakaman? Ia sudah lelah berpura-pura tersenyum di depan Donghae. Ia tidak mau Donghae merasa lebih bersalah. Dan kini air matanya turun begitu saja bagai air bah. Tidak bisa ditahannya lagi.

"Hiks… Hyukkie…" air mata masih turun dengan derasnya dari kedua sarang chocolatenya.

Sementara namja tampan bernama Youngwoon hanya menatapnya sedih. Ini seakan ia melihat istri tercintanya menangis. Mereka memang sangat mirip… tapi begitu berbeda…

"… Jungsoo ah. Uljimma…" bujuknya sedih.

"Youngwoonsshi…"

Youngwoon menatap Jungsoo dengan alis tertaut. "Ne?"

Jungsoo menunduk. "Mianhamnida, Donghaesshi jadi menyukai anak saya… saya tahu tidak pantas tapi-"

Youngwoon menepuk bahu Jungsoo dengan pelan. Ia tersenyum. "Ssst. Biarkan saja. Biarkan Hae menentukan takdirnya sendiri. Aku tidak akan marah."

Jungsoo menatap Youngwoon kaget. "E-eh?"

"Mereka berhak menentukan hidup mereka sendiri. Aku tidak akan ikut campur."

Youngwoon menutup matanya. "Bahkan meski Eunhyukkie jadi membenci Hae sekalipun." Ia membuka matanya. Menatap mata Jungsoo yang tampak berkaca-kaca. "… Itu keputusan mereka."

:

:

Ia tetap sama. Terbaring dengan wajah pucat. Tidak bergerak, tidak bernapas.

Bukankah sudah jelas sekali…?

Krieeet…

Dan namja lain itu tetap tidak mau menerima kenyataan…


DONGHAE'S POV: ON


Aku melangkah mendekatinya yang masih 'tertidur'. Aku menarik sebuah kursi dan duduk di samping tubuhnya. Aku tetap tersenyum. Seakan dia dapat melihatku sekarang.

"Hyukkie… mianne aku meninggalkanmu tadi! Aku makan di kantin rumah sakit! Jungsoo umma bilang kau akan sedih jika aku tidak makan! Dan aku tidak mau kau sedih! Oh ya~! Makanannya sangat enak looh! Tidak kalah dengan masakan restoran bintang tiga! Aku akan mentraktirmu! Makanya… cepatlah bangun…" aku menggenggam tangannya yang dingin. Senyumku memiris.

Tidak ada respon apapun darinya. "…"

"Hyukkie… hari ini… adalah hari spesial bukan…?" aku menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi dahinya.

"…" aku menunduk. Berusaha menahan air mata yang sudah menggantung ini.

Aku lantas mengangkat wajahku. Menatapnya yang masih memejamkan mata. "Hari ini pertama kalinya aku bertemu denganmu…" aku tertawa kecil sembari mengingat-ingat masa lalu.

Kueratkan genggamanku. "Kau ingat, bukan…?" tanyaku pelan.

Hening.

Aku menatapnya sedih. Aku hancur. Sangat hancur, Hyukkie…

"Jadi bangunlah dan temani aku…" aku tersenyum manis.

"…" aku menatapnya kosong. "Aku berharap… waktu akan terhenti, Hyukkie… biarkan… sebentar saja aku seperti ini."

"Aku janji…" aku menatapnya lembut. "Jika kau bangun, aku janji…"

"Aku akan makan tanpa pilih-pilih… bangun tepat waktu… membersihkan kamarku sendiri… tidak menjahili appa… tidak menyembunyikan boneka kelinci Sungmin hyung… tidak… tidak akan membuatmu sedih lagi…"

"… Aku janji."

Aku menghela napas. "… Aku merindukanmu, Hyukkie…" aku menyandarkan pipiku dipunggung tangannya. Aku tersenyum lembut menatap kedua kelopak matanya yang masih tertutup rapat. "… Sangat merindukanmu…"


DONGHAE'S POV: OFF


Dan namja itu menutup matanya. Menyandarkan segala cintanya…

Hanya kepadanya…


-Choi's House…

"Chagiya…" panggil Siwon takut. Sekarang dia telah memakai setelan jas abu-abu yang membuatnya tampak lebih dewasa. "… Kau sudah siap…?"

Kibum menatap Siwon dengan tatapan sedih. "… Ya." tidak ada sedikitpun senyum di wajah cantik namja itu.

Di ruangan lain, tampak sesosok namja tampan yang memakai jas hitam yang membuatnya tampak gagah.

"…" ia menatap pantulan dirinya di cermin.

"Ada perlu apa, Changmin ah?" tanyanya dengan nada datar.

Changmin menatap Kyuhyun miris. "… Kau yakin soal ini, Kyu…?"

Kyuhyun terdiam sejenak, lalu mulai memperbaiki posisi dasi kupu-kupunya. "… Maksudmu?"

Changmin menggeleng kuat-kuat. "Ini salah, Kyu. Sangat salah…"

Kyuhyun tersenyum hambar. "Tidak sama sekali."

Changmin menatap Kyuhyun yang tengah menatap datar bayangan dirinya sendiri di cermin. "… Sungmin tidak datang."

Kyuhyun mengangguk. "Oh."

"… Yesungie juga…" Changmin menggigit bibirnya.

Kyuhyun melirik Changmin dengan ekor matanya. "…"

Changmin kembali menggeleng. "Kau mencintainya bukan…?"

Kyuhyun menghela napas. "… Ya." sungguh Kyuhyun tidak mau munafik. "Ini yang terbaik." Tapi apa boleh buat. Takdir berkata lain.

Changmin memicingkan matanya. "Kau kira dengan melihatmu menikahi Jessica, Yesung akan bahagia…?" tanyanya.

"…" Kyuhyun diam. Tidak tahu harus menjawab apa.

Changmin mendekati Kyuhyun, dan menepuk bahu Kyuhyun. "Apa yang akan kau lakukan jika Yesungie datang nanti…?" tanyanya dengan senyum manis.

Kyuhyun tersenyum. "Aku akan menciumnya."

Changmin terkekeh. "Kau ini memang…"

Senyum Kyuhyun hilang berganti wajah stoicnya. "Tapi dia tidak akan datang."

Changmin menatap Kyuhyun tajam. "Jinjja…?"

Kyuhyun mengangguk pelan. "Dia tidak mungkin datang."


-Kyuhyun's House…

"…" obsidian itu hanya menatap kosong ke arah jendela. "… Mendung."

Ia menutup matanya perlahan. Bisakah ia memutarbalikan fakta…? "… Kyu…"

Dan liquid bening itu meluncur begitu saja dari kedua sarang obsidiannya.

Hei. Dia masih punya kesempatan, bukan?


-Seoul's Church(?)…

Jika sudah seperti ini...

… Apa semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki…?


KYUHYUN POV: ON


Aku tamat. Aku seakan sudah tidak beraga lagi. Tidak tahu, semua isi kepalaku sudah meluap entah ke mana. Aku tidak tahu dan tidak peduli.

Aku… tidak bisa bernapas.

Kini, aku sedang menggenggam tangan seorang yeoja, di depan pendeta, dan di dalam sebuah gereja yang penuh dengan undangan. Sudah jelas aku mau ngapain 'kan…?

Aku menatap kedua caramel Jessica –nama yeoja itu, dengan pandangan kosong. Tanpa senyum di bibir penuhku. Sementara yeoja itu menatapku dengan senyum manis dan mata berbinar-binar. Yeoja itu mengenakan gaun putih berenda pink bayi yang memang membuatnya tampak anggun. Rambutnya juga disanggul. Tidak lupa karangan bunga mawar merah dan pink yang sedang dipegangnya.

Hhhh…

Pendeta paruh baya di depan kami berdua mulai membuka mulutnya, "Choi Kyuhyun," dia menatapku. "Apa kau menerima Lee Jessica sebagai pengantinmu, pasanganmu di kala susah maupun senang, sakit maupun sehat, miskin maupun kaya…?" tanyanya lancar.

Aku melirik Changmin yang duduk di samping Erik hyung. Dia menatapku dengan pandangan memohon.

Aku tersenyum samar. Lihat, pabbo tidak datang bukan…? Memangnya kenapa dia mau datang? Dia hanya akan buang-buang waktu saja.

Aku tidak punya pilihan lain lagi. Aku balik menatap Jessica yang menatapku dengan pandangan aneh.

Aku mulai bersuara, "Aku… berse-"

BRAK

"KYU…!" dan… suara merdu itu terdengar mengalahkan musik pengiring di telingaku.

Semua mata tertuju pada namja manis yang tengah menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kujelaskan.

"Pabbo…?" aku memicingkan mataku tidak percaya. Aku hendak melepaskan genggaman tanganku dengan Jessica, namun yeoja itu tetap menggenggam tanganku dengan kuat. Ia menatapku dengan pandangan sedih.

Tapi kini pandangan Yesung lebih sedih lagi. Matanya berkaca-kaca dengan hidung memerah. Aduh. "… Mianhae!" jeritnya keras, lalu berlari secepat kilat keluar gereja. Meninggalkanku yang masih menatapnya panik.

Seisi gereja langsung ricuh. Changmin menatapku dengan tatapan penuh kemenangan. Aku menghela napas. Apa boleh buat. Aku tersenyum kecil.

"Jessica, I'm sorry, but I have to go…" aku berusaha melepas genggaman tangannya dengan lembut.

Tapi dia justru memelukku, dan berbisik perih. "… You can't go…! I LOVE YOU!"

Aku tersenyum lembut sambil mengelus rambutnya. "… I'm sorry, Jessica…" perlahan, aku melepas pelukannya. Wajahnya benar-benar menyedihkan. Air mata sudah membanjiri pipi putih mulusnya.

"Mianhae. Aku… sudah memilih untuk bersama dengannya." Kataku sambil tersenyum lembut.

Ia menatapku dengan pandangan kosong. Tampaknya ia mengerti apa yang kukatakan. Perlahan, ia melepas genggaman tangannya.

Aku tersenyum. "Thank you…"

Dan aku langsung berlari meninggalkan altar pernikahan kami. Yang ada dalam kepalaku hanya satu. YESUNG!


KYUHYUN'S POV: OFF


Seiring langkah kaki Kyuhyun yang semakin menjauh, Jessica jatuh terduduk sambil menyembunyikan wajahnya. "Hiks… hiks…" tampaknya dia menangis.

Yuri, Seohyun, Sunny, Yoona, Hyoyeon, dan Tiffany berlari ke arah Jessica.

"Jessica… please don't cry…" Seohyun memeluk Jessica dengan sedih. "I'll kill them later."

Jessica kaget. "N-no. You don't have to do it! I'm happy if you all can be here for me. That's enough…" ia tersenyum manis disela air matanya.

Seohyun tersenyum. "Alright. We will with you forever."

Hyoyeon dan Yuri mengangguk. "Ne, we're here for you."

Sunny mengelus rambut Jessica dengan lembut. "We always here…"

Tiffany tersenyum. "We will help you find another boy, alright?"

Jessica menatap teman-temannya itu satu persatu. Ia tersenyum sambil masih tetap menangis. "Thank… hiks… you…"

Tiffany memberi grinnya. "I'll call Tae umma and Sooyoung too! We will have a ladies night tonight~!"

Jessica tersenyum bahagia. "Hiks… thank you, guys…"

Sunny tertawa. "Anything for you, Sicca~!"

Gadis-gadis itu tampak sangat senang. Khususnya salah satu diantara mereka. Pemilik eyes smile. Wajahnya tampak benar-benar bersinar-sinar.

'Wajah mewek aegyaku manis sekali~! Aku harap aku akan segera mendapat undangan pernikahannya dengan namja itu~! Jadi tidak sabar~!' tentu saja yang dibicarakannya adalah Yesung.

Yesung belum aman.

Changmin tersenyum. "Ahh… akhirnya dia melakukannya juga~." Kini namja itu tengah berada di depan gereja bersama Erik.

Erik diam. Changmin menatapnya sedih. "Hyung… apa kau sedih melihat Yesung bersama Kyuhyun…?" tanyanya hati-hati.

Erik menatap Changmin lalu tersenyum lebar. "Aniyo. Aku hanya berpikir, apa mereka akan baik-baik saja?" Erik terkekeh.

Changmin tersenyum. "Ahahaha. Aku kurang yakin, hyung. Tapi mereka saling mencintai. Jadi sepertinya tidak masalah~."

Erik mengangguk pelan. Tidak bersemangat.

Changmin memiringkan kepalanya. "Hyung,"

Erik menoleh. "Ne?"

"Pasti hyung akan menemukan orang lain." Changmin tersenyum. "Aku akan membantu hyung!"

Erik terkekeh. "Gomawo, Changmin ah." Erik membelai surai Changmin yang tampak membeku. "Aku juga akan membantumu~. Siapa orang yang kau sukai?"

"…"

"W-waa?! Changmin ah? Kenapa kau menangis? Gwenchanayo?!"

-Somewhere near the church…(?)

Kibum tersenyum. "Baguslah." Ia menatap punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. 'Kuharap kalian akan bahagia.'

CIIITTT

Kibum menoleh, dan langsung tersenyum ramah. "Kau sudah sampai?"

Seorang namja cantik keluar dari mobilnya dengan wajah kesal. "Memangnya kau kira aku sedang di mana sekarang?! Apa aku terlambat?"

Kibum hanya terkekeh. "Kau datang tepat waktu kok."

Namja itu tersenyum. "Baguslah. Dimana Baby-ku?!"

Kibum memiringkan kepalanya. "Mollayo…"

Namja cantik itu langsung membelalakkan matanya. "MWO?! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA, KIM KIBUM!?"

Kibum mendengus. "Sekarang margaku Choi loh. Jangan panggil Kim lagi. Ngomong soal baby-mu itu, tenang saja. Bagaimana kalau kita…" Kibum memberi smirknya. "Mengikuti aegyaku saja, hm~?"

"Memangnya anakmu itu tahu di mana Baby-ku?!"

Kibum menggeleng polos. Namja cantik di depannya langsung emosi.

"LALU?! BAGAIMANA DIA BISA TAHU SOAL YE-"

"Cinta!" seru Kibum cepat.

"Hah?"

Kibum tersenyum manis. "Cinta pasti akan menuntunnya…"

Namja cantik di depan Kibum hanya menghela napas. "Aigoo… Kibum ah, kurangi nonton sinetron!"

:

:

-Seoul's Hospital…

"…" tetap sama. Donghae hanya diam. Diam sambil menanti Eunhyuk yang masih 'tertidur'.

Beberapa menit lagi, dan Donghae akan benar-benar terpisah dari Eunhyuk.

Jungsoo tengah memeluk tubuh Eunhyuk yang dingin. "Umma menyayangimu, Hyukjae…" dan ia tidak dapat menahan air matanya lagi. Dia sudah tidak kuat lagi.

Youngwoon hanya menghela napas. Ia menepuk pelan bahu Sungmin yang masih menangis.

"... Bahagialah di sana…" Jungsoo mengecup lembut dahi Eunhyuk.

Jungsoo lalu menatap Donghae yang hanya memandang kosong Eunhyuk. "Donghaesshi…"

Donghae menatap Jungsoo. "Ne… Jungsoo umma…?" ia bahkan tidak yakin apa dia masih pantas memanggil yeoja ini umma.

Jungsoo tersenyum manis. "Saya, Youngwoonsshi dan Sungminsshi akan keluar sebentar. Bersamalah dengan Hyukjae sampai dokter datang nanti, Donghaesshi." Jungsoo berjalan ke pintu kamar bersama Youngwoon dan Sungmin.

Ia menoleh ke arah Donghae lagi. "Tolong jaga dia."

Cklek.

Donghae menatap pintu yang tertutup itu dengan sedih. Ia beralih menatap Eunhyuk yang masih diam tidak bergerak. Ia tersenyum miris.

"Hyukkie… Hyukkie…" Donghae membelai pipi Eunhyuk dengan lembut. "… Gomawo…"

:

:

Donghae masih tetap sama. Memandang Eunhyuk. Memandang namja yang tidak membuka matanya sedikitpun.

"…" ia mengeratkan genggaman tangannya. Ia… tidak ingin melepaskan tangan ini. Walau hanya untuk sedetik saja.

Ia sedang menunggu keajaiban.

Krieett…

Tapi tampaknya karma sudah lebih mendominasi dibanding keajaiban dalam hidup namja tampan ini.

Ia menoleh sedikit. Walau ia sudah tahu siapa yang datang.

Tampak beberapa yeoja berpakaian putih-putih. Bukan hantu kok. Hanya suster.

"Mianhamnida, tuan. Tapi kami harus mengambil Eunhyuksshi sekarang," ucap salah-satu suster itu dengan sopan.

Donghae menatapnya kosong. "… Tolong tunggu sebentar." Donghae berdiri lalu menatap Eunhyuk dalam.

Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk. Mengecup bibir pucat namja manis itu cukup lama. Ia lalu melepaskan ciumannya.

Masih menatap lekat wajah Eunhyuk. Mengagumi setiap keindahan yang ada di wajah namja itu. Ia tersenyum.

"Hyukkie…" suaranya terdengar bergetar.

Tes tes

Dan… dia menangis. Membasahi wajah Eunhyuk yang berada di bawahnya. "Hae…" suaranya terbata-bata.

Ia menempelkan dahinya di dahi Eunhyuk. "Hae sayang Hyukkie…"

Para suster hanya menatap mereka berdua dengan wajah sedih. Ada yang menggigit sapu tangan. Seakan sedang nonton telenovela…

Donghae menutup matanya. "Hae sangat sayang Hyukkie…" dan perlahan, ia menjauhkan wajahnya.

Menatap wajah Eunhyuk untuk beberapa lama, dan kemudian menoleh ke arah suster. "Mian membuat kalian menunggu… aku akan keluar."

Para suster mengangguk. Donghae tersenyum tipis, lalu mulai melangkahkan kakinya dengan berat.

'… Semoga kau mendengarnya…' batinnya sambil tersenyum tipis. '… Hae sayang Hyukkie…'

Tap tap

Krieeet…

DEG...

Namun sepertinya Tuhan masih mengasihani dirinya.

"… Ha… e…?"

Donghae membeku di tempat. Apa dia salah dengar tadi…? Dengan wajah tidak percaya, Donghae membalikkan tubuhnya. Dan yang dilihatnya adalah…

Kedua kelopak mata yang selama ini tertutup rapat, telah terbuka dan menatap ke arahnya! Kedua chocolate itu menatap kearahnya!

"… Hyu…kkie…?!" panggil Donghae tidak percaya.

"… Kenapa ini bisa terjadi…?!" para suster ikutan panik. "H-hei! Cepat panggil dokter!" perintah suster yang kelihatan paling tua.

"B-baik!" salah satu dari suster itu mengangguk, lalu berlari secepat kilat keluar kamar rawat. Sementara sisanya berusaha mendorong Donghae keluar.

"Mianhamnida tuan! Tuan harus kelu-"

"HYUKKIE!" teriak Donghae super panik. "LEPASKAN AKU! Aish! HYUKKIEE!" Eunhyuk menatap Donghae sejenak.

Tiba-tiba namja manis itu tersenyum lembut. "Ha… e…"

Tentu saja itu membuat kekuatan Donghae bertambah! "LEPASKAN AKU!" bentak Donghae ke suster-suster yang tampak kewalahan itu.

"Uufh! Tapi tuan! Tuan harus keluar…" para suster masih tetap berusaha mengeluarkan Donghae dari kamar rawat.

Tiba-tiba seorang dokter dan beberapa satpam muncul. Para satpam itu ikut membantu mengeluarkan Donghae. Sayang, kekuatan Donghae muncul tiba-tiba.

Krieet

"LEPASKAN AKU! HYU-"

BUAKKH!

"Mianhamnida dokter. Kami akan keluar." Ucap Sungmin sopan sambil menyeret Donghae yang pingsan keluar ruang rawat.

Blam

Senyum manis tidak lepas dari wajah manisnya. 'Benar-benar dongsaeng yang babbo…' chocolatenya melirik Donghae yang masih pingsan. "Kau hebat, Hae."

"Cepat! Kita hampir kehilangan dia lagi!"

"Bagaimana detak jantungnya?!"

"Tidak terlalu stabil, dok!"

"…"


SOMEONE'S POV: ON


"… Hae sayang Hyukkie…"

Entah kenapa… satu kata itu saja… membuatku benar-benar ingin kembali lagi.

Tes tes

"D-dok! Dia menangis!"

"HAH?!"

Aku juga ingin mengatakannya padamu, Hae…

'Hyukkie juga sayang Hae!'

… Selamanya…

DEG

"D-DOKTER!"


SOMEONE'S POV: OFF


Tuhan mengembalikannya.

Dan mungkin Tuhan akan mengambilnya kembali.

...

-Somewhere…

Yesung menangis. "Hiks… sudah terlambat… Kyu… hiks…" namja itu sekarang sudah berada di depan danau taman yang dekat dengan gereja. Ia tidak tahu berada di mana, pokoknya ia hanya ingin berlari secepat mungkin dari gereja itu. Hatinya sakit…

"Hiks… aku memang bodoh… mengira bisa mencegahnya…" Yesung terus menangis. Dia tidak tahu sampai kapan dia akan menangis. Pokoknya dia ingin melepaskan semua rasa sakit yang ada dalam hatinya kini.

Dia sudah tidak kuat…

"Waww~. Hei, lihat tuh," sebuah suara mengagetkan Yesung. Yesung melirik ke asal suara. Nampak dua namja tengah memandangnya dengan sorot mata menjijikan.

Yesung membuang muka. Wajahnya kini pucat pasi. Ini sama sekali bukan pertanda baik…

"Hei, manis~… sendiri saja?" sapa salah satu dari namja. "Kenapa menangis, hm~?" ia hendak menyentuh bahu Yesung, tapi langsung ditepis dengan kasar oleh Yesung. Moodnya sedang jelek saat ini!

"JANGAN. SENTUH. AKU." Yesung mengeluarkan aura hitamnya lagi.

Kedua namja itu mengernyit. Sedikit terintimidasi dengan aura Yesung.

"Cih! Kau sama sekali tidak manis!" salah satu dari mereka bersungut. Ia melirik danau di belakang Yesung. "… Bagaimana kalau kau berenang sebentar, hmmm~?"

Dan Yesung langsung membeku mendengar kata-kata namja asing itu.

Ahhh… dia 'kan tidak bisa berenang…

...

-Meanwhile, somewhere else…

Drap drap drap

"Pabbo! Pabbo!" Kyuhyun terus berlari sambil meneriaki sekelilingnya. Beberapa orang menatapnya aneh. Tapi dia tidak peduli! Dia tetap memacu kakinya.

'… Taman…?' Kyuhyun menatap sebuah taman yang terletak tidak jauh dari gereja. '…' tanpa berpikir panjang, Kyuhyun langsung berlari secepat mungkin menuju taman itu.

'… Firasatku tidak baik.'

:

:

Nampak sesosok mahluk yang tampak riang gembira. "Ini dia, iblis mesum! Ayo kita lihat bagaimana endingnya~." Serunya girang.

Sementara sosok yang dipanggil iblis mesum itu sedang minum kopi.(?) Dia hanya menatap sosok bahagia itu datar. "Haaahhh, sudah saatnya? Baiklah, aku harus membawa kamera video niiih~." Ternyata dia sama antusiasnya dengan sosok yang tampak bahagia itu.

Sosok itu menatap iblis mesum yang tengah mempersiapkan perlengkapannya dengan senyum lebar.

"Apa lihat-lihat?" iblis mesum itu tampak risih.

Sosok itu tertawa kecil. "Kau memang mesum~."

Iblis mesum itu hanya menghela napas. "Hhhh…"

"Berisik. Kau sama saja, Malaikat mesum."

"Booya. Hey."

"Wae?"

Malaikat itu tersenyum lebar. "Ayo taruhan!"

Mereka telah memilih.

Inilah pilihan mereka.

Kini, kita tinggal melihat…

Hasil apa yang akan didapatkan dari pilihan mereka…

Cinta bagai sekelebat bayangan di dunia.

Dia selalu ada di setiap manusia di dunia.

Dia mengikuti setiap sosok manusia di dunia.

Dia juga terkadang tampak tak kasat mata bagi para manusia di dunia.

Tapi dia memang ada.

Tinggal bagaimana seorang manusia menemukannya.

Cinta itu kopi susu.

Pertama kau akan menemukan rasa manis yang sangat enak.

Kedua kau akan menemukan rasa pahit yang sangat menyakitkan.

Lalu? Yang ketiga…? Kopi atau susu…?

"Never say never" Kau pernah mendengarnya?

TBC

Next Chapt:

"Hei, iblis mesum! Kau menang! Kau bisa memiliki videonya! Hmph!"

"Khekhekhe~! Aku memang akan selalu menang~!"

"Boo."

"Hng? Kau tidak senang~?"

"Tentu saja! Masa aku kalah dengan iblis mesum seperti dirimu?!"

"Hahhaha, jinjja~?"

"M-mwo?"

"Kalau kau tidak senang, kenapa kau tersenyum, hm~?"

"B-berisik!"

Ahhh~! Selesai juga ini chapt! Jadi… chapt depan itu yang terakhir! Semoga masih ditunggu nee~! ^ ^v

Ucchan masih bingung mau bikin sad ending atau happy ending… liat nanti aja deh. Kalau Ucchan lagi mood~!#PLAK!

Naaah, Ucchan lagi pingin denger lagu Avril Lavigne yang I don't have to try~! Ucchan ngerock dalam kamaar~! OH YEAAAH!#dilempar sandal sama tetangga.

Ooh ya… Ucchan susah tidur belakangan ini… kenapa…? Karena anak-anak kompleks Ucchan itu ya! mau pagi, mau siang, mau sore, mau malam, subuh juga, diembat! Main petasaaaaan terus. Apalagi mereka mainnya petasan segitiga! Ituloh, petasan yang bunyinya kayak gajah ngamuk! Akhirnya Ucchan jadi encok, tidur tidak menentu. Bisa tidur 3 jam lebih aja udah syukur. Hiks… kena demam petasaaan!(?)

Jadi ya… begini. Mianne kalau banyak yang aneh ataupun gaje. Otak Ucchan sudah gak bisa berpikir lagiii!XC

Nah, sekarang Ucchan mau bales review~! Gomawo ne~! Ucchan seneng banget~!XD


Annyeong~! Kita ketemu lagii~! *hug* semoga masih inget tampang Ucchan yaah! Ucchan kan sudah berusaha menjadi anak manis~!#HOEKH! Ucchan akan berusaha~! Nah, gomawo reviewnya ne! Akan Ucchan jabarkan(?) balasan Ucchan~! Hana, deul, seeet! KYAK!#PLAK!

Izca RizcassieYJ: "Tisu? Boleh, boleh, Ucchan punya segepok! Umma Ucchan memang suka beli beginian.#nyodorin tisu. Ne, kasihan Ddangie…~(pasang muka sok sedih)#PLAK! Obat tetes mata? Ucchan nggak suka! Pas ujungnya tepat dimata kita itu ya! kayak ketemu Lucifer!(?) uhuhuh, akan Ucchan pikirin~!*ketawa mistis*#PLAK! Gomawo reviewnya Izca chan~!^0^"

HyunChan: "Udah Ucchan lanjutt~! Gomawo reviewnya ne, Hyun chaan~!XD"

Liekyusung: "Gyaaah! Mianhaee! Memang Ucchan sengaja bikin ribeet!#PLAK! Iyaaa~! Karena review ini, Ucchan buka-buka youtube~! Main kucing-kucingan dengan sepupu Ucchan~!*smirk* hiks… Ucchan suka… yang kesepuluh terutama… pas bagian akhir ituloh! HIKKKSS YEPPA! ULJIMMAA! Kalau Ucchan ada disitu Ucchan bakalan jadi yeoja yang paling keras nyanyinya. Kalau perlu Ucchan naik keatas panggung terus meluk Yeppa juga.#Ditendang keluar ruangan. Wuak, apa ini cepet…? Gomawo reviewnya ne, Lie chaaan~! Btw, gomawo infonya~X3"

niraa: "Yah, mereka kan babbo.=w=#PLAK! Yooosh~ udah Ucchan lanjut nih! Gomawo reviewnya ne, Niraa chaan~!XD"

Veeclouds: "Hiks… itu Ucchan nggak ngelucu loohhh…T.T Ya sudah! Akan Ucchan bikin Vee chan termehek-mehek!(?) gimana sudah nangis belumm?#PLAK! Umm, udah mati sih… tapi berkat cinta Hae, bangun lagi! Mungkin di chapt selanjutnya, Hyukkie mati lagi~!#PLAK! Kalau ingin mendapatkan Hae, langkahi dulu mayat Youngwoon! Muahahhahaha!(Ha?) yosh, gomawo reviewnya ne, Vee chaan~!^U^"

ranimaharsi: "Boleh aja. Abis itu manggilin taksi ne! buat bawa kerumah sakit.#PLAK! Nggak juga kok~! Kyunnie sudah 'membatalkan' pernikahannya dengan Sicca~!^0^ udah Ucchan lanjut nih! Bahagia nggak pernikahannya batal~?#PLAK! Gomawo reviewnya ne, Har chaan~!XD"

yesungismine: "Gyaaah! Ucchan mau berlayar~!(?) aaaaaakh! Ucchan seneng ngeliatnya!#PLAK! Fluff? Waduh, kayaknya chapt ini nggak ada deh, mungkin chapt depan nee~!^.^' ne, udah Ucchan kabulin tuh! Kyunnie dan Sicca nggak jadi nikah. Padahal Kyu tinggal ngomong 'aku bersedia' doang.#DUAGH! Eunhyukkie… udah Ucchan idupin, tapi mungkin akan Ucchan matikan lagi~.#PLAK! Liat nanti aja deh.#DoublePLAK! AIIIH~ ini bulan puasaaaa~! Mine chan nakal deh! (ngemojok) iye… Ucchan juga sebenarnya mauuu…#PLAK! Gomawo reviewnya ne, Mine chaan~!^U^v"

989seohye: "Kkeekke, mian~.#PLAK! Udah Ucchan lanjut nih~! Gomawo reviewnya ne, Hye chaan~!^w^"

ajib4ff: "Ne~. akhirnya keluar juga…=w=v #PLAK! Sekarang sudah cukup jelas belum~? Ajahaha, kalau soal kenapa Kyunnie mau nikah sama Sicca dichapt depan~! Gomawo reviewnya ne, Aji chan~! Dan nado sehat selaluuu~!XD"

Aulia: "Abis baca kata belachan, Ucchan nangis dikolong tempat tidur selama dua menitan lebih ditemani bunyi ledakan petasan. Hiks… nama Ucchan itu Ucchan(?) looh… bukan belachan achan~!T0T kyaas! Tidak boleh mengganti nama author sesukanya! Ucchan harus minta perlindungan KPUSI! Singkatannya? Masalah gampang!#PLAK! Hiks, back to the fic! Ne, memang menderita~!#PLAKED! Huwee! Ucchan juga nangis baca coment bagian achan belachan ituuu!T0T tenang aja, Kyunnie udah batal nikah kok! Yaaa! Salah pahaaam~!XD Ucchan suka~!#PLAK! Hyukkie idup lagi, tapi nanti Ucchan matiin lagi!#PLAK! Nanti mikirnya~! Ooohh, boleh deh! Silahkan ambil Kyunnie! Dengan begitu Sungie baby milik Ucchan! Muahahahah! Akan Ucchan jadikan istri Ucchan!(?) nanti anak kami pasti lucu-lucuuu~!#sarap. Hiiiks! Gimana? Apa Ucchan sudah melanjutkan dengan benar? Gomawo reviewnya ne, Aulia chaaan!X0 btw, please chapt depan kalau berkenan review, panggil Ucchan biasa ajaaa! Pleaseeeee!#mewekT0T"

Asha lightyagamikun: "Heheheheh! Ucchan suka ngeliatnya~!*senyum puas*#PLAK! Nee! Ucchan menerima dan akan mempertimbangkan saran apapun! Keekekek, kayak MA yah~!#ditendang. Nee… tapi Ucchan lebih kasian lagi tidurnya hanya dua-tiga jam sehari…T.T gomawo reviewnya ne, Asha chaan~!^0^"

Jmhyewon: "Sama-samaaa~!XD iya! Bahagia banget!#PLAK! Ucchan juga rindu J chaaan~!(bogoshipoyo itu artinya aku merindukanmu, kan?)#PLAK! Kyaaa! Ucchan jadi malu~!#tampol J chan.#ditampar balik. Masa sih…? Ceria dan manis…?=.=*garuk kepala* kalau temen-temen sekelas Ucchan baca ini, mereka pasti muntah berjamaah~! Kekekekeke!XD gomawo! Ucchan akan lebih rajin belajar~! Nee~! Mohon maaf lahir batin dan atas keterlambatan ficnya juga nee~!XD gomawo reviewnya J chaan~!XD"

yesunghyunggue90: "Ucchan's back~!*muter lagu Shinee 'Sherlock'*XD nee… mungkin itulah yang dinamakan tali takdir…(?) yikes, apa ini kilat…?0.0" Gomawo reviewnya ne, Gue chaan~!XD"

sasuke . gmpaselleh: "Ucchan juga sibuk jadi pengacara! Pengangguran banyak acaraa~! Hahay~!XD#ditampar. Aaaaaaahhh! Itu itu! nee ne! Ucchan ngerti! Pas ujan memang paling enak ngorok~!XD gomawo reviewnya ne, Sell chaan~!^0^"

won: "Mari Ucchan bantu…#PLAK! Hngg~! Tergantung mood Ucchan! Kekekekekk!XD#PLAK! Ddangmin(?)nya juga so sweet~!X3 gomawo reviewnya ne, On chaaan~! Chuuu~!^3^(cipok teddy bear SuJu~ alias Shindongiee~!XD)"

kjwzz: "Ucchan jadinya tiga kali… soalnya susah tidur…T.T*nangis guling-guling ditrotoar* yah, memang begitu otaknya…#PLAK! Gomawo reviewnya ne, Kj chaaan~!XD"

tety sinaga: "Ne! mereka berdua sama aja!#PLAK! Nee! Tuh, Sungie sadar! Tapi belum jelas masa depannyaaa~!\^-^/#PLAK! Udah Ucchan lanjuut~! Gomawo reviewnya ne, Tety chaaan~!"

Dewi CloudSparkyu: "Kekekkeke! Ucchan jadi maluuu~!XD wuaduh, hehheheh, muuum… itu memang udah castnya!^w^'#PLAK! MWOOOO?! Eonnie kan sudah janjiiiiiiii! Lolipopppp!(guling-guling panik dimeja makan) muu! Akan Ucchan usahakan deh! Kalau Ucchan mood!#PLAK! Ingat lolipopnya nee!*pasang muka serius* gomawo reviewnya ne, Dewi eonnie chaaan~!X3"

ChoHyunsungie: "Kekkeke, ya begini…#PLAK! Tenang aja, kita sama-sama ragu kok.#PLAKED! Nyahahha, kalau Ucchan mood neee! Ini mood Ucchan beneran jatuh gara-gara tiap hari kayak diPalestina! Denger bunyi bom dimana-mana!XC Ne!#hug back. Ucchan jadi takut sendiri…= =" yaaak! Nggak boleh! Itu nggak boleh! Nggak boleh ngancam anak manis! Ucchan udah berusaha tauk! Kekekekh! Gomawo reviewnya ne, Sun chaaan~!XD"

Sung hyohee: "Nanti Haehyuknya selesainya bersamaan dengan KyuSung dan pair lainnya~! Kyaaa, Ucchan seneng dengernya~!XD kekeke, Ucchan juga gak bisa tertawa panjang-panjang!(?) gomawo reviewnya ne, Hyo chaaan~!XD"

Cloudy3424: "Kyaaa~! Muka Ucchan so swoot bangeet~!(join buing-buing) yikes. Um, mungkin chapt depan aja ne, momentsnya~… hehehehek.#PLAK! Soal nikahnya udah dibatalin kok! Don't worry~!^w^ gomawo reviewnya ne, Cloudy chaan~!XD"

libra love clouds: "Naluri ibu memang begitu~!#PLAK! Kekeke, kan ada pepatah bilang, pemilik sama hewan peliharaan nggak beda jauuh~!XD ne, Ucchan suka. KYAS! Nggak boleh nendang Ucchan!XC kalau Ucchan tinggal dibulan, siapa yang bakalan ngelanjutin ini fic cobaa?X0 hhuumm, Hyukkie udah sadar lagi kok. Tapi mungkin akan Ucchan matiin lagi~!#PLAK! Iiish, Ucchan capek terbang mulu. Mau kekafe terdekat dulu ah.#ngibrit. Wuaks…*pasang muka anak kucing* happy ending…? Kalau sad ending bagaimana?#PLAK!XD gomawo reviewnya ne, Libra chaan~!"

DySparClouds: "Dy chaaan~!*melet-melet*#PLAK! Ucchan juga seneng Dy chan masih mau ngereview~! Kekekeh. Ucchan terimaaa#PLAK! Tenang aja, udah Kyunnie batalin kok. Kalau ujungnya memang begitu bagaimana?#PLUAK! Kekeke, tergantung mood Ucchan sih. Nyahahhaha~!#PLAK! Gomawo reviewnya ne, Dy chaan~!XD"

TrinCloudSparkyu: "Waa~! Ucchan senang kalau Tri chan sukaa~!XD tenang, mereka udah batal kondangan kok.#PLAK! Wuaduh, uuummm… apa ini ada…? Mungkin chapt depan aja ne. chapt final~!XD gwenchana! Yang penting udah mau ngereview~!XD gomawo reviewnya ne, Tri chaan~!XD"

pandakim: "Hoyah, Panda chaaan~!XD oooh~!#huuuuug~! Nyaass! Uummm, mungkin chapt depan aja nee! Chapt ini, chapt anti klimaks(?)nya! Jangan tanya apa itu antiklimaks! Ucchan juga kaga ngarti! Ini, *naruh bambu muda dipiring* sebagai jaminan!(?) don't worry~! Udah dibatalin! Jadi Kyunnie juga gak nikahin Panda chaan~!#PLAK! Panda chan nakal deh. (mojok) ne… Ucchan juga pengen bikin yang yadong…#digampar orang-orang yang lagi puasa. Tenang aja, tinggal Ucchan siksa sedikiiiit lagiii~.#PLAK! Nanti sosweet ending kook~!XD wuaaah, ada sesama pengguna dattebayooo~~! Kalau begitu Ucchan dattebanee neee~!XD#digampar Kushina dari fandom sebelah. Ucchan nggak janji bisa cepet~!#gampared. Gomawo reviewnya ne, Panda chan~! Pai pai, ttebanee~!*bow(?!)* #Nggak kreatif"


Nyahahhah! Selesai jugaa~! Mianne kalau ada yang terlewat! Ucchan liat komennya dihp sih. Ada yang kehapus mungkin…T.T

Anyways. Boleh Ucchan tanya ulang soal ultah pair?*kedip-kedip* (Readerdeul: Nggak ngerti-ngerti juga kamu!?) bukan, bukan nggak ngerti. Hanya nggak paham.#PLAK! Kalau KyuSung artinya tanggal 3 bulan 4? Atau tanggal 4 bulan 3…?(muter-muter) kalau KangTeuk tanggal 17 bulan 1…? Gyaaah! Pokonya… Kangin kan tanggal 17 bulan 1… Teukie tanggal 1 bulan 7. Jadi ngambilnya tanggal atau bulan…?

Mianne ngerepotin uunn…T.T

Ucchan akan sangat terbantu jika ada yang bersedia menjawab~ kekekekek!XD

Oh ya! Ini udah bulan Ramadhan nee~! Bulan yang penuh pengampunan dan rezeki~!XD mohon maaf lahir batin bagi semua readerdeul ne! Reviewers dan Siders juga~! Juga selamat menjalankan bagi yang menjalankan~!XD

Mari kuasai tahun iniiiii~!XD

Yah. Sekian deh~!

Singkat kata,

Review/Flame(MENDIDIK)

Pleasee~?