Urban Legend

One is Too Many

From Japan

.

Soloist IU

.::.

.

.

IU nama panggilannya.

Nama aslinya adalah Lee Jieun, tetapi orang-orang memanggilnya IU. Dia tinggal di Jepang, walaupun kewarganegaraannya adalah Korea. Wajahnya imut, sangat manis. Menyembunyikan sifat aslinya yang sangat jahil.

Contoh kejahilannya, pernah saat itu dia pergi ke sebuah restoran bersama dengan ketiga orang temannya. Lalu pramusaji bertanya, "Pesan untuk empat orang?". Tetapu IU selalu berkata, "Empat? Lihat baik-baik! Bukankah kami ada lima?"

Banyak orang mengira IU memang memiliki kemampuan melihat apa yang tak bisa dilihat manusia biasa. Namun sebenarnya tidak. Ia hanya suka mempermainkan orang dan senang melihat ekspresi ketakutan orang-orang yang ia pikir lucu. Teman-temannya selalu menyuruhnya untuk menghentikan lelucon itu, namun ia terus saja melakukannya.

Hingga suatu hari, karena kesal, akhirnya tak ada satupun orang yang mau makan lagi bersamanya. IU pun terpaksa makan siang sendiri di sebuah restoran langganannya.

"Pesan strawberry milkshake dan mango pudding." katanya pada pramusaji.

IU menatap jendela dengan bosan. Teman-temannya memang begitu menjengkelkan. Padahal lelucon yang dibuatnya sangat lucu, bukan? Ia dapat melihat wajah orang-orang ketakutan. Dan itu adalah sebuah momen menarik. Atau mungkin teman-temannya tidak punya selera humor? Maka dari itu mereka memilih untuk meninggalkannya daripada untuk tertawa bersama.

"Kuso..." gumamnya.

Ketika pramusaji datang, ia menghidangkan dua gelas milkshake. Satu untuknya, dan satu diletakkan di depan kursi sebelahnya.

IU memandang pramusaji itu bingung.

"Hei, bukankah aku hanya pesan satu?" tanyanya.

Tetapi pramusaji itu tidak menjawab. Ia melenggang pergi seakan-akan tidak mendengar IU. IU mengangkat bahunya. Mungkin bonus, pikirnya.

Beberapa menit kemudian, pramusaji itu datang dan meletakkan dua mango pudding. Satu untuknya dan satu lagi diletakkan untuk kursi di sebelahnya.

Sekarang IU berpikir para pramusaji di sini ingin membalasnya.

"Awas, saja mereka."

Keesokkan harinya, IU memilih untuk makan di tempat lain. Tetapi hal itu terus terjadi. Setiap ia memesan apapun, pramusaji selalu membawakannya dua. IU mencoba restoran lain yang belum pernah dikunjunginya, tetapi tetapi seperti itu. Bahkan kemanapun ia pergi, kini teman-temannya selalu mengatakan bahwa ada orang lain yang sedang bersamanya.

"Kau pergi dengan seseorang, IU."

IU mulai ketakutan dan merasa jera. Mungkin ini balasan karena ia sering mempermainkan orang lain.

Selama berhari-hari, akhirnya IU memilih untuk mengurung diri di dalam rumahnya. Ia tidak pernah keluar rumah lagi dan terus saja berdiam di kamar karena ketakutan.

Tidak ada yang bisa membantunya, pikirnya.

Setelah sebulan, akhirnya IU mulai merasa tenang. Ia merasa, apapun yang mengikutinya, itu pasti sudah meninggalkannya. Terbukti. Di rumahnya ia tidak pernah menemukan hal-hal yang janggal.

Lalu, IU pun datang ke sebuah restoran baru, memesan segelas kopi.

Sang pramusaji datang dan menyajikan segelas kopi untuknya.

Lalu segelas kopi diletakkan untuk kursi di sebelahnya.

Lalu satu lagi.

Dan lagi.

Dan lagi.

Dan lagi... dan terus berlanjut.

"Kau pergi dengan banyak orang, IU."

.

.

.

.

Aaaaaaaaaaghh ga sempet balas review lagiii

Maaps, harus buru-buru ke RS nih, udah dimarahin u,u

Nanti lagi yaaaaaa

Btw, panggil aja Yuri, gapapa kooo~

Yang nanya umur? Saya udah kuliah, tapi line 96 ._.

Owkay seeyaaaaaaaaa, besok pasti balas review kooo

Tapi besok gatau mau posting ff Urban Legend, gatau yang lain

Makasih untuk yang baca dan reviiiiiewww

Seneng banget

LOVE YAAAAAAAa

Akhir kata,

review?