Author : Melody-Cinta
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance/Fantasy
Pairing : Gaara x Sakura H.
--
Snow Never Make Sakura Dead Again
--
(Normal POV)
"Hiks.. Hiks.." sebuah isakan tangis terdengar oleh Temari yang sedang asyik menonton televisi.
Temari yang heran segera melihat Sakura. Sakura sedang menunduk dan bulir-bulir air keluar tak beraturan. Temari memegang pundak Sakura; mencoba menenangkan Sakura. "Sakura.. Kenapa menangis sih?"
Sakura tetap menunduk, "A.. Aku takut Temari-nee. Bagaimana kalau Gaara kalah dari Sasuke? Dan Rainy pun tak bisa membantu." Jawab Sakura sesunggukan,
Temari memeluk Sakura, mencoba memberi ketenangan yang dia punya. "Sakura. Kau harus yakin. Memangnya kau mau Gaara dan Rainy kalah?" tanya Temari, Sakura menggeleng, "Kalau begitu, jangan berpikiran macam-macam. Yakinlah bahwa mereka bisa,"
Sakura masih menangis, 'Gaara, Rainy, aku percaya pada kalian.' Batin Sakura,
***
Rainy menatap tajam pada Sasuke. "Paman.. Aku akan mengalahkanmu. Aku janji itu!" Rainy menatapnya semakin tajam. Rainy mengambil kalungnya yang berada disaku celana. Dia pun memakai kalung itu. 'Seperti biasa. Aku meminjam kekuatan kalian lagi ya?'
Sasuke menatap Rainy jengkel, "Ayahmu saja begitu, mana mungkin kau dapat melawanku." Sasuke berbicara meremehkan Rainy,
Sasuke mengarahkan tongkatnya menuju Gaara. "ICE!" dan Gaara serta hujan jarum itu pun membeku. "Rainy, karena kau telah menantangku seperti itu, aku akan membuat pertandingan ini satu lawan satu." Ujar Sasuke tersenyum,
Rainy mengeluarkan tongkatnya, "Kalau itu yang Paman mau. Paman, sebenarnya Papa itu dapat mengalahkan Paman. Tapi.. Paman tahu kan? Papa pasti menganggap Paman itu hal kecil dan menyuruhku yang menuntaskannya." Rainy menjelaskan,
Sasuke merasa tersindir dengan perkataan Rainy. Dia mengarahkan tongkatnya menuju Rainy. "Needle!" dan jarum air membeku pun terbang menyerang Rainy. Rainy yang kurang sigap langsung terkena jarum itu. Bukan kena sih, hanya terserempet saja.
Rainy memegang pundaknya yang terbesit jarum air beku Sasuke. Dai menatap Sasuke dengan tatapan kesal sekesal kesalnya! "SNOW ICE!!" dan tumpukan salju-salju beku sudah berada didepan Sasuke. Tumpukan salju-salju beku yang siap menghantam Sasuke kapan saja saat Rainy mengomandoinya.
Sasuke menatap tumpukan putih itu kesal. Tumpukan itu sangat besar; sangat besar bahkan sampai dapat menutupi semua pandangannya. "Cih." Sasuke jadi makin kesal,
Rainy yang mengetahui bahwa pandangan Sasuke tertutup oleh tumpukan salju miliknya mulai berlari pelan menuju Gaara yang tengah membeku. "Hum.. Fire ice.." Rainy bergumam sambil menempelkan tangannya pada es beku itu. Dan lama-lama e situ mencair dan membuat Gaara dapat kembali bergerak bebas,
Gaara, dengan tubuh yang luka-luka, berjalan menuju Rainy dan mengacak-acak rambutnya. "Terima kasih Rainy." Gaara tersenyum dan dibalas oleh anggukan Rainy.
BUM!
Sebuah ledakan besar terdengar jelas. Rainy dan Gaara segera mengalihkan pandangan mereka ke tumpukan-tumpukan salju yang.. telah hancur?
Dari bolongan besar tumpukan salju itu, keluarlah Sasuke dengan keringat yang mengucur deras. "Tumpukan saljumu itu kuat juga ya Rainy. Aku sampai harus mengucapkan banyak mantra hanya untuk menghancurkannya." Sasuke tersenyum,
Rainy ikut tersenyum dan menggandeng tangan Gaara. "Sekarang kami berdua akan melawanmu Paman." Kata Rainy angkuh, Sasuke tersenyum lalu tertawa. "Kenapa tertawa Paman?" tanya Rainy bingung,
Sasuke menghentikan tawanya dan menatap Gaara dan Rainy. "Sebegitu kuatkah aku sampai harus dua orang yang melawanku?" tanya Sasuke lalu tertawa kembali,
Gaara merasa tersindir. Dia menatap Rainy. "Rainy, biar Papa yang melawannya." Kata Gaara, Rainy yang awalnya menolak langsung mengangguk.
***
Grak!
Sakura berdiri dari sofanya, "Aku harus melihat pertandingan itu!" ujarnya, dia mengambil jaket ungunya dan membuka kenop pintu sebelum Temari memenggilnya, "Ada apa?" tanya Sakura,
Temari mengambil jaket merahnya lalu memakainya. "Daripada kau menangis sendirian dan tak ada yang menenangkan, lebih baik aku juga ikut menemanimu." Jawab Temari tersenyum,
Sakura ikut tersenyum, "Ayo!"
***
"SNOW COOL!" dan hawa pun menjadi dingin dan dituruni salju-salju deras dan besar. Namun hanya dikawasan Sasuke saja. Dan hujan salju itu akan mengikuti Sasuke terus kemana pun dia pergi.
"RAIN BLOOD!" hujan pun mulai turun diatas Gaara. Hujan yang aneh jika kalian ingin tahu. Hujan dengan air berwarna.. Merah.
Gaara menatap hujan itu. Cukup lucu baginya, hujan air merah. Air hujan yang mengenai rambutnya pasti sangat tidak ketahuan. Karena.. Sama-sama merah.
Gaara berjalan mendekat menuju Sasuke. Dia perlahan perlahan sampai akhirnya tepat didepan Sasuke.
-
Hening
-
-
-
-
-
-
-
BUK!
Sebuah pukulan keras penuh dendam dan amarah sukses mengenai pipi putih Sasuke. "Terima itu." Ucap Gaara singkat lalu berbalik,
Diam.
-
-
-
-
-
-
BUK!
Dan pukulan balasan dari Sasuke terlancarkan ke punggung Gaara. Gaara berbalik dan mata mereka bertemu. Masing-masing mempunyai mata yang dingin. Mata yang dingin dan penuh dengan dendam satu sama lain.
Gaara mengangkat tangannya; bersiap untuk menonjok Sasuke. Begitu pula Sasuke.
"HYAA!!" dan mereka hendak memukul satu sama lain sebelum…
"HENTIKAN!! AKU TAK MAU ADA PERTARUNGAN!!"
Mereka berdua langsung menengok ke sumber suara. "Sakura?" tanya mereka bersamaan,
Sakura berlutut dan menangis, "Kumohon.. Tak ada pertarungan.."
Mereka berdua mendekat kearah Sakura. "Kalau kau tak mau pertarungan, kau harus memilih Sakura. Aku atau dia." Kata Sasuke sambil menunjuk dirinya dan Gaara.
Sakura berdiri perlahan. Tangannya terangkat, lalu dalam waktu dekat..
PLAK!
Tamparan panas dan berperasaan marah pun melayang bebas menuju pipi Sasuke. "Kau bodoh Sasuke." Ujar Sakura, "APA KAU TAK LIHAT BAHWA AKU SUDAH PUNYA SUAMI DAN ANAK?!" tanya Sakura emosi,
Sasuke menatap Sakura kecewa, "Kau bohong Sakura. Kau pasti masih mencintaiku kan?" tanya Sasuke,
"TIDAK! CEPAT PERGI! AKU TAK'KAN MENINGGALKAN MEREKA!" teriak Sakura mengusir Sakura, Sasuke masih diam terpaku, "CEPAAT!!" Sakura berteriak dengan kencang. Mengeluarkan semua emosinya, masih diam. "AKU TAK MAU BERHUBUNGAN DENGANMU LAGI SASUKE!! TAK MAU DAN TAK'KAN PERNAH!" teriak Sakura lagi,
Sasuke yang awalnya kaget mulai dapat menenangkan diri, dia berjalan pelan melewati mereka, "Sakura.. Kalau kau tak ingin aku berhubungan denganku sebagai kekasih.."
"Tak'kan pernah." Sakura memotong dengan cepat,
Sasuke menghela nafasnya pelan, "Dengar dulu.." katanya mencoba sabar, "Bolehkah aku menjadi teman kalian? Terutama kamu." Kata Sasuke,
Sakura menatap Gaara, "Bolehkah?" tanya Sakura,
Gaara menghela nafasnya, "Kalau hanya teman sih.." Gaara berhenti, "Boleh." Lanjutnya,
"Mungkin aku jarang mengatakan ini. Tapi.. Terima kasih." Sasuke tersenyum, dan menjabat tangan Gaara. "Karena sekarang kita teman. Kita harus saling membantu sekarang."
"Ooh.. Aku dicuekkin gitu?" tanya Rainy kesal sambil melipat kedua tangannya,
Sasuke dan lainnya langsung menatap Rainy, "Tentu saja tidak!" dan Sasuke pun menggendong Rainy.
"Hahaha.." Semua tertawa dengan lepas,
(Sakura POV)
Aku menatap semuanya dengaan perasaan senang. Akhirnya, kami semua dapat berteman dengan damai. Tak ada kata musuh lagi, semuanya berdamai. Tak ada yang memperebutkanku juga. Aku senang sekali kalau begini.
-
-
Teman
-
-
Teman memang kata yang sangat indah. Mungkin cinta dapat mengalahkan segalanya, kecuali teman. Aku suka kata teman. Karena dengan kata teman, kami semua berdamai. Sasuke dan Gaara. Aku tak mau kalian memperebutkanku lagi. Cukup aku hanya milik Gaara. Dan Rainy juga.
Dan mulai saat ini buku lama ini kututup.
Dan buku baru itu kumulai.
***
FIN
***
Yaah.. Tamat deh.. T^T,, pengennya sih gak ditamatin, tapi mau gimana.. Aku ngadat lagi!!! T^T,,
Endingnya jauh lebih jelas daripada ending yang kemarin kan??
Oh, ya, aku minta maaf atas semua kesalahan di fic ini. Gomenasai!!
Dengan ini aku nyatakan fic ini.. TAMAT.
Mind to review??
