Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat).
Check Tumblr-ku : mentari27
(kalau mau tau detail dari baju yang di pakai Katsuki dan Izuku di Chapter ini, aku ada gambar dan post di tumblr-ku)
BTW! Di FF-ku, Mama Inko tidak gendut.
CHAPTER SPECIAL, SEDIKIT DI PERPANJANG (0w0)9
DISSCLAIMER: I do NOT own Boku no Hero Academia / My Hero Academia.
-=Chapter 013=-
-My Number & Only ONE-
Mine
Katsuki dan Izuku tidak percaya dangan apa yang mereka lihat, Yagi Toshinori –yang jauh lebih (ikemen) berotot dari yang terakhir keduanya lihat, dan Midoriya Inko, berpelukkan saat mereka bertemu "Gross…" gumam Katsuki yang langsung mendapatkan anggukkan setuju dari Izuku. Mereka berdua bahkan bisa melihat ada aura pink dan gambar hati yang bertarbangan di sekitar Toshinori dan Inko "Aku berani taruhan kalau mereka akan menghisap wajah satu sama lain setelah itu…"
"Kacchan! Hentikan! That's gross! Setidaknya sebut itu dengan berciuman!"
Katsuki mendengus dan bergumam "Whatever"
Keduanya kembali mengikuti pasangan mencurigakan yang bergandengan tangan dan ada di depan mereka –tentu saja menjaga jarak mereka untuk tidak di ketahui.
Sementara itu, Toshinori dan Inko…
"Kamu yakin tidak mau memberitahukan Izuku Girl? Tentang hubungan kita, maksudku…"
Inko menggeleng pelan "Aku masih belum siap… Izuchan tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang ayah, aku taku kalau dia akan menentang hubungan kita"
Toshinori mengusapkan ibu jarinya pada tangan mungil yang ia genggam "Kapanpun kamu siap, sayangku"
Nama panggilang tersebut berhasil membuat pipi Inko membara dan sangat merah "…Gombal" gumammannya di balas dengan tawa pelan dari Toshinori.
…Kembali lagi ke Katsuki dan Izuku…
Katsuki tidak bisa Manahan rasa geli dan merinding tidak enak yang ada di kulitnya "Kau dengar itu? sayangku katanya… yuck!" Izuku tidak merespon kali ini, dia termenung saat mendengar apa yang di katakan ibunya.
'Mama bahkan memikirkan aku pada saat dia bersama dengan All Might…' ada rasa senang dan perasaan puas dalam dada Izuku "Kacchan, ayo kita pergi ketempat lain" usul Izuku dengan senyum ceria di wajahnya.
Seperti biasa, otak jenius Katsuki selalu tanggap dengan maksud dari senyum Izuku "Kau yakin? Kita bahkan belum ada 30 menit membuntuti mereka" Izuku mengangguk yakin dan tersenyum lembut.
"Terima kasih"
Katsuki kembali memalingkan wajahnya –menyembunyikan pipinya yang mulai memanas "…Terserah" memberikan lirikkan terakhir pada pasangan yang sudah jauh dari jarak pandangnya, lalu berbali ke arah yang berlawannan "Aku lapar"
"Curie?"
Untuk seorang Deku, Ide yang di usulkannya tidak buruk, tapi katsuki ingin sesuatu yang lebih dari sekedar kare "Ramen, on me"
Izuku tersenyum lebar saat mendengar kalau Katsuki –yang biasanya sangat pelit, mau menteraktirnya "Deal!" untung keduanya menemukan kedai ramen yang longgar, jadi bisa langsung bisa menyantap pesanan mereka.
Selesai makan, keduanya jalan beriringan di pinggir jalan, menikmati keberadaan satu sama lain dan pemandangan illumination yang ada di toko dan pohon. Izuku banyak sekali mengentikan langkahnya, terutama di toko apotik, buku dan mainnan. Tapi Katsuki tidak akan membiarkan Izuku masuk kedalam toko-toko tersebut, karena dia tau, kalau sekali Izuku masuk kesalah satu dari mereka, Izuku akan boros sampai dompetnya kosong.
Mata Izuku kemudian terhenti di depan sebuah Game Canter –lebih tepatnya pada boneka landak yang ada dalam salah satu crane game "Ka –Kacchan!"
"Ha?" Katsuki melirik Izuku dari sudut matanya 'Kali ini apa lagi…?'
"Boleh kita mampir kesini?" Katsuki mengikuti arah jari Izuku, menunjuk ke subuah Game Canter.
'Tidak buruk…' dengan hela-an nafas pelan, Katsuki masuk kedalam Game Canter, tau kalau Izuku juga mengikutinya "Tch!" Ramai. Ok, itu sudah dia duga, dan Katsuki tidak terlalu suka tempat ramai. Matanya mengikuti arah kemana Izuku pergi, alisnya langsung berkedut saat sadar dengan mata Izuku yang memandang salah satu boneka yang ada di dalam salah satu crane game 'Dasar DEKU…'
Baru Katsuki mau memanggil Izuku, ada orang lain yang menyapa Izuku. Beraninya si mob sialan itu, dia menggoda Izuku di depan Katsuki (walau ada jarak sekitar 1.5 meter). Sudah jelas Izuku terlihat tidak mau –entah apa yang di tawarkan oleh si mob sialan ini, tapi pada saat laki-laki paruh baya tersebut merangkul Izuku –dan terlebih lagi jarinya yang hampir menyentuh dada Izuku. Lalu memaksa Izuku untuk mengikutinya –entah kemana.
Merah.
Pandangan Katsuki berubah menjadi merah –semuanya kecuali Izuku, berubah menjadi warna merah di matanya. Katsuki bahkan bisa melihat jelas kalau laki-laki hidung belang tersebut ingin membawa Izuku pergi, membawa Izuku pergi dari hadapannya. Tidak tahan melihat pemandangan memuakkan di depannya, Katsuki menarik Izuku dari rangkulan laki-laki hidung belang di depannya "Apa-apa-an kau?! Aku yang mengajaknya duluan!"
"Apa katamu…?" secara reflex, lengan Katsuki memeluk tubuh mungil Izuku secara protective, memastikan agar wajah dan tubuh Izuku jauh dari jangkauan laki-laki hidung belang yang ada di hadapannya "Kau mengajaknya? HAH!" seringai meremehkan terbentuk di wajah Katsuki "Maaf saja, tapi dia milikku" tidak bohong, Izuku memang milik Katsuki –untuk sekarang. Telapak tangan Katsuki mulai berasap di balik sarung tanganya, matanya tiada henti untuk terus menatap tajam dan jelas mengeluarkan arti touch her again, I'll kill you.
Reaksi sang mob sialan? Tentu saja ketakuttan, takut dengan anak SMP, yang bahkan lebih tinggi dari dirinya, tapi dia sempat bergumam "Ck, sudah punya pacar…" lalu pergi dari hadapan Katsuki. Sempat ada beberapa pasang mata yang tertuju pada Katsuki dan Izuku, tapi kemudian memfokuskan kembali apa yang mereka lakukan sebelumnya –pura-pura tidak melihat dengan apa yang baru saja terjadi.
Reaksi Izuku? Wajahnya lebih memerah dari sebelumnya, mendengar kata milikku dan pacar sudah cukup membuat kepala dan pandangannya berputar. Di tambah pelukkan dari cinta pertamanya, semua ini hampir membuatnya pingsan bahagia.
Mendengus puas, Katsuki melonggarkan pelukkannya, bermaksud untuk memarahi Izuku "Oi Deku" Katsuki tidak mendapatkan respon, hanya lengan Izuku yang melingkari tubuhnya yang masih tertutup mantel. Katsuki kembali medengus kesal tangan kirinya menepuk-nepuk kepala Izuku yang masih tertupi oleh topi abu-abu "Yang mana?"
Bingung dengan maksud dari pertanyaan Katsuki, kali ini Izuku merespon "Nm?" tapi masih belum melepaskan pelukkannya.
Jari Katsuki mengetuk kaca crane game di sampingnya "Yang mana?" Tanya Katsuki lagi, kali ini dengan nada yang terdengar marah.
"Landak" Katsuki mengangkat sebelah alisnya, semua isi dari crane game tersebut berisi boneka landak, tapi dengan warna dan ekspresi yang berbeda "Duri hitam dan oren… yang ekspresinya terlihat marah…" Izuku kembali membenam wajahnya di dada Katsuki, mengusap wajahnya pelan, lalu melepaskan pelukkannya, mengambil jarak agar Katsuki bisa dengan leluasa memainkan crane game di hadapannya. Cukup satu kali coba saja, dan Katsuki sudah mendapatkan boneka yang Izuku maksud. What a lucky bastard.
"Nih" Katsuki melemparkan prize yang ia dapatkan ke arah Izuku –yang menangkap, lebih tepatnya hampir menjatuhkannya, tapi dia berhasil memeluk boneka tersebut di dadanya.
Wajah Izuku memerah padam 'sudah aku duga… mirip sekali dengan Kacchan' ia kembali memeluk boneka landak yang Katsuki ambil untuknya setelah memperhatikan detail yang sangat mirip dengan Katsuki "Terima kasih Kacchan…"
Saat melihat senyum di wajah Izuku mengembang dengan sempurna, Katsuki –sekali lagi memalingkan wajahnya, mengatur nafasnya agar teratur dan tidak terdengar bergetar, lalu bergumam "Ayo kita pulang…" tapi, baru Katsuki mau melangkahkan kakinya keluar dari tempat berisik ini, kantong kiri dari mantel Katsuki di masukkan sesuatu oleh Izuku "Apa yang –?!"
"ayo pulang, Kacchan"
'Ch! Sial… FUCK! DEKU SIALAN!' sudah tidak tau untuk yang keberapa kalinya untuk hari ini, tapi Katsuki kembali memalingkan wajahnya. Tapi biarpun dia merutuki atau mengatai sebanyak apapun di dalam otaknya, dia tetap peduli dengan Izuku. Dia bahkan melepaskan sarung tangan sebelah kirinya dan memasangkan sarung tangan tersebut ke tangan kiri Izuku –tangan kanan Izuku yang tidak memakai sarung tangan? Katsuki genggam dan memaksukan tangan mereka di mantel jaket-nya "Kali ini… kita harus benar-benar pulang, aku tidak mau berada di tempat dingin terlalu lama"
Walau nada-nya terdengar kasar, tapi Izuku tau betul kalau itu hanya sebuah kamuflase untuk menutup rasa malu yang ada di dalam diri Katsuki. Bukti? Well… kalau dari sudut pandang Izuku, dia mungkin tidak melihat rona merah yang tipis dan tertutupi oleh lensa kacamata, hanya saja telinga Katsuki yang terlihat sangat merah sudah cukup menjelaskan kalau Katsuki sangat mamerasa malu.
Sayang haraga dirinya terlalu tinggi, jadi Katsuki tidak akan pernah mengakui atau sadar kalau sudah ada perasaan special pada Izuku, yang sudah tumbuh selama hampir 9 tahun dalam dirinya. Izuku sendiri, terlalu khawatir dengan kemungkinan dia akan ditolak.
Omake / extra :
setelah mengantar Izuku pulang, Katsuki langsung pulang dan pergi kakamarnya –menghindari pertanyaan-pertanyaan jahil dari orang tuanya. Ingat akan sesuatu saat melepas mantelnya, ia mengecek dengan apa yang Izuku masukkan kedalam kantong mantelnya.
Sebuah boneka kelinci berwarna tosca dan mata yang berkilau seperti batu emerald, loop ear di sisi kepalanya, bunga plastic berwarna merah yang menghiasi telinga kiri dari boneka tersebut, dan sentuhan terakhir, adalah lambang plus –khas medis, berwarna merah yang menempel di dada boneka kelinci tersebut. Sudah jelas sekali kalau boneka tersebut melambangkan image Izuku yang memang aslinya berambut dan iris hijau.
'FUCKING DEKU!' Katsuki mengangkat tinggi boneka tersebut, siap untuk melempar boneka tersebut keluar jendela.
…dan tidak jadi.
Pilihan terakhirnya hanya 1, kalau dia tidak bisa membuang benda girly ini, maka dia harus menyembunyikan 'Awas saja kau nanti…'
