•••

•••

•••

Baekhyun baru saja keluar dari mini market seberang apartemen ketika Yoora membawanya pergi. Katanya kangen. Padahal mereka baru bertemu dua hari yang lalu. Alhasilnya Baekhyun berakhir di taman belakang rumah keluarga Park bersama Toben dan Yoora tentu saja. Toben berlarian kesana kemari. Kemudian menghampiri Baekhyun dan Baekhyun meraihnya dalam sebuah pelukan. Lantas anjing kecil itu menjilati wajah Baekhyun hingga basah oleh liurnya. Yoora yang menyaksikan hal itu dengan mata besarnya tanpa terlewat sedikitpun.

"Baekhyunee~" panggil Yoora dengan suara lembutnya.

"Ya noona? "

"Tadi noona membuat cake strawberry. Mau mencobanya? " tanya Yoora yang dijawab anggukan cepat oleh Baekhyun. Baekhyun itu maniak strawberry. Jadi mana mungkin dia menolaknya.

Yoora kembali dengan satu piring cake strawberry utuh belum dipotong. Dia juga membawa piring kecil, pisau dan garpu. Baekhyun melihat cake di tangan Yoora dengan mata berbinar. Kesukaannya.

"Toben! Berhenti menjilati papa. Nanti daddy marah miliknya kau jilati seperti itu... " ucap Yoora menarik Toben dari pangkuan Baekhyun. Baekhyun yang mendengar ucapan Yoora hanya dapat memerah. Yoora secara tak langsung mengatakan Toben adalah anaknya dan Chanyeol. Tapi Baekhyun juga kesal. Tobenkan anjing?

"Mau potongan besar? " tanya Yoora.

"Neee jusseoooo~" jawab Baekhyun dengan aegyeonya.

"Spesial untuk adik ipar~" ucap Yoora memberikan potongan cake cukup besar untuk Baekhyun. Panggilan adik ipar dari Yoora dianggapnya angin lalu saja. Dia sudah terbiasa.

"Gomawo noona~" Baekhyun memasukkan potongan kecil cake ke dalam mulutnya. Bergumam enak dengan mata penuh binar. Yoora tentu saja senang Baekhyun menyukai cake buatannya.

Yo~ Nice skirt

Baekhyun merogoh saku celananya untuk mengambil poselnya yang berdering. Terpampang satu nama disana. Nama yang selalu mengiriminya pesan. Orang yang selalu membangunkannya di pagi hari dengan kata-kata manis. Orang yang selalu mengingatkannya untuk makan. Orang yang selalu menemani malamnya sebelum tidur. Orang yang pertama kali menghubunginya karena salah sambung. Orang yang Baekhyun beri nama 'Stranger' di ponselnya.

Baekhyun menggeser ikon hijau di ponselnya dan menempelkannya di telinga.

"Yeoboseo... " sapanya dengan jantung berdegub kencang.

"Yak! Kau dimana? Tidak diculikkan? "

Suara di seberang sana menjawab dengan panik. Baekhyun tercenung. Dia kenal suara ini. Bagaimana bisa suara ini berada di ujung sana?

"Kris hyung? " Baekhyun menyahut dengan pelan.

"Ya ini aku. Kau pikir siapa lagi? Kau dimana?"

Jawaban itu bukan yang Baekhyun harapkan sama sekali. Dia berharap ini bukan suara Kris.

"Emm... Aku di rumah Chanyeol. Yoora noona membawaku setelah keluar dari mini market tadi" jawab Baekhyun. Dia sungguh merasa tak tenang sekarang. Jantungnya berdegub semakin kencang.

"Kukira diculik. Habisnya kau tidak kembali. Katanya cuma sebentar..."

"Maaf. Aku lupa menelpon hyung... " jawab Baekhyun. Dia melirik Yoora yang menyimak obrolan mereka sedari tadi. Wanita itu terlihat cemas melihat ekspresi Baekhyun saat ini.

"Ya sudah. Jangan nakal di rumah orang... "

"Ne hyung. Aku bukan anak kecil lagi! Sudah ya. Bye... " ucap Baekhyun mengakhiri sambungan mereka. Dia meletakkan ponselnya di rumput. Sungguh selera makan cakenya menguap seketika.

"Baek, ada apa?" tanya Yoora merasa khawatir.

"Noona... "

"Ya? "

"Noona tau ini nomor ponsel siapa? " tanya Baekhyun memperlihatkan sederet angka dengan nama 'Stanger' pada Yoora. Yoora memperhatikan dengan seksama nomor ponsel itu. Dia tidak yakin dan malah melihat ponselnya sendiri.

"Chanyeol... " ucap Yoora setelah melihat di ponselnya.

"A-Apa? Noona tidak bercandakan? " tanya Baekhyun dengan suara bergetar. Jadi itu nomor Chanyeol? Orang asing yang selalu menghubunginya dengan kata-kata manis. Dia berdegub kencang dengan wajah merona.

"Tidak" jawab Yoora. Dan setelah Yoora menjawab, derap langkah tergesa menghampiri mereka. Baekhyun menoleh dan disana sudah berdiri Chanyeol dengan nafas terengah. Dia bergerak cepat ke arah Baekhyun. Meraih tangan anak itu dan menariknya pergi. Baekhyun pasrah saja. Yoora tidak terima. Adik ipar seperti puppynya dibawa pergi.

"Yak! Kau mau membawa Baekhyun kemana? Kembalikan adik iparku Park Yoda! " teriak Yoora tak terima. Tobenpun ikut menggonggong seakan setuju dengan Yoora.

"Toben~ Daddymu membawa papamu pergi... " Yoora mencebik menatap Toben yang hanya dibalas gonggongan oleh anjing itu.

Kembali kepada Chanyeol yang menyeret Baekhyun ke dalam kamarnya dan menguncinya. Dia tak ingin si menyebalkan Yoora mengganggu.

"Baek... " panggil Chanyeol pelan. Baekhyun mendongak menemukan tatapan lembut Chanyeol disana. Chanyeol jarang sekali menatapnya seperti ini.

"Kau... Sudah tau? " tanya Chanyeol. Baekhyun menjawab dengan anggukan. Dia terus menggigiti bibirnya karena jantungnya yang tak berhenti berdebar saat ini.

"Maaf ya... Aku bukan bermaksud mengerjaimu atau apa. Aku hanya... "

"Hanya apa? Merasa lucu melakukan semuanya padaku? " Baekhyun mencoba memberanikan dirinya bertanya.

"Bukan. Aku hanya tak tau cara yang lebih baik untuk mendekatimu. Aku bukan seseorang yang mudah menyukai dan jatuh cinta... " jawab Chanyeol. Baekhyun merona. Apa Chanyeol baru mengakui kalau dia menyukainya?

"Kau mencintaiku? " tanya Baekhyun nyaris seperti bisikan.

"Apa aku mengatakannya? " tanya Chanyeol. Tuhkan. Dia menyebalkan sekali. Mau mengatakan cinta saja harus membuat orang kesal.

"Kenapa kau menyabalkan sekali huh? " Baekhyun merengut kesal. Hal itu membuat Chanyeol terkekeh.

"Aku suka saja melihatmu merengut kesal seperti itu. Kau menggemaskan" ucap Chanyeol membuat semburat merah kembali menjalar hingga telinga Baekhyun.

"Aku mau keluar! " Baekhyun berseru kesal dan berniat melangkah menuju pintu. Tapi sepasang lengan kekar lebih dulu menariknya ke dalam sebuah pelukan.

"Byun Baekhyun. Aku mungkin bukan orang yang romantis. Aku juga bukan orang yang bisa mengungkapkan rasa sukaku secara gamblang. Tapi perlu kau tau. Aku tulus dan benar-benar menyukaimu. Bukan sekedar suka. Aku mencintaimu. Bahkan aku berdebar hanya karena mengingatmu. Baekhyun ah, aku mungkin bukan yang terbaik. Tapi aku akan mencobanya untukmu. So, will you be mine? " tanya Chanyeol menatap Baekhyun yang memerah dengan mata berkaca-kaca.

Baekhyun merasakan sesuatu menghangat di dadanya. Jantungnya berdebar dengan irama yang begitu menyenangkan. Banyak orang menyatakan cinta padanya. Tapi tak pernah ada yang membuatnya merasakan hal yang seperti ini. Haruskah dia menerima pernyataan cinta tak romantis Chanyeol? Chanyeolkan menyebalkan. Bagaimana kalau ditolak saja?

•••

•••

•••

•••

•••

-Kkeut-

Maafkan daku wahai readers semua... Aku gak bisa bikin kata-kata yang bagus buat pernyataan cinta. Huaaaaaaa...