Addicted
Chapter 14
No Bash!
Review!
Normal POV
Kyuhyun dan Sungmin juga Sunghyun sedang menikmati hangatnya atau lebih tepatnya panasnya sinar matahari di taman bermain ini. Everland, yup keluarga kecil ini sedang menikmati pukul 11 pagi di taman bermain terbesar di Korea Selatan sekarang ini. Setelah Kyuhyun selesai dengan semua urusan kantornya, langsung saja ia membawa Sungmin dan Baby Sunghyun untuk mengunjungi taman bermain yang tiket masuknya sangat mahal ini. /author nebak kalau masalah tiket masuk/ tapi sebanding dengan luasnya taman bermain ini. Sebanding dengan banyaknya wahana yang tersedia. Taman bermain ini terdiri dari 5 zona yang berbeda, ada Global Fair, disini merupakan Tempat untuk berbagai makanan dan souvenir. Ada banyak toko-toko dan restoran, serta layanan khusus seperti penyewaan stroller dan loker, ada juga Zoo-topia, sejenis kebun binatang mini dan kita akan dibawa berkeliling menggunakan bus untuk mengitari wahana ini, ada juga European Adventure, Magic Land dan American Adventure.
Karena hari sudah agak siang, Kyuhyun dan Sungmin memutuskan untuk makan siang dulu di Global Fair, bersama Sunghyun yang dari tadi tidak berhenti mengoceh di keretanya.
"nnananann" artinya "hai noona"
Lalu ada lagi "papapapa" yang artinya "daddy apakah Sunghyun boleh memakan benda yang berwarna pink itu?" Sunghyun tak tau kalau namanya harum manis.
"Sunghyunnie apakah kau sangat senang baby?" Sungmin menggenggam tangan kecil Sunghyun yang berlumuran air liur dan menggoyangkannya pelan, Sungmin dan Sunghyun mengambil tempat duduk di pojok restoran cepat saji ini, sebut saja nama restoran cepat sajinya K*C baiklah KFC. Kyuhyun sedang mengantri di counter.
"nganganga" Sunghyun mengoceh tak jelas, yang artinya "ne, mommy, tapi Sunghyunnie lapar"
"kau lapar? Aduh bagaimana ini? Tak mungkin mommy menyusuimu disini sayang, nanti saja ya baby di nursery room, okay?"
"dadadada" artinya "okay mom"
"jja, makanan datang, ada cream soup untukmu baby" Kyuhyun datang dengan membawa nampan penuh berisi makanan.
"sususus?" Sunghyun mengerutkan keningnya "cream soup? Apakah itu enak?"
Bayi berumur 5 bulan memang masih mengandalkan ASI sebagai makanan utama, sedangkan yang lainnya hanya tambahan saja
"tentu saja enak Sunghyunnie" jawab Kyuhyun tepat.
/ps: author gak tau ya baby udah bisa makan cream soup atau belum, anggap aja bisa, namanya juga fiction/
Sungmin mengambil Sunghyun dari kereta, mendudukkan Sunghyun di pahanya.
"aaa" Kyuhyun berdiri dari kursinya dan menyuapi Sunghyun.
Sunghyun mengedipkan matanya berkali-kali, rasa cream soup itu begitu asing di lidahnya, kedua tangannya bergoyang-goyang lucu.
"hahahaha, aigoo anak daddy lucu sekali" Kyuhyun mencubit pipi Sunghyun gemas.
"dia anakku juga Kyu" protes Sungmin
"arasseo arasseo, anak daddy dan mommy lucu sekali" Kyuhyun mengulangi kalimatnya.
Keluarga kecil itu makan siang sambil tertawa riang, bagaimana tidak setiap Sunghyun disuapi cream soup matanya akan berkedip-kedip lucu dan bibirnya membuka menutup dengan sendirinya, di tambah lagi kedua tangan mungilnya yang terus-menerus bergerak tanpa arti.
Setelah selesai makan, Kyuhyun berencana membawa 2Sung, Sungmin dan Sunghyun, menuju ke zona Zoo-topia, sekalian mengerjai Sungmin lagi.
"Kyu apakah akan ada hewan besar?" tanya Sungmin takut.
"aku juga tidak tau chagi" Kyuhyun merangkul bahu Sungmin yang sedang menggendong kereta Sunghyun.
"Kyu, apakah akan ada singa?" tanya Sungmin lagi.
"aku tidak tau chagi, ayolah, Sunghyun saja berani" Kyuhyun berusaha keras untuk menahan tawanya, sudah lama sekali dia tak mengerjai Sungmin.
"tapi Kyu.."
"apa kau tega mengecewakan Sunghyunnie? Lihatlah matanya yang berbinar itu" Kyuhyun menunjuk Sunghyun yang sedang menggigiti jarinya. Sebenarnya tidak terlalu berbinar sih, Kyuhyun saja yang berlebihan.
"baiklah, tapi aku sepertinya akan berisik, tak apa?"
"tak apa"
.
.
Sunghyun menempelkan wajahnya di kaca bus dan mata kecilnya seakan tak berkedip melihat binatang-binatang di Zoo-topia ini. Sunghyun duduk di pangkuan Kyuhyun. Sedangkan mommynya sendiri a.k.a Sungmin sedari tadi menyembunyikan wajahnya di lengan Kyuhyun yang dipeluknya sambil terisak kecil.
Waktu pertama kali bus ini jalan memasuki Zoo-topia Sungmin masih baik-baik saja, hewan yang muncul masih bisa Sungmin terima, setelah 3 menit, barulah Sungmin histeris, Kudanil besar yang berkubang dan membuka mulutnya lebar tepat berada di samping bus mereka. Sungmin menjerit kemudian menangis, Kyuhyun tertawa keras sedangkan Sunghyun masih menempelkan wajahnya di jendela bus.
"Ming.." Kyuhyun menggerakkan lengannya yang masih dipeluk erat oleh Sungmin. Sungmin tidak melepaskan pelukannya, malah semakin mengeratkannya.
"ayolah chagi, hewan besarnya sudah tak ada" bujuk Kyuhyun lagi, Kyuhyun merasa sedikiiiittt bersalah melihat Sungmin seperti ini, hanya sedikit, sisanya di sungguh bahagia Sungmin bisa menempel sangat dekat seperti ini dengannya.
"shireo" Sungmin menggelengkan kepalanya dengan keras.
"baiklah, setidaknya lepaskan tanganku sayang, biar aku bisa merangkulmu" kata Kyuhyun dengan lembut, Sungmin melepaskan pelukannya, jejak air mata terlihat sangat jelas di pipinya yang tembam. Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan membiarkan wajah Sungmin bersembunyi di ketiaknya, dia memiliki 2 orang bayi sekarang.
.
.
Sungmin masih melipat mukanya, mereka bertiga sedang berada di nursery room, Sungmin menyusui Sunghyun yang tertidur lelap begitu mereka selesai di zona Zoo-topia. Ini sudah jam 12.30, memang waktu tidur Sunghyun.
Namun tak ada yang tau kalau Sunghyun sebenarnya belum benar-benar tertidur.
Kyuhyun menghapus jejak air mata di wajah Sungmin dengan ibu jarinya.
"hei, kau marah padaku?" tanya Kyuhyun mengambil posisi di sebelah Sungmin.
"kau menyebalkan!" gerutu Sungmin, dia baru sadar kalau Kyuhyun mengerjainya, otaknya memproses dengan sangat lambat kali ini, mungkin lemak-lemak dari ayam cepat saji itu menganggu otaknya.
"jangan marah ne sayang, aku hanya bercanda" Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan menciumi pipi Sungmin berulang kali.
"menyebalkan!"
"heung? kenapa aku menyebalkan?" Kyuhyun mulai nakal menjilati pipi dan leher Sungmin, tangannya aktif mengelus buah dada Sungmin yang tidak dihisap Sunghyun.
Duakh!
Sunghyun menendang tangan Kyuhyun, samar-samar Kyuhyun bisa melihat anaknya itu sedikit membuka matanya dan tersenyum kecil. Kyuhyun memutar bola matanya.
"tidak ada baju baru dan mainan, okay Sunghyunnie?" Kyuhyun mengancam dengan evil smirknya.
Sunghyun langsung melepaskan hisapannya pada puting Sungmin dan berpura-pura tertidur dengan lelap, seolah-olah dia sudah kenyang sekali. Padahal Sunghyun belum kenyang sekali, kenyang sih sudah, tapi belum kenyang sekali (?)
"loh, baby, kok di lepas sayang? Cupcupcup jangan dengarkan daddymu baby" Sungmin menarik kepala Sunghyun agar mendekati putingnya lagi. Sunghyun menolak, Sunghyun baru sadar kalau dia sudah kenyang.
"baby sudah kenyang Ming, aku yang masih lapar" Kyuhyun meremas bokong Sungmin yang terpampang di depannya, Sungmin sedang menunduk untuk memasukkan Sunghyun di dalam kereta bayinya.
"kau gila? Kita bisa ketahuan orang lain bodoh!" Sungmin memperbaiki bajunya yang memang terbuka karena Sunghyun.
"kurasa tempat ini kedap suara, lihat dindingnya" Kyuhyun mengetuk-ngetuk dinding nursery room yang cukup luas itu.
"kalau ada yang membuka pintunya bagaimana?" Sungmin masih berusaha mengelak.
"sudah kukunci, ta-da kuncinya ada padaku" Kyuhyun menunjukkan kunci yang ada di sakunya. Tangan Kyuhyun mulai mengelus-ngelus paha Sungmin yang tertutup celana jeans.
"kalau Sunghyunnie bangun bagaimana Kyu, shh ahh" Sungmin masih berusaha menolak namun gagal karena jari Kyuhyun sudah menusuk-nusuk vagina Sungmin dari luar.
"dia akan mengerti sayang, lagipula lihatlah tidurnya, lelap sekali, satu ronde saja, nanti kita lanjutkan di rumah, okay?" Kyuhyun membuka celananya sendiri.
"chakkaman" Sungmin mencegah tangan Kyuhyun yang hendak membuka celana dalamnya, tapi salah perhitungan, Sungmin malah menggenggam gundukan tinggi di tengah-tengah celana Kyuhyun, pikiran Sungmin sudah berkabut, ia meneguk air liurnya dengan susah payah, yeoja mana yang akan menolak kalau sudah memegang penis besar sang suami yang masih tertutup celana dalam abu-abu?
"lihatlah, kau menginginkannya Ming" Kyuhyun menggengam tangan Sungmin dan menekankan tangan Sungmin ke penisnya.
"errr" Kyuhyun mendesah sendiri.
"nanti bagaimana, mm maksudku sisa cairan kita Kyu" Sungmin berbicara kemudian berjongkok di depan Kyuhyun. Sungmin tak bisa menolak lagi.
"aku melihat ada banyak tissue disana, Ming, di tasmu juga banyak kan? Lalu kalau masalah baunya, kau juga membawa parfum kan?" Kyuhyun menjawab dengan santai, Kyuhyun memutar kereta Sunghyun, yang tadinya menghadap ke mereka sekarang menghadap ke tembok, dia tau anaknya itu dari tadi mengintip kecil. Pervert baby.
"kenapa Kyu?" tanya Sungmin bingung.
"berjaga-jaga saja kalau Sunghyun bangun, cukup telinganya yang ternoda, jangan matanya" Kyuhyun mengedipkan satu matanya kemudian kembali duduk di single bed yang disediakan di nusery room ini. Ah ya, Kyuhyun bahkan harus membayar lagi untuk bisa masuk ke nursery room istimewa ini.
"jja, lakukan tugasmu dengan baik Ming"
Sungmin ingin membuka celana dalam Kyuhyun sebelum handphonenya berbunyi nyaring.
"argh! Matikan saja, Ming" gerutu Kyuhyun.
"dari eomma" Sungmin menunjuk ke arah layar handphonenya kemudian menjawab panggilan yang menganggu itu.
"ne Eomma?" kata Sungmin.
"kalian dimana sekarang?!" kata eomma Sungmin di ujung sana.
"err itu di taman bermain" Sungmin menjawab sambil menggigit bibirnya, bagaimana tidak, tangan Kyuhyun sudah meremas-remas bokongnya dengan ganas.
"cepat ke rumah sekarang, kami berempat sudah setengah jam menunggu dengan bosan di rumah ini"
"ne? Eomma sekarang ada di rumah? Kenapa tidak bilang-bilang dulu eomma? Ya Kyu hentikan bodoh!" Sungmin menggerutu kemudian menjauhkan dirinya dari Kyuhyun.
"kalian tidak mungkin bercinta di depan Sunghyun kan?" tanya eomma Sungmin penuh curiga.
"t-tidak eomma, ya sudah kami akan pulang sekarang, bye eomma" Sungmin memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
"eomma ada di rumah?" tanya Kyuhyun.
"ne, lebih baik kita pulang sekarang, kajja" Sungmin merapikan bajunya yang sedikit berantakan.
"lalu ini bagaimana?" Kyuhyun menunjuk ke arah gundukan di tengah-tengah celananya.
"nanti juga tidur sendiri" jawab Sungmin tak peduli.
"ini menyiksa Ming.. ayolah handjob atau blowjob saja"
"shireo, cepat pakai celanamu Kyunnie" Sungmin melemparkan celana Kyuhyun yang tadinya terletak di lantai.
"micheosseo!" gerutu Kyuhyun sambil memakai celananya.
"jangan marah Kyunnie, ini pembalasan" Sungmin tersenyum manis kemudian mencium bibir Kyuhyun sekilas.
"saranghae Kyu" Sungmin membentuk saranghae-sign di atas kepalanya sambil sedikit menggembungkan pipinya, kalau begini mana bisa Kyuhyun marah.
"nado saranghae Sungminnie" Kyuhyun mencubit pipi Sungmin dengan gemas.
"atatata!" Sunghyun yang sedari tadi memang tak tidur mengoceh tak jelas yang artinya "mommy dan daddy tak mencintaiku? Oke fine, Bye(?)"
"kami juga mencintaimu baby" kata Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.
"sasasasa" artinya "Sunghyunnie juga mencintai Mommy dan Daddy"
.
.
Setengah jam kemudian mobil Kyuhyun sudah sampai di rumah mereka, Kyuhyun bisa melihat sebuah mobil lain yang terparkir manis di garasi rumahnya.
"hei Ming, bangun kita sudah sampai" Kyuhyun memukul kecil pipi Sungmin yang sedang tertidur lelap, Sunghyun yang duduk di pangkuan Sungmin juga tertidur, kali ini Sunghyun benar-benar tertidur.
"aigoo padahal mereka tak melakukan apa-apa" Kyuhyun membuka seatbeltnya dan seatbelt Sungmin kemudian turun dari mobilnya. Perlahan ia buka pintu mobil tempat Sungmin dan Sunghyun duduk, ia gendong Sunghyun kemudian menutup lagi pintu mobil, tenang saja, mesin mobil masih hidup, jadi Sungmin tak akan mati di dalam mobil.
"tidur?" eomma Kyuhyun berbicara tanpa suara, hanya menggerakkan bibirnya.
"ne" Kyuhyun juga melakukan hal yang sama, takut membangunkan Sunghyun. Eomma Kyuhyun menjulurkan tangannya, meminta Sunghyun tentu saja, Kyuhyun menghampiri eommanya kemudian meletakkan bayi lucu itu dengan pelan dalam gendongan eommanya.
"aigoo cucu halmeoni yang gembul" eomma Kyuhyun mengelus lembut pipi Sunghyun yang memang gembul, Sunghyun menggeliat tak nyaman dalam tidurnya.
"lucunyaaa" kata eomma Sungmin.
Sedangkan Kyuhyun kembali ke garasi untuk menggendong Sungmin, karena sepertinya Sungmin sangat lelah entah karena apa.
Kyuhyun mematikan mesin mobil sebelum membuka pintu mobil tempat Sungmin berada, perlahan ia gendong Sungmin dengan gaya koala, seperti biasa, Kyuhyun menutup lebih tepatnya menendang pintu mobil dengan kakinya.
"Sungminnie bangunlah, kau sudah mempunyai anak dan kau masih kugendong?" Kyuhyun berbicara pada Sungmin yang berada dalam gendongannya.
"eung.." Sungmin mengeratkan pelukannya di leher Kyuhyun dan menelusupkan wajahnya di sana.
"aku tau kau sudah bangun, Ming" Kyuhyun tertawa kecil kemudian menurunkan Sungmin di depan pintu rumah mereka.
"gendoongg.." kata Sungmin manja, semenjak Sunghyun lahir, mana pernah Kyuhyun menggendongnya lagi.
"arasseo big baby" Kyuhyun tertawa lagi kemudian kembali menggendong Sungmin.
"cih kalian ini" appa Kyuhyun mendecih melihat ke-lovey-dovey-an Kyuhyun dan Sungmin.
"sadarlah, kalian sudah punya anak, jangan terlalu asyik berdua" nasihat appa Kyuhyun.
"ne, appa" kata mereka bersamaan, Kyuhyun mendudukkan Sungmin di sofa yang masih kosong, jadi di ruang tengah rumah Kyuhyun, ada sebuah meja kecil di tengah ruangan, di depan meja ada televisi lengkap berukuran besar sedangkan di sisi kanan kiri dan belakang meja terdapat sofa-sofa mahal. Kedua eomma yang sedang menggerogoti(?) Sunghyun duduk di sofa bagian kiri, para appa di sebelah kanan dan KyuMin di sofa yang menghadap langsung ke televisi.
Sungmin tiba-tiba naik ke atas tanpa berbicara apapun, kemudian ia kembali dengan membawa Uky dan selimut.
"kenapa membawa Uky dan selimut, Ming?" tanya Kyuhyun bingung.
"sudah lama tak bermain dengan Uky, aku kedinginan jadi aku mengambil selimut" jawab Sungmin kemudian mengambil tempat persis di sebelah Kyuhyun.
"eomma pegang Baby sebentar ne?" kata Sungmin.
"arasseo, kalian bermesraanlah" eomma Kyuhyun mengangguk mengerti. Sungmin yang manja belakangan ini pasti merindukan saat-saat dimana ia bisa bermanja dengan Kyuhyun sepuasnya, sedangkan Kyuhyun yang suka memanjakan Sungmin pun mungkin juga merasakan hal yang sama.
"appa sama eomma ada apa tiba-tiba berkunjung?" tanya Sungmin sambil mengambil toples cemilan di atas meja kemudian memberikannya pada Kyuhyun, Kyuhyun mengambil dan membuka toples itu kemudian menyuapkan cemilannya pada Sungmin, sedangkan Sungmin sibuk membelai bulu halus Uky.
Uky jujur saja merasa iri pada Sunghyun yang sering dimanja Sungmin, biar bagaimanapun Uky juga butuh kasih sayang (?)
"kami tiba-tiba merindukan Sunghyun" jawab appa Kyuhyun.
"jinjja? Kalian tidak merindukan kami?" kata Kyuhyun sambil tetap menyuapkan Sungmin camilan, tidak sadar kalau mulut Sungmin sudah penuh.
"pe-an pe-an bo-oh" Sungmin memukul lengan Kyuhyun.
"justru kalau kalian seperti ini aku jadi malas melihat kalian" eomma Kyuhyun mengoceh sebal melihat kemesraan Kyuhyun dan Sungmin.
"hey, kalian tidak ingin membuat adik untuk Sunghyun?" eomma Sungmin mengalihkan pembicaraan.
"errr, tanya Ming saja" Kata Kyuhyun, dia sih tak keberatan, asalkan Sungmin tidak mengidam seperti kemarin saja.
"shireo" jawab Sungmin jujur.
"wae shireo?" tanya appa Sungmin.
"Sunghyun saja sudah cukup, lagipula melahirkan sangat sakit eomma, hiiyy" tubuh Sungmin sedikit berjengit mengingat sakitnya proses melahirkan.
"ne, eomma, lagipula Sunghyun kan laki-laki, jadi dia bisa dijadikan penerus keluarga" tambah Kyuhyun, Kyuhyun bisa melihat Sunghyun tersenyum bangga, anak itu sudah bangun?
"hey, Sunghyunnie tersenyum, apakah dia mengerti apa yang kita bicarakan?" kata eomma Sungmin.
"dia lebih pintar dari pada yang kalian bayangkan eomma" jawab Kyuhyun sambil memandangi Sunghyun, merasa dipandangi, Sunghyun menggerakkan kepalanya dan menyembunyikan kepalanya di dada neneknya.
"aigoo pintarnya" eomma Kyuhyun menepuk-nepuk bokong Sunghyun.
"jadi intinya kalian tak akan memberi adik untuk Sunghyun?" tanya appa Sungmin.
"sepertinya tidak appa, kecuali kalau kebobolan" jawab Sungmin polos.
"eengghh" Sunghyun merengangkan kedua tangan dan kakinya, menandakan bahwa dia sudah bangun, meskipun Kyuhyun tau anaknya itu sudah bangun entah dari kapan.
"waeyo baby, sudah bangun?" eomma Kyuhyun membuat posisi Sunghyun menjadi duduk di pangkuannya. Sunghyun terlihat menggosok-gosok matanya sambil menguap kecil.
"mirip dengan Kyuhyun waktu kecil"
"mirip dengan Sungmin waktu kecil"
Kata appa Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.
"jinjja? Apakah aku dulu seimut Sunghyun?" kata Kyuhyun kaget, dia kira dari lahir dia sudah bersifat evil, well Sunghyun memang terlihat menuruni sifat jeleknya itu.
"hahaha Kyunnie dulu imut? Jinjja?" Sungmin tak bisa menahan tawanya, entah kenapa terdengar sangat lucu.
"jangan tertawa Ming" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan kesal.
"tapi Kyunnie masih tetap imut kok sampai sekarang" Sungmin mencubit kedua pipi Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun juga mencubit kedua pipi Sungmin
"aigoo" keempat orang tua itu memutar bola mata mereka.
"gugugu" Sunghyun ikut memutar bola matanya, gugugu artinya "aigoo"
.
.
"jangan hisap jarimu Sunghyunnie" Sungmin menarik jari Sunghyun yang sudah berlumuran air liur. Malam ini Sungmin, Sunghyun dan Kyuhyun sedang berbaring di kamar mereka, sepertinya hari ini Sunghyun tidur di tengah-tengah Sungmin dan Kyuhyun.
"kau tau Ming, aku menghisap jariku sampai kelas 6SD" Kyuhyun mengakui aibnya.
"bohong." kata Sungmin tak percaya.
"ya sudah kalau tak percaya, aku serius Ming" Kyuhyun mencubit-cubit kecil pipi Sunghyun.
"makanya aku tak mau membiasakan Sunghyun menghisap jarinya" Sungmin ikut-ikutan mencubit kecil pipi Sunghyun.
"bububub" Sunghyun mengoceh yang artinya "mommy, daddy, menghisap jari itu menyenangkan"
.
.
2 Tahun Kemudian..
Kyuhyun dan Sungmin sedang berada di ruang tunggu rumah sakit sekarang, kenapa? Sunghyun demam tinggi. Demam tinggi kenapa? Gigi geraham Sunghyun tumbuh. Chukkahae! (?)
"mommy" Sunghyun menggigit-gigit botol susunya, gusinya gatal sekali.
"ya baby? Tunggu ya sayang, daddymy sedang menebus obat" Sungmin mencubit pipi gembul Sunghyun yang memerah karena demam.
"cimcimhae" Sunghyun menggoyang-goyangkan kakinya yang menggantung di kursi.
"eoh? bosan? Mau berjalan ke taman?" tanya Sungmin.
"neeee" Sunghyun turun dari kursinya dengan semangat.
"Kyunnie, kami ke taman belakang sebentar, nanti susul kami ya?" Sungmin menepuk bahu Kyuhyun sekilas.
"ne, hati-hati chagi" kata Kyuhyun.
"bye daddy" Sunghyun melambaikan tangannya pada Kyuhyun.
Di taman belakang rumah sakit..
"Mommy itu ada adik bayi" Sunghyun menarik tangan Sungmin menuju seorang suster yang sedang berjemur bersama seorang bayi.
"oh annyeong anak manis" suster itu tersenyum manis pada Sunghyun.
"annyeong suster, bolehkah Sunghyunnie melihat adik bayi?" kata Sunghyun, Sunghyun memang terbiasa ramah dengan semua orang, Kyuhyun dan Sungmin yang membiasakannya.
"tentu, kita duduk di bangku taman ya, ajak eommamu Sunghyunnie" kata suster ramah itu, Sungmin tersenyum kemudian ikut duduk di bangku taman yang tersedia.
"namanya siapa?" tanya Sungmin menanyakan nama bayi perempuan itu, sedangkan Sunghyun sudah sibuk menciumi pipi bayi itu.
"Minhyun, Lee Minhyun" jawab suster itu ramah.
"eoh? Minhyun? Cocok sekali jika ia menjadi adik Sunghyun" kata Sungmin sambil terkekeh.
"usianya?" tanya Sungmin lagi.
"2 bulan kasihan sekali Minhyun, ia ditinggal orang tuanya, ibunya meninggal saat melahirkan Minhyun sedangkan appanya entah ke mana" suster itu menjelaskan kepada Sungmin, Sungmin menangis, dia tak habis pikir bagaimana kedepannya nasib Minhyun.
"mommy lihat, Minhyunnie membuka matanya!" Sunghyun tersenyum melihat Minhyun membuka matanya.
"ne, baby" Sungmin mencubit pipi Sunghyun dengan gemas.
"lalu? Apakah kau akan merawatnya?" tanya Sungmin, kembali ke permasalahan Minhyun.
"tentu tidak, aku tak bisa merawat Minhyun, mungkin setelah umurnya 5 bulan, kami akan memindahkan Minhyun ke panti asuhan." kata Suster itu dengan wajah menyesal.
"ah jinjja?" Sungmin mengusap air matanya.
"mommy waeyo?" tanya Sunghyun bingung dia memandang Sungmin sekilas kemudian kembali memfokuskan pandangannya pada Minhyun.
"Sungmin, Sunghyun, ayo pulang, kau butuh istirahat Sunghyunnie" Kyuhyun tiba-tiba datang menghampiri mereka dengan membawa kantong plastik berisi obat di tangannya.
"yuk Sunghyunnie pulang" Sungmin berdiri dan menarik tangan Sunghyun, Sunghyun menarik tangannya kembali.
"cilo" kata Sunghyun menolak.
"Baby.." Kyuhyun berusaha membujuk Sunghyun.
"CILOOOOOO!" Sunghyun berteriak sambil melempar botol susunya, Kyuhyun dan Sungmin terkesiap, Sunghyun tak pernah seperti ini sebelumnya, meskipun terkadang dia memang nakal.
"wae shireo?" Sungmin menunduk di hadapan Sunghyun.
"Sunghyunnie mau pulang asalkan Minhyunnie ikut!"
"Minhyunnie nugu?" Kyuhyun bertanya bodoh, Sungmin menunjuk pada seorang bayi cantik yang berada dalam gendongan suster tersebut.
"tidak boleh sayang.." kata Kyuhyun, Kyuhyun mengira Minhyun memiliki orang tua. Sunghyun mulai menangis.
"ya sudah mommy sama daddy pulang sana! Sunghyunnie disini saja"
Sungmin menarik Kyuhyun menjauh, ia ingin membicarakan sesuatu dengan Kyuhyun.
"Minhyunnie tak punya orang tua" kata Sungmin.
"jinjja? Kasihan sekali bayi imut itu"
"Sunghyunnie sepertinya sangat menyukai Minhyunnie"
"ara.."
"Sunghyunnie sepertinya kesepian" Sungmin berusaha memberi petunjuk untuk Kyuhyun.
"ara.. chakkaman.. kau berniat untuk mengasuh Minhyun?" Kyuhyun membelalakkan matanya.
"ne.." jawab Sungmin mulai memasang bunny eyesnya.
"tapi Ming.."
"jebaaall, kasihan Minhyun Kyu, lihat Sunghyun, dia sangat menyukai Minhyun" Sungmin memandang ke arah Sunghyun yang sedang memegang tangan Minhyun.
"Kyunnie, jebaaal, bagaimana kalau jatah double malam ini eoh?" Sungmin memutar-mutar jarinya di dada Kyuhyun.
"double? Kurang Ming.." goda Kyuhyun.
"baiklah, sepuasmu malam ini Kyunnie"
"ok kita urus administrasinya"
"yeay" Sungmin melompat kecil.
.
.
Sungmin dan Kyuhyun menatap bingung pada Sunghyun yang sedari tadi tak melepaskan pandangan matanya dari Minhyun.
"dia jatuh cinta Ming" kata Kyuhyun sambil terkekeh. Demam Sunghyun sudah turun, dan sekarang dia kembali aktif, bahkan dia sudah bolak-balik ke gudang untuk mengambil mainan untuk Minhyun.
"daddy, daddy, Sunghyun tidul sama Minhyunnie ya di dalam box" kata Sunghyun polos, yap Box bayi Sunghyun dulu kini tempat Minhyun berada, baju-baju lama Sunghyun juga di pakaikan pada Minhyun, Sungmin dan Kyuhyun tak sempat membeli baju untuk Minhyun, karena Sunghyun juga harus beristirahat, mungkin besok mereka bisa pergi berbelanja bersama.
"tak akan muat sayang, kau tidur di kasurmu saja okay?" Kyuhyun menunjuk pada sebuah kasur yang berbentuk mobil.
"menyebalkan" Sunghyun menggerutu kesal.
"jaljjayo chagi" Sunghyun meniru ucapan Kyuhyun pada Sungmin, kali ini ia mengatakannya pada Minhyun, ia panjat box bayi itu dan mencium bibir Minhyun sekilas.
"dari mana kau mengetahui kata itu baby?" Kyuhyun menganga tak percaya.
"daddy kan sering mengatakan itu pada mommy, kemudian mencium bibil mommy, itu loh waktu kita beltiga tidul belsama, jadi Sunghyunnie bisa dengal" jawab Sunghyun polos.
"aigoo, anak ini mencuri ciuman pertama seorang bayi berusia dua bulan" gerutu Kyuhyun, sedangkan Sungmin masih bingung, bagaimana bisa Sunghyun mengatakan 'chagi'
"ya sudah tidurlah, sudah malam" Sungmin akhirnya berjalan menuju box Minhyun, ia benarkan posisi bayi itu kemudian mencium pipinya lembut, sepertinya Minhyun tak serewel Sunghyun.
"mommy sama daddy malam ini jangan belicik ya? awas saja Sunghyunnie mendengar mommy dan daddy belicik!" Sunghyun mengomel, yup, selama ini tidur lelap Sunghyun selalu terganggu oleh desahan-desahan dari mulut Sungmin maupun Kyuhyun.
TBC
Ini gaje bangeett -_- eh kayanya masih ada 2 chapter lagi deh. Eh tapi liat aja nanti deh ya ._.v telat update lagi, Mian, eh gila ternyata habis pengumuman bukannya santai malah tambah sibuk bolak balik sekolahan, ini aja ngetiknya di kantin, serius loh kkk~
Eh author mau bikin NC SungMin alias Sunghyun Minhyun nanti waktu umur mereka udah cukup lol, ada yang mau gak? Kalau gak mau sih gak papa kkk~
Oh iya yang kemarin masalah melahirkan, setau author sih walaupun normal tetep ada dijahit ya kan? eh iya gak sih? author gak tau.
Maaf ya kali ini author gak nulis nama yang review lagi, pegel banget.
Maaf kalau chapter ini mengecewakan.
Keep review yaaaa ^^
