Complicated Way to Be With You

Complicated Way to Be With You

Chapter 14: Beginning of Terror

"Aww… Kejhaaam….."

"Brisik. Kalau tidak begini nanti kamu tidak akan bisa mengalahkannya…" ujar Gaara.

"Emang dia itu sekuat apa sih? Aku sampai harus Sit up, Push up, Back up, dan Scott Jump masing-masing 1000 kali, udah gitu lari marathon 10 km. Gila gak sih?!" protes Itachi.

"Leih mengerikan daripada hiu-hiu itu," ujar Gaara datar sambil mendorong Itachi masuk ke dalam kolam penuh Hiu.

Weks… kok bisa? Memang di mana mereka? Sekarang ini mereka ada di Pusat pelatihan pribadi milik Gaara. Lengkap dari alat fitness sampai alat Bungee Jumping. Kolam renang sampai… ehem… kolam hiu.

"WHUAAAAAAA!! Gwubwuu… nuuuwwh… kawwwh… blup!! Kawawwwu… aawuu kkeewwuuaww… blup… dawwwiii wiiiniiii!! (KUBUNUH KAU KALAU AKU KELUAR DARI SINI!!)" seru Itachi tersendat-sendat sambil sibuk melawan hiu-hiu yang ganas, siap melahap dirinya kalau ia tenggelam.

"GILA! Mana ada 3 ekor!" batin Itachi.

Saat Itachi sibuk beradu dengan para hiu, Nanami datang membawakan minum dan makanan.

"Wah… wah… Itachi-san sangat akrab dengan mereka, ya," ujar Nanami sambil tersenyum dan duduk di samping Gaara. (pribadinya aneh :)) –ditimpuk Nice-)

"Begitulah…" jawab Gaara singkat sambil mengambil jus buah yang dibawa Nanami.

15 menit kemudian…

"HABUAHHH!! G-A-A-R-A!! You're dead!!" seru Itachi kesal.

"Sori aku masih hidup," jawab Gaara ringan.

Itachi tidak membalasnya lagi. Malas.

"Oh, ya. Dan saat kau di bawah sana tadi, teman-teman kita sudah datang," ujar Nanami sambil memberikan Itachi handuk.

"Hee?" Itachi melongo.

Ternyata Sasuke, Kiba, Naruto, dan Sasori sudah ada di sana, dikawal dua orang yang tidak ia kenal.

Itachi pasang tampang bego, "Em… kenapa kalian di sini?" ujarnya.

"Yah… aku kan sudah pernah bilang kalau kita butuh teman kan?" ujar Nanami sambil menghela nafas.

"Jangan salahkan dirimu, dia memang tidak pernah mendengarkan penjelasan orang lain dengan baik," ujar Sasuke dingin.

"Wah, wah! Itachi-san. Tadi hebat banget bertarung lawan Hiu di kolam itu. Sampai-sampai mereka mengibarkan bendera putih," ujar Naruto girang. –Masih mau hidup mereka :)) Hiu-hiunya maksudku…-

"Tempat ini luas sekali…" ujar Kiba yang dari tadi terpesona dengan bangunan megah ini. Em… besar tepatnya.

"Oh, ya. Gaara, siapa mereka berdua itu?" tanya Itachi.

"Oh… ya. Mari kukenalkan dulu. Yang berambut hitam diikat kebelakang itu adalah Shikamaru Naara. Walau tampangnya agak culun begitu, dia itu sangat pandai," ujar Gaara.

"Ehem… siapa yang kau maksud culun itu…" ujar Shikamaru malas.

Gaara mengabaikannya, "Dan yang berambut putih njegrak dan memakai masker itu adalah Kakashi Hatake. Dia adalah seorang ninja," ujar Gaara.

"Yo!" sapa Kakashi pendek.

"Ninja?! Whuaa!! Keren!" seru Naruto semangat, "Kakashi-san bisa berubah bentuk? Atau… atau memanggil hewan??" tanya Naruto dengan mata berbinar-binar saking kagumnya.

"Yaah… aku bisa yang lebih hebat," bisiknya.

"WAAAAAAHHH!!"

Yang lain sweatdropped melihat Naruto yang begitu terkagum-kagum pada Kakashi. Kakashi? Bangga… swt.

"Baiklah. Bagaimana rencanamu Shikamaru?" tanya Gaara.

"Yah… begini… pertama aku melihat kalau musuh kita ini… blah… blah… blah… dan intinya, kita harus mengepungnya agar ia tidak bisa melarikan diri. Oh ya, dan kita butuh… umpan. Sebut saja begitu," ujar Shikamaru panjang lebar.

Yang lain hanya melongo, entah kagum dengan kecerdasannya atau tidak dong sama sekali.

"Um… oke," ujar Naruto pelan, "Lalu siapa umpannya?"

Hening.

"Kamulah… siapa lagi?" ujar Gaara.

"Ekh?! AKU?!" seru Naruto kaget.

Yang lain ikut kaget, terutama Sasuke.

"Perlu kuulangi berapa kali?" ujar Gaara.

"Ukh…"

"Tapi Gaara! Kenapa harus NARUTO?!" tanya Nanami, kaget juga.

"Kalau begitu, Neji saja," ujar Gaara santai.

"NO WAY!!" langsung ditolak mentah-mentah sama Itachi, "Lagian dia… err… sibuk," ujar Itachi basa-basi.

Gaara mengangguk kecil, "Ternyata memang harus kamu, Naruto."

"Kenapa harus si dobe ini? Bisa-bisa dia mengacau," ujar Sasuke panik.

Naruto berbalik ke arah Sasuke, kesal, "Mak-Sud-Mu?!" tanya Naruto dengan penekanan di kata-katanya.

Sasuke tidak bisa berbicara, harga dirinya… terlalu tinggi. Jadi ia hanya memasang tampang acuh tak acuh saja. yang lain memperhatikan dengan bingung dan perasaan tidak enak. Tapi 1 orang di sana yang mengetahui rahasia mereka nyengir lebar.

Naruto berbalik ke arah Gaara, "AKU TERIMA!"

Lalu setelah penjelasan yang panjang lebar dan sedikit selingan pertengkaran Naruto dan Sasuke, Itachi pun pulang.

-x-x-x-x-x-x-

--Timeskip-- Lusanya…

Saat ini, semua sedang ngumpul di rumahnya Neji buat nyiapin pesta buat Yuu yang bakal ultah lusa. –Wkakaka… padahal lusa saya kan kagak ultah :p (ditimpuk)-

"Oke, karena Yuu-chan sedang menginap di tempat temannya! Mari kita buat pesta untuknya nanti kalau dia pulang! Rencananya sudah siap, tinggal bahan-bahannya saja sih…" ujar Neji.

Itachi ngangguk-ngangguk ga jelas, "Emang kapan sih dia ultah?" tanyanya.

"Lusa, kriput. Kalau gitu, nanti yang tugas belanja—"

"Aku! Aku!" Nanami langsung nimbrung.

"Aku juga mau!" ujar Aufa.

"AKU JUGA!!" seru Naruto.

"Weks… dobe, lu ini bener-bener kaya CEWEK aja…" ujar Sasuke sambil ber-smirk ria. Puas menggoda Naruto.

Wajah Naruto memerah, "Apa?! TEME!!"

"Sudah, sudah, otouto yang imut, jangan ganggu… ehem… Naruto," ujar Itachi yang sekarang gantian smirk, membuat Sasuke membuang muka, blushing dia. Hehehe…

Semua sweatdropped.

"Oke, jadi yang akan belanja nanti, Nanami, Aufa dan Naruto, ya?" ujar Neji.

Bertiga ngangguk-ngangguk.

Neji bergumam lagi, "Tugas masak…"

Hening semuanya.

"Oke… oke… aku yang masak. Ntar aku minta bantuan Hinata. Untung dia kerja di dekat sini," ujar Neji.

"Hinata? Sepupumu itu?" tanya Deidara.

Neji ngangguk, "Terus… tugas hias menghiasnya Deidara-san saja, ya… Sama Sasori-san," ujar Neji memutuskan.

Mereka tidak akan protes karena mereka memang suka menghias. Pecinta seni mereka :))

"Itachi-san bantu mereka yah, Kiba juga. Nanti yang membereskan mejanya Sasuke dengan Tobi-san," ujar Neji mantap.

Semua tidak protes lagi dan segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.

-x-x-x-x-x-x-

--Timeskip-- Lusanya…

Semua udah pada ngumpul di rumah Neji untuk menyambut Yuu.

"Oke! Meja beres! Makanan beres! Dandanan oke! Sekarang tinggal nungguin anak itu pulang saja!" ujar Neji bersemangat.

"Wah, angel-chan!! Kamu semangat amat!" ujar Itachi.

"Yah, kurasa yang paling semangat ya Deidara-san," ujar Neji.

"Hm… iya juga sih…"

Itachi melihat Deidara yang sudah siap dengan… crackle nya untuk menyambut adiknya.

"Tapi lama bener anak itu. Katanya jam 10 pagi ini mau pulang. Ini sudah jam 10 lewat," ujar Neji bingung.

"Hm… mungkin dia keenakan main…" ujar Itachi.

PRRANG!!

"A… APA ITU?!" seru Nanami kaget.

"Suaranya dari arah dapur!" ujar Neji.

"Tunggu! Aku saja yang ke sana. Keriput! Danna! Ayo ikut!" ujar Deidara.

"Iya… iya…" ujar Itachi malas.

Lalu mereka bertiga berlari ke arah dapur dan mendapati kaca yang pecah.

"Perbuatan siapa ini…" gumam Deidara.

"Hm?"

Sasori membungkuk dan mengambil selembar kertas kecil yang membungkus sebuah batu.

"Apa ini…?"

"Hm?"

Anak itu ada di tempatku. Kalau kau menginginkannya kembali, datanglah ke markasku –yang kurasa kau sudah tahu-, besok pada jam 8 malam. Kusarankan kau datang sendirian…

TTD

Maou 'En

"APA?!"

"Jadi… dia di…culik?" ujar Deidara terbata.

TBC

-x-x-x-x-x-x-

A/N : Hwe… chapter kali ini agak pendek… tapi… yaah… gitu lah. Aku… diculik –ditendang pembaca- ehm… maksudnya, Yuu diculik. Gimana nasibnya? Ikuti terus!! XD Akan ada… sedikit kejutan di chapter berikutnya hehehe…

Gimme some review mina! I luv them X3