Tittle : "LOVE LOVE LOVE"

Author : Desta Soo~

Main Cast :

-Do Kyungsoo (Girl)

-Kim Jongin / Kim Kai

Support Cast :

-Oh Sehun / Kai's Friend

Luhan / Kai's Eks Girlfriend

-Lee Jongkook / Kyungsoo's Friend

-Han Minyoung (OC) / Kyungsoo's Eomma

-Do Minjoon (OC) / Kyungsoo's Appa

-Kim Jonghyuk (OC) / Jongin's Appa

-Yoo Innah (OC) / Jongin's Eomma

-And Other! (Seiring berjalannya cerita maka cast akan bertambah!)

Genre : Drama, Fluffly, Romance, Familly, Little Hurt

Length : Chaptered!

Disclaimer : "FF ini murni hasil pemikiran Desta Soo. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita dengan milik orang lain, mohon beritahu Desta Soo lewat kolom Review!"

Summary : "Do Kyungsoo adalah siswi 'beasiswa' di sekolah XO HIGH SCHOOL yang sangat membenci kata 'Pem-bully-an'. Tapi, 'Pembully' nomor 1 dikelasnya membantu Ia ketika dirinya sangat membutuhkan uang untuk membayar biaya rumah sakit sang Ibu. Namun sayang dibalik itu semua, ternyata sang pembully memiliki 'alasan' tertentu saat membantunya!"

.

.

THIS IS KAISOO GS FANFICTION... IF YOU DON'T LIKE IT, I HOPE YOU GO AWAY FROM HERE !

.

.

.

WARNING !

DON'T LIKE 'SUMMARY', DON'T READ THE 'STORY' !

.

.

.

.

SORRY FOR TYPO !

.

.

.

.

NO SIDERS !

.

.

.

.

ENJOY !

.

.

.

.

CHAPTER 14

.

.

.

.

*0* === HAPPY READING === *0*

.

.

.

Seingat Kyungsoo hari ini adalah jadwalnya Kai sudah berada di Korea dan mereka akan pergi kesekolah bersama-sama setelah kekasihnya itu menjemput dirinya dirumah pagi ini. Tapi, sepertinya dugaannya salah karena tidak ada satupun telepon ataupun pesan dari Kai mengenai keberadaan pemuda itu dari kemarin siang. Entah pemuda tan itu sudah berada di Korea atau masih sibuk di Tokyo sana Kyungsoo tidak tau.

Kyungsoo menghela nafasnya sebentar setelah Ia selesai mengikat tali sepatunya lalu berpamitan dengan sang ibu sebelum Ia keluar dari rumah tinggalnya. Ketika berbalik badan setelah menutup pagar rumahnya, Kyungsoo dibuat tercengang dengan sosok yang berada dihadapannya kini yang sudah terlihat rapi dengan seragam sekolah kebanggaan siswa XO Senior High School yang terpakai rapi dan pas ditubuh proposionalnya.

"Kai?" ucap Kyungsoo ketika melihat pemuda yang tengah tersenyum hangat padanya itu berjalan menghampirinya.

Pemuda itu sudah berada tepat dihadapan Kyungsoo lalu melepas kacamata hitamnya sebelum kembali tersenyum hangat pada sang kekasih.

"Hai sayang... Aku sangat merindukan mu." ucapnya, lalu merengkuh tubuh mungil Kyungsoo kedalam pelukan hangatnya.

"Kai... Benarkah ini kau?" tanya Kyungsoo tanpa membalas pelukan dari pemuda itu.

"Iya, ini aku, kekasih tampan mu." jawab pemuda itu seraya mengeratkan pelukannya.

BUGH

BUGH

BUGH

Tiga pukulan Kyungsoo layangkan pada punggung tegap kekasihnya itu membuat sang pemilik tubuh meringis pelan tapi tidak berniat melepaskan pelukannya.

"Kau jahat! Mengapa tidak mengabari ku jika kau sudah tiba di Seoul?" omel Kyungsoo lalu kembali memukuli punggung tegap itu sebanyak dua kali sebelum membalas pelukan dari kekasihnya itu tak kalah eratnya, bermaksud untuk menyampaikan rasa rindunya terhadap pemuda tan itu.

Kai terkekeh pelan sambil mengelus punggung sempit Kyungsoo dengan sayang sebelum Ia menjawab pertanyaannya.

"Aku sengaja tidak memberi mu kabar sedari kemarin siang karena aku ingin memberi mu kejutan, Kyung." jawabnya lalu melepaskan pelukan mereka.

"Kau jahat pada ku!" masih dengan kedua tangannya yang berada dipinggang Kai, Kyungsoo mempoutkan bibirnya imut sekarang. Membuat seorang Kim Kai kembali menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum dengan kedua tangan lebarnya membingkai wajah cantik Kyungsoo.

"Maafkan aku." ucapnya lalu mengecup kening Kyungsoo yang tak tertutupi poni dengan hangat. "..Jangan merajuk, oke?" Kyungsoo mengangguk lalu tersenyum manis pada Kai.

Kedua mata bulatnya menelusuri penampilan Kai dari atas kepala hingga kaki sebelum mengernyitkan dahinya heran setelah menangkap penampilan kekasihnya itu yang terlihat sangat rapi dan juga semakin tampan hari ini.

"Kai, apa kau salah minum obat?" tanya Kyungsoo masih dengan mengamati penampilan kekasihnya itu dari atas hingga bawah, membuat Kai mau tak mau juga ikut mengamati penampilannya sendiri.

"Kenapa memangnya?" Kai balik bertanya.

Kyungsoo mundur satu langkah kebelakang seraya menurunkan tangannya dari pinggang Kai membuat tangan Kai yang masih berada dipipinya juga ikut terlepas.

"Kau rapi sekali hari ini dan juga.. tampan" cicit Kyungsoo diakhir kata sebelum kembali menatap wajah Kai dihadapannya.

Tentu saja Kyungsoo berkata demikian. Rambut coklat tanah Kai yang lurus disisir keatas tanpa poni yang memperlihatkan wajah tampan pemuda itu secara keseluruhan. Begitu juga dengan seragam sekolahnya yang terlihat sangat rapi dengan kemeja putih yang dimasukkan kedalam celana, dasi panjang yang terpasang rapi dikerah kemeja putih itu sendiri, serta jas luar seragam yang dikenakkannya juga rapi, tidak ditarik-tarik keatas dibagian tangannya seperti sebelum-sebelumnya, yang mana membuat penampilan seorang Kim Kai hari ini berubah seratus delapan puluh derajat yang tentu saja semakin tampan jadinya.

"Aku harus berpenampilan rapi dan juga menarik setiap harinya mulai sekarang karena tidak ingin kekasih ku yang cantik ini melirik laki-laki manapun. Biarkan aku menjadi egois karna aku ingin hanya aku yang terlihat menarik dimatanya, tidak ada laki-laki manapun selain diriku." ujar Kai lalu mengedipkan sebelah matanya pada Kyungsoo.

Kyungsoo tersipu malu mendengarnya. Ia memukul lengan kiri Kai pelan sebelum terkekeh kecil setelahnya, membuat Kai kembali menarik kedua sudut bibirnya berlawanan arah untuk tersenyum.

"Aku minta maaf karena tidak membawakan hadiah untuk mu setelah kepulangan ku dari Jepang." kata Kai kemudian.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Aku tidak perlu hadiah dari mu, Kai. Melihat kau berdiri dihadapan ku dengan sehat seperti ini saja adalah hadiah yang paling aku tunggu-tunggu, jadi jangan berkata seperti itu lagi, arra!." ujar Kyungsoo.

Kai tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia lalu kembali memeluk tubuh mungil Kyungsoo untuk beberapa detik sebelum melepaskannya dan menggiring tubuh Kyungsoo menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari pagar rumah Kyungsoo.

"Kenapa?" Kyungsoo bertanya dengan heran ketika Ia akan membuka pintu disamping kanan mobil Kai tapi ditahan oleh pria itu.

Kai menggelengkan kepalanya pada Kyungsoo lalu menolehkan matanya menunjuk kursi belakang mobilnya memberi kode kepada Kyungsoo agar kekasihnya itu membuka pintu itu terlebih dahulu.

Meski tidak mengerti maksud Kai, tapi Kyungsoo menurutinya dengan bergeser kesebelah kiri lalu membuka perlahan pintu mobil berwarna hitam itu.

GUK GUK GUK

Suara anjing menyapa Kyungsoo setelah Ia berhasil membuka pintu belakang mobil Kai dan mendapati Monggu sudah dengan posisi duduk setengah berdiri menghadap Kyungsoo dengan kaki sebelah kanan bagian depannya bergerak-gerak seolah melambai pada Kyungsoo untuk menyuruh 'ibunya' itu mendekat kearahnya.

"Monggu!" seru Kyungsoo dengan mata berbinarnya. Ia menoleh kearah Kai sebentar dan melihat pemuda itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kyungsoo segera masuk kedalam mobil dan memangku Monggu secepat yang Ia bisa yang mana langsung disambut si anjing lucu dengan gonggongan keras namun bersahabatnya untuk Kyungsoo.

Kai membungkukkan tubuhnya didepan pintu mobil yang terbuka untuk melihat Kyungsoo dan anjing kesayangannya yang sekarang tengah berpelukan. -Kyungsoo meletakkan kepala Monggu pada pundak kirinya dan Monggu langsung mengurung leher Kyungsoo dengan kedua kaki bagian depannya untuk tersampir dikedua pundak sempit Kyungsoo.

"Aku tau kau merindukan Monggu dan begitupun sebaliknya, jadi aku sengaja membawa Monggu untuk bertemu dengan mu hari ini karena kalian sudah lama tidak bertemu." ucap Kai.

"Aku sungguh merindukan Monggu! Terima kasih karena sudah membawa Monggu untuk bertemu dengan ku, Kai!" kata Kyungsoo seraya menolehkan kepalanya pada Kai.

Kai memasukkan tubuhnya sedikit kedalam mobil guna mencium kepala Kyungsoo.

"Apapun akan aku lakukan untuk membuat mu tersenyum, sayang!" kata Kai tulus. Keduanya saling berpandangan sambil tersenyum sebelum kembali memfokuskan pandangan mereka pada Monggu yang kembali menggonggong dengan keras.

Kyungsoo kembali menoleh pada Kai dengan tatapan memohonnya, Kai tanpa sungkan tersenyum dan menganggukan kepalanya untuk Kyungsoo.

"Khusus pagi hari ini, aku akan menjadi sopir mu dan Monggu." katanya, lalu kembali mencium kepala Kyungsoo sebelum menutup pintu mobil dimana Kyungsoo dan monggu berada, kemudian mengitari mobil untuk duduk dikursi dibelakang kemudi sebelum melajukan kendaraan beroda empat itu menuju XO High School.

.

.

.

Kyungsoo turun dari mobil Kai dengan Monggu yang berada dalam gendongannya setelah mobil yang dikemudikan pria tan itu memasuki kawasan XO High School dan diparkir rapi di tempat parkir halaman depan sekolah mereka.

Menciumi puncak kepala Monggu Kyungsoo lakukan beberapa kali sebelum Ia menolehkan kepalanya kekiri saat mendengar Kai mengajaknya untuk memasuki bangunan sekolah mereka.

"Apa tidak apa-apa jika kau membawa Monggu kesekolah seperti ini, Kai?" tanya Kyungsoo tanpa melepaskan pandangannya dari Monggu yang berada digendongannya sambil berjalan beriringan dengan Kai disamping kirinya.

Kai juga ikut melarikan pandangannya pada Monggu yang berada gigendongan Kyungsoo, anjing itu terlihat sangat nyaman saat berada digengongan kekasihnya itu.

"Monggu tidak nakal, oleh karena itu aku berani membawanya ke sekolah seperti ini. Ini juga bukan kali pertamanya Monggu aku ajak ke sekolah, Kyung, ini sudah untuk yang kesekian kalinya, jadi jangan khawatir, oke?" kata Kai sambi mengelus halus kepala Monggu dengan tangan kirinya.

"Kesekian kalinya?" tanya Kyungsoo dan Kai mengangguk. "..Dimana biasanya kau menaruh Monggu ketika kau sedang belajar?"

"Dalam tas."

"Apa? Kau menaruh Monggu didalam tas mu?" tanya Kyungsoo tak percaya, dan lagi Kai menganggukan kepalanya sebagai jawaban 'iya'. "..Aku tidak tau jika kau adalah tipe seorang majikan yang suka menyiksa hewan peliharaan mu sendiri, Kai!" ujar Kyungsoo ketus dengan wajah cemberutnya.

Kai mengernyitkan dahinya. "Maksud mu?"

"Kau tau 'kan berapa jam kita habiskan waktu untuk belajar dikelas? Kau sangat tega jika membiarkan anjing selucu ini berada didalam tas kecil mu itu untuk waktu yang lama. Monggu juga perlu bernafas Kai!" ucap Kyungsoo dengan nada kesal bercampur marahnya.

Kai berfikir sejenak untuk mencerna ucapan Kyungsoo barusan lalu tertawa pelan setelah mengerti maksud dari ucapan kekasihnya itu.

"Kenapa kau tertawa?" tanya Kyungsoo tidak bersahabat.

Kai mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Kyungsoo sekilas sebelum memberinya jawaban.

"Yang aku maksud menaruh Monggu didalam tas itu adalah temat bermain Monggu dirunganku dan Sehun, sayang... Aku sengaja membuatkan tempat untuk Monggu bermain selama aku sedang belajar dikelas dan tempat itu lebih mirip sebuah koper besar yang terletak disamping sofa diruangan kami. Aku juga tidak tega jika harus menaruh Monggu berlama-lama didalam tas ku tanpa udara yang bisa membuatnya bernafas." jelas Kai.

"Jadi, tas yang kau maksud itu bukan ransel yang sekarang kau gunakan ini?" tanya Kyungsoo lagi.

"Bukan. Nanti aku akan menunjukkan pada mu tas yang aku maksud itu saat waktu istirahat nanti tiba, oke? Sekarang kita harus masuk kekelas sebelum Lee sonsaengnim mengajar. Berikan Monggu pada ku dan pergilah kekelas terlebih dahulu, aku akan menyusul." ucapnya. Kyungsoo memberikan Monggu pada Kai setelah mencium anjing itu lalu berjalan menuju kelas mereka terlebih dahulu.

.


LOVE LOVE LOVE


.

Kyungsoo menghimpuni semua peralatan belajar yang Ia gunakan saat belajar tadi untuk dimasukkan kedalam tasnya, Ia menoleh saat suara Kai dari balik bahu kirinya memasuki gendang telinganya.

"Sudah selasai?" tanya Kai. Kyungsoo mengangguk lalu meresliting tasnya untuk tertutup dan menarunya diatas meja. "..Ayo~" ajak Kai dengan tangan yang terulur untuk menggenggam tangan Kyungsoo. Mereka berjalan keluar kelas dengan tangan yang saling bertautan.

"Jongkook?" ucap Kyungsoo saat melihat pemuda berkacamata dengan rambut hitam berponi kedepan itu berdiri disamping pintu kelasnya. Ia menoleh kearah Kai sebentar sebelum kembali menoleh pada Jongkook. "..Ada apa, Kook-ah?" tanya Kyungsoo pada temannya itu.

Sebelum menjawab, Jongkook melirik sebentar kearah bawah dimana tangan putih Kyungsoo tengah berada dalam genggaman tangan besar Kai yang kokoh namun penuh kelembutan disana.

"Kyung, bisakah k-kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku katakan pada mu." ucap Jongkook yang sedikit gugup karena ditatap tajam oleh Kai yang berdiri disamping Kyungsoo.

Kyungsoo menoleh pada Kai, meminta persetujuan dari kekasihnya itu.

"Boleh, ya?" kata Kyungsoo dengan tatap puppy eyes-nya, membuat seorang Kim Kai menghela nafasnya berat.

"Apa tidak bisa kau berbicara disini saja? Aku akan menutup telinga ku sehingga pembicaraan kalian tidak bisa ku dengar." ucap Kai yang ditujukan untuk Jongkook.

"Jika kau tidak punya waktu sekarang tidak apa-apa Kyung, nanti kita bertemu lagi saja. Sampai jumpa~" Jongkook membalikkan badannya untuk pergi dari sana.

"Jongkook, tunggu dulu!" pemuda yang diteriaki Kyungsoo itu menghentikan langkahnya. "...Kai, biarkan aku berbicara dengan Jongkook sebentar, ya? Lima belas menit saja, setelah itu aku akan menyusul mu diruangan kalian. Boleh ya? Jebalyo~" pinta Kyungsoo, yang sekarang sudah menangkupkan kedua telapak tangannya dibawah dagu dengan pandangan memohonnya pada Kai.

"Kyung-"

"Jebal~" Kyungsoo memotong ucapan Kai yang hendak melarangnya berbicara dengan Jongkook lagi.

"Terserahlah!" ucap Kai acuh lalu berjalan meninggalkan Kyungsoo dengan wajah merajuknya. Kyungsoo menatap punggung Kai dengan pandangan bersalahnya sebelum menolehkan kepalanya pada Jongkook yang juga menoleh kearahnya.

.

.

.

"Jadi, apa yang ingin kau bicara kan pada ku, Jongkkok-ah?" tanya Kyungsoo setelah mereka tiba ditaman halaman depan XO High School sebelum mendudukkan diri mereka dikursi hijau tua yang terbuat dari kayu yang tersedia disana.

Jongkook belum ikut mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo melainkan masih berdiri tegak dihadapan wanita bermata bulat itu.

"Kyung, apa benar kau dan Kai memiliki hubungan lebih dari sekedar teman saat ini?" tanya Jongkook menatap Kyungsoo tepat pada kedua mata bulat wanita bermarga Do itu.

Kyungsoo menghela nafasnya sebentar sebelum ia menjawab.

"Maafkan aku karena tidak memberi tau mu sebagai orang pertama mengenai hubungan ku dengan Kai, Jongkook-ah, padahal kau adalah teman ku. Aku tidak bisa menemui mu seperti dulu lagi karena Kai selalu mengajak ku untuk ikut bersamanya ataupun harus selalu ada didekatnya agar ia bisa menjaga ku dari murid-murid pembully disekolah ini. Maafkan aku Jongkook." ujar Kyungsoo. "...Iya, aku dan Kai adalah sepasang kekasih saat ini." sambungnya kemudian.

Tiba-tiba saja Jongkook merasakan dadanya menjadi sesak dan udara disekitarnya seakan menghilang saat itu juga ketika mendengar Kyungsoo mengatakan bahwa saat ini ia sudah menjadi kekasih dari seorang Kim Kai, 'bos' pembully nomor satu disekolah mereka.

"Jongkook, kau baik-baik saja?" tanya Kyungsoo khawatir saat melihat temannya itu hanya diam beberapa menit setelah Ia memberi jawaban atas pertanyaan Jongkook. Kyungsoo berdiri dari posisi duduknya lalu memegang pundak sebelah kiri Jongkook. "..Kau baik-baik saja?" tanyanya lagi.

Jongkook menoleh pada Kyungsoo dengan pandangan sakitnya saat mengetahui bahwa temannya itu yang juga merupakan gadis yang ia sukai sedari beberapa minggu terakhir ternyata sudah dimiliki orang lain, terlebih pemilik Kyungsoo saat ini bukan orang sembarangan, dia adalah seorang Kim Kai. Seorang Kim Kai, dan ia harus mengingat nama itu!

"Aku menyukai mu." kata Jongkook, membuat tangan Kyungsoo yang berada dibahu kiri pria itu secara perlahan turun dari sana. "...Aku tau seharusnya aku tidak mengatakan hal ini pada mu disaat kau sudah dimiliki oleh pria lain. Tapi aku harus mengatakannya, Kyung, aku sudah cukup sakit memendamnya dalam beberapa minggu terakhir, dan hari ini, hati ku semakin sakit saat mengetahui bahwa ternyata wanita yang aku sukai ternyata telah menjadi kekasih dari pria lain." kata Jongkook berusaha menyampaikan kepedihannya.

"Maafkan aku.." ucap Kyungsoo sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap mata Jongkook yang sekarang sudah mulai memerah.

"Kau tidak salah Kyung, karena disini yang salah adalah aku. Seandainya aku mengatakannya pada mu lebih awal, mungkin saat ini kau dan aku bisa... bisa..." Jongkook tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia mengelap sebentar air mata yang tanpa terasa sudah menetes dari mata kanannya yang berlapisi lensa kacamata minusnya sebelum memegang bahu kanan Kyungsoo dengan tangan kirinya.

"...Aku menyukai mu, tapi bukan berarti aku harus memiliki mu, Kyung." pemuda itu mengusapkan ibu jari dari tangan kirinya pada pundak Kyungsoo yang ia pegang sebelum melanjutkan kalimatnya. "...Setidaknya pria yang menjadi kekasih mu saat ini adalah pria yang kuat yang bisa melindungi mu dari hal apapun, tidak seperti diri ku yang hanya bisa diam saja ketika orang lain membully ku."

Kyungsoo mendongakkan kepalanya. "Jangan berkata seperti itu, Jongkook! Walau 'pun sekarang aku adalah kekasih dari seoarang Kim Kai aku akan tetap jadi Kyungsoo yang sama saat pertama kali kita bertemu seperti waktu itu. Kyungsoo yang kuat dan yang selalu melawan pembully'an disekolah terhadap anak orang kaya yang sering membuat masalah disekolah kita ini. Kau adalah teman pertama ku, tidak tidak, kau adalah sahabat ku mulai sekarang. Aku masih ingat saat pertama kali kau mengajakku berkeliling sekolah ini untuk memperkenalkanku seberapa banyak kelas dan ruangan yang ada disekolah mewah ini, dan saat itu kita tanpa sengaja bertemu dengan Kai dan juga Sehun dilorong sepi dilantai dua. Kau maju kedepan demi menyembunyikan tubuh ku dari pandangan mereka, tapi setelahnya kau dibawa Sehun pergi meninggalkan aku dan Kai berdua dilorong sepi itu entah kemana." ujar Kyungsoo panjang lebar.

"Kau masih mengingat itu?" tanya Jongkook.

"Tentu saja aku mengingatnya! Kau juga memberikan ku tumpangan saat aku hampir kesiangan datang ke sekolah kita karena ketinggalan bus dan kau juga menawari ku tumpangan untuk pulang bersama saat tau bahwa aku pulang sendirian dihari yang sama." jawab Kyungsoo. "...Kau orang baik Jongkook, dan aku yakin kau akan mendapatkan gadis yang baik pula sama seperti mu. Aku percaya itu."

Jongkook tersenyum mendengarnya.

"Maaf jika pernyataan ku beberapa saat yang lalu mengganjal difikiran mu, Kyung. Apa sekarang kita masih tetap bisa berteman, Kyungsoo?" tanya Jongkook takut-takut kalau Kyungsoo akan menolak ajakannya itu.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau! Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau itu sahabat ku? Jadi aku tidak mau berteman dengan mu karena kau adalah sahabat ku mulai sekarang, Jongkook-ah." ucap Kyungsoo lalu tersenyum manis pada Jongkook dengan memperlihatkan belahan heart shape dibibir merahnya.

"Baiklah, sahabat...?" Jongkook mengulurkan tangan kanannya pada Kyungsoo, tanpa sungkan wanita itu segera menjabat tangan Jongkook dengan tangan mungilnya.

"Sahabat!" seru Kyungsoo. Keduanya saling melempar senyuman disertai kekehan pelan yang mengawali persahabatan mereka saat itu juga.

.

.

.

.

Diruangan khusus tempat dimana Kai dan Sehun biasanya bersantai, terlihat seorang Kim Kai tengah memainkan sebuah permainan dari PSP yang berada dikedua tangannya dengan wajah datar. Pemuda berahang tegas itu menekan-nekan kasar beberapa tombol yang ada di PSP berwarna hitam itu sehingga menimbulkan bunyi keras yang membuat Sehun yang sedari tadi berusaha menidurkan Monggu lagi yang berada di tempat bermainnya menjadi kesal.

"Tidak bisakah kau bermain dengan pelan, Kai? PSP itu baru ku beli seminggu yang lalu dan sekarang kau memainkan barang itu seakan-akan kau sedang benar-benar bertempur dengan monster yang berada didalam sana dalam kehidupan nyata! Suaranya terlalu keras, Kai, dan kau membuat Monggu terbangun!" jelas pemuda berkulit putih itu.

Monggu menggonggong pelan dengan kedua mata redupnya yang terlihat berat untuk terbuka karena memang anjing itu sedang tertidur tadi saat Kai belum memulai permainanya dengan segila itu.

Sehun mengelus kepala Monggu untuk membuat anjing berwarna coklat itu kembali tertidur, setelah melihat Monggu kembali tertidur Sehun segera menghampiri sahabatnya itu dan mengambil alih PSP yang berada ditangan Kai dengan kasar.

"Yak! Oh Sehun! Aku belum selesai memainkannya! Kembalikan! Kembalikan kata ku!" ucap Kai tegas namun tidak dituruti oleh Sehun.

"Apa kau tidak kasian pada Monggu, huh? Anjing mu itu sedang tertidur pulas sebelum kau membuatnya terbangun dengan suara tombol-tombol PSP ini yang mengusik tidurnya."

Kai menolehkan kepalanya pada Monggu yang tengah tertidur itu sebentar sebelum mengacak rambutnya frustasi.

"Ada apa dengan mu? Sedari kau memasuki ruangan ini wajah mu menekuk terus, kau sangat jelek jika tengah merajuk seperti ini Kim Kai!" ucap Sehun.

Kai mendecakkan lidahnya setelah mendengar ejekan dari Sehun untuk dirinya.

"Aku sedang kesal sekarang, dan kau... Berhenti membuat ku semakin kesal dengan omongan mu itu! Kau membuat ku ingin menghajar seseorang sekarang juga, Sehun-ah!" kata Kai tajam lalu menyenderkan punggungnya pada sandaran sofa berwarna maroon yang tengah Ia duduki.

Sehun menoleh pada satu objek dari balik punggung Kai sebelum menarik sebelah sudut bibirnya keatas membuat serigaian tajam tercetak samar diwajah tampannya.

"Apa kau sedang kesal terhadap Kyungsoo sekarang?" tanya Sehun.

Kai dengan cepat menanggapinya, "Dia lebih memilih berbicara dengan Jongkook ketimbang mengikuti ku keruangan ini untuk melihat tempat bermain Monggu, padahal tadi pagi dia sangat bersemangat ingin ikut dengan ku." jawab Kai dengan nada kesalnya.

Serigaian Sehun semakin bertambah saat melihat objek yang sedari tadi Ia lirik dari balik punggung Kai itu perlahan berjalan mendekat kearah mereka.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan terhadap wanita bermata buat itu? Apa kau akan memaafkannya jika Ia datang kesini untuk menyusul mu dan berkata 'maaf' pada mu?" tanya Sehun lagi, sambil kembali melirik pada objek dibalik punggung Kai yang masih bersandaran pada sandaran sofa.

Kai yang belum menyadari bahwa saat ini bukan hanya ada dirinya dan Sehun saja diruangan itu dengan cepat menjawab pertanyaan Sehun dengan nada sinisnya.

"Tidak semudah itu aku memaafkannya! Dia lebih memilih Jongkook dari pada aku tadi, dan aku bertanya pada mu, apakah kau akan memaafkan wanita mu sendiri ketika Ia sudah siap pergi dengan mu tapi ketika ada teman prianya yang ingin mengajak berbicara lalu ia berubah fikiran dan lebih memilih untuk berbicara dengan temannya itu terlebih dulu baru ia pergi bersama mu? Apakah kau akan memaafkannya, Sehun?"

Sehun membuat pose berfikir dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kirinya mengitari dagu lancipnya untuk beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan Kai.

"Aku tidak akan memaafkan wanita ku semudah itu." jawab Sehun, dalam hati pria berkulit putih bak albino itu tersenyum menang saat berhasil menjebak Kai melalui pertanyaannya seputar gadis bermata bulat itu yang sekarang sudah mendengar semuanya karena memang sedari tadi gadis itu sudah berdiri disana, dibalik punggung Kai yang masih bersandaran pada sandaran sofa tanpa diketahui oleh Kai sendiri.

"Aku juga akan seperti itu sekarang ini." kata Kai lagi.

Sehun segera menolehkan kepalanya pada sosok dibelakang Kai lalu berucap, "Sepertinya kau harus keluar dari ruangan ini, Do Kyungsoo, karena Kai belum mau memaafkan mu saat ini." ucap pemuda itu pada wanita berambut hitam panjang yang berdiri disana.

Mendengar itu, Kai langsung menolehkan kepalanya kebelakang dan terkejut saat mendapati Kyungsoo sudah berdiri disana sambil menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa dimengerti oleh Kai. Pemuda itu segera berdiri dari duduknya lalu mendekati Kyungsoo.

"S-sejak kapan kau ada disini? K-kau tidak mendengar semuanya, kan?"

"Dia bahkan sudah mendengar semuanya dari awal, Kai!" seru Sehun yang sekarang sudah tidak bisa menahan senyum gelinya lagi saat melihat wajah panik dari sahabat bermarga Kim nya itu.

"Oh Sehun! Kau-" Kai tidak melanjutkan ucapannya lagi saat melihat Sehun memberinya tanda V sign dari jari tengah dan telunjuk kanannya sambil mengulum senyuman.

Pemuda tinggi berkulit putih itu berdiri dari posisi duduknya dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku sebelum berjalan menghampiri Kai dan Kyungsoo.

"Sepertinya kalian perlu bicara, bukankah begitu, Kyungsoo?" tanya Sehun seraya mengedipkan sebelah matanya pada Kyungsoo, membuat seorang Kim Kai mengepalkan kedua tangannya saat itu juga karena sudah dengan jelas melihat Oh Sehun menggoda kekasihnya didepan matanya sendiri.

Sehun melirik kedua tangan Kai yang terkepal erat disisi tubuh sahabatnya itu kembali tersenyum tipis berupa serigaian diwajah datarnya.

"Sepertinya aku harus pergi sekarang sebelum seseorang memukul wajah ku dengan tangannya yang terkepal itu. Kyungsoo-ya, Hwaitting!" seru Sehun memberi semangat pada Kyungsoo sebelum keluar dari ruangan mereka dengan tawa gelinya yang terdengar halus ditelinga Kyungsoo tapi terdengar mengejek ditelinga Kim Kai.

Tinggalah dua orang berbeda tinggi tubuh itu setelah Sehun keluar dari ruangan ini beberapa detik yang lalu dalam diam. Kai melirik sebentar kepada Kyungsoo sebelum membalik tubuhnya untuk kembali duduk di sofa maroon yang sempat ia duduki tadi tanpa mengucapkan apapun ada kekasihya itu. Sedangkan Kyungsoo, wanita itu menggigit bibir bagian bawahnya karena bingung harus memulai pembicaraan dengan kekasihnya yang tengah mengacuhkannya itu dari mana.

Satu menit berlalu dengan kesunyian.

Kyungsoo masih sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu, padahal sudah jelas bahwa pihak yang bersalah dan seharusnya meminta maaf untuk pertama kali disini adalah dirinya. Ia maju satu langkah dari posisi sebelumnya untuk mendekati Kai.

"K-kai.." panggilnya pelan, tapi tidak disahuti oleh pria yang tengah duduk itu, membuat Kyungsoo kembali melangkah mendekatinya. "...Kai, a-aku... A-aku..." Kyungsoo kembali menggigit bibir bagian bawahnya saat merasakan lidahnya menolak untuk mengucapkan 'maaf' pada Kai. Nyali wanita bermata bulat itu sudah menciut duluan saat melihat wajah datar Kai dari samping kanannya.

Kyungsoo mengulurkan tangan kanannya dengan jari telunjuk yang teracung untuk mecolek bahu kiri Kai.

"Maafkan aku... Aku sungguh minta maaf karena membuat mu marah seperti ini. Maaf ya~" ucap Kyungsoo dengan jari telunjukknya yang bergerak-gerak diatas bahu kiri Kai.

Tanpa sepengetahuan Kyungsoo, Kai tersenyum dari balik punggungnya saat ini ketika merasakan jari Kyungsoo menyentuh pundaknya seperti ini. Ia menghapus senyumnya dan digantikan dengan wajah datarnya sebelum berkata pada kekasihnya itu.

"Temui saja Jongkook lagi, aku tidak apa-apa. Jongkook 'kan teman baik mu yang harus lebih diutamakan, sedangkan aku, kau bisa bertemu lagi dengan ku jika urusan kalian sudah selesai." kata Kai acuh.

Nyali Kyunngsoo semakin ciut saja sesaat setelah mendengar ucapan acuh kekasihnya itu. Ia maju kedepan untuk berhadapan dengan Kai secara langsung.

"Kau tidak mau memaafkan ku?" tanya Kyungsoo.

"Aku perlu waktu untuk memaafkan mu!" jawab Kai acuh -lagi- seraya menolehkan pandangannya pada tempat bermain Monggo disebelah kanan sofa yang Ia duduki.

Kyungsoo mengulurkan tangannya kedepan untuk meraih wajah Kai agar menatapnya.

"Maafkan aku~ ya?" kata Kyungsoo dengan senyum manisnya, berharap mampu meluluhkan kekeras kepalaan seorang Kim Kai sekarang ini.

Kai menarik tangan Kyungsoo yang memegang wajahnya dengan cepat sehingga membuat wanita yang berdiri dengan tidak siap itu jatuh terduduk tepat diatas pangkuannya.

"Kau menggoda ku?" tanya Kai yang sekarang sudah menatap penuh kedua mata bulat Kyungsoo yang berkedip beberapa kali karena tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini, dengan kedua tangannya melingkari pinggang ramping Kyungsoo.

Kyungsoo menahan kedua bahu tegap Kai saat merasakan pria itu mendekat kearahnya. "K-kau mau apa?" tanya Kyungsoo gugup, dan Kai menarik sebelah sudut bibirnya saat melihat kegugupan Kyungsoo itu.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan posisi kita seperti ini, hm?" goda Kai yang kembali mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo, membuat wanita cantik itu menarik punggungnya kebelakang untuk menghindar tapi dengan cepat Kai menahan punggung Kyungsoo dengan kedua tangannya yang sedari tadi melingkari pinggang wanita itu.

"Jangan macam-mcam, Kai!" seru Kyungsoo yang sekarang sudah merasakan kurangnya pasokan oksigen disekitar mereka.

Kai semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyungsoo dengan mata yang terpejam.

"..Kim Jongin!" ucap Kyungsoo dengan mata tertutupnya.

Kai berhenti mendekatkan wajahnya saat mendengar Kyungsoo memanggil nama aslinya, Kim Jongin.

"Kenapa kau memanggil nama itu?" tanya Kai.

Kyungsoo membuka perlahan kedua matanya yang mana membuat kedua mata bulatnya langsung bertatapan dengan mata Kai.

"Bukankah Kim Jongin itu nama asli mu?" Kyungsoo balik bertanya.

Kai menghela nafasnya sebentar sebelum mengangkat tubuh mungil Kyungsoo untuk berpindah menjadi duduk disamping kirinya.

"Tidak ada yang memanggilku dengan nama itu selain ayah dan ibu ku, Sehun 'pun juga begitu. Aku lebih suka dipanggil dengan sebutan 'Kai' karena nama itu terdengar tegas dan kuat ditelinga, dan tadi kau memanggil ku dengan nama asli ku." ucap Kai sedikit tidak suka.

"Tapi aku menyukai nama asli mu, Kim-Jong-In, terdengar manly dan juga hangat saat diucapkan." ucap Kyungsoo.

"Terserahlah!" ucap Kai kembali menekuk wajahnya.

Kyungsoo memajukan bibir bagian bawahnya saat lagi-lagi Kai mengacuhkannya.

"Oh! Apakah itu tempat bermain Monggu yang kau katakan pagi tadi?" tanya Kyungsoo pada Kai lalu berdiri dari posisi duduknya untuk menghampiri sebuah kotak yang menyerupai sebuah koper dengan ukuran tiga kali lebih besar dari sebuah koper pada umumnya berwarna hitam yang mana didalamnya terdapat Monggu yang sedang tertidur.

Kai ikut berdiri guna menghampiri Kyungsoo yang sudah berjongkok tepat didepan tempat bermain Monggu itu.

"Aku membuat tempat ini atas dasar ide dari Sehun, dia yang menyarankan ku untuk membuat sebuah tas besar karena ia tau bahwa Monggu seringkali masuk kedalam tas sekolah kami untuk bersembunyi ketika kami bermain dengan Monggu." Kai mengulurkan tangan kanannya kedepan untuk mengusap kepala Monggu yang sedang tertidur lelap didepannya.

"Aku tidak tau jika kalian berdua menyukai hewan dan rela membuat tempat bermain seperti ini dengan hewan peliharaan kalian terlihat nyaman berada disini." kata Kyungsoo.

"Sehun juga pernah memiliki anjing dengan jenis yang sama seperti Monggu, tapi anjing itu mati tertabrak mobil saat Sehun mengajaknya bermain ditaman sekitar rumahnya. Semenjak kejadian itu, saat Sehun melihat Monggu sakit saja ia akan langsung menghubungi dokter hewan pribadinya untuk mengecek keadaan Monggu, padahal waktu itu Monggu hanya kekurangan vitamin saja." jelas Kai, yang kembali mengelus kepala Monggu dengan lembut, membuat anjing berwarna cokelat itu semakin lelap dalam tidurnya.

"Apa Sehun tidak berniat untuk memelihara anjing lagi? Maksud ku, pernahkan Sehun mencoba untuk memelihara hewan selain anjing setelah anjing kesayangannya itu mati?" tanya Kyungsoo sembari menolehkan pandangannya pada Kai.

"Sehun cukup trauma untuk memiliki hewan peliharaan lagi, ia takut membuat Bubu sedih karena berfikiran bahwa Sehun sudah melupakannya."

"Bubu?"

"Hm, itu nama anjing peliharaan Sehun yang sudah mati." jawab Kai.

Keduanya diam untuk beberapa saat dengan pandangan mata yang terfokus pada Monggu yang sedang tertidur dihadapan mereka. Anjing berwarna cokelat bersih itu terlihat sangat lucu dengan mata terpejamnya saat ini, membuat seorang Kim Kai menarik kedua sudut bibirnya lagi untuk tersenyum.

KRIINGGG

Bel pertanda jam istirahat telah selesai berbunyi, Kai berdiri dari posisi berjongkoknya diikuti dengan Kyungsoo kemudian sebelum menoleh dan tersenyum pada kekasihnya itu.

"Ayo masuk, Shin sonsaengnim pasti sudah bersiap-siap menuju ke kelas kita." ajaknya, lalu tanpa disuruh Kai segera menggenggam tangan kiri Kyungsoo untuk berjalan menuju pintu utama ruangan ini.

Diperjalanan mereka menuju kelas, Kyungsoo membuka suaranya untuk bertanya.

"Apa kau masih marah pada ku?" tanyanya seraya menoleh pada Kai.

Kai berhenti berjalan diikuti Kyungsoo disampingnya. Ia menatap mata bulat Kyungsoo beberapa detik sebelum bersuara untuk memberi jawaban.

"Aku sudah tidak marah lagi sekarang.." kata Kai lalu menarik wajah Kyungsoo untuk mengecup kening wanita itu. "...Jangan melakukan hal itu lagi jika tidak ingin aku marah besar pada mu, arratchi!" ucapnya. Kyungsoo mengangguk lalu memeluk tubuh Kai sebentar sebelum kembali melanjutkan jalan mereka menuju kelas 2-A.

.


LOVE LOVE LOVE


.

"Kyungie pulang~" ucap Kyungsoo setelah tiba dirumah tinggalnya. Wanita bermata bulat itu duduk dikursi tempat bersantainya dengan sang ibu untuk membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah.

Ketika berjalan menuju pintu masuk, Kyungsoo tidak memerhatikan adanya sepasang sepatu pria disamping pintu masuk rumah tinggalnya menandakan bahwa saat ini dirumahnya sudah terdapat seorang tamu.

"Ibu, Kyungie pulang. Ibu diman-"

Ucapan Kyungsoo terhenti saat kedua mata bulatnya bertemu pandang dengan sepasang mata yang juga sama bulatnya dengan dirinya yang berasal dari seorang pria berjas kantoran dihadapannya saat ini. Pria berumur itu tersenyum menyapa Kyungsoo terlebih dahulu sebelum membuka suaranya.

"Ibu mu sedang berada di dapur, ia bilang akan menyiapkan makan siang untuk kita." kata pria itu.

"O-oh, baiklah, a-aku harus ke kamar dulu kalau begitu, aku permisi.." pamit Kyungsoo pada pria itu sebelum melangkah menuju kamarnya.

.

Sepuluh menit Kyungsoo habiskan waktunya hanya dengan berdiam diri dikamarnya. Wanita cantik itu belum mengganti seragam sekolahnya sedari tadi karena bergulat dengan fikirannya sendiri tentang pria yang tadi bertemu dengannya didalam rumah tinggalnya ini.

Kyungsoo tau bahwa sedari tiga hari yang lalu pria itu selalu mengunjungi rumah ini setelah ia berangkat ke sekolah dan pergi sebelum Kyungsoo sampai dirumah ini. Hal itu ia ketahui dari perubahan wajah ibunya yang terlihat lebih berseri seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta ketika ia pulang sekolah.

Kyungsoo menghela nafasnya lagi sebelum berdiri menuju lemari kecil yang menyimpan pakaiannya untuk mengganti seragam siswi XO High School yang masih melekat ditubuhnya itu dengan pakaian biasanya. Setelah selasai, ia 'pun berjalan keluar dari kamar untuk membantu sang ibu menyiapkan makan siang untuk mereka didapur.

"Oh, kau sudah pulang nak?" tanya Minyoung setelah ia mencicipi masakannya, sup ayam ginseng yang masih berada di dalam panci berwarna aluminium diatas kompor itu.

Kyungsoo tidak menjawab pertanyaan ibunya itu, yang wanita bermata bulat itu lakukan adalah menatap wajah bahagia ibunya yang sangat terlihat saat ini karena tidak pernah berhenti untuk tersenyum.

"Apa ibu mengundang nya datang kemari lagi?" tanya Kyungsoo pelan.

Minyoung yang saat itu telah selesai memindahkan sup ayam ginsengnya kedalam mangkuk berukuran cukup besar menoleh kepada Kyungsoo.

"Apa kau tidak suka jika ayah mu bermain ke rumah kita, nak?" tanya Minyoung, memusatkan seluruh perhatiannya pada Kyungsoo.

Kyungsoo mendekati ibunya itu lalu memeluk tubuh Minyoung yang sama mungilnya dengan dirinya untuk beberapa detik.

"Apa ibu masih mencintai ayah?" tanya Kyungsoo setelah ia melepas pelukan mereka.

"Apa Kyungie sudah tidak membutuhkan ayah lagi dalam keluarga kita?" Minyoung balik bertanya pada puteri tunggalnya itu.

"Kyungie menyayangi ayah bu, dari dulu hingga sekarang 'pun akan tetap sama. Tapi, Kyungie tidak tau apakah ayah masih mau menerima kita sebagai anggota keluarganya yang telah ia tinggalkan dengan cukup lama saat semua impiannya waktu itu sudah terwujud sekarang ini. Kyungie takut bu, Kyungie takut jika suatu saat nanti ayah akan pergi lagi dari kita, Kyungie takut jika ayah akan meninggalkan kita lagi pada akhirnya." air mata Kyungsoo mengalir begitu saja saat ia berusaha menyampaikan ketakutannya pada sang ibu mengenai ayahnya itu.

Minyoung mengulurkan tangannya kedepan untuk menghapus air mata Kyungsoo yang mengalir sebelum memberi senyuman penguat untuk puteri tercintanya itu.

"Jika Kyungie masih belum bisa menerima ayah untuk kembali menjadi bagian dari keluarga kita ini, ibu juga akan begitu. Ibu akan menunggu sampai Kyungie siap untuk kembali menerima ayah sebagai kepala keluarga dikeluarga kita ini, asal Kyungie tidak bersedih lagi, ibu akan menuruti kemauan mu, sayang." Minyoung mengelus pipi basah Kyungsoo dengan sayang, membuat aliran air bening itu kembali keluar dari kedua mata bulat Kyungsoo.

"Maafkan Kyungie jika ibu merasa Kyungie menjadi egois seperti ini, bu... Maafkan Kyungie.." Kyungsoo langsung memeluk tubuh ibunya dengan erat.

"Ssstt... Tidak apa-apa sayang, ibu bisa mengerti bagaimana perasaan mu saat ini. Sudah, Kyungie jangan menangis lagi, nak, nanti dia datang kesini dan menjadi khawatir saat melihat puteri cantiknya ini menangis. Sudah, sudah.." Minyoung mengusap lembut punggung puterinya itu.

Setelah merasa tangisannya berhenti, Kyungsoo melepaskan pelukannya pada tubuh sang ibu lalu tersenyum manis untuk wanita cantik yang sangat disayanginya itu.

"Terima kasih karena sudah mau mengerti Kyungie, bu.." ucap Kyungsoo.

Minyoung menganggukan kepalanya. "Cha! Sekarang bantu ibu membawakan mangkuk berisi nasi itu, ibu yang akan membawa sup ayam ginseng ini kedepan." ajak Minyoung. Kyungsoo menurut dengan mengambil nampan berisi tiga mangkuk nasi putih hangat beserta sendok dan sumpit yang berada disana untuk dibawa kedepan rumah.

.

.

Minjoon menyambut nampan berisi sup ayam ginseng yang berada ditangan Minyoung lalu disusul nampan berisi nasi yang dibawa oleh Kyungsoo, saat melihat kedua wanita cantik itu sudah keluar dari dalam rumah tinggal mereka.

"Huahh... Sup ini kelihatannya sangat enak!" seru Minjoon sambil menghirup uap panas yang berasal dari semangkuk sup ayam ginseng yang diberikan Minyoung padanya.

Kyungsoo hanya bisa tersenyum tipis saat melihat tingkah pria itu yang menurutnya tidak berubah sama sekali sedari dulu. Ayahnya akan berubah menjadi seperti orang yang sudah lama tidak makan jika sudah mencium masakan ibunya, seperti saat ini contohnya. Dalam diam kembali Kyungsoo menarik kedua sudut bibir tebalnya untuk tersenyum tipis melihat wajah lucu sang ayah.

Minyoung hanya bisa tersenyum saat melihat Kyungsoo yang tersenyum tipis seperti itu ketika melihat tingkah laku Minjoon yang tidak pernah berubah sedari dulu. Ia lalu mengulurkan satu mabgkuk sup berisi potongan paha ayam pada Kyungsoo yang disambut puterinya itu dengan kedua tangannya.

"Joon, pimpinlah do'a sebelum makan." ujar Minyoung.

Minjoon mulai memimpin do'a sebelum mereka makan siang dibawah pohon yang teduh itu.

"Selamat makan!" seru Minjoon lalu mulai mencomot potongan dada ayam yang diberikan Minyoung dalam mangkuk berwarna putih itu disusul nasi putihnya untuk masuk kedalam mulut lalu bergumam 'enak' ketika ia mengunya ayam dan juga nasih putihnya bersamaan.

Lagi-lagi Kyungsoo hanya bisa tersenyum tipis melihat kelakuan lucu ayahnya itu. Ia juga mengikuti Minjoon dengan mengambil potongan paha ayam yang sudah diberikan ibunya tadi lalu memasukkannya kedalam mulut disusul dengan nasi putih kemudian.

Mereka bertiga memakan makanan itu dengan lahap sampai-sampai tidak ada yang tersisa selain mangkuk dan piring kecil yang sudah kosong karena semuanya sudah berpindah kedalam perut mereka bertiga masing-masing.

Kyungsoo membantu Minyoung membereskan piring-piring kotor setelah mereka makan dan membawanya kedapur untuk dicuci.

.

.

Setelah selesai mencuci piring beserta mangkuk kotor didapur, Kyungsoo berjalan keluar rumah menghampiri sang ibu yang sedang bercakap dengan ayahnya ditempat mereka makan tadi.

"Sepertinya aku harus kembali ke kantor sekarang, ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan." Minjoon berkata sambil memasang kembali jas hitamnya yang sempat Ia lepas ketika mereka makan bersama tadi.

Minyoung ikut berdiri dari posisi duduknya lalu memanggil Kyungsoo untuk mendekat.

"Terima kasih untuk makan siang yang super enak hari ini, Youngie. Masakan mu tidak pernah berubah, selalu enak dan nikmat, aku sangat menyukainya." ujar Minjoon sambil tersenyum, mau tak mau Minyoung juga ikut tersenyum jadinya.

Minjoon mengalihkan pandangannya menjadi pada Kyungsoo dan tersenyum pada wanita cantik bermata bulat sama seperti dirinya itu.

"Terima kasih sudah mengizinkan aku makan bersama mu, aku sangat berterima kasih akan hal itu." ucap Minjoon pada Kyungsoo.

Wanita itu hanya membalas dengan membungkukkan kepalanya singkat kepada Minjoon.

"Aku harus pergi sekarang, sekali lagi terima kasih untuk hari ini Youngie, dan... Kyungie." Minjoon tersenyum pada dua wanita cantik itu sebelum membalik tubuhnya menuju pagar rumah untuk keluar.

"Hati-hati dijalan Joon.." ucap Minyoung, pria itu mengangguk lalu memasuki mobilnya dan menjalankan kendaraan roda empat itu meninggalkan rumah kontrakan Minyoung dan Kyungsoo yang terasa sangat hangat baginya.

"Hati-hati ayah... Aku menyanyagi mu.." kata Kyungsoo dalam hati. Ia menunggu sampai mobil Monjoon menghilang dari pandangannya barulah ia masuk kedalam rumah dan menutup pagarnya.

.


LOVE LOVE LOVE


.

Hari ini hari minggu, Kyungsoo sudah mempunyai jadwal sendiri dipagi hari minggu ini dengan menyiram dan juga memberi pupuk untuk tanaman bunga kesayangannya dan juga beberapa tanaman obat-obatan sang ibu yang juga ikut tumbuh subur dihalaman rumah tinggalnya yang kecil ini.

Setelah mengikat rambut hitam panjangnya menjadi satu dan juga menjepit poni hitamnya agar tidak mengganggu aktivitasnya memupuk dan menyiram tanaman, Kyungsoo segera mengambil sarung tangan yang terbuat dari karet berwarna kuning untuk dipakainya sebelum mengambil tanah yang sudah diberi pupuk kandang dengan kedua tangannya dan menaruh tanah itu kedalam pot berukuran sedang berwarna hitam dihadapannya sebelum menaruh bibit bunga Aster Cina pemberian dari Irene dua hari yang lalu kedalam pot berwarna hitam dihadapannya.

Setelah mengubur bibit bunganya, Kyungsoo mengambil air lalu menyiramkan air itu secukupnya pada pot tadi yang berisi bibit bunga Aster didalamnya.

"Cepat tumbuh bunga cantik, aku sudah tidak sabar melihat kalian bermekaran." kata Kyungsoo lalu tersenyum sebelum menaruh pot tadi diatas susunan kayu bertingkat empat yang segaja dibuat ibunya untuk menyusun tanaman-tanaman mereka agar tidak semerawut.

Mulai dari menyiram tanaman obat-obatan sang ibu hingga tanaman bunga kesayangannya Kyungsoo lakukan dengan semangat hingga kedua indera pendengarannya menangkap suara ketukan sebanyak tiga kali dari balik pagar kayu yang berdiri kokoh melindungi rumah mungil tempat tinggalnya itu.

"Tunggu sebentar.." ucap Kyungsoo lalu meletakkan gembor plastik berwarna biru muda yang ia pegang dilantai sebelum berjalan menuju pagar rumahnya untuk melihat siapa yang bertamu.

Kriieett

Pagar kayu itu sudah terbuka, menampakan seorang Kim Kai dengan matanya yang tak berkedip melihat penampilan Kyungsoo dihadapannya saat ini.

Merasa diperhatikan Kyungsoo segera mengelapi bagian wajahnya takut-takut kalau ada tanah yang menempel diwajah cantiknya.

"Kai... Oh, silahkan masuk." ajak Kyungsoo sambil tersenyum pada Kai.

Pemuda itu mengeluarkan sebuket bunga mawar merah berukuran sedang yang sudah terangkai rapi dari balik punggungnya untuk diberikan pada Kyungsoo.

"Terima kasih." ucap Kyungsoo tersenyum lalu mencium wangi bunga itu untuk beberapa saat sebelum kembali menoleh pada Kai untuk mengajak pemuda itu masuk kedalam rumahnya.

Baru saja Kyungsoo membalikkan badan, Kai langsung menarik lengan kekasihnya itu pelan sehingga Kyungsoo kembali pada posisinya semula yakni berhadapan dengan Kai.

Kyungsoo menatap Kai dengan pandangan bingungnya, tapi itu tidak bertahan lama saat tangan kanan milik Kai terulur kewajahnya dan membersihkan tanah yang melekat didagu Kyungsoo.

"Apa kau habis berkebun, sayang?" tanya Kai yang masih sibuk membersihkan wajah Kyungsoo yang masih terdapat tanah dimana-mana itu.

Kyungsoo menganggukan kepalanya dengan mata yang terpejam saat Kai mengusapkan ibu jarinya pelan pada bagian kelopak mata kirinya.

"Terima kasih." ucap Kyungsoo dengan cengirannya, Kai hanya menggelengkan kepalanya melihat itu.

"Apa ibu mu ada?" tanya Kai. Kyungsoo mengangguk.

"Ibu ada didalam sedang menonton tv." jawab Kyungsoo. "..Duduklah dulu, Kai, tidak apa-apa kan jika kau ku tinggalkan untuk mandi sebentar?" tanya Kyungsoo.

Kai mengangguk.

"Sekali lagi terima kasih untuk bunganya!" seru Kyungsoo sebelum ia masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri.

Selagi menunggu Kyungsoo yang masih membersihkan dirinya, Kai berjalan mendekati tanaman bunga yang tumbuh subur dibagian sebelah kanan halaman rumah ini. Ia tersenyum saat mengingat perkataan Kyungsoo tiga bulan yang lalu ketika mereka belum menjadi sepasang kekasih seperti ini.

"Cih! Dasar tidak modal!... ...Tidak menanam bibitnya tapi malah memetik bunganya." kata Kyungsoo sinis kala itu kepadanya.

Kai kembali tersenyum saat mengingat kejadian itu, tidak menyadari bahwa saat ini Minyoung tengah memperhatikannya dari pintu masuk rumah sambil megulum senyumnya.

"Apa kau juga menyukai bunga, Kai?" tanya Minyoung membuat Kai terkejut dan segera menolehkan kepalanya kearah kanan. Minyoung tersenyum sembari melangkah mendekati Kai yang sekarang sudah berdiri tegak disana.

"Halo bibi, lama tidak berjumpa.." Kai membungkukan tubuhnya hormat pada Minyoung sebelum kembali menegakkan tubuhnya dan membalas tatapan Minyoung.

"Bagaimana kabar mu? Sudah beberapa hari belakangan ini bibi tidak melihat kau bermain ke sini." kata Minyoung.

"Beberapa hari belakangan ini aku sedang berada di Jepang, bibi, jadi aku tidak sempat berkunjung ke sini." ucap Kai sopan.

Minyoung menganggukkan kepalanya mengerti.

"Apa kalian akan berkencan hari ini?" tanya Minyoung sambil tersenyum pada Kai. Pemuda itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali karena salah tingkah.

"Bolehkah aku mengajak Kyungsoo jalan-jalan hari ini, bi? Aku sudah berjanji padanya setelah kepulangan ku dari Jepang aku akan mengajaknya berjalan-jalan." ujar Kai pada Minyoung agar diberikan izin untuk mengajak Kyungsoo berkencan hari ini.

"Selagi kau bisa menjaga dan melindungi puteri-ku itu, aku akan memberikan mu izin, selalu.." ucap Minyoung.

Kai tersenyum mendengarnya. "Terima kasih bibi, aku berjanji akan menjaga Kyungsoo dengan baik." ucap Kai sambil membungkukkan kepalanya pada Minyoung.

"Kau juga bisa memanggil ku 'ibu' mulai sekarang, Kai." kata Minyoung lagi sambil tersenyum pada kekasih puterinya itu.

.

.

.

Kyungsoo memasang sabuk pengaman pada tubuhnya setelah Ia berada di dalam mobil Kai, senyuman manis tak pernah luntur dari wajah cantiknya sadari beberapa menit yang lalu saat pertama kali ia memasuki mobil ini dan mendapati Monggu sudah duduk manis dikursi disamping kemudi yang ia tempati saat ini.

"Sudah siap?" tanya Kai pada Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk sambil menggerak-gerakkan kaki-kaki bagian depan Monggu dengan lucu, membuat Kai tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Kyungsoo dan Monggu bergantian.

"Kajja! Kita berangkat sekarang!" Kai mulai melajukan mobilnya meninggalkan jalanan rumah Kyungsoo menuju jalan raya untuk memabaur dengan kendaraan lainnya yang cukup padat hari ini.

.

.

Kai membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo ketika mereka sudah sampai dikawasan N Tower. Setelah keluarnya Kyungsoo dan Monggu dari dalam mobilnya, Kai tak lupa membawa tali leher anjing karena tidak mau jika Kyungsoo kelelahan karena menggendong Monggu terus-menerus ditubuhnya.

Mereka berjalan-jalan dengan santai menikmati suasana di sekitar N Tower dihari yang bercuaca cerah ini. Sesekali Kyungsoo tertawa lebar saat melihat Monggu menolak Kai yang hendak mengambil alih anjing lucu itu kedalam gendongannya.

"Kai, bagaimana kalau kita kesana?" tanya Kyungsoo menunjuk kawasan yang didinding bangunannya terdapat banyak gembok dengan berbagai warna dan juga tulisan disana. Mereka berjalan menuju deretan gembok berwarna-warni itu setelah Kai menganggukan kepalanya.

"Bagaimana kalau kita pasang satu gembok disini, Kyung? Sebagai tanda cinta kita?" tanya Kai, Kyungsoo mengangguk setuju dan segera Kai berjalan menuju stan yang menjual gembok dengan berbagai ukuran tak jauh dari sana.

"Khusus untuk gembok cinta ini aku akan menuliskan nama asli ku dan juga nama mu, sayang." Kyungsoo mengangguk setuju.

"Bagaimana kalau namanya diganti saja Kai? Do Kyungsoo dan Kim Monggu?" tanya Kyungsoo bercanda, dan...

"Yak!" Kai segera berseru tak suka, sedangkan Kyungsoo hanya menunjukkan cengiran polosnya untuk Kai.

Setelah menuliskan 'Kim Jongin love (dalam bentuk love) Do Kyungsoo' dan kata 'Saling mencintai untuk selamanya' digembok berwarna putih berukuran sedang itu, Kai tunjukkan sebentar kepada Kyungsoo sebelum memasangkan gembok cinta mereka pada gembok yang sudah lebih dulu berada disana dan mengunci gembok mereka sebelum melemparkan kunci dari gembok itu jauh kedepan berharap tidak ada yang bisa menumukan kuncinya sehingga kelak mereka akan tetap bersatu hingga akhir seperti gembok yang mereka pasang itu.

Kai menoleh pada Kyungsoo lalu tersenyum pada wanita cantik itu sebelum memajukan wajahnya untuk mencium pipi kiri Kyungsoo dengan mesra, setelahnya ia mengambil alih Monggu untuk diturunkan dilantai yang mereka pijak guna memasangkan tali pada leher Monggu sehingga anjing itu bisa ikut bebas berjalan.

Kai memegang tali leher Monggu pada tangan sebelah kanannya sedangkan tangan sebelah kirinya ia gunakan untuk menggenggam tangan kanan Kyungsoo sebelum kembali melanjutkan kencan mereka.

Setelah puas berjalan-jalan disekitar area N Tower, Kai dan Kyungsoo beserta Monggu berhenti didekat dinding besi pembatas yang berada disana untuk melihat pemandangan kota Seoul pada sore hari dari atas sini. Dapat mereka lihat kebawah sana betapa banyaknya pengunjung N Tower hari ini dengan aktivitas mereka masing-masing disana.

Merasa sedikit 'risih' karena sedari tadi memegang tali leher Monggu ditangan kanannya, Kai lalu mengikatkan tali leher anjing kesayangannya itu pada pagar besi yang longgar itu agar Monggu tidak kemana-kemana sebelum mendekati Kyungsoo dan memeluk kekasihnya itu dari belakang.

"Apa kau senang hari ini, hm?" tanya Kai seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyungsoo sambil menghirup wangi rambut Kyungsoo dengan mata yang terpejam.

Kyungsoo mengangguk. "Aku sangat senang hari ini, terima kasih karena sudah mau mengajakku berkencan hampir seharian ini, Kai." ucap Kyungsoo sambil menolehkan kepalanya kekanan menghadap wajah Kai. Ia mencium pipi kekasihnya itu saat melihat Kai menurunkan sedikit wajahnya minta dicium.

Kai menaruh dagunya pada pundak kanan Kyungsoo seraya mengeratkan pelukannya sambil melihat kearah tangan Kyungsoo yang menunjuk suatu objek dibawah sana, -seseorang yang menggunakan kostum Pororo.

"Kai, aku ingin berfoto dengan Pororo!" seru Kyungsoo masih dengan tangan kanannya yang menunjukk kearah dimana sudah banyak orang yang mengantri untuk berfoto dengan pinguin berkaca mata lengkap dengan helm dikepalanya itu.

CUP

Kai mencium pipi kanan Kyungsoo sebelum berkata, "Kau mendapatkannya sayang." lalu melepaskan pelukkannya untuk melepaskan ikatan tali leher Monggu dan kembali berjalan turun untuk mengabulkan permintaan Kyungsoo yakni berfoto dengan Pororo.

.

.

"Nona, bisa tolong ambilkan foto kami?" tanya Kai pada salah satu pengunjung yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Wanita itu mengangguk lalu mengambil ponsel yang Kai ulurkan sebelum momotret Kai, Kyungsoo dan Monggu bersama Pororo berukuran besar itu beberapa kali. Setelahnya ia mengembalikan ponsel milik Kai pada empunya.

.

.

Didalam mobil dalam perjalanan merenuju rumah Kyungsoo, wanita bermata bulat itu sibuk menggeser layar ponsel milik Kai ke kanan dan ke kiri untuk melihat foto-foto yang sudah mereka ambil hari ini. Mulai dari berfoto diatas menara N Tower, didekat gembok cinta milik mereka yang tadi Kai pasang, bersama Pororo besar -Kyungsoo menjulukinya seperti itu-, hingga foto-foto ditempat lain-lainnya Kyungsoo lihat bersama Monggu yang duduk dipangkuannya.

Kyungsoo tersenyum saat melihat foto selca dirinya, Kai dan Monggu yang berada ditengah-tengah mereka dengan pose mencium wajah Monggu secara bersamaan, juga foto selca dirinya dan Kai yang sedang mencium pipi kanannya dan foto-foto lainnya.

Mobil yang dikemudikan Kai berhenti tepat dipinggir rumah kontrakan Kyungsoo. Keduanya segera keluar dari dalam mobil dengan Monggu yang dibiarkan tetap didalam mobil karena melihat anjing lucu itu sudah memejamkan matanya tertidur.

"Masuklah, sampaikan salam ku pada ibu karena tidak bisa mampir terlebih dulu." Kyungsoo mengangguk. "..Beristirahatlah, besok pagi aku akan menjemput mu seperti biasa.." Kai mengelus pipi Kyungsoo dengan sayang sambil tersenyum pada kekasihnya itu.

"Hati-hati dijalan.." kata Kyungsoo sambil menggenggam tangan Kai yang berada dipipi kirinya.

Kai mengangguk, lalu pemuda itu berbalik badan untuk berjalan menuju mobilnya.

"Kai..." panggil Kyungsoo, pemuda itu berhenti dan segera menoleh. "...Aku mencintai mu." ucap Kyungsoo kemudian.

Kai tersenyum mendengarnya. "Aku juga mencintai mu." kata Kai, lalu melambaikan tangannya sebelum memasuki mobil setelah menyuruh Kyungso masuk kerumahnya terlebih dahulu.

Seyuman tidak pernah lepas dari wajah tampan Kai selagi ia mengendarakan mobilnya menuju rumahnya sendiri dengan sesekali menoleh pada Monggu yang sedang tertidur dikursi samping kemudinya hingga akhirnya mobil yang is kendarai tiba dikediaman keluarga Kim dengan selamat.

.

.

.

.

To Be Continue ...

.

.

.

.

Hello~ Long time no see, guys! How are you all ?!

Maaf atas keterlambatannya chapter ini, dan semoga chapter 14 yang super puanjang ini bisa 'sediki' mengobati perasaan kalian yang rindu dengan FF ini, yaww ^_-

.

Maaf lagi karena Desta Soo tidak bisa bercakap panjang dichapter ini karena memang chapter ini sudah panjang banget dengan 78++ wordnya -_-

Hope you like it this chapter, guys.. See you in the next chapter!

So, WANNA TO GIVE DESTA SOO YOUR REVIEW, GUYS?

.

Desta Soo

13-07-2015