Chapter 14: Promise
"Kau mau mati BODOH...?!"
"Hhh...bukan urusanmu..., aku hanya ingin...hhh..."
"Lagipula kau ingin menerobos api itu? Hah?", kata Sanji menatap Zoro dari bahunya. Pandangan Zoro tetap terfokus pada Kaidou di balik lesatan api yang menyala.
Sanji melihat kondisi Zoro yang menurutnya tidak memungkinkan untuk bertarung lagi, dia mengeluarkan banyak darah dari semenjak melawan Hanzo hingga sekarang, nafas Zoro pun sudah kehilangan tempo.
"Heh..., baiklah. Lagi pula si bodoh itu sudah memberi perintah", ucap Sanji yang membuang puntung rokoknya bersiap dengan kuda-kudanya untuk menendang Zoro ke udara.
"Hissatsu Midori Boshi, Trampolia"
"Sorcery Clima Tact, Rain Tempo...!"
Tiba-tiba Usopp menembakan Pop Green-nya tidak jauh di depan Zoro dan Sanji berdiri, dan Nami mengeluarkan awan hujan, mereka berdua hanya terheran dengan apa yang Nami dan Usopp lakukan.
Seseorang terlihat berlari dari belakang Usopp menuju ke tanaman Trampolia tersebut dengan cepat. Dia melakukan lompatan dengan menggunakan tanaman yang bertekstur seperti jelly itu.
*boing*
"Kitsunebi-ryu, Homura Saki...!"
Kin'emon datang entah dari mana, dia menebas nafas api Kaidou yang mulai mendekati area pertempuran.
*slash*
"Kubukakan jalan untuk kalian", kata Kin'emon. Terlihat api di belakangnya terbelah-belah sehingga perlahan semakin mengecil diiringi hujan buatan yang deras sementara dari awan hitam dibuat oleh Nami, perlahan api yang sudah terbelah-belah pun menghilang di udara.
"Baiklah...!", kata Sanji memposisikan kakinya untuk menendang. Zoro menempatkan Wado Ichimonji di mulutnya dan melompat keatas kaki Sanji bersiap untuk melesat.
"Armee de L'air Power Shot...!"
*bwoosshh*
Zoro melesat dengan cepat menghampiri Kaidou yang terjun bebas bersama Luffy tak jauh dari sana. Kaidou tersentak melihat nafas api nya yang menghilang dan Zoro melesat mendekat menyerang.
"Kau memberiku tiga cakaran...aku...akan menebasmu lebih...!, Santoryu...Ougi..."
*cekling*
Terlihat Wado Ichimonji Zoro bercahaya, dia membuka kedua katana-nya yang masih tesimpan di tempatnya, cahaya keluar juga dari kedua katana-nya. Kecepatan Zoro meningkat sampai sampai hanya kilatan tiga katana-nya saja yang terlihat membentuk putaran.
"Rokudo No Tsuji...!"
*Splaattt*
Enam tebasan terbentuk di tubuh naga Kaidou. Di saat bersamaan Kaidou kehilangan kesadaran dan melesat jatuh.
"Ugghhh...", terlihat darah keluar dari mulut Zoro, dia menjatuhkan tiga katana yang dia gunakan tadi, tubuh Zoro sudah tidak kuat lagi bahkan untuk mempertahankan katana-nya.
"Sial...!, mereka akan terjatuh keras ke tanah...!", teriak penduduk sekitar melihat Luffy dan Zoro yang terjatuh.
*wuzzz*
Burung yang berbentuk aneh melintas di atas area pertempuran, burung itu menghampiri Luffy yang hampir menghujam tanah dan membiarkan dia jatuh diatasnya. Dia juga menghampiri Zoro yang sedang terjatuh untuk di selamatkan.
"Heh tepat waktu", kata Sanji.
Kanjuro yang berada di atas burung tersebut menangkap Luffy dan Zoro yang terjatuh, dia tidak lupa mengambil tiga katana Zoro yang masih diudara.
Kaidou kembali ke wujud manusianya, dia menghujam tanah dengan keras. Semua orang yang ada di area pertempuran melihat ke arahnya, mata mereka terpaku ke badan Kaidou yang tidak bergerak dan matanya yang kosong.
"WWHHAAAA...!, m...mereka mengalahkannya...!"
Semua orang kecuali Straw Hat crew, Kanjuro, dan Kin'emon bersorak, tidak terkecuali clan Mifune dan clan dari desa-desa yang pernah ditaklukan masuk dalam prajurit Kaidou. Bagi mereka ini adalah kebebasan yang sudah lama di tunggu. Sebenarnya mereka benci di perintah Kaidou, namun karena Hanzo ada di sana mereka berusaha menghormati Hanzo, karena dia lah yang terkuat di clan Mifune saat ini.
Semua orang menyebarkan berita mengejutkan ini dari ke seluruh penjuru Wano.
XXXXX
Di pelabuhan...
XXXXX
"Habislah kita, Yohoho", ucap Brook yang panik melihat prajurit istana yang menjaga pelabuhan mulai terdesak disisi lain Heart crew pun terdesak.
"Kita lawan terrrus, Brook...!, jangan biarkan mereka mencapai Sunny Go, aku tidak menyangka jika kita akan terdesak seperti ini lagi", ucap Franky mengeluarkan semua persenjataan yang ada di dalam badanya untuk menjauhkan pasukan Kaidou.
"Kaidou... Sudah kalah...!", teriak salah satu prajurit istana yang ditugaskan menjaga pelabuhan menggelegar sampai penjuru pelabuhan.
Semua yang tengah bertarung menghentikan pertarungan. Mereka terlihat terkejut dengan apa yang diteriakan salah seorang prajurit istana tersebut. Disisi lain clan Mifune yang tersisa menghentikan pertarungan mereka dan terdiam tidak tahu harus berbuat apa.
"Apa yang kita harus lakukan?"
Orang-orang didalam pasukan Kaidou yang di rekrut dari desa yang ditaklukan kebingungan, sedangkan anggota bajak laut Kaidou terlihat panik.
"Ya apa yang harus kita lakukan...?, Oniisama...," ucap salah satu orang Mifune yang ditugaskan memimpin pasukan Kaidou untuk menghancurkan pelabuhan. "Semua...!, Kita tidak ada alasan lagi untuk bertarung...!, dan sebaiknya kalian pergi dari sini atau kalian mau menghadapi kami", lanjutnya kepada pasukan bajak laut Kaidou yang ada dalam pasukannya.
"Benar juga", sahut orang-orang desa rekrutan Kaidou.
"Sebaiknya kita cepat lari", ucap anggota bajak laut Kaidou.
"Ah Luffy-san berhasil, waktu yang tepat", kata Brook menutup Soul Solid-nya.
*klik*
"Momo kemarilah kita sudah menang", teriak Chopper yang berlari kesana kemari kegirangan.
"Aww kalian semua memang SUUPPPEEERRRR..!"
"Benar kah...?", kata Momo yang keluar dari persembunyiannya.
XXXXX
Di istana...
XXXXX
Terlihat di luar istana, prajurit berusaha keras mengalahkan bawahan Kaidou sedangkan clan Mifune berbalik membantu prajurit istana untuk mengalahkan bawahan Kaidou.
*kling*
Didalam ruangan pertemuan terlihat beberapa blok kubus tersebar di beberapa penjuru ruangan. "Heh sepertinya teman-temanmu akan susah menyatukanmu kembali", ucap Law bersamaan dia menutup Kikoku-nya.
"Lapor Kaisar..., Topi Jerami sudah mengalahkan Kaidou, ahh...kemana Kaisar?", ucap salah satu prajurit istana yang masuk ke ruangan dimana Law bertarung.
"Hm..., dia sudah aman bersama Kin'emon-ya dan Kanjuro-ya."
"Oh, begitukah?, dan apa kubus-kubus ini?."
"Ini...?, dua orang Mifune dan satu orang tangan kanan Kaidou."
"APA..?"
"Sudah jangan banyak tanya, berikan saja pada mereka...", ucap Law malas, melewati prajurit yang masih tercengang.
"...Jadi Mugiwara-ya berhasil mengalahkan Kaidou...", kata Law kembali dan memposisikan Kikoku-nya di pundaknya sambil berjalan keluar istana.
Penduduk desa di sekitar istana pun ikut bergembira atas berita yang mengejutkan itu. Semua orang sibuk kesana-kemari untuk menyebarkan berita yang mereka dengar.
Seorang bocah perempuan terlihat menarik baju ayahnya.
"Ayah ada apa?, apa negeri ini akan baik-baik saja?"
"Tidak ada apa-apa nak, negeri ini akan menjadi lebih baik lagi", jawab Ayahnya dengan senyum.
"Wahh, jadi mereka berdua menepati janjinya?, hihihi"
Eee?, Apa yang kau bicarakan?"
"Mm?, tidak", kata bocah perempuan itu pada Ayahnya. Dia pun menatap langit yang sudah berubah warna menjadi jingga.
A/N: Maaf yaa pertarungan Law ngga di terusin, tiba" menang aja haha^^
Author lupa ngasih nama binatang di teknik nya Luffy di chapter sebelumnya (Warthog Rotary Cannon)
Blank, hmm blum tau, tunggu aja^^
And thx for review^^
