Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

.

=Chapter Lalu=

.

.

Yesung segera meninggalkan ruangan Siwon dan langsung memasuki lift menuju lobby, dan dua menit kemudian makanan yang tadi di tenteng Yesung berakhir di tong sampah.

Ia memasuki mobilnya setelah itu, dentuman pintu mobil cukup keras terdengar sebelum mobil mewah itu melaju dengan kecepatan diatas rata rata membelah jalanan kota Seoul.

Tuan muda the great Kim Yesung sedang kesal, marah, dan cemburu, siapapun lebih baik tidak berurusan dengannya dalam keadaan seperti ini,

Namja yang terlihat manis dan lemah tersebut bisa membunuhmu kalau sampai kau salah berucap dan bertindak.

Dan Siwon, ia tidak mengerti apa apa, ia masih belum mengerti rumah tangganya yang ia kira sudah mulai bekerja, baru akan menemui rintangan pertamanya.

.

.

.

.

.

=Chapter Tiga Belas=

.

.

.

.

.

Yesung tidak pulang malam itu kerumahnya, ia sudah mengirimi pesan pada Siwon kalau ia ada acara dengan teman temannya di luar kota.

Lebih baik tidak bertemu dengan Siwon dalam keadaan mood yang buruk seperti ini.

Siwon tidak bisa melarang juga, selama Yesung bisa menjaga sikapnya tidak ada hak Siwon untuk melarang.

"apa kau sudah menghubungi Siwon?"

"Sudah Wookie aku sudah menghubunginya seperti yang kau perintahkan, sekarang bisa kau tinggalkan aku sendiri? Aku benar benar sedang ingin sendirian, besok aku akan menjelaskannya padamu"

Ryeowook hanya bisa menghela nafas pelan, kalau sudah begini tidak ada gunanya memaksa Yesung untyuk bercerita, lebih baik memang memberinya waktu untuk sendirian dulu.

Setidaknya Yesung sudah menghubungi suaminya.

Ryeowook yakin pasti Yesung ada masalah dengan Siwon hingga ia mendadak datang ke apartemennya, mengurung diri di kamar sejak kedatangannya tadi dan mengatakan akan menginap.

.

.

.

Yesung terbangun sekitar pukul sembilan keesokan paginya, ia sudah tidak mendapati Wookie berada disana, sepertinya ia sudah berangkat ke kampus.

Yesung melirik meja makan, Wookie sudah menyiapkan sarapan untuknya.

Mendadak ingatannya kembali berputar pada kejadian kemarin pagi, saat Siwon juga menyiapkan sarapan untuknya, seulas senyuman tipis terulas di bibirnya.

Baru semalam ia tidak bertemu dengan Siwon dan sekarang ia sudah sangat merindukan suami tampannya tersebut, mungkin ia sudah jatuh cinta?

Dengan cepat Yesung menggeleng dan mengusir pemikiran tersebut, ia tidak boleh terjebak dan tertipu kebaikan Siwon.

Siwon baik padanya pasti hanya karna ia menghargai Appanya sebagai atasan dan juga orang yang telah banyak membantunya selama ini, Siwon jelas secara terang terangan sudah memiliki kekasih.

Ah kenapa Appanya sampai nekat membuat Siwon menikahinya? Tidakkah Appanya tahu mengenai hubungan Siwon dan Donghae selama ini? atau mereka memang menyembunyikannya dari semua orang? namun ia tak bisa di bohongi, ia Kim Yesung, tak akan semudah itu dibohongi.

Tapi kau mengambil kesimpulan terlalu cepat, Kim Yesung.

.

.

Siwon tidak bisa terlalu fokus bekerja siang itu, ia masih kepikiran dengan Yesung yang tidak pulang semalam, bahkan hingga siang ini Yesung belum menghubunginya, tadi Siwon sudah mencoba menghubungi Yesung namun sepertinya Yesung sengaja menonaktifkan handphonenya.

Walau Siwon tidak menyadari kalau istrinya tersebut tengah cemburu, namun satu hal yang pasti Yesung tengah menyembunyikan sesuatu darinya, ia terlihat agak kesal saat meninggalkan ruangannya kemarin siang.

Awalnya Siwon mengira hal itu hanya karena Siwon terlanjur makan siang di luar padahal Yesung sengaja datang ke kantor membawakan makan siang untuknya, namun saat malamnya Yesung menghubunginya dan mengatakan akan menginap di tempat temannya, Siwon mulai menyadari ada yang salah disini, pasti bukan hanya gara gara makan siang itu.

Yesung tidak pernah tidak pulang selama satu bulan pernikahannya, jadi saat sekarang ia tidak pulang pasti karena ada hal yang membuat Yesung sengaja menghindar darinya, tapi apa? Siwon benar benar tidak mengerti.

Kemarin pagi Yesung bersikap sangat manis dan manja padanya, dan siang ini ia sudah menghilang tak bisa dijangkau.

"Siwon"

"..."

"woi! kau kenapa?"

"hah? Eh.. ssssh sorry" Siwon memejamkan matanya sejenak dan kembali melanjutkan membaca dokumen yang diserahkan Donghae padanya.

"astaga kau kenapa? aku sudah berdiri hampir sepuluh menit menunggumu membaca dokumen tujuh lembar itu disini dan kau masih belum selesai memeriksanya, apa yang kau pikirkan?"

"apa aku harus menandatangani dokumen ini hari ini juga? Aku belum bisa memeriksanya hari ini, akan ku periksa besok"

"aku sudah berjanji pada tim audit akan menyerahkannya hari ini"

"katakan saja pada mereka kalau aku belum sempat memeriksa dokumennya, atau biar aku sendiri yang akan menemui tuan Lee nanti"

"nah hah tidak usah, itu biar menjadi urusanku, sebenarnya kau kenapa? kau terlihat sangat tidak fokus seharian ini, apadahal seharian kemarin kau senyum senyum tidak jelas"

Siwon beranjak meninggalkan kursinya dan berjalan menuju sofa.

"apa jangan jangan kau tengah ngidam? Apa Yesung hamil?!"

"the heck Donghae!"

"hahaha habisnya tidak biasanya kau tidak stabil seperti ini, lagipula aku pernah membaca dalam beberapa kasus memang bisa saja suami yang mengidam kalau istrinya tengah hamil"

"sudah hentikan omong kosongmu Lee Donghae, jangan membuatku makin pusing"

"ini bukan omong kosong"

Pletak!

"aduh! Kenapa kau memukul kepalaku?! Sakit tau!" erang Donghae mengusap usap bagian kepalanya yang dipukul Siwon cukup keras barusan.

"serve you right" jawab Siwon santai.

Ia kembali memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa.

"sudah berapa lama huh? dua minggu? tiga minggu? atau satu bulan?" Lee Donghae tenyata masih belum berhenti.

"astaga Lee Donghae kenapa aku bisa berteman dengan makhluk annoying sepertimu" Siwon terpaksa kembali mengangkat kepalanya.

"Yesung-tidak-hamil" ujar Siwon menekankan setiap kalimat yang diucapkannya.

"lalu kenapa kau bisa mengidam?"

"jesus christ! kenapa kau ngotot sekali dengan ide ngidammu itu?! Kau benar benar membuatku emosi! Keluar dari ruanganku sekarang!" usir Siwon sambil menunjuk kearah pintu, Donghae sama sekali tidak membantu.

"Hahahahahahahaha" Donghae tertawa keras sambil memegangi perutnya melihat wajah emosi Siwon, benar benar menyenangkan menggoda direktur muda tersebut.

"sorry Siwon, aku hanya bermaksud membuatmu sedikit rileks" ujar Donghae beberapa saat kemudian setelah tawanya reda.

"sepertinya kau ada masalah huh? kenapa? soal Yesung?"

"Yesung tidak pulang dari semalam, dan samapi sekarang tidak bisa dihubungi" Siwon akhirnya merespon melihat Donghae sudah mulai serius bertanya padanya.

"kemana dia?"

"aku juga tidak tahu, dia hanya mengirimi pesan ada acara dengan temannya"

"kalian bertengkar?"

"tidak, tapi kemarin saat meninggalkan kantor dia terlihat seperti sedang kesal"

"kenapa?"

"aku juga tidak mengerti, awalnya aku kira karena aku sudah membuatnya menunggu lama disini, tapi aku rasa bukan karena hal itu"

"lalu apa?"

"aku juga tidak tahu, dia membuatku bingung"

"aku senang melihatmu seperti ini"

"senang? wah terima kasih, kau benar benar sahabat yang baik" sindir Siwon.

"bukan begitu Siwon ah, aku senang melihatmu jatuh cinta dengan istrimu sendiri, perjuangkan dia, memang tidak akan mudah menaklukkan the great Kim Yesung, tapi aku yakin kau bisa melakukannya"

Siwon menghembuskan nafas pelan mendengar ucapan Donghae, ia memang sudah tidak menampik lagi kalau ia sudah jatuh cinta pada istrinya tersebut, namun bagaimana dengan Yesung, hal itu yang membuat Siwon pusing.

"aku kembali ke meja kerjaku dulu kalau begitu, sepertinya kau butuh waktu untuk sediri" ujar Donghae beberapa saat kemudian.

Ia langsung keluar dari ruangan Siwon, sengaja memberikan waktu untuk Siwon memenangkan pikirannya.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore lewat 10 menit, dan Siwon sedang membereskan meja kerjanya bersiap untuk pulang, biasanya ia tidak akan pulang sebelum jam 6, namun hari ini ia benar benar tidak bisa fokus bekerja, tidak ada satupun dokumen yang diperiksanya hari ini, jadi Siwon memutuskan untuk pulang cepat saja.

"Siwon ah!" Siwon baru saja akan melangkah saat sebuah suara memanggilnya.

"Presdir?" Siwon berjalan menghampiri mertuanya.

"kau sudah mau pulang? boleh Appa ikut denganmu?"

Eh?

"Appa ingin bertemu dengan Yesung, ada yang ingin Appa bicarakan dengan kalian"

"soal apa Appa?" Siwon akhirnya melepas formalitasnya karena saat ini keduanya sudah berada di dalam lift.

"nanti saja di rumah Appa bicarakan"

"oh baiklah" ujar Siwon mencoba terlihat tenang.

Ia sedang bingung dan panik saat ini, pasalnya sang Appa mertua juga hendak menuju ke rumahnya dan ingin bertemu dengan Yesung, bagaimana kalau ternyata Yesung masih belum pulang juga.

Menghubungi Yesung sekarang dan menanyakan keberadaannya hanya akan membuat Mr Kim curiga, ditambah lagi dari tadi pagi handphone Yesung tidak aktif, bagaimana kalau ternyata nanti Yesung memang masih belum pulang dan handphonenya juga masih tidak aktif? Apa yang akan ia jelaskan pada mertuanya itu nanti.

Siwon menyetir mobil dalam diam, dalam hati ia terus berdoa semoga Yesung sudah pulang.

Ia langsung membukakan pintu mobil untuk Mr Kim begitu mereka sampai di kediamannya, keduanya terjebak macet lumayan lama di jalan.

Doa Siwon sepertinya tidak terkabul karena Yesung ternyata memang masih tidak berada di rumah.

"kemana Yesung?" tanya Mr Kim saat Siwon mengambilkan minuman untuk mertuanya tersebut.

"tadi pagi dia meminta izin kalau ia akan bertemu dengan teman temannya siang ini, mungkin masih belum pulang Appa, aku akan menghubunginya sebentar" ujar Siwon sembari permisi untuk mengganti baju juga ke kamar.

.

.

Meanwhile...

.

.

Yesung baru saja keluar dari kamar mandi dan merasa jauh lebih segar sekarang setelah seharian merasa suntuk menonton tv dan bermain games sendirian, Ryeowook baru saja pulang karena memiliki jadwal kuliah yang padat hari ini.

Setelah mengganti bajunya Yesung bergegas menuju dapur, ia tadi meminta Ryeowook untuk membuatkan ramyeon untuknya karena ia sudah kelaparan.

Dasar tuan muda, bukannya membuat sendiri ia malah meminta temnnya yang baru saja pulang untuk menyiapkannnya untuknya.

Untuknya Ryeowook memang sudah kenal Yesung sejak lama dan sudah paham betul karakter temannya yang satu ini, jadi ia tidak akan merasa keberatan menyediakan makan untuknya, dari pada ia menyentuh sendiri dapur kesayangannya dan membuatnya berantakan, oh tidak terima kasih, Ryeowook tidak menginginkah hal itu terjadi.

"apa ramyeonnya sudah jadi Wookie?"

"sebentar lagi, duduklah dulu" jawab Ryeowook tanpa menoleh kearah Yesung, ia sibuk mengaduk aduk ramyeon buatannya.

Yesung menurut dan menarik salah satu kursi di meja makan, ia mengetuk ngetukkan jarinya ke meja sambil menunggu Ryeowook menyiapkan makannya.

"jadi? Apa kau sudah mau bercerita?" tanya Ryeowook sambil menyajikan dua mangkok ramyeon di atas meja, aroma kari yang kental menguar jelas,membuat perut Yesung terasa makin lapar saja.

"nanti Wookie, sekarang aku lapar, aku ingin makan dulu"

"dasar" komen Wooke pendek melihat Yesung yang langsung meraih sendok dan meniup niup mangkok Ramyeon dihadapannya, namun ia juga sudah tidak memaksa lagi, ia ikut menarik kursi di hadapan Yesung dan mulai meniup Ramyeon panas di mangkoknya juga.

Yesung baru akan menyendok Ramyeon sudah agak dingin di sendok yang sudah di tiupnya saat hp nya berdering, dan nama Siwon tertera disana.

Ah dia menyesal kenapa barusan ia mengaktifkan handphonenya.

"Kenapa tidak diangkat?" komen Ryeowook melihat Yesung santai saja membiarkan hp nya berering, padahal ia sendiri juga melihat nama Siwon tertera jelas di layar hp mahal tersebut.

"aku sedang tidak ingin berbicara dengannya" jawab Yesung santai sambil lanjut menyantap ramyeonnya.

"mungkin saja ada yang penting Yesung ah, kau kabur sejak kemarin siang dan sekarang sudah hampir malam lagi"

"tidak ada Wookie ah, paling dia hanya memintaku untuk pulang"

Ryeowook hanya bisa mendesah pelan melihat tingkah keras kepala Yesung, dan handphone itu masih saja terus berdering, mungkin ini sudah kali ke tiga Siwon memanggilnya.

"kalau pada panggilan keempat kau masih tidak mengangkat telepon dari suamimu aku akan menelepon Appamu kalau kau berada disini selama dua hari ini" ancam Ryeowook akhirnya yang sudah tidak tahan lagi melihat tingkah Yesung.

Ia yakin pasti ada hal penting hingga Siwon ngotot menelepon berkali kali seperti itu.

"aissh kau selalu menggunakan ancaman terhadapku!" sungut Yesung kesal.

Namun ia tak punya pilihan lain selain menjawab panggilan tersebut.

"ha-"

"Yesung ah kau dimana?!" potong Siwon cepat bahkan sebelum Yesung sempat mengucapkan kata halo.

Yesung menjauhkan hp nya sejenak dari telinganya mendengar nada panik dari Siwon.

Ada apa?

"Yesung ah jawab aku!"

"aku di tempat temanku, kenapa?"

"kau harus pulang sekarang juga!"

"tidak mau"

"Yesung ah ini penting! Appa ada di rumah!"

"M- mwo?! Appa dirumah?! haizz kenapa bisa?!"

"Appa tadi ikut denganku dari kantor, katanya ada yang ingin dibicarakan dengan kita"

"dan kenapa kau baru meneleponku sekarang?!"

Siwon hanya memutar bola matanya mendengar protes dari Yesung.

"kau yang mematikan handphonemu hingga tidak bisa dihubungi tuan muda Kim yang terhormat"

"fuck!" Yesung mengumpat kasar mendengar sindiran keras dari Siwon.

"simpan umpatanmu untuk nanti, sekarang juga kau harus segera pulang, aku sudah mengatakan pada Appa kalau kau ada acara tadi siang dengan teman temanmu dan mungkin sebentar lagi akan pulang, jadi segera pulang sekarang jangan buat Appa curiga karena lama menunggu"

"oke oke aku pulang sekarang" Yesung langsung menutup teleponnya dan secepat kilat berlari ke kamar untuk mengambil barang barangnya.

Ryeowook bahkan tak punya kesempatan untuk bertanya karena secepat kilat juga ia sudah menghambur keluar apartement dengan hanya mengucapkan terima kasih singkat dan akan menjelaskannya nanti.

Ryeowook hanya menggeleng gelengkan kepalanya pelan, walau ia tak tahu persis apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun dari pembicaraan singkat Yesung ditelepon tadi dan melihat betapa paniknya ia, Ryeowook sudah bisa menyimpulkan sendiri kalau presdir Kim mungkin sudah mengetahui ulah nakal anaknya yang kabur dari rumah seperti itu.

.

Yesung langsung melompat keluar dari taksi begitu ia sampai di depan rumahnya tanpa peduli dengan kembalian yang harus diterimanya kembali dari sang sopir.

Ia mengatur nafasnya sejenak begitu ia sampai di depan pintu, mencoba terlihat setenang dan sesantai mungkin.

Setelah Yesung merasa ia cukup rileks, akhirnya dengan pelan ia memutar kenop pintu yang dan melangkah masuk, dan langsung melihat Siwon yang sedang berbincang bicang dengan Appanya diruang tengah.

"Appa, kau sudah lama?" sapa Yesung langsung duduk di samping Appanya.

"kau kemana saja Yesung ah, keluyuran sampai sesore ini bukannya menyambut suamimu pulang kerja di rumah"

"mianhae, kau tahu sendiri kalau aku bukan anak rumahan Appa, membosankan"

"kalau begitu ikutlah bekerja di kantor"

"tidak mau! Aku tidak mau terlibat dalam hal hal berat seperti itu"

"hah kau ini benar benar keras kepala, kau sudah bukan pria lajang lagi, belajarlah untuk mengurus rumah dan keluargamu"

Yesung hanya tersungut sungut mendapat wejangan dari Appanya, sementara Siwon hanya diam dan tersenyum tipis melihat semua itu.

"sudahlah Appa, tidak apa apa, Yesung tadi sudah minta izin padaku sebelum pergi" akhirnya Siwon memutuskan untuk membela Yesung.

Yesung langsung tersenyum sumringah mendapat pembelaan tanpa ia minta tersebut, apalagi Siwon menutupi semua tingkahnya selama dua hari ini.

"kau jangan terlalu memanjakannya Siwon, dia bisa makin seenaknya nanti"

"Appa!"

Siwon kembali tersenyum pelan, dalam keadaan seperti ini, Yesung-nya terlihat seperti anak kecil.

"baiklah Appa, aku akan lebih tegas terhadapnya setelah ini" ujar Siwon yang langsung dibalas dengan decakan kesal dari Yesung.

"sudahlah, cepat mandi sana dan ganti pakaianmu, maid pasti sudah hampir selesai menyajikan makan malam untuk kita" ujar Mr Kim menengahi.

Yesung tidak berkomentar apa apa setelah itu, ia langsung beranjak menuju kamar untuk mandi dan mengganti pakaiannya.

.

.

.

"Apa yang ingin Appa bicarakan dengan kami?" Tanya Yesung saat keluarga itu kini tengah menyantap hidangan makan malam mereka.

"ini soal pembicaraan kita dengan para pemegang saham minggu lalu, Siwon" Mr Kim justru menjawab pertanyaan putranya dengan fokus kepada Siwon, membuat Yesung mengerucutkan bibirnya kesal.

Jadi ini soal pekerjaan? Lalu kenapa harus melibatkannya?

"soal pembukaan cabang baru di London?" tanya Siwon memastikan.

"iya"

"jadi bagaimana? Appa sudah membuat keputusan? tadi pagi Tn Cha juga menghubungiku, beliau menanyakan soal kepastian pembukaan cabang di London tersebut"

"Appa sudah membuat keputusan dari semalam, sepertinya tidak buruk kalau kita membuka cabang disana, tapi Appa ingin kau mengadakan survey dulu kesana sebelum kita benar benar memutuskan untuk melanjutkan proyek ini atau tidak"

"aku siap kapanpun Appa menugaskan untuk mengadakan survey kesana"

"itulah yang ingin Appa diskusikan dengan kalian berdua malam ini, karena Appa ingin kau menetap disana selama lebih kurang dua minggu, untuk membuat pengamatanmu lebih akurat"

Mr Kim menghentikan ucapannya sejenak, ia melirik kearah purtanya yang masih asyik menyantap makanan di piringnya, sepertinya ia benar benar tidak tertarik sama sekali dalam pembicaraan ini.

"Yesung ah"

"ya?" Yesung mengangkat kepalanya dan menatap sang Appa.

"apa kau menyimak pembicaraan kami dari tadi?"

"ya Appa, aku mendengar semuanya, lalu apa hubungannya denganku? Kenapa kalian harus membicarakan soal pekerjaan di rumah, membosankan sekali, tau begini aku tidak akan pulang cepat"

"Yesung ah" kini giliran Siwon yang menegur istrinya.

"maaf" gumam Yesung pelan sambil melirik Siwon yang duduk disampingnya sekilas lalu kembali menatap sang Appa.

"aku mendengar dan menyimak semuanya Appa, perusahaan berencana membuka cabang baru di London, dan Siwon akan mengadakan survey kesana selama dua minggu, lalu peranku disini?" ulang Yesung dengan jelas, karena ia merasa benar benar tidak ada hubungannya dengan pembicaraan ini.

"Siwon akan menetap disana cukup lama, jadi apa kau ingin ikut dengannya ke London atau bersedia untuk di tinggal selama dua minggu?"

Oh

Rupanya Appanya merasa sedikit bersalah harus memisahkan pengantin baru seperti mereka dalam kurun waktu yang cukup lama?

Yesung tersunyum tipis, Appanya benar benar mengira mereka menjalani pernikahan ini secara sungguhan, walaupun ya pernikahan mereka sah secara hukum, namun kesepakatan antara dirnya dan Siwon masih berlaku, pernikahan ini hanya bersifat sementara dan tidak ada hubungan romantis diantara mereka, pernikahan ini mereka jalani layaknya seorang teman.

Walaupun belakangan ini keduanya secara sadar dan sengaja telah melanggar kesepakatan mereka dan keduanya sama sama menyukai hal tersebut, namun Yesung masih belum ingin mengakuinya.

Namun ide untuk ikut dengan Siwon ke London sepertinya juga tidak buruk, sudah lama juga ia tidak mengunjungi kota tersebut, hitung hitung sekalian liburan, ia mulai bosan terkurung cukup lama di Seoul.

Yesung baru kan menjawab bahwa ia ingin ikut sebelum Appanya kembali terlebih dulu berbicara.

"tapi akan lebih baik kau tidak ikut Yesung ah, kau hanya akan mmbuat konsentrasi Siwon pecah disana, belum lagi kalau kau kembali berulah, Siwon mempunyai misi yang sangat penting kesana, aku ingin dia benar benar fokus"

Yesung berdecak kesal mendengar ucapan sang Appa, dan ego kembali menguasai dirinya.

"aku memang tidak ingin ikut Appa, aku tidak tertarik dengan London" jawaban yang sangat berbanding terbalik dengan keinginan hatinya.

"baguslah, jadi kau bisa fokus untuk survey ini selama disana Siwon" Mr Kim kembali berbicara pada Siwon yang dari tadi hanya diam.

Sejujurnya ia ingin Yesung meminta untuk ikut dengannya, siapa tahu mereka bisa lebih dekat dan Yesung mau lebih terbuka lagi padanya, tapi Yesung sudah mengatakan bahwa ia tak ingin ikut, dan mertuanya sepertinya juga agak keberatan kalau Yesung ikut, jadi Siwon tidak punya pilihan lain selain menerima saja semuanya.

"baiklah, kapan aku harus berangkat kesana Appa?"

"lebih cepat lebih baik, apa kau bersedia kalau berangkat minggu depan?"

"tidak masalah, aku akan menyelesaikan semua pemeriksaan dokumen selama dua hari ini, dan akan mengancel semua jadwal rapat dalam dua minggu ke depan"

"kau tidak perlu mengkhawatirkan semua itu, aku akan mengurusnya selama kau tidak ada"

"terima kasih Appa"

"aku juga akan menugaskan Lee Donghae untuk ikut denganmu ke London"

Yesung langsung kembali mengangkat kepalanya begitu mendengar sang Appa menyebut nama Lee Donghae.

"kenapa Yesung ah?"

"a- ani, tidak ada apa apa" Yesung kembali pura pura sibuk dengan makan di piringnya, walau kini selera makannya sudah langsung menguap seketika.

Apa apaan Appanya? Ia melarang dirinya untuk ikut dengan Siwon namun justru menugaskan Lee Donghae untuk ikut dengan Siwon? apa Appanya sebuta itu mengenai hubungan Siwon dengan Donghae? Sebenarnya Appanya disini berpihak pada siapa? Bukankah ia sangat mengingnkan Siwon sebagai menantunya? Tapi kenapa sang Appa justru makin memberi peluang bagi Siwon untuk mempermainkannya?

"aku sudah kenyang, dan juga aku sangat lelah hari ini, aku mau ke kamar duluan untuk istirahat" ujar Yesung bangkit dari kursinya dan langsung menuju kamar, tanpa mempedulkan panggilan Appanya, ia terlalu kesal saat ini.

"biarkan saja Appa, mungkin Yesung memang kelelahan" Siwon kembali membela Yesung.

"anak itu selalu membuatku sakit kepala menghadapinya" keluh Mr Kim sambil mengusap pelan pelipisnya.

"Appa tidak usah terlalu memikirkan Yesung, aku akan menjaganya dengan baik, pelan pelan dia pasti akan berubah"

"terima kasih Siwon ah, Appa juga ingin beristirahat, Appa akan menginap disini malam ini"

"iya Appa, tadi aku sudah meminta maid untuk membereskan kamar Appa"

.

.

Siwon masuk ke kamar sekitar dua jam kemudian, ia menonton berita seputar ekonomi dan bisnis dulu diluar barusan.

"kau masih belum tidur?" tanya Siwon yang mendapati Yesung masih sibuk dengan hp nya sambil bersandar di kepala ranjang.

"Appa sudah pulang?" Yesung justru balik bertanya.

"Appa menginap disini"

"mwo?! Sekarang dia dimana?"

"di kamar sebelah"

"haizzz kenapa menginap segala" sungut Yesung tak suka.

"kenapa memangnya? Kenapa kau tak suka kalau Appa menginap?" tanya Siwon heran.

"tidak ada, aku mau tidur" Yesung meletakkan hpnya di meja nakas dan langsung merebahkan tubuhnya membelakangi Siwon.

"Yesung ah"

"Apa"

"kemarin kau kemana? Kenapa tidak pulang?"

"bukankah aku sudah memberitahumu? Aku ada acara dengan temanku"

"bukan karena sengaja ingin menghindariku kan?"

"..."

"jadi benar? Kau ingin menghindariku? kenapa? kau marah padaku?"

"tidak"

"lalu? Kenapa kau menghindar?"

"aku tidak menghindarimu Siwon, aku ada acara dengan teman temanku, sudahlah jangan bertanya lagi, aku sudah mengantuk"

Siwon yang dari tadi hanya duduk di pinggir ranjang akhirnya ikut merebahkan dirinya disamping Yesung.

Siwon kembali melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping Yesung seperti yang dilakukannya malam sebelumnya.

Yesung memilih untuk diam dan tidak berkomentar apa apa.

"kau benar tidak ingin ikut denganku ke London?" tanya Siwon pelan setelah cukup lama terdiam, dan Yesung juga tidak memberikan reaksi apa apa.

Yesung cukup terkejut mendengar pertanyaan Siwon, ia yang salah dengar atau dari nadanya Siwon memang memintanya untuk ikut dengannya? Kenapa? bukankah harusnya Siwon justru senang kalau ia tak ikut? Dengan begitu ia bisa benar memiliki waktu berdua dengan Donghae di London.

"kenapa?" tanya Yesung balik akhirnya.

"aku ingin kau ikut"

"kenapa?" Yesung mengulangi pertanyaan yang sama.

"apa aku perlu memberikan alasan untuk membawa istriku untuk ikut serta denganku saat aku bertugas di tempat yang jauh dan lama seperti ini?"

Yesung akhirnya membalikkan badannya menghadap Siwon, mencoba mencari keseriusan di mata teduh sang suami.

"ikutlah denganku" bisik Siwon pelan.

Yesung bisa merasakan hembusan nafas Siwon menerpa wajahnya, hangat dan menenangkan.

Sejanak ia memejamkan matanya sebelum akhirnya kembali menatap Siwon yang masih menatapnya, menunggu jawabannya.

"Appa melarangku untuk ikut" ujar Yesung akhirnya.

"Appa akan mengizinkannya kalau kau meminta untuk ikut"

"kenapa kau ingin aku ikut?" Yesung tidak bodoh tapi masih saja mengajukan pertanyaan yang sama.

Siwon menjawabnya dengan sebuah ciuman lembut.

"aku tidak ingin jauh darimu, aku ingin tetap bisa memelukmu seperti ini, menciumu seperti ini" bisik Siwon di sela sela kegiatannya menciumi wajah Yesung.

Yesung hanya diam dan memejamkan matanya, membiarkan Siwon memanjakannya.

Menikmati setiap sentuhan lembut bibir Siwon di dahinya, kedua kelopak matanya, kedua pipinya, dagunya, dan Yesung membuka mulutnya dengan suka rela saat merasakan Siwon kembali singgah di bibirnya.

Siwon menjelajahi setiap inchi rongga mulut Yesung, menghisap lidah Yesung dengan lembut, menghasilkan desahan pelan dari si manis.

Siwon melepaskan tautan lidahnya dengan Yesung saat merasakan istrinya tersebut mulai kehabisan nafas.

Siwon tersenyum lembut melihat Yesung yang masih memejamkan matanya sambil berusaha menghirup oksigen sebanyak banyaknya, ini adalah pemandangan terindah yang pernah dilihatnya.

Yesung baru kembali membuka matanya saat pernafasannya sudah mulai kembali stabil, matanya langsung bertabrakan dengan tatapan dan senyum lembut Siwon.

"beautiful"

Komen pendek namun sarat akan ketulusan tersebut sukses mengantarkan getaran hebat ke hati Yesung dan juga semburat merah terlihat jelas di kedua pipi chubby miliknya.

Ia sudah mendengar pujian seperti ini ribuan kali dari orang orang diluar sana sebelumnya, namun pujian yang biberikan Siwon terasa berbeda, dan ia sangat menyukainya.

Perlahan tangan mungil Yesung bergerak naik membelai wajah tampan suaminya, mata keduanya saling bertatapan lembut, dan entah keduanya menyadari atau tidak, cinta dan ketulusan jelas terpancar dari mata mereka.

"kiss me" bisik Siwon pelan.

Dan Yesung tidak perlu membuat Siwon mengulangi perintahnya hingga dua kali, karena ia langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Siwon setelahnya.

Sekali lagi keduanya terlarut dalam ciuman panjang yang memabukkan, dan untuk kali ini Siwon membiarkan Yesung yang mendominasi.

Yesung melepaskan tautan bibirnya dengan Siwon saat merasakan tangan suaminya mulai nakal dan meraba perut rata miliknya, dengan gelengan kepala lembut ia menatap Siwon dan menjauhkan tangan Siwon dari perutnya, ia masih belum siap untuk ketahap ini.

"kenapa?" Siwon terlihat sedikit kecewa.

"kau sudah melanggar kesepakatan kita terlalu jauh, Siwon" jawab Yesung, walau kini ia tak lagi berani menatap kedua mata Siwon, ia mendadak merasa sangat malu.

"arraso, mianhae" Siwon mencoba mengerti, ia tak boleh terburu buru dan memaksa Yesung, ia harus sabar menunggu sampai Yesung benar benar siap dan bisa sepenuhnya menerimanya.

"tidurlah, ini sudah malam" ujar Siwon sambil menyandarkan kepala Yesung di dadanya, dan mendekap Yesung dengan erat.

Yesung menyamankan diri dalam pelukan Siwon, namun ia masih belum bisa memejamkan matanya, masih ada yang menganggu pikirannya, kenapa Siwon bersikap seperti ini terhadapnya, dan ia tak ingin lagi memendamnya sendiri.

"kau serius ingin mengajakku ikut ke London?" tanya Yesung walau tak terlalu jelas, karna ia membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon, beruntung Siwon masih bisa mendengar semuanya.

"tentu saja, bicaralah dengan Appa besok"

"apa aku tak akan menganggumu dengan Donghae?" Yesung menggigit bibirnya setelah mengajukan pertanyaan ini, rasanya sangat sakit, namun ia harus membahas semuanya sekarang.

"kenapa mengganggu? Donghae sama sekali tidak akan keberatan kalau kau ikut" jawab Siwon lugas, sama sekali tidak tahu kalau Yesung bermaksud lain dari pertanyaannya.

Yesung mencengkram kaos Siwon dengan erat begitu mendengar jawaban Siwon. Siwon menjawab pertanyaannya dengan begitu santai dan gamblang?

Siwon benar benar tidak berniat menyembunykan hubungannya dengan Donghae darinya? karena itukah selama ini Siwon santai saja dengan handphone couple serta menggunakan wallpapaer yang sama di hadapan Yesung?

Mereka memang telah sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing masing, termasuk kalau keduanya menemukan orang yang mereka cintai, mereka akan mengakhiri pernikahan ini baik baik kalau keadaan perusahaan sudah kembali stabil seperti biasa.

Dan ternyata dari awal Siwon sudah memiliki orang yang ia cintai dan hanya menunggu dirinya untuk menemukan orang yang ia cintai? Lalu kenapa Siwon bersikap sangat manis dan baik terhadapnya? Apa Siwon iangin menjebaknya dalam pernikahan ini? Rasanya Yesung ingin menangis saat ini.

"hei, kau kenapa?" tanya Siwon merasakan Yesung mencengkran kaosnya dengan erat, dan bahunya sedikit bergetar.

"Yesung ah? K- kau kenapa? apa kau menangis?" Siwon mulai terlihat panik, ia berusaha mengangkat wajah Yesung untuk menatapnya, namun Yesung makin erat memeluk Siwon dan makin membenamkan wajahnya di dada Siwon.

"aniyo, aku tidak apa apa, aku ingin tidur" jawab Yesung berusaha meredam air matanya, ia tidak ingin Siwon melihatnya menangis, ia akan terlihat sangat menyedihkan.

Siwon akhirnya tidak lagi memaksa untuk melihat wajah Yesung, tangannya kini membelai lembut punggung istrinya, berusaha menyalurkan ketenangan lewat belaian lembut itu.

Siwon benar benar tidak mengerti dengan mood swing istrinya, sebentar ia akan jadi sangat jutek dan pemarah, menit berikutnya ia akan berubah sangat manja, dan menit selanjutnya lagi ia akan berubah menjadi cengeng dan menangis tidak jelas seperti ini.

Siwon mendadak teringat ucapan Donghae tadi siang, jangan jangan Yesung memang tengah hamil?

Dengan cepat Siwon menggeleng menyadari pemikiran gilanya, Yesung itu seorang namja, mana mungkin ia bisa hamil? Lagipula mereka belum pernah melakukannya sebelumnya, atau Yesung-

Ah sudahlah, ia tidak ingin makin berpikaran macam macam, ia kembali fokus membelai punggung Yesung dengan lembut sambil sesekali menciumi rambut hitam legam istrinya.

Sementara Yesung masih dalam tangisan diamnya, ia sangat menyukai setiap perlakuan Siwon terhadap dirinya, namun mengingat Siwon melakukan semua itu hanya untuk mempermainkan perasannya, membuat Yesung merasa benar benar sakit.

Sekali lagi kesalahpahaman terjadi.

Entahlah siapa yang harus disalahkan disini.

Haruskah kita menyalahkan Yesung yang terlalu cepat dan dengan sok tahu mengambil kesimpulan sendiri?

Atau ini salah Siwon yang terlalu tidak peka dan menjadi oblivious dengan kecemburuan istrinya?

Ataukah haruskah kita menyalahkan Donghae disini yang menjadi sumber kesalahpahaman itu? Namun salahkan Donghae?

Entahlah, biarkan waktu yang menjawab semuanya.

.

.

.

.

.

=to be continued...=

.

.

Hai haiii akhirnya chapter 13 jadi juga, lama yah? Hehe

Lily lagi sibuk banget akhir akhir ini readerdeul, jadi susah luangin waktu buat nulis, ditambah semi writers block juga sih XD

Lily harap masih tetap pada suka yaa, dan lily tunggu review dari kalian seperti biasa,

Makasih untuk semua review yang udah masuk di chapter kemarin, satu satunya penyemangat yang bikin lily bela belain nyuri nyuri waktu buat nulis dan juga ngelawan writers block dengan sekuat tenaga *halah XD*

See you on next chapter~~