Nonplus
"Aku mohon bantuan kalian."
Seluruhnya terdiam.
"Tapi, memangnya boleh mengganti alur cerita begitu saja? Lalu nanti team property bagaimana?" tanya Luhan.
Jongdae menghela napasnya kasar.
"Sudah, ikuti saja omonganku. Segala urusan property dan lain – lain aku yang tangani."
Baekhyun mengangguk pelan.
Oh.
Sialan.
"Eum, cek, cek. Siang semuanya–"
Jongdae terbatuk pelan.
"–Aku Jongdae, sutradara dari kelas yang akan membawakan drama Little –ekhem Red Riding Hood. Namun, bukan seperti cerita yang biasa kalian dengar, kelas kami menampilkan cerita dari sudut pandang berbeda! Jadi, untuk semuanya, selamat menyaksikan!"
Setelah itu tepuk tangan terdengar.
Deguban jantung Baekhyun juga bertempo semakin cepat.
Kini masuklah Xiumin ke dalam panggung.
"Anakku! Kemarilah! Tolong bantu ibu!"
Baekhyun mengambil napas lalu menghembuskannya perlahan.
Ia takut, okai?
Kemudian Baekhyun masuk dengan jubah kuningnya.
Penonton mulai ramai mempertanyakan jubah kuning yang dipakai Baekhyun.
"Ada apa ibu?"
Baekhyun berusaha menutupi kegugupannya.
Xiumin dengan segera memberi keranjang berisi roti sungguhan pada Baekhyun.
"Sudah lama kamu belum menjenguk nenek semenjak kejadian itu. Sekarang, berikanlah roti hangat ini padanya."
Lalu panggung berubah menjadi gelap.
Xiumin keluar panggung.
Meninggalkan Baekhyun di tengahnya dan latar yang sudah berganti di lcd panel menjadi pemandangan hutan.
"O-oh. Betapa aku takut untuk ke rumah nenek. Aku takut–"
Ugh.
Sialan.
Baekhyun lupa dialog dadakan yang tadi sudah diatur Jongdae.
Otaknya tersesat mencari kalimat yang harus ia ucapkan.
"Kamu takut akan serigala seperti waktu yang lalu, kan? Sudahlah. Ayahku sudah tiada karenamu."
Ia diselamatkan oleh Chanyeol yang masuk tiba – tiba ke panggung dengan kostum pangerannya.
Seketika, otaknya kembali menemukan jalan yang benar.
"Kamu siapa?!"
Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun.
"Aku anak dari serigala yang waktu itu ditangkap dan dibunuh olehmu!"
Baekhyun turut maju ke arah Chanyeol, "Tapi kaummu memakan nenekku dan hendak memakan aku!"
Lalu Chanyeol membekap Baekhyun lalu menariknya keluar panggung.
Seluruh audience ricuh mempertanyakan alur ceritanya.
Ada yang menebak.
Ada yang memprotes.
Ada juga yang memuji.
Panggung kembali menghitam.
Lalu muncul Baekhyun kembali di tengah panggung dalam keadaan tidur di kasur yang sudah disediakan.
Sebenarnya property bekas dari drama Cinderella.
Duh.
Seluruh penonton kembali terdiam dan fokus terhadap apa yang terjadi di panggung itu.
"Bangun!"
Chanyeol kembali masuk ke dalam panggung.
Sesuai instruksi, Baekhyun bangun.
"Kau anak serigala itu, kan?!"
"Kamu, penyebab kematian ayahku! Asal kamu tahu, ayahku bukanlah sepenuhnya serigala!"
Baekhyun mengernyitkan keningnya.
"Maksudmu apa?"
Chanyeol mendengus.
"Ayahku terkena kutukan karena mengusir penyihir yang mampir di rumahku. Penyihir itu memberi kutukan, bagi ayah dan keturunannya, akan berubah menjadi serigala dan akan mati bila tidak menemukan cinta sejati sampai kelopak mawar terakhir jatuh."
"Lalu kenapa ia memakan nenekku?!"
"Ayahku saat itu sedang mabuk sebab ibuku meninggalkannya karena wujudnya menjadi serigala."
Baekhyun segera berdiri dari kasurnya.
"Jadi, apa maumu? Apa kau akan membunuhku?"
Chanyeol tertawa.
"Tidak, aku tidak ingin kau langsung mati begitu saja! Kau akan dijadikan pembantu di sini, menggantikan keluargaku untuk mengurusku!"
Kemudian Chanyeol memerintah Baekhyun.
Hanya suaranya saja, karena panggung benar benar gelap.
Latar pun menghitam.
"Kerudung kuning! Tolong buatkan aku makan malam!"
"Baik tuan."
"Kerudung kuning, tolong bacakan aku cerita sebelum tidur!"
"Huft, baik tuan!"
Setelah itu lampu sorot muncul ditujukan pada properti bunga mawar berkelopak satu.
–bekas kelas yang membawakan drama Aurora– dan diletakan dalam toples kaca.
Serta Luhan yang masuk ke dalam panggung.
Riasan keriputnya masih ada.
Tapi kostumnya kini berubah menjadi gaun hitam yang memiliki tudung.
"Wahai kalian keluarga yang sombong! Terkutuklah kalian karena mengusirku hanya karena meminta satu buah apel! Kau serta keturunanmu akan menjadi serigala dan hingga kelopak mawar ini habis tak tersisa, kau akan mati! Kutukan itu hanya bisa disembuhkan dengan cinta yang abadi. Cinta yang sejati!"
Setelah itu Luhan keluar.
Kemudian Chanyeol kembali masuk sendirian.
Lampu menyorot Chanyeol.
Seluruh penonton terdiam.
Kecuali hati Baekhyun yang sudah berteriak mengagumi.
"Oh, kapan aku bisa bertemu cinta sejatiku?"
Chanyeol kemudian mengambil bunga yang hanya tinggal tersisa satu kelopak dari dalam toples.
"Bahkan ibuku saja bukan cinta sejati ayahku," Chanyeol jatuh terduduk. "Lalu siapakah cinta sejatiku?"
Ketika Chanyeol mulai goyah hingga akan terjatuh,
Baekhyun di dorong masuk oleh Jongdae.
Sungguh.
Baekhyun tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Jongdae di pinggir panggung memberi sinyal dengan gerakan seperti memeluk dan bibirnya yang dimonyongkan.
Oh.
Masa sih Baekhyun harus mencium Chanyeol?
Masa bodoh dengan instruksi Jongdae.
"Tuan serigala, ada apa gerangan?"
Kemudian Baekhyun melihat Chanyeol memandangnya aneh.
Duh.
Pasti Baekhyun salah.
Ia sungguh lupa akan alur, dialog, blocking, atau apapun itu.
"Eum, maksudku–"
"Yah! Tolong aku! ARRGGHH!"
Seluruh penonton kaget.
Tidak hanya penonton kok, Baekhyun juga kaget.
"Apa ada yang sakit?"
Tidak, ini bukan acting.
Baekhyun sungguhan peduli terhadap Chanyeol.
"ARGGH!"
Chanyeol masih saja menggeram.
Akhirnya Baekhyun datang dan memeluk Chanyeol.
"Tolong! Ia sungguh kesakitan! TOLONG!"
Menggunakan suaranya yang melengking untuk meneriakan tolong pada teman – teman di pinggir panggung.
Juga pada para penonton.
Air matanya mulai jatuh.
Baekhyun sungguh ketakutan.
Tapi kemudian Chanyeol memegang dagu Baekhyun.
Mengelus pipi kanan Baekhyun.
Lalu mengecup tangannya yang menempel pada pipi Baekhyun.
Kalau dilihat dari pandangan penonton, itu seperti saling mencium.
Ugh.
Chanyeol melepaskan kecupannya pada telapak tangannya sendiri.
Memandang Baekhyun yang masih terdiam.
"Meski kelopak terakhir ini jatuh, aku masih tetap hidup. Terimakasih atas cintamu padaku."
Lalu latar lcd kembali menyala dan menampilkan setangkai mawar.
Dengan satu mahkota bunganya jatuh lalu menghilang.
Chanyeol mengajak Baekhyun berdiri.
Baekhyun ingat akan adegan ini.
Adegan terakhir yang dirancang Jongdae lima menit sebelum tampil.
Kerudung kuning berdansa bersama tuan serigala.
Semua penonton bertepuk tangan.
Kaki Baekhyun masih lemas dituntun Chanyeol untuk bergerak mengikuti ritme.
Jongdae meloncat girang di pinggir panggung karena dramanya sukses.
Hati Baekhyun juga turut meloncat kesenangan tidak bisa diam ketika Chanyeol memandangnya dalam.
Ini adalah hari yang tak terlupakan bagi Baekhyun.
