Title

Cause You are my star

Author

KittyJihoon

Rate

T

Length

Chaptered

Cast

All member SEVENTEEN, Jang Doyoon, Lee Jinki, Kim Kibum, Min Yoongi, Park Jimin

Main pairing(s)

SOONHOON or JICHEOL or DOCHEOL

Pairing(s)

Onkey, Yoonmin, Meanie, Jihan, Verkwan

Genre

Humor, Romance, Family, Friendship, ANGST!

Warning

Typo(s) perhaps would get you confused because I do not have many times to re-edit this one and perhaps it would get you bored and fall to sleep. So, beware! :D

Disclaimer

This fanfict is mine but casts are creatures who created by God through their parents

P.S

Dicerita ini Jihoon bukan member seventeen dan digantikan sama Doyoon

.

.

.

Sekali lagi bintang dan bulan menampakkan dirinya di malam ini. Begitu juga dengan mereka, mereka berbaikkan, bertengkar dan sekarang sudah bersatu, bintang dan bulan inilah yang menjadi saksi bisu perjalanan cinta mereka.

Dimana ada bulan pasti ada bintang yang selalu menemaninya.
Dimana ada jihoon pasti ada soonyoung yang selalu menjaganya, mengawasinya dan menemaninya.

.

.

.

HAPPY READING!

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 14++++++++++++++++++++++

.

.

.

"Choi seungcheol!"

Merasa terpanggil, lelaki yang sedang menunduk itu mendongak dan terkejut saat melihat doyoon sudah berlutut dihadapannya dengan kedua tangannya bertumpu di kedua pahanya.

"A-a-apa yang kau lakukan?"

Doyoon hanya tersenyum sangat manis "kau choi seungcheol kan? Leader seventeen?! Aku penggemar beratmu!"

Lelaki yang berumur lebih muda beberapa hari dengannya, hanya bisa terdiam sejenak. "Ne, aku choi seungcheol. Tapi bisakah kau memanggilku scoups saja?" Gumamnya sambil tertawa pelan.

"Scoups-sii? Aigo aku lebih suka memanggilmu dengan seungcheol saja"

"Khusus untukmu, kau boleh memanggilku apa saja"

Mata doyoon berbinar-binar "benarkah?" Dan seungcheol hanya membalas dengan anggukan.

"Kau tak membawa apapun? Kau tau kan seorang penggemar pasti membawa pena dan kertas"

"Aku tak mempunyai itu seungcheol-sii tapi bolehkah aku meminta sesuatu darimu?"

Seungcheol menelengkan kepalanya, tersenyum dan menaikkan kedua alisnya. Doyoon melihat itu seakan ingin meninju lelaki itu, perlakuannya sungguh manis sekali.

"Apa permintaanmu?"

"Aku hanya ingin memelukmu saja"

Seungcheol tersenyum lebar "itu gampang" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya. Tanpa bertanya lagi, doyoon langsung menghambur memeluk seungcheol. Erat.

"Apa yang kau lakukan tadi, aku bangga padamu cheol-ah" bisiknya lirih namun seungcheol masih bisa mendengarnya.

"Itu harus aku lakukan doyoon-ie. Sekarang aku bahagia melihat jihoon dan soonyoung bersatu" ujarnya sambil mengelus rambut doyoon.

Doyoon tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke permukaan dada orang yang ia cintai, untuk sehari ini aja, ia melakukan ini. Sementara seungcheol sangat menikmati waktunya bersama doyoon. Apa yang ada di hatinya, ia sudah yakin sekarang.

Cukup berapa lama mereka berpelukkan, akhirnya doyoon terlebih dahulu melepas pelukkannya. Mereka berdua bertatapan sangat dalam sampai doyoon memberanikan diri untuk menangkup pipi lelaki itu dengan kedua tangannya.

"Seungcheol-ah kau yang terbaik"

Setelah mendengar itu, lelaki itu hanya menjawil hidung doyoon pelan "itu juga karena dirimu. Terima kasih"

"Bukan karena diriku tapi hatimu yang sudah bisa menerima"

Seungcheol tertawa "iya doyoon-ie" entah kenapa ia selalu bisa mengalah dengan doyoon. Apa ini kelemahannya?

"Aku senang kau bisa tertawa kembali, kau sangat jelek kalau merengut seperti tidak diberi makan 1 bulan"

"Yak! Doyoon-ah apa yang kau bilang? Ehhh jangan lari!"

Seungcheol bangkit, merasa tak terima. Ia berlari mengejar doyoon. "Ampuni aku hulk coups"

"Yak! Panggilan apa itu! Sini jangan lari!"

Dan berakhirlah mereka berdua kejar-kejaran di malam hari seperti ini. Biarlah mereka berdua melupakan masalah sejenak.

.

.

.

"Sudah harus pergi ya?" ucap soonyoung berat hati saat melihat manager sudah datang dan masuk ke dalam mobil.

Jika boleh, ia ingin menahan jihoon tetap berada disini, namun ia tidak mempunyai hak untuk mengambil keputusan itu.

"Aku pasti akan sering menghubungimu jihoon-ie"

"Call"

"Jaga dirimu disana, kalau ada waktu aku akan ke rumahmu jihoon-ie"

Soonyoung tersenyum lalu mengecup dahinya sangat lama, hingga mata jihoon terpejam, nampak sangat menikmati. Jantungnya semakin berdebar saja, saat ciuman itu perlahan turun ke hidung kecilnya, kedua pipi chubbynya, dan berhenti di bibir mungilnya, melumat lembut bibir itu sebelum melepasnya. Sampai akhirnya benar-benar lepas mengingat sudah waktunya jihoon harus pergi.

"Aku akan sangat merindukanmu jihoon-ie"

Tersenyum manis sambil mengacak rambut jihoon, dan kembali memeluk tubuh jihoon, ah belum pergi saja, lelaki bermata sipit ini sudah merindukan lelaki mungil itu.

"Aku juga soonyoung-ie"

Melepas pelukan soonyoung dan mengecup bibir kekasihnya singkat, melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil.

Soonyoung tak lepas memperhatikan lelaki mungil itu sampai benar-benar mobil sudah menghilang dari pandangannya. Ia tersenyum, ia sangat bahagia malam hari.

Saranghae lee jihoon

.

.

.

"Ey lihat siapa yang baru saja jadian?" ejek seokmin saat menyadari soonyoung sudah masuk ke dalam dorm.

Soonyoung memberikan cengiran khasnya kepada semua member dan membuat sebagian dari mereka bergedik geli melihatnya.

"Dan siapa yang tidak mau mendengar penjelasan dan main hakim sendiri?"

Sindir seseorang yang berada di ujung sana, siapa lagi kalau bukan junghan. Namun sindiran halus itu disertai dengan senyuman tulus dari junghan.

"Maafkan aku hyung" ucap soonyoung yang masih tersenyum.

"Apa jihoon sudah pulang?"

"Iya wonwoo"

"Baru saja dia pergi, aku sudah merindukan jihoon hyung"

"Kau benar mingyu hyung, aku juga merindukan lelaki mungil itu" ucap chan dengan polosnya

"Aku yakin kalau jihoon mendengar ini, kau akan menerima grand piano atau gitar dari jihoon"

"Aku tidak takut hyung dan dia juga sudah pergi"

"Lee chan?!"

Deg! Suara itu!

Chan baru sadar bahwa soonyoung hyungnya sudah menjadi kekasih resmi lee jihoon. Chan menelan ludah, ia melihat soonyoung berjalan mendekatinya, merangkulnya dengan sedikit kasar. Namun tetap tersenyum.

"Kau bilang apa tadi hmm?"

"A-aniyo hyung a-a-aku hanya bercanda tadi hehe"

"Jangan mengejek jihoon-ku lagi, cuma aku yang bisa memanggilnya mungil. Kau mengerti?" Ancamnya sambil berbisik

Chan terlihat gugup, seketika ia beranjak, berlari dan masuk ke dalam kamar. "Ampuni aku soonyoung-ie hyung" soonyoung tertawa keras sukses membuat maknae seventeen ketakutan.

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 14++++++++++++++++++++++

Mansae~ Mansae~ Mansae~ Yeah

Jihoon berdecak kesal, handphonenya sudah berkali-kali berbunyi sepagi ini! Siapa yang menghubunginya sepagi ini? Apa dia tidak tau cara sopan santun?

Jihoon membiarkan handphonenya begitu saja, ia lebih baik melanjutkan tidur. Namun, lagi dan lagi handphone berwarna putih itu berbunyi kembali. Dengan kasar, ia mengambil dan menekan kasar.

"YAK! APA KAU TIDAK MEMPUNYAI SOPAN SANTUN?!"

Kalian pasti mengira si penelpon akan terkejut mendengar makian manis dari seorang lee jihoon? Salah, perkiraan kalian salah, si penelpon justru tersenyum mendengarnya.

"Akhirnya kau bangun jihoon-ie"

"Eh?" Jihoon terkejut "soonyoung-ie?" Ucapnya melembut

"Selamat pagi My Kwon"

Jihoon merona mendengar sebutan itu tapi jihoon tetaplah jihoon, ia masih sok bersikap tsundere dan hanya mengucap "Pagi"

"Kau lihat jam berapa sekarang? Aku capek menghubungimu sampai kau terbangun. Aigo kau tidak pernah berubah jihoon-ie, tapi tak masalah aku masih mencintaimu"

Jihoon hanya bisa tersenyum mendengar ocehan kekasihnya. Tak bisa ia bayangkan wajah omelan soonyoung, pasti sangatlah lucu.

"Lee jihoon?"

"Ya?"

"Aku sangat merindukanmu"

"Aku juga soonyoung-ie"

Hening

Tak ada satu pun dari mereka mau memulai percakapan kembali, sibuk dengan dunianya sendiri. Jihoon menggigit bibirnya, menunggu soonyoung untuk berbicara. Namun, sang empu tak kunjung berbicara.

"Young-ie? Kau masih disana?"

Soonyoung tersenyum "young-ie? Panggilan yang bagus kekeke"

"Young-ie?"

"Hmmm?"

"Aku mencintaimu"

Kali ini lelaki sipit itu tersenyum sangat lebar memperlihatkan giginya yang rapi dan matanya sampai tak bisa melihat lagi.

"Aku lebih mencintaimu jihoon-ie"

Aku bahagia telah memilikimu

.

.

.

Sudah satu jam yoongi dan jimin berada di cafe. Sambil melirik jam tangan yang berada di tangan kirinya, yoongi menghembuskan nafasnya dengan gusar, sedangkan jimin hanya tertawa geli melihat kekasihnya yang sudah mati kebosanan.

"Maaf aku telat"

"Suara itu! Cih datar sekali apa dia tak bisa meminta maaf dengan tulus? Dan ekspresinya? Ayolah bisakah kau menunjukkan wajah yang menyesal? Bukan wajah tanpa dosa seperti itu?"

Tak henti-hentinya yoongi mengeluarkan kata keramatnya di dalam hati. Ia masih punya hati untuk tidak mengucapkan secara langsung, takut melukai perasaan lelaki mungil yang berada dihadapannya. Walaupun ia ingin.

"Tak apa jihoon-ie duduklah"

"Kalian lama menungguku?"

"Ya tapi tak masalah. Senang melihatmu kembali jihoon-ie"

Jihoon tersenyum tulus kearah jimin, ya jimin selalu mengerti dirinya dalam masalah ketelatan. Ia takkan mengeluh dan setia menunggunya.

"Apa kau baik-baik saja disana jihoon-ie? Selama permasalahan itu?"

"Lebih dari itu"

"Maksudmu?"

Jihoon ingin membalas namun yoongi yang sedari tadi diam malah menjawab pertanyaan dari kekasihnya.

"Permasalahan sudah selesai kan? Dan sepertinya kau sudah mendapatkan lelaki bermata sipit itu, apa aku benar?"

"Dari mana kau tau hyung?!" Ucap jihoon terkejut

"Ucapan seorang min yoongi takkan pernah salah HAHAHA"

Yoongi dengan bangganya berkata seperti itu dan tertawa keras sampai seluruh pengunjung melihat kearah meja mereka.

Risih, yoongi menghentikan tawanya dan membungkuk maaf ke pengunjung atas sikapnya. Jimin dan jihoon hanya bisa menyembunyikan tawa mereka, takut lelaki itu akan marah besar.

"Jadi kau sekarang sudah menjadi kekasih soonyoung?"

"Ya jimin"

Semburat merah jambu langsung muncul di wajah putih mulusnya, terlihat sangat manis sekali dimata kedua sahabatnya.

"Jihoon boleh aku meminjam handphone mu sebentar?"

Lelaki mungil menatapnya sebentar "Boleh hyung" dan mengeluarkan benda berwarna putih.

Tanpa ragu, ia mengambil dan sibuk melakukan sesuatu dengan handphonenya. Jihoon mengkerutkan keningnya, sebenarnya yoongi sedang mencari apa di handphonenya.

Tak lama benda berwarna putih itu sudah berada di telinganya, ia sedang menghubungi seseorang namun jihoon tidak tau siapa yang dihubungi olehnya.

"..."

"Aku bukan jihoon, ini aku yoongi"

"..."

"Tidak, aku hanya ingin mengucapkan selamat untukmu dan jihoon"

"..."

Jihoon mendengar dan seketika menunduk. Ternyata lelaki yang mirip dengannya sedang menghubungi soonyoung -kekasihnya.

"Soonyoung aku ingin bicara serius"

"..."

Yoongi menatap lelaki mungil sambil tersenyum "kau jaga jihoon dengan baik, jangan membuat dirinya menangis lagi"

Soonyoung hanya bisa diam membisu, mendengar perkataan lelaki yang lebih tua beberapa tahun darinya.

"Dia sudah ku anggap seperti adik kandungku, dia keras kepala dan tidak bisa dikasari, ku harap kau bisa pahami dirinya. Tapi ingat satu hal, dia kasar tapi jauh dilubuk hatinya jihoon berhati malaikat. Jangan salah paham dengan sikapnya. Kau mengerti soonyoung?"

"..."

"Dan dia sangat mencintaimu, terlihat jelas dari matanya"

Seluruh wajah jihoon sudah merah padam, sampai ke telinga. Sampai Jihoon tak bisa merasakan lagi hawa dingin AC yang berada di cafe.

"Tolong jaga dia dan ingat pesanku"

"..."

"Ya aku tutup sekarang"

Yoongi mengakhiri sambungannya, melirik lagi dan lelaki mungil itu masih menenggelamkan wajahnya mungkin karena efek malu.

"Jihoon-ie?" Merasa terpanggil, akhirnya ia mendongak dan melihat yoongi tersenyum sangat tulus kepadanya dan kemudian mengembalikan handphone ke pemilik aslinya.

"Dia bilang dia juga sangat mencintaimu jihoon-ie"

Blush

Sudah dipastikan wajahnya merah padam lagi akibat ulah yoongi.

.

.

.

Soonyoung harus mengakhiri sambungan ketika merasa terganggu kebisingan yang telah diciptakan di ruangan tengah dorm mereka.

"Yoongi hyung sudah dulu ya"

Lalu beranjak pergi dari kasurnya, ia tak langsung keluar begitu saja. Ia mengintip. Ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia bisa melihat seungkwan dan doyoon sedang beradu mulut, bukan, mereka tidak bertengkar. Hanya saja seungkwan sedang menyindir pedas ke doyoon.

Tunggu, dimana yang lain? Dan dimana seungcheol? Jika kejadian seperti ini terjadi, seungcheol selalu melerai dan memberi nasihat namun tidak untuk kali ini, soonyoung tak melihat batang hidungnya.

"Apa rencanamu hyung?"

"Kau membenci jihoon hyung bukan?-"

"-Karena seungcheol hyung mencintai jihoon hyung?"

"Apa maksudmu?!"

"Aku tau semua hyung jangan menutupinya lagi, aku memang diam saja sampai jihoon hyung pergi dari sini, karena aku tak ingin melukai perasaannya. Tapi aku tidak tahan lagi!"

"Kau sedang bicara apa ah?!"

Seungkwan tertawa sinis, sedang bicara apa katanya? Ia tau semua niat busuk seseorang yang sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri.

"Aku tak menyangka kau begitu hyung, walaupun begitu aku senang jihoon hyung menang darimu dari segala hal"

Soonyoung tak mengerti perbincangan mereka berdua. Sungguh. Niat busuk? Jihoon menang? Membenci jihoon? Apa maksudnya?

"Apa yang kau ketahui seungkwan!"

"SEGALANYA"

"Bukti apa yang kau dapat?! Kau tak bisa menuduhku sembarangan!"

"Bukti? Hanya kau yang bisa membongkarnya"

Doyoon meremas rambutnya dengan frustasi, sungguh ia tak mengerti. Apa yang sedang terjadi dengan seungkwan? Ia memang membenci jihoon tapi itu dulu setelah seungcheol menyadarkannya.

"Kenapa kau membenci jihoon hyung?"

"Dan kenapa kau selalu menuduh jihoon hyung yang tidak-tidak kepada member yang lain"

"Untuk apa kau melakukan ini? Apa salah dia hyung?"

Seungkwan memilih untuk terdiam terlebih dahulu, ia menatap doyoon. Ia sudah muak dengan raut wajah palsu itu. Sedangkan soonyoung yang berada di dalam kamar merasa bingung, marah, kecewa, walaupun ia tak tau kejadian yang sebenarnya.

"Apa kau mencintai seungcheol hyung?"

"..."

"Aku benar?"

"..."

"Jangan diam saja hyung! Jawab pertanyaanku! Kau mencintai seungcheol hyung?"

"IYA! IYA SEUNGKWAN IYA! AKU SANGAT MENCINTAINYA! DAN APA YANG TELAH KAU UCAPKAN SEMUA SALAH! AKU TAK PERNAH BEGITU! KAU SALAH MENUDUHKU! TAPI PERTANYAANMU TERAKHIR, IYA AKU MEMANG MENCINTAINYA"

Dengan satu tarikan nafas, dengan lantangnya doyoon berkata seperti itu kepada seungkwan. Soonyoung yang berada di dalam kamar membesarkan kedua bola matanya.

"Doyoon?"

Seketika tubuhnya tak bisa ia gerakan, kaku untuk bergerak. Suara itu, suara yang berhasil membuat doyoon menjadi seperti ini.

"Seungcheol?" Ucapnya sangat lirih

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 14++++++++++++++++++++++

"Doyoon? Eh kau mau pergi kemana?!"

Pertanyaan itu tidak digubrisnya, ia berlalu begitu saja, meninggalkan seungcheol dan seungkwan. Meninggalkan tanda tanya di hati seungcheol, apa benar ucapan doyoon? Ucapan selama ini dia sangat mencintainya.

Setelah sekian detik ia memikirkan itu, dengan tatapan tajam seungcheol melirik seungkwan yang sedari diam saja. Ia tak menyangka, lelaki yang mempunyai suara indah tersebut mampu menuduh dan melukai perasaan membernya sendiri.

"Apa kau sadar dengan ucapanmu seungkwan?"

Hening, jika sudah begini seungkwan tak mampu untuk berkata.

"Jelaskan padaku seungkwan?!"

Pertanyaan kedua ia juga tak mampu membuka mulutnya.

"KENAPA KAU MENUDUHNYA BOO SEUNGKWAN?!"

Pertanyaan ketiga sukses membuat seungkwan mati ketakutan, ia menggigit bibirnya, matanya sudah berkaca-kaca. Dan sekarang dirinya hanya butuh hansol-nya, ya hansol-nya.

Sementara seungcheol bergeming dan mengutuk dirinya karena sudah membentak lelaki di depannya, seharusnya ia tak boleh seperti ini.

"Boo? Dengar maafkan hyung, a-a-aku salah sudah membentakmu"

"T-t-tak apa hyung, maaf aku mau ke kamarku dulu"

Seungcheol meremas rambutnya ketika ia sudah tak melihat lelaki itu di hadapannya lagi, menghela nafas sebentar lalu pergi kembali untuk mencari doyoon.

.

.

.

"Seungkwan? Kau baik-baik saja?"

Soonyoung hati-hati mendekati lelaki itu yang masih terdiam. Seungkwan mengangguk, tersenyum kikuk layaknya pencuri yang tertangkap basah.

"Aku sudah mendengar semua, ada apa dengan dirimu eum?"

Butuh waktu yang lama soonyoung menunggu jawaban, dan akhirnya lelaki bertubuh bulat itu mau menjawab, setidaknya ia ingin seungkwan mau membagi kekesalan kepada dirinya.

"Aku yakin kau bakal tak percaya hyung, tapi doyoon hyung yang sekarang benar-benar berubah. Aku tidak menuduhnya tapi kenyataannya dia sering menjelekkan jihoon hyung dan ..."

"Dan apa seungkwan-ie?"

"Aku tak ingin mengatakannya hyung, aku selalu berkata kepada diriku sendiri, ini tidak mungkin terjadi. Aku belum siap menerima ini! Anggap aku salah paham hyung tapi kemungkinan buruk akan terjadi"

Selama bercerita dirinya terus menunduk tanpa melihat lawan bicaranya, sampai seungkwan dapat merasakan tangan lembut menyentuh rambutnya, iya itu tangan soonyoung.

"Seungkwan hey, ada apa dengan dirimu? Tidak akan terjadi apa-apa. Aku paham perasaanmu, tak masalah kau mau menceritakan kepadaku atau tidak. Tenanglah semua kan baik-baik saja"

"Terima kasih hyung dan hyung bisa tinggalkan aku sendiri?" ujar seungkwan pelan, terdengar soonyoung menghembuskan nafasnya berat, ia sangat paham jika adik manisnya ini sedang dalam mood yang tidak baik. Akhirnya dengan terpaksa ia meninggalkan seungkwan, membiarkan lelaki itu untuk sendirian di dalam kamar.

Tapi kau takkan mengerti soonyoung hyung

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 14++++++++++++++++++++++

Seungcheol berlari semampu yang ia bisa dan ia berharap bisa menemukan lelaki manis itu. Nafasnya sudah berada di batas normalnya, ia terengah-engah dan berhenti di sebuah taman.

Sampai matanya tertuju kepada sosok yang sangat familiar di matanya. "Apakah itu dia?" Ucapnya dalam hati. Untuk beberapa saat, seungcheol menetralkan nafasnya lalu berjalan mendekati sosok itu.

"Ku harap dia tidak mengejarku"

Seungcheol bisa mendengar lelaki itu sedang berbicara sendiri, seungcheol tersenyum. Dengan cepat, ia membalikkan tubuh itu dan menaruhkan bibirnya ke bibir tipis itu. Hanya menempel saja, tidak melakukan apa-apa.

Doyoon sedikit syok, membelalakkan matanya kaget, namun tak lama kemudian matanya perlahan meredup, semakin redup, hingga terpejam sempurna saat seungcheol mulai melumat bibirnya.

"Saranghae" lirih seungcheol setelah melepas ciumannya. Menyusuri wajah doyoon dengan tangan-nya. Doyoon tetap diam, dadanya semakin bergemuruh, posisi mereka sangat dekat, hanya berjarak beberapa centi saja, hingga nafas seungcheol terasa hangat dipipinya yang panas.

"Aku mencintaimu" ucapnya lagi lalu mengecup bibir itu lagi. Perlahan kedua tangan doyoon bergerak merengkuh pinggang seungcheol, meremas blazer lelaki itu kuat seiring dengan ciuman seungcheol yang semakin dalam. Doyoon mulai berani membalasnya, memiringkan sedikit kepalanya agar lebih leluasa untuk mereka melakukannya. Saling menyesap, melumat, hingga terdengar lenguhan dan kecapan dari mulut mereka berdua.

Akhirnya lelaki itu melepas tautan bibir mereka, sebentar mengecup pipi kanan doyoon. Doyoon tersenyum dengan sangat manis "aku juga mencintaimu cheol-ah" ucapnya mesra seraya menempelkan kening meraka.

Tuhan terima kasih akhirnya aku mendapatkannya

.

.

.

Lelaki bermata kelewatan sipit, kwon soonyoung tampak berjalan ringan menuju ke gedung pledis. Ia tersenyum manis, ingin meminta izin agar ia bisa menemui kekasihnya, ya sekaligus memberitahukan kepada ceo-nya, sekarang ia sudah resmi memiliki kekasih seminggu yang lalu. Namun, langkahnya sempat terhenti.

"Bukankah ini, mobil ini ..." umpatnya dalam hati. Lelaki itu menajamkan pandangannya.

Ah bukan mungkin perasaanku saja

Sebelum soonyoung, sosok misterius itu datang kembali tepat setengah jam sebelum lelaki bermata sipit itu datang kemari. Lelaki itu berjalan dengan gaya angkuhnya, menatap tajam ke depan tanpa memperdulikan hal di sekitarnya, tak lupa senyuman smirk sudah ia munculkan.

"Kau? Sedang apa kemari?"

"Aku sudah putuskan ceo-nim tiga bulan lagi rencana kita akan berakhir"

Ceo pledis itu tersenyum sinis "benarkah? Apa rencanamu sudah berjalan dengan lancar?"

"Sudah, aku sudah mendapatkan apa yang ku mau"

Lelaki itu tersenyum sangat manis dan memamerkan gigi rapinya, siapa pun yang melihatnya pasti akan tau lelaki itu sangat bahagia.

"Kau terlihat sangat senang sekali"

"Tentu saja" balasnya

"Apa karena choi seungcheol?"

Waktu terasa terhenti baginya, jantungnya berdetak sangat kencang tak mampu untuk menjawab pertanyaan dari pendiri pledis entertaiment.

"Apa aku benar?-"

.

.

.

.

.

.

"-Jang doyoon-sii?"

Terungkap sudah siapa sosok misterius yang selalu menghantui beberapa bulan terakhir, ya dia jang doyoon.

Ceo-nim bisa melihat semua yang ada di wajah doyoon, semburat mejah jambu yang menambah kecantikkannya. Namun, senyuman itu tak mampu menutupi sesuatu yang ada dihatinya. Senyuman yang sangat lirih.

"Hahaha ne ceo-nim"

"Sudah ku duga, selamat untukmu"

"Terima kasih kalau begitu aku permisi ceo-nim maaf telah mengganggu waktu anda"

"Ya silahkan"

Doyoon segera meninggalkan ruangan tersebut lalu membuka pintu. Alangkah terkejutnya, apa yang ia lihat sekarang. Seseorang sedang menatapnya tajam, seperti ingin membunuh dirinya.

"Hyung! Kau?!"

TBC

Copyright © 2016 KittyJihoon. All rights reserved

NOTE:

Maaf bgt ini telat bgt ya ampun hikssss... Wifi dirumah lagi bermasalah hiksss T^T dan maaf bgt ini kependekkan, lagi gk dpt inspirasi lol dan sebelum puasa harus kelar kekeke ya doakan moga bisa lunas ini ff sma ff satu lg.

Saya umumkan saya hiatus selama bulan puasa dan kalau gak ada halangan seminggu setelah lebaran baru lanjutin ffnya kalau saya gk bisa nepatin janji ya ^^ biar lebih barokah menjalankan ibadah gtu~~ buhahaha xD dan saya juga harus UAS T^T tinggal selangkah lagi untuk ke semester 5 yeeeee

Disini ada yg ikutan nonton fanmeet nanti? Kekeke saya ikutan alhamdulillah terima kasih kepada mama dan ayah :* nah klu kalian lht cwek berjilbab, kecil bgt trus pas hi-5 atau foto *aamiin* brg jihoon terhenti sebentar /? ITU SAYA! ITU SAYA! TOT mau jumpa juga boleh /? Tp aslinya saya pemalu 100% xD
See u ya guys~~ see u juga di VIP ^^

Nah selama berbulan-bulan akhirnya kalian mengetahui siapa sosok misterius kekeke siapa yg menjawab "jang doyoon" kalian mendapat nilai 100 *prok prok* chap ending bakal terbongkar semuanya "apa maksud dan tujuannya" kekeke

Saya tegaskan sekali lagi chap ending di ff ini "Happy end dan Sad end" diblg angst jga bsa sih hahaha

Beribu terima kasih uda ngereview chapter 13 ^^ ! baik yang ngereview maupun silent reader. Terima kasih banyak ya *bow* tanpa kalian ff ini takkan ada xD tapi setidaknya silent reader mau memberikan tanggapannya ToT

Berikut balasan reviewnya~~

mongyu0604: terima kasih buat komenan yg super panjang~~ ya makasih atas pujiannya hahaha xD tebakan anda SALAH SEMUA u,u itu smua si doyoon bkn si jun, vernon, atau dedek dino u,u

adore96: alhamdulillah ToT docheol jga bersatu :""" ani, chap 15 endingnya kekeke T^T tunggu chap endingnya ya hehehe

Naegawoozi: apa kamu nin senang jga lht docheol bersatu? Buhahaha xDDD manis kan chap kemarin? Apa kabar dgn chap ini dan di tambah moment soonhoom bertebaran? Kekeke xD prepare hati ya buat chap ending hahahaha

TaTianTae: pertanyaan kmu uda dijawab smua /? Docheol akhirnya saya buat mreka bersatu hahaha xD

Inchii17: kmu ay selalu teriak klo ada soonhoon u,u chap ini gmna? Teriak gaje jga? Hahaha xD

Park Rinhyun-Uchiha: sama-sama~~ chap ini docheol jga uda saya satukan buhahaha xD moga puas ya /?

RGaniaa: oh my cheol /?

aqizakura: pertanyaan kmu uda dijawab di chap ini ya kekeke xD siapa sosok misterius itu? Kapan docheol bersatu? Kekeke xD makasih loh uda mau bca ff yg satu lg /? Di tunggu ya ^^

RGania: saya org baik /? Smua couple saya satukan tp ttp chap end gk bsa di ganggu /? Bakal ada yg merana hahaha xD #lestarikansoonhoon

GithaAC: CHAN-IE GK KANGEN GITHA NUNA xD btw kmu ska si chan ya ampun xD pedofil /?

Virginia381: thank u ^^

nadiyaulya02: finally~~

svtbae: kmu yg baca uda malu, gmna saya yg ngetik ffnya T^T muka uda kek kepiting rebus /? Org misteriusnya uda dijwab ya ^^

Firda473: saya juga terhura akhirnya soonhoon dan docheol bersatu jga *elap ingus*

Sorin0604: thanks u for your support ^^

Jihan: dek mansae ya allah kk yeppeuda mu terhura membaca review kamu xD senang ya ada jihan moment kekeke xD sesuai request kmu, kk bakal masukin jihan di cast di ff baru kk hahaha xD

Kabar kk? Alhamdulillah kk yeppeuda mu ini baik-baik saja kok. Iya kita hanya bisa kontak2an lwt bginian u,u gk etis sekali T^T makanya dek buat twitter, kmu linenya brapa? Masa gk pnya bgtuan /? Kmu nonton fanmeet kagak? Jumpa yok jumpa /? Btw smua pertanyaan kmu siapa org mister ius itu uda dijabarkan /? Chap ini ya kekeke

IlHyeKwon: ada new reader kekeke makasih uda baca ff ini dri chap 1 mpe skrg haha. Ya chap end bakal angst tp tenang ada happy end nya jga. Hahaha xD tenang saya gk buat jihoon menderita lg ^^ dan maaf gk nepatin janji buat fast update T^T

yoongiminjiyoung: maaf gk bisa buat fast update /? Tp janji chap end bkl fast update doakan saja ya ^^ eh fansite hari ini, soonhoon akhirnya duduk sebelah2an hikssss saya terhura ya allah

JonginDO: ini uda lanjut kekeke

seolhanna97: pertanyaan kmu sudah dijwab sma chap ini ^^

Sekali lagi makasih uda review chapter 13 dan maaf gak bisa bales satu-satu ya ^^ tanpa kalian mungkin ff ini gak akan di lanjutkan~~

Mau jelek maupun tidak ff ini, kalo udah berhasil baca sampe akhir, tolong review ya fav and follow juga boleh ^^ tapi ingat pakek kata-kata yang sopan :D Yok review rame-rame xD biar dilanjutin dan makin semangat tuk nulis. See you chapter CHAP ENDING dan terima kasih ~('▽'~) (~'▽')~