SAMURAI FORCE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Adventure, Romance & Angst

Pair : Naruto X Hinata (Hinami)

Warning: OC (Kazehaya dan Hinami), OOC (Sai dan Sasori), AU

Summary : Dahulu kala ada sebuah era yang disebut era Samurai. Di era terdapat 6 katana samurai yang kuat. Pemilik ke-6 katana itu membentuk sebuah kelompok yang disebut Samurai Force. Namun tiba-tiba muncul sekelompok monster yang disebut Oni yang menyerang para Samurai. Mampukah Naruto sang pemegang katana angin bersama Samurai Force mengalahkan para Oni dan menyelamatkan era samurai?

Chapter 14 – Sang Buchou Oni, Hidan-sama!

Setelah kepergian Sai, para anggota Sora Kaizoku sedikit mengalami tekanan batin. Ino, terus saja berwajah murung dan seringkali menangis tiba-tiba jika teringat akan Sai. Kazehaya tak sesemangat dan seceria dulu. Sementara Sasuke dan Sakura menjadi lebih pendiam. Anggota Samurai Force begitu heran melihat sikap mereka yang berubah drastis seperti itu. Mereka bertanya-tanya apa sebab kelompok perompak yang enerjik itu telah berubah menjadi sekelompok orang yang pemurung. Hinami juga heran melihat hal tersebut. Dia ingin tahu mengapa rekan-rekannya tersebut berubah seperti itu. Maka Hinami membuat inisiatif untuk segera berbicara dan menanyakan kepada mereka.

Pada malam hari, Hinami memanggil seluruh anggota Sora Kaizoku di sebuah kedai makan untuk segera menanyakannya. Malam itu pun Sora Kaizoku berkumpul. Tapi wajah keempat orang itu masih tersirat raut wajah yang murung. Mereka kini duduk untuk menikmati makanannya.

"Sudah lama kita ngak berkumpul untuk makan seperti ini. Ini mengingatkanku pada hari-hari kita bersenang-senang bersama. Ya kan teman-teman?", tanya Hinami dengan senyum lebar.

Tapi tidak ada seorang pun yang menjawab Hinami. Mereka masih terdiam dan bergelut dengan pikiran masing-masing. Hinami jadi cengo sendiri dan heran dengan kawan-kawannya yang hanya terdiam tak bicara.

"A-ada apa sih? Kok semuanya diam?", tanya Hinami.

"..."

"Ng, ngomong-ngomong, akhir-akhir ini, aku ngak melihat Sai-senchou? Kemana ya dia?", tanya Hinami.

"Huaaa...Sai-kun.!", teriak Ino histeris sambil menangis.

Semua kaget dan Sakura langsung menenangkan Ino dengan mengelus-elus punggungnya. Ino terus menangis tersedu-sedu. Hinami heran melihat hal tersebut.

"A-apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Ino-san tiba-tiba menangis histeris seperti itu?", tanya Hinami bingung.

"Hinami-chan, sebenarnya Sai-senchou telah meninggalkan kita...", ujar Kazehaya dengan raut wajah sedih.

"Eh? Ke-kenapa? Kenapa itu bisa terjadi?", tanya Hinami kaget.

"Sai-senchou telah kecewa pada kita yang selama ini telah meninggalkan tujuan kita di dimensi ini. Dia kecewa karena kita telah meninggalkan jati diri kita sebagai perompak..", ujar Kazehaya..

"A-apa maksudnya itu?", tanya Hinami bingung.

"Kita yang seharusnya hanya berpura-pura sebagai rekan Samurai Force malahan berteman dengan mereka yang memiliki target harta karun kita. Sai-senchou kecewa dengan hal tersebut. Dia kecewa karena kita telah mengesampingkan tujuan utama dan malah berteman dengan orang yang seharusnya menjadi lawan kita...", ujar Kazehaya.

"Ja-jadi begitu ya...", ujar Hinami.

"Pantas saja waktu aku tak mampu membunuh Naruto-san, Sai-senchou tampak begitu kecewa...", batin Hinami. Hinami menunduk dengan raut wajah murung.

"Sai-senchou kini telah pergi bersama gadis yang dulu dicintainya. Nadeshiko Shizuka, di dimensi kita, dia dulunya adalah anggota Sora Kaizoku sewaktu kalian belum bergabung. Sai-senchou sangat mencintai wanita itu. Wanita itu adalah segalanya baginya. Semua keinginan wanita itu pasti akan dituruti oleh senchou. Tapi ketika kami sedang bertarung dengan musuh di sebuah desa, Shizuka-san tewas untuk melindungi Sai-senchou. Sehingga senchou menjadi depresi dan terpukul karena meninggalnya Shizuka-san. Tapi kini senchou telah bertemu dengan Shizuka-san yang ada dimensi ini dan lebih memilih bersamanya. Senchou begitu kecewa dengan kita. Ini semua salah kita. Aku ini rekan senchou yang tak berguna! Aku ini perompak yang tak berguna!", ujar Kazehaya dan kemudian menitikkan airmatanya.

"Kazehaya-san..", gumam Hinami.

"Hei baka, jangan menangis seperti itu, lebih baik kita segera melakukan, apa yang sebenarnya kita harus lakukan", ujar Sasuke.

"Benar kata Sasuke-san. Kita tak bisa terus bermuram durja seperti ini. Kita harus membuat Sai-senchou kembali mempercayai kita!", ujar Hinami.

"Benar kata Hinami-chan. Kita harus mengembalikan kepercayaan senchou kita!", ujar Sakura.

"Aku mengerti. Ayo kita lakukan!", ujar Kazehaya sambil menghapus airmatanya.

Ino tiba-tiba berdiri dan berteriak,

"Aku harus membuat Sai-kun kembali mencintai aku!"

"Baiklah Sora Kaizoku semangat!", ujar mereka serempak.

Besok paginya, Samurai Force dan Sora Kaizoku kini bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke desa Kumo. Setelah sarapan pagi dan membereskan barang-barang, mereka kini memulai perjalanan mereka.

"Tak kusangka kita harus tinggal di desa itu selama 5 hari. Perjalanan ke desa Kumo jadi tertunda deh", ujar Tenten.

"Sebenarnya hal itu telah membuang-buang waktu kita. Tapi apa boleh buat, ketua desa tersebut meminta bantuan kita untuk menjaga keamanan desa itu, kita tetap harus melaksanakannya", ujar Neji.

"Ya sudah tugas kita sebagai Samurai Force untuk melindungi penduduk! Benar kan Hinata-chan?", ujar Naruto.

"I-iya", ujar Hinami pelan.

"Yosh! Ayo kita segera bergegas menuju desa Kumo!", ujar Tenten semangat.

"Ng, ngomong-ngomong, akhir-akhir ini aku tak melihat senchou kalian. Ada dimana dia?", tanya Naruto.

Semua anggota Sora Kaizoku Cuma diam dan tak menjawab pertanyaan Naruto.

"Hei, apa yang sebenarnya pada kalian sih? Kok daritadi diam saja? Tak seperti biasanya", ujar Naruto dengan heran.

Sora Kaizoku tetap tak menanggapi pertanyaan Naruto dan terus berjalan dalam diam.

"Hei, Uchiha sebenarnya apa yang terjadi?", tanya Naruto sambil menepuk bahu Sasuke.

"Bukan urusanmu", ujar Sasuke dingin sambil menatap tajam Naruto.

"Hei, aku kan tanya baik-baik", ujar Naruto ketus.

"Naruto, sebaiknya kau jangan terlalu banyak bicara. Tidak baik mengganggu orang seperti itu", ujar Neji.

"Huh, baiklah Neji-sama", ujar Naruto dengan masih menatap bingung pada kelompok Sora Kaizoku.

Mereka terus berjalan menuju arah ke desa Kumo. Jika waktu sudah petang mereka beristirahat di desa terdekat. Setelah melalui perjalanan yang jauh, akhirnya mereka sampai di desa Kumo.

"Akhirnya, kita sampai! Tapi kok desanya sepi sekali", ujar Tenten bingung sambil melihat sekeliling.

"Ini tak seperti biasanya. Ayo kita segera periksa ke dalam desa. Semuanya berpencar", ujar Neji.

"HAI!"

Mereka segera berpencar untuk memeriksa keadaan desa. Tapi mereka tak menemui siapapun di desa. Semua rumah kosong. Tapi masih tertata rapi dan tak ada tanda-tanda kerusakan di desa tersebut. Mereka semua bingung melihat keadaan tersebut.

"Waduh, kemana ya orang-orang? Kok ngak ada sama sekali orang disini?", tanya Naruto bingung.

"Naruto-san!", teriak Matsuri dari kejauhan lalu berlari menghampiri Naruto.

"Oh, Matsuri-san, apa kau melihat masih ada orang?", tanya Naruto.

"Tidak, semuanya kosong. Tak ada seorang pun", ujar Matsuri.

"Ini pasti ulah dari makhluk sialan itu. Mereka pasti membuat warga desa menghilang", ujar Naruto dengan geram.

"Lebih baik kita segera berkumpul lagi untuk mendengar instruksi Neji-sama", ujar Matsuri.

"Baiklah ayo!", ujar Naruto lalu mereka berdua pergi darisitu.

Setelah itu mereka berkumpul lagi di gerbang desa. Wajah mereka tampak masih kebingungan karena keadaan desa yang tanpa ada kehadiran orang-orang tersebut.

"Apa kalian menemukan orang yang masih tertinggal?", tanya Neji.

"Tidak, Neji-sama, aku tak menemukan siapapun", ujar Naruto.

"Aku juga tidak, Neji-kun", ujar Tenten.

"Di desa sama sekali tak ada orang", ujar Matsuri.

"Semuanya kosong", ujar Sasame.

"Yah, aku tak menemukan orang padahal aku ingin sekali melihat gadis cantik", ujar Sasori.

Semua sweatdrop mendengar perkataan Sasori.

"Lalu bagaimana dengan kalian Sora Kaizoku?", tanya Neji.

"Kami juga tak menemukan siapapun", ujar Kazehaya.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini? Kenapa semua orang bisa menghilang?", tanya Neji.

"Ini pasti ulah para Oni! Aku yakin itu!", ujar Naruto.

"Sepertinya begitu. Mereka yang pasti melakukan hal-hal seperti ini!", ujar Tenten.

"Tapi mereka apakan orang-orang tersebut? Dan mereka dikemanakan?", tanya Neji.

"Mengenai hal itu, sepertinya aku merasakan energi-energi yang aneh dari arah sana", ujar Hinami lalu menunjuk sebuah bangunan yang berada di tengah desa dan memiliki puncak yang tinggi.

"Itu kan kantor ketua desa. Energi aneh seperti apa Hinata?", tanya Neji.

"Energi yang besar tapi energi tersebut seperti energi yang kelam dan mengerikan", ujar Hinami.

"Pasti itu para Oni, ayo kita harus segera memeriksanya!", ujar Naruto.

"Baiklah, tapi kita mendekatinya secara hati-hati. Jangan dulu bergerak tanpa mendengar instruksiku!", ujar Neji.

"Hai, Neji-sama!"

Mereka segera bergerak mendekati kantor ketua desa yang berada di tengah-tengah desa itu. Bangunan itu begitu tinggi dan makin terlihat bahwa bangunan tersebut diselubungi oleh aura-aura aneh yang begitu kelam.

"Bangunan ini memang diselimuti aura-aura yang aneh. Perasaanku jadi tak enak", ujar Tenten.

"Para oni pasti ada didalam! Ayo kita segera masuk!", ujar Naruto.

"Sabar, Naruto. Kita harus memeriksa kalau keadaan disekitar aman", ujar Neji.

Mereka segera bergerak mendekati bangunan itu dengan perlahan dan hati-hati. Mereka akhirnya berhasil sampai didepan pintu masuk dan segera membuka pintu tersebut.

"Ayo masuk satu-persatu", ujar Neji.

Mereka segera memasuki bangunan itu satu-persatu. Yang pertama masuk adalah Naruto lalu yang terakhir adalah Kazehaya.

"Bangunan ini gelap sekali. Jadi terlihat seram", ujar Tenten.

"Jangan sampai kita lengah. Kita harus waspada terhadap serangan tiba-tiba", ujar Neji.

"Aduh gelap sekali ya", ujar Naruto dengan gemetar tapi tiba-tiba dia kehilangan pijakan dan seperti terperosok ke bawah tanah.

"WAAAA!",

"Naruto!"

Naruto terperosok ke bawah tanah. Ternyata dia telah terperosok ke sebuah lubang. Dia mengelus-ngelus kepalanya yang sakit karena terbentur lalu melihat sekeliling.

"Aduh, aku jatuh dimana sih ini? Sialan sakit sekali kepalaku terbentur", ujar Naruto sambil meringis.

Naruto kemudian berdiri lalu melihat sekeliling. Dia kemudian mulai berjalan. Tempat dimana dia berada sekarang seperti sebuah lorong bawah tanah yang dingin dan gelap. Tapi tiba-tiba Naruto melihat ada sesuatu di kejauhan.

"Ah, apa itu ya? Sepertinya ada cahaya di ujung lorong ini", ujar Naruto lalu mulai berjalan dengan cepat ke arah sumber cahaya tersebut.

Naruto mempercepat langkah kakinya menuju cahaya itu. Dan akhirnya dia sampai di sumber cahaya tersebut. Naruto kaget setengah mati melihat apa yang terjadi di hadapannya kini.

"A-apa-apaan ini? Ini mengerikan...", ujar Naruto kaget melihat hal yang terjadi di hadapannya.

Terlihat di sebuah ruangan besar di bawah lorong tersebut. Di ruangan tersebut terdapat warga desa yang sedang disiksa dan ditindas oleh para Oni. Lalu ada juga manusia yang dimasukkan ke dalam tabung-tabung besar. Dan sepertinya para Oni melakukan percobaan dengan manusia-manusia itu.

"Sialan! Makhluk sialan! Beraninya mereka melakukan hal-hal itu pada orang-orang tak bersalah itu!", ujar Naruto geram.

Naruto segera melompat ke bawah dan segera menyerang para Oni tersebut.

"Hei itu salah satu Samurai Force, Uzumaki Naruto!", ujar oni kaget.

"Mengapa dia ada disini?", tanya oni lain.

"Tak usah pedulikan itu. Lebih baik kita segera habisi dia!", ujar Oni.

Para Oni juga mulai menyerang dan mengepung Naruto. Tapi karena amarah yang meledak-ledak, Naruto menyerang mereka secara membabi buta. Satu-persatu oni disayat-sayat oleh Naruto.

"Kalian benar-benar makhluk sialan! Kalian memang harus dimusnahkan!", teriak Naruto geram. Naruto mulai menyerang lagi dengan cepat.

Tapi tiba-tiba sebuah bayangan hitam datang dengan cepat ke arah Naruto. Naruto lengah dan akhirnya terkena pukulan dari bayangan hitam tersebut. Naruto pun terpental sedikit jauh.

"Ukh..siapa yang menyerangku tadi?", ujar Naruto yang masih terduduk sambil mengelap darah yang keluar dari mulutnya.

Bayangan hitam itu kini sudah berubah menjadi sesosok pemuda berambut perak dengan mata ungu. Dia membawa sabit merah dengan 3 mata sabit yang berbeda ukuran. Menggunakan jubah hitam dan kini sedang tersenyum meremehkan ke arah Naruto.

"Tak kusangka akhirnya kau sampai disini, Uzumaki Naruto", ujar pemuda itu.

"Kau! Bukankah kau yang...", ujar Naruto kaget melihat orang itu.

"Aku Hidan. Sang buchou Oni yang terhebat dan terkuat. Selamat datang di markas rahasiaku", ujar pemuda itu yang bernama Hidan.

"Jadi kau sang buchou Oni! Sialan, beraninya kau melakukan hal-hal tersebut kepada orang-orang itu!", ujar Naruto geram.

"Yah, aku Cuma ingin mewujudkan rencana Oni Power-ku. Jadi diperlukan kelinci percobaan untuk mewujudkan hal tersebut", ujar Hidan.

"Kau gila! Beraninya kau mempermainkan nyawa manusia!", ujar Naruto.

"Khukhukhu, aku tak peduli dengan itu. Yang kupedulikan bahwa tujuanku akan tercapai. Yaitu menguasai dunia ini! Hahahahaha!", ujar Hidan lalu tertawa.

"Brengsek kau! Akan kuhabisi kau!", ujar Naruto lalu maju untuk menyerang Hidan.

TRANG...

Serangan pedang Naruto berhasil ditangkis dengan baik oleh Hidan dengan sabitnya. Naruto terus menyerang Hidan secara bertubi-tubi tapi dapat ditangkis dan dihindari dengan mudah oleh Hidan.

"Jadi, Cuma ini kemampuanmu? Mengecewakan", ujar Hidan lalu tersenyum meremehkan.

"Diam kau! Aku akan mengalahkanmu! Terima ini WINDWAVE SLASH!", ujar Naruto.

Pusaran angin terbentuk dari katana Naruto dan melesat dengan cepat menuju Hidan. Tapi Hidan tampak tenang saja. Hidan kemudian mengayunkan sabitnya untuk menangkis pusaran angin itu dan pusaran angin itu lenyap seketika.

"Seranganku ditangkis semudah itu?!", ujar Naruto kaget.

"Hehehe, bagaimana? Aku kuat bukan?", tanya Hidan.

"Sialan, bagaimana kalau ini BUSTER TORNADO SLASH!", ujar Naruto.

Naruto mengayunkan pedangnya lalu tercipta pusaran angin besar menuju arah Hidan tapi dengan cepat Hidan berubah sosoknya jadi bayangan hitam lalu menghindari serangan itu dan melesat dengan cepat ke arah Naruto. Naruto kaget dan tak bisa menghindari serangan sabit Hidan. Hidan berhasil menyayat lengan kiri Naruto.

"Ukkh..dia cepat sekali...", ujar Naruto sambil meringis.

"Kau pikir serangan seperti itu bisa mengenaiku? Jangan bermimpi!", ujar Hidan.

"Sialan, aku tak boleh menyerah! Aku akan mengalahkanmu dan menyelamatkan orang-orang itu!", ujar Naruto lalu bersiap dengan pedangnya

"Hehehehe, kau akan segera mati Uzumaki Naruto!", ujar Hidan lalu juga bersiap dengan sabitnya.

Naruto dan Hidan kini bertarung dengan sengit. Mereka saling menyerang dan menangkis. Mereka bertarung dengan begitu gesit. Tapi karena kecepatan Hidan, Naruto jadi agak kewalahan. Pada saat Naruto lengah, Hidan berhasil melukai Naruto. Naruto terpental karena ditendang tiba-tiba oleh Hidan.

"Uakkkh...", teriak Naruto. Naruto terpental dan terbentur tiang disitu.

"Khukhukhu, menyerah sajalah, kau takkan mampu mengalahkanku!", ujar Hidan.

"Tidak ada kata menyerah dalam hidupku!", teriak Naruto.

"Kau ini begitu keras kepala! Mati saja kau!", ujar Hidan lalu berlari dengan cepat untuk menyayat Naruto dengan sabitnya.

TRANG...

Tiba-tiba ada yang menghentikan serangan Hidan. Ternyata itu Hinami dan Sasame. Mereka menahan sabit Hidan dengan pedang mereka masing-masing. Hidan kaget lalu mundur sedikit.

"Beraninya kau melukai Naruto-kun-ku, takkan kuampuni kau!", ujar Sasame geram.

Hinami kemudian menghampiri Naruto.

"Naruto-san, kamu tak apa-apa?", tanya Hinami cemas.

"Aku tak apa-apa Hinata. Arigato sudah melindungiku", ujar Naruto lalu tersenyum pada Hinami. Hinami juga membalas senyuman Naruto.

Tak lama kemudian anggota Samurai Force lainnya dan Sora Kaizoku tiba di tempat tersebut. Mereka kaget melihat Hidan.

"Kau, sang buchou Oni, Gorenaito yang disebut Hidan", ujar Neji.

"Wah-wah, akhirnya semua terkumpul disini. Ini akan lebih menarik", ujar Hidan.

"Jadi disini adalah markas Oni? Lalu orang-orang ini adalah warga desa yang kalian culik?", tanya Neji.

"Ya, mereka dibutuhkan untuk recana Oni Power-ku. Aku membuat mereka sebagai budak dari kerajaan Oni", ujar Hidan.

"Brengsek! Takkan kubiarkan kau berbuat begitu pada manusia!", ujar Tenten geram.

"Hahahaha, aku tak peduli!", ujar Hidan.

"Sial, ayo serang dia!", ujar Neji. Mereka semua mulai menyerang Hidan.

Pertarungan sengit pun dimulai. Samurai Force menyerang Hidan dengan cepat. Sementara Kazehaya, Sasuke, Sakura dan Ino membantu para warga disitu untuk keluar dari tempat itu. Samurai Force menyerang dengan sangat gesit tapi Hidan dapat menghindari serangan-serangan itu dengan mudah.

"Sialan, dia hebat sekali bisa menangkis semua serangan kita", ujar Tenten.

"Kita harus menyerangnya lebih cepat lagi! Ayo!", ujar Neji.

Samurai Force kembali menyerang Hidan dengan gesit tapi Hidan malah mempercepat gerakannya dan berhasil memukul mundur mereka berenam. Keenam orang itu terpental dan meringis kesakitan.

"Ukkh, dia kuat sekali...", ujar Neji.

"Bagaimana? Aku kuat bukan?! Akulah yang terkuat untuk menguasai dunia ini!", ujar Hidan.

"Brengsek, mati saja kau!", teriak Naruto geram.

"Hohoho, bagaimana kalau kucoba serangan pamungkasku", ujar Hidan.

Hidan kemudian mengayunkan sabitnya membentuk putaran lalu menciptakan sebuah teknik.

"GREAT SPINNING SCHYTER!"

Putaran sabit tersebut kini melesat dengan cepat ke arah Samurai Force. Serangan itu begitu cepat sehingga Samurai Force terlambat menghindarinya. Samurai Force kini terpental dan terluka cukup parah.

"Ukkh...dia begitu kuat...Kita tak bisa mengalahkannya...", rintih Sasori.

"Jangan menyerah begitu. Kita harus bersatu dan percaya kita bisa mengalahkannya!", ujar Naruto.

"Tapi bagaimana cara mengalahkannya? Kita sudah berkali menyerangnya tapi tak berhasil", ujar Tenten.

"Kita harus menggabungkan kekuatan kita!", ujar Naruto.

"Itu benar. Sebaiknya kita gunakan teknik kombinasi itu", ujar Neji.

"Baiklah. Aku siap! Kita harus mencobanya!", ujar Tenten.

"Kalian semua siap?! Ayo kita lakukan!", ujar Neji. Mereka berenam kemudian mengayunkan pedang mereka masing-masing ke atas langit.

"Teknik suci para Samurai, SAMURAI STYLE: SIX ELEMENT HEAVEN DRAGON SLASH!", ujar mereka serempak.

Sebuah sayatan dengan energi begitu besar dengan cahaya warna-warni kini melesat dengan cepat ke arah Hidan. Hidan tetap santai dan berlindung dengan sabitnya.

"Cih, serangan seperti ini pasti dengan mudah bisa kuhentikan", ujar Hidan.

Tapi saat mengenai Hidan, Hidan tak mampu menangkisnya dan akhirnya dia terpental dengan sayatan-sayatan yang banyak di sekujur tubuhnya. Hidan tak mampu berdiri dan lukanya begitu parah.

"Ukkh...serangan itu kuat sekali...", rintih Hidan.

Sementara Naruto dkk kini senang karena berhasil mengalahkan Hidan.

"Akhirnya kita berhasil mengalahkannya! Kita memang harus selalu kompak dalam segala hal!", ujar Naruto.

"Ya, serangan tadi itu hebat sekali!", ujar Tenten.

Lalu anggota Sora Kaizoku kini telah kembali setelah mengeluarkan para warga desa dari tempat itu.

"Apa kalian berhasil mengalahkannya?", tanya Sakura.

"Iya, kami menggabungkan kekuatan kita dan akhirnya Hidan kalah! Kita memang hebat!", ujar Naruto semangat.

"Baguslah kalau begitu", ujar Sakura.

Tiba-tiba Hidan bangkit kembali. Mereka kaget melihat hal tersebut. Hidan bangkit lalu bersiap menyerang dengan sabitnya.

"Kalian pikir bisa mengalahkanku!? Aku takkan pernah kalah! Akulah penguasa terkuat di dunia ini! Kalian akan mati ditanganku!", teriak Hidan.

Hidan mulai berlari untuk menyerang tapi tiba-tiba...

JRASH...

Terciprat darah dari leher Hidan. Kepala Hidan kini terpisah dengan tubuhnya. Sebuah pedang telah berhasil memotong leher Hidan. Sosok pemegang pedang itu memakai jubah berwarna merah dengan lambang tengkorak biru di bagian dada kiri. Tubuh dan kepala Hidan pun jatuh dan orang itu kini menatap Samurai Force. Mereka kaget melihat orang itu.

"Sa-Sai-senchou!", ujar para anggota Sora Kaizoku.

"Sa-Sai-san!", ujar para anggota Samurai Force.

"Oh, halo minna. Lama tak berjumpa", ujar Sai lalu tersenyum dengan senyuman khasnya.

"Hei, Sai apa yang kau lakukan disini?", tanya Naruto.

"Aku sedang ada urusan disini. Tapi makasih ya telah membuat Hidan lemah. Akhirnya aku bisa membunuhnya dengan mudah", ujar Sai.

"Kau memang kawan yang baik, Sai. Arigatou ya", ujar Naruto.

"Aku bukanlah kawanmu!", ujar Sai.

"Eh?", Samurai Force kaget mendengar perkataan Sai.

Sai kini diselimuti aura-aura kelam dan mata Sai berubah menjadi warna merah.

"Hei, kalian rekan-rekan Sora Kaizoku, apa kalian masih lupa dengan tujuan kita di era ini? Kenapa kalian bisa berbuat sejauh ini? Kalian telah melakukan hal yang sia-sia!", ujar Sai.

"Sai-senchou kami...", ujar Sakura.

"Sai-senchou maafkan aku, kali ini aku akan mengikutimu! Kami takkan pernah lagi mengecewakanmu!", ujar Kazehaya lalu berdiri di samping Sai.

"Sai-senchou kami juga akan selalu mengikutimu. Benar kan Sasuke-kun?", ujar Sakura.

"Hn", gumam Sasuke. Sasuke dan Sakura mengikuti berdiri di samping Sai.

"Sai-kun aku...", ujar Ino.

Tiba-tiba muncul seorang wanita berambut coklat dengan topeng bermuka burung. Dia berdiri di samping Sai. Orang itu adalah Militia

"Wah-wah, hebat Sai-kun. Akhirnya kamu bisa mengalahkan Hidan", ujar Militia.

"Hehehe, ini berkat mereka yang telah melemahkan Hidan. Aku jadi gampang menghabisinya", ujar Sai lalu tersenyum.

"Hei itu Militia, komandan no.1 dari Oni!", ujar Neji.

"Khukhukhu, tapi sebenarnya namaku bukan Militia. Aku adalah...", ujar Militia lalu membuka topengnya dan melepaskan wig coklatnya.

Terlihat sosok wanita cantik dengan rambut hitam dan mata emerald. Samurai Force kaget melihat hal tersebut terutama Sasame.

"Di-dia...Shizuka-nee-sama...", ujar Sasame kaget.

"Dia kan kalau tidak salah adalah kaichou dari Akademi Salib yang dikabarkan menghilang. Ja-jadi dia sebenarnya Militia", ujar Neji kaget.

"Ya, aku Nadeshiko Shizuka. Aku memang dulunya adalah kaichou Akademi Salib tapi aku memutuskan untuk pergi dan bergabung dengan Oni. Bekerjasama dengan Oni itu menyenangkan!", ujar Shizuka.

"Sial, apa yang menyenangkan dengan makhluk brengsek itu!", ujar Naruto.

"Oni memiliki kekuatan besar untuk menghancurkan Era Samurai. Makanya aku bergabung dengan mereka untuk mewujudkan hal itu. Akan kumulai era baru dengan aku sebagai penguasanya! HAHAHAHA!", ujar Shizuka lalu tertawa.

"Cih, wanita sialan!", ujar Naruto.

"Sai-kun dan kawan-kawannya akan membantuku mewujudkan hal itu. Iya kan Sai-kun sayang?", ujar Shizuka lalu menggandeng tangan Sai.

"Tentu saja. Apa saja yang kau minta akan kukabulkan Shizuka-chan. Aku sangat mencintaimu sayang", ujar Sai. Shizuka kemudian melepaskan Sai.

"Ja-jadi, kalian!", ujar Naruto geram.

"Sai-kun!", ujar Ino lalu menghampiri Sai.

"I-Ino-chan", ujar Sai.

GREBB

"Aku tak peduli kau memiliki kekasih lain atau tak mencintaiku lagi. Aku selalu mencintaimu Sai-kun. Aku ingin selalu berada di sisimu. Tak apa-apa jika kau jadikan aku yang kedua", ujar Ino sambil memeluk erat Sai.

"Arigatou, Ino-chan..", ujar Sai lalu mengelus kepala Ino.

Sai kemudian melepaskan pelukan Ino dan Ino berdiri di samping Sai.

"Hinami-chan, sampai kapan kau akan berdiri disitu? Kau tak mau bergabung disini?", tanya Sai.

"Hi-Hinami-chan apa maksudnya? Siapa itu?", tanya Naruto bingung.

"Tuh, orang yang berdiri di sampingmu. Yang kau panggil Hinata", ujar Sai.

"Eh?", Samurai Force kaget.

"Jangan bercanda kau Sai. Dia ini Hinata kekasihku, dia bukan orang lain!", ujar Naruto geram.

"Gomen, Naruto-san", ujar Hinami.

"Eh?", Naruto kaget.

Hinami kemudian melepaskan wig indigonya dan mengganti bajunya dengan baju dengan lambang tengkorak biru. Kini menampilkan sosok Hinami yang sebenarnya yang berambut pirang seperti Naruto.

"Aku ini bukan Hinata. Aku ini Uzumaki Hinami, anggota Sora Kaizoku! Dan aku kini harus bersama-sama rekanku!", ujar Hinami lalu berlari dan berdiri di samping Sai.

"Ti-tidak mungkin. Ini bohong! Jangan bercanda Hinata!", ujar Naruto.

"Ini bukanlah bohong. Akulah yang menyuruh Hinami-chan untuk menyamar jadi Hinata. Ini semua rencana untuk merebut keenam katana kalian!", ujar Sai.

"Eh? Apa maksudmu?!", tanya Neji.

"Kami Sora Kaizoku berniat menghabisi kalian dan merebut harta karun kalian yaitu keenam katana legendaris!", ujar Sai.

"Ja-jadi selama ini kalian menipu kami?! Jadi itu Cuma Hinata palsu?! Brengsek kalian!", ujar Naruto geram.

"Gomenasai, Naruto-san...", gumam Hinami.

"Ya, Hinata sudah mati Naruto. Dia takkan pernah hidup kembali", ujar Sai dengan senyumnya.

"KUSOOOO!", teriak Naruto geram.

"Bersiaplah Samurai Force, kami akan menghabisi kalian dan merebut harta karun itu", ujar Sai dengan senyumnya.

Pertarungan antara samurai dan kaizoku segera dimulai...

To Be Continued...

Yosh! Chapter 14 update! Pertama, gomenasai karena updatenya lama banget. Banyak tugas kahir kuliah yang harus diselesaikan jadi kelamaan deh updatenya. Yak, disini akhirnya Samurai Force berhasil mengalahkan Hidan tapi di akhir chap, Sai muncul dan menantang Samurai Force bertarung untuk merebut katana legendaris. Sora Kaizoku bersatu kembali dan Hinami akhirnya membongkar identitasnya. Naruto tampaknya begitu marah dengan hal ini. Jadi, menurut kalian kubu siapakah yang akan menang?

Balas review dulu:

Setsuna f seie: Maaf kalo membosankan, author sudah berusaha sebaik-baiknya untuk menyuguhkan cerita yang menarik. Akan saya perbaiki lagi jika masih kurang. Saran anda, saya terima. Ok! Thx buat RnR!

Bala-san dewa hikikomori: Hmm soal Kazehaya, kayaknya ngak deh. Dia kan pengikut setia Sai, jadi kemungkinannya kecil. Mungkin saja dia akan membawa Matsuri ke dimensinya. Thx buat RnR!

Bunshin Anugrah ET: Pesan itu terungkap di chap ini. Maaf kalo alurnya kecepatan, akan saya perbaiki. Ok! Thx buat RnR!

Blue-senpai: Ino cinta mati sama Sai jadi pasti dia kan terus mengejar Sai walaupun Sai pergi. Buktinya di chap ini dia rela diduakan yang penting bisa bersama Sai. Ok! Thx buat RnR!

Nyuga totong: Maaf kalo salah penulisan. Maaf ngak bisa update kilat, saya sibuk dengan tugas kuliah. Thx buat RnR!

Kazane youki: Yah, karena ceritanya sudah mencapai klimaksnya! Maaf ya. Thx buat RnR!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!