Return [14]: Pihak

Sengoku BASARA © CAPCOM
Return © 406Mea

Warning: OOC, OC (Megohime), sekuel dari Backfire, takutnya mainstream.

DILARANG BACA FF INI SEBELUM BACA FF BACKFIRE!

Tapi terserah sih kalau mau kena spoiler gede-gedean.

Shout-out: makasih buat Alan yang udah ngasih beberapa ide buat cerita ini!

UNEDITED

Enjoy!

.r.

SEMINGGU telah berlalu dengan cepat.

Sampai sekarang, masih banyak rahasia-rahasia yang belum terungkap.

Sasuke masih belum memberitahu Kojuuro soal alasannya tiba-tiba mengakhiri hubungan. Yukimura dan Masamune masih memiliki pertanyaan tentang hubungan Sasuke dengan Megohime (mengutip perkataan Megohime bahwa Sasuke dapat memberikan bukti). Belum lagi Masamune masih belum dapat menebak rencana Megohime ke depannya. Pasalnya, perempuan itu benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai 'pelatih' dan 'pemain' drama.

Fokus mereka terbagi-bagi dalam beberapa masalah. Dan itu tidak mengenakkan. Apalagi solusi belum terpikirkan. Lagipula, seharusnya mereka mengesampingkan masalah-masalah itu dulu, dan fokus pada drama mereka, 'kan?

Kojuuro sudah sangat baik-baik saja dibandingkan dulu. Sasuke pun sama, meski mereka tetap jarang berbicara (karena Sasuke dan Kojuuro sama-sama punya kesibukan sendiri, sekarang). Jadi, meski sudah putus, mereka baik-baik saja.

Meski Kojuuro masih penasaran sekali, sih, soal alasan Sasuke itu.

Soal Masamune, dia masih merasa waswas, dan terus menjaga Yukimura. Meski selalu diprotes Yukimura, karena dia selalu yakin kalau Megohime itu benar-benar profesional. Tapi, tidak ada yang tahu soal rencana Megohime berikutnya, 'kan? Bagaimana kalau tiba-tiba Yukimura diapa-apakan oleh Megohime dan teman-temannya—biasanya 'kan perempuan seperti itu.

Tapi….

Mereka tidak menyadari beberapa hal.

Sesuatu yang berkaitan dengan masalah lama, dan masalah baru yang segera datang.

.r.

YUKIMURA sedang membaca artikel tentang akting ketika Megohime memasuki ruangan kelas. Laki-laki itu masih fokus, meninggalkan Megohime memperhatikannya yang sedang serius.

Sanada-san itu baik. Kalau dipikir-pikir, dia memang pantas mendapatkan Masamune-kun yang setia. Tapi ini salah, ini tidak benar. Dunia ini membutuhkan kelurusan.

Pikiran Megohime melayang.

Sebenarnya aku lelah juga. Siapa yang berpihak padaku? Mungkin saja ada. Tapi kalah suara. Semua teman-teman Masamune-kun dan Sanada-san memihak mereka. Apa kekuatanku untuk mengembalikan cinta Masamune-kun padaku?

Semua perbuatanku dianggap sampah olehnya. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena aku khilaf tiga tahun yang lalu, semuanya menjadi begini. Seharusnya aku bisa menyerah. Tapi, entah kenapa hati kecilku terus mengatakan jangan. Tapi aku lelah.

Sakit rasanya dibentak, dimarahi, dan diancam oleh orang yang kau cintai.

Sulit rasanya menahan tangis.

Tapi dia terlanjur benci kepadaku.

Kalau sudah benci, aku bisa apa?

"Megohime-san?"

Seketika, lamunan Megohime buyar.

"Eh? Sanada-san?" Megohime sedikit terkejut.

Yukimura segera menghampiri Megohime, seperti ada sesuatu—"Mego-dono, kau menangis. Ada apa?"

Megohime baru sadar ketika dia merasakan pipinya basah. Cepat-cepat dia menghapus air matanya, kemudian menggeleng. "Jangan seperti itu padaku, Sanada-san. Aku merasa sangat jahat."

"Jahat?" Alis Yukimura berkerut.

"Aku jahat, kan?" Megohime menghela napas panjang. "Aku berusaha merebut Masamune-kun darimu."

"Oh." Yukimura tertegun. Raut wajahnya berubah menjadi… tidak enak?

Megohime menarik napas panjang. "Alasanku kembali ke sini… adalah menghindari mantan pacarku di Belanda. Dan kembali pada Masamune-kun. Jika alasanku mengkhianatiku, lantas mengapa aku ada di sini?"

Sebegitu cintanya Mego-dono pada Masamune-dono? Tapi….

"Bukankah… masih banyak laki-laki lain di luar sana?" tanya Yukimura.

"Aku tahu." Megohime mengangguk. Jeda sebentar sebelum dia melanjutkan perkataannya. Yukimura tahu, pasti ini berat untuknya. "Sanada Yukimura-san, aku sudah menyerah. Aku tidak akan lagi mengejar Masamune. Kulepaskan dia, karena kaulah yang berhak menjaganya."

Tunggu, apa?

Megohime… menyerah? Begitu saja?

Yukimura tertegun, tidak percaya akan omongan Megohime yang tiba-tiba.

Seharusnya aku senang. Tapi kenapa aku merasa… tidak enak? Kenapa aku merasa bahwa bukan aku yang pantas bersanding dengan Masamune-dono? Kenapa aku hanya merasa… bahwa sebenernya perusak hubungan itu adalah aku, bukannya Mego-dono?

"Mego-dono…."

"Aku serius, Sanada-san." Wajah Megohime terlihat lesu.

Yukimura tidak tahu, bahwa seminggu ini, Masamune telah beberapa kali mengingatkan Megohime untuk tidak berbuat apa-apa pada Yukimura. Megohime tahu, sebenarnya Masamune bermaksud melindungi. Tapi, apa benar-benar Masamune sebegitu tidak percayanya pada Megohime? Selalu mengingatkannya untuk begini, begitu.

Bagaimana bisa Megohime mendapatkan Masamune kembali, jika laki-laki itu saja tidak percaya padanya?

Yukimura mengangguk, paham dengan keputusan Megohime. Malah bagus jika perempuan itu ingin menyerah. Tak akan ada pengganggu lagi di hubungannya dan Masamune, ya kan?

Megohime sendiri paham, memang tak ada hak baginya untuk protes.

"Sanada-san."

Yukimura menoleh.

"Aku minta maaf, ya?"

"Kumaafkan, Mego-dono. Aku juga minta maaf padamu, mungkin selama ini Masamune-dono selalu membuatmu sakit hati atau cemburu. Aku pernah merasakan di posisimu, kok. Aku tahu rasanya." Yukimura tersenyum tipis.

Ya. Aku ingat sakitnya dipanggil "Mego" oleh Masamune-dono. Ketika dia mengatakan jangan pergi. Aku ingat.

Gadis yang malang. Coba saja kau tidak berpacaran lagi saat di Belanda, pasti hubunganmu dan Masamune-dono akan tentram-tentram saja.

.r.

MEGOHIME adalah gadis yang keren bagi Yukimura. Lagi-lagi, Megohime menunjukkan profesionalitasnya saat berada di "atas panggung". Dia benar-benar Juliet ketika latihan. Sifat-sifat "Megohime" di dalam dirinya seakan hilang. Seakan dia benar-benar orang lain.

Kelihatannya gadis itu memang sangat mencintai dunia perteateran. Yukimura sendiri jadi tertarik dengan teater.

Waktu menunjukkan pukul empat sore. Saat ini adalah jam istirahat latihan. Yukimura dan Sasuke sedang berjalan santai di koridor kelas.

"Sasuke," panggil Yukimura.

Sasuke menoleh.

"Kau tahu tidak? Tadi pagi, tiba-tiba saja Mego-dono semacam menyerah gitu." Yukimura menghela napas panjang. "Entah kenapa, bukannya tenang, aku malah takut."

"Dia menyerah?" Sasuke terkejut.

"Eh?"

"Sebetulnya, kau tidak perlu takut. Kau hanya perlu waspada. Siapa tahu ini jebakan. Setidaknya kau harus melihat perkembangan hubungan kalian selama beberapa minggu, baru kita bisa tahu ucapan Megohime itu sungguh-sungguh atau tidak."

Yukimura mengangguk. Ucapan Sasuke ada benarnya juga.

Tapi, Yukimura juga masih curiga pada Sasuke…

Semua ini membingungkan, jujur saja. Apa sebenarnya hubungan Sasuke dan Megohime? Kenapa gadis itu bilang kalau Sasuke bisa memberi bukti? Saat Kasuga memberi amplop itu di restoran (saat sedang double date), saat Yukimura membaca surat itu, Sasuke saja tidak bereaksi apa-apa.

Apakah… ada sesuatu di balik semua ini?

Lantas apakah ada hubungannya dengan berakhirnya hubungan Kojuuro dan Sasuke?

Sasuke tetap terlihat misterius. Dia tak banyak membicarakan masalahnya.

"Oh iya, Sasuke. Aku ingin bertanya."

"Boleh, Yuki." Sasuke tersenyum.

Yukimura menggigit bibirnya. Entah kenapa dia takut.

Apakah pertanyaan ini… akan menyinggung Sasuke?

"Kau ingat tidak, saat Kasuga memberi Masamune-dono surat dari Mego-dono? Sehari setelah itu, Mego-dono minta maaf kepada kami." Yukimura menghentikan langkahnya. "Kemudian, dia bilang, kalau kau bisa memberikan suatu bukti."

Sasuke tertegun.

"Sebenarnya ada apa di balik semua ini, Sasuke? Aku dan Masamune-dono tahu, kau menyembunyikan sesuatu. Tapi apa? Kenapa tidak kau jelaskan saja, kalau kau benar-benar ada di pihak kami? Kalau kau benar-benar kakakku?"

"…"

"Sasuke, aku adikmu kan? Meski kita tidak ada hubungan sedarah, tapi, aku ADIKMU, kan? Sasuke."

"Yuki…."

"…"

"Kau pasti akan membenciku, Yuki…."

"Sasuke!" Yukimura menampar pelan pipi kiri Sasuke, menyadarkan laki-laki itu. "Katakan padaku. Apakah seorang adik, akan tega membenci kakaknya sendiri? Aku bisa saja kecewa padamu. Tapi benci? Apa aku setega itu? Apa aku adalah tipe orang yang seperti itu?"

Lagi-lagi, Sasuke tertegun.

Dia tidak tahu lagi harus bereaksi apa. Apakah dia nyatakan saja yang sebenarnya? Apakah ini sudah merupakan waktu yang tepat untuk menguak segalanya? Sasuke belum siap menerima konsekuensinya. Dan Sasuke sangat-sangat tidak ingin dibenci oleh adiknya sendiri.

"Yuki…."

"Ya, Sasuke?'

"Mungkin, aku memang sudah tidak ada di pihakmu lagi."

Yukimura menahan napasnya.

"Aku kakak yang buruk, aku tahu. Seharusnya aku memang mendukungmu. Namun, mau bagaimana lagi? Ini adalah keputusan yang aku buat setelah kupertimbangkan segala-galanya. Aku juga punya hak untuk berpendapat. Maafkan aku, Yuki."

Yukimura tidak membalas penjelasan Sasuke.

Ya. Dia memang pantas kecewa.

"Jadi, sekarang kau ada di pihak Mego-dono." Yukimura menegaskan ulang maksud perkataan Sasuke. "Sudah kuduga, ada yang kau sembunyikan. Sempat terpikir juga kalau kau bekerja sama dengan Mego-dono. Lalu, apa ini ada hubungannya dengan Katakura-dono? Kau suka dengan Mego-dono atau bagaimana?"

"Kalau itu aku tidak bisa menjawab sekarang, Yuki." Sasuke menghela napas. "Aku tidak ingin menghancurkan hati kalian bertiga. Cukup pernyataan bahwa aku sekarang memang ada di pihak Megohime."

Namun, Yukimura terus bertanya. "Lantas, apakah menyerahnya Mego-dono hanyalah strateginya? Apakah dia sebenarnya tidak betul-betul menyerah?"

"Jujur, Megohime memang bercerita padaku semuanya. Cerita di masa lalunya dengan Date. Cerita dimana dia sangat merindukan Date. Cerita dimana dia sangat cemburu dan patah hati karena Date. Namun, dia adalah gadis yang baik, Yuki. Percaya padaku. Megohime itu baik, terlepas dari perasaannya. Dia tidak pernah punya rencana jahat padamu maupun pada Date. Dia hanya ingin mengambil kembali apa yang telah menjadi miliknya dulu, namun mungkin dia terlalu berusaha. Dia yang tidak tahu posisi.

"Megohime akhir-akhir ini sering mengeluh. Dia ingin menyerah dari perjuangannya mendapatkan kembali Date. Kau dan Date juga tidak tahu, sekeras apa dia menutupi perasaannya saat latihan untuk pentas seperti ini. Dia mungkin terlihat baik-baik saja, selalu cerita dan sebagainya. Namun kau tidak tahu, seberapa rapuh hatinya sebenarnya.

"Jadi, kemungkinan besar dia betul-betul menyerah."

Yukimura terdiam. Entah dia harus senang atau merasa tidak enak hati.

"Sasuke." Namun, dia tak akan membiarkan pertahanannya runtuh. "Kau benar-benar suka Mego-dono ya?"

Sasuke terkesiap. "Itu tidak mungkin."

Yukimura tertawa kecil.

"Kau menyebalkan, Yuki."

"Maaf." Yukimura terkekeh. "Tapi, Sasuke. Mego-dono sudah tidak punya hak lagi untuk merebut Masamune-dono, entah dia mau cemburu atau tidak. Mereka sudah putus, 'kan? Lagipula, Mego-dono juga ingkar janji, 'kan? Anggap ini adalah balasan untuk perbuatannya. Anggap ini semua karma."

Tapi, Yukimura benar juga. Dan pembelaan Sasuke dan Yukimura tentang Megohime sama-sama kuat.

"Kuakui Mego-dono memang sangat baik. Cantik pula. Siapa yang tidak mau dengannya? Tapi, apa yang dilakukannya juga tidak pantas. Dia tidak punya hak."

Pembicaraan ini membingungkan.

Yukimura yang menentang.

Sasuke yang mendukung.

Kakak beradik yang berada di dua pihak yang berbeda. Entah bagaimana reaksi Masamune dan Kojuuro saat mengetahui ini. Terlebih pada Kojuuro. Entah kenapa, alasan Sasuke memutuskan Kojuuro akan benar-benar menyakiti hati mereka bertiga sekaligus, bukan hanya Kojuuro saja.

Yukimura butuh penjelasan.

Yukimura tidak ingin dibodohi dan dibohongi.

Namun, waktu tidak mengizinkannya untuk tahu sekarang.

Tiba-tiba saja, Motochika memanggil mereka dari jauh untuk segera berkumpul kembali di ruang kelas untuk melanjutkan latihan. Akhirnya, Yukimura dan Sasuke menghentikan pembicaraan dan langsung kembali ke basecamp.

Dan mereka melihat Megohime, yang sedang tersenyum melambaikan tangannya ke arah mereka.

To be continued.

.r.

A/N

ASTAGA.

BERAPA LAMA GUA NELANTARIN CERITA INI?!

5 BULAN COBA. PARAH BANGET GUA

Maapin Meaaaa :( jadi, sejak SMA Mea itu jadi sibuk. Trus jadi main mulu. Akhirnya ga dapet waktu mulu buat ngetik cerita. Lagian, dari kapan tau juga gue berkali-kali bilang kan, kalau sebenernya konflik utama cerita ini belom dibikin. Nah, setelah 5 bulan bertapa, akhirnya gue nemu beberapa konflik pas buat cerita ini dengan mengubah scene ending terkece yang udah gue bikin dari 2015 (sedih loh… tapi mau gimana lagi coba kalo ga ngubah scene ending… konfliknya ga bakal jadi-jadi…). Jadi, perhitungan gue sih kayaknya ff ini bakal jadi 20-25 chapters aja (padahal maunya sampe 30 lebih). Sekarang gue juga mulai berusaha buat ngatur waktu, jadinya diusahain banget buat sempet ngetik cerita karena plot sudah ada :)

KANGEN BAT GUE SAMA KALIAN GABOONG

Balesan review:

Kumpulan Guest (1 orang ini): bacod berat badan gua 21 kg juga

LoliMon-san: Apa ini dateng-dateng cuma buat tereakin nama momot :v

Shadow0Reader: gigit aja saskey wkwkwkw. Abisan Mego kan khilaf dulu :( tapi karma itu nyata ya wkwkwkw dulu dia tiba-tiba punya pacar. Eh gantian Masamune yang tiba-tiba punya pacar.

aka-chan: so that's why lol. And I already followed your wattpad account few months ago :D about the story… hmm… no. Sasuke is completely move on. But I think your thought about Sasuke's feeling is interesting. But sadly, Sasuke's reason is complicated and has big impact on the story.

SyifaaMitsu13: wkwkwk sejauh ini emang blom ada yang bisa nebak alasannya sih :( hehehehe rahasianya Yuki mah nanti dikasihtau koq di akhir cerita. Sieeepp… pasti Yukimura dijagain kok sama Masamune… makasih ya sipa

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

11 November 2017