When Innocent Boy Fall In Love

Cast : ● Byun Baekhyun

● Park Chanyeol

● Lu Han

● Oh Sehun

● Wu Yifan

● Do Kyungsoo

● (Bertambah seiring berjalannya waktu) ^^

Author : PeachyBloom

Genre : Romance, School Life, Teenagers, Drama

Rated : M

Warning: Yaoi, Typo(s).

a/n : Demi apapun cerita ini muncul gitu aja dari pikiranku. Please jangan diplagiatin, ini cerita pertamaku. Maaf kalo ada scene yang sama dengan cerita lain. Ini bener-bener dari otak cerdasku (?) *narsis -_-

.

.

.

.

Happy Reading! ^^

PeachyBloom – WIBFIL

Chapter 13 : He is Jongin!

.

.

.

Sebuah mobil hitam baru saja memasuki area parkir yang asih sepi saat itu. Belasan pasang mata yang berada disekitarnya langsung menajamkan matanya menunggu sosok yang akan keluar dari dalam mobil tersebut. Beberapa orang hanya bisa menatap takjup pada apa yang baru saja mereka lihat. Seseorang yeoja cantik dengan menawannya baru saja keluar dari kursi pemudi. Walau sudah sangat sering ia berkunjug ke sekolah ini, senyum kagum tidak pernah tidak diberikan kepadanya.

"Baekhyun!"

Baekhyun yang kebetulan sedang berjalan seorang diri disana menoleh dengan bingung kepada orang yang baru saja memanggilnya. Senyum lebar langsung tergambar diwajahnya saat menyadari siapa yeoja yang baru saja memanggilnya. Tanpa babibu pun ia langsung berlari menghampiri Yura yang masih dengan setia berdiri disamping mobilnya.

"Noona?"

"Mana Chanyeol?"

Seolah tidak memperdulikan apa yang baru saja Baekhyun ucapkan, Yura terus memutar kepalanya mencari keberadaan adiknya. Mengabaikan bagaimana Baekhyun yang kini tengah memberengut imut dengan bibirnya yang sedikit dimajukan.

"Yeollie sedang bersama Kyu-"

"Arrghh, bosan sekali didalam! Oh, Siapa ini Noona?"

Baekhyun yang melihat orang lain baru saja keluar dari kursi belakang mobil Yura hanya bisa mengedipkan matanya dengan bingung pada namja tinggi yang kini sudah mengusap-usap pipinya.

"Dia cantik, manis. Tapi Kyungie jelas lebih manis. Siapa namamu?"

"B-Baekhyun" Dengan ragu-ragu Baekhyun menjawab sambil terus berusaha melepaskan tangan lelaki yang sudah bergriliya diwajahnya.

"Sudah, jangan ganggu Baekhyun! Biar bagaimanapun ia tetap akan menjadi kakak iparmu nanti!" Yura yang menyadari bagaimana paniknya wajah Baekhyun akhirnya buka suara dan menghentikan tingkah adik bungsunya yang memang terlhat seperti orang-orang mesum.

"Kakak ipar? Kekasihmu Noona? Aku tak menyangka kalau kau menyukai dan berniat menjadikan anak kecil sebagai suamimu nantinya!"

"Idiot!"

Yura yang benar-benar kesal langsung memukuli namja yang sedikit lebih tinggi darinya. Memberikan tatapan mematikan hingga namja itu hanya bisa terkekeh geli sambil meminta maaf pada yang lebih tua.

"Jadi?" Baekhyun yang benar-benar jengah tayangan kucing dan tikus yang baru saja ia saksikan hanya bisa menatap bosan pada kedua orang yang kini balik menatapnya.

Yura berdeham sekali sebelum ia kembali memamerkan senyumnya pada Baekhyun. Meletakkan sebelah tangannya dibahu Baekhyun sambil menatap sangat ramah pada yang lebih pendek.

"Benarkan kalau namja itu adalah kekasihmu Noona!"

"Diam Kau!"

Jujur Yura tidak tahu harus mengapakan namja hitam yang kini terlihat sedang menyeringai padanya. Ia berusaha mengabaikan tatapan mengejek yang diberikan adiknya padanya.

"Baekhyun, kenalkan. Dia Jongin, adikku dan juga Chanyeol. Apa chanyeol sudah menceritakannya padamu?" Baekhyun menggeleng imut lalu menatap Yura dan Jongin secara bergantian.

"Sudah kuduga! Anak itu benar-benar. Dan Jongin! Kenalkan, ini Baekhyun. Dia kekasih Chanyeol, jangan coba-coba untuk mengganggunya! Arraseo?"

Jongin yang masih setia berada dibalik punggung Yura hanya bisa membelalakkan matanya sambil tak sengaja mendorong Yura menyingkir dari hadapannya.

"Yang benar saja? Ini kekasih hyung? Sungguhan kah? Atau hanya mainannya saja?"

"Jaga bicaramu bodoh!"

"Mian Noona! Lagipula Chanyeol hyung memang selalu seperti itu bukan? Jangan salahkan aku jika aku berkata seperti itu! Sudahlah, aku ingin menemui Kyungie sekarang. Bisa kau tunjukkan padaku dimana kelasnya Baekhyun hyung?"

Anggukan ragu terlihat jelas saat Baekhyun menatap mata Jongin yang telah memberikannya sebuah kedipan mata. Terlihat sangat menjijikan memang jika namja tampan itu yang melakukannya. Ia akan sangat senang jika Chanyeol yang melakukannya, bukan namja yang kini ada dihadapannya.

.

.

.

Setelah 15 menit mengerjai Baekhyun agar mengajaknya berkeliling sekolahan Jongin terus bersikap sok manja pada namja mungil yang kini tengah ketakutan setengah mati padanya.

"Santai saja hyung! Aku tidak akan memakanmu!"

Baekhyun kembali meremang saat Jongin terus saja berbisik ditelinganya. Membuatnya keringat dingin karena ketakutan dan juga malu secara bersamaan ketika banyak pasang mata yang menatap tak suka kearahnya.

"I-itu kelas Kyungsoo! Temui saja sendiri. A-aku harus per-"

"Byun Baekhyun!"

Baekhyun yang sebelumnya hendak berbalik harus bersabar karena lengannya telah ditarik secara paksa oleh beberapa orang yeoja yang kini menatapnya dengan sangat mengerikan.

"Apa maksudnya ini? Kau mengkhianati Channie oppa setelah kau menghancurkan hubungannya dengan Kyungsoo oppa?"

"Tidak tahu diri sekali! Sekarang malah bermesraan dengan namja lain! Dimana otakmu bodoh?"

"Murahan! Aku akan mengadukan ini pada Chanyeol Oppa. Dengan begitu ia akan marah dan kecewa padamu. Lalu dia akan meminta putus dan itu adalah kesempatan emas untuk kami semua agar bisa berdekatan dengan Chanyeol oppa!"

"Tunggu saja nanti! Aku benar-benar akan mengadukannya!"

Baekhyun terus memejamkan matanya saat kata-kata para yeoja itu terus terlontar dengan keras dihadapan wajahnya. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran para yeoja disini.

"J-jangan katakan ini pada yeollie! Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, namja ini adik-"

"Jangan mengelak! Tunggu saja disini, Chanyeol oppa sedang bergegas. Aku tidak sabar melihat bagaimana ia memakimu nanti!"

Air mata telah menggenang dengan sangat banyak dipelupuk mata Baekhyun, wajahnya memerah menahan tangis yang benar-benar ingin ia keluarkan. Semua ucapan para yeoja tadi membuatnya merasa ketakutan kalau-kalau Chanyeol benar-benar marah padanya.

"Jangan dengarkan mereka! Hyung-ku tidak akan marah padamu! Aku akan membantu untuk menjelaskan ini semua padanya nanti! Jangan menangis oke"

"A-aku tidak menangis!"

"Lalu kenapa matamu berair?"

"Aku tidak menangis! Mataku juga tidak berair hiks!"

"Nah nah, itu apa? Kau managis kan? Kau ini, tenang saja Chany- hyung, tunggu jangan lari meninggalkanku!"

Mau tak mau Jongin harus ikut berlari mengikuti Baekhyun yang sudah berjalan didepannya sambil terus menunduk dan menghapus air matanya.

"Baekhyun hyung, awas! Nanti kau menabrak…."

BRUK

"….Chanyeol hyung!"

Berterimakasihlah pada Chanyeol yang benar-benar sigap saat itu. Kalau ia tdi tidak menagkap Baekhyun, mungkin namja mungil itu kini tengah mengaduh kesakitan gara-gara pantatnya berbenturan langsung dengan kramik dingin disana.

"Kenapa buru-buru sekali Baekkie? Kenapa juga kau menangis? Siapa yang menyakitimu?"

CHanyeol langsung memberikan dekapan hangatnya begitu saja setelah ia menyadari bagaimana keadaan Baekhyun. Ia mengusap punggungnya naik turun sambil matanya memberikan tatapan tajam yang menuduh pada seluruh orang yang ia lihat disepanjang koridor sekolah.

"Huh! Aku sudah bilang jangan berlari, tapi kekasihmu ini tidak mendengarkanku hyung!"

Chanyeol sedikit mengendurkan pelukannya dari Baekhyun, berusaha melepaskan pelukannya sebenarnya. Namun karena Baekhyun menolak dan malah mempererat pelukannya, Chanyeol hanya bisa menurut dan kembali memeluknya.

Matanya sedikit membulat menyadari siapa namja yang kini berdiri dihadapannya. Sedikit terkejut saat adik yang beberapa tahun tidak ia temui kini sedang tersenyum padanya.

"Jongin?"

"Menurutmu?"

"Kau sungguhan?"

"Tentu saja! Tidakkah kau ingin memberiku sebuah pelukan hyung?"

Chanyeol terkekeh kecil dan melirik sedikit kearah Baekhyun yang masih sangat betah berada didalam pelukannya. Membuat Jongin yang mengikuti arah pandangnya hanya membalas kekehan Chanyeol sambil menganggukkan kepalanya mengerti.

"Yeollie tidak akan marah pada Baekkie kan?"

Kedua namja yang masih saling melempar senyum itu menatap penuh tanya kearah Baekhyun yang kini sedikit mengangkat kepalanya menatap Chanyeol dengan hidung yang sedikit memerah.

"Marah? Marah kenapa?"

"B-Baekkie… T-tadi B-Baekkie…"

"Aku tadi memintanya mengantarku ke kelas Kyungsoo. Namun saat diperjalanan kami diganggu oleh para yeoja yang menuduh Baekhyun hyung telah mengkhianatimu. Mereka mengancam akan mengadukan padamu agar kau berpisah dengan Baekhyun! Dan saat itu Baekhyun langsung pergi dan menangis hingga ia menabrakmu tadi!"

Tatapan bingung yang Chanyeol tunjukkan benar-benar membuat Jongin kesal. Bagaimana bisa ia sudah panjang lebar menceritakan itu semua dan hyung-nya hanya memberikan respon seperti itu? What the fu*k.

"Jongin, kau…. Sudahlah, aku paham maksudmu! Sekarang, pulanglah, tunggu saja tunanganmu pulang nanti! Sebentar lagi sekolah dibubarkan, sebaiknya kau mempersiapkan dirimu untuk Kyungsoo nanti!"

"Ya, sebaiknya begitu. Aku meninggalkan Noona sendirian ditempat parkir! Bye hyung!"

.

.

.

"Kau tahu Baekkie? Aku tidak menyangka kalau aku benar-benar merasakan bagaimana jatuh cinta yang sebenarnya saat ini. Aku benar-benar bahagia, aku ingin mewujudkan apa yang sudah ku inginkan sejak kecil. Memiliki seutuhnya orang yang sangat kucintai."

Baekhyun dengan seksama memperhatikan Chanyeol yang tengah berbicara sambil memamerkan senyumnya. Membuat Baekhyun tidak bisa untuk tidak menyembunyikan senyumannya.

"Tapi aku masih bingung. Usaha apa yang harus aku lakukan agar aku benar-benar memilikinya?"

"Yeollie?"

"Hn?"

"Apa yeollie sedang mencintai orang lain selain Baekkie? Siapa? Kyung-"

Cup

"Sssttt, dengar Baekkie! Aku tidak akan pernah mencintai orang lain selain dirimu! Aku akan berusaha akan hal itu. Dan Kyungsoo, percayalah! Aku hanya milikmu dan kau adalah milikku seorang!"

"Bohong!"

Baekhyun mempoutkan bibirnya tidak suka, membalikkan tubuhnya hingga ia memunggungi Chanyeol yang ada disebelahnya.

"Bukti apa yang harus aku berikan padamu?"

"Entahlah! Baekkie mau pulang saja. Kalau Yeollie masih ingin disini yasudah!"

Langkah pertama yang diringi kikikan kecil dari mulut Baekhyun hanya dihadiahi seringaian oleh Chanyeol. Dilangkah keduanya Baekhyun juga masih terkikik tanpa mengetahui kalau seringai Chanyeol makin lebar dibelakang sana. Dan, saat ia benar-benar makin mempercepat langkahnya ia dapat merasakan kalau Chanyeol baru saja menariknya kembali dan memeluknya dari belakang. Menyandarkan dagunya dibahu sempit miliknya, sailng melontarkan senyum masing-masing.

"Saranghae!"

Kikikan kecil kembali terdengar saat Chanyeol baru saja menyelesaikan kalimatnya sambil memejamkan matanya. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Baekhyun dan dibalas usapan halus ditangannya.

"Bisakah Yeollie berhenti mengucapkan kata Cinta? Aku sudah sangat yakin kalau Yeollie mencintai Baekkie. Jadi, Yeollie tidak perlu mengatakannya setiap saat oke"

"Aku tidak akan pernah peduli jika kau merasa bosan! Aku akan tetap mengatakan kalau aku mencintaimu kapanpun otakku memintaku untuk mengucapkannya padamu."

"Terserah apa katamu. Aku mau pulang sekarang!"

"Aku akan mengantarmu sampai kamarmu!"

"Cukup sampai rumahku saja, aku tidak mau Yeollie menginap dikamarku lagi!"

Tanpa mengindahkan Baekhyun yang baru saja menolak permintaannya, Chanyeol langsung menggendong bridal Baekhyun menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya.

.

.

.

"Hunnie, aku tidak mau!"

"Mau atau aku tidak akan pernah mau jadi kekasihmu lagi?"

"T-tapi, A-aku harus…"

"Harus apa Lu?"

"Huh, sudahlah! Ayo cepat antar aku pulang!"

"With my pleasure hannie! Begitu lebih baik, hanya menerima ajakanku apa susahnya? Aku mencintaimu. Ayo naik! Pengagan yang erat!"

"Sudah! Jja!"

Dengan sedikit berat hati, akhirnya Luhan hanya bisa mengalah pada Sehun yang terus mengotot ingin mengantarnya pulang. Ia terpaksa harus membatalkan niatnya untuk berbelanja kebutuhan bulanannya hanya karena Sehun terus mengancamnya dengan hal bodoh. Seperti tidak akan mengantar jemput Luhan sekolah (padahal Luhan tidak pernah meminta hal itu), atau yang paling parah ia berkata kalau ia tidak akan mau menjadi kekasih Luhan lagi. Luhan benar-benar menyerah dengan alasan itu, padahal mereka baru resmi menjadi kekasih beberapa har yang lalu dan Sehun sudah mengancam yang seperti itu padanya. Yang benar saja.

"Kenapa kita kesini? Ini bukan rumahku!"

"Siapa yang bilang akan mengantarmu pulang? Aku hanya meminta agar kau ikut denganku!"

"Ck, antar aku pulang sekarang!"

"Kalau aku tidak mau bagaimana?"

Luhan mempoutkan bibirnya dengan imut sambil tangannya memukuli punggung Sehun yang masih menatapnya dari kaca spion motornya.

"Aku membencimu!"

"Ya, aku juga mencintaimu! Ayo turun!"

Sekali lagi dengan berat hati Luhan harus menuruti kemauan Sehun. Ia berjalan dengan malas memasuki sebuah cake shop yang Luhan sendiri tidak tahu apa namanya. Salahkan saja ia kalau ia tidak bisa membaca tulisan Jepang.

Matanya sedikit menerawang saat langkah kakinya memasuki ruang bernuansa soft pink yang dipenuhi aroma menggiurakan berbagai macam kue itu. Ia berkali-kali menegguk liurnya saat matanya mendapati beberapa jenis cake yang benar-benar terlihat sangat menggiurkan.

"Hannie! Aku ada urusan sebentar. Kau tunggu saja disini! Jangan kemana-mana! Pesan saja sesukamu!"

"Oke! Kau jangan lama-lama!"

Stlah Sehun mengangguk dan meninggalkannya Luhan tersenyum dengan lebar dan memesan beberapa cake dengan ukuran besar. Sepertinya rasa jengkelnya pada kekasih tampannya itu meluap entah kemana hanya karena cake-cake lezat yang menggiurkan.

.

.

.

"Yeollie! Jangan cium Baekkie terus! Nanti kalau eomma melihat bagaimana?"

"Biarkan saja! Eomma-mu tidak akan marah. Bahkan jika aku memakanmu sekalipun!"

"Memakan seperti yang waktu itu?" Bekhyun bertanya dengan menggemaskan sambil tangannya merapikan seragamnya yang hampir terbuka karena ulah Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya bisa mengangguk dan memperhatikan dalam-dalam bagaimana Baekhyun yang kini terlihat sangat menggemaskan dimatanya.

"Baekkie tidak mau! Nanti sakit!"

"Kau selalu bilang tidak mau! Tapi saat aku sudah melakukannya kau malah meminta lebih sayang!"

"A-ah, i-itu…"

"Sudahlah, aku pulang sekarang ne!"

Baekhyun mengangguk sambil terus memperhatikan Chanyeol yang baru saja bangkit dari menindihnya. Ia tersenyum senang saat Chanyeol sudah berdiri didepannya dan menatapnya dengan sangat tampan. Merentangkan kedua tangannya lalu dengan cepat kembali memasukkan tangannya kedalam saku celanannya. Memberi kode pada Baekhyun agar memberinya sebuah pelukan hangat sebelum ia benar-benar pergi.

Dengan antusias Baekhyun langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menerjang tubuh Chanyeol. Tak peduli kalau seragam yang masih ia gunakan belum terkancing dngan benar.

"Yeollie!"

"Ne?"

"Tidak ada! Hanya ingin memanggil Yeollie saja. Itu menyenangkan!"

"Benarkah? Kalau begitu aku akan terus menggumamkan namamu Baekkie! Rapikan pakaianmu! Jangan lupa makan malam! Aku benar-benar mencintaimu!"

"Ya ya ya, dan Baekkie benar-benar-benar-benar mencintai Yeollie!"

Cup

Beberapa kecupan berhasil Baekhyun berikan dengan sangat sempurna dibibir Chanyeol. Menimbulkan efek rona dipipinya setelah ia menyelesaikan apa yang ia lakukan.

Mungkin ia akan belajar bagaimana mngekspresikan perasaan sayangnya pada Chanyeol. Karna ia tahu, Chanyeol akan sangat senang jika ia memulai segalanya duluan. Dan Baekhyun akan senang kalau Chanyeol pun senang.

.

.

.

"Kenapa Sehun lama sekali? Apa ia meninggalkanku?"

Luhan yang sudah menghabiskan beberapa porsi cake yang ia pesan mulai merasa khawatir saat Sehun yang ia tunggu tak kunjung datang menghampirinya.

"Permisi! Apa kau lihat namja tinggi yang tadi masuk keruangan ini?"

Dengan sedikit ragu Luhan bertanya pada seorang pelayang sambil menunjuk pintu yag ia maksud.

"Hmm, sepertinya masih didalam! Ia selalu berkunjung kesini dan berbincang dengan bos kami untuk waktu yang cukup lama."

"Apa aku boleh masuk kesana?"

"Sebenarnya boleh kalau kau punya hal penting yang ingin dibicarakan!"

"YA, ada! Ada beberapa hal yang harus kuselesaikan didalam! Bagaimana?"

"Masuklah! Pintunya tidak pernah dukunci!"

"Terimaksih!"

Luhan dapat meilhat pelayan itu mengangguk dan tersenyum padanya. Setelah merasa tidak ada yang mengawasinya, Luhan berjalan dengan perlahan mendekati pintu tersebut.

Jantungnya berdegup dengan kencang seiring dengan langkahnya yang kian mendekat. Perasaannya makin terasa sangat tidak enak saat ia sudah berada tepat didepan pintunya.

"Semua akan baik-baik saja! Tidak perlu khawatir Lu, kau bisa!" Setelah menyemangati dirinya sendiri, ia sangat yakin ituk memutar knop pintu itu. Dan jantungnya benar-benar meletus saat pintu ia baru saja terbuka.

'aku tidak bodoh untuk mengetahui apa yang sedang kau lakukan Sehunnie!'

TBC

Yeayy, mian buat telat update-nya *seharidoang-_- sebenernya agak males updatenya. Aku aja baru pulang sore ini gara-gara ada kegiatan pramuka di Cibubur kemarin, bahkan sampe nginep. Mau ngga mau harus banyak prepare sebelum jalan kesananya. Tadinya aku mau update minggu depan sekalian 2 chapter. Tapi kurasa itu ngga baik karena mengundur-undur(?) waktu hehe^^

Maaf buat Typo-nya, aku bergadang ngetik ini soalnya. Mataku udah sepet-sepet ngantuk tetep ku paksain mantengin laptop haha^^

Jangan males buat review oke^^. Makasih juga buat yang udah review kemarin^^

AdorableKai : Soal Happy-happy mah gampang. Tapi aku ngga janji buat konfliknya hehe^^. Thanks for your Review…^^

neli amelia : Iya, Xing Lau itu mantan pengaggumnya si Chanyeol. Tapi aku ngga bakal jelasin banyak-banyak soal mereka. Thanks for your Review…^^

Re Tao : Makasih perhatiannya^^. Aku ngantuk banget soalnya waktu ngetik ini, maksain bangun pagi Cuma buat ini FF. Dan jadinya Typo bertebaran deh hehe^^. Thanks for your Review…^^

lolamoet : Aku ikut seneng kalo kamu seneng^^. Iya HunHan udah jadian kok, aku juga ngga tega kalo Lulu digantungin mulu-_-. Thanks for your Review…^^

rika maulina 94 : Jangaaaaan. Baekkie jangan dibawa pulang! Jangan pula dimasukkin kekardus. Nanti dia nafasnya gimana? Nanti kalo dia mening*al gmn? #abaikansemuaitu-_-. Thanks for your Review…^^

KT CB : Kyaa, jangan di civok(?) Baekhyun-nya:D Thanks for your Review…^^

baekchanbaek92 : Aku ikutan sujud deh hehe^^. Hmm, aku ganti pin soalnya, bukan off. Kalo kamu mau invite lagi, liat aja di Chapter sebelumnya. Chapter 10 kalo ngga chap 11. Entahlah, aku lupa dichapter berapa hehe^^. Thanks for your Review…^^

Maple Fujoshi2309 G A N : Iya benar. 100 buat kamu hehe^^. Thanks for your Review…^^

indri kusumaningsih : Finally yeaayyy, mereka mau ngga mau harus baikan. Aku bingung mau nulis apa kalo mereka berantem terus hehe^^. Amin, semoga gak ada masalah. Thanks for your Review…^^

JonginDO : Ini udah dilanjutttttt, happy read yaaaa^^. Mian kalo aada yang kurang-kurang atau gimana. Thanks for your Review…^^

farfaridah16 : Rintangan ya? Hmm, aku masih mikirin hal itu sih. Tapi bukan berarti bakal ngga ada masalah lagi nantinya. Tunggu aja pokoknya^^. Thanks for your Review…^^

Chan Banana : Nc ya? Aduuhh, aku harus mikir-mikir lagi buat itu. tunggulah beberapa Chapter lagi mungkin, baru kubuat ada nc-nya haha *evilsmirk. Thanks for your Review…^^

mpiet lee : iyadong, massa marahan terus. Masalah Xing Lau sama yeol baikan aku masih ragu nih. Menurut kamu enaknya gimana? Hehe. Thanks for your Review…^^

YoungHeeSEHUN94 : Akhirnya ya, setelah sekian lama Luhan menunggu haha^^. Kalo aku ngga banyak pr pasti kubuat lebih panjang. Thanks for your Review…^^

reiasia95 : jangankan kamu, aku aja sayang sama Baekkie^^. Tapi…. Kamu ngga sayang sama aku? *kidding*. Thanks for your Review…^^

julihrc : Iya, maaf typo-nya ya :(. Aku ngantuk banget soalnya pas ngetik hehe^^. Thanks for your Review…^^

AnaknyaChanbaek92 : Kasihan banget emang si Xing Lau :( tapi aku ngga bakal ceritain panjang lebar flashbacknya Chan sama Lau yaa hehe^^. Thanks for your Review…^^

LoveHyunFamily : Annyeong^^. Ngga papa kalau baru review, yang penting kamu baca dan kasih respon ke FF aku hehe^^. Buat SuLay-nya… aku ngga janji heehe^^. Thanks for your Review…^^

ByunViBaek : Kenapa dengan Xing Lau?^^. Thanks for your Review…^^

Guest : Hah? Baekkie centil kah? Aduhhh, mian oke. Aku terlalu suka Baekkie yang kayak begitu soalnya hehe^^ kok gampangan sih? Kan yang mainin Chanyeol doang hehe^^. Thanks for your Review…^^

VampireDPS : Kakak kejam amat ngancem Yeollie wkwk^^. Thanks for your Review…^^

restikadena : Aduh, maksih pengertiannya. aku seneng deh sama readers yang pengertian haha^^. Thanks for your Review…^^

Guest : Hi,,,,, Aduh masalah end FF ini aku juga belum tahu. Selama otak-ku terus berputar dan memaksaku untuk menulis aku bakal lanjutin ini FF. Tapi rencananya mungkin 3 atau 4 chapter lagi sih hehe^^. Thanks for your Review…^^

TyaWonKyu : Ini udah dialanjut kok^^. Thanks for your Review…^^

19 SweetyChanbaek 92 : Aduuhh, emangnya kamu es batu pake meleleh segala hehe^^. Iya tuh, Chan cinta banget sama Baekkie^^. Thanks for your Review…^^

Echaaa : Eh, jelek! Aku bukan jembatan :P

Makasih review kalian yang kemarin. Ohiya, buat yang review pake nama 'Guest' aku rada bingung kalo bales review kalian. Menurut kalian aku harus gimana balesnya? Soalnya kalo ada 2 yang pake nama itu kalo review bingung juga balesnya hehe^^, biar ngga tertukar gimana? Bisa dibedakan kah? Makasih….. review terus oke^^

See You Next Week^^