"Dasar... Hewan kotor menyebalkan"*Please Stay With Me
"Oh ya?"
Semilir angin dingin menerobos jendela kaca setengah terbuka itu dengan perlahan. Mengalunkan helai helai segelap langit malam dengan lembut. Manik hetero indah menyipit menghadap ke arah depan. Genggaman di eratkan sampai buku-buku jarinya terlihat jelas
Ia kesal
"Dimana sopan santun mu Tsurumaru-kun? "
Satu tarikan senyum mengihiasi wajah putih, memberikan sebuah kesan meremehkan pada sang guru
"Ini bukan sekolah.. Mikazuki-sensei"
Tubuh yang selalu tegap di undurkan sedikit demi sedikit. Menentukan posisi yang nyaman bagi dirinya
Manik amber itu tertutup. Memikirkan sesuatu untuk menaklukan sebuah hati yang rapuh
Bisakah kau merasakankuSaat aku memikirkanmu?Seiring nafas yang kuhelaSetiap menitTak peduli apapun yang kulakukanDuniaku tetaplah hampa
Mikazuki melirik sebuah arloji yang terpasang indah pada pergelangan tangannya. Detik demi detik terdengar begitu menyeruak.
"Yamanbagiri.. Pemuda yang baik" ujarnya membuka topik
"Kau memulai topik ya? Benar.. Aku tidak menyangkal"
"Dan kau.. "
Manik hetero menatap manik amber tajam
"... Adalah murid paling brengsek yang aku punya sejauh ini"
Tsurumaru menaikkan bahunya
Selagi manik hetero itu beralih pandang pada surai pirang
Serasa aku tlah berkelana di gurun pasirSelama ribuan hariTak tahu apakah ini fatamorganaTapi selalu kulihat wajahmu, kasih
"Kau tau? Kau telah merebut sahabat ah tidak... Pujaan hatiku sensei"
Aku teramat merindukannyaTak bisa kutahan bahwa aku mencintainyaSehari tanpa helaian itu serasa setahun tanpa turun hujanKubutuh dia di sisikuTak tahu bagaimana aku kan bertahan
Pisau lipat tersimpan dengan baik di belakang punggung ber seragam itu. Kilauan dari bilah menunjukkan seberapa tajamnya pisau itu
Bintang-bintang terbakarKudengar suaranya di benakkuTak bisakah mendengarku memanggilnya?Hatiku merinduBak samudra yang mengering
Satu gerakan cepat, pisau lipat itu hampir bersarang di leher sang rembulan jika saja sebuah gunting tajam membalas nya dengan sebuah goresan ringan
Pegangi aku yang sedang terjatuh
"Pertama.. Tidak boleh ada kekerasan"
Tangan mikazuki meraih tangan putih Tsurumaru dengan kasar lalu menariknya
Bulan meraungTanah bergetarSegala terasa statisTapi sehari tanpanya serasa setahun tiada hujan
"Kedua... Tidak boleh ada pertikaian selama kita di dalam mobil dan oh.. kemacetan akan berlangsung sampai pagi jadi jangan macam macam"
Wajah Mikazuki kini persis di hadapan sang bangau
Menatapnya tajam
Serasa tanah runtuh di bawah kakiku(Tak maukah kau selamatkanku?)Akan datang musim hujanSaat kau kembali padaku
"Ketiga... Selamat Tahun Baru... Tsurumaru-Kun"
Doorrrrr
Kembang api bermunculan dimana mana.. Membuat percikan warna warni di sepanjang langit malam. Manik amber terbelalak menyaksikan betapa indahnya malam ini
Luar Biasa
Manik peridot terbuka seiring dengan makin meriahnya suara kembang api
"Apa... Ini? "
Maka akhirilah kekeringan iniDan buatlah gurun ini berbunga lagi
Manik amber dan hetero melirik, lalu menatap manik peridot dengan lembut
"Selamat Tahun Baru.. Manba-chan"
Dan aku butuh kau di sini, tak bisa kujelaskanTapi sehari tanpamu serasa setahun tiada turun hujan
Tiada lagi pertikaian kecil..
Tiada lagi suara yang terdengar
Hanya ekspresi kagum dan bahagia yang terlihat..
Entahlah.. Mungkin beberapa saat lagi.. Akan ada perang dunia
"Tidak... bukan itu"
Tsurumaru memiringkan kepalanya
"kenapa aku ada disini terjebak dalam kemacetan bersama dua orang aneh seperti kalian! dan apa apaan ini? tidak kusangka kalian ini pedo"
"a... hahaha"
mikazuki hanya geleng geleng disko selama Yamanbagiri dengan elitenya memarahi dirinya dan sang murid secara beruntun
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"ini akan jadi... malam yang panjang"
*Bacotan authorAuthor : hallow semua :v.. Gomen chapter ini pendek sekali :'(..Btw.. Happy New Year 2018 :vEh udah terlambat yak? Au deng :vreview please?