"Sebaiknya kau susul dia.." saran Yunho. Kibum tampak gamang dengan saran tersebut. Ditatapnya Xiumin itu yang terlihat mengiba padanya. Ia lansung menggendong anak tersayangnya itu dan berlalu pergi meninggalkan kedai sup tersebut. Maniknya bergerak menatap seluruh penjuru jalan, mencari sosok chubby itu.

Xiumin tak hanya diam dalam gendongan ayahnya itu. Ia juga mencari sosok chubby kesayangannya tersebut. Manik coklatnya terus bergerak bersama badan kecilnya yang kerap bergerak kecil digendongan ayahnya. "Papa.. itu Kyunnie" seru Xiumin seraya menunjuk arah yang dibelakangi Kibum. Namja dingin itu berbalik, mengarah pandangnya ke arah yang ditunjuk oleh anaknya itu.

"Kyu.." Tetapi panggilan itu tak dihiraukannya. Langkahnya semakin besar menjauh dengan sesekali berlari. Kibum mengejarnya, bersama Xiumin dalam gendongannya. Ia kerap menyuarakan nama namja chubby itu dengan keras, namun Kyuhyun tak jua menoleh ataupun menyahutnya.

Langkah Kibum terhenti dipersimpang jalan. Lampu merah untuk pejalan kaki telah menyala. Kibum hanya bisa diam, menatap sendu sosok itu yang perlahan menghilang dibalik bangunan toko yang menjulang. "Papa.. Kenapa Kyunnie pergi begitu saja?" tanya Xiumin sendu.

Kibum hanya bisa tersenyum sendu membalasnya. Diciumnya sayang kening anaknya itu guna menenangkannya. "Mungkin Kyunnie sedang ada urusan mendadak Min" jawab Kibum lembut. Xiumin hanya mengangguk pelan menanggapi.

Kibum sedikit resah berada dimuka umum seperti ini. Satu persatu masyarakat yang berlalu lalang mulai memperhatikannya dengan berbagai macam tatapan. Takjub, heran, jijik, ataupun sebagainya. Kibum hanya diam, memasang kembali raut dingin tak pedulinya. Ia sadar, jika lambat laun berita yang menyangkut dirinya dan juga Kyuhyun akan cepat terkuak kedaratan, terlebih lagi foto panas dirinya dan juga Kyuhyun dulu telah menjadi trending topic kini.

Klik!

Mulai! Satu jepretan dari citizen disana perlahan mulai menangkapnya. Kibum tak lansung menyembunyikan wajah tampannya itu, justru ia berusaha menyembunyikan wajah malaikat dari anaknya itu. "Papa.." keluh Xiumin kebingungan.

"Min tenang dan diam saja..." jawab Kibum menenangkan. Ia segera menyembunyikan wajah anaknya itu dan segera melesat dari sana. Suara jepretan dari kamera handphone milik masyarakat, terus memburu langkah itu. Kibum terus menghindar. Ia segera melangkah kesisi trotoar, mendekati sedan mewah yang telah menjemputnya dan masuk kedalamnya.

"Kita kemana Tuan?" tanya Sekretaris Hyun.

"Jalan saja sekretaris Hyun, kita harus menyusul Kyuhyun secepatnya" jawab Kibum.

Kibum terus memandang kesegala arah mencari sosok chubby itu. Xiumin pun begitu. Ia masih merapatkan dirinya pada kaca mobil, mengedarkan pandangannya kesegala arah. Jemarinya sesekali menggapai kaca mobil, menyenderkan wajah tampannya itu disana. Rautnya sudah sendu bercampur lelah mencari sosok itu sepanjang jalan, namun tak jua ia temui.

"Kyunnie tak ada apa.." ucap Xiumin sendu. Ia merebahkan dirinya pada punggung kursi mobil ayahnya. Ditatapnya ayahnya itu dengan sedih, "Apa Kyunnie lansung pulang?" tambahnya.

Mungkin benar apa yang dikata anaknya itu. Bisa saja namja chubby itu telah pulang kerumah. "Sekretaris Hyun, lajukan kendaraannya menuju kediaman Kyuhyun ne.." Sekretaris Hyun mengangguk dari kursi kemudinya, melajukan kendaraan tersebut dengan sedikit kencang.

.

.

©Sparkyu Amore©

RESET

.

Main Pair : KibumxKyuhyun (KiHyun), Xiumin, Others.
Disclaimer :
Typos, Ooc, BL, Hurt, No Plagiat!
Ini FF murni dari otak abal Amoree, Kalau kagak suka bisa kok lansung klik tanda "X" disisi kanan atas layar.._Thx^^

Happy Reading^^

.

"Kyu..Kyu...Cho Kyuhyun.." panggil Kibum seraya menggedor keras pintu rumah Kyuhyun. Tak ada sahutan dari dalam. Kibum terus menggerayangi tiap sudut bangunan tersebut, mengintip kedalam melalui celah kecil yang ada. Kosong! Tak ada tanda-tanda keberadaan namja chubby itu. Bisa saja ia berada diatas. Namja tampan itu tak habis akal, ia mengumpulkan beberapa kerikil kecil disekitarnya.. melemparkannya hingga mengenai jendela diatas sembari memanggil. Tetapi sama, Kyuhyun tak jua merespon.

"Coba hubungi Kyunnie papa" sahut Xiumin. Bodoh! Namja dingin itu merutukki dirinya seorang. Kenapa ia sampai tak berfikir seperti itu? Apa gunanya ada handphone berteknologi canggih bila tak dipergunakan?

Ia merogoh saku dalam jasnya, mengambil benda persegi itu dan menghubunginya. Sambungan itu terhubung. Kibum lagi-lagi merapatkan dirinya kedinding, menguping apakah ada nada dari handphone milik namja chubby itu. Dan tampaknya ia benar-benar tak ada disini. Sambungan itu masih terhubung, tak lansung diangkat si pemilik.

Berkali-kali ia melakukan panggilan, dan lagi-lagi hasilnya tetap sama. Tak ada jawaban darinya. Kemana Kyuhyunnya pergi?

Xiumin menarik ujung jas ayahnya yang masih setia mengedor-ngedor pintu tak bersalah itu. Kibum menunduk, menatap anaknya itu. Manik coklat bersih itu menjadi sedikit nanar, dengan bibir yang sedikit digigitnya pelan "Mungkin Kyunnie lelah papa. Ayo kita pergi saja" ucapnya bijak. Namja es itu melemah mendengarnya. Sungguh bijak pemikirannya yang masih terbilang dini tersebut.

Kibum tersenyum lembut akhirnya. Ia menggendong putranya itu kembali dan mengajaknya untuk pergi dari sini, 'Kemana perginya kau, Kyu?'

"Kita akan kemana sajangnim?" tanya Sekretaris Hyun.

"Kita kembali saja ke perusahaan. Mungkin saja dia sudah kembali bekerja.." jawab Kibum dingin. Sekretaris Hyun mengerti. Ia kembali menjalankan mobil mewah itu, meninggalkan debu serta asap didaerah tersebut. Kibum sejenak menatap kebelakang, berharap sosok itu tiba-tiba muncul sepeninggalnya. Dan nyatanya, semua masih sama.. tetap kosong tak ada tanda kehidupannya.

.

Laju kendaraan itu perlahan melambat setiba dimulut gerbang perusahaan. Manik Kibum perlahan melebar menatap keriuhan didepan perusahaannya tersebut. Para wartawan yang haus akan berita telah memblokade perusahaannya. Mereka tampak riuh dan berusaha menerobos masuk kedalam perusahaan. Namun langkah mereka cepat ditangani dengan baik oleh para sekuriti dan juga beberapa para pegawai perusahaannya.

Inilah dampak dari ucapanmu Kibum. Pengakuanmu beberapa waktu yang lalu, telah membuat para predator yang haus akan info tersebut terbangun. Mereka bagaikan lalat hijau, yang akan mengerumi kotoran dan senantiasa menjamahnya. Lupakah kau akan posisimu sekarang? Dirimu bukan kau seorang yang punya. Jiwa dan ragamu sudah menjadi milik Korea, bahkan dunia.

"Sajangnim?" panggil Sekretaris Hyun melalui spionnya. Kibum hanya bisa diam. Ia masih sibuk membelai surai coklat anaknya yang telah tertidur dalam pangkuannya.

Para predator itu tampaknya telah menyadari kehadiran Kibum disana. Satu yang mengetahui, satu yang bersuara... banyak massa yang menghampiri. Sekretaris Hyun masih membeo memanggilnya. Tak kan aman bagi sajangnimnya itu untuk meladeni para wartawan itu kini.

"Kita pulang saja.." ucap Kibum akhirnya. Sekretaris Hyun lansung memutar setir dan menekan pedal gas kendaraan, berusaha melarikan diri dari mereka yang hampir memerangkap mereka.

Baginya pribadi, ingin rasanya namja flat itu segera menjumpai para kawanan media itu dan mengatakan fakta sebenarnya tentang keakuratan beritanya tersebut. Tapi tidak untuk hari ini. Lihat saja anaknya yang tampak lelah tengah terlelap, terlebih lagi pemain satunya yang ikut andil dalam berita tersebut tak jua nampak batang hidungnya. Dan cara satu-satunya, memang ia harus beristirahat sejenak menenangkan fikiran.

.

.

Didepartemen Pemasaran...

Ketua Hwang tampak risau dalam langkahnya, terus saja mondar-mandir tak jelas didepan meja pegawai magangnya. Sesekali ia menggigit kukunya, terlihat sekali kegusaran yang ia miliki. Berbeda dengan Jessica yang sudah menegang dalam rautnya.

"Bagaimana? Apa kau bisa menghubunginya?" tanya Ketua Hwang penasaran. Yesung sebagai lawan yang ditanyakan hanya bisa menggeleng lemah. Kyuhyun benar-benar tak bisa dihubungi. "Tadi sambungannya sempat terhubung, tapi sekarang ia benar-benar telah mematikan handphonennya.." jawab Yesung.

Ketua Hwang mengumpat kesal mendengarnya. Ia benar-benar kesal. Kenapa ia sampai tak peka dengan semua yang pernah terjadi? Kemana perginya pegawai magangnya itu?

Jessica beralih untuk duduk dimeja kerja Kyuhyun yang telah ditinggalkannya sejak tadi. Ditatapnya layar komputer kerja milik namja chubby itu dengan malas. Sebuah perintah untuk meminta kata sandi tampil disana. Yeoja cantik itu menyender pada kursi kerja Kyuhyun, seraya menautkan kedua jemarinya didepan dada.

"Apa yang ingin anda lakukan sunbae?" tanya Yesung penasaran.

"Aku hanya penasaran saja, apa ada sesuatu dikomputer ini yang menyangkut dirinya dan juga sajangnim." Jawab Jessica sinis. Ia kembali bermain pada keyboard komputer tersebut. Mengetikkan beberapa angka ataupun nama pada keyboard tersebut dan berakhir dengan menekan ENTER!

'X'

Simbol X masih saja setia berpose dilayar itu, sebagai tanda bila sandi yang diinputnya hanya diam menatapnya. Ia sejenak berfikir, ikut andil bersama Jessica demi membobol komputer kerja tersebut. "Tanggal lahirnya 3 februari kan?" tanya Jessica pada Yesung. Yesung mengangguk membenarkan.

Jessica mulai bermain pada keyboard tersebut dengan bekal sandi seadanya, namun lagi-lagi simbol X tersebut masih saja mengejeknya.

"Coba dengan nama Jifan Kim, sunbae?" Jessica mengangguk, dan mencobanya. Tak ada bedanya, tanda X itu tetap mengejek mereka.

"Xiumin Kim?"

'X'

"Kim Jifan?"

'X'

"SparKyu?"

'X'

"Ddangko Brother"

'X'

"Kim Kibum.."

Jessica terdiam, menatap manik bak bulan sabit itu dengan raut bingung. "Siapa itu Kim Kibum?" tanyanya. Yesung hanya diam dengan senyum kakunya. Jelas ia mengetahui siapa itu Kim Kibum, namun tak ia katakan pada sunbaenya itu. Jika Jessica mengetahui yang sebenarnya, yeoja itu akan semakin memanas nantinya. Biar bagaimanapun, Kyuhyun pernah menceritakan padanya siapa Jifan Kim itu dulu yang memiliki nama asli Kim Kibum tersebut. Dan ia berjanji pula tak akan menceritakannya pada siapapun. Walau rasa cinta dan benci menjadi satu dalam hatinya, tapi namja tampan itu bisa memegang perkataannya sendiri.

'X'

Lagi-lagi simbol menyebalkan itu terus menari mengejek mereka. Bukankah sebuah sandi dibuat berdasarkan sesuatu yang sangat membekas dihati sipemilik? Apakah Kim Kibum bukan bagian dari hatinya? Yesung tersenyum kecil memikirkan dugaan itu. Jika Kim Kibum bukan orang spesial, apa ada orang lain?

"Bagaimana dengan namaku, sunbae?" tanya Yesung hati-hati. Yesung was-was melihat jemari Jessica menari indah diatas keyboard tersebut yang tengah mengetik namanya. Berharap, jikalau dirinya ada didalam hati namja chubby tersebut. Dan..

'X' Yesung diam-diam mendesah dalam diamnya. Bahkan dirinya juga bukan sosok yang begitu terkesan dihatinya. Mereka berdua diam, bahkan Jessica telah menyenderkan dirinya kembali pada kursi kerja Kyuhyun. Ia mengetuk-ngetuk pelan meja kerja Kyuhyun sembari berfikir, begitupun Yesung yang berpangku tangan menatap layar komputer tersebut sembari berfikir keras.

"A..." seru Yesung. Jessica mendongak, "Apa kau menemukan sesuatu?" tanyanya malas.

"Aku tidak yakin, tapi apa salahnya mencoba.." jawab Yesung cerah.

"Apa?" tanya Jessica masih menyender dikursi kerja tersebut. Yesung beralih menuju meja sebelah, menarik sedikit keyboard milik namja chubby itu untuk menghadap padanya. Jessica tak peduli lagi, lelah rasanya harus menjadi Miss Kepo disini. Sudah tak dipedulikannya lagi, rasa penasaran tadi yang telah merasukinya.

'N-a-p-p-e-u-n N-a-m-j-a' deretan beberapa huruf itu mulai ia ketik diatas keyboard tersebut. Gurat kegugupan telah hadir memenuhi wajahnya. Ia ingat betul bagaimana Kyuhyun pernah bercerita padanya tentang Kibum yang meninggalkannya dulu. Ia ingat betul bagaimana jalan hidup namja chubby tersebut yang kian susah, dan selalu menyalahkan sajangnimnya itu.

Kling...

"Apa kata sandinya?" tanya Jessica bersemangat saat layar komputer itu akhirnya tak menampilkan simbol X lagi. Yesung hanya tersenyum kecut menanggapi, "Itu tak penting, yang jelas aku sudah membukanya" jawab Yesung santai. Jessica membenarkan. Ia segera beralih mengambil alih kutsor yang sempat Yesung kendalikan tadi.

Manik cantik dan juga jemarinya masih saja bergerak, meneliti isi dari komputer tersebut. Jessica hanya mendesah berat tak ada yang berarti apapun dilihatnya. Lembar kerja atas penulisan proposal yang dibuatnya, dan juga data penyimpanannya hanya berisi berkas-berkas dan juga beberapa lagu yang mungkin diisi namja chubby itu guna membunuh rasa jenuhnya dalam bekerja.

"Memang tak ada apa-apa kan?" tutur Yesung. Jessica masih tak percaya. Ia segera menutup semua tampilan yang dibukanya dan beralih pada folder Recycle Bin, masih tak menyulutkan rasa penasarannya itu.

"Hanya berisi berkas-berkas yang tak lansung dibuangnya penuh" tambah Yesung kembali. Jessica diam. Jemarinya terus menaik turunkan kursor membaca satu persatu sampah yang bertumpukkan itu.

Manik Jessica perlahan membulat, saat icon sebuah foto mengganggunya. Ia memindahkan foto tersebut kembali pada dekstop, yang tak memungkinkan baginya untuk melihat jika masih berada didalam folder recycle tersebut.

"Ini foto sajangnim dan juga Eunjung sajangnim diberita waktu itu kan?_" monolognya sembari menganga tak percaya. "_Kenapa ia mempunyainya?" bingungnya sendiri.

"Ketua Hwang..." panggil Jessica menggila. Si pemilik nama yang merasa terpanggil menoleh dan perlahan mendekati meja kerja tak berpenghuni itu, ikut menimbrung didalam obrolan kecil mereka.

"OMO! Apa-apaan ini?" Ketua Hwang juga ikut terperanjat melihatnya. Memang bukan sebuah foto senonoh terlihat disana, hanya sebuah foto bercengkrama bersama seperti yang pernah beredar beberapa hari yang lalu. Namun yang membuat mereka tak habis fikir, kenapa namja chubby itu memilikinya.

"Coba kau cari yang lain. Mungkin dia menyimpannya disuatu tempat..." ucap Ketua Hwang menggebu-gebu.

"Aku sudah mencarinya, tapi tak ada yang bisa kutemukan..." jawab Jessica lesu. Semangat Ketua Hwang untuk bergosip musnahlah sudah. Tak ada lagi harapan baginya untuk mempunyai bahan untuk bergosip disana-sini

Jessica sedikit memiringkan kepalanya, heran melihat sebuah icon yang terhubung pada koneksi internet masih aktif. Jessica mengkliknya satu kali, menampilkan tampilan tersebut dalam ukuran penuh. Mereka bertiga hanya diam, fokus menatap tampilan email yang terpajang manis disana. Yeoja cantik itu menaik turunkan kursornya, melihat isi email dari akun namja chubby itu yang tak di log outnya dahulu.

Jessica beralih pada kotak masuk e-mail Kyuhyun, masih tetap menaik turunkan dengan perlahan kursor ditangannya, sembari maniknya membaca dengan pelan subjek yang hadir disana. Dirasanya tak ada yang istimewa, Yeoja cantik itu beralih pada kotak pengiriman pesan, ingin tahu pesan apa yang pernah dibuatnya. Yesung sempat melarang aksi gila mereka, yang melakukan pelanggaran hak atas privasi orang lain. Namun duo ular yang masih dilingkupi rasa ingin tahu itu menolak mentah-mentah wejangan tersebut.

Hanya ada beberapa pesan terkirim yang masih tersisa. Satu persatu Jessica membukanya. Maniknya melebar penuh, begitupun duo pengikut aksi jahilnya itu. Sebuah pesan yang berisikan sebuah berita dan juga foto yang menyangkut sajangnim tercinta mereka.

Jessica semakin semangat, begitupun Ketua Hwang.. "Sudahlah.. itu privasinya" pinta Yesung untuk menghentikan aksi gila mereka. Dua yeoja itu tak mendengarkan. Mereka masih penasaran dengan siapa Kyuhyun sebenarnya.

"Ternyata, berita yang tak baik-baik tentang sajangnim.. dia yang membuatnya Ketua Hwang" ujar Jessica tak percaya. Ketua Hwang mengangguk mengiyakan, masih menatap takjub sederatan pesan lama yang berisikan sebuah berita berpose indah dihadapan mereka.

"Berita tentang keretakan hubungan sajangnim dengan anaknya... Berita kemarin tentang hubungan sajangnim dengan Eunjung sajangnim.. Semua dia yang membuatnya. Namja itu benar-benar seorang mata-mata" ucap Ketua Hwang tak percaya. Walau sebelumnya namja bermanik bulan sabit itu mencoba mencegah, namun nyatanya ia juga turut ikut dalam menyimak isi email tersebut.

"Ini?" Jessica tampak semakin terkejut melihat pesan terbaru Kyuhyun. Pesan yang dikirim 2 hari yang lalu, nyata terlihat bagi mereka apa yang tergambar dan tertulis disana. Sebuah pesan bergambar yang terpampang manis, bagaimana hangatnya namja chubby itu tengah bercumbu pada Kim Kibum. Ketua Hwang dan juga Yesung terbelalak luar biasa melihatnya. Betulkah manik mereka semua dengan benar menangkap gambar yang terpajang tersebut?

"Jadi.. Dia yang membuat image buruk sajangnim dan juga perusahaan kita? Rupanya kita semua telah ditipu oleh rubah berbulu ayam itu.." desis Ketua Hwang dengan nada sedikit meninggi.

Semua pegawai mengarah pandangnya pada meja disudut itu. Ada sebagaian dari mereka yang begitu penasaran dengan apa yang terjadi. "Ada apa Ketua Hwang? Apa yag terjadi?" tanya salah satu dari mereka. Yesung tampak was-was dengan bibir Ketua Hwang, takut jika sesuatu yang akan merubah image Kyuhyun menjadi semakin jatuh.

"Tidak ada apa-apa. Kalian semua bisa kembali bekerja" jawab Ketua Hwang santai. Mereka mengerti dan kembali pada pekerjaan nyata mereka. Yesung lega mendengarnya. Setidaknya image bermulut besar dari yeoja yang berkuasa di divisi ini bisa diajak berkompromi sedikit.

"Tapi aku heran, kenapa dia menjatuhkan dirinya sendiri? Apa motif dia sebenarnya?" tanya Jessica dengan raut bingungnya. Ia bersender kembali pada kursi kerja Kyuhyun, menatap lekat foto panas itu.

"Apa ini cara yang digunakannya untuk mengungkapkan hubungan mereka? Dia berusaha membuat dirinya jatuh dan sajangnim akan menangkapnya? Dia benar-benar picik.." dengus Jessica dingin.

"Mungkin kau benar. Aku rasa hubungan diantara mereka memang ada, terbukti dengan foto lama ini. Dan setelah ia melihat betapa kayanya sajangnim, ia berusaha untuk mencari celah dan kembali pada sajangnim. Aku tak menyangka raut polos itu ternyata hanya belangnya saja..." tambah Ketua Hwang.

"Kyuhyun bukan orang seperti itu. Aku tau siapa dia sebenarnya. Mungkin ada maksud lain hingga dia berbuat demikian.. jangan membuat sebuah kesimpulan yang belum kita ketahui faktanya" bela Yesung, tak terima jika namja chubby itu dibuat semakin tertohok.

Jessica mendongak dalam duduknya, "Niatnya sudah tergambar jelas disini. Ia telah berusaha sejauh ini, mana mungkin jika dia tak mempunyai niat seperti itu?" kesal Jessica.

"Sudah cukup, sunbae. Jangan semakin membuatnya terlihat bersalah."

"Dia memang bersalah Yesung ssi. Nyatanya, sekarang kita jelas tak tau dimana keberadaannya." Tambah Ketua Hwang ramah, namun dengan maksud yang sangat menusuk.

Yesung hanya diam saja. Dia lansung merampas kursor yang masih dipegang Jessica, dan melog off kannya. Duo yeoja itu gelapan dengan apa yang dilakukan namja tampan tersebut. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mematikannya?" gerutu Ketua Hwang.

"Aku akan mencarinya, dan meminta kejelasan darinya.." Yesung menunduk hormat pada dua atasannya itu. Ia beralih kesisi meja kerjanya, mengambil tas kerjanya dan melesat pergi.

"Yesung ssi.. waktu kerja belum habis, masih ada dua jam lagi sebelum waktu pulang. Yesung ssi.." panggil Ketua Hwang. Yesung tak menggubris, ia masih memantapkan langkahnya berlalu. Tekadnya sudah bulat untuk menemui namja chubby itu dan menanyai akan keabsahan berita serta pendapat yang dikata oleh kedua yeoja tersebut.

"Yach Kim Yesung! Apa kata sandinya? Kim Yesung..." panggil Jessica dengan nada kesal. Tapi Yesung benar-benar telah pergi. Duo yeoja labil itu hanya bisa menggerutu tak jelas dimeja kerja itu, menatap jenuh layar komputer yang kembali meminta kata sandi.

"Kita coba saja ne.." tutur Ketua Hwang manis. Biar bagaimanapun, dia juga penasaran dengan email-email milik namja chubby itu. Jessica mengangguk, kembali berkutit dengan berbagai kemungkinan memasukkan kata sandi pada kolom dilayar komputer tersebut.

.

.

"Apa kau menemuinya?" tanya Kibum gusar dibalik meja kerjanya. Seorang namja yang ditanya, yang tak lain adalah Sekretaris Hyun menggeleng lemah. Ia menunduk memohon maaf atas ketidaksanggupannya mencari namja chubby itu.

Kibum hanya bisa mendesah berat. Diacaknya rambutnya kesal, memikirkan keberadaan namja chubby itu, "Aishh.. dimana kau Kyu? Jangan membuatku khawatir seperti ini..." tutur Kibum pelan.

"Kami sudah mencarinya pada tempat yang sajangnim perintahkan tadi. Apartemen didaerah Gangnam, Perpustakaan umum, Kedai kaki lima disepanjang Seoul, Sauna.. tetapi, Tuan Kyuhyun ssi tak juga kami temukan" jelas Sekretaris Hyun.

Kibum mengerti. Ia hanya mengangguk-angguk pasrah dengan penjelasan yang dijelaskan sekretarisnya tersebut. "Bagaimana dengan Xiumin? Apa dia masih tertidur dikamarnya?"

"Tuan muda sekarang tengah dimandikan oleh pelayan Lee, sajangnim" Kibum mengangguk mengerti.

"Baiklah.. kau boleh pergi, Sekretaris Hyun" ujar Kibum tak peduli.

"Tapi sajangnim.. Saya ingin menyampaikan, jika Nona Eunjung tengah menunggu anda diruang tamu?"

"Eunjung?"

"Ne sajangnim" jawab Sekretaris Hyun menunduk hormat.

"Lalu, kenapa kau tak biarkan dia masuk kemari?"

"Nona Eunjung bilang, dia akan menunggu anda disana..." jawab . Kibum mengernyit heran. Tak biasanya yeoja itu bersikap sopan seperti ini. Biasanya jika ia berkunjung kemari, yeoja itu akan sekenanya memasuki setiap ruang dirumah ini seperti rumahnya seorang. Bahkan ia tak segan-segan untuk menginap dan tidur diranjang namja dingin itu. Namun sekarang? Kenapa sikapnya bak tamu pada umumnya?

"Baiklah.. aku akan menemuinya." Jawab Kibum santai. Ia segera beranjak dari singasananya, dan menemui yeoja cantik itu.

.

Eunjung tersenyum lembut melihat kedatangan Kibum. Kibum pun begitu membalas sapaan yang lembut itu. Ia duduk dikursi tunggal disamping Eunjung. Yeoja cantik itu lansung meraih dan menggenggam jemari Kibum dengan hangat dan sedikit tersenyum. "Gwenchanayo?" tanyanya ramah.

Kibum mengangguk membenarkan. Dan seperti biasa, ia lansung melarikan jemarinya itu dari genggaman yeoja cantik itu. Eunjung kembali sedikit mengulas senyum pahit, sudah biasa ia mendapat perlakuan dingin seperti ini. Tak perlu dijelaskanpun semua orang juga paham, jika yeoja cantik itu memang tak ada dihati dinamja datar itu.

Eunjung menarik tangannya yang melayang hampa itu kembali kedalam pangkuannya. Sedikit suasana canggung hadir diantara mereka. Tak ada percakapan ringan diantara mereka atau seputar dunia bisnis yang mereka bicarakan. Mereka masih asyik bermain didalam fikiran masing-masing.

"E.. Kurasa kau sebaiknya menenangkan diri dahulu. Saat ini, kantor sedang tidak aman untukmu dan juga Kyuhyun." Tutur Eunjung. Kibum menoleh kearahnya dengan raut datarnya itu. Yeoja cantik itu sedikit tersenyum dipandang demikian.

"Biar aku yang menghandle perusahaan sementara waktu" tambahnya kembali. Kibum memajukan sedikit letak duduknya dan menangkup dagunya sejenak. Ia sedikit tersenyum lembut menatap yeoja cantik itu, hingga hampir membuatnya meleleh seketika. Tak dipungkiri jika hatinya masih berdegup tak menentu saat didekat namja bak batu es tersebut. Walau seringkali ia ditolak, entah kenapa rasa itu masih melekat dihatinya. Tidak bisakah Tuhan mengubah takdirnya?

"Terima Kasih Eunjung ssi.. Karna kau sudah membantuku" Eunjung tersenyum lembut.

"Berita asmaramu sungguh menggemparkan Korea, terutama para investor kita. Jujur, aku sangat terkejut mendengarnya diawal. Tak kusangka jika orang itu adalah seorang namja, bahkan aku sempat menjadi tak suka padanya_" Kibum mendengarnya dengan seksama.

"_Banyak pertanyaan yang aku tanyakan seorang pada diriku. Kenapa orang itu bukan aku? Kenapa harus seorang namja? Aku bahkan lebih cantik darinya, bahkan aku sempat berfikir ingin mencelakannya..Dan masih banyak lagi yang kupertanyakan_" Kibum tersenyum kecut mendengarnya.

"Tetapi setelah kufikirkan kembali.. Aku hanya merasa lucu dengan diriku sendiri, yang terlalu dibutakan oleh cinta. Ibuku pernah berkata, tak selamanya cinta hadir untuk dimiliki.. Mereka hanya ingin dikenal sebelum merasakan lebih jauh apa itu cinta sejati. Mungkin rasaku padamu memang hanya sebatas perkenalan cinta dan cinta sejatimu bukanlah aku melainkan dia._"

Eunjung tersenyum lembut setelahnya, "_Dia pantas memilikimu ataupun kau miliki. Dia orang sederhana, sayang kepada Xiumin, dan juga pekerja keras. Tak salah bagimu jika kau sangat mencintainya. Kau sangat beruntung mendapatkannya..."

Kibum tersenyum mendengarnya, "Aku senang kau telah jujur padaku Eunjung-ssi.. Tetaplah mempertahankan sikap baik hatimu itu untuk mendapat lelaki yang baik pula nantinya. Terima kasih" tutur Kibum tulus. Eunjung tersenyum menanggapinya. Dan beginilah akhir sebenarnya kisah cinta yeoja cantik tersebut. Kandas bahkan sebelum dimulai. Namun demikian, ia masih bisa menguasai emosinya dan berfikir tenang menggunakan otaknya bukan hatinya.

.

.

Kyuhyun menurunkan tudung hoodienya saat tiba didepan ruang kerja Lee sajangnim. Ia mengetuk sekali pintu utama itu, memberi tahu kedatangannya. Setelah didengar ada sahutan dari dalam, ia segera melesat masuk kedalam ruang kerja tersebut.

Lee Sooman lansung berdiri menyambut kedatangan pegawai kesayangannya itu dengan senyuman ramah. Ia beralih mendekati namja chubby itu dan segera memeluknya. Kyuhyun hanya diam menerima pelukan itu, tak seperti biasanya yang selalu mencak ditempatnya berdiri.

"Cho Kyuhyun pegawai kesayanganku.. Apa kau baik-baik saja?" Kyuhyun mengangguk pelan.

"Ayo duduk dulu..." ajak Lee Sooman, menggiringnya ke sebuah kursi tamu didepan mejanya. Kyuhyun menurut dan duduk disana. Lee Sooman beralih menuju kursi kuasanya, duduk dengan elegan menatap ramah pegawai kesayangannya yang tampak tak bersemangat.

"Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya jika kau dan Jifan Kim adalah sepasang kekasih dahulu?"

"Aku hanya ingin menuruti perkataanmu saja sajangnim." Jawab Kyuhyun lesu. Ia bergeser pada kursinya dan mendesah berat.

"Tetapi besar juga nyalinya, mengungkapkan perasaannya padamu secara terbuka. Kau pasti sangat terkejut saat ini" Kyuhyun mengangguk, "Biasanya aku yang mengejar, tetapi sekarang malah aku yang dikejar.." jawabnya lesu.

Lee Sooman tertawa mendengarnya, "Jujur saja.. Aku juga terkejut melihat email darimu itu. Tetapi beritamu sangat mempunyai nilai yang besar, dan menjadikan majalah kita sebagai majalah no 1 di Korea. Tetapi untuk menutupi identitas narasumber, aku meminta pihak editor untuk menutupnya.. Dan setelah ditutup, malah dia sendiri yang membukanya.. hahaha" cerita Lee Sooman.

"Aku tak habis fikir, ada apa dengannya.. hingga berbuat demikian"

"Kurasa dia benar-benar mencintaimu, Cho" Kyuhyun mengendikkan bahunya tak peduli. Hatinya sudah capek sekarang ini. Sepulang dari makan siang tadi bersama Kibum dan juga Xiumin, ia lansung berlari menaiki bus menuju kantor. Namun setiba dihalaman kantor, entah dari mana para lebah yang haus akan informasi itu telah bersarang disana.

Tak ingin menjadi santapan lezat mereka, ia memutuskan untuk pulang kerumah. Bersembunyi dari kawanan predator tersebut. Tetapi lagi-lagi tak ada ruang bebas untuknya, belum sempat ia merogoh tasnya untuk mengambil kunci.. satuan predator itu mendatangi kediamannya dan mulai memburunya.

Jelas ia tak diam saja. Berpengalaman yang sama seperti mereka, dengan langkah cepat ia berhasil melarikan diri. Namja chubby itu berhenti sejenak disebuah toko busana. Ia membeli sebuah hoodie bewarna merah cerah, menaikkan sedikit kerah hoodie tersebut dan memakai tudungnya segera. Ia melirik kesegala arah, memastikan tak ada yang mengikutinya. Dan setelah aman, ia melakukan perjalanan ke sini.. ke perusahaan keduanya, Sapphire Magazine.

"Tetapi aku tak habis fikir, kenapa kau sampai hati membuat berita tentang dirimu sendiri?"

"Bukankah anda yang memintanya, sajangnim? Aku hanya berusaha mengikuti keinginan anda"

"Hm.. itu benar. Aku hanya heran, tak ada keraguan yang kau miliki. Kau bahkan secara terang-terangan memberi data itu padaku"

Kyuhyun hanya tersenyum kecut mendengarnya, "Aku hanya ingin memastikan hatiku saja..." jawab Kyuhyun sendu. 'Sejujurnya.. Aku hanya ingin memastikan, jika aku berbuat seperti ini.. Apa rasa benci yang sempat goyah itu akan tetap pada tempatnya? Atau malah, berubah menjadi cinta kembali?'

"Apa kau masih mencintainya?" tanya Lee Sooman penasaran. Kyuhyun lagi-lagi mengedikkan bahunya tak tahu. Ia tak ingin bicara lebih jauh tentang kehidupan pribadinya. Biar bagaimanapun, sajangnimnya juga adalah seorang wartawan. Ingat! Dia lah petinggi di Sapphire Magazine, yang jelas mempunyai pengalaman lebih dulu sebagai wartawan.

"Kau yakin akan baik-baik saja? Terakhir kali kau bilang sangat menyukai perusahaan itu. Apa kau akan baik-baik saja meninggalkan perusahaan itu?"

Dari hati yang terdalam, sungguh ia merasa tak baik. Perusahaan itu sangat membatunya dalam hidup, dan untuk pertama kalinya ia merasa bangga dengan pekerjaannya itu. Tapi mau bagaimana lagi, tak ada pilihan lain karena ikrarnya sebagai seorang wartawan yang independen telah tertatam dalam hatinya.

Ia melewati semua ego serta perasaan pribadinya didalam urusan pekerjaannya. Walaupun itu sakit, inilah resiko yang harus dihadapinya.

"Yah.. aku memang menyukai pekerjaan diperusahaan itu. Tetapi kau tau sendirikan sajangnim, bagaimana karakterku? Yang terpenting, kau harus memenuhi janjimu itu. Jadikan aku Kepala redaksi disini, bukan dewan redaksi lagi. Pengorbananku sudah sangat banyak pada perusahaan ini"

Lee Sooman sajangnim hanya tertawa kecil mendengarnya. Ia mengangguk mengiyakan dengan apa yang namja chubby itu pinta, karena itulah yang ia janjikan dulu pada seorang Cho Kyuhyun. Karena beritanya yang spektakuler itu yang membuat perusahaan kecil seperti Magazine, beranjak mendapat sorotan lebih pada khalayak umum.

"Kau tenang saja Cho. Aku selalu menepati janji, dan posisi itu akan kau dapatkan secepatnya.." jawab Lee Sooman. Kyuhyun terseyum membalasnya, setidaknya.. ia tak melakukan sebuah usaha yang sia-sia. Ibarat kata, walau ia telah menolak daging diatas meja.. masih ada ikan yang menunggunya.

"Dan apa aku boleh meminta permintaan padamu sajangnim?"

"Apa itu?"

"Izinkan aku menginap disini. Tak memungkinkan bagiku untuk pulang kerumah, mereka telah mengepung kediamanku"

Lee Sooman mengangguk dengan senyum lembutnya, memperbolehkan Kyuhyun menjadikan kantor ini sebagai rumah keduanya tinggal.

.

.

TBC

Hayoo ngaku.. Siapa yang kalian tebak yang menyebarkan berita tersebut? Ihihihi..

Ok, di chap ini memang kagag ada KiHyun momentnya sama sekali. Setidaknya berikan ruang buat amoree untuk nyelesein alur ceritanya. Kalo KiHyun moment melulu, kapan ceritanya bakal selesai? Ehhee..

Tapi dichap depan, bakal amoree buat KiHyun kembali satu! Dan publik akan semakin gempar tentunya. Ihihihi.. dan untuk pengupdatetannya, seperti biasa.. bakal amoree apdettt di hari kamis a.k.a malam jumat. Ihihihi..

Mohon jangan sungkan untuk meninggalkan jejak dikotak review ne^^gomawo