yeha Rui-Aoi balik lagi ke dunia fanfic! hahaha

Note to nagisa fujisaki:

mukuro:boku no kawai nagi.. mohon anda bersabar menunggu giottonya ya. kufufu

ini sedikit memakai bahasa sehari-hari ya..

keterangan: gw = aku, saya, daku, dll

=D


Asal Usul Nama "Nuts"

Di suatu hari yang indah TAPI hujan deras, terdapat seorang anak berumur 15 tahun berambut cokelat, bermata cokelat, muka bisa dibilang...umm seperti perempuan tapi keren juga, nama anak ini adalah Sawada Tsunayoshi.

Ia sedang berjalan-jalan di daerah rumahnya dan tiba-tiba ia melihat seekor binatang yang sangat amat lucu. TAPI! Anehnya binatang itu berrkooobbbaaaarrrrrr~~~ (?) (A/N: ha? Berkobar?) ehem maaf maksud saya bersinar umm bukan bersinar sih hanya seperti "bersinar".

YAK intinya binatang itu dikelilingi oleh api-api yang ada di sekitar tubuhnya yang kecil itu dan berwarna orange muda.
"Wah! Gila lucu banget ini binatang! Mau ku pelihara deh!" kata Tsuna yang dengan tanpa berpikir panjang langsung membawanya pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah..

"Wahh.. Tsu-kun lucu sekali binatang yang kau bawa (=D).. " kata Nana, ibunya.
"Hehe.. lucu kan! Makanya aku bawa pulang (=D)".

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan ibunya, ia pun langsung naik ke kamarnya.

Ia mengambil handuk di toilet dan segera mengeringkan binatang itu.

"Nah, sekarang kamu sudah kering.(=D) hmm... aku kasih nama siapa ya?" kata Tsuna.
"Oi, Tsuna! Sedang apa kau?" tanya Reborn yang muncul dari belakang.
"Ih mau tau aja!" jawab Tsuna ketus tanpa menoleh.

*KLIK*

"Berani sekali kau bicara begitu padaku, apa kau sudah bosan hidup? Atau kau sudah lupa siapa yang kau ajak bicara, hah?" jawab Reborn dengan sangat ketus sambil menodongkan senjatanya.

"HIEEEE Re-Re-Rebooorrrnnn! GOMENASAI! HONTOU NI GOMENASAI! Tadi aku tidak tahu siapa yang bicara di belakangku! Aku kira siapaa! Jangan bunuh aku!" jawab Tsuna panik.

"Hmm.. baiklah, kau ku ampuni kali ini. Dan aku mau tanya itu binatang apa? Kau temukan dimana? Gendernya apa? Apa fungsinya? Bisa dimakan? Dan apakah dia bi-"

*BRAKK*

"GYAHAHAHAHHA REBORN! AKU AKAN MENGHAJARMU SEKARANG! DENGAN SENJATA BARUKU! GYAHAHAHAHHA!" teriak Lambo yang memasuki ruangan dengan tampang bodoh serta lucunya dan juga dengan wajah innocent-nya itu. (=w=) Dia berlari ke arah Reborn seperti biasanya,

TETAPI! *BRUAK*

"GUPYAAAA! Hiks.. Gu-Gu-Gupyaa tidak akan nangis! Hiks ga boleh nangis nanti dikira bocah.. HIKS HUAAAA!".

Ternyata, rencana Lambo gagal karena Reborn menghantam muka Lambo seperti biasanya dan membuat Lambo mental sambai ke ujung kamar, dan... yaah.. pasti nangislah ya, LAMBO gitu orangnya.

"LAMBO-SAN GA AKAN MENYERAH ! TERIMA INI REBORNN!" YAK Lambo pun bangkit kembali dan mengarahkan senjatanya ke arah Reborn dan Tsuna.
(sebenernya Tsuna tidak salah apa-apa, cuman gara-gara jaraknya dekat sama Reborn jadi juga kena.. Malangnya Dame-Tsuna..)

** suara machine gun**

"HIEEEE KOK AKU JUGA KENA? Hah? Apaan nih? Kok ga sakit? " kata Tsuna yang tadinya SANGAT panik lalu menjadi SANGAT tenang lagi itu.
Ia mengambil benda yang di ditembakkan Lambo tadi dan memperhatikannya.

"Hah? Ini bukannya kacang ya?"
"Hmm.. tentu saja itu kacang Dame-Tsuna.. kau bisa mengenalinya hanya dengan melihatnya kan? Kau ini masa kacang aja ga tau.. ckckck" jawab Reborn.

"A-la-la ternyata tidak mempan.. umm tapi kenapa isinya kacang ya?" tanya Lambo yang lucu serta bodoh itu..
"Mana ku tahu.." jawab Tsuna,
"OH! Lambo-san ingat! Tadi maman beli kacang di pasar! Lambo-san dan Ipin makan kacangnya terus sebagian Lambo masukin ke pistol baru ini! GYAHAHAHAHAHAHAHA!" Jawab lambo yang tertawa-tertawa sendiri.

*BRUK*(suara Lambo jatuh karena ketendang)

"Kau tetap berisik ya, sapi jelek!" Tiba-tiba Gokudera pun muncul.

"uuhhh AHODERA! Grrr" amuk Lambo, " Gokudera-kun!" teriak Tsuna.

"BERISIK KAU SAPI JELEK, PENDEK, BERISIK, HIDUP LAGI! JANGAN GANGGU JUUDAIME!" Amuk Gokudera,
"Hallo, juudaime! Selamat siang.. Siang yang tidak cerah ya.. "senyum Gokudera.

Ternyata Gokudera punya dua wajah ya.. bisa berubah begitu kepribadiannya.. (=_='')

"Ngomong-ngomong yang ada di dalam handuk itu apa, juudaime?"tanya Gokudera yang datang menghampiri Tsuna.

Oh iya, pada saat ini Lambo yang diejek habis-habisan sama Gokudera sudah menangis kencang-kencang dan diseret keluar oleh Ipin..

"Hemm? Ini? Tadi aku memungutnya dari jalanan dekat sini.. Habis dia lucu sih tapi anehnya kenapa ada api-api disetar tubuhnya ini, ya? Tapi tidak panas loh.. Coba pegang deh.." kata Tsuna sambil tersenyum (angelic SMILEEE) (-^w^-).

Gokudera langsung nge-BLUSSSH dan hampir saja lumer/meleleh melihat senyuman maut juudaime itu, tapi ia tetap STAY COOL karena ingin dianggap COOL oleh Tsuna dan Reborn.

"hmm iya juga ya Juudaime. Apinya tidak panas.. Ngomong-ngomong, nama binatang ini apa?" tanya Gokudera.

"Oh iya ya... umm... siapa yaa? OH! NUTS SAJA! Hehehe" kata Tsuna kesenengan.

"... kenapa harus Nuts?" tanya Reborn dan Gokudera bersamaan.

"umm... mungkin gara-gara kacang tadi, ya? Lagian kan jarang-jarang ada binatang berkaki 4 mau makan kacang, jadi kasih nama Nuts saja. Lagipula, lucu kok namanya.. hehe" jawab Tsuna yang sudah mulai senyum-senyum sendiri + pelokin Nuts.

"graaaooorrr"
" ha? Bunyi apaan tuh?" tanya Tsuna,
"graaaaoorrr" "iya ya bunyi apaan tuh? Kok kayak singa ya, juudaime?" tanya Gokudera, "GRAAAORR!"
"itu suara berasal dari 'Nuts' yang kau peluk-peluk daritadi itu, DAME-TSUNA! Kau ini tuli atau apa sih? Masa suara sedekat itu kau tidak menyadarinya?" jawab Reborn ketus, SANGAT ketus.

"Reborn! Kau kenapa sih daritadi ngatain orang terus!"
"Tapi, masa binatang ini singa sih? Bentuknya kecil banget ga kayak singa. Tapi warnanya.. sangat mirip singa sih." jawab Tsuna.

"Che. Bukan urusanmu Dame-Tsuna. Aku pergi dulu" kata Reborn sambil melompat pergi dari jendela.

"Hmm. .bisa juga sih, juudaime..." kata Gokudera tiba-tiba.

"Ha? Bisa juga apanya, Gokudera-kun?"tanya Tsuna,
"Itu loh.. Bisa juga kalau nuts ini tuh singa. Coba deh, Juudaime lihat giginya. Seperti gigi hewan karnivora, terus ekornya juga mirip, kupingnya, warnanya apalagi. " Jelas Gokudera yang ternyata sejak tadi memperhatikan nuts terus..

"graaow" (OwO)- wajah nuts saat itu.

" Dan juga suaranya sangat mirip singa." (=_=) tambah Gokudera.

Tsuna pun menaruh Nuts di lantai.

"Kalau begitu, binatang ini harus ditaruh di kebun binatang?" kata Tsuna yang sedih+kecewa+broken heart.

"AH! Ju-Ju-Juudaime jangan sedih gitu! Kalau tidak mau dimasukin ke kebun binatang juga tidak apa-apa kok! " kata Gokudera panik.

"Graaoo" Nuts pun mengaum sedih.

"Uhh Nuts.." kata Tsuna sambil mengelus Nuts.

"Wah juudaime, sepertinya Nuts sudah mulai menyukai anda tuh. Hahaha" kata Gokudera menyemangati Tsuna.

"Hmm? Oh ya? Ahahaha.. baguslah kalau begitu" kata Tsuna kembali ceria.

Setelah itu, mereka pun berbincang-bincang dengan sangat seru. Lambo dan Ipin pun bermain dengan Nuts. Dan juga tentunya lambo dan Gokudera berantem lagi. Lalu, Yamamoto pun datang.

"Oi Tsuna!"

"Yamamoto!" kata Tsuna sambil tersenyum.

"Wah.. ramai banget disini. Seperti biasa, ya.. ahahaha.. Oh ya ngomong-ngomong, itu kucing jenis apa?" tanya Yamamoto.

'KUCING? EMANGNYA MIRIP KUCING YA?' tanya Tsuna dan Gokudera dalam hati.

"umm... err... itu bukan kucing, Yamamoto. Sebenarnya itu singa.. ahahahaha" jawab Tsuna.

"Oh? Itu singa, ya? Mirip manekineko sih, yang biasa ada di toko-toko tuh yang tangannya bisa gerak-gerak sendiri. Ahahahaha" kata Yamamoto yang tertawa seperti biasanya.

"Jadi, nama binatang lucu ini apa?" "Namanya nuts, lucu kan?" (XD) jawab Tsuna.

Gokudera yang sudah selesai berantem dengan Lambo pun duduk di samping juudaime-nya. Dan berkata " Jadi.. kenapa binatang yang 'mirip' singa ini ada di pinggir jalan? Dan siapa yang membuangnya?"

"Hmm.. entahlah.. tapi, masa binatang lucu gini dibuang sih?" jawab Tsuna.

Tiba-tiba, ada sesuatu yang jatuh dari rambut api Nuts. Yamamoto pun mengambilnya dan kaget melihat benda yang terjatuh itu ternyata adalah sebuah foto.

"? Ada apa, Yamamoto?" tanya Tsuna heran.

"Umm.. Tsuna, apa kau punya saudara yang jauh lebih tua darimu dan suka mengoleksi binatang buas?" tanya Yamamoto.

"OI! Jangan bertanya yang aneh-ane! Mana mungkin juudaime punya saudara lain! Sini perlihatkan padaku foto itu!" jawab Gokudera yang berjalan mendekati Yamamoto dan merebut foto itu.
Dan lagi-lagi terkejut melihat foto itu. Lalu, keluarlah keringat dingin dari wajah Gokudera. "Tuh, benarkan apa yang kubilang tadi." kata Yamamoto.

"Hei hei, ada apaan sih di foto itu? Lihat dong!" kata Tsuna.

"Umm.. juudaime.. apakah kau menyembunyikan kenyataaan bahwa kau memiliki seorang kakak laki-laki berambut kuning terang, bermata biru, gagah, dan mungkin menyukai hewan buas? Jawab aku, juudaime!" teriak Gokudera panik dan langsung negative thinking (gara-gara mengira bahwa Tsuna tidak cerita-cerita bahwa Tsuna punya kakak laki-laki).

"hee? Apaan sih coba lihat.." Tsuna pun merebut foto itu dan SYOK TO THE EXTREME! Karena yang dia lihat adalah seseorang yang mirip dengannya, hanya berbeda warna rambut dan warna mata. Dan juga yang paling mengejutkan adalah orang itu sedang duduk sambil dikelilingi oleh banyak sekali binatang buas, khususnya adalah semacam singa, harimau, macan, cheetah, tiger dan lain lain.

"I-i-ini... DIAAA! DIAA! Dia siapa! Aku tidak mungkin punya kakak yang extreme seperti ini!" kata Tsuna yang kaget sekaligus bingung.

" O-oi, Tsuna jangan bercanda kau benar-benar tidak mengenal orang ini? Dia benar-benar mirip denganmu loh.. " kata Yamamoto. Gokudera yang masih syok batin itu pun hanya terdiam di pojokan.

"Be-benar kok... Aku benar-benar tidak merasa punya kakak laki-laki. Setahuku, aku ini anak tunggal. Tapi, kenapa foto ini terjatuh dari rambut api Nuts ya? Apa mungkin ini pemilik Nuts yang sebelumnya?"

"Mungkin saja sih.. Apa ini majikanmu dulu, Nuts?" Yamamoto bertanya ke Nuts.

"Graaaorr" aum Nuts sambil mengangguk.

"Ju-juudaime, jangan-jangan Nuts bisa langsung dekat denganmu gara-gara wajah kau dengan orang ini mirip, ya? Bagaimana kalau kita sediki saja orang ini?" kata Gokudera yang sudah bangkit dari stressnya.

"Iya, Tsuna ayo kita selidiki mumpung mulai besok kita libur. Hahaha" kata Yamamoto.

"Hmm boleh sih.. oke, besok kita selidiki ya... (=D)" kata Tsuna.

Beberapa menit kemudian, semuanya pulang ke rumah masing-masing. Di kamar itu hanya ada Nuts serta Tsuna. Tsuna pun sudah mau tidur.

"Good night, Nuts" kata Tsuna.

"Good night juga.."

Lah? Kok ada yang jawab? Tsuna pun merinding serta bingung serta gak berani nengok, 'itu tadi siapa yang jawab, ya?' tanya Tsuna dalam hati, 'Reborn belum pulang ke rumah jadi gak mungkin Reborn yang jawab, lagian yang ada di kamar ini cuman aku dan Nuts.. Kalau begitu, masa Nuts yang jawab? Coba aku tanya'

"Semoga tidurnya nyenyak, ya.."

"Tsuna juga, ya.."

'Mati aku.. di jawab lagi.. suaranya, sih mirip dengan Nuts gitu cuma yang ini dalam versi ngomongnya aja.. Ya sudah deh, coba kucoba lagi"

" Besok tolong bangunin, ya..."

"Cih. Lu kira gua pembantu apa? Tidur sana dari tadi ngomong melulu!"

'HIEEEEE! DILAWAN! AKU DILAWAN! ITU PASTI NUTS! PASTI! OKE mungkin aku sudah lelah sampai-sampai bisa berhalusinasi mendengar suara binatang! Oke baiklah aku tidur saja, deh!' kata Tsuna dalam hati.

-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-NUTS-

Keesokan harinya..

Tsuna terbangun dengan mata suntuk karena memikirkan apakah NUTS benar-benar membalas perkataannya tadi malam. Reborn pun belum pulang ke rumahnya, jadi dia tidak bisa bertanya kepada siapapun. Akhirnya, Tsuna pergi ke sekolah dengan mata suntuk.

"JUUDAIMEE! Selamat pagii!" teriak Gokudera yang heboh seperti biasa.

"Ehh... pa-pagi Gokudera-kun"jawab Tsuna.

"Hm? Ada apa Juudaime? Kenapa lesu gitu?" "Umm.. sebenarnya.. tadi malam ad-"

"YO, TSUNA!" teriak Yamamoto sambil merangkul Tsuna.

"Ya-yamamoto! Jangan kagetin orang di pagi buta gini, dong." protes Tsuna.

"BETUL! Jangan berani-berani kagetin Juudaime seperti itu lagi atau... MATI KAU!" teriak Gokudera.

"AHAHAHA! Maaf, maaf, aku hanya merasa sangat bahagia hari ini!" kata Yamamoto dengan santai.

"Ahaha, kau bahagia aku... STRESS! AAAAAAAAAAAAAA" teriak Tsuna.

Pada saat itu, mereka sedang berada di atap sekolah sambil menunggu bel masuk kelas.

"Oh iya, tadi juudaime mau bicara apa?" tanya Gokudera.

"Oh itu, umm... sebenarnya tadi malam kan di kamarku gak ada orang tuh.. hanya ada aku dan Nuts saja. Pas aku bilang "Good night, Nuts" lalu, si Nuts malah menjawab! Dia membalas kata-kata ku! Masa ada hewan yang bisa berbicara sih? Kan serem! Udah gitu dia lebih galak daripada aku lagi. Bisa dibilang juga aku dibully sama Nuts. HIEEE! Bagaimana dengan nasibku ? (TTATT) " teriak Tsuna yang tiba-tiba panik.

Mereka berdua, Gokudera dan Yamamoto hanya bisa terdiam sambil mencerna apa yang dikatakan Juudaime mereka saat itu. Dan hasilnya adalah tampang sweatdrop!

"Umm... anoo, juudaime bukannya aku mau menolak pernyataan juudaime tapi mana mungkin ada binatang yang bisa ngomong. TAPI! Aku sekilas berpikir itu adalah UMA! UMA! Juudaime! Cepatlah mengungsi ke rumahku! Di sana berbahaya!" kata Gokudera yang menjadi panik.

"Hahaha! Aku jadi ingin lihat Nuts sekarang. Bolos, yuk!" ajak Yamamoto.

" Err.. tapi, ada Hibari-san yang siap siaga loh.. Mana bisa kabur. Sebelum kabur bisa-bisa kita dikirim ke neraka duluan kali sama Hibari-san. Dia kan menyeramkan seperti harimau!" kata Tsuna.

Tiba-tiba..

"Hei, kau! Sebenarnya, aku senang karena kau mengatakan bahwa diriku ini seperti harimau (karnivora) karena memang seperti itu kenyataannya. Tetapi, jangan kalian pikir kalian akan lepas dari mataku kalau kalian berani bolos hari ini. Akan ku kami korosu kalian sebelum kalian berhasil kabur."

Ternyata, ada Hibari disana ketika Tsuna berbicara.

"HI-HIBARI SAN! Ma-maaf! Kami tidak mau ka-" kata Tsuna.

"Hei, kau! Berani sekali bicara seperti itu kepada juuudaime! Kau gak akan kuampuni ! Dasar landak berjalan!" teriak Gokudera.

"Hoo.. Ternyata kau berani juga, ya kucing berjalan... gini-gini kucing kalau menginjak landak bisa langsung kempes 'cuss' gitu loh," jelas Hibari yang lalu pergi meninggalkan mereka.

'Ya, Tuhan... Apa yang telah terjadi hari ini? Nuts berbicara dan sekarang! HIBARI-SAN yang kukenal bisa bicara seperti itu? Apa dosa yang telah kubuat ya, ampun deh... ampun deh ampun!' batin Tsuna.

Akhirnya, mereka tidak jadi bolos dan memutuskan untuk melihat Nuts setelah pulang sekolah.
Ketika mereka sampai di rumahnya dan Tsuna membuka pintu rumahnya, ibunya berlari datang menghampirinya dan berkata, "Wah.. ternyata kau punya saudara jauh, ya.. Hehehe. Dia ada di ruang tamu sekarang" kata Nana,ibunya.

"Ha? Saudara? Aku tidak punya saudara kok. Ibu juga tahu kan kalau aku ini anak tunggal." protes Tsuna.
"Ju-juudaime... Jangan-jangan orang yangg di foto itu..". Mereka bertiga terdiam setelah mendengar perkataan Gokudera dan langsung nge-DASH menuju ruang tamu dan...

Eng ing eng jeng jeng jeng jengggg!

Mereka sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapan mereka saat ini. Karena, orang yang ada di hadapan mereka itu adalah seorang pemuda tampan nan ganteng, keren, dan lain lain, yang berambut kuning dan mempunyai mata yang indah berwarna kuning bagaikan baru lahir dari Venus dan dia sedang menaruh Nuts di atas kepalanya! (A/N: jadi seperti topi dehh)

"Ah! Halo... Kau yang memungut Nuts, ya? Terima kasih, ya sudah merawatnya.." kata orang itu.

"A-ah, sama-sama. Umm... anoo, kau pemilik Nuts yang asli, ya?" tanya Tsuna.

Tiba-tiba, Nana masuk membawa kue dan minuman ke ruang tamu.

"Ini ada kue tadi ibu baru membelinya. Dimakan rame rame, ya.. hahaha" kata Nana yang keluar sambil cekakak-cekikik sendiri.. (A/N: seram amat.)

Karena situasi tersebut, mereka memakan kue itu dengan sunyi. Tidak ada satu orang pun yang berbicara.

Tsuna memakan kuenya dengan sedikit gugup, karena saat ini orang yang mirip dengan dia itu ada di hadapannya dan sedang memakan kue dengan tenangnya. Tentunya Nuts sudah diturunkan dari atas kepalanya dan juga sedang memakan kue itu. Setelah selesai makan...

"Err... Namamu Tsunayoshi, kan? Haha. Terima kasih, ya sudah merawat Nuts dengan baik. Oh, ya perkenalkan namaku Giotto. Kau boleh memanggilku Giotto saja." kata Giotto sambil tersenyum.

"O-oh, sama-sama.. Lagipula, baru satu hari kok aku merawatnya.. hahaha. Umm.. perkenalkan juga mereka teman-teman ku, ini Gokudera dan ini Yamamoto."

"Hahaha! Salam kenal, ya Giotto! Kau mirip Tsuna, ya!" kata Yamamoto.

"Tch. Ya, ya.. Salam kenal" kata Gokudera.

"Hahaha.. iya, ya. Kalau dilihat-lihat, kau memang mirip denganku. Bagaimana bisa, ya? Haha.."kata Giotto sambil tertawa.

"Ahahaha iya juga sih kita mirip... Umm... Giotto sebenarnya ada yang mau kutanyakan. Nuts itu... err... bisa berbicara, ya?" tanya Tsuna.

"... Bisa kok, sudah ketahuan, ya?" kata Giotto lesu.

"Kalau gua bisa ngomong emangnya kenapa hah? Gak seneng? Kalau gak seneng gak usah denger." kata Nuts sambil melahap habis kuenya yang masih utuh.

"HIEEEE! Ternyata benar-benar bisa bicara! Ternyata semua itu bukan mimpi!" teriak Tsuna panik.

"Apaan, sih. Kayak gini saja sudah panik. Lebay amat! Huh" jawab Nuts dengan juteknya.

'Ya, ampun. Semua orang pasti syok kalau di hadapannya ada binatang yang benar-benar bisa bicara bahasa manusia! Kalau gak kaget itu berarti gak normal!' teriak mereka bertiga dalam hati..

"Oi, oi. Nuts, jangan seperti itu dong.. Dia kan sudah merawatmu kemarin, jadi berterima kasihlah, ya?" kata Giotto.

" Huh. Terima kasih." kata Nuts dengan terpaksa.

"Ahahaha, tidak apa-apa kok Giotto... Tapi, kenapa Nuts bisa terlantar seperti itu?" tanya Tsuna.

"Oh, itu sebenarnya di mansionku kan banyak harimau, singa, leopard dan lain lain. Nah, dua hari yang lalu mereka semua tiba-tiba berantem dan mengamuk di mansionku. Jadi, mungkin Nuts ketakutan atau mungkin terganggu karena berisik. Jadi, ia pergi keluar dan akhirnya nyasar, deh.. Hahaha" jelas Giotto.

"Maaf... Apakah tadi kau bilang mansion? (O_O)" tanya Tsuna.

"singa? Harimau? (oAo)"sambung Yamamoto.

"Berantem? Mereka berantem? (OAO'')" tambah Gokudera sambil memasang wajah yang tidak bisa membayangkan kalau semua binatang itu berantem.

"Iya.. Mereka (singa dll) berantem di dalam MANSION ku... " jawab Giotto santai.

"Err... kau itu orang kaya?"

"Umm.. ya bisa dibilang begitu, sih. Gini–gini aku bekerja sebagai...eerr.. apa, ya? Ah, kolektor hewan-hewan buas. Jadi, ya begitu deh ya.. hahahaha" jawab Giotto.

"Kau ini kolektor hewan buas tapi, si kecil yang satu ini sama sekali tidak ada seram-seramnya tahu gak sih." protes Gokudera sedikit kesal.

Tiba-tiba..

*BRUUUUSSHHH*

Nuts mengeluarkan api dari mulutnya dan membakar habis rambut Gokudera yang sekarang terlihat seperti Shitt-P.

"Huh! Sekarang puas?" kata Nuts dengan tampang seperti ingin berkata 'aku menang'.

"HIEEE! Gokudera-kun!" "Gokudera!" teriak Tsuna dan Yamamoto bersamaan sambil menghampiri Gokudera yang sekarang terbaring di lantai.

"ku-kutarik kata-kata ku tadi.." kata Gokudera yang kemudian pingsan.

"Nuts! Jangan suka membakar orang! Itu tidak sopan, tahu!" teriak Giotto memarahi Nuts yang kemudian cemberut itu. "Maaf, ya Tsuna-kun.."

"Tidak apa-apa, sih.. hahaha. Sebenarnya, Nuts itu bukan buas tapi langka, ya. Mana ada anjing yang bisa menyemburkan api."

"Aku itu singa bukan anjing, dame-Tsuna."kata Nuts.

"HIEE! Darimana kau belajar kata-kata itu? Dari Reborn, ya?"

"Kalau iya kenapa, dame-Tsuna?" balas Reborn yang tiba-tiba muncul.

"Reborn! Kemana saja kau?"

"Hmm? Aku habis pacaran sama Luce. Dan, jangan bertanya lebih jauh lagi atau kubunuh kau sekarang. Dan-," tiba-tiba Reborn berhenti berbicara setelah bertemu mata dengan Giotto.

"Oke oke! Hmm? Kenapa Reborn?" tanya Tsuna.

"Waah, jangan-jangan kau kenal Giotto, ya?" tanya Yamamoto.

'Giotto?' "Oi! kalian kemari sekarang juga. Cepat." kata Reborn.

"He? Kenapa memangnya?" tanya mereka berdua. "Sudah cepat kemari saja."

-Dipojok ruangann-

Akhirnya, mereka bertiga berkumpul di pojokan sedangkan Giotto sedang bermain dengan Nuts yang lucu itu.

"Hei.. Kalau mau jujur sebenarnya Colonnello, Lal Mirch dan yang lain sedang mencari seseorang. Dan orang itu adalah Giotto. Sebenarnya, akhir-akhir ini di Italia banyak sekali mafia yang kehilangan box weaponnya. Dan, salah satu dari mereka adalah Xanxus yang juga kehilangan Besternya (singa putih atau apalah)" jelas Reborn.

"Heee? Jadi maksudmu Giotto mencuri box weapon mereka? Kenapa ia melakukan hal itu?"

"Itu karena mereka semua menyiksa para binatang itu. Jadi, aku kasihan dan mencuri mereka lalu membebaskan mereka serta merawat dan menyayangi mereka." jawab Giotto yang ternyata mendengar pembicaraan mereka.

"Hmm.. Oi, Giotto kembalikan box weapon Xanxus saja. Saat ini orangnya sedang ngamuk-ngamuk terus, tuh gara-gara Bester kesayangannya hilang." kata Reborn.

"ITU BENAR VOOOOOOOOIIIIIIII CEPAT KEMBALIKAN BOX WEAPON BOSS SIALAN ITU! !"

Tiba-tiba, muncul seseorang berambut putih panjang yang tidak lain adalah SQUALO. Ternyata, Reborn membawa Squalo ke rumah Tsuna!

"Ahaha, ternyata kau namanya Squalo, ya.. Maaf sudah melukaimu waktu itu, hahahaha" kata Giotto.

"VOIIII! (volume besar) ... Aku tarik kata-kataku waktu itu dan sekarang kembalikan Bester dong (volume kecil)"

"Hmm... tapi kan kau ingin agar Xanxus melihatmu daripada melihat ke Bester. Makanya, aku mengambil Bester darinya." kata Giotto.

"Iya, sih. Tapi, lama-lama enek juga diliatin sama dia. Udah diliatin terus dilemparin gelas, kerjanya ngambek terus, marah-marah, hidup lagi! "

Setelah perang yang cukup lama berlalu, akhirnya Bester di kembalikan dan Squalo pun akhirnya pergi. Sementara, Giotto menginap semalam di rumah Tsuna.

Keesokan harinya, Giotto pulang membawa Nuts. Sebenarnya, Tsuna tidak rela kalau Nuts dibawa pergi, tapi Giotto berkata kalau dia akan bermain ke sini seminggu dua kali. Akhirnya, Tsuna pun mengembalikan Nuts ke Giotto(apa boleh buat juga). tapi! sebenarnya Tsuna juga bersyukur karena Nuts di balikin ke GIotto lagi karena dia tidak bisa membayangkan kalau kalau nuts menjadi galak lagi seperti waktu itu.. hahahhaa

-END-


gimanaa? bagus tidakk? =D endingnya aneh ya? XDD

tolong review yaak!