Saya kembali, adakah yang merindukanku?

Jika ada, terima kasih banyak.

Chapter kali ini berisi berbagai hal yang ada didalam pikiran saya secara spontan, jadi mungkin sedikit mengecewakan karena cerita utama lebih sedikit dari ekstra chapter. Mohon dimaafkan...

selamat membaca...


.

.

.

Cerita Didalam Cerita

.

.

.


"Baju zirah..."

"ketebalan lima centimeter, pas dan sesuai dengan ukuran tubuhku!"

"Perisai..."

"Sejajar dengan tinggi badanku!"

"Pedang..."

"Panjang dua meter dengan aura bling-bling diujungnya!"

"Helm, sarung tangan, sepatu dan aksesoris lainnya..."

"Semuanya sempurna!"

"YOSH! sekarang kau terlihat seperti Knight sejati, Naruto!" Mizuki mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi.

"Aku malah terlihat seperti pasukan anti huru-hara! BAKAYAROOOOO!"

Dan Mizuki menempel di dinding layaknya tokek.

inilah alasan kenapa Naruto memilih memakai pakaian alakadarnya saat mengikuti turnamen.


Dream Worlds

By : Awitway A.M

A.K.A

Dragion A.M

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Adventure, Fantasy (LittleBit Romance)

Main Pair : Naruto U, Hinata H

.

.

Chapter 14

.

.

Padang Lavender Yang Sangat Jauh

Bagian 2

.

Dan Juga

.

Ekstra Harian Dan Mereka Yang Terhubung

.

.

Mungkin...

abal-abal, tidak jelas, jelek, banyak TYPO, ide pasaran, membosankan, terlalu pendek, aneh dan banyak lagi kesalahan lainnya.

please, forgive me...


.

.

.

A.M

.

.

Padang Lavender Yang Sangat Jauh

Bagian 2

Komedi Takdir

.

.

.


Hyuuga Hinata, mengurung diri didalam kamar. Dia sudah mengirim pesan singkat melalui kakaknya untuk pujaan hati, mungkin apa yang akan disampaikan kakaknya Kepada Naruto berbeda dari yang diharapkan. Tapi Hinata tidak peduli, yang dia inginkan hanyalah melepaskan perasaan ini secepat mungkin. Agar hatinya lega. Meskipun hasilnya akan berbeda saat mereka bertemu pada tempat yang dijanjikan.

Hinata memandang langit malam yang cerah berbintang yang terlihat dari jendela kaca kamar. Bulan purnama menerangi malam ini, indah sekali.

Dia selalu berfikir seandainya...

Dilahirkan sebagai gadis biasa...

Hidup seperti gadis biasa...

Jatuh cinta seperti gadis biasa...

Itu mungkin sangat indah...

Tetapi kata 'seandainya' akan tetap terkubur dalam sudut ruangan, dan akan selalu disana... mungkin selamanya.

Air mata sudah mengalir deras melunturkan mimpi-mimpi manis, dan salah satu calon dari 'Ratu masa depan' kerajaan Hidden Leaf itu tertidur.

.

.

Uzumaki Naruto duduk sendirian dibukit malam ini, matanya memandang bintang yang berkilauan dilangit. Bulan purnama bersinar cukup terang menghasilkan bayangan dari dirinya. Si kuning kadang-kadang suka membandingkan bulan didunia ini dan didunia lamanya, serta rasi bintang Orion yang tidak dia temukan bahkan setelah mencari kesudut langit. Naruto lalu membaringkan diri diantara hamparan ilalang kecil sambil menghirup udara jernih.

Dunia ini berbeda, jauh berbeda. Udara segar bercampur energi Qi yang menyehatkan, pepohonan rindang dan perbukitan berbanjar disana-sini, suara telapak kaki kuda dan langkah ringan orang-orang menggetarkan tanah.. begitu alami. Sihir dan monster sudah dicoret dari perbandingan tentu saja!

Dia mengingat kembali perkataan Neji tentang situasi Hinata, tentang situasi klannya. Naruto jelas bahagia setelah mengetahui ada seorang gadis baik hati yang mencintainya. Tapi Naruto sendiri juga punya situasi sulit yang lain.

Untuk pertama kali dalam sejarah hidupnya dia mengalami yang namanya galau sejati.

.

.

A.M

.

.

Pagi hari dengan udara yang sangat segar, Naruto duduk bersila ditengah hamparan yang luas, menutup matanya bermeditasi. Dia harus berlatih dan berlatih menjadi kuat dan sekuat mungkin, menguasai skill uniknya secepat mungkin. Berfikir tentang ini, ini pertama kalinya Naruto berusaha dengan sekeras ini. Mungkin karena nasib dan nyawanya dipertaruhkan? atau terlalu muak dan lelah dengan semua ini?

Sejak sekolah dasar hingga menengah dia selalu berjalan dengan hidup yang biasa, belajar sekedarnya asalkan mendapat nilai yang cukup untuk lulus. Dia bahkan belum menentukan akan kemana dan jadi apa ketika dia lulus nanti. Apakah melanjutkan ke universitas atau hanya mencari pekerjaan biasa seperti sebagai kasir ditoko swalayan mungkin, dia belum memikirkan arah tujuannya hidup sampai saat suatu ketika dia terlempar ke dunia ini. Dan dipaksa menepaki jalur tujuan yang mustahil, menyelamatkan dunia!

Dia lelah, sangat lelah...

Dan gurunya (baik guru matematika di dunia sana maupun Jiraiya gurunya didunia ini) berkata dengan santai, 'jalani saja apa yang sekarang kau jalani, maka tujuan hidupmu akan terbentang dengan sendirinya!'

Ngejak berantem mereka!

Tapi perkataan itu seakan mengena sekali dihatinya, karena memang dari sekolah sampai hampir lulus ditahap akhir dia hanya berjalan lurus sambil berharap tujuan hidupnya akan muncul didepannya dan melambai 'Aku disini, kemarilah dan jadikan aku tujuan hidupmu!'

Bayangan Hyuuga Hinata yang tersenyum kepadanya muncul tiba-tiba, membuyarkan latihan Naruto.

Bersihkan semua yang mengganggumu dan lanjutkan latihan agar tidak cepat mati!

Berlatih...

Berlatih..

Kosentrasi...

Dan mata Naruto berkilat, Rinnegan diaktifkan. Dengan segera dia memaksimalkan aliran Qi agar menyatu selaras dengan kekuatan ini, sambil menyerap energi alam disekitarnya.

Tendo (Judgment God), Memanipulasi energi Qi dan menembakkan kearah target seperti meriam udara. Selama proses peluncuran energi, semakin jauh target maka semakin lemah serangan itu akan berefek. mengkonsumsi energi Qi dalam jumlah besar.

Gakido (Absorb/Feedback), Menyerap serangan sihir target (Absorb) kemudian membalikkan kembali kearah target (Feedback). Hanya bisa menyerap satu serangan pada satu waktu, Jika serangan target bersifat kolosal (serangan dengan jangkauan area luas) teknik ini tidak akan berfungsi dengan baik.

Elemen air, tanah, angin dan api, Naruto bisa menggunakan empat elemen itu. Meski belum sekuat seperti para elementer murni.

Naruto tenggelam dalam pelatihannya, hanya suara gesekan bunga yang terdengar. Besok akan diumumkan tahapan selanjutnya dari turnamen itu, Naruto harus lebih keras berlatih. Karena perasaannya mengatakan akan ada sesuatu hal besar yang akan terjadi dalam waktu dekat, atau bahkan mungkin besok. Mizuki bilang dalam empat puluh lima hari akan terjadi bencana, Tapi Naruto bisa melihat ekspresi Mizuki yang terbaca jelas kalau bencana itu bisa lebih cepat dari prediksinya.

Naruto terdiam, lalu memeriksa posisi matahari yang sudah naik cukup tinggi itu menandakan sudah pukul sembilan pagi. Naruto sampai ditempat ini sekitar jam enam saat matahari baru terbit dan langsung mengaktifkan Rinnegan hingga sekarang pun matanya masih aktif!

itu artinya dia sudah menggunakan skill selama 3 jam! apa perkembangannya sudah sampai sejauh itu?

'Mustahil...' Naruto berfikir dalam hati sambil mulai berspekulasi, lalu mengaktifkan salah satu teknik kearah langit, "TENDO..!"

Sebuah energi melambung tinggi dan melenyapkan kumpulan kecil awan dalam prosesnya. Dia merasakan energi Qi dalam tubuh terkuras, kemudian kembali menggunakan Tendo lima kali berurutan!

Tiba-tiba tubuhnya terasa berat membuat Naruto bertumpu pada lututnya, matanya buram sesaat kemudian Rinnegan nonaktif.

'Jadi seperti itu' Naruto akhirnya menyadari kalau Rinnegan akan secara otomatis mati kalau energi Qi-nya habis atau pada batasannya! ini seperti unik skill lainnya!

Naruto sweetdrop, berarti buku yang Naruto baca menyesatkannya! dalam buku tertulis Rinnegan mempunyai batas waktu dalam pengaktifannya, sementara dia bisa menggunakannya selama berjam-jam asal Qi-nya mencukupi, bukankah ini aneh?

Memutar ingatannya, gurunya pernah mengatakan tentang segel dalam dirinya. Ada tiga segel, Jiraiya sudah membuka segel pertama sementara segel kedua dan ketiga membutuhkan faktor lain agar terbuka. Bahkan Mizuki dan Jiraiya pun tidak tau cara membuka kedua segel terakhir itu.

Apa hubungannya antara segel dengan dirinya? dan sejak kapan dia mendapatkan segel itu?

'Reinkarnasi... segel'

Naruto menggelengkan kepalanya kuat... apapun, Naruto adalah Naruto! bukan siapapun dan hanya diri sendiri! yang perlu dia perhatikan adalah konsumsi daya saat bertarung dengan atau tanpa Rinnegan. Menghemat konsumsi Qi seoptimal mungkin itu yang perlu dilatih.

Naruto berdiri seraya membersihkan lututnya kemudian memandang gadis cantik yang berdiri tidak jauh dihadapannya.

"Hinata.."

"Naruto-san..."

Tempat latihan Naruto saat ini adalah Padang Lavender (taman dengan lahan penuh bunga Lavender yang cukup luas) yang menjadi tempat pertemuan mereka berdua.

.

.

Waktu pertemuan sudah ditetapkan, Hinata sudah menyiapkan diri dengan baik tapi langsung campur aduk saat memandang pria ini. Dia jadi terlihat jahat sekarang, dia akan mengungkapkan perasaannya tanpa mencoba ngengerti apa yang dirasakan Naruto. Tapi...

'aku hanya ingin mengungkapkannya! daripada memenendam rasa ini dan menyesal kemudian..' Hinata bertekad dan menarik napas dalam-dalam.

"Naruto-san, aku mencintaimu... aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama!" Hinata to the point. Tanpa gagap, tanpa gugup, kalimat kalimatnya juga sangat jelas dan mudah dipahami. Hanya rona merah di pipinya jadi bukti kalau dia berkata serius dari hati.

Dan sang pirang melongo, meskipun jelas bahagia mendengarnya, tapi... bukankah gadis ini terlalu blak-blakan!?

Hinata tidak melihat ekspresi Naruto yang aneh karena gadis itu sudah berbalik untuk menyembunyikan air mata yang sudah mengalih dari mata beningnya. Dia lega dan sakit hati.

Karena aturan klan dia tidak bisa bersama dengan orang yang dicintainya, tapi dia juga tidak akan pernah sanggup mengorbankan perasaan orang lain hanya demi keegoisannya. Katakanlah Hinata terlalu baik hati, dan dia memang gadis yang sangat baik hati.

"Maafkan aku, Hinata.." Mendengarkan jawaban Naruto membuat Hinata lega. Jawaban itu sudah dia prediksi.

"tapi sayangnya aku juga menyukaimu, kamu gadis pertama yang aku sukai!" Hinata berbalik badan reflek, Naruto baru saja mengatakan menyukainya! Hinata bahkan melupakan air mata yang masih mengalir diantara senyum bahagianya.

Naruto memilih jujur pada diri sendiri, tentu saja dia menyukai gadis ini meskipun pertemuan mereka bisa dibilang singkat. Lalu apa masalahnya? cinta pandangan pertama lebih indah dari apapun!

Hinata berjalan mendekat, sangat dekat hingga Naruto bisa dengan mudah menghapus air matanya dengan lembut.

"Tapi kita tidak mungkin bersama kau tau?" mengatakan itu dengan tatapan sedih sambil menahan tangan naruto agar tetap menyentuh pipinya. Tapi hinata dalam hati tetap bahagia mengetahui cintanya disambut.

"..." Naruto hanya bisa diam, dia memikirkan hal-hal bukan yang dikatakan Neji malam itu, tapi karena alasannya sendiri.

Fakta bahwa dia bukan dari dunia ini masih belum diketahui selain tiga orang (Jiraiya, Iruka, dan Mizuki... Shizune masih setengah percaya). Dia masih punya kehidupan lain disana, orang tuanya mungkin sedang panik mencari Naruto. Sementara jika suatu hari Naruto bisa pulang... memikirkan gadis yang disukainya ini... pikiran Naruto kacau.

Hinata melihat itu, dan dia selanjutnya melakukan tindakan tidak terduga. Dia mendorong Naruto hingga jatuh terlentang, Naruto yang baru sadar memandang langit biru tanpa awan dengan bingung, setelah itu memandangi wajah Hinata yang perlahan mendekat. Gadis itu membisikkan sesuatu dengan lirih.

"Biarkan aku yang mengabil inisiatif kali ini..."

Dan kemudian Hyuuga Hinata menciumnya dengan intens, Naruto bingung apa yang harus dia lakukan.. tapi kemudian si pirang hanyut dalam buaian rasa yang gadis itu berikan dan kemudian membalas ciuman Hinata.

Ini adalah ciuman perpisahan dari Hinata. mungkin...?

.

.

A.M

.

.

Rapat tertutup segera diadakan keesokan hari setelah babak penyisihan turnamen. Duduk di masing-masing kursi raja-raja dari kerajaan terbesar, ada satu kursi kosong disana dan mereka menunggu orang yang akan mendudukinya.

Oonoki, raja dari kerajaan Rock didampingi putri Kurotsuchi (perempuan yang 'dinodai' protagonist utama)

Sabaku Gaara, raja muda dari kerajaan Desert didampingi kedua kakaknya.

Mei Terumi, ratu dari kerajaan Fog, ada seorang pria dewasa menggunakan penutup mata berdiri dalam diam.

A, raja dari kerajaan Coulds (namanya memang cuma 'A'... singkat padat dan mudah diingat) didampingi Darui selaku tangan kanannya.

Dan terakhir Senju Tsunade ratu kerajaan Hidden leaf, didampingi Shikaku Nara dan Iruka Umino (ayah angkat Sasame).

"Orang yang kita tunggu mungkin akan datang terlambat", Tsunade memulai pembicaraan. Sang ratu bisa memaklumi itu, orang itu lebih sibuk dari siapapun.

Oonoki hanya tersenyum memaklumi, matanya melirik pria dibelakang raja dari kerajaan Clouds, "Kenapa aku tidak melihatmu diarena kemarin, Darui?"

"Y-yah.. saya ketiduran sampai siang, dan lupa kalau kemarin penyisihan berlangsung, h-ha ha ha.." Darui hanya mengusap kepalanya canggung, tidak mungkin dia akan bilang sengaja tidak mengikuti turnamen karena terlalu merepotkan untuknya kan?

Kurotsuchi mengingat kejadian dibabak penyisihan merah padam, matanya membandangi kebawah aset berharganya yang telah dirampas kesuciannya! dalam hati bersumpah akan membunuh orang mesum itu!

"Ada apa Hime-chan?" Oonoki melirik gelagat aneh cucunya.

"t-tidak apa-apa kakek!" Kurotsuchi sangat malu.

Sementara Gaara hanya diam mengamati, dia memang terkenal dengan raja yang kalem. Disisinya Mei Terumi mengamati dengan intens Tsunade yang jelas terlihat sekali dalam mood yang buruk, dia mengurungkan niat untuk menggodanya.

Langkah kaki terdengar dan orang terakhir masuk ruangan kemudian meminta ijin untuk duduk. raja kerajaan Clouds terkejut dalam hati, jika Tsunade mengundang orang ini pasti ada masalah besar!

"Sekarang kita mulai rapatnya", Shukaku mendekat kepada Tsunade yang berbicara lantas menyerahkan berkas laporan. Tsunade menghembuskan napasnya yang masih gelisah sambil melanjutkan. "Tim vestigasi kami telah menyelidiki setelah terjadinya kasus serangan beberapa waktu yang lalu serta insiden yang menimpa dua orang pentingku".

"Jiraiya-dono dan Orochimaru-dono kah.." A bergumam seraya melirik pria yang baru datang, bukan cuma dia... hampir seluruh orang yang hadir diruangan itu menatapnya.

Pria itu hanya diam saja, entah apa yang dia pikirkan tidak ada yang tau.

"Tim elit kami mendeteksi adanya komplotan organisasi yang bersembunyi jauh ke dalam hutan Death Forest. kemungkinan pasti seluruh anggota mereka ada disana". Tsunade menambahkan.

"Apa mereka berkumpul mencoba melakukan penyerangan memanfaatkan situasi saat ini?" Oonoki berspekulasi.

Gaara menambahkan, "Waktu yang tepat mungkin sekarang, saat seluruh raja berkumpul pada satu tempat".

"Masalahnya bagaimana kita melakukan tindakan selanjutnya, untuk itu kau mengundang orang ini.. Tsunade-san?" Mei terumi melirik pria itu lagi, dingin merambat ke tulang rusuknya.

"Sebenarnya aku ingin agar turnamen ini dibatalkan, tapi itu akan membuat rakyat menjadi menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi dan itu akan menimbulkan keresahan dan kecurigaan yang merepotkan" Tsunade berkata, tapi dia punya pikiran lain.

Dan pria yang baru datang akhirnya berbicara, " Tsunade-sama sedang berfikir, mengapa kita tidak membersihkan hama itu sampai tuntas seraya bersiap-siap menghadapi tusukan pisau dari belakang.. apa saya benar?" Tsunade hanya tersenyum menanggapi kalimat pria ini.

"Kita semua akan menjaga tembok pertahanan saat kau dan anggota-anggotamu yang aneh itu pergi menyerang? aku benci mengakuinya tapi itu ide yang cukup bagus!" Oonoki berseru, dia memandang pria itu dan menambahkan, "Bisakah tolong sampaikan pesan pada Deidara, supaya sering-sering pulang kerumah!"

"Kalau begitu kami serahkan tugas ini kepadamu, pemimpin Red Clouds Yahiko-san!" Kalimat Tsunade dan dilanjutkan membahas topik- topik yang berkaitan sebelum mengakhiri rapat tertutup.

.

.

A.M

.

.

Hari kedua penyelenggaraan Great Kight Tournament, orang-orang sudah menunggu dengan tidak sabar. Naruto memandang sekeliling arena dengan tenang tidak seperti sebelumnya. Matanya melirik kontestan lain yang akan menjadi lawan-lawannya. Dia bisa melihat sosok Uchiha Sasuke ada diantara mereka dengan sikap dingin seperti biasa.

Naruto bisa mendengar sayup-sayup kelompok Rookie 12 meneriakkan namanya sesaat walau segera tenggelam dalam keramaian stadion. Bahkan ada Shizune dan Kurenai diantara mereka yang juga ikut menonton, dia melambaikan tangan kearah mereka dan heran mendapati Hyuuga Neji berada diantara mereka! sedang berbicara dengan Tenten, bahkan Naruto bisa melihat Neji menggenggam tangan gadis berkepang dua itu dengan mesra.

Titik titik titik dengan berakhiran tanda tanya besar muncul dibenak Naruto, apa mereka berdua punya ikatan hubungan?

[MAAF SUDAH MENUNGGU SEMUANYA! HARI KEDUA GREAT KNIGHT TOURNAMENT DENGAN INI DIMULAI!]

Pembawa acara mulai bicara dengan disambut gemuruh jutaan penonton, Naruto kembali fokus dan menyiapkan diri. Layar monitor besar segera menampilkan Maito Gai dan Anko Metarashi yang juga menjadi pemandu acara dihari pertama itu terlihat membaca sebuah teks.

[Tapi sebelum itu, kita akan memperkenalkan kembali para kontestan yang lolos ke delapan besar!] suara Anko segera meredam uforia, dia berdeham sekali kemudian mulai membaca teks yang dipegangnya.

[Kelompok biru, Zabuza]

[Kelompok jingga, Juugo]

[Kelompok nila, Temari]

[Kelompok hitam, Omoi]

[Kelompok kuning, Naruto]

[Kelompok merah, Akatsuchi]

[kelompok ungu, Sasuke]

[Kelompok hijau, Choojuro]

[KAMI AKAN MEMBERITAHUKAN SEDIKIT INFORMASI TENTANG PROFIL MEREKA!] itu Gai yang berbicara.

Naruto tidak mendengarkan setelah itu, matanya terpaku pada sosok Hyuuga dengan tampil sangat cantik seperti biasanya duduk dengan anggun dideretan kursi kehormatan. Saat pandangan mereka tidak sengaja bertemu, Hinata tersenyum sangat indah sampai-sampai Naruto mengalami merinding diseluruh tubuhnya. Kenapa Hinata terlihat sangat berbeda? itu dimata si pirang. Hyuuga Hinata terlihat sangat bahagia tanpa ada beban dan juga terlihat sangat menyeramkan, seakan-akan dia bisa kapanpun melompat kearah Naruto dan menerkamnya!?

Apa ada sesuatu yang terjadi setelah kejadian ditaman itu? Naruto cemas sendiri dalam hati.

[INI INFORMASI MENGEJUTKAN LAINNYA!]

Naruto tersadar ketika mendengar pembawa acara berteriak, dia melihat seluruh penonton dan bahkan yang duduk di kursi kehormatan memandanginya... bahkan kontestan lainnya juga memandanginya! a-apa yang terjadi, apa aku melupakan sesuatu?

Ya, saat Naruto sedang dalam mode auto fokus hanya pada si Haires Hyuuga itu, Anko sedang membacakan data informasi mengenai dirinya.

[Naruto, murid dari Jiraiya-sama.. salah satu sahabat Ratu... t-tunggu dulu! Apakah ini benar Tsunade-sama!?] Anko memandang ratu meminta jawaban, sang ratu hanya tersenyum lemah. Tsunade sendiri bahkan baru tau tadi pagi setelah Jiraiya sadar sesaat dan mengatakan sesuatu tentang Naruto, kemudian kembali pingsan.

Penonton bergemuruh lebih keras dibandingkan saat pengenalan kontestan lainnya, bahkan Rookie 12 berteriak bersamaan,

"KAMI TIDAK TAU TENTANG ITU!?"

Naruto jadi bingung sendiri, setenar itukah Jiraiya gurunya?

Naruto jadi kepikiran, dia belum bertemu Jiraiya dan Mizuki selama beberapa hari terakhir.

.

.

A.M

.

.

Hyuuga Neji sudah membuat keputusan, dihadapannya sang pemimpin klan saat ini dan orang tua angkatnya, Hyuuga Hiashi. Waktu sudah mendekati pagi hari ketika Neji menemui sang kepala klan yang terkenal dingin dan tegas itu. Neji berdiri dengan tenang sambil memperhatikan dalam diam, apa yang sedang dipikirkan ayah angkatnya?

Tapi apapun, Neji takkan mundur kali ini. Dia sudah punya modal yang cukup kuat, mengenai percakapannya dengan Inuzuka Kiba, pertemuannya dengan wanita-nya.

Neji punya jalan, jalan sempit menuju kebahagiaan adiknya.

.

Sementara pikiran Hiashi berbeda, anak-anaknya mungkin akan terkejut dengan apa yang dia pikirkan saat ini! Dia mempunyai 'mata' dan mata-mata yang bisa mengetahui segala tindakan dan pemikiran putra-putrinya, tentu saja!

'Sumpah klan sialan!' Hiashi selalu melakukannya, menyumpahi segala hal tentang klan dan aturan-aturannya.

'Hizashi...'

Kemarahan ekstrim sudah terkobar, kalau saja dia menemukan 'mata' itu lebih cepat, saudaranya pasti masih hidup!

Tragedi belasan tahun lalu pasti takkan terjadi!

'Pelacur itu, dialah penghianat yang sesungguhnya!'

Hiashi menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan diri, ada waktu untuk meledak-ledak nanti.

"Neji..." Hiashi berujar pelan.

Yang dipanggil menyiapkan mental sambil bersiap-siap seperti seorang salesman profesional mencoba menawarkan product unggulan. Neji sudah merangkai kata yang cocok agar bisa meyakinkan ayah angkatnya, dan yang dikatakan ayahnya selanjutnya membuat Neji hampir terkena serangan jantung!

"Lakukan apa yang menurutmu terbaik untuk dirimu sendiri dan juga katakan pada Hinata, ayah mendukung seratus persen!" Neji cengo mendengar kalimat itu, bahkan ayahnya membuat pose mengacungkan jempol dengan senyum yang luar biasa lebar!

ADA APA DENGAN DUNIA! KEMANA AYAH YANG DINGIN, TAK PERASAAN DAN BERKUASA ITU PERGI!

"Ayah sakit?" Neji tanpa sadar melontarkan kalimat saklar itu.

Hiashi hanya menatap Neji datar seolah berkata 'Bukankah ini yang kau inginkan?'

"TERIMA KASIH!" Buru-buru Neji membungkuk sembilan puluh derajat, mencegah ayahnya yang kembali 'normal' berubah fikiran. Dia terdiam sejenak dan menambahkan, "Tapi... Hinata sudah dalam perjalanan ke tempat pertemuan".

"Kalau begitu kau hanya perlu awasi mereka dari jauh. Jika sampai dia membuat Hinata menangis...!"

"Aku akan menghajarnya sampai tak berbentuk lagi tentu saja!"

Dengan begitu Neji berlari dengan langkah ringan. Hiashi memandangi anak saudara-nya itu yang perlahan menghilang dari pandangan dengan ekspresi lega kemudian bersandar pada kursi. Sudah berapa lama mereka tidak melakukan percakapan normal layaknya keluarga seperti tadi?

.

Hiashi menghembuskan nafas lelah mengingat percakapannya dengan Neji kemarin.

Hiashi sebenarnya tahu apa yang akan dikatakan Neji. Anak laki-lakinya itu akan berkata bahwa dia telah menghamili kekasihnya dan akan menikahi wanita itu apapun yang terjadi, tentu saja itu kuno. Karena ayah kandung Neji juga melakukannya!

Perbedaannya adalah, Neji hanya pura-pura... sementara ayah kandungnya benar-benar menghamili kekasihnya! ayah dan anak sama-sama punya ide gila!

Dan Hiashi tahu pemikiran Neji, anak laki-lakinya itu berfikir bahwa Hiashi akan melarang Neji dan Hinata berhubungan dengan orang dengan status rendah atau dengan asal-usul tidak jelas (untuk masalah asal-usul harus jelas, Hiashi tidak mau anaknya menikah dengan seorang penjahat) dan lebih setuju dengan calon yang berasal dari keluarga besar, Hiashi tidak sekejam itu! dia tentu saja mendukung anak-anaknya asalkan mereka bahagia!

Hiashi tersenyum pahit, semua masalah ini berawal dari sebuah skill unik yang sangat istimewa yang hanya akan muncul pada garis keturunan murni Hyuuga, keturunan dengan darah leluhur yang mengalir dalam pembuluh darahnya. Seorang garis keturunan murni Hyuuga harus menikah dengan garis keturunan yang sama, untuk tetap memastikan skill itu diturunkan ke anak-anak mereka. Jika keturunan murni menikah dengan orang asing dari luar klan, maka anak mereka tercampur dengan gen yang lain dan skill unik itu tidak akan diturunkan.

Orang yang mewarisi garis keturunan murni saat ini adalah Hinata dan Hanabi. Fakta tentang skill unik ini hanya diketahui oleh Hiashi, Tetua klan dan Hinata setelah mengetahui persyaratan calon pasangannya. Hiashi sempat mengusulkan opsi lain, tapi emang dasarnya sifat Hinata yang baik hati tingkat akut yang tidak mau mengorbankan kebahagiaan adiknya, dia memutuskan diri untuk memikul beban itu!

Tapi hati gadis itu goyah begitu mengenal Naruto, dan hanya bisa galau setiap memikirkannya.

Sebenarnya ada metode lain agar skill unik itu tetap diturunkan, yaitu menikahkan garis keturunan murni dengan orang yang mempunyai skill unik dengan karakteristik sama seperti Byakugan yang merupakan kemampuan skill legenda. Ada Sharingan dan skill legenda yang lain meskipun kemunculannya tidak bisa diprediksi berapa ratus tahun untuk eksis di dunia... Rinnegan!

Tapi karena keangkuhan dari orang-orang tua sialan itu yang mengharapkan skill istimewa tetap pada jalur darah hyuuga, metode ini disembunyikan dan hanya diketahui oleh kepala klan dan para tetua.

Hiashi tertekan, kalau saja orang yang dicintai Hinata dari Klan Uchiha...

Tapi sekarang Hiashi tidak peduli lagi setelah menemukan 'mata' itu. Dia mengambil 'mata' disaku bajunya, sebuah buku harian tua milik mendiang istrinya yang sudah disembunyikan perempuan sialan itu. Hiashi membuka lembaran halaman pertama dan kembali membaca apa yang tertulis disana.

.

Kuning dan merah bersatu, {Tahun X***}

.

Dilihat dari tahun penulisan, sudah jelas kalau tulisan tangan itu diukir saat ibu Hinata berusia belasan tahun, itu beberapa tahun sebelum menikah dengan Hiashi. Meski yang tertulis menggunakan bahasa-bahasa perumpamaan yang Hiashi kurang paham, ibu Hinata pasti sengaja melakukannya! (rahasia seorang gadis). Lembaran-lembaran berikutnya juga sama sebelum catatan terakhir tertulis tepat sehari sebelum menikah dengan Hiashi. Tulisan-tulisan itu adalah hal-hal yang terjadi pada kenyataan!

Tepat sekali, ibu Hinata yang waktu itu merupakan keturunan murni berhasil menguasai skill unik yang lebih hebat dari milik Miko sang peramal. Skill unik terkuat 'Oracle' (masa depan)!

Hiashi berdiri dan berjalan keluar dari Mansion, tujuannya adalah istana.

Persetan dengan sumpah leluhur, dia akan menerima dengan senang hati kutukan itu menggantikan anaknya dan seluruh klannya!

.

'aku, akan menjadi pemilik Oracle terakhir, dan tidak akan ada lagi yang memilikinya dimasa depan. Ini membuatku bahagia.. anak-anakku bisa memilih cinta mereka sendiri, {X***}

.

Tapi Hiashi tidak membaca catatan kecil disudut buku yang ditulis istrinya, dia baru akan menyadarinya beberapa waktu kemudian.

.

'Mengenai sumpah leluhur, itu semua bohong! leluhur hanya bercanda untuk menggoda anaknya waktu itu! {X***}

.

.

A.M

.

.

Yahiko, keluar dari ruangan dengan langkah berat, sebelum tubuh klonnya menghilang dalam kepulan asap. Yahiko yang asli berdiri diatas benteng terluar dari kerajaan Hidden Leaf, dia kemudian menghadap rekan-rekannya satu-persatu mengamati kesiapan mereka.

Kakuzu, Hidan, Sasori, Kisame, Zetsu, Deidara, dan Konan sudah menunggu perintah selanjutnya. Sementara dari jauh Uchiha Itachi berjalan mendekat dan melengkapi tempat kosong.

Itachi mengamati sesaat dan bertanya kepada Yahiko, "Bagaimana kondisi Nagato-san, pemimpin?"

"Dia sekarang masih dalam pemulihan, aku tidak ingin memaksanya bergabung dengan kita dengan kondisinya saat ini," Yahiko berujar sedih. Nagato merupakan anggota terkuat mereka. Karena misi empat tahun lalu membuatnya mengalami cidera sangat serius, dia saat ini masih dalam pemulihan di markas mereka terdahulu.

Dulu Nagato dan sekarang gurunya Jiraya juga terluka, Yahiko benar-benar tidak bisa memaafkan kelompok pemuja Tobi itu bertindak lebih jauh lagi!

"Semuanya, ini mungkin akan menjadi misi terakhir kita sebagai kelompok Red Clouds, ini kemungkinan besar sebuah jebakan. Tapi kita hanya bisa percaya kepada raja-raja itu beserta Knight yang lain sementara kita sibuk. Aku hanya ingin mengatakan kalimat yang sama seperti biasanya..." Yahiko berujar tegas seraya mengeluarkan aura yang membuat tanah disekitarnya bergetar. Lalu berbalik memandang luasnya hutan Death Forest, Jauh memandang hingga ujung hutan kematian itu. Disana ada sebuah tempat yang lebih mengerikan dimana makhluk-makhluk yang seharusnya sudah disegel jauh sangat lama telah dibebaskan. Mereka harus mencegah makhluk-makhluk Demigod itu mengganggu dalam perang yang akan datang.

Ya.. Yahiko tahu pasti bahwa perang tidak bisa dihentikan!

Red Clouds hanya bisa mencoba mencegah kehancuran yang lebih besar.

"Berusahalah untuk tidak mati!"

Para member hanya bisa tertawa lepas, termasuk Itachi. Lalu memakai mantel kebanggan mereka berlambang awan merah dengan bangga kemudian bergerak.

Dan kelompok Hunter Knight terkuat sepanjang sejarah menuju ke tempat medan perang mereka sendiri, Endless Hell! disana sudah menunggu Moryo, Muku, dan Androkuzan.. para Demigod pelayan Tobi laknat itu yang mencoba bangkit dan mengikis dunia!

'Semoga dia bisa bertahan sampai kita berhasil menyegel kembali makhluk-makhluk laknat itu'

.

Dan dalam hutan kematian Kabuto tertawa," Para pengganggu sekarang pasti sibuk, dan sekarang giliranku menyiapkan panggung terbaik untuk anda... Tobi-sama!"

"Persiapkan pasukan, kita akan berperang!"

To Be Continue


.

.

Ekstra Harian Dan Mereka Yang Terhubung

Bagian 1

.

.


.

*Healing for Everyone

.

.

Bersandar pada pohon rindang dekat hutan.. Sasame mengelap keringat didahinya, sudah beberapa menit gadis itu menggunakan skill penyembuhannya. Dengan subjek kali ini adalah seekor Elang dewasa yang mengalami patah tulang dan hampir terpotong pada bagian sayapnya (Terdakwa pelaku penyerangan Elang belum diketahui). Untuk menggunakan Full Healing memang membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan saat dia menggunakan Small Healing dan Medium Healing. Terbukti dari kapasitas energi Qi yang merosot tajam dari titik awal maksimum, meski begitu gadis yang baik hati ini terus menyalurkan energinya serta berdoa dalam hati agar usahanya kali ini berhasil. Dalam arti, ini yang ketiga kali Sasame menggunakan Full Healing!

Beberapa tahun lalu Sasame hanyalah gadis normal, gadis biasa yang setiap harinya berlari kesana-kemari riang dengan teman seumurannya. Dia berubah ketika kerusuhan terjadi, melihat keluarga tercinta meninggal ketika mencoba melindunginya. Dia hanya bisa menangis, dan menangis.

"Kehilangan orang yang kita cintai memang sangat menyakitkan, hanya menjadi tegar dan kuat adalah bukti bahwa kita menghargai apa yang telah coba mereka lindungi".

Itulah yang dikatakan Iruka Umino (lajang) waktu itu, sesaat setelah itu menikah dengan Shizune dan mengangkat Sasame sebagai anak angkat mereka.

'Menjadi kuat..'

Dan gadis itu mulai bertekad, tapi apalah daya... berlatih bertahun-tahun tidak menimbulkan perubahan apapun. Dia tidak mahir menggunakan senjata, fisiknya rata-rata dan itu membuatnya putus asa. Dan ketika itu tiba...

"Permisi, saya datang mencari Shizune-sama!" Seorang prajurit kerajaan dengan tergesa-gesa berlari ke kediaman Iruka dan Shizune sambil berteriak sangat keras.

Shizune yang masih memakai apron keluar dari rumah, berbicara dengan prajurit yang terlihat berkeringat keras itu. Sasame yang waktu itu sedang menyiram bunga depan teras rumah hanya berdiri diam sambil mengamati. Shizune berlari kedalam rumah dan setelah itu keluar dengan seragam medis yang biasa dia pakai saat menjabat sebagai kepala kesehatan kerajaan.

Sasame yang penasaran mengikuti ibu angkatnya, Shizune melihatnya singkat dan mengangguk tanda menyetujui. Mereka berjalan selama beberapa menit sebelum sampai pada sebuah ruko pedagang daging. Dan Sasame membeku ketakutan melihat sang pedagang bersimbah darah dengan lengan terpotong.

Shizune melihat ekspresi itu lantas mengelus pelan kepala Sasame sambil berkata, "Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja".

Setelah itu jalan Sasame terbuka, melihat betapa hebatnya sang Ibu menyembuhkan si pedagang.

'Aku ingin menjadi kuat, seperti Ibu...' menjadi kuat agar bisa menyembuhkan orang-orang.

Dan pelatihan yang lebih berat dari sebelumnya pun dimulai, dengan bimbingan sang ibu angkat.

Fakta bahwa Sasame mampu dengan cepat melatih skill Healing diketahui beberapa saat kemudian.

kembali ke atas...

"Akhirnya berhasil!" Sasame terduduk lemas, dengan senyum indah terpancar darinya. Sakura yang sedari tadi mengamati menepuk pelan pundak Sasame dan ikut bahagia atas keberhasilan temannya.

Dua gadis cantik itu memandangi Elang yang perlahan-lahan berdiri dengan kikuk, setelah itu mencoba mengepakkan sayapnya. Setelah itu terbang kembali ke langit.

"wow, efek Full Healing memang menakjubkan seperti biasanya!"

"Aku setuju!"

Lee dan Idate berjalan ke arah kedua gadis itu sambil mengamati langit, sementara Yakumo ikut mengamati dalam diam.

Lalu sebuah anak panah melesat dengan kecepatan tinggi mengenai sayap Elang yang baru saja disembuhkan, membuat Elang itu (kembali) melakukan pendaratan darurat!

"Ahhh..." Sakura dan Yakumo melongo.

"Ahhh..." Lee dan Idate cengo.

"AAAHHHHH!" dan Sasame berteriak panik, berlari ke lokasi jatuhnya kecelakaan.

Dan sang pelaku utama, yang diketahui identitasnya... Tenten, berteriak dengan bangga "One shot, one kill!"

"TETEN NO BAKAAA...!" mendeathglare pelaku penyerangan, Sakura berlari kencang mengejar Sasame.

Sakura, Lee, dan Idate (Yakumo.. dan Tenten yang benjol disana-sini menyusul kemudian) berlari kencang, tapi mereka terlambat.

"Jangan-jangan Sasame..." Idate jatuh bertumpu pada kedua lututnya, putus asa. "Dia masuk ke Hutan Death Forest!"

Tepat sekali, inilah asal mula tersesatnya Sasame. Serta pertemuannya dengan sang protagonist.

.

.

A.M

.

.

"The Spirit of Youth

.

.

Rock Lee (duabelas tahun saat itu) menghembuskan napas perlahan, dengan posisi kuda-kuda mantap. Tubuh minimalisnya terlihat kencang dengan balutan baju Hijau ketat kualitas ultra tinggi (peninggalan ayahnya, entah beliau mendapatkanya darimana). Motto hidupnya adalah 'berlatih dan berlatih', diiringi dengan semangat masa muda, tentu saja!

Menatap matahari pagi dipuncak bukit, berlatih mengedarkan energi Qi dengan selaras dari dalam tubuh serta menyerap sebanyak-banyaknya energi Qi dari alam. Pada buku dikatakan saat-saat terbaik untuk berlatih adalah saat dimana matahari terbit, dimana energi Qi murni beredar dari seluruh kehidupan di alam terbuka.

"Selanjutnya putaran sepuluh kali mengelilingi tembok kerajaan!" setelah merelaksasikan ototnya yang panas karena terlalu lama dalam posisi yang sama selama dua jam, Lee berniat kembali turun dari bukit untuk melanjutkan aktivitas harian. Tapi kemudian berhenti dari langkahnya, ternyata dia tidak sendirian dibukit itu. Ada seorang laki-laki dewasa (dilihat dari ukuran tubuh) di seberang sana duduk diatas kursi roda sedang tertunduk lesu, penampilannya acak-acakan dengan rambut panjang dibiarkan terurai menutupi seluruh wajahnya dan perban yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, kecuali tangan dan kepala.

Mungkin karena merasakan kehadiran Lee yang berjalan mendekat, Orang itu mencoba mengusap wajahnya yang terlihat basah. Lee sedikit menaikkan alisnya sesaat.

"Sungguh memalukan, menangis dan dilihat oleh generasi muda", Orang itu bergumam lirih.

Tapi Lee bisa mendengarnya, dia tersenyum penuh energi, "Tak perlu malu paman, lelaki yang menangis adalah lelaki sejati!"

Paman itu tertawa sedikit terhibur, membuat Lee sedikit salah tingkah. Mereka berdua terdiam selama beberapa saat sambil memandangi matahari pagi.

"Paman akan menceritakan sebuah kisah..." dan paman itu berbicara tentang kisah hidupnya, Lee hanya diam sambil mendengarkan.

Paman itu sebenarnya mempunyai posisi yang cukup tinggi didalam kerajaan. Saat itu dia bersama beberapa orang sedang menerima misi untuk mengawal orang penting kembali ke ibukota. Tapi dalam perjalanan mereka diserang oleh penjahat, meski para penjahat sudah berhasil dilumpuhkan. Kemudian nasib buruk terjadi, seorang penjahat melemparkan sesuatu berbahaya dari dalam mulutnya bertujuan orang penting itu, dengan refleks sang paman bereaksi dan menangkis serangan kejutan. Ternyata itu adalah serangan dengan semacam kutukan kuno yang sangat kuat dan dengan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya. Walaupun sudah berhasil disingkirkan, kutukan itu tetap berefek fatal yang membuat seluruh tubuhnya lumpuh total menyisakan hanya tangan dan kepala yang masih berfungsi dengan benar. Dan hal itu membuat impian sang paman hancur berantakan.

Lee hanya bisa diam setelah mendengarkan kisah singkat itu. Cukup menyedihkan apa yang dialami sang paman, dia memandangi paman itu dan kemudian mengulurkan tangan mudanya menarik tangan paman itu dan berteriak keras, "PAMAN, BERJUANGLAH...!"

paman itu bingung menatap Lee, dan kemudian Lee kembali melanjutkan, "Keterbatasan bukanlah sebuah akhir, itu adalah awal dari tahap selanjutnya untuk menembus batasan itu sendiri!"

Paman itu terpana dengan semangat yang sangat kuat menyala dibalik kalimat itu, dan kemudian paman itu baru menyadarinya.

'Anak ini...'

Anak kecil ini sama seperti dirinya, anak ini juga mempunyai keterbatasan yang lebih mengerikan.

Itu benar, Lee punya keterbatasan. Ibunya meninggal setelah melahirkan Lee dalam keadaan prematur, karena terlahir belum pada waktunya itu mengakibatkan energi Qi tidak dapat mengalir secara alami kedalam tubuhnya dan akan segera habis dalam kurun waktu satu jam jika dibiarkan. Manusia tanpa energi Qi sama saja dengan kematian dan Lee sudah pasti meninggal saat itu juga kalau bukan usaha sang ayah mengalirkan energi Qi-nya kedalam tubuh Lee setiap waktu secara terus menerus untuk membantu peredaran Qi keseluruh tubuh, dan itu berlangsung selama beberapa tahun hingga sepuluh tahun dan selama itu juga Lee tumbuh. Ayahnya selalu membawa bayi kecil itu kemanapun ia pergi agar selalu memastikan kondisi anaknya baik-baik saja.

Tubuhnya perlahan-lahan tumbuh dan mampu menerima energi Qi, tapi karena terlalu tipis sehingga membuatnya tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia masih tetap harus mendapat perawatan dari Ayahnya hanya saja durasinya kini diperpanjang dari satu jam menjadi empat jam.

Selama hari-hari yang menyakitkan itu, Lee yang tumbuh dan segera memahami kondisinya itu selalu mencoba meyakinkan sang Ayah agar menghentikan perawatan, dia putus asa. Tapi ayahnya hanya diam tanpa berkata apapun.

Dan malam itu...

Ayahnya masuk kedalam kamarnya seperti biasanya dan menyalurkan energi Qi secara perlahan kedalam tubuh Lee, melakukan perawatan. Pura-pura marah, Lee mencoba berpura-pura tidur.

Kemudian dia mendengar isakan, dalam hati Lee tersayat, ayahnya... menangis.

"Lee..." Itu suara lemah ayahnya, Lee yang sudah dewasa sebelum usianya itu bertahan dengan sekuat tenaga agar tidak membuka mata dan ikut menangis. Dia dalam diam mencoba mendengarkan apa yang ayahnya coba katakan, dan dia terkejut.

"Berjuanglah, jadilah kuat! keterbatasan bukanlah akhir, itu adalah awal dari tahap selanjutnya untuk menembus batasan itu sendiri!" meski menangis, tanpa melihat pun Lee dapat memahami itu. Itu bukan dorongon putus asa, tapi keyakinan mutlak ayah kepada anak tersayang.

Dan akhirnya tanpa bisa bertahan, Lee membuka matanya dan menangis sangat keras menumpahkan segala macam perasaannya malam itu.

Beberapa hari kemudian seorang petugas medis (Lee baru mengetahui bahwa orang itu berprofesi sebagai petugas medis bertahun-tahun kemudian) masuk ke kamarnya, memberikan kabar menyakitkan kalau ayahnya meninggal. dikatakan bahwa ayahnya meninggal karena mengalami kelelahan akut, Lee mengetahui apa penyebabnya.. dan hanya dia yang tahu.

Lee menangis sedih, dan keajaiban pun terjadi.

Dia yang awalnya lumpuh berdiri tegak dengan kekuatannya sendiri untuk pertama kalinya dan berlari keluar menerjang tubuh ayahnya yang sudah mendingin itu.

Dia sedih tapi lebih cenderung bangga dengan kehebatan ayahnya tanpa kenal lelah selalu merawatnya dalam hari-hari menyakitkan itu dan dalam hati Lee berjanji, dia akan menjadi kuat seperti yang ayahnya harapkan dan sampai sekarang pun dia selalu mengulangi janjinya sambil memandangi matahari terbit.

Paman itu memandangi Lee dengan cahaya baru, Lee tidak menceritakan masa lalunya tetapi paman itu seakan-akan bisa memahami apa yang di rasakan anak muda dihadapannya. Dia mengusap air mata konyolnya dengan keras dan menata kembali impiannya, mungkin bisa dikatakan membangun impian lain yang jelas lebih kuat.

"UWOOOO! AKU TIDAK AKAN KALAH! SEMANGATKU... BANGKITLAH!"

" ITU BAGUS SEKALI! BERJUANGLAH DENGAN PENUH SEMANGAT MASA MUDA, PAMAN!"

"TENTU SAJA! KARENA AKU JUGA MASIH MUDA!"

"UWOOOOOOOO...!"

"UWOOOOOOOO...!"

Itu adalah pertemuan yang ditakdirkan, anak muda dan seorang paman yang merasa dirinya kembali muda. Dan tentu saja keajaiban itu kembali terjadi... beberapa bulan kemudian teman paman itu datang dengan berita bahagia, kelumpuhannya seratus persen bisa disembuhkan!

Bertahun-tahun kemudian, sejarah panglima dengan pakaian hijau super ketat (seragam awal kebangkitannya) dengan julukan 'Green Beast Comander' yang menjadi idola Lee saat ini muncul dan dikenal keseluruh dunia!

Naruto mungkin dan pasti akan menghajar author jika mengetahui cerita ini.

.

.

A.M

.

.

*Men have their own way

.

.

"Aku tidak akan sedikitpun menyesal, aku akan menjadi Hunter Knight!" Morino Idate berkata dengan tegas dan mantap, mengabaikan kakaknya yang menatap tajam.

Mereka adu tatap selama beberapa menit sebelum istri Morino Ibiki menengahi kakak beradik yang mungkin sebentar lagi saling hajar itu. Ibiki mendudukan dirinya disofa sambil menghela nafas karena melihat adiknya yang keras kepala.

"Ini kesempatanmu yang terakhir, Idate!" melihat adiknya yang memalingkan muka dengan 'humph' membuat Ibiki tersenyum pahit. Dia tahu betul potensi bahaya yang akan mereka hadapi yang menggeluti profesi sebagai Hunter Knight, karena dia berkubang didunia itu lama sekali sebelum beralih profesi dan sekarang menjabat sebagai kepala penyelidik di kerajaan. Dia hanya ingin memastikan jalur yang akan dilalui adik satu-satunya itu aman dan tanpa bahaya. Dia juga tahu, bahwa adiknya bangga dan kagum dengannya yang membuat nama yang cukup besar selama berprofesi sebagai Hunter Knight (Ibiki tidak bermaksud menyombongkan diri disini).

"Baik, aku akan memberimu ijin! tapi jangan memaksakan diri, kau juga harus mendaftarkan diri dulu ke Guild Hunter Knight secara resmi dan ikuti ujian-ujiannya!"

"Terima kasih banyak, Aniki! kau yang terbaik!" dan Idate berlari keluar rumah tanpa mendengar perkataan Ibiki selanjutnya.

Istri Ibiki mengelus punggungnya pelan, "Dia keras kepala sepertimu".

"Aku tau itu, bahkan jika aku tetap melarangnya... dia tetap akan melakukan apa yang sudah menjadi tujuannya".

Idate berlari dengan semangat tinggi, ditangannya tergenggam kartu keanggotaan Guild Hunter Knight. Dia bisa melewati ujian-ujian keanggotaan dengan mudah karena dari kecil di sudah dilatih kakaknya dengan sangat keras.

Didunia ini tidak ada yang namanya tempat yang aman, semua tempat selalu berpotensi menjadi zona bahaya jika monster muncul. Sementara tembok kerajaan dibagi empat bagian, yang paling aman dan berpotensi sangat rendah hanyalah dua tembok bagian dalam, pusat ibukota dan tempat tinggal para klan-klan kalangan atas serta orang-orang yang cukup berpengaruh. Tembok bagian ketiga dihuni oleh kalangan menengah hingga kebawah juga cukup berpotensi. Sementara tembok bagian keempat merupakan area sangat luas dengan banyak bukit, hutan rindang serta lahan pertanian, perkebunan, berbagai lahan pangan serta beberapa pertambangan, itu berpotensi memunculkan monster-monster level rendah seperti Goblin, slime dan monster level rendah lainnya, kadang ada saat-saat dimana monster level menengah muncul dalam interval tertentu. Untuk itulah Guild Hunter Knight didirikan, membasmi para monster serta meminimalisir kerusakan yang akan terjadi jika para monster itu dibiarkan begitu saja. Tentu saja semua kerajaan di seluruh penjuru benua mengalami kondisi serupa dan juga mendirikan Guild sendiri.

Sementara diluar tembok lapisan keempat adalah dunia itu sendiri yang mengambil alih, segala monster akan bermunculan dari level terendah sampai level tinggi. Dimana yang kuat akan menghancurkan yang lemah. Pernah suatu ketika monster tingkat tinggi muncul disekitar perbatasan zona aman dari tembok terluar kerajaan, Guild akan mengirimkan Quest darurat kepada Knight dan Hunter Knight peringkat tinggi untuk membasmi dan melenyapkan potensi bahaya. meskipun potensi kemunculan monster tingkat tinggi cukup rendah, dan semua orang pasti sangat berharap kalau makhluk seperti itu yang dapat melenyapkan ratusan prajurit biasa dalam sekejap tidak pernah muncul.

Idate menerima Quest pertamanya yang cukup sederhana yaitu mengumpulkan tanaman obat di sekitar bukit. Meski dunia ini penuh dengan sihir dan skill unik, bukan berarti orang dengan skill penyembuhan banyak, hanya beberapa persen dari ratusan juta penduduk kerajaan yang memiliki skill unik itu. Jadi produk obat-obatan juga diperlukan. Meski dia mungkin bisa dikatakan cukup kuat dijajarkan dengan Knight dan Hunter Knight level menengah, dia tetap harus waspada pada sekitar karena bahaya selalu ada. Meski monster level rendah seperti Goblin dan Slime tidak akan menyerang manusia (monster level rendah dific ini ini tidak makan manusia. Mereka memakan tumbuhan obat, Binatang liar dan sesama monster level rendah lainnya, jadi jangan protes okeh!), mereka tetap akan menyerang jika didesak ke sudut atau teritorialnya diganggu.

Dengan bersenjatakan pedang pemberian kakaknya dulu, dia mencabut beberapa tanaman obat yang dicari sambil sesekali menebas monster level rendah yang mencoba menyerangnya.

Langkahnya terhenti karena mendeteksi sesuatu, dia mencoba memanipulasi energi Qi untuk melemahkan kehadirannya sambil mendekati lokasi mencurigakan. Dia terkejut mendapati Beberapa Ogre sedang berkumpul memakan mayat-mayat goblin.

"Kenapa monster tingkat menengah muncul disini, aku tidak melihat adanya Quest dari Guild seebelum datang kesini!" Hari ini mungkin hari yang buruk bagi Idate.

Biasanya monster yang muncul dalam dinding keempat bisa langsung terdeteksi oleh penyihir tingkat tinggi kerajaan yang mempunyai skill detection, kemudian akan menurunkan informasi ke pihak Guild untuk dijadikan Quest, apalagi kalau yang muncul adalah monster kelas menengah! atau jangan-jangan sudah ada pihak yang mengambilnya?

Ogre adalah monster level menengah dengan wajah jelek berbentuk seperti manusia gemuk dan berkulit coklat (anda tau Shrek? bayangkan dia berkulit coklat dan telanjang lol) tinggi dua meter. Meski gerakan mereka lambat dan kasar, mereka memiliki kulit yang cukup keras dan dengan satu pukulan sudah cukup membunuh manusia normal, dan apalagi mereka juga makan manusia!

Idate mundur, jika hanya dua dia mungkin bisa mengalahkan mereka, tapi disini ada empat Ogre! dia ingat perkataan kakaknya agar tidak mengambil resiko dengan hidupnya dan berniat kembali untuk melapor ke Guild... tapi sepertinya tidak perlu.

Dua anak panah melesat dan menancap tepat ke salah satu mata dari dua Ogre secara bersamaan!

"SAKURA... LEE... SEKARANG!"

Dua orang beda gender muncul dan menendang dua Ogre lainya sehingga makhluk itu terlempar dan menghantam pohon sampai tumbang! meski itu tidak langsung membunuh monster itu... yang jadi pertanyaan adalah sekuat apakah tendangan mereka itu?!

Sementara dua Ogre sedang ditangani oleh seorang laki-laki berambut mangkok dengan pakaian hijau ketat dan perempuan berambut pink, Dua sisanya yang mengalami luka pada matanya terkena guyuran hujan jarum raksasa, mati dalam proses dan meninggalkan Magic Stone.

Sekedar info, monster yang mati akan tersebar kembali menjadi Orbs dan hanya meninggalkan Magic Stone. Magic Stone akan dijual dengan harga beragam tergantung kualitas, semakin tinggi level monster maka semakin baik kualitasnya. Magic Stone digunakan dalam segala jenis alat sihir, dari lampu penerangan, peralatan masak serta alat sihir lainnya.

Bahkan Penghalang raksasa yang menutupi seluruh ibukota menggunakan Magic Stone sebagai baterainya, untuk itulah pihak kerajaan beberapa bulan sekali mengirim tim ekspedisi yang terdiri dari gabungan banyak kelompok Knight dan Hunter Knight untuk berburu monster tingkat tinggi. Dan kakak Idate menjadi salah satu anggota tim ekspedisi selama dia masih aktif dulu. Dan itu adalah impian dan cita-cita Idate sejak kecil, menjadi Hunter Knight yang hebat seperti kakaknya.

Idate mengamati perempuan berkepang dua yang telah melemparkan serangan tadi, apakah itu skill? dia mengedarkan pandangannya beberapa meter ke belakang. Ada seorang gadis cantik disitu, Idate terpesona akan kecantikannya. Tapi bukan itu fokus utama Idate, karena dia merasakan ada kehadiran lain dari belakang gadis itu.. itu adalah monster! Idate sudah was-was beberapa saat lalu, apa gadis itu tidak menyadarinya?

G-gawat, gadis itu sepertinya memang tidak menyadarinya!

"WIND STEP...!"

Idate buru-buru menggunakan teknik elementernya, dengan kecepatan yang bertambah berlipat-lipat ganda dia meluncur kearah target dan menggendong gadis itu tepat disaat sebuah cakar melintang mencoba membelah gadis itu!

"UUUGH.." Idate berhasil menyelamatkan gadis itu sementara cakar monster berakhir menyayat cukup dalam kaki kirinya. Dia menurunkan gadis dalam dekapannya itu sementara mengamati monster dengan sangat waspada. Monster yang dilihatnya seperti banteng bertaring dengan sayap kecil pada punggungnya yang dinamakan Tytan (Idate sering membaca buku mengenai macam-macam monster milik kakaknya).

"T-terima kasih banyak! aku akan menyembuhkan lukamu!" dengan ekspresi merona gadis itu mengulurkan tangannya.

"HEAL...!" Sedikit terkejut melihat secara langsung seseorang menggunakan skill unik penyembuhan. Idate mengamati secara cermat dimana dagingnya yang terbuka perlahan menutup dan sembuh.

'Apakah ini yang kakak katakan tentang skill penyembuhan? hanya goresan dari cakar monster itu yang tersisa!' Berbicara dalam hati, Idate memandang gadis itu takjub, " Terima kasih sudah menyembuhkanku, itu skill yang luar biasa!"

"P-panggil aku Sasame, harusnya aku yang berterima kasih karena sudah menyelamatkanku..." Gadis yang diketahui bernama Sasame itu menundukkan wajahnya malu sambil memainkan ujung bajunya, itu manis sekali!

Tanpa sadar Idate ikutan blushing.

"EHEMM...!" Idate dan Sasame salah tingkah, mereka bisa menciptakan suasana merah muda karena teman-teman Sasame sudah datang sedari tadi dan menyelesaikan monster pengganggu romansa!

Ini adalah awal dari bergabungnya Idate kedalam kelompok Rookie 12, dengan impian baru... melindungi gadis ini.

.

.

A.M

.

.

Yakumo And 'GPS High Version'

.

.

"Nama..."

"Bukankah kau sudah tau namaku , Yakumo-san!"

"NAMA..."

" hah... Naruto!"

"NAMA LENGKAP..."

"Dikartu anggotaku yang kau genggam tertulis jelas Namikaze Naruto, apa perlu aku memperkenalkan diri secara lengkap lagi!"

"..."

Yakumo menatap si pirang datar seolah berkata 'ayo lakukan dengan cara itu'.

"GGRRR..."

Naruto bergetar emosi, gadis ini benar-benar aneh!

Mereka sudah kenal beberapa minggu dan bahkan sering makan bersama-sama (sakura dan kawan-kawan termasuk didalamnya tentu saja) tapi entah kenapa hanya Yakumo Kurama atau sekarang dipanggil Yakumo Sarutobi yang menatapnya dengan aneh. Itu benar-benar aneh! dan Naruto sudah mengatakan aneh dua kali!

Ada apa dengan gadis ini? apa ada sesuatu yang aneh diwajahnya? apa gadis ini menyukainya? itu lebih mustahil!

Naruto sudah jelas tau hanya dengan tatapan Yakumo, itu bukan tatapan gadis yang sedang jatuh cinta, itu seperti tatapan polwan yang sedang menginterogasi seorang penjahat! dan ini sudah berlangsung hampir setiap mereka bertemu.

BOLEHKAH NARUTO MEMUKUL SESEORANG SEKARANG!

Yakumo memalingkan muka tidak peduli, disisi lain Naruto sudah menghabiskan seluruh cemilannya kemudian merebut dengan paksa kartu identitasnya dari gadis pucat itu dan kabur.

Bahkan tanpa melihatpun Yakumo bisa melihat kemana pria kuning itu pergi, ini berkat skill uniknya.

'Aku sudah tau rahasia besarmu, kuning. Jangan harap bisa kabur dariku!' dalam hati Yakumo tersenyum evil.

Yakumo cukup istimewa, karena suatu kejadian tertentu dia bisa melihat bentuk nyata kehadiran apapun disekelilingnya baik makhluk hidup ataupun benda mati dengan jangkauan 360 derajat. Tidak seperti Byakugan yang jika diaktifkan akan menampilkan sekeliling dengan gambar negatif (hitam putih), skill Yakumo mampu membuatnya dengan jelas dan alami apa yang ada disekelilingnya, seakan ratusan mata mengelilingi kepalanya! dan yang paling menakutkan adalah skill itu akan selalu aktif tanpa dia kendalikan!

Yakumo saat itu tidak mengerti apa yang terjadi padanya, kulitnya perlahan-lahan memucat karena penggunaan Qi yang berlebihan terus-menerus dan membuatnya pingsan setiap setengah jam sekali. Orang-orang desa terpencil dan cukup primitif itu mengira dia kerasukan iblis dan mengirimnya ke orang terhebat didesa itu mencari solusi, dan berakhir mimpi buruk.

Yakumo harus dibuang dari desa atau disucikan dengan api penyucian, dengan kata lain dibakar hidup-hidup!

Yakumo bingung, apa salahnya? dia hanya bilang dia bisa melihat semuanya dan semua orang desa termasuk keluarganya ingin membunuhnya!

Kemudian Kurenai dan Asuma yang singgah sementara saat itu berhasil menyelamatkan Yakumo, membawa gadis itu pergi jauh dari desa terkutuk itu. Dengan usaha pasangan suami istri itu, pada akhirnya kemampuan Yakumo berhasil disegel. Meski begitu, Kurenai dan Asuma harus berusaha ekstra keras untuk menyembuhkan luka dihatinya yang memang terlalu dalam.

Beberapa tahun kemudian Yakumo perlahan membuka diri ketika Mirai lahir, senyum indah yang dinantikan Kurenai dan Asuma itu muncul setelah bertahun-tahun lamanya.

Suatu pagi Asuma dan Kurenai mendekati Yakumo yang sedang menemani adik kecilnya bermain, mereka terlihat cukup tegang. Tetapi bahkan sebelum pasangan suami istri itu mengucap sepatah kata Yakumo sudah menyela mereka.

"Tentang keluargaku dan desaku... aku sudah tau, jadi tidak perlu khawatir lagi. Aku sudah bahagia bersama Okaa-san dan Otou-san disini!" Yakumo berkata dengan senyum dari hati dan diiringi tetesan air mata.

Asuma dan Kurenai akhirnya paham, tentang desa dan keluarganya yang meninggal karena serangan monster tingkat tinggi beberapa bulan setelah Yakumo pergi, Yakumo sudah tau sangat lama. Mereka berdua menangis dan memeluk anak angkat mereka, beban mereka sudah terhapus sekarang.

"Aku punya permintaan, bisakah kalian mengubah segelku?"

Itu permintaan pertama sebagai anak angkat mereka, tentu saja mereka langsung paham. Dengan kemampuan keturunan Sarutobi yang hebat dalam segel, Asuma mengubah formasi segel agar Yakumo senantiasa bisa mengaktifkan dan mematikan skillnya sesuka hati!

Setelah itu dia berlatih keras, memahami kekuatannya sendiri. Dia mendapati kejutan berhadiah dobel! Kemampuannya bukan hanya melihat segala arah secara alami, dia juga mampu melihat susunan ruang memperlebar jauh hingga satu kilometer tanpa batasan apapun! menembus dinding, makhluk hidup dan apapun! bukan hanya itu saja, dia bisa mengamati objek dengan jarak satu kilometer dari sudut manapun , seperti CCTV!

Tidak ada siapapun yang bisa menipu matanya, ada suatu ketika seorang pembunuh bayaran (Assassin) tingkat tinggi yang ahli dengan skill penyembunyian level master tidak berkutik dihadapannya. Selama orang itu bergerak maka gelombang ruang akan bergolak dan begitu Yakumo membuka segelnya, akhir pun datang!

Skill unik '4D Explorer' (dia memutuskan nama itu dengan bangganya) dengan bantuan Qi dan skill uniknya dia mampu memecah celah pada susunan gelombang ruang, memanipulasi ruang disekitarnya dan membuat dinding ruang hampa, dan kekuatan penghalangnya tidak kalah dengan penghalang yang mengelilingi istana! dia hanya kalah pada faktor kapasitas energi Qi yang dia miliki.

Saat ini dia hanya bisa menggunakan kekuatannya untuk pertahanan, karena berlatih memanipulasi ruang itu luar biasa sulit, mungkin suatu saat nanti... dia bisa menggunakan skillnya untuk penyerangan.

Tapi yang paling mengerikan adalah, dengan menyebarkan atau menempatkan Qi pada objek apa pun, selama dia berkonsentrasi sedikit. Objek itu akan langsung tampak untuknya selama masih dalam jangkauan skillnya, termasuk manusia, dan itu membuatnya menjadi stalker sejati!

Tentu saja dia tidak mau ambil resiko dengan melakukannya pada Knight level Tinggi, mereka pasti akan bisa merasakan keanehan dalam sekejap dan malah berpotensi membuka identitasnya.

Dan dengan skill unik inilah Yakumo bisa mengetahui rahasia bahwa Naruto mempunyai kekuatan Rinnegan! meski begitu Yakumo hanya diam saja. Karena semua orang punya rahasia tersendiri, begitupun dia yang merahasiakan skill super OP dari siapapun, bahkan orang tua angkatnya hanya tau kalau Yakumo punya skill unik penglihatan 360 derajat dan hanya itu... kecuali satu orang.

"Yakumo-chan~..." Yakumo bergidik ngeri dan segera menyegel kemampuannya sambil memasang muka se-imut dan se-polos mungkin pada sang pemanggil.

"Ya~..." Balas Yakumo, keluar dari karakter aslinya yang arogan.

"Sepuluh kali tercatat dari beberapa detik yang lalu kau menggunakannya..." Dihadapannya Haruno Sakura berkacak pinggang sambil mendecak lidahnya.

'SEDETAIL ITU!' dalam hati Yakumo berteriak.

Dia sering bertanya pada si pinky bagaimana bisa dia mengetahuinya, selama Sakura masuk dalam jangkauan skill... dia akan langsung tau kalau Yakumo sedang mengaktifkannya!

Dan balasan Sakura adalah...

"Insting, mungkin..."

MUSTAHIL! bahkan Yakumo bisa menipu klan Inuzuka yang mempunyai insting super tinggi!

Apakah Sakura masih manusia?

Atau seekor monster?

Bahkan Skill Yakumo bisa mengelabui monster!

Dan, karena skill inilah membuat Sakura si puteri kepo menemukan Yakumo dan (dengan sangat paksa) menyuruhnya bergabung dengan Rookie 12.

Percakapan Yakumo dan Naruto terjadi sehari sebelum Turnamen dimulai.

.

.

A.M

.

.

The Girl's Heart Dilemma

Miss Smith fall in love

.

.

Malam setelah babak penyisihan Great Knight Tournament, Tenten beralasan tidak enak badan dan langsung kembali ke rumah kecil yang yang dia tinggali sendiri selama beberapa tahun belakang.

Tenten awalnya bukan berasal dari kerajaan Hidden Leaf, dia sudah menjadi Hunter Knight sejak usia belasan tahun dengan berpindah-pindah dari suatu kerajaan ke kerajaan lainnya. Keluarganya juga tidak melarangnya, karena notabene semua anggota keluarga Tenten adalah Hunter Knight. Dia bergabung dengan bermacam-macam kelompok dan banyak ekspedisi-ekspedisi yang dia ikuti membuatnya perlahan namun pasti mendapatkan namanya sendiri sebagai salah satu Knight tingkat tinggi (fakta itu tidak diketahui oleh anggota Rookie 12 sampai sekarang). Dia bahkan berhasil mendapatkan julukan, orang-orang memanggilnya 'Miss Smith'.. itu memalukan setiap kali memikirkan masa-masa itu dan membuatnya terpaksa mengenakan topeng untuk menghindari ejekan Knight kenalannya. Akan tetapi, Tenten tanpa sadar telah membuat namanya melambung tinggi dengan tampilan baru yang lebih mistis.

Knight yang mendapatkan julukan menandai kemampuan mereka diakui, dan julukan biasanya sesuai dengan kriteria dari kemampuan mereka. Kata 'Smith' mengacu pada legenda para Dwarf yang mampu menciptakan senjata luar biasa, sementara Tenten mampu menghasilkan bermacam-macam senjata dengan skill uniknya.

Selama hari-hari sebagai Hunter Knight, banyak pengalaman dia lalui dari memerangi monster dan... memerangi manusia lainnya. Entah sudah berapa banyak nyawa manusia yang dia cabut, meski dia punya alasan karena mereka-mereka adalah penjahat yang pantas mati.. lama-lama emosi Tenten sebagai manusia pasti akan terkorosi dan dia tidak ingin itu terjadi. Dia pada akhirnya memilih secara acak sebuah kerajaan kemudian berniat memulai kehidupan damai dari nol, tanpa darah dan jeritan kematian. Mungkin saja dia bisa menemukan apa yang paling diimpikan gadis lainnya... jatuh cinta.

Secara kebetulan kerajaaan yang dia pilih adalah Kerajaan Hidden Leaf.

Dengan tabungan yang menumpuk dia membeli rumah ukuran minimalis di sekitar kawasan tembok ketiga, mendaftarkan diri kembali sebagai Knight tingkat rendah dengan identitas baru.. orang-orang dibenua ini tidak akan bisa mengenali dia yang tanpa topeng jadi terjamin keamanannya. Menikmati lucunya tingkah Sasame yang mencoba mengajaknya bergabung dengan Rookie 12. Beberapa tahun dijalani Tenten bersama kelompok barunya dengan damai.

Hingga yang ditunggu-tunggu para gadis pun datang, Tenten jatuh cinta, akhirnya! dia sendiri bahkan tidak menyadari perasaan itu kalau tidak bekonsultasi langsung kepada wanita-wanita yang berpengalaman dalam hal itu (Shizune dan Kurenai).

Nama pria yang kurang beruntung itu adalah Hyuuga Neji dari klan Hyuuga, author malas menjelaskan detail tentang lelaki ini karena Tenten tidak peduli dengan detail yang lain.

Tenten merasa perasaan asing, kadang merasa sedih jika tidak melihatnya, merasa marah saat beberapa perempuan ganjen mendekati lelaki itu, dan bahagia saat lelaki dengan mata putih mutiara itu berjalan kearahnya dengan senyum kalem.

'eehhhhhhhhh...' jantung Tenten berdebar tidak karuan antara bahagia dan cemas, apa Neji akan menghina dan jijik padanya karena beberapa hari ini Tenten selalu mengikuti dia diam-diam? dan tenten bersumpah dalam hati setelah ini selesai dia akan menghajar Sakura yang menyuruhnya menjadi stalker!

Dan yang dilakukan Neji selanjutnya membuat Tenten macet otaknya! Neji dengan seenaknya menarik Tenten yang ngambang kesadarannya, membawanya ke wilayah tembok terdalam. Masuk ke dalam sebuah Mansion besar dan mewah.

Tenten baru sadar saat dia berdiri (bersama Neji yang masih menggenggam tangannya) dikelilingi oleh orang-orang tua dan mendengar Neji berkata tegas, " Otou-sama! Saya datang membawa calon istriku, saya serius mencintainya dan akan menikahinya!"

Kemudian banyak teriakan dari segala arah, tapi Tenten tidak peduli. Karena dia hanya memandangi Neji mencari kepastian. Neji mengangguk serius dengan wajah tegas (anehnya blusing!). Pria itu mulai menjelaskan bagaimana dirinya bisa jatuh hati kepada Tenten.

Akhirnya kisah cinta pertama Tenten... KANDAS! dia putus hubungan bahkan sebelum jadian! karena para tetua klan itu tidak setuju dengan hubungan mereka. Yang lebih menyedihkan adalah Neji tidak memperjuangkan cintanya dan patuh pada perintah orang-orang tua konyol itu, MENJENGKELKAN!

Tenten Patah hati, dia mengurung diri dikamar menghabiskan beberapa kotak tisu... dan baru keluar tiga hari kemudian setelah kehabisan stok kotak tisu! Dia kembali ke dirinya yang biasa setelah beberapa lama kemudian, dengan sikap tomboy dan cuek bebek. Walau sedikit sedih jika berpapasan dengan mantan calon kekasih.

Apa boleh dikata, satu tumbang tumbuh sebelahnya. Mungkin dia akan kembali menemukan cinta yang lain di waktu yang akan datang.

Dan yang bikin dia kembali berharap adalah ketika malam sebelum babak penyisihan Neji sendirian datang kerumahnya malam itu. Dia bilang jika dia menjuarai turnamen, ada kesempatan mereka bersatu. Hasilnya sesuai harapan, Neji tumbang ditangan protagonist sialan!

Setelah penyisihan selesai dengan Tenten yang sengaja melompat keluar arena, gadis itu berlari menghampiri Neji yang baru keluar dari ruang medis dan membeku, Neji hanya melewatinya tanpa mengatakan apapun.

Hancur berantakan Hati Tenten. Dia buru-buru pulang kerumah minimalisnya, mengunci pintu dan menangis pilu dikamar sendirian. membodohi diri sendiri yang kembali berharap kepada lelaki yang tidak punya pendirian sendiri itu.

"Dasar lelaki lembek, mental tofu (tahu jepang)! " Tenten menangis keras merobek bantal menjadi dua. " Kenapa kalah dari Naruto si kuning konyol itu!"

Mengambil foto Neji yang dia sembunyikan dilaci, Tenten diam-diam selalu mengambil gambar aktivitas Neji saat melakukan misi stalker dengan Camera 360 (produk sihir).

"Apa tidak ada jalan lain?" Nada Tenten melemah.

"Ada jalan terakhir..." Tenten terlonjak kaget, Neji ada diambang pintu kamarnya. Keadaannya juga berantakan sama seperti Tenten.

Tenten memandangi neji penuh ketidakpercayaan, "Kau tidak akan PHP-in aku kali ini kan?"

Mengangguk serius, Neji hanya menjawab lewat itu. Tapi Tenten bisa memahami kalau kali ini Neji seribu persen akan memperjuangkannya. Tenten lalu tersenyum penuh cinta meski dengan wajah bengkak disertai mata panda sambil mengangguk memberi kesempatan terakhir kepada Neji yang sudah dalam proses mengunci pintu kamarnya dari dalam.

Tenten merasakan pertanda buruk!

Apa yang terjadi selanjutnya akan berbeda hasilnya tergantung pemikiran para pembaca! jangan salahkan author!

.

.

A.M

.

.

The Girl's Heart Dilemma

Pinky Swear

.

.

Haruno Sakura tidak mengira hidupnya yang damai jadi kacau hanya karena janji masa kecil yang konyol! ini berawal dari kedekatan keluarga Sakura dengan salah satu klan terkuat itu. Dulu saat kerusuhan terjadi, Keluarga Haruno berhasil menyelamatkan seorang anak kecil yang waktu itu tersesat dan berada tepat di tengah kerumunan monster. Haruno Kizashi dan Haruno Mebuki berhasil menyelamatkan anak itu dengan meratakan seluruh monster beserta bangunan disekitarnya!

Setelah itu menempatkan anak itu bersama Sakura di tempat persembunyian rahasia keluarga Haruno, selama beberapa hari sambil menunggu keadaan membaik. Mereka hanya berdua ditempat itu, laki-laki dan perempuan berduaan ditempat remang-remang jelas berbahaya! dalam arti yang lain tentu saja pemirsa! ayolah mereka anak-anak kalian saat itu.

Sakura kecil meringkuk ketakutan, sementara bocah lelaki yang sok kuat itu tetap diam, sambil makan cemilan yang telah disediakan tuan rumah. Sakura memandangi bocah itu dalam diam, anak laki-laki itu aneh. Dia bahkan menawarkan cemilan yang memang pada dasarnya milik Sakura itu seolah-olah kerusuhan diluar sana tidak terjadi.

"A-apa kau tidak takut?" Sakura berinisiatif bertanya, sambil memeluk lutut mungilnya. Dia takut pintu jalan keluar suatu waktu dijebol oleh monster jelek itu.

Dan bocah laki-laki itu menjawab, "Itachi pernah bilang, anak laki-laki harus terlihat kuat dihadapan perempuan, dan harus bisa melindungi perempuan-nya dengan kekuatannya sendiri!" sambil menjilati sisa makanan dibibirnya kemudian menambahkan, "Namaku Sasuke, salam kenal gadis cantik!"

Sakura kecil kita bingung tentang maksud ucapan bocah bernama Sasuke itu, karena sakura memang anak kecil yang normal!

Sementara Sakura masih ketakutan, Sasuke mengulurkan jari kelingkingnya sambil berkata, "Pinky swear!"

Sakura hanya ikut-ikutan dan bergumam dengan suara kecil, "Pinky swear..."

Beberapa tahun kemudian Sakura menyesali itu dalam arti baik dan lebih buruk!

Beberapa kali dalam seminggu Uchiha Sasuke akan mampir kerumahnya dan hanya duduk diam kemudian pergi setelah melirik Sakura sekilas. Apa maksudnya coba! Sakura jelas tidak menyukai sikap tidak jelas Uchiha muda itu.

Begitupun Sakura yang beberapa kali diundang oleh Ibu Sasuke. Tentu saja Sakura akan langsung datang, karena dia akan langsung mencari ITACHI! memberi pukulan keras pada pemuda keriput itu karena sudah mengubah Sasuke menjadi dewasa sebelum waktunya! kegiatan Sakura dan Sasuke yang 'normal' berlangsung selama beberapa tahun.

Diluar keluarga, orang-orang tidak mengetahui keakraban absurd antara mereka. Dan hanya tau bahwa Uchiha Sasuke pria tampan cool dengan jutaan penggemar, sementara Sakura hanyalah karakter numpang lewat.

Sampai kejadian itu terjadi.

Tengah malam saat Sakura duduk di balkon rumah tiba-tiba didatangi Sasuke yang babak belur wajahnya, kemudian memeluknya dengan manja sambil bergumam, "Aku benci Itachi!"

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sakura sangat menyukai Sasuke, yang sangat membenci Itachi tentu saja!

.

.

A.M

.

.

*Just Drink And You will Find A Solusion

Innocent love

.

.

Hyuuga Neji mabuk berat, dia hanya duduk sendirian dibangku taman sambil memandangi jalan setapak yang sepi tanpa ada seorangpun yang lewat.

Dia sudah kacau dan kacau! cintanya pupus dan sekarang dia sudah membuat perasaan adiknya hancur. Neji mengutuk dirinya sendiri ribuan kali.

Neji dengan keras melempar botol alkohol yang terbuat dari kaca itu asal-asalan, dan kembali menyumpah serapahi dirinya dalam hati.

"Aku tidak tau kalau Neji bisa membuat aura seperti ini!" Seseorang mendekatinya setelah menangkap botol yang baru saja Neji lempar, kemudian berbicara kepada teman disampingnya, "Pinjamkan aku Cameramu, Shino! Ini bisa jadi kenang-kenangan nanti.. HAHAHA!"

"Kau ingin mati dengan cara seperti apa... katakan saja padaku, aku akan mengabulkanya!" Neji melotot berbahaya.

Inuzuka Kiba yang merasakan potensi ultra bahaya berkat insting supernya buru-buru minta maaf, "Oke oke oke... tenang Neji. Aku hanya bercanda, bercanda!"

Tentu saja Neji tau temannya ini hanya bercanda, bercanda tidak pas dengan waktu dan tempatnya!

Sementara Shino Aburame yang bijaksana ini duduk disebelah Neji dan menepuk pundaknya, "Katakan apa yang terjadi?"

Mungkin karena pengaruh alkohol dan suasana hatinya yang gundah, dia dengan lancar menceritakan semua masalahnya.. hanya pada Shino. Karena Kiba tidak masuk hitungan.

"Jadi mereka tidak setuju kalau kau menikahi gadis pilihanmu, sementara kau mengira bahwa pria yang juga tidak jelas asal-usulnya pilihan Hinata juga tidak akan diterima. Lalu kau mendatangi pria itu dan mengucapkan omong kosong tentang gengsi, nama besar dan kelas atas untuk menjauhi Hinata"

Kiba yang membalas cerita Neji. Dia dalam hati menambahkan, 'Kau memang penjahat lengkap!'

"Aku tau apa yang kau katakan dalam hatimu, Kiba! terima kasih banyak atas kritikannya!" Neji membalas ucapan Kiba, membuat pria penyuka anjing itu diam dalam mulut dan pikirannya.

Hyuuga Hiashi sudah Neji anggap sebagai ayahnya sendiri, setelah ayah kandungnya meninggal belasan tahun silam. Apalagi saat mendengar dari para tetua kalau ayah kandungnya yang merupakan saudara kembar Hiashi, pernah membuat kecewa ayah angkatnya itu membuat Neji ketakutan. Jadi Neji berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan pernah SEKALIPUN mengecewakan ayah angkatnya.

Tapi semua itu berubah ketika perempuan aneh itu muncul, perempuan yang duduk disalah satu ruko seberang jalan itu terus mengamatinya dari jauh memperhatikan semua kegiatan Neji yang sedang mengajar di sebuah sekolah pelatihan dasar Knight di distrik militer dengan intens seharian penuh seraya mengambil gambarnya.

Apa ada yang aneh dengan wajahnya? tubuhnya? atau bagian lain?

Neji yang yang penasaran itu kemudian mengecek penampilan dirinya lewat pantulan cermin dirumahnya, dan semuanya normal!

Keesokan harinya perempuan itu datang lagi dan mengamatinya seharian penuh, Neji mengabaikanya.

Keesokan harinya perempuan itu datang lagi dan mengamatinya.

Keesokan harinya datang lagi.

Dan besoknya lagi.

Dan besoknya lagi.

Dan besoknya lagi.

Dan besoknya lagi.

Dan itu berlangsung selama tiga minggu! Neji mulai kesal dan emosi. Dia lantas berencana untuk melabraknya dan menyumpahinya karena menganggu hari-hari pria ini!

Tapi disaat Neji akan melakukannya, perempuan itu tidak datang keesokan harinya. Neji menghela napas lega, dia tidak perlu mengeluarkan energi untuk marah-marah.

Keesokan harinya perempuan itu juga tidak datang, hari-hari Neji damai seperti biasa.

Keesokan harinya perempuan itu juga tidak datang, Neji melanjutkan ajarannya sambil sesekali melirik kursi ruko diseberang jalan itu yang biasa diduduki perempuan itu.

Keesokan harinya perempuan itu juga tidak datang, Neji merasakan ada yang hilang tapi dia tidak tau apa itu, sementara dia sudah mengecek seluruh barang-barang pribadi miliknya dan semuanya lengkap.

Keesokan harinya perempuan itu juga tidak datang, Neji mulai cemas kalau-kalau sesuatu yang buruk terjadi pada perempuan itu.

Dan keesokan harinya juga tidak datang, Neji benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dalam mengajar karena selalu memikirkan perempuan itu.

Neji yang bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya itu bertanya pada Hinata tentang masalahnya. Hinata yang mendengar itu lantas menjawab.

"Jika Niisama besok melihat perempuan itu dan Niisama merasa sangat bahagia dari dalam hati, berarti itu menandakan Niisama jatuh cinta pada perempuan itu!"

Cinta? mustahil kan?

Mereka bahkan tidak melakukan interaksi apapun, tidak saling mengenal satu sama lain... apa itu mungkin?

Dan keesokan harinya perempuan itu datang mengamatinya dari jauh seperti biasa, Neji sangat bahagia dari hati!

Hinata benar, ini cinta!

Neji yang sebenarnya polos dalam urusan cinta itu, dengan percaya diri menarik perempuan itu dan berteriak dengan lantang kepada tetua dan Hiashi bahwa dia akan menikahi perempuan yang bernama Tenten, kalau cinta maka harus menikahinya kan? pikiran Neji sesimpel itu! dia bahkan baru tau nama perempuan itu setelah para tetua bertanya!

Dan ditolak mentah-mentah oleh tetua tentu saja, yang menganggap Tenten tidak selevel dengan mereka yang notabene klan besar, melihat Hiashi yang diam saja tidak berkomentar membuat Neji seketika patah hati.

Setelah itu Neji dan Tenten hanya sesekali bertemu selama beberapa bulan, itu pun saling mengejek setiap berpapasan. tapi berkat itu perasaan Neji menjadi kuat, dan kabar baik menyambutnya.

Jika Neji memenangkan turnamen setahun sekali itu maka Hiashi ayah angkatnya akan menyetujui Neji menikah dengan Tenten, itu kata para tetua tentu saja!

Sayangnya Neji dikalahkan oleh pria yang disukai adiknya!

Neji mencium adanya bau konspirasi!

Pasti Naruto sudah tau tentang masalah ini kan! dia pasti juga mengincar juara untuk menikahi Hinata kan!

Neji tidak terima itu!

Jadi dia dengan jahatnya mengatakan sesuatu yang buruk kepada Naruto.

Dan sekarang Neji sadar, dia jadi Out Of Character dengan tindakan dan pemikirannya selama ini!

Neji sangat amat malu pada diri sendiri, sementara Kiba tak henti-hentinya tertawa. Seorang Hyuuga Neji yang perfect jadi polos karena cinta!

Abaikan Kiba yang pingsan ditengah jalan setelah dihajar Neji.

"Namikaze Naruto?" Shino bergumam sambil berfikir pelan. Dia akhirnya mengingat sesuatu dan mengatakan hal yang meledak.

"Dia murid Jiraiya-sama, sepertinya kau tidak perlu khawatir dengan masalah kekasih adikmu lagi".

"Kau bercanda kan!, Jiraiya-sama yang itu... tangan kanan Ratu dan guru dari pimpinan kelompok legendaris itu!?" Kiba yang baru sadar dari pingsan membalas terkejut.

"Aku beberapa kali melihat interaksi mereka, dan mendengar Jiraiya-sama dan Namikaze saling sebut guru dan murid".

Kiba merangkul Shino dan melakukan percakapan mengabaikan Neji yang masih berfikir sendiri.

'Wajar kalau dia sangat kuat, Naruto si mesum itu!'

Neji akhirnya lega, cinta adiknya tidak akan setragis kakaknya.

"Lalu bagaimana denganmu Neji?" Neji kembali muram mendengar pertanyaan Kiba. Kiba melihat ekspresi Hyuuga itu kasihan, dan dia dengan asal-asalan memberi saran.

"Bagaimana dengan ini, kau hamili saja kekasihmu itu.. kemudian katakan kepada Ayahmu bahwa kau akan menikahinya apapun yang terjadi dengan dalih tanggung jawab, bagaimana?"

Dan Kiba tidak akan menyangka bahwa Neji akan melakukan apa yang dia sarankan (meskipun bagian menghamili diubah jadi 'pura-pura' menghamili)! cinta memang gila!

.

Keesokan harinya, Neji dan Kiba berkomplot untuk mengamati pertemuan adiknya dan kekasihnya itu. Dan mereka melihat adegan dimana Hinata 'menyerang' Naruto!

"Mereka berdua menjengkelkan, aku juga ingin melakukan itu! kapan aku punya kekasih.. kami-sama!"

"Aku bahkan belum mencium Tenten sekalipun!"

Ekstra Chapter Completed


Lama tidak jumpa... setelah hampir beberapa tahun Hiatus, saya menulis kembali.

Chapter kali ini mewakili awal perubahan dari imajinasi saya, berbagai hal baru ditambahkan dan hal absurd juga ikut bertumpuk.

Dan juga, Rinnegan bukan kekuatan utama Naruto di fic ini.

Sekian, kritik dan saran saya terima..

See ya next chapter...

Dragion A_M

On The Way...