ONLY MINE
.
.
Park Chanyeol adalah seorang CEO di Park Enterprise, ia juga seorang pimpinan mafia sangat kejam dan berhati dingin yang hanya menginginkan kekuasaan dan uang lebih. Ia sangat cerdik dan teliti dalam mengamati orang-orangnya, satu kali kesalahan dan kau pasti akan dipecat. Tapi semua berubah saat seorang laki-laki mungil berambut brunet tidak sengaja menubruk seorang Park Chanyeol. Setelahnya Chanyeol sadar kalau ia membutuhkan satu hal lagi dalam hidupnya— yakni Byun Baekhyun.
.
.
Original Story
By applepie12
www asianfanfics com/story/view/1126743/only-mine-angst-fluff-baekyeol-kaisoo-chanbaek-baekyeol00mafia
(ganti spasi dengan titik)
…
..
.
SPECIAL CHAPTER 1
.
.
Original author's note.
Remember…. chapter ini tidak ada hubungannya dengan kelanjutan cerita. Anggap saja ini hanya drable ataupun potongan kejadian masih dalam konteks fanfic ini. Aku hanya ingin memuaskan kalian dengan ceritaku. So, selamat menikmati.
…
..
.
Panti Asuhan….
…
"Halo semuanya, ini adalah Baekhyun. Dia akan bergabung di panti asuhan ini bersama kita. Ayo kalian sambut Baekhyun." Seorang wanita wanita berkata dengan ceria untuk mengenalkannya, sambil menggandeng tangan Baekhyun. Karena tangan wanita itu jauh lebih besar darinya, Baekhyun hanya menggenggam dua jari wanita itu.
Semua anak disana nampak tersenyum senang, tapi Baekhyun merasa sangat sedih. Ia melihat ke arah mereka, tak satupun dari mereka adalah kakaknya atau keluarganya. Setelah wanita ramah itu meninggalkan ruangan itu, Baekhyun langsung berlari ke pojok ruangan dan meringkuk disana.
Bibirnya bergetar saat air matanya mulai jatuh. Ia tidak ingin berteman dengan anak-anak disini, ia hanya ingin pulang dan menemui keluarganya.
…
Tiba-tiba dua lengan kecil memeluk tubuh Baekhyun, ia lalu mendongak dan menemukan si anak laki-laki yang tersenyum riang padanya. Matanya menyipit saat tersenyum dan kelihatannya si anak ini sedang merasa sangat senang.
"Aku Sehun. Ayo berteman denganku!" Sehun berkata dengan semangat sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Baekhyun.
Bukannya menyalami Sehun, Baekhyun justru menampik tangan si laki-laki kecil itu menjauh darinya. Ia lalu berbalik meringkuk dan menenggelamkan kepalanya di lipatan tangannya.
Tapi Sehun tidak menyerah, ia justru memeluk Baekhyun lagi dan tidak melepaskannya. Sampai akhirnya Baekhyun mendongak dengan mata sembabnya lagi dan Sehun menggunakan jari tangan kecilnya untuk mengusap air mata di pipinya.
"Umur?" Sehun bertanya.
Pada awalnya Baekhyun tidak menjawab dan juga tidak mengerti, tapi Sehun menunggunya dengan sabar saat Baekhyun bertanya padanya.
"Apa?"
"Umur? Sehun satu tahun, dan sebentar lagi dua tahun." Sehun menjawab.
Setelah Baekhyun tau kalau Sehuun berusia satu tahun, hampir dua tahun, Baekhyun dengan ragu menjawab pertanyaan Sehun sebelumnya,
"Tiga."
"Baekkie ternyata lebih tua dari Sehun." Sehun bertepuk tangan dan Baekhyun hampir saja tertawa karena kekonyolan anak laki-laki di depannya.
Baekhyun memalingkan wajahnya saat Sehun mulai menempel padanya lagi. Tidak sampai tiga minggu berlalu saat Baekhyun mulai membuka diri dan mau berbicara pada Sehun.
…
"Baekkie, Sehun bosan." Sehun bergumam, mendekat pada Baekhyun dan akhirnya duduk di pangkuan Baekhyun.
"Apa yang ingin dilakukan Sehunnie?" Baekhyun bertanya sambil membelai rambut si kecil.
Sehun merasa sangat senang saat Baekhyun membuat nama panggilan itu untuknya, ini membuatnya makin menempel pada yang lebih tua.
"Sehunnie mau digendong di punggung." Sehun meminta padanya, dan Baekhyun perlahan menyetujuinya.
Baekhyun mempoutkan bibirnya, mengeluh betapa beratnya si Sehun, tapi ia tetap menggendongnnya. Saat Sehun menyadari keringat yang muncul di dahi Baekhyun, ia merasa bersalah, ia pun berkata ke Baekhyun kalau ia sudah tidak ingin digendong lagi.
Setelah Baekhyun menurunkannya, Sehun mengusap keringat di dahi yang lebih tua. Baekhyun lalu mengusap kepala si kecil dan mengatakan kalau si kecil sungguh pintar. Semenjak saat itu Sehun mulai ingin melindungi hyungnya ini sampai kapanpun, ia juga ingin kasih sayang yang lebih dari Baekhyun.
.
.
Suatu hari, seorang anak laki-laki datang dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Baekhyun. Saat Baekhyun hendak menjabat tangan itu, Sehun mencengkeram satu tangan Baekhyun dengan erat sampai membuatnya tidak jadi menjabat tangan si anak laki-laki satunya.
Sehun memelototi si anak satunya dan Baekhyun akhirnya memberi senyuman minta maaf pada anak laki-laki itu. Baekhyun yakin kalau kadang-kadang Sehun sangat posesif, tapi hal ini mengingatkannya pada dirinnya sendiri. Ia juga selalu ingin perhatian dari hyungnya dan selalu mengajak hyungnya untuk bermain sendiri. Semenjak hari itu, Baekhyun berjanji untuk menjaga Sehun layaknya adiknya sendiri. Dan ia berpikiran mungkin hyungnya akan kembali kalau ia menjadi lebih mandiri.
…
Saat Baekhyun berusia enam tahun, dan Sehun berusia empat tahun, Sehun tumbuh lebih tinggi dari pada yang lebih tua.
"Haha… Baekkie pendek. Sehunnie tinggi." Sehun menggodanya saat ia merasa satu jengkal lebih tinggi dari Baekhyun.
Baekhyun merasa jengkel dengan ledekan itu, ia lalu mencoba mencari anak lain yang lebih pendek darinya untuk diajak bermain. Tapi tentu saja Sehun memberi mereka tatapan tajam, dan Baekhyun tidak tau kenapa anak-anak lain terlihat ketakutan saat ia mendekati mereka.
Sambil duduk santai di tempat yang terdapat banyak sekali boneka binatang, Baekhyun mempoutkan bibirnya dan memeluk sebuah boneka beruang dengan erat.
Sehun mendekat padanya, menurutnya saat ini Baekhyun terlihat sangat menggemaskan (bukan berarti Baekhyun tidak menggemaskan di waktu lain), tapi menurutnya Baekhyun makin imut saat mempoutkan bibirnya sambil memeluk boneka beruang.
Saat Baekhyun menyadari kehadiran Sehun, ia mengalihkan pandangannya, menjauh dari tempat itu dan duduk sendirian disana. Sehun merasa bersalah karena telah menakuti anak-anak lain, yang mana membuat Baekhyun sedih saat ini. Tapi Sehun sama sekali tidak menyesalinya, karena ia ingin hanya dirinya dan Baekhyun saja saat bermain.
Sehun lalu mendekat dan menggumam,
"Sehunnie minta maaf karena menyebut Baekhyun pendek."
Baekhyun terkejut dengan permintaan . Yang lebih muda memang tidak bersalah, dan Sehun tidak akan pernah meminta maaf pada anak lain di panti saat ia melakukan kesalahan atau menjahili anak lain.
Perlahan Baekhyun berbalik dan mengintip dari pundaknya untuk melihat Sehun yang sedang duduk malas. Perlahan ia mendekat dan sampai tepat di hadapan Sehun, ia lalu menekankan dua jarinya di kedua pipi Sehun untuk membuatnya tersenyum.
Akhirnya Sehun tersenyum, Baekhyun mengusap kepalanya sebelum Sehun menyerangnya dengan pelukan sangat erat.
"Se…Sehun!" Baekhyun berjengit saat Sehun makin mengeratkan pelukannya.
"Ma..maaf." Sehun meminta maaf dan mencubit pipi Baekhyun, sementara yang lebih tua menggumam pelan.
"Aku akan mengabaikanmu selama seharian."
Sehun melotot kaget dan tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Saat Baekhyun melihatnya, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Jadi ia mencoba mengelus kepala Sehun lagi.
"Baekkie tidak mencintaiku lagi." Sehun terisak dan air matanya mengucur dengan deras di pipinnnya.
Dengan panik, Baekhyun menarik Sehun ke kamar mandi dan untungnya disana tidak ada anak lain, karena Sehun menangis lebih kencang.
Baekhyun mengusap air matanya dan memberi Sehun pelukan kecil dengan puncak rambutnya yang hanya mencapai hidung Sehun.
"Sssshhh. Sehun jangan menangis. Baekkie tidak menbencimu. Baekkie hanya bercanda." Baekhyun mencoba menenangkannya sambil mengusap punggung yang lebih muda.
"Be…benarkah?" Sehun terisak sambil mencium puncak kepala Baekhyun, wangi—pikirnya.
"Mmmmm sekarang jangan mennagis. Kau terlihat jelek." Baekhyun hanya bercanda, tapi Sehun menganggapnya serius dan ia langsung mengusap air matanya.
"Nah, begitu lebih tampan." Baekhyun memberinya pujian dan mengusap kepalanya, sedangkan wajah Sehun langsung terlihat sangat cerah dan merona.
…
Di malam hari, Sehun akan berpura-pura ketakutan jadi Baekhyun akan membiarkannya tidur bersamanya. Tidak seperti malam-malam sebelumnya, saat itu tengah berlangsung badai dan pepohonan bergoyang saat angin menghantam pintu dan mencoba menembus ke dalam ruangan.
Sehun tidak pernah takut badai ataupun petir, bahkan ia suka hujan. Tapi, ia sangat ingin tidur dengan Baekhyun, jadi ia dengan terburu-buru berlari ke kasur Baekhyun dan mencolek lengannya untuk membangunkannya.
"A… Apa yang terjadi?" Baekhyun bergumam, masih mengantuk saat ia melihat Sehun yang menggenggam erat selimutnya.
"Bolehkah Sehunnie tidur disini?" Sehun bertanya sambil menatap Baekhyun dengan puppy eyesnya—satu hal yang ia pelajari dari Baekhyun saat yang tua sedang menginginkan sesuatu.
"Lagi?" Baekhyun menanyainya sambil menggaruk kepalanya.
Saat itu juga, angin berhembus makin kencang dan bahkan petirpun terdengar keras. Tiba-tiba Baekhyun terlonjak bangun dan tidak sengaja membenturkan kepalanya di puncak ranjang. Sehun menahan diri untuk tidak menertawai hyungnya yang menggemaskan.
"Se…Sehun, ya kau bisa tidur disini." Baekhyun terbata-bata dan gemetar karena suara petir yang keras lagi.
Sambil tersenyum, Sehun merangkak ke kasur dan tidur di samping kasur sambil menikmati kehangatan di sana. Sebelum ia memejamkan matanya, ia merasakan sebuah gulungan di belakangnya.
Sambil mengintip, ia melihat Baekhyun yag tengah meringkuk di belakangnya sambil menyembunyikan dirinya dalam selimut. Sehun merasa senang saat Baekhyun makin mendekat padanya dengan sendirinya, bukannya ia yang mendekatkan dirinya ke Baekhyun.
Sehun menaikkan selimutnya dan menutupkannya ke Baekhyun, ini membuat yang lebih tua berhenti gemetar, nafasnya kemudian terdengar teratur saat ia mulai meringik seperti puppy dan tertidur dengan pulas.
Sejak saat itu, Sehun memutuskan untuk menjaga Baekhyun saat ia tumbuh besar nanti. Walaupun ia lebih muda darinya.
.
.
.
Saat Kai menginvestigasi Baekhyun….
Setelah Kai mengirim laporan informasi tentang Baekhyun pada Chanyeol, ia memutuskan untuk mencari tau tentang satu orang lagi.
Melihat dari sebuah gedung, Kai mengintip melalui lensa teleskopnya dan disana nampak seseorang yang sangat cantik baginya tengah mengetik di keyboard dengan tatapan yang berkonsentrasi penuh pada layar komputernya.
Dengan sebuah biskuit diantara bibirnya, Kai melihat laki-laki itu mengemasi barangnya dan mematikan lampu, keluar dari Park Enterprise.
Kai tau kalau orang itu adalah sekretaris Chanyeol, dan mungkin tak lama lagi Baekhyun akan diterima di perusahaan itu jadi ia akan memiliki lebih banyak waktu dengan laki-laki menggemaskan yang dilihatnya sekarang.
Kai dengan cepat menuju ke lift dan tepat di seberangnya, si laki-laki menggemaskan itu tengah berjalan ke parkiran.
Ia berjalan lebih cepat di depannya dan memastikan kalau si laki-laki itu tidak bisa mengenalinya. Tapi tiba-tiba seorang laki-laki mabuk datang mendekati malaikatnya, dan sebesar apapun keinginan Kai untuk pergi untuk menolongnya, ia tidak ingin laki-laki menggemaskan itu mengetahui identitasnya dalam waktu dekat ini.
Mata milik malaikatnya membola saat si laki-laki mabuk itu menarik lengannya. Seberapa keras ia memberontak, laki-laki itu lebih kuat dan keadaannya yang mabuk makin memperparah keadaan. Kai tidak sanggup untuk hanya melihatnya saja, ia lalu berjalan mendekat dan melayangkan beberapa pukulan pada laki-laki mabuk itu.
Itu berlangsung sampai dua buah tangan halus menggenggam pukulannya dan membawanya ke pelukannya, saat akhirnya Kai menghentikan pukulannya. Sambil terengah-engah… Kai berubah merona saat ia sadar kalau malaikatnya tengah menggengam erat tangannya.
"Terima kasih." Malaikatnya berkata, dan menurut Kai laki-laki ini sangatlah sopan.
"Tidak masalah. Aku Kai." Kai mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Aku Kyungsoo. Senang berkenalan denganmu." Kyungsoo menyapanya dan perlahan mereka berjalan ke mobil Kyungsoo.
"A…apa kau mau tumpangan?" Kyungsoo bertanya padanya.
"T….tentu. Ide yang sangat bagus." Kai terbata walaupun mobilnya juga terpakir di seberang jalan, mungkin ia juga akan baik-baik saja walapun ia disana sampai jam sepuluh malam. Kai tidak peduli dengan itu.
"Alamat?" Kyungsoo bertanya saat mereka keluar dari tempat parkir.
"Umm…. Antarkan aku di halte bus ketiga saja." Kai menjawabnnya sambil sibuk memainkan jarinya yang berkeringat, ia terlalu gugup berhadapan dengan taksirannya selama dua tahun ini. Ya, benar sekali, Kai telah menguntit Kyungsoo selama dua tahun dan sama sekali tidak punya nyali untuk mengungkapkannya.
Mereka melakukan obrolan ringan dan nampaknya Kyungsoo menyukai kehadiran Kai saat mereka mulai mengobrol lebih banyak lagi.
Saat mereka sampai di halte bus, Kai tidak bisa menyangkal kalau kebersamaan mereka cukup singkat tapi hebatnya Kyungsoo memberinya nomor telefon dan tersenyum padanya sebelum ia pergi.
Kai memukulkan tinjunya ke udara, sekarang akhirnya ia bisa bicara dengan Kyungsoo walaupun ia sudah mendapat nomer Kyungsoo sejak dua tahun yang lalu.
.
.
Setelah beberapa kali saling mengobrol di telefon, mereka akhirnya bertemu di kedai kopi. Kemudian Kai merasakan bakat luar biasa Kyungsoo dalam memasak, dan setelahnya Kai sering pergi ke rumah Kyungsoo.
Mereka membangun sebuah pertemanan dan setelah beberapa waktu… Kyungsoo juga menumbuhkan perasaannya pada Kai dan mereka mulai berpacaran, kebanyakan dari kencan mereka selalu berhubungan dengan memasak.
Kai sangat senang mengetahui kalau Kyunngsoo juga mecintainya, dan kadang Kai akan tetap memperhatikannya diam-diam saat Kyungsoo tidak tau.
"Kai, fokus." Kyungsoo bergumam saat ia memotong wortel.
"Y…ya Kyungie." Kai berkata sambil mengaduk sepanci sup, aroma sup memenuhi ruangan itu.
"Ouchh." Kyungsoo berjengit saat setetes darah mengucur dari ujung jarinya.
Kai langsung meninggalkan panci sup dan berlari ke Kyungsoo. Ia kaget dan menuangkan air dingin ke jari Kyungsoo sebelum ia dengan tergesa mencari perban sambil tersandung beberapa kali.
Kyungsoo menggelengkan kepalanya saat Kai memasang plester di jarinnya.
"Ini bukan masalah besar untukku." Kyungsoo bergumam dengan rona merah muda di pipinya.
"Well, ini masalah besar menurutku." Kai mengerucutkann bibirnya.
"Aku tidak mau malaikatku sakit." Kai melanjutkan perkataannya.
"Uggh… gombal sekali." Kyungsoo mengomentarinya.
"Tapi, itulah kenapa kau menyukaiku kan?" Kai menggodanya sambil mengecup bibir Kyungsoo.
"Sebenarnya, iya." Kyungsoo berkata sangat pelan.
Mereka kemudian mencium aroma gosong, dan secara bersamaan mereka berteriak,
"Pancake bawang gorengnya!"
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun setelah pulang dari taman bermain….
"Ch…Chanyeol." Baekhyun merengek.
"Le…lebih keras." Ia melanjutkan rengekannya.
"Sangat bossy." Chanyeol bergumam tapi masih menuruti perintahnya.
"Argg. Ahh. Aww! Itu sakit!" Baekhyun menjerit.
"Diamlah." Chanyeol bergumam sambil mencengkeram lengan Baekhyun lebih keras.
"Ta…Tapi. AHH YA DISANA!" Baekhyun medesah merasa sangat puas.
"Baekhyun, berhentilah berteriak keras." Chayeol mengomentarinya dengan suara seraknya.
"Tu…tunggu! Lakukan itu lagi." Baekhyun memerintahnya lagi.
"Lakukan yang mana?" Chanyeol tersenyum.
"Tempat itu. Ra…rasanya sangat nikmat." Baekhyun terbata.
"Aku terlalu lelah. Mari kita lanjutkan besok saja." Chayeol menggeram.
"Tapi kenapa?" Baekhyun menanyainya dengan tatapan puppy eyesnya ke Chanyeol.
"Kalau kau lelah, aku bisa melakukannya untukmu." Baekhyun menambahkan.
"Apa kau yakin? Kau bahkan tidak berpengalaman." Chanyeol mendecih.
"Kalau begitu lanjutkan." Baekhyun mulai merengek.
"Baiklah…baiklah…" Chayeol menggerutu.
"Ahhh…. Ini terasa sangat enak." Baekhyun mendesah secara tidak sadar.
"Baekhyun, ini membuatku memikirkan sesuatu." Chanyeol berkata dan melanjutkan acaranya untuk memijat lengan Baekhyun.
"Sesuatu apa?" Baekhyun bertanya sambil memiringkan kepalanya ke samping.
"Lupakan, diamlah." Chanyeol berkata dan masih melanjutkan pijatannya.
"Ahh… lebih keras! DISANA!" Baekhyun tiba-tiba berteriak, dan Chanyeol membayangkan hal yang melibatkan si brunet mungil dan dirinya, dan hal indah lainnya yang tidak boleh diketahui anak kecil.
Baekhyun membuat acara memijatnya terdengar sangat sensual, dan ia tidak bisa mengelak saat ia mulai merasa terangsang dengan fantasinya.
To Be Continued…..
.
.
.
T/N
Annyeong dear!
Yuup, ini chapter spesial… penggalan kejadian acak di ff ini.
Maaf banget ya baru bisa update. Lagi banyak banget kerjaan dear. Dan aku kangen banget sama kalian, readers tercinta :((((
Yang mau rekomendasi ff indo ataupun inggris bisa cek akun IG aku di mochibaek6104 ^^
See u in the next parts^^
.
.
.
#lovesign
