Author POV
Tubuh Chanyeol terbaring lemah dengan bantuan selang infus dan oksigen.
Ya, saat ini Chanyeol berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namja itu belum sadarkan diri akibat tusukan pisau pada bagian perutnya.
Sebuah operasi kecil telah dilakukan dokter padanya. Beberapa polisi keamanan menjaga ruang inap Chanyeol yang belum siuman.
Sedangkan Baekhyun berada di kantor polisi untuk introgasi dalam penyelidikan masalah ini. Jongdae bertanya, Minseok mencatat dan Sehun mendampingi mereka semua.
"Mmm...apakah Chanyeol akan baik-baik saja?" Tanya Baekhyun.
"Namja itu hanya tertusuk bagian perut bagian kiri. Dia kehilangan banyak darah. Tapi dokter sudah mengatasinya. Kami hanya tinggal menunggunya siuman." Jelas Sehun.
"Bisakah kau ceritakan selama kau di sandra oleh mafia itu?" Pinta Jongdae.
"Cerita apa?" Baekhyun terlihat bingung.
"Apa saja yang sudah dilakukan Chanyeol selama kau di sandra?" Tanya Jongdae.
"..." Baekhyun terdiam sejenak.
'Tidak mungkin aku ceritakan semuanya pada mereka. Kebanyakan aib yang harus di ceritakan.' Batin Baekhyun.
"Jangan takut, kau akan aman bersama kami." Ucap Minseok tersenyum lembut.
"Apakah namja itu selalu berbuat kekerasan padamu?" Tanya Jongdae.
"Mmm...dia akan menjadi keras ketika dalam mood yang tidak baik."
"Bisakah kau jujur padaku? Tanda kemerahan yang kau bilang hanya sebuah alergi, apakah benar itu kemerahan dari alergi?" Tanya Sehun.
"Ye?"
"Minseok nuna, bisakah kau periksa Baekhyun di dalam ruangan untuk memastikan?" Pinta Sehun.
Minseok segera menuntun Baekhyun menuju sebuah ruangan untuk memeriksa tubuh Baekhyun.
Walau malu, namun Baekhyun tidak bisa menolak untuk pemeriksaan ini. Minseok melihat dengan jelas beberapa bagian tubuh Baekhyun terdapat tanda kemerahan bahkan sudah keunguan.
"Jika ini alergi, seharusnya sudah hilang. Bahkan ini sudah keunguan." Pikir Minseok.
"Apa yang dia perbuat padamu?" Tanyanya.
"Jangan takut Baek, kau aman disini. Tidak ada ancaman apapun."
"Mmm...Chanyeol melakukan itu padaku."
"Dia melakukan pemerkosaan padamu?!" Kejut Minseok yang hanya di balas anggukan oleh Baekhyun.
"Oh my...seharusnya kami bertindak lebih cepat. Mianhae..." Lanjut Minseok.
Selesai pemeriksaan, keduanya kembali menghampiri Jongdae dan Sehun. Baekhyun hanya menundukkan kepalanya. Sementara tatapan Jongdae dan Sehun tertuju pada Minseok.
"Sehun-ah dugaanmu benar." Ucap Minseok.
Mendapat jawaban itu, Sehun beralih melihat Baekhyun yang duduk menunduk. Punggung gadis ini bergetar.
"Apakah dia melakukannya hanya sekali?" Tanya Jongdae.
Mengetahui Baekhyun menangis dalam diam, Sehun mendekatinya lalu bersimpuh pada gadis itu. Di dekapnya bahu Baekhyun untuk menatapnya.
Kedua mata sipit itu sudah sembab dan air mata yang terus mengalir.
"Maafkan kami karena keterlambatan kerja. Jika kau belum siap untuk bercerita pada kami, kau bisa tenangkan dirimu." Ucap Sehun menatap manik gadis itu.
"Sehun benar. Kau bisa kembali pulang. Introgasi ini bisa kita lanjutkan di hari berikutnya." Sambung Jongdae.
"Tenangkan pikiranmu Baek. Ibumu sudah menunggumu pulang. Dia pasti merindukanmu." Ucap Minseok.
"Mmm...bisakah aku ke rumah sakit tempat rawat mafia itu?" Pinta Baekhyun.
Kedua polisi ini dan Sehun saling melirik satu sama lain.
"Baiklah aku akan menemanimu." Ucap Sehun.
"Gomapta..." Balas Baekhyun.
Skip time
Tiba di rumah sakit, Baekhyun bisa lihat ada 4 orang polisi yang menjaga ruang rawat Chanyeol.
Dengan di dampingi Sehun, gadis dapat masuk ke dalam ruangan rawat tersebut.
"Bisakah hanya aku yang masuk ke dalam?" Pinta Baekhyun.
"Kau yakin?" Tanya Sehun.
"Jangan khawatir, dia belum sadarkan diri bukan? Aku hanya ingin melihat keadaannya saja."
"Baiklah akan ku tunggu di luar."
Baekhyun tersenyum simpul pada Sehun lalu segera masuk ke dalam ruangan.
Langkah Baekhyun mendekati Chanyeol yang terbaring lemah. Dia tak percaya jika melihat sosok namja yang selalu memperlihatkan dirinya yang kuat sekarang terbaring lemah seperti ini.
Suara detektor detak jantung terus berbunyi dalam ruangan sunyi ini.
"Seharusnya kau tidak bertindak seperti itu Chan."
"Kau membahayakan orang lain dan berujung membahayakan dirimu."
"Kenapa kau terlalu keras pada dirimu sendiri?"
"Apakah diriku lebih penting darimu? Seharusnya kau serahkan saja aku pada mereka dengan begitu kau tidak akan terluka seperti ini."
"Dan..."
"Mereka sudah mengetahui tentang dirimu yang melakukan hubungan intim itu. Mereka menganggapmu kalau kau telah berbuat pemerkosaan padaku."
"Diluar sana banyak polisi yang menjagamu. Sepertinya akan ada persidangan."
'Aku merasakan itu semua. Sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Bahkan seperti adrenalin untukku.'
'Debaran, nyaman, dan rasa ingin memiliki. Semua itu aku rasakan saat berhadapan denganmu Byun Baekhyun.'
'Apakah ini bisa dikatakan jika aku jatuh cinta padamu?'
Semua perkataan Chanyeol terlintas dibenak Baekhyun. Perkataan yang membuat gadis itu merasa berdebar. Dia merasa khawatir, takut, tapi senang dengan semua perkataan Chanyeol padanya.
Tangan mungil itu meraih punggung telapak tangan besar namja itu lalu mendekapnya perlahan.
"Jika aku bisa membuatmu menjadi lebih baik, jatuh cintalah padaku."
"Walau kau terlihat seperti monster, tetap saja kau adalah manusia biasa. Manusia yang pasti akan mempunyai perasaan tersembunyi yang sulit diartikan oleh orang sepertimu."
"Sekejam apapun dirimu, kau akan merasakan jatuh cinta pada seseorang."
"Aku berharap ketika kau terbangun, kau bukanlah sosok yang menyeramkan. Kau sosok namja yang menutupi perasaanmu sendiri."
"Apapun yang akan terjadi, akan ku pastikan hukumanmu tidak berat. Karena bagaimana pun juga, kau selalu melindungiku."
"Cepatlah bangun! Dan temui kembali anak anjingmu ini."
Selesai berceloteh, Baekhyun segera keluar dari ruangan ini.
Sehun mengantarkan Baekhyun ke rumahnya.
Ketika mereka berada di basement rumah sakit, ada beberapa orang berpakaian serba hitam mendekati.
Mengetahui situasi ini, Sehun menyembunyikan Baekhyun dibalik punggungnya.
"Tenanglah kau akan aman." Bisik Sehun.
"Mau apa mereka?" Pikir Baekhyun.
Salah satu dari mereka menarik Sehun dan membawanya ditengah perkumpulan namja seram itu.
Ada 8 orang yang membuat lingkaran dan Sehun berada di tengahnya.
Bugh!
Mereka menyerang Sehun dengan melemparkan namja itu untuk berpindah tangan ke temannya. Pukulan bahkan tendangan yang di dapat oleh Sehun tanpa ampun.
"Yak! Hentikan!!" Gertak Baekhyun.
Tubuh Sehun terus tersungkur lemah karena penyerangan itu. Wajahnya bahkan sudah lebam dan berdarah.
Merasa sudah cukup, sekumpulan namja itu segera pergi meninggalkan Sehun.
"Sehun-ah!" Baekhyun langsung mendekati Sehun yang terluka.
"Gwaenchanayo?" Tanya Baekhyun.
"Sepertinya mereka adalah suruhan seseorang." Pikir Sehun.
"Sebaiknya kita minta dokter mengobatimu." Ujar Baekhyun mencoba membantu Sehun untuk berdiri.
TBC~
