Berhubung kalian pada bingung mau panggil aku apa kalo review,
Buat readers yang merasa perempuan, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Oppa'
Buat readers yang merasa cowok, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Hyung'
Aku balas dulu review kalian ya :D
Jongin48: Sehun itu bukan rese lagi, tapi udang, hehe
SooBabyBee: Ini konsepnya malah banyakan GSnya daripada yaoinya, mian T.T
ChubbyMinland: Waa rambutku rontok! Mukanya Kai itu sebelas-duabelas mirip cuma sehun itu kan sukanya sama Kai bukan Jonginnie, jadi selama Jonginnie belum ngaku kalo dia itu didunia nyata namanya Kai, Sehun belum sadar juga
Utsukushii02: oke ^_^
Aldi. loveydovey: Iya, lu kemana aja sih sampe ktinggalan, hehe
Barbielukai: bahasa kasarnya apa? gak bisa baca aku..
Cute: Oke! Ch 17 an udah mau klimaks game kok ^_^
Liaoktaviani. joaseo: Kai nanti nyesek banget lo soalnya Sehun NCan sama seorang cewek _
Jongkwang: Terimakasih sudah menunggu ^_^
Saya. orchestra: Oke aku bakal kasih kai selingkuhan paling kece cetar! Hehe
Kamong Jjong: Iya, kagak enak
: Sehun sampai akhir gak bakal sadar kalo itu Kai
Laxyovrds: Maaf, saya gak bisa pokus di ch 10-14 an karena disitu terlalu datar, saya malah terlalu pokus sama ff yg lain, mianhae! Aku akan buat sehun lebih yadong kok, hhe
Little Dark Wolf: Di ch ini kehidupan nyata diceritain! Yey! :D
Kim In Soo: Oke
Mizukami Sakura-chan: NC masih 6 ch lagi, hehe sabar dan always love HunKai ^_^
Novisaputri09: EEee.. ini FF tentang game, so aku gak pernah main game yg ditengah-tengah harus nglakuin NC (serius) hehe
Askasufa: Iya, siapa itu Sohee terungkap di ch ini! Yey!
NOTE:
Yey! Yey! Yey! Game Love udah update! Ini panjang loh, yang mau baca ini, disaranin baca kembali CH 1 karena ini flashbacknya ke situ, ini adalah ingatan Kai tentang hari dimana dia pulang dari tokonya ibunya Sehun.
So buat kalian yang udah nunggu FF HunKai! Yey!
Ini dia..
,
,
,
,
Ch 14
From BL
…
.
.
HunKai
/
GAME lOVE
Sword Vampire Lover
"Liynovr Sohee Werton.." Sehun menatap tanpa berkedip yeoja tersebut.
"Aku menjemputmu, tunanganku.." yeoja berpakaian sexy itu memeluk erat Sehun.
Tubuh Sehun menjadi kaku di ambang pintu.
Entah dari program mother game atau apa, seketika Sehun ingat..
Tunangannya adalah anak jendral besar Hell, tunangannya bernama Liynovr Sohee Werton.
Perlahan tangan Sehun memeluk pinggang ramping Sohee.
Sehun mengecupi leher jenjang yang tersaji didepannya. Desahan Sohee terdengar sensual.
Sohee meremat bahu Sehun dan mengistirahatkan kepalanya di bahu kiri Sehun.
Mata Sohee melihat kearah Kai, setelahnya wajah Sohee menampilkan raut devil dan seringaian mengejeknya, bibirnya bergerak bagai berkata 'bitch Kim Jongin you lose'.
Perlahan Kai memandang nanar Sehun yang berlalu begitu saja meninggalkanya.
Tanpa melepas pelukannya pada tubuh Sohee.. meninggalkannya sendiri.
"Sohee.. jadi kau menyusul juga?" Kai berkata lirih, memandang nanar tubuh Sehun yang perlahan menghilang sejalan dengan tubuh Sehun yang menggendong Sohee menuruni tangga.
-sword vampire lover-
(bagi yang ingin tahu, ini gabungan sama ch 1 pas Sehun pulang terus Taemin bikin kue, waktu itu Taemin kan bilang kalo Kai berkunjung ke tokonya, trus Sehun cemberut karena Taemin gak kasih tau kalo Kai datang. Taemin bilang kalo Sehun tahu pasti Sehun bolos les biola lagi, gitu deh jadi kalo bingung silakan baca ch 1 dulu, ^_^ )
FLASHBACK ON
"Kai?" suara yeoja menghentikan langkah Kai yang baru saja pulang dari toko Oh. Salah satu toko cake termewah di Seoul. Toko yang dikelola oleh Kyungsoo, ibu Sehun.
Kemudian Kai perlahan menghadapkan tubuhnya kearah yeoja yang ada dibelakangnya.
"Kau.. Sohee?" Kai terperangah. Yeoja urakan itu tidak pernah bicara bahkan melihatnya. Tapi tiba-tiba hari ini disapa? So waw!
"Hn.." Sohee menatap Kai tajam. Langkah kaki jenjang mulus berhigh heels tinggi itu sangat indah.
"Ada.. ada perlu apa?" Kai sungguh amat canggung sekarang.
Banyak orang yang berlalu lalang di jalan padat tersebut. Kebanyakan berbisik bahwa ia dan Sohee amat serasi.
Kai yang didekati entah mengapa refleks untuk perlahan melangkah mundur dengan sedikit gemetar.
BRUGH!
Tiba-tiba Kai ditabrak oleh seorang anak kecil, namja berumur 10 tahun.
HUP!
Dengan sigap Kai menggendong anak itu di pinggangnya (kayak kakak gendong adiknya disamping itu lho,,)
"Kai noona~" anak itu mendangak menatap Kai dengan wajah puppynya. Kedua tangan mungilnya menarik kuat baju seragam depan Kai agar tidak jatuh.
"Hm? Sudah kubilang berkali-kali.. aku namja, kau harus panggil aku Kai hyung, arra?" Kai mengusak rambut lembut anak itu dengan gemas.
"Tapi kau manis dan cantik sekali, Kai noona" anak itu mengelus pipi Kai yang halus membuat semua yeoja iri.
"Ahaha, kau ini" Kai mencubit gemas anak kecil di gendongannya itu.
Anak itu adalah anak pemilik toko pakaian pengantin, dua blok dari toko Oh, Kai dan Sehun memang selalu pulang lewat sana.
Waktu itu disuatu sore yang mendung sehabis hujan, Kai dan Sehun pulang bersama dari toko Oh. Anak laki-laki itu hampir tertabrak mobil yang melaju kencang tapi untungnya diselamatkan Kai dan Sehun. Sejak saat itu anak kecil tersebut amat dekat dengan Sehun dan Kai. Sehun dan Kai menyempatkan diri untuk bermain sejenak didepan toko anak itu sebelum melanjutkan perjalanan pulang mereka.
-sword vampire lover-
"Kai Noona, Sehun hyung mana? Kenapa hari ini tidak bersama?" anak itu menatap interogasi kearah Kai, seolah merengek pada ummanya ingin bertemu dengan appanya.
"Hm? Dia sedang les biola, jadi dia naik mobil dan pulang petang nanti" Kai mencoba merapikan rambut anak itu yang sedikit berantakan diterpa angin sore.
"Jadi tadi berangkat sekolah bersama?" anak itu bertanya antusias.
"Tentu, Sehun menjemputku dirumah" Kai tersenyum manis.
"Wah! Noona neomu yeppo.. pantas Sehun hyung mencintai nonna-ups!" anak itu langsung menutup mulutnya. Ia melupakan janjinya dengan Sehun hyung tampannya untuk tutup mulut pada Kai soal rahasia itu.
"Apa?" Kai agak tidak mendengar. Tapi Sohee mendengarnya jelas.
"Bukan apa-apa kok Kai noona" anak itu menggeleng imut.
"Aigo.. kyeopta! Yasudah, ini sudah sore, cepat kembali masuk" Kai menurunkan anak itu lalu menunjuk kearah pintu toko pakaian pengantin disampingnya. Toko orang tua anak itu.
"Tunggu noona" anak itu menarik celana seragam Kai.
"Ada apa?" Kai mengangkat anak itu lagi dan mendudukkannya di pundaknya, anak itu menaruh kakinya di samping kanan kiri leher Kai dan menggenggam erat tangan Kai agar tidak jatuh.
"Aku tidak suka Kai noona berselingkuh dengan yeoja jelek itu!" anak itu berteriak menunjuk persis didepan wajah Sohee yang sekarang masih setia berada 1 meter didepan Kai.
Wajah Sohee mengeras marah dan memerah menahan emosi.
"Ah, euh.. hei, jangan bicara seperti itu.." Kai merasa bersalah, walau bagaimanapun, anak diatasnya ini telah berbicara seenaknya. Kai sudah menganggap anak itu sebagai anaknya, Kai pun begitu merasa harus bertanggung jawab.
"Maafkan dia Sohee" Kai menatap cemas kearah Sohee.
"Hm, tidak apa-apa" Sohee tersenyum lalu hendak memegang tangan anak kecil itu namun..
PLAK!
Anak itu menampar pipi Sohee.
"Kau jangan dekat dekat dengan Kai noona dan Sehun hyung! Jauh-jauh sana! Hush! Hush!" anak itu seperti mengusir Sohee.
Sedang Kai hanya bisa melongo.
"YAH! MIANHAE SOHEE!" Kai langsung menurunkan anak itu dan membungkuk dalam.
Sohee menatap marah kearah anak itu namun anak itu balas memasang wajah stoicnya yang ia tiru dari Sehun.
"Kai noona! Aku pulang! Tapi ingat! Jangan serahkan Sehun hyung pada yeoja jahat jelek seperti dia!" anak itu menunjuk kearah Sohee lalu berlari masuk kedalam toko.
"Anak kecil!" Sohee berteriak marah menatap tajam kearah anak kecil itu. Sohee tidak suka anak kecil sejak dulu.
"Ah, Sohee, sebaiknya kita bicara di taman dekat sini saja, agar lebih nyaman" Kai mengalihkan pandangan Sohee.
"Arraseo" Sohee mengikuti Kai yang mengajaknya ke salah satu taman umum.
-sword vampire lover-
Sesampainya di taman..
"Kai, langsung saja. Aku mencintai Sehun" Sohee menatap kearah Kai dengan wajah seriusnya.
"hah?!" Kai langsung terlonjak dari duduknya.
"Aku ingin dia jadi milikku" Sohee memandang serius kearah Kai dengan sedikit menusuk.
"Ta.. tapi dia sudah menolakmu berkali-kali" Kai memandang ragu kearah Sohee.
"Aku tidak menyerah semudah itu. Akan ku lakukan segala cara.. termasuk menyingkirkanmu-menyiksamu-bahkan membunuhmu.. Kim Jong In" Sohee menekankan setiap kata katanya pada Kai.
GLUP!
Kai menengguk ludahnya kasar. Perasaan Kai kini benar-benar tidak enak, ia merasa sesuatu akan terjadi padanya.
-sword vampire lover-
CRING!
Sohee mengeluarkan pisau lipat tajam dari sakunya dan bergerak cepat.
GREP!
Untungnya Kai sempat melihatnya dan segera menahan tangan Sohee yang hendak menikam perutnya.
"Yak! Sohee! Hentikan!" Kai kini benar-benar panic karena Sohee selalu bisa lepas dari cekalannya. Sohee menyerang brutal sekarang.
Kai sampai berlari dengan cukup sulit karena harus melihat kebelakang karena Sohee siap menikamnya dari belakang.
Taman itu amat sepi, Kai merutuki dirinya yang memilih tempat yang salah.
BRUGH!
Tubuh Kai jatuh di rerumputan taman karena kakinya yang tersandung batu.
CRING!
Sohee mengangkat tinggi-tinggi pisau itu.
"Mati kau.. KIM JONG IN!" Sohee dengan cepat melayangkan pisau itu kearah perut Kai namun..
GREP! Ckrek!
Seseorang langsung menarik tangan Sohee lalu memborgolnya.
"Kau ditangkap!" seorang namja tua berpakaian biru tua itu memborgol Sohee.
"lepaskan aku!" Sohee menatap tajam namja tua itu.
"Kau ditahan di kantor polisi setempat! Kau sudah hampir membunuh orang!" pria tua itu ternyata polisi yang sedang berpatroli.
"Kamsamhamnida," Kai bangkit lalu menunduk kearah polisi tersebut.
-sword vampire lover-
Sohee dibawa menggunakan mobil khusus tahanan karena wanita itu melawan cukup kuat.
"Sama-sama anak muda, lain kali, jangan bawa orang asing kemari, kau harusnya bersama kekasih tampanmu itu. Dia selalu menjagamu" polisi itu menepuk bahu Kai.
"Ah, dia sedang les kok paman, dan.. Dia hanya temanku" Kai menggaruk leher belakangnya grogi.
"Jangan berbohong, kalian berdua serasi sekali, aku setuju kalian menikah" polisi tua itu tersenyum ramah.
"A.. a.. aku namja dan dia juga namja, jadi.." wajah Kai memerah sekarang.
"Cinta itu tidak memandang apapun, nak" polisi itu menatap langit.
"Jika benar aku mencintainya maka apa yang harus aku lakukan?" Kai ikut menatap langit malam yang berbintang indah.
"Pertahankan dia nak" polisi patroli itu mengusak rambut Kai lalu berjalan menjauh menuju mobil patrolinya yang ia parkirkan tak jauh dari gerbang taman.
"Hati-hati paman!" Kai sedikit berteriak sambil melambaikan kedua tangannya. Bibirnya mengulas senyuman manis.
"yasudah aku pergi dulu nak, hati-hati" mobil patroli perlahan menjauh hingga sirinenya tak terdengar lagi.
-sword vampire lover-
Setelah kejadian itu Kai menjadi takut terhadap Sohee.
FLASHBACK OFF
"hn.. aku disini yeoja.. tapi dia mengenaliku?" Kai murung menyelimuti tubuhnya kembali. Udara di pagi hari dalam game ini selalu dingin dan menusuk kulitnya.
"Jadi dia berkata sungguh-sungguh saat itu?" Kai mengingat-ingat kejadian masa lalu…
FLASHBACK ON
Saat di sekolah..
Kai dan Sehun selalu duduk bersama. Untungnya jam kali ini kosong dan mereka bisa berbicara sesuka hati mereka.
"Akan kutunjukkan bahwa aku akan menjadi the winner di game ini Kai.. akan kubawakan kepala gadis anak King Heaven untukmu!" Sehun tersenyum mantap.
Tapi.. Kai..
"JANGAAAN!" Kai menjerit kesetanan, membuat teman-teman menoleh kearahnya.
Kai membungkam mulutnya yang refleks menjerit tadi. Sehun yang gemas segera mencubit pipi Kai membuat sang empu mengaduh dan Sehun terkikik melihat betapa manis namja tan sebangkunya ini. Sehun kemudian berdiri dari kursinya.
"Ah, maafkan kepabboan Kai ku ini cingu!" Sehun tersenyum kelewat tampan membuat teman-temannya memaafkan dengan mudahnya. Kemudian mereka kembali bermain ramai seperti semula.
"Kenapa kau menganggapku pabbo?" Kau memukul lengan Sehun lemah.
"Itu karena kau berteriak hingga membangunkan Sohee si anak tidur itu!" Sehun menunjuk Sohee.
"A.. apa?" Kai suaranya menciut.
Kenapa? Kai takut pada Sohee yang anak tinggal kelas, berperawakan sexy, dan bertingkah sesukanya itu karena.. kejadian pencobaan pembunuhan itu.
Kai melihat tatapan tajam Sohee yang mengarah padanya. Ia makin merasa harinya menjadi buruk.
-sword vampire lover-
Beberapa jam kemudian kelas usai..
"Oh Sehun, ikut aku untuk mengkoreksi soal ini di kantor" seonsaengnim meminta Sehun untuk membantu mengkoreksi jawaban siswa. Sehun adalah siswa terpintar, ia sering dimintai hal-hal semacam ini oleh semua guru.
"Kai-ya, kau istirahat dulu saja, aku menyusul nanti" Sehun mengusak rambut Kai lalu bergegas mengikuti songsaenim.
"Yack! Albino! Rambutku tak rapih lagi!" Kai mencoba merapikan tatanan rambutnya.
GREEEKK..
Suara bangku dibelakang terdengar.
"Kim JongIn.." suara yeoja itu.. Kai ingat..
"Sohee.. a-ada a-apa?" Kai menatap Sohee takut. Kini kelas amat sepi, ia merutuki dirinya yang malah tidak mengikuti teman-teman yang lain untuk keluar ke kantin bersama.
"Kau.. main game terbaru dari annoyiwufan. inc ?" Sohee berjalan dan duduk di kursi tepat di belakang Kai.
"I..Iya.." Kai mengangguk gugup. Wajah Sohee terlihat amat menakutkan baginya. Ia masih trauma dengan percobaan pembunuhan di taman kemarin.
"Sehun juga ya?" Sohee menggunakan nada sok akrab yang malah terdengar tambah ganjil.
"Iya.." Kai hanya dapat mengangguk lagi. Ia merasa tidak beres sekarang. Suara Kai semakin lirih dan takut. Dengan ragu, Kai memutar duduknya untuk berhadapan dengan Sohee.
SRRREETTT! BRUGH!
"Akh!" Kai berteriak kesakitan. Dasinya ditarik kebelakang paksa oleh Sohee sehingga kepalanya terbentur meja dimana Sohee duduk sekarang.
"Le..pas…" suara Kai terputus-putus karena lehernya terjerat kuat oleh dasinya.
CRING!
Tangan Sohee sudah memegang pisau lipat yang baru.
"Kim JongIn.. pisau ini baru.. kau lihat sendiri, lebih tajam dan sangat haus akan darahmu hingga memantulkan wajahmu" Sohee mendekatkan pisau itu ke leher Kai.
"Ja..ngaan… le..pas.." Kai sudah panic sekarang.
"Aku akan ikut dalam game itu dan merebut paksa Sehun darimu.. Apapun dan bagaimanapun caranya.. Maka dari itu kau lebih baik mati disini sekarang!" Sohee menekan pisau tersebut.
-sword vampire lover-
BRAKKK!
"Kai manis! Kau dipanggil Sehun di-.. ASTAGA! KAI Manis!? KAU.. SOHEE?" namja yang merupakan salah satu fans Kai tadi disuruh Sehun untuk memanggil Kai. Malah terkejut dengan keadaan Kai yang hampir dibunuh oleh Sohee.
"Pengganggu.." Sohee mendekatkan bibirnya ke telinga Kai lalu membisikkan sesuatu yang membuat mata Kai terbelalak.
"kau.. ja..ngan! S-Sehun.." Kai sudah kehabisan nafas dan kehilangan kesadarannya.
"KAAAII!" namja itu kaget karena kini Kai terkulai lemas dengan mata blank tak berkedip sedikitpun.
"Kau! Pengganggu! Sebelum ku mutilasi Kim JongIn, kau akan kujadikan sebagai pengasah pisau baruku ini!" Sohee mendekati namja itu lalu membunuh namja itu ditempat itu juga.
Kai yang sadar segera lari dari kelas itu.
Sungguh ia ketakutan.
Sekolah mulai sepi.
"Akan kubunuh kau dalam game! Ingat itu Kim JongIn!" Sayup-sayup Kai mendengar ancaman Sohee.
FLASHBACK OFF
"argh! Appo.." Kai memegangi kepalanya yang terasa pecah. Ia berusaha mengingat kejadian sebelum ia pingsan, sungguh, ingatan samar-samar itu menyakiti kepalanya.
-sword vampire lover-
-TBC-
*Game Love*
Itu dia ternyata seorang Sohee amat berbahaya! Warning! Danger!
Masalahnya meski Sehun milih Kai, meski Sehun udah bawa kabur Kai menjauh dari Sohee, masalahnya Sohee belum mati jadi HunKai masih punya peluang buat bertemu dengan Sohee! ^_^
Thanks for all yang udah review! Aku jadi semangat lagi ^_^
Berhubung kalian pada bingung mau panggil aku apa kalo review,
Buat readers yang merasa perempuan, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Oppa'
Buat readers yang merasa cowok, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Hyung'
Aku minta saran buat chap selanjutnya dunk
Review ya
