Fantasy Lover [REMAKE]
Novel by SHERRILYN KENYON
Disclaimer
Ide cerita dan sebagian besar plot diambil dari novel aslinya karya Sherrilyn Kenyon, dengan disertai penambahan atau pengurangan seperlunya.
Warning
Genderswitch | Typo | Bad Grammar
.
oOo
Bab
8
bagian ketiga
oOo
Begitu memasuki kamarnya, Sungmin segera berjalan ke arah lemari kecil yang terletak di samping meja riasnya, mencari buku bergambar Peter Pan yang selama ini ia simpan —salah satu kenang-kenangan dari orang tuanya saat ia berumur sepuluh tahun. Sedangkan Kyuhyun dengan acuh membongkar isi lemari Sungmin guna mencari lingerie merah yang selama ini wanita itu sembunyikan. Lingerie merah yang dianggap sebagai benda menjijikan.
Begitu mendapatkan barang yang di cari, keduanya saling bertukar dengan ekspresi yang tampak bertentangan. Wajah Sungmin terlihat kusut, enggan menyentuh lingerie merah yang di sodorkan Kyuhyun.
"Ew, Haruskah?" tanyanya enggan, menatap lingerie merah di ujung jarinya.
Senyum Kyuhyun mengembang lebar, tatapan matanya tak mampu menyembunyikan gejolaknya.
Dengan helaan napas dan dengusan tajam, Sungmin berlari ke kamar mandi sementara Kyuhyun beranjak menaiki ranjang, bersandar dan membuka buku bergambar dengan mata berbinar.
oOo
Kedua alis Sungmin bertaut di tengah dahinya, tubuhnya membeku saat menatap pantulan dirinya di cermin dengan balutan lingerie merah yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya.
Agh! Menyeramkan!
Seandainya bisa, akan ia lempar pakaian menjijikan itu ke dalam kloset. Bagaimana mungkin Kyuhyun bersikeras memintanya memakai pakaian seperti ini, bisa-bisa pria itu lari dari kamar sambil berteriak histeris karena pemandangan menakutkan tubuh Sungmin yang jauh dari kata langsing.
Tidak, tidak.
Tak sanggup membayangkan rasa malu yang harus dihadapinya, terutama pandangan kecewa dari Kyuhyun terhadap tubuhnya, Sungmin mengganti lingerie itu dengan baju tidur pink yang selalu ia kenakan. Menarik jubah mandi yang di sangkutkan di belakang pintu dan mengenakannya sebelum keluar dari kamar mandi.
Kyuhyun mendongak, menggelengkan kepala sewaktu melihat Sungmin keluar, "Kenapa kau memakai itu?" ujarnya, menutup buku bergambar dan beranjak berdiri.
Sungmin terdiam sejenak, "Aku tak pantas mengenakannya, aku bukan orang bodoh yang tak tahu seperti apa bentuk tubuhku."
"Apa maksudmu?"
"Tentu saja maksudnya tubuhku bukan tipe yang bisa membuat pria manapun meneteskan air liur saat melihatnya, dasar bodoh!"
"Dari mana kau bisa tahu tubuh seperti apa yang didambakan para pria?"
"Itu karena mereka tak pernah tertarik denganku. Jangan samakan dengan kau yang sanggup membuat wanita manapun meneteskan air liur saat melihatmu."
"Sungmin," lirih Kyuhyun, mengulurkan tangannya, "Kemarilah" ucapnya.
Sungmin menurut, meraih uluran Kyuhyun dan menautkan jemari mereka. Membiarkan pria itu membawanya berdiri tepat di depan cermin meja riasnya. "Katakan apa yang kau lihat?" bisik pria itu tepat di telinganya.
"Kau."
Kyuhyun tersenyum, membungkukkan tubuhnya dan menyandarkan dagu di bahu Sungmin. "Lalu apa yang kau lihat saat melihat dirimu sendiri, em?"
"Seorang wanita yang harus menurunkan berat badannya sekitar lima sampai tujuh kilogram."
Kyuhyun merengut tak senang. Melingkarkan tangannya di pinggul Sungmin dan menarik tali jubah mandi yang dikenakan wanita itu. "Biar kuberitahu apa yang terlihat olehku." jemarinya dengan lihai melepaskan simpulan tali itu. "Hm, disini aku melihat seorang wanita dengan rambut yang indah dan lembut. Hanya pria bodoh yang tak menginginkan helaian rambut ini terurai di dada telanjang mereka." ujarnya sambil menghirup aroma strawberry dari rambut Sungmin. "Dan aku rela membenamkan wajahku berlama-lama guna menghirup aromamu."
Sungmin bergetar atas perlakukan itu, menatap pantulan mereka di cermin dengan tatapan sayu.
"Dan kau memiliki mata yang mempesona, tapi aku tak ingin ada pria lain yang sadar akan daya pikat mata itu." ujarnya kembali, menatap balik dari sudut matanya.
"Selain itu kau memiliki wajah yang sangat manis saat merona dengan bibir berbentuk M dibagian atas, begitu mengoda dan sensual seperti minta dicium."
Kedengarannya tak begitu buruk di telinga Sungmin saat Kyuhyun menggambarkannya seperti itu.
Kyuhyun membuka jubah mandi Sungmin hingga terjatuh di lantai dan meringis saat melihat baju tidur pink wanita itu. "Kita lihat apa yang ditemukan disini," bisiknya dengan tatapan mata seorang predator yang siap melahap tubuh mangsanya.
Sebelum wanita itu sempat berpikir untuk protes, Kyuhyun sudah mengangkat ujung baju tidur Sungmin.
"Kyuhyun!" Sungmin segera menghentikan tangan Kyuhyun namun gerakannya membeku saat menatap mata Kyuhyun di pantulan cermin, melihatnya dengan tatapan lembut dan panas memikat.
"Aku ingin melihatmu, Sungmin." kata Kyuhyun dengan nada yang menyiratkan bahwa ia tak mau ada penolakan.
Tanpa meminta persetujuan wanita itu, Kyuhyun sudah menyingkirkan baju tidur pink dari tubuh Sungmin, kemudian menggerakkan tangannya di perut telanjang wanita itu.
"Apa kau tahu, payudaramu tidak kecil," bisik Kyuhyun, menegakkan tubuhnya. "Ukurannya sangat sempurna di tangan seorang pria."
"Kyu.." erang Sungmin, tubuhnya seperti terbakar oleh tatapan Kyuhyun, "Ingat janjimu."
"Aku sudah menjaga sikap, Sungmin." bisiknya dengan suara parau.
Umm~
Terengah Sungmin menggigit bibir bawahnya dan bersandar ke dada Kyuhyun saat pria itu menggerakan tangannya ke tulang rusuknya, turun ke pinggul kemudian masuk ke balik celana dalamnya.
"Kau memiliki tubuh yang indah dan menggiurkan, Sungmin." ujar Kyuhyun sambil membelai inti wanita itu.
Tubuh Sungmin tersentak, untuk pertama kali dalam hidupnya ia luluh dan percaya pada setiap kata-kata yang di utarakan Kyuhyun. Ia begitu hanyut dalam belaian pria itu, cumbuan di lehernya terasa memanas dan bagian bawah tubuhnya berkedut setiap tangan Kyuhyun bermain-main disana.
"Kyu —hyun" rintih Sungmin, otaknya bagai berhenti berpikir. Tidak! Ini harus dihentikan.
"Ssh," bisik Kyuhyun di telinga Sungmin, "Ada aku disisimu." kembali ia menyentuh inti Sungmin hingga wanita dalam dekapannya itu bergelinjangan.
Sungmin mengerang ketika hawa panas menjalar di sekujur tubuhnya, secara naluriah segera ia membalikkan badan dan memeluk tubuh pria itu sementara bibirnya dicium dengan penuh hasrat dan menuntut.
Sungmin setuju, itulah yang terlintas di pikiran Kyuhyun saat ini. Tanpa membuang waktu ia mengangkat tubuh Sungmin ke tempat tidur dan membaringkannya tanpa melepaskan ciuman mereka.
Oh~
Sungmin merasa tubuhnya semakin terbakar oleh sentuhan Kyuhyun, aroma erotis pria itu melingkupinya saat Kyuhyun berbaring di atasnya. Membuka pahanya dengan lutut.
Berat badan Kyuhyun terasa menyenangkan, bagai magnet yang membuat pinggulnya mengangkat ke atas untuk meraih bagian tubuh pria itu yang mengeras.
"Bagus..." bisik Kyuhyun di bibir Sungmin sambil terus membelai dengan gerakan memutar. Seandainya jemari itu tergantikan oleh kejantanan Kyuhyun, Sungmin tak yakin dapat menahan klimaksnya lebih lama.
Mengerang, Sungmin merasakan sensasi kenikmatan tak berujung ketika lidah panas pria itu menjelajahi lehernya, meninggalkan jejak panas dan basah. "Eung.." erangnya ketika Kyuhyuh mempercepat belaiannya.
Sekujur tubuh Kyuhyun gemetar karena menahan gejolaknya sendiri, tetap berpikiran waras untuk tidak merobek pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Ia begitu gila ingin memasuki tubuh Sungmin hingga rasa sakit itu bagai mencabik-cabik dirinya secara perlahan. Seiring dengan setiap gerakan pinggulnya yang bergesekkan dengan kulit lembut wanita itu, jiwanya ingin berteriak karena hasrat yang terkengkang.
Demi Tuhan, Ia harus masuk dan menyatu dalam tubuh Sungmin
"Kyu.." lirih Sungmin, sekujur tubuhnya gemetar tak sanggup menahan gairahnya lagi, "Please"
Ia tahu arti tatapan mata dan suara mendayu yang keluar dari bibir Sungmin. Wanita itu telah dibawah kendali hormonnya, dan hanya satu hal yang perlu ia lakukan sekarang. Membuka kedua kaki Sungmin semakin lebar dan membungkukkan tubuh, melahap inti Sungmin yang telah basah.
oOo
Mata Sungmin langsung membelalak begitu bibir Kyuhyun melahapnya.
Membenamkan tangan di rambut Kyuhyun, Sungmin menjatuhkan kepalanya ke belakang dan mendesis penuh kenikmatan ketika lidah panas Kyuhyun bergerak-gerak membelainya dengan intim. Belum pernah ia merasakan sesuatu yang seperti ini. Lagi dan lagi, masuk dan keluar, lidah Kyuhyun menggali dan menjilat, menyiksanya hingga terengah-engah.
Ia menggelinjang dengan sensual atas aksi Kyuhyun.
oOo
Kyuhyun memejamkan mata dan menggeram pelan ketika mengecap Sungmin untuk pertama kalinya. Ia begitu menikmatinya. Menikmati gumam kenikmatan Sungmin yang bergema ditelinganya. Merasakan tubuh wanita itu merespon pada setiap jilatan sensual dan lihai yang ia berikan. Bahkan ia merasakan getaran pada paha dan bokong Sungmin di pipi dan bahunya.
Membiarkan wanita itu mengerang ketika ia menggerakkan tangan dengan ringan dan memasukkan ibu jari ke dalam tubuh Sungmin selagi terus menggodanya dengan permainan lidah.
"Kyu!" Sungmin terengah ketika tubuhnya terguncang tersentak di luar kehendaknya.
Kyuhyun menggerakkan ibu jari dan lidahnya semakin cepat, semakin dalam. Memutar, menggali dan membelai. Kepala Sungmin terasa pusing ketika Kyuhyun memberinya ciuman panas di paha dalamnya, meninggalkan beberapa titik merah disana. Dan ketika ia mengira sudah tak sanggup lagi menahan, klimaksnya datang dengan begitu dahsyat hingga ia menjerit saat gelombang kenikmatan itu menyerangnya.
Tanpa membiarkan rasa nikmat itu surut, Kyuhyun kembali melanjutkan permainannya, merangsangnya hingga klimaks kedua. Dan saat Kyuhyun ingin melakukannya lagi, Sungmin menggeleng lemah dan letih, "Kyu, hentikan" rintihnya, tubuhnya mengejang akibat aksi Kyuhyun yang tak kenal ampun. "Aku tak sanggup lagi."
Kyuhyun terdiam, mendongak dan menjauhkan diri dari Sungmin yang terkulai lemas.
"Katakan padaku," bisik Kyuhyun sambil mengecup perut, dada dan leher Sungmin, "Apa kau pernah merasakan hal ini?"
"Tak pernah," bisiknya jujur,seumur hidupnya ia belum pernah merasakan kenikmatan sehebat itu. Perlakukan Kyuhyun yang menciumi seluruh tubuhnya pun tak luput membuat hatinya terasa hangat. "Aku belum pernah merasakannya sama sekali."
Dengan mata bergairah, Kyuhyun menatap Sungmin seolah ia masih ingin melahap wanita itu.
Sungmin tersentak melihat gundukan di bagian tengah tubuh Kyuhyun yang masih mengeras, wanita itu sadar pria ini benar-benar menjaga janjinya untuk sopan dan tak melakukan hal yang mereka —ia, hindari selama ini. Merasa kasihan Sungmin menjulurkan tangannya, menyentuh dan membelai kejantanan Kyuhyun yang terbungkus oleh celana jeans ketat, bermaksud memberikan pria itu kenikmatan yang sama —setidaknya mendekati.
"Tunggu!" Kyuhyun segera menangkap tangan Sungmin, menarik tangan itu dan memberikan kecupan manis. "Pemikiran yang baik, tapi sebaiknya tidak kau lakukan."
Sungmin mengerutkan dahinya, "Kenapa? aku tahu untuk pria rasanya sangat menyakitkan bila tidak.."
"Stt," Kyuhyun menggeleng, "Percuma untukku."
"Maksudmu?"
"Aku tak bisa klimaks."
Rahang Sungmin mengeras karena kata-kata Kyuhyun. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? dia bercandakan? bercanda—
"Ini adalah salah satu efek dari kutukan itu. Aku bisa memberikan sebanyak apapun kepuasan untuk wanita pemanggilku, tapi aku tak bisa mendapatkan klimaks walau melakukan sebanyak apapun."
Sungmin meringis.
"Tak masalah. Seiringnya waktu berlalu, keteganganku akan menurun."
Merasakan kepedihan pria itu, Sungmin mengulurkan tangan dan membelai pipi Kyuhyun. "Kalau memang begitu, lebih baik kau tak melakukannya."
"Aku melakukannya karena ingin."
Sungmin menarik tangannya dari pipi Kyuhyun dan memalingkan wajahnya, "Aku mengerti. Kau melakukannya karena kutukan itu mengikatmu untuk memuaskan pemanggilmu, kan."
Kyuhyun menarik dagu Sungmin dan memaksa wanita itu memandangnya. "Tidak. Aku tidak melakukannya karena kutukan ini. Aku melawannya, aku mencoba melawan kutukan itu dan tetap waras untuk tidak memasuki tubuhmu."
"Aku tak mengerti."
"Begitupun denganku," kata Kyuhyun, "Hhh, malam ini biarkan aku berbaring sambil memelukmu," bisiknya. "Please."
Sungmin mengangguk, menahan rasa sedih dari nada permintaan Kyuhyun yang sederhana namun menyimpan kepedihan. Kyuhyun yang malang, bagaimana mungkin takdir begitu kejam padanya?
Membiarkan tubuh keduanya tertutup oleh selimut, Kyuhyun mengambil remote control, meredupkan lampu hingga ke level paling rendah. Sungmin tak tahu apa yang harus ia katakan ketika Kyuhyun meringkuk di sebelahnya dan memeluknya erat-erat. Menyingkirkan helaian rambut dari wajahnya dan mencium ujung hidungnya sekilas. "Aku sangat menyukai aroma tubuhmu." ucap Kyuhyun, menyandarkan kepala Sungmin ke dadanya.
"Eum." gumam Sungmin singkat. "Apa kau merasa nyaman memakai jeans dalam keadaan begitu?" ujarnya sambil menggesekkan kaki telanjangnya ke kaki Kyuhyun.
"Kau tak perlu khawatir, dengan begini kupastikan sendok ku tak mendekati..."
"Jangan katakan!" sela Sungmin sambil tertawa. "Jangan tersinggung tapi kakakmu itu menjijikan karena bicara seperti itu. Lebih baik ia mengatakan terang-terangan daripada membuat istilah aneh begitu."
"Begitulah ia." ucapnya, menguap.
Sungmin tersenyum, mengambil remote control dari tangan Kyuhyun, "Selamat malam, Kyuhyun."
"Selamat malam Sungmin."
Dan Sungmin memadamkan lampu hingga kegelapan total menyelimuti kamar itu. Namun tubuh Kyuhyun yang mendadak kaku dan melepaskan pelukannya membuat Sungmin bingung, terutama tarikan napas Kyuhyun berubah menjadi pendek dan tajam.
"Kyuhyun?"
Kyuhyun tidak menjawab.
Khawatir, Sungmin kembali menyalakan lampu dan melihat Kyuhyun memeluk dirinya sendiri. Dahinya basah karena keringat, matanya liar dan panik ketika berjuang untuk bernapas.
"Kyuhyun?"
Pria itu memandang sekeliling kamar tidur seolah baru terbangun dari mimpi buruk yang menyeramkan. Sungmin memperhatikan sewaktu Kyuhyun mengangkat sebelah tangan dan menempelkannya ke dinding di atas kepala tempat tidur, seolah ingin menyakinkan dirinya sendiri bahwa ini nyata dan bukan halusinasi.
Menjilat bibir, Kyuhyun menggosok tangannya ke dada dan menelan ludah dengan susah payah.
Pada saat itulah Sungmin tahu.
Kegelapan.
Karena itukah selama ini Kyuhyun hanya meredupkan lampu saat mereka tidur?
"Maafkan aku yang tak sadar Kyu.."
Kyuhyun tak berkata apa-apa.
Sungmin menarik pria itu kepelukannya, terkejut karena seorang pria yang terlihat kuat seperti ini membalas pelukannya dengan erat seolah ia hanya anak kecil yang takut ditinggal sendiri.
Menggertakkan gigi, Sungmin merasakan air mata menggenang di matanya. Dan saat itu ia tahu tak akan membiarkan Kyuhyun kembali ke dalam buku lagi. Tak akan pernah. Dan bila kutukan itu berhasil dikalahkan, ia berharap Kyuhyun bisa membalas dendam kepada orang-orang yang menyakitinya dengan takdir menyakitkan ini.
oOo
N.A
Bab 8 akhirnya selesai.
Rekomendasi Give it to me - Sistar untuk chapter ini *lol
Enjoy All walau banyak typo dan bahasa yang menjelimet.
Seperti Disclaimer di atas, cerita ini merupakan hak cipta dari SHERRILYN KENYON salah satu penulis terbaik di New York Times yang selalu membuatku tertarik dengan karya-karyanya. Karena ketertarikan itulah muncul keinginan menggugahnya menjadi sebuah fanfiction K-pop.
