Perlahan kepalanya terkulai, tangannya jatuh ke tempat tidur, masih memegang kertas soft pink itu. Perlahan, doa teduh itu terulang. Jauh di relung terdalam.
Tuhanku...
Bicaralah padaku...
.
.
Pair : KyuMin
Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast
Rate : T
Genre : Comedy, Romance
Length : Chaptered
Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).
Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.
Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.
DLDR
enJOY
.
.
Saking cemasnya, keesokan harinya Sungmin berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Setelah menaruh tas di kursi, buru-buru dia berlari ke depan. Berdiri di pintu gerbang. Menunggu dengan tidak sabar. Dia ingin tahu ke mana saja kedua namja itu kemarin. Dan yang paling membuatnya stres semalaman, apa yang mereka lakukan?
Jam tujuh kurang lima menit, Donghae menampakkan diri. Keluar dari mobil dengan muka bonyok! Sungmin nyaris saja menjerit. Langsung dia berlari menghampiri namja itu.
"Donghae-ya!"
"Hai, Sayaaaang." Donghae nyengir lebar.
"Wajahmu...?"
"Oh! Kemarin aku habis ekshibisi boxing berdua Kyuhyun."
"Jadi ini dipukul Kyuhyun?" Sungmin terperangah.
"Ya iyalah. Masa kupukul sendiri?" jawab Donghae santai.
"Waeeeee?" Sungmin hampir menjerit lagi.
"Tidak apa-apa. Sudahlah, tidak usah dipikirkan." Donghae mengusap lembut kepala namja mungil di sebelahnya.
"Tidak apa-apa bagaimana! Wajahmu babak belur seperti itu!"
"Tadinya aku dan Kyuhyun malah mau saling tebas leher, Min!"
"HAAAAH!?" Sungmin ternganga.
Hari itu Kyuhyun tidak masuk. Dan keterangan Donghae membuat Sungmin semakin kalut.
"Kyuhyun tidak masuk, Hae! Kau apakan dia?"
"Kemarin sih hanya ku pukul saja. Tidak tahu deh kalau sampai rumah anak itu mati!" santai sekali jawabannya.
Aigoo! Donghae ini!
"Hae-ya! Aku serius!" bentak Sungmin. Benar-benar ingin menangis.
"Yeeee, aku juga serius! Memangnya babak belur ini bohong-bohongan?" Donghae menunjuk wajahnya.
"Kaja, Min, sudah mau bel. Kau masuklah ke kelas!"
Sungmin lebih tercengang lagi saat dia menemui Donghae di saat istirahat. Namja itu melepas baju seragamnya dan menggantinya dengan kaos karena setelah istirahat kelasnya jam olahraga. Seluruh tubuhnya penuh luka memar! Biru-biru di hampir semua tempat.
"Omo! Hae... kau dengan Kyuhyun baku hantamnya memakai apa?"
"Ya pakai tanganlah. Kalau pakai kayu namanya gebuk-gebukan, Min."
"Masa sampai biru-biru sekali seperti ini? Bahkan di semua tempat!"
"Ne, soalnya kita mukulnya dengan sepenuh perasaan," jawab Donghae ringan sekali.
"Donghaeeeee," jerit Sungmin tertahan. Ingin rasanya dia menjerit dengan kencang, tapi takut semua murid datang. "Kau benar-benar gila! Sebenarnya ini ada apa!?"
Donghae menarik nafas panjang-panjang.
"Mian, Min. Lebih baik kau tunggu Kyuhyun masuk saja. Lebih baik kau mendengar penjelasan darinya."
"Kau tidak mau cerita?"
"Bukan tidak mau. Kau sudah terlalu jauh melibatkan diri. Kau sudah terlalu banyak berkorban untuk Kyuhyun."
"Maksudmu?" Sepasang mata Sungmin seketika menyipit.
Donghae terdiam. Lambat-lambat dia menjawab pertanyaan itu.
"Aku tahu antara kau dan Kyuhyun... sebenarnya tidak ada apa-apa!"
Sungmin terhenyak. Terperangah hebat.
"Dia... dia cerita?" tanyanya tergagap.
"Heh! Kalau sudah ku buat biru-biru dia masih juga tidak mau bicara, benar-benar ku tebas lehernya!"
Ya Tuhan! Sungmi tertunduk lunglai. Akhirnya Kyuhyun membuka rahasia mereka.
"Wae?" tanyanya serak.
Donghae menghela nafas.
"Karena aku tidak bodoh seperti orang-orang!"
"Jadi aku bebas sekarang?"
"Kalau itu lebih baik kau tanya Kyuhyun saja. Salah kalau kau bertanya padaku."
Ne. Hanya Kyuhyun yang bisa menjawab apakah semuanya sudah berakhir.
"Sudah bel, Min." Donghae menepuk pelan lengan namja manis yang terpekur di sebelahnya. "Kaja, ku antar ke kelas."
.
.
Kyuhyun baru masuk dua hari kemudian. Sungmin sempat terperangah begitu melihatnya. Gila! Benar-benar babak belur! Lebih parah dari luka-luka Donghae. Tapi buru-buru dia menelan kekagetannya, karena Kyuhyun sudah tidak berhak lagi mendapatkan perhatiannya.
"Kau sepertinya tidak cemas, Ming?" Kyuhyun menatap namja mungil yang duduk santai di bangkunya itu. "Apa karena aku bukan Donghae?"
Sungmin jelas kaget ditanya seperti itu.
"Kau mau tambah biru-biru?"
Kyuhyun tertawa pelan. "Wae? Kau sudah tidak peduli lagi padaku?"
"Ani! Kita sudah selesai, kan? Kau sudah cerita semuanya ke Donghae!"
Kyuhyun langsung beku di tempat.
.
.
Meskipun Sungmin sangat marah dan kecewa karena Kyuhyun membuka rahasia mereka, tak urung dia kaget juga melihat luka-luka Kyuhyun. Makanya begitu bel istirahat, dia langsung kabur ke kelas Donghae.
"Halo, Sayang!" Donghae menyambutnya mesra. "Menjengukku lagi? Bawa makanan tidak?"
"Bawa makanan!?" Sungmin melotot. "Kau... kenapa kau pukuli Kyuhyun sampai sangat parah seperti itu? Kau sangat tidak punya perasaan!" serunya tinggi.
"Jadi kau tidak terima?" Tiba-tiba wajah Donghae berubah dingin, tatapannya tajam ke arah Sungmin. "Jadi kau datang ke sini mau protes karena aku sudah memukuli anak itu!?"
Sungmin tertegun.
"Eng... tidak! Tidak kok!" jawabnya buru-buru. "Kalau kau suka, pukuli lagi saja!"
Donghae jadi ketawa.
"Lalu kau mau apa ke sini?"
"Eh..." Sungmin tersentak dan buru-buru mengelak. "Siapa yang bilang aku sengaja ke sini? Aku hanya lewat kok!" Buru-buru dia bangun, siap-siap kabur. Tidak disangkanya, Donghae ternyata bisa sadis juga. Sungmin tidak ingin mencari masalah. Kalau Kyuhyun saja bisa dibuat sampai mengenaskan seperti itu... wah... dia bisa jadi daging cincang kalau nekat!
Tapi Donghae lebih cepat bergerak. Ditangkapnya pergelangan tangan Sungmin dan di tariknya namja manis itu sampai jatuh terduduk lagi di sebelahnya.
"Temani aku makan, bagaimana?"
"Aku sedang tidak ingin makan."
"Oh... kau tidak harus makan, Minnie-ah. Cukup duduk di sebelahku."
"Percaya diri sekali kau bicara seperti itu? Memangnya aku siapamu?"
"Sekarang memang belum. Tapi nanti...," Donghae memberikan senyumannya yang paling manis, "kau akan menjadi apa-apaku!"
.
.
Peristiwa Kyuhyun dan Donghae yang adu otot sampai babak belur dengan cepat menyebar. Seisi sekolah menjadi gempar. Semuanya tidak percaya, hanya demi seorang Sungmin, dua namja itu bisa sampai seperti itu.
Sungmin, yang jadi terkenal sejak jadian dengan Kyuhyun, jadi semaki terkenal lagi. Ke mana pun dia pergi, semua mata menatapnya lekat-lekat, tajam-tajam, lurus-lurus. Meneliti dengan sangat seksama. Apanya dia yang sudah membuat Kyuhyun-Donghae sampai rela baku hantam? Semuanya tidak habis pikir, soalnya Sungmin itu sebelumnya tidak pernah memiliki catatan menjadi rebutan namja. Yeoja saja tidak pernah.
Apalagi Song Hye Gyo. Dia lebih tidak habis pikir lagi. Dua tahun lebih dia menjadi 'bunganya' SMA Sapphire Blue. Meskipun banyak sekali namja yang menyukainya, belum pernah ada namja yang sampai mau berjibaku demi mendapatkannya. Rata-rata kalau sudah dia tolak, namja-namja itu lalu pergi dengan pasrah.
Makanya Song Hye Gyo heran. Apa sekarang namja-namja sudah ganti selera? Mungkin yang sekarang sedang ngetren tipe-tipe yang seperti Sungmin. Kecil, putih, rambut hitam legam lurus, berbibir tipis dengan bentuk M yang unik dan berwarna pink alami, dan memiliki gigi kelinci.
Memang sih, memiliki kekasih yang berbadan kecil itu banyak untungnya. Pertama, makannya tidak banyak, jadi tidak menguras kantong (Bang Umin makannya banyak kok, ups...). Kedua, mudah menjaganya. Dan ketiga, kalau berani macam-macam, tinggal dipelototin saja. Pasti dia langsung meringkel, tidak akan berani melawan karena badannya imut.
Begitu juga SeoHyun dan Jessica, dua yeoja papan atas SMA Sapphire Blue, yang kekayaan Appa-nya membuat penampilan mereka –di luar baju seragam pastinya- terlihat sekali kalau mereka berasal dari keluarga chaebol. Jelas mereka juga tidak mengerti. Sungmin itu miskin. Tidak punya apa-apa. Jadi berpacaran dengannya, ditilik dari segi ekonomi, jelas tidak akan mendatangkan keuntungan apa-apa. Rugi malah!
Begitu juga para murid namja, apalagi yang juga sama 'menyimpangnya'. Setiap Sungmin lewat. Mereka menatap namja manis itu sampai nyureng. Meneliti dengan seksama. Tidak meneliti macam-macam sih. Mereka hanya ingin tahu, siapa dan bagaimana si mungil itu, kok sampai bisa membuat dua anak baru itu baku hantam untuk bisa mendapatkannya. Sebagai orang lama, maksudnya orang yang sudah sekolah di situ sejak kelas satu, jelas saja mereka merasa kecolongan.
Ada yang berubah drastis sejak peristiwa baku hantam itu. Setiap kali ada kesempatan, Donghae selalu terbang ke hadapan Sungmin. Ajakan-ajakannya mulai beragam, tidak lagi hanya melihat pameran lukisan atau mencari buku. Seakan Kyuhyun tak kasat mata, dengan entengnya Donghae mengajak Sungmin ke sana kemari. "Ayo kita nonton, Minnie-ah!", atau "Minnie, nanti malam aku ke rumahmu ne?", atau "Min, kau mau ke Lotte World?", atau "Minnie, kau mau ikut aku ke Busan tidak? Minggu besok.", dan sejuta ajakan lain.
Yang membuat Sungmin tidak mengerti, Kyuhyun sepertinya juga tidak peduli meskipun Donghae memanggil Sungmin dengan sederet sebutan yang benar-benar membuat merah telinga. Sebutan itu dulu juga sering dilontarkan Donghae. Tapi dengan kondisi sekarang, sebutan itu sudah pasti tidak bisa lagi dianggap hanya panggilan tanpa arti.
"Sayang". Itu sudah sangat biasa. Sekarang malah sudah jarang terdengar. Sweetheart, sweetie, honey, darling, my lovely boy, my most beautiful flower, dan banyak lagi yang lainnya!
Dan karena Donghae itu tipe namja yang sangat tidak peduli dengan telinga, mata, dan mulut orang, jelas saja dia memanggil Sungmin dengan segudang sebutan indah itu di mana saja dan kapan saja mereka bertemu. Dan lagi-lagi, sebutan-sebutan itu juga akan tetap dilontarkannya meskipun dia tahu Kyuhyun ada di sebelahnya. Jadi jelas tidak mungkin Kyuhyun tidak dengar!
Dan Kyuhyun –ini yang menyebabkan Sungmin lebih tidak mengerti lagi- hanya diam. Hanya mengawasi Donghae dan semua kelakuannya tanpa bicara apa-apa. Juga tanpa reaksi apa-apa.
Dan mudah-mudahan ini hanya perasaan Sungmin, perlahan dan samar Kyuhyun seperti berusaha memberitahu semua orang apa yang selama ini sebenarnya terjadi di antara mereka...
Hanya sandiwara!
Dan itu membuat seisi sekolah semakin tercengang-cengang. Semua bingung. Soalnya baru kali ini mereka menyaksikan cinta segi tiga yang terang-terangan seperti itu.
.
.
Ada yang luput dari mata Donghae dan Kyuhyun. Lepas dari kekaguman yang selalu dibicarakan, lepas dari nama beken yang terciptakan, sebenarnya Sungmin sakit hati! Banar-benar sakit hati!
Namja mungil itu merasa dicampakkan begitu saja. Padahal dia telah melindungi Kyuhyun sampai hampir di luar batas kemampuannya. Dia kesampingkan kepentingannya sendiri. Dia sangkal semua kata hati. Dia telan semuanya. Kemarahan, kejengkelan, sakit hati, kesedihan, kekecewaan. Semuanya. Hanya untuk namja satu itu!
Balasannya!? Kyuhyun membuka semuanya ke Donghae begitu saja.
Yang membuat Sungmin semakin sakit hati, kenapa Kyuhyun membiarkan Donghae datang dan pergi semaunya!
Kyuhyun itu ternyata benar-benar... brengsek!
Ini memang hanya sandiwara. Semua hanya sandiwara. Tapi meskipun sepert itu, apa lalu dikira dia tidak dengan hati waktu menjalani!?
Donghae juga. Apa maksudnya, coba? Mengajak ke sana kemari, memanggil sweetheart, darling, dan semacamnya. Tidak peduli banyak orang! Dipikir dia bisa gampang begitu?
Benar-benar kurang ajar dua namja itu!
Apa sebaiknya dia pukuli saja mereka berdua sekarang ya? Mumpung tubuh mereka masih pada biru-biru. Dengan begitu kan dia tidak perlu keluar tenaga banyak-banyak. Menunggu mereka sembuh dulu lalu baru dihajar itu sih sama saja dengan cari masalah.
Sialan! Benar-benar kurang ajar!
Apalagi Seunghyun tidak jelas kapan masuknya, karena kakinya masih dalam proses penyembuhan. Semakin kesal Sungmin sebangku dengan Kyuhyun. Sungmin membanting bolpoin di tangannya ke lantai. Tragis sekali sih akhir pengorbanannya!?
Tapi lalu dia tertawa sendiri. Memungut bolpoin yang nyaris hancur itu. Namanya juga pengorbanan, pasti tidak ada keuntungannya. Karena kalau ada untungnya, kalau dia mengharapkan sesuatu dari pengorbanannya, itu namanya bukan pengorbanan.
Sungmin semakin tertawa.
Jadi, pengorbanan adalah sesuatu yang dilakukan tanpa pamrih. Itu definisi yang paling tepat sepertinya!
"Kenapa tertawa sendiri?"
Sungmin tersentak. Kyuhyun ternyata sudah ada di sebelahnya. Menatapnya dengan kening terlipat. Heran. Sungmin langsung waswas. Wah, Kyuhyun tahu tidak ya, kalau aku ketawa-ketawa sendiri sejak tadi.
"Tidak kenapa-kenapa."
Kyuhyun duduk tanpa bertanya lagi, lalu langsung sibuk menyiapkan buku-bukunya. Sungmin mengamatinya diam-diam. Tiba-tiba dia tersenyum tanpa makna.
Pengorbanan yang baik adalah... pengorbanan yang total sekalian!
"Kyu."
"Hem?"
"Kau tahu HyunA tidak?"
"Ani."
"Mau ku beri tahu?"
"Wae?"
"HyunA itu anak kelas 1-18. Aku pernah tidak sengaja mendengar, kalau dia itu benar-benar suka padamu. Coba kau dekati dia! Namamu dengan namanya cocok lho. Namamu belakangnya Hyun, nama depan dia juga Hyun, jadi kalau digabungkan jadi KyuHyunA. Pas!"
Kyuhyun tersentak, serta merta menoleh. Dia menatap Sungmin tajam.
"Maksudmu apa bicara seperti itu!?"
"Eopseo." Sungmin tersenyum santai. "Mau memberi advis saja, itupun kalau orientasimu masih tetap sama seperti dulu." Dia lalu berdiri dan berjalan keluar.
"Mau ke mana, Ming?"
"Cari korban!"
Kyuhyun tersentak lagi. Dia tinggalkan kesibukannya seketika, bangkit berdiri, dan buru-buru mengejar Sungmin.
"Minnie-ah! Chankamman!"
Sungmin tidak peduli. Tunggu! Tunggu! Enak saja nyuruh-nyuruh orang!
"Lee Sungmin!" Kyuhyun meraih tangannya dan memaksanya berhenti. "Kau kenapa sih?"
"Memangnya kau kira aku kenapa!?" jawab Sungmin sengit. Kyuhyun terperangah dan seketika sadar ada yang harus dibicarakan.
"Ikut aku!" Tanpa bertanya Sungmin mau atau tidak Kyuhyun menarik namja mungil itu dengan paksa ke sekretariat basket. Kebetulan di tempat itu hanya ada Yesung. "Yesung-ah, please... hanya sebentar."
"Benar sebentar ya?" kata Yesung sambil berjalan keluar. "Aku sedang disuruh Hangeng membuat proposal."
Begitu Yesung keluar, pintu langsung ditutup dan dikunci.
"Ada apa?" tanya Kyuhyun.
"Kau tidak salah tanya!?" Sungmin memasang wajah cemberut.
Kyuhyun menghela nafas. Sesaat kemudian suaranya melembut, "Ming, kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya."
Sungmin menatapnya. Lurus dan tajam.
"Kau cerita apa ke dia?"
"Dia siapa?"
"Donghae!" sentak Sungmin kesal. Kyuhyun langsung kelihatan serba salah.
"Kau kan sudah tahu," jawabnya pelan.
"Bukan itu! Lainnya!"
"Lainnya?" Kyuhyun mengangkat alis. "Tidak... ada." Sambungnya ragu. Sungmin mendesis kesal. Kemudian dia berseru dengan nada tinggi dan penuh emosi.
"Kau beri tahu ke dia kalau aku hanya tameng! Dan pasti kau juga bilang padanya, kalau dia mau... dia bisa menjadikanku sebagai kekasihnya!"
"Sungmin!?" Kyuhyun terperangah. "Kau kira aku tega bicara seperti itu!?"
"Mungkin tidak persis begitu kalimatnya! Tapi yang jelas, itu yang dia tangkap! Buktinya dia santai dan enjoy saja setiap hari mencariku di kelas. Mengajak ini-itu, ke sana kemari. Memanggilku manis-lah, darling-lah, segala macam! Dan dia tidak peduli sama sekali meskipun ada kau di sebelahku!"
"Tapi kau dulu selalu jalan dengannya, kan?"
Seketika Sungmin tergagap. Kalimat itu menusuknya telak. Sungmin menunduk. Dulu dia bersedia jalan dengan Donghae karena dia lelah jadi tameng. Karena Kyuhyun yang di depan yeoja-yeoja lain berbeda sekali dengan Kyuhyun yang ada di depannya begitu mereka hanya berdua. Siapa yang tidak depresi, coba?
Sungmin menarik nafas diam-diam. Mengeluh putus asa. Kemudian masih dengan menunduk, dia berbicara dengan pelan. Lebih mirip penyesalan.
"Aku memang hanya menolongmu, Kyu. Tapi bukan begini caranya. Bukan begini akhirnya. Kau, juga Donghae, membuat seolah-olah aku tidak pernah terlibat. Seolah-olah aku tidak tahu apa-apa. Kau tidak mau bercerita apapun. Begitu juga Donghae... Tapi gwaenchana. Mulai sekarang aku tidak akan bertanya apa-apa lagi!"
Sungmin mendongak.
Kyuhyun tertegun melihat sepasang mata itu. Menatapnya sayu. Mata itu terluka, begitu jelas. Dan tampak kabur di balik lapisan bening yang berkaca.
Sungmin menangis!
.
.
TBC
Kekeke pendek ya? Saya terima protes kok, karena ini memang sangat pendek sekali. Yah... porsinya untuk chap ini emang segitu, tenang saja, chap depan bakalan panjang lagi kok, dan... kalo sesuai perkiraan 2 chap lagi bakal the end, hwehe. Saya nyesek pas nulis kalimatnya Ming yang terkahir itu, hiks TT. Dan saya kangeeen sekali dengan KyuMin, ah... Ming ke mana sih... kalo udah semedi pasti lama bangeeeet kaya' gini TT_TT. Untung aja sedikit terhibur sama ' ' teaser dan '[fancam] 120818 SMTown Live in Seoul - Super Junior backstage (HD)', meskipun tuh fancam udah lama sih, tapi saya baru tahu kemaren dari FP, dan itu Kyu manisssss bangeeeet, keke. Dan untuk mbak 'Guest', hanya perkataan seperti itu tidak akan membuat mood saya down kok mbaknya, gomawo ne. Semoga suka ^_^.
Ah... iya, yang sudah apresiasi dalam bentuk apapun di ff OS saya cegukan! Jeongmal Gamsahabnida... ^_^
ChoLau137 : Hu'um, tapi lebih kasihan lagi Ming yang mutlak jadi korban di sini TT. Ini lanjutannya ^^.
Guest : 'Bahasanya agak gk karuan authornim,pengaturan kalimatnya juga pusing nih ff tamatnya,pngen nih ff cpet" tamat'. Wah... benarkah? Apa bahasa dan pengaturan kalimatnya harus seperti komentar chingu itu? ^^.berarti guru Bahasa Indonesia kita berbeda chingu. Dan tenang saja, 2 chap lagi tamat kok ^^. Saya tidak memaksa siapapun untuk membaca ff ini kok, sudah jelas ada tulisan DLDR di atas. Dan kalau chingu pusing, cepet berobat ya, semoga cepat sembuh ^^. Ah ya... chingu menulis review seperti itu hanya kepada saya kan? Tidak kepada penulis yang laennya? Cukup saya saja chingu, kasihan kalau mood penulis2 yang laen jadi berubah gara-gara baca 'komentar' chingu itu ^^. Sayang sekali chingu ndak log in atau pake' nama akun, gomawo ne reviewnya ^^. KyuMin JJANG! HWAITING!
Cho Adah Joyers : Iya, sama-sama ndak ada yang mau ngalah ^^.
Ria : Ming nyerah, dan lebih memilih menunggu mereka di sekolah ^^. Iya, Kapan sih Kyu ndak kecantol sama Ming. Ini lanjutannya ^^.
endah. kyumin137 : Ndak tegang kok, cuma masalahnya belum lurus. Oke saeng, ini next-nya, mian pendek #hugbalik ^^.
chella-KMS : Awalnya sih hanya untuk balas dendam, tapi sepertinya Hae jadi suka beneran deh sama Kyu. Dan untuk perasaan Kyu ke HyunMin, dia sudah tidak punya perasaan apa-apa, dia hanya merasa sangat bersalah saja posisinya di sini ^^.
LiveLoveKyumin : Demi sepupu tersayangnya chingu . Udah di rumah, kan tadi Hae bilang bakal menghubungi ambulance buat njemput Kyu. Ini next-nya ^^.
HyunkiLee : Gwaenchana ^^. Iya, tapi tetap Ming yang posisinya sangat berat di sini #hugMing. Ini lanjutannya ^^.
Okalee : KyuMin always together forever ^^. Anggap saja orang ketiga itu bumbunya, biar mereka semakin mesra . Ini lanjutannya ^^.
lee sunri hyun : Sebelumnya chingu, kan ada tulisan 'Kyuhyun mengingat kejadian beberapa hari lalu' ^^.
HKY : Hahaha, Hae kan emang udah tertarik beneran sama Ming saeng ^^.
asdfghjkl : Kekekeke gomawo... novelnya emang bagus kok, makanya meskipun diremake jatuhnya jadi bagus juga ^^. Doakan saja, dan sudah pasti KyuMin akan jadi pemeran utamanya. KyuMin JJANG!. Gomawo juga untuk reviewnya ^^.
stawberry rae : 5 hari? Cukup kilat kan ^^.
5351 : Hehe, kan Hae manggilin ambulance buat Kyu, jadinya itu udah di gotong sampai rumah ^^. Ini lanjutannya :-D
sissy : Kekeke, Bang Upil Hwaiting! ^^.
Shyuuu : Mwehehe, jangan dong... kan kasihannn #pukpukHae. Yah... awalnya sih Cuma buat balas dendam chingu, tapi pada akhirnya... tertarik juga tuh bang ikan ^^. Kekeke kan lumayan bisa deket2 Kyu di mobil . Tenang saja chingu, karena ini remake, ndak bakalan mungkin saya anggurin, kan udah ada ceritanya ^^.
pumpkinsparkyumin : Mereka bertemu di sekolah tuh ^^. Eh... ini chingu reviewnya chap 13 dulu baru chap 12 ya, kekeke, lucu :-D. Gomawo, ne ^^.
abilhikmah : Hiks #ikutmewek TT.
sary nayolla : Iya T_T. Amiiiiiiiin ^^. Ini lanjutannya .
tesia jung : Iya nih bang ikan #cubitHae. Sabaaar #pukpukKyu.
gyumin4ever : Iya doanya emang keren banget. Bukan putus sih, Kyu ndak rela kalau sampai harus putus, tapi... mereka jadi renggang, Kyu yang merasa bersalah dan Ming yang merasa kecewa .
AngelKM137 : Ah... gomawo... novelnya emang benar-benar keren, dan perasaan saya pas baca juga campur aduk ^^.
Pipinkyuu : Ada saatnya chingu, dan itu hanya karena Ming ^^.
airi. tokieda : Kekeke sabar chingu, kan masih konflik #kabuuuur ^^.
Zahra amelia : Kekeke, saya sebenarnya suka nulis sih sejak dulu, tapi ndak terlalu memperhatikan susunan, EYD, tanda baca, dll. Lalu awal saya suka SJ saya mulai kenal ff, dan saya mulai nulis ff, straight, dengan cast cewek nama korea saya sendiri, keke. Lalu saya jatuh cinta sama KyuMin, nemu ff2 mereka, nemu ffn, dan mulai baca2, lalu saya coba membuat pas ffn mulai sepi sama ff KyuMin, eh... saya menikmatinya, sampe'2 sekarang jadi lupa gimana caranya bikin ff straight lagi, keke. #ikutcurcol ^^. Iya... pada intinya mereka ber-tiga sama-sama mengenaskan, tapi Ming yang paling mengenaskan di sini, dia terluka batinnya, jadi korban tapi ndak tahu apa-apa #pukpukMing. Ah... itu, hehe iya, saya terlalu malas untuk log in, jadi saya pake' nama depan saja ^^. Ini lanjutannya, pendek sekali sih, tapi semoga suka ^^.
Prince Changsa : Eng... kalau dari chap-cap depan sih suka chingu, hehe ^^.
dming : Iya T_T. Tapi mau gimana lagi, Hae telalu kehilangan sepupu tersayangnya . Kekeke, ini next-nya, 5 hari lho... meskipun pendek, keke. Fighting!^^.
LauraRose14 : Kekeke, tuntutan skenario eon ^^. Iya, doanya memang sangat indah. Wah... itu masih jadi rahasia perusahaan, eon, hwehe. Ini lanjutannya... nado gomawo... Fighting! Emmmuach #kecupLauraeonni :-*.
devilojoshi : Hehehe, parah ya chap kemarin, tenang saja, pertempuran itu sudah berakhir kok, tinggal penentuan yang berada pada tangan Ming. Neh novel emang kaya' gado-gado, semua feel di campur jadi satu. Humor kok, baca part-nya Ming deh kemaren pasti ketawa gemes, keke ^^. Ini lanjutannya ^^.
riesty137 : Iya, Kyu emang mengenaskan . Ming pengen bantu Kyu saeng, tapi dia terlanjur sakit hati sama KyuHae, trus gimana?. Tapi tenang saja saeng, KyuMin itu memang sudah ditakdirkan untuk bersama, tunggu saja di chap selanjutny, ne. Ini lanjutannya ^^
ammyikmubmik : Iya, padahal kan ini genrenya comedyromance -_-. Perasaan Kyu sekarang ke HyunMin lebih ke perasaan bersalah yang sangat dalam kok, bukan perasaan apa-apa lagi, dan meskipun tidak dijelaskan, sudah sangat jelas kalau Kyu 'berubah' itu karena Sungmin, keke ^^.
Queenshi137 : Wuihhh #jauhinHae #sodorinYuki ^^. Eng... kalo sedikit sih ada sih saeng, keke. KyuMin moment-nya... lagi di pinjem sama ff2 yang laennya, mwehe. Haha, tetap bertahan di T saeng, eon ndak bisa bikin rate M, gemeter, kekeke. Oke... ini lanjutannya, Semangat! Nado saranghae #kecup :-*
chominhyun : Iya TT. Oke saeng ^^.
may. moon. 581 : Ah... annyeong... salam kenal juga ^^. Ndak chingu, mereka bertemu di sekolah. Dan Kyu yang tiba-tiba berada di kamar, itu karena Hae manggilin ambulance buat Kyu, jadinya itu kejadian sesudah Kyu diangkut sama ambulance ^^. Ini next chap-nya, Fighting!^^.
cintakyumin137 : Kekeke Kyu emang kaya' siput di sini, terbayang-bayang masa lalunya sih, jadi tidak berani bertindak apa-apa sekalipun Hae gamblang banget seperti itu . Kekeke 2 chap lagi saeng, jari eon kriting ntar kalo chap ini tamat, halamannya masih banyak^^. Ini lanjutannya ^^.
Guest : Iya, saya juga nangis TT_TT.
fenigista99 : Hah... sayang sekali harapannya ndak terwujud, KyuMin jadi renggang, gara-gara Ming merasa sakit hati sama KyuHae . Chap kemaren pendek? Padahal 4k lho, apalagi kalo chingu baca chap ini, ini hanya 2k, pasti berasanya Cuma baca 1 halaman, keke. Ini chap lanjutannya chingu, meskipun pendek semoga suka deh #rebuteongmin ^^.
ShinJiWoo920202 : Kekeke saya suka bahasanya 'secercah cahaya', aseeek, hanya dari Ming Kyu bisa dapet yang seperti itu ^^. Ini lanjutannya, pendek sekali, tapi semoga suka ^^.
danactebh : Ah... gwaenchana... chingu review aja saya sudah senang sekali kok, gomawo ne, ini lanjutannya ^^.
Cywelf : Oke, ini lanjutannya ^^.
Big Thank's to:
ChoLau137, Guest, Cho Adah Joyers, Ria, endah. kyumin137, chella-KMS, HyunkiLee, LiveLoveKyumin, Okalee, lee sunri hyun, HKY, asdfghjkl, stawberry rae , 5351, sissy, Shyuuu, Pumpkinsparkyumin, sary nayolla, abilhikmah, gyumin4ever, AngelKM137, Pipinkyuu, airi. tokieda, Zahra amelia, Prince Changsa , dming, devilojoshi, LauraRose14, riesty137, ammyikmubmik, Queenshi137, chominhyun, may. moon. 581, cintakyumin137, Guest, fenigista99, ShinJiWoo920202, danactebh, Cywelf
Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^
#bow
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.
