The Legacy
Author : Akira Elgan
Declaimed : Anime yang bersangkutan bukan punya saya
Pair : Naruto x Erza, Kirito x Asuna
Rate : M
Genre : Adventure, Friendship, Family, Fantasy and Romance (Maybe)
Warning : Newbi, KenjutsuNaru, OC, OOC, AliveMinaKushi and EYD Dll
.
.
.
.
Chapter 14
Slash!
Hampir semua yang menyaksikan Menma menghilang sebelum mengenai Naruto hanya menahan nafas mereka dengan mata melebar selebar lebarnya, sekarang di tengah hanya ada Naruto yang berdiri dengan dua katana berada di genggaman erat tangannya.
Clak!
"Sudahku duga..."
Duar!
"...Chakra Kyubi terlalu murni dan kuat" ucap Naruto setelah sebelumnya mendengar hanya tetesan air yang jatuh ke lantai arena dan di ikuti oleh ledakan besar dengan banyak air yang menyebar kesegala arah membasahi arena.
Di sisi lain terlihat Menma yang sedang berlutut dengan tangan kanan menyentuh lantai arena untuk menahan tubuh lemasnya dan tangan kanan yang ia gunakan untuk memegangi dadanya yang terasa sesak bahkan seperti terbakar oleh sesuatu di dalam tubuhnya.
Naruto berbalik dan berjalan kearah Menma dengan darah di wajahnya yang perlahan hilang terbawa oleh tetesan air yang mambasahi wajah dan sekujur tubuhnya. Melihat sedikit kebelakang Menma bisa melihat Naruto yang berjalan dengan perlahan kearahnya.
Berusaha berdiri dengan perlahan dan tertatih lalu memutar tubuhnya menatap Naruto yang masih berjalan kearahnya dengan wajah datar yang di penuhi lecet dan lebam, pelahan Chakra Kyubi menyelubungi setiap inci tubuh Menma dan memulihkannya secara perlahan dengan regenerasi yang lumayan cepat.
Buagh!
Menma harus membungkuk kembali setelah perutnya menerima sebuah pukulan dari gagang Masamune yang Naruto genggam tapi tidak mau tersungkur lagi Menma langsung meraih kerah baju Naruto dan menggenggamnya dengan erat.
Buagh! Buagh! Buagh!
Secara terus menerus Naruto memukul Menma agar melepaskan genggamannya pada baju yang ia kenakan tetapi Menma dengan pantang menyerah tetap mencengkram erat kerah baju Naruto dan saat Naruto akan memukul wajahnya tangan Menma terlebih dahulu menahannya.
"Aku tau semua derita yang kau alami, maaf kami baru menyadarinya tapi..." ucap Menma lirih dengan kepala yang masih ia tundukan dan perlahan ia dongakan untuk menatap Naruto dengan mata Kyubi-nya.
"Kami akan menebus semuanya jika kau kembali kerumah, aku sudah lelah melihat Kaa-chan menangis di kamarnya atau di ruang tamu saat melam hari jadi... AKU AKAN MEMBUATMU PULANG"
BUAGH! WUSH! BOOM!
Tanpa halangan apapun Naruto langsung terlempar oleh pukulan tangan berlapis Chakra Kyubi yang Menma arahkan padanya, dia berhenti saat menabrak tembok arena dengan kuat dan menghasilkan ledakan sangat keras.
Wush!
Menma langsung melesat menembus debu yang menyelubungi Naruto setelah menabrak tembok akibat ulahnya alhasil penonton tidak bisa menyaksikan lagi beberapa saat karna terhalang debu.
Duar!
Kembali reaksi kaget di tampilkan karna mendengar suara ledakan besar tepat berada di arah tempat Menma melesat menyusul Naruto, tidak lama kumpulan asap telah hilang dan terlihat Menma yang tangan kanannya tertancap di tembok arena tampa Naruto di sana.
"KEMARILAH NARUTO... JANGAN JADI PENGECUT" teriak Menma murka karna Naruto yang bisa menghindari pukulan kuat miliknya akibatnya tangan kanan Menma harus tertanam di tembok arena dan cukup sulit untuk di keluarkan.
Clak! Byur!
Menma harus di buat kelabakan setelah riak air yang lumayan besar muncul di bawah kakinya dan membuat dirinya tercebur meskipun dia mencoba untuk berenang tapi tetap tidak bisa seolah tubuhnya di bebani oleh sesuatu yang sangat berat.
Wush! Jleb!
Pedang besar langsung melesat kearah Menma membelah air yang menjadi jalur lesatannya dan berakhir manancap tepat di bahu kanan Menma tapi bukan hanya satu, ada beberapa pedang berukuran bermacam macam yang melesat kearah Menma.
Menma di buat tidak berdaya di dalam air milik Naruto dengan tubuh yang sudah di penuhi pedang pedang milik Naruto membuat air yang menengeglamkannya menjadi berwarna merah karna tercampur darah yang keluar dari tubuh Menma.
"Kau lemah"
'Aku tau itu'
"Gunakan kekuatanku untuk mengalahkan si brengsek itu, aku tidak mau punya 'wadah' yang lemah"
'Untuk sekarang tidak masalah'
Mata Menma terpejam sambil berkomunikasi dengan mahluk yang berada di dalam tubuhnya. Kyubi adalah Biju yang tersegel di tubuh Menma, Biju terkuat dari kedelapan Biju lainnya dan juga memiliki Chakra kebencian yang paling murni dari semua Biju yang lain.
Perlahan mata Menma terbuka menampilkan mata seperti sebelumnya, mata merah dengan pupil vertikal dan ledakan Chakra yang mementalkan semua pedang yang akan menusuknya juga dari pedang pedang yang menancap di tubuhnya.
Boom!
'Apa itu?' Batin Naruto karna ledakan yang berasal dari jurusnya yang menenggelamkan Menma, menurut Naruto itu cukup untuk mengalahkan Menma dengan Chakra Kyubi yang sudah melemah tapi anggapannya di tepis oleh Menma yang sudah keluar dari air milik Naruto.
[Rasengan]
Duar!
Naruto berhasil menghindari Menma yang menlesat dengan Rasengan di tangan kanannya tapi Naruto harus di buat terbang keatas setelah Menma yang tiba tiba muncul di depannya dengan sebuah uppercut tepat mengenai dagu Naruto.
Tidak berhenti Menma langsung menyusul Naruto keatas, setelah berhasil menysul Menma langsung menggunakan tangan kanannya untuk memukul Naruto tapi di tahan oleh Naruto yang menyilangkan tangannya meskipun Naruto tetap melesat kebawah menabrak lantai.
Duar!
'Chakra Kyubi bertambah kuat lagi, sial' batin Naruto yang masih di dalam kumpulan debu, Naruto langsung menciptakan empat pedang besar di depannya yang langsung membentuk sebuah tameng untuk dirinya karna tangan Chakra Kyubi yang memanjang berbentuk sebuah tinju besar.
Krak!
'Kuso...' batin Naruto setelah satu pedang yang menjadi tamengnya patah menyisakan tiga pedang yang berlahan satu persatu patah, Naruto langsung menciptakan barier di depan tubuhnya untuk menjadi pertahanan kedua.
Buagh! Boom!
Tanah yang menjadi tempat Naruto langsung hancur menjadi sebuah cekungan besar karna tekanan dari pukulan tangan Chakra yang menabrak barier milik Naruto yang tidak hancur sama sekali.
Merasa sudah selesai Naruto langsung menghilangkan bariernya dan langsung melompat mundur menapak pada tembok arena sehingga posisi Naruto sekarang menjadi horizontal, tidak lupa dua katana yang sudah setia di genggaman Naruto.
Naruto langsung menengok kearah kiri setelah merasakan bahaya dan ternyata benar, Menma sedang berlari kearahnya dengan tembok arena yang menjadi tumpuannya.
Lari menjauhi Menma adalah pilihan Naruto untuk sekarang sambil beberapa kali menciptakan long sword dan langsung melemparnya kearah Menma meskipun berhasil di pentalkan oleh tangan Chakra Menma.
"Jangan hanya lari dan melempar pedang..." ucap Menma dengan suara berat yang membuat Naruto sedikit bingung karna suara yang di keluarkan Menma.
'Kyubi, kah?' Batin Naruto menebak nebak bahwa yang mengendalikan tubuh Menma sekarang adalah Biju di dalam tubuh Menma, meskipun hanya sebuah tebakan tetap Naruto harus berhati hati karna Kyubi ataupun Menma tetap berbahaya.
Sreek!
Naruto langsung berhenti dan berbalik berlari kearah Menma yang juga berlari kearahnya, di rasa sudah cukup dekat Naruto langsung mengeluarkan Masamune dan Muramasa seperempat dan menghasilkan enam barier dengan sayatan pedang yang mengaral langsung pada Menma.
Crash! Crash! Crash!
Menma hanya menyilangkan tangannya karn untuk menghindarpun tidak akan sempat jadi Menma harus menerima setiap sayatan serangan Naruto tapi itu tidak masalah karna setiap luka yang ia terima akan pulih dengan cepat karna bantuan Kyubi.
Sring!
Naruto muncul tepat di depan Menma dengan dua katana yang siap menusuk dada Menma tapi semua itu tidak berhasil setelah tangan berlapis Chakra Kyubi milik Menma menghempaskan dirinya.
[Katon : Housenka no Jutsu]
Duar! Duar! Duar!
Burung phoenix milik Naruto dengan mudah di hindari oleh Menma yang berlari zig zag menuju Naruto dengan cepat setelah dekat Menma langsung menggunakan tangan kanan yang memiliki kuku tajam untuk menusuk dada kiri Naruto.
'Tidak akan sem-'
Buagh!
Naruto langsung di buat bingung oleh Menma yang tiba tiba terlempar kesampung tapi dia berayukur karna itu dada kirinya tidak akan berlubang, menengok ke atas lebih tepatnya kearah Erza yang sedang memainkan jari telunjuknya.
'Jadi dia...' batin Naruto menyadari bahwa yang tadi melempar Menma adalag Erza dengan kemampuan memanipulasi udara dan gravitasi Erza bisa mementalkan apapun dalam jarak paling jauh 20m.
Menma langsung berdiri kembali dengan badan yang membungkuk tangan kedua kaki yang ia lebarkan dan tangan yang menyentuh lantai arena, posisi menma sekarang sudah sepenuhnya mirip hewan yang sedang marah.
"Baiklah Menma ayo akhiri ini..." ucap Naruto dengan tiga aura berbeda yang berpusat padanya. Aura ungu kehitaman yang menyelimuti tubuh Naruto, aura hitam pekat yang menyelimuti Muramasa dan aura ke-emasan yang menyelimuti Masamune.
"Majulah..." ucap Naruto lagi sambil membuka kedua matanya yang tadi ia pejamkan dan telihat mata beriris merah terang tanpa corak apapun menatap Menma dengan datar seperti menantang untuk saling membunuh.
Sebelum melesat, Menma langsung menciptakan Rasengan yang lebih besar dari biasanya karna di tambah oleh Chakra Kyubi yang menyelimuti Rasengan tersebut jadi terlihat lebih besar dari sebelumnya.
Wush! Wush!
Menma dan Naruto langsung melesat dengan jurus mereka masing masing, Menma yang membawa Rasengan di tangan kanannya dan Naruto yang menggunakan kedua katananya di silangkan di depannya sambil melesat kearah Menma.
Slash! Brak! Brak!
Sabetan dua katana Naruto langsung menciptakan dua aura yang berbeda warna yang memanjang menghancurkan lantai arena yang menjadi jalur melajunya.
Menma tidak berhenti karna takut malah Menma semakin memepercepat lajunya dan langsung menghantamkan Rasengan-nya kearah dua aura yang bergabung milik Naruto.
[Rasengan]
Boom! Duarr!
Penonton langsung menahan nafas mereka menyaksikan ledakan yang terjadi akibat adu dua jutsu tingkat tinggi milik kedua Gennin yang bahkan bukan mustahil jika Jounin ataupun ANBU tidak bisa menguasai dua jutsu tersebut.
Pelahan debu yang mengganggu pandangan menipis dan langsung menghilang di tiup angin yang behembus lembut menerpa semua mahluk hidup maupun mati yang berada di sana.
"Mu-Mustahil"
Semua langsung terbengong dengan hasil yang mereka lihat, tangan kanan Menma yang berada tepat menembus perut Naruto dengan Rasengan yang masih tersisa di tangan kanannya meskipun hanya sedikit.
Sedangkan Naruto, sekarang kaki Naruto tidak menapak pada lantai arena karna Menma yang sedikit mengangkat Naruto tapi jika di lihat tangan Naruto yang masih mengenggam kedua katananya berhasil menusuk dada kiri maupun kanan Menma sampai menembus.
Bruk!
Menma dan Naruto langsung ambruk ke lantai arena yang hancur membentuk cekungan besar nan lebar dan terdapan genangan darah Menma dan Naruto yang menyatu di cekungan tersebut.
"Apa mereka seri?"
"Mereka bisa mati"
Sang Yondaine Hokage yang berdiri dari duduknya mencoba melompati pagar untuk turun ke arena tempat kedua putranya terkapar tapi tangannya terlebih dahulu di tahan oleh Yondaime Kazekage.
"Apa maksud anda manahan saya?"
"Mereka berdua berdiri dan lihat luka mereka" balas Kazekage dengan tenang sambil terus melihat Naruto yang sudah berdiri terlebih dahulu dengan aura yang semakin mengerikan dan dengan perlahan lubang di perutnya tertutup dengan sendirinya.
Naruto langsung mepangkah satu langkah dan langsung menggenggam erat gagang dua katannya yang menacap di dada Menma lalu menariknya dengan paksa membuat Menma langsung meringis.
"A-Aku me-menyerah..." ucap Menma terbata setelah melihat pergerakan Naruto yang mencoba menusukan kedua katananya kembali pada tubuhnya.
Naruto langsung berlutut dengan nafas terengah engah dan mata yang sudah kembali seperti semula dengan aura mengerikan tadi yang sempat menguar gila langsung berhenti.
Clak! Clak! Zraasshh!
Hanya cekclakan air yang jatuh dari langit tapi tidak berselang lama langsung hujan deras yang membasahi tubuh Naruto dan Menma yang berlumuran darah.
Genangan darah tersebut langsung terpenuhi oleh air hujan menjadikannya arena terrsebut menjadi sebuah danau darah, meskipun tercampur air hujan tapi warna merah darah masih sangat terlihat pekat berkat air hujan juga bau amis darah tidak tercium sama sekali.
Tap! Tap!
Anko dan Kakashi langsung turun dan mengambil anak didik mereka masing masing untuk di bawa ke rumah sakit Konoha.
"Sepertinya arena ini tidak akan bisa di pakai lagi, karna kerusakannya terlalu parah" ucap Kazekage yang langsung di balas anggukan lemas Minato.
Minato melirik kearah kiri lebih tepatnya pada sang istri yang sesang duduk sambil menundukan kepalanya, meskipun tidak terlihat tapi Minato tau Kushina pasti sedih melihat kedua anak mereka bertarung apalagi pertarungan tadi bisa saja menewaskan salah satunya.
Mengalihkan pandangannya lagi pada tengah arena yang masih di guyur derasnya hujan 'Ini semakin membuatku pusing...' batin Minato sambil mengeratkan kepalan tangannya.
Rasa yang melihat itu hanya menatap Minato dengan pandangan yang sulit di artikan dan wajah datar sang Kazekage yang seperti tidak memiliki apapun untuk di tebak.
"Hokage-sama"
Sebuah suara menyedarkan Minato dari lamunannya dan langsung berdehem lalu melangkah satu langkah kedepan.
"Babak ini telah usai dan selamat bagi yang lulus di babak ini..." ucap Minato sedikit berteriak agar bisa di dengar oleh semua yang berada di sana "Babak selanjutnya akan di adakan 1 bulan lagi, jadi gunakan waktu iti untuk hal yang berguna"
"Untuk pertarungan nanti adalah pemenang pertarungan pertama akan bertemu dengan petarung kedua dan petarung ketiga yang menang akan bertemu petarung keempat yang menang itu artinya Sabaku Gaara vs Kirigaya Kazuto dan Asuna Yuuki vs Uzumaki Naruto"
Semua yang menedengarkan hanya mengangguk lalu langsung bubar begitupula peserta yang masih berada di sana bersama para Sensei langsung membunarkan diri mereka.
"Apa Naruto akan baik baik saja?" Tanya Erza sambil berjalan keluar bersama Asuna dan Kirito yang berada di belakang mereka berdua.
"Entah, tapi tadi Naruto menggunakan semua [Magic Spirit] yang ia punya untuk meregenerasi lubang di perutnya, kan?" Tanya Asuna yang dengan jelas tadi melihat lubang di perut Naruto langsung menghilang.
"Masing masing krystal memiliki kelemahan..." ucap Erza membuat Asuna dan Kirito langsung memeperhatikannya "Kelemahan krystalku adalah saat di pakai bertarung hanya kekutan yang bertambah bukan kecepatan sedangkan punya Naruto sebaliknya, jenis pedang yang kami keluarkan juga berbeda. Dan kami hanya mampu menanpung 50% [Magic Spirit] saja karna belum bisa mengeluarkan semuanya kekuatan kami, itu kelemahan yang sama dari kami dan [Magic Spirit] yang aku miliki lebih sedikit tapi bisa pulih dengan cepat jika habisa berbanding terbalik dengan Naruto".
Asuna dan Kirito hanya mengangguk, itu adalah sebuah kelemahan yang menurut mereka wajar jika belum bisa mengendalikan semuanya pasti akan seperti itu.
[Rumah Sakit Konoha]
Sedangkan di rumah sakit Konoha tepat pada ruangan tempat Naruto yang sedang berbaring tidak sadarkan diri meskipun luka fatalnya sudah berregenrasi tapi tetap faktor kelelahan dan kehilangan banyak Chakra adalah aladan utama Naruto tidak sadarkan diri.
Mitarashi Anko yang sedang menunggu di dalam ruangan Naruto hanya duduk menunggu kesadaran sang murid pulih setelah pertatungan dengan Menma.
"Engg..."
Anko langsung berdiri dari tempat duduknya setelah mendengar erangan kecil yang di keluarkan oleh Naruto, dia kira Naruto sudah sadar tapi ternyata Naruto masih terpejam dengan wajah yang di penuhi oleh keringat dingin.
'Kenapa ini?' Batin Anko mulai khawatir pada Naruto yang seperti tidur dalam rasa kegelisahan terbuki dari raut wajah tidur Naruto yang menampilkan wajah seperti orang sedang melihat suatu kejadian.
Anko lalu berbalik menuju pintu keluar untuk mencari dokter guna memeriksa keadaan Naruto saat ini yang membuat Anko khawatir.
Sedangkan wajah Naruto lama kelamaan semakin terlihat gelisah dengan butiran keringan dingin yang terus bertambah untuk membasahi wajah putih milik Naruto.
[Mindscape]
Tap! Tap! Tap!
"Di mana ini?" Ucap seorang remaja berumur sekitar 12-13thn yang mengedarkan pandangannya pada seluruh area di sekelilingnya tapi remaja tedrsebut harus di buat kaget oleh kunai yang melesat kearahnya dengan cepat.
Remaja tersebut yang di ketahui bernma Naruto langsung mengeluarkan satu kunai dari kantung Ninja-nya dan mencoba menahan kunai yang melesat padanya tapi matanya di buat melebar saat kunai itu hanya menembus melewati dirinya.
Trang!
Menengok ke belakang Naruto langsung menemukan seorang perempuan berambut merah panjang yang menahan kunai tadi menggunakan sebuah tanto.
'Apa aku mengenal dia? Aura ini... Tidak asing' batin Naruto sambil terus memandangi gadis tersebut dengan pandangan penasarannya.
Tap! Tap!
"Tu-Tunggu..." teriak Naruto keras meneriaki gadis yang ia pandangi tiba tiba berlari dengan cepat dan dari larinya Narutp bisa menyimpulkan bahwa anak tersebut seorang Shinobi, yang Naruto simpulkan adalah memiliki pangkat Chuunin karna kecepatan yang Narutp lihat.
Trang! Trang! Crash!
Lari Naruto berhenti setelah lari gadis yang ia kejar juga berhenti untuk menahan berapa kunai yang mengarah pada gadis tersebut meskipun menahan dengan gesit tapi tetap reflek yang gadis tersebut miliki masih di bawah rata rata sehinga tangan dan pipi gadis itu tergores kunai.
"Bagus, kau sudah berkembang meskipun masih ada kunai yang menggoresmu" ucap seorang pria berambut hitam panjang berucap dengan nada berat kepada gadis yang tadi menahan kunai.
"Ha'i, arigatou" balas sopan gadis tersebut dengan nada datar nan dingin meskipun begitu gestur tubuhnya menunjukan rasa hormat yang ia tujukan pada lawan bicarannya itu.
Orang tersebut hanya mengangguk lalu melangkah lebih mendekati anak didiknya yang menatapnya dengan wajah datar.
"Sudah 5 tahun kau mendapat perlatihan khusus dariku, apa kau siap mengambil misi tingkat tinggi?" Tanya orang tersebut dengan seringai di wajahnya tapi tidak mengundang curiga apapun dari gadis tersebut.
Gadis merah tersebut hanya mengangguk menyetujui ucapan sang pria dengan wajah datar tanpa menaruh curiga sedikitpun pada pria tersebut.
Pria tersebut melangkah mendahului si gadis dan langsung di ekori oleh gadis yang menjadi anak didik pria tersebut.
Naruto hanya dia melihat gadis tersebut pergi dengan pria tadi meskipuk ada hasrat untuk mengikuti tapi entah mengapa hati kecil Naruto mengatakan untuk tidak bergerak dari tempat tersebut.
"Kenapa ini?" Ucap Naruto dengan tubuh yang coba ia seimbanhkan karna tanah di sekitatnya mulai bergetar dan perlahan wilayah di depan Naruto seperti tersedot sesuatu.
Naruto langsung berlari menjauhi dari area yang memungkinkan dia untuk tersedot oleh sesuatu yang tidak bisa ia lihat meskipun begitu tapi tetap instingnya mengatakan itu bahaya.
"Ck, kuso..." ucap Naruto sambil berdecih karna larinya yang kurang cepat atau entah karna sedotan tersebut terlalu kuat hingga Naruto tertarik oleh hisapan tersebut.
Naruto hanya bisa menutup erat matannya karna sedikit merasakan pusing saat tertarik oleh hisapan tersebut dan juga beberapa kali berputar putar membuatnya tambah pusing dan mual.
Bruk!
"Di mana lagi ini?" Ucap Naruto setelah membuka matannya karna merasakan benturan pada tubuhnya "Itu dia, kenapa dia berbaring".
Naruto langsung melangkah mendekati gadis yang sejak tadi ia ikuti dan tiba tiba melihatnya dengan kondisi sedang berbaring dengan pergelangan tangan dan kaki yang di ikat.
"Lepas... LEPAS" teriak gadis tersebut sambil terus memberontak untuk melepaskan dari ikatan yang mengikat kedua kakinya dan tangannya.
Tap! Tap! Tap!
"Diamlah, bukannya tadi kau sudah setuju untuk melakukan misi, hmm?" Tanya pria tersebut masih dengan suara beratnya dan seringai licik yang ia tunjukan pada sang gadis membuatnya semakin geram.
"Kenapa..." ucap gadia tersebut yang menghentikan kegiatan dari pria tersebut yang langsung menengok kearahnya "Kenapa... Padahal aku sudah mempercayaimu... Ke-Kenapa kau... hiks... Cepat bunuh aku".
Pria tersebut hanya menatap datar gadis tersebut tanpa seringai licik yang selalu ia tunjukan, hanya sebuah wajah dingin nan datar.
Pria tersebut lalu melangkah menuju meja yang sudah ia siapkan dengan beberapa barang yang akan ia gunakan untuk melakukan kegiatannya, sebuah suntikan berisikan sebuah cairan bening langsung ia ambil.
"Bersiaplah"
Cleb!
ARRRRGGGHHH
Naruto hanya diam menatap gadis di depannya yang sedang meronta ronta setelah di suntikan cairan tersebut dengan tidak manusiawi di tubuhnya membuat perasaan yang Naruto rasakan menjadi campur aduk melihatnya.
Tes!
'Air?' Batin Naruto sambil melihat kearah telapak tangannya yang di basahi setetes air, lama kelamaan air tersebut terus menetes dan membasahi seluruh telapak tangan Naruto.
Tes!
"Ini..." ucap Naruto pelan lalu menggerakan tangannya menyentuh pipi lalu naik menyentuh matannya yang ternyata meneteskan air "Air mata? Aku menangis? Tapi... Kenapa?".
Puk!
Naruto merasakan sebuah tepukan pelan pada bahu kanannya lalu tiba tiba semua ruangan menjadi memundar dan seketika di sekitar Naruto hanya merasakan tubuhnya yang perlahan jatuh karna tidak memiliki pijakan.
Tes!
Naruto langsung melebarkan matannya karna merasakan setetes air yang terjatuh dan mengenai telapak tangannya yang terbuka.
'Selamatkan kami'
Deg!
"Tunggu..." ucap Naruto mencoba menggapai sosok yang berbicara tersebut antara camputan dari suara wanita, pria, anak anak dan orang dewasa "Aku mohon... hiks... Tunggu".
"TUNGGU AKU"
[Mindscape off]
"Tunggu a-aku"
'Dia mengigau lagi' batin Anko sedikit khawatir dengan keadaan Narutp saat ini karna sejak tadi dia terus mengigau 'Tinggu aku' entah apa yang Naruto impikan tapi yang pasti Anko tidak ingin mengetahui tentang itu.
Clek!
Anko langsung menengok kearah pintu yang di buka oleh seseorang, setelah orang tersebut Anko bisa melihat gadis berambut merah terang berwajah datar yang berjalan mendekati tempatnya berdiri.
"Kenapa wajah Naruto basah sekali? Keringat?" Tanya Erza sambil mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku rok pendek birunya lalu mengelap keringat dingin yang membasahi seluruh wajah Naruto dengan perlahan.
Anko hanya mengangguk menjawab pertanyaan Erza sambil terus melihat kegiatan Erza "Dia terus mengigau 'Tunggu aku' sejak tadi dan keringatnya tidak berhenti muncul meskipun aku sudah mengelapnya beberapa kali".
Mengangguk mengiyakan ucapan Anko sambil terus mengelap wajah putih Naruto yang perlahan mulai melunak dan terlihat menenang perlahan lahan.
"Di mana Asuna dan Kirito? Dan Naruto akan melawan siapa nanti?" Tanya Anko bertubi setelah menyadari kedua muridnya belum datang menjenguk Naruto dan ingin mengetahui Naruto melawan siapa karna dia pergi terlebih dahulu untuk membawa Naruto ke rumah sakit sebelum pengumuman babak selanjutnya.
"Asuna akan melawan Naruto..." ucap Erza yang membuat Anko kaget dengan satu fakta "Dan Kirito akan melawan Gaara dari Sunagakure, tadinya aku kira Naruto yang akan melawan Gaara tapi ternyata Kirito yang akan melawan Gaara".
'Kirito melawan Gaara? Gaara sangat kuat dengan pasirnya ck, tapi Kirito tidak kalah kuatnya dari si Gaara itu' batin Anko meskipun sedikit khawatir setelah melihat bagaimana cara Gaara bertarung lebih tepatnya menghabisi Neji menggunakan pasir miliknya membuat Neji tidak berkutik.
Setelah itu keheningan langsung melanda Erza dan Anko yang memang belum terlalu akrab karna baru satu hari ini mereka bersama dan baru kemarin di kenalkan oleh Naruto pada Anko yang menjadi Sensei dari Naruto dan yang lain.
Clek!
Anko dan Erza langsung menengok kearah pintu yang terbuka oleh seseorang.
"Hokage-sama, Kushina-sama" ucap Anko yang langsung membungkuk memberi hormat pada pasangan terpandang di Konoha ini bigitupula dengan Erza yang menunjukan sikap hormatnya.
Kushina dan Minato hanya mengangguk sambil memberi senyum tipis kepada Anko dan satu orang yang belum mereka kenal sama sekali.
"Kau... Gadis yang duduk bersama Naru, kan?" Tanya Kushina karna sempat melihat Erza duduk bersama anak tertuannya.
Erza hanya mengangguk membenarkan ucapan Kushina "Ha'i saya yang duduk bersama Naruto, nama saya Erza" ucap Erza memperkenalkan dirinya dengan nada datar tapi dari sikap tubuhnya terlihat sangat sopan.
Kushina hanya tersenyum singkat melihat sikap Erza yang sangat kaku di hadapannya, melirik kearah Naruto yang belum sadar tatapan Kushina berubah menjadi sendu dengan air mata yang siap terjun dari matannya melihat keadaan Naruto.
Melangkah mebdekati Naruto, Kushina langsung melihat wajah Naruto yang masih di penuhi keringat lalu Kushina menggunakan tangan kanannya untuk menyeka keringat di dahi Naruto dengan sangat lembut.
"Maafkan Kaa-chan" ucap Kushina pelan dengan air mata yang perlahan jatuh ke pipi mulus milik Kushina "Cepat sadar dan semoga kau memaafkan kami" lanjut Kushina sambil mengusap air mata yang jatuh ke pipinya.
Erza hanya menatap Kushina dengan pandangan biasa saja tapi di lubuk hatinya Erza jadi teringat akan orang tuanya yang sudah lama meninggal tapi yang ada di pikiran Erza adalah apa masalah Naruto dan kedua orang tuanya?.
"Naruto tidak pantas untuk di kasihani..." ucap Erza datar mengundang tatapan sinis dari Kushina yang sudah membuka mulutnya untuk berbicara "Naruto itu kuat, jadi anda tidak perlu mengasihaninya".
Anko dan Minato hanya terdiam mendengar ucapan Erza barusan terutama Kushina yang tadi akan bicara memperotes ucapan Erza hanya mampu manatap Erza dengan mulut yang masih terbuka karna tadi ingin berbicara sesuatu.
"Siapa kau?"
"Erza..." ucap Erza cepat membalas pertanyaan Minato soal siapa dirinya tapi pandangan Minato masih tetap menyelidiki sesuatu "Aku hanya teman Naruto yang berada di luar desa dan baru bisa menemuinya sekarang".
"Kau seorang Ninja?" Sekarang giliran Kushina yang bernama pada Erza tentang status Erza, yang di tanya hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Kushina.
"Kau da-"
Clek!
Pertanyaan Minato langsung berhenti setelah mendengar suara pintu yang di buka oleh seorang remaja berambut hitam yang ia ketahui bernama Kirito dan gadia berambut coklat panjang yang ia juga mengetahuinya sebagai Asuna.
"Ah, Hokage-sama dan Kushina-sama juga ada di sini" ucap Asuna sambil membungkuk hormat begitupula Kirito yang juga mengikuti membungkuk hormat pada sang pemimpin desa di depannya yanh sedang bersama istrinya.
"Kalian tidak istirahat? Apa lagi Kirito yang akan melawan Sabaku Gaara" tanya Minato sekedar basa basi untuk mendekatkan dirinya dengan para Gennin di desannya, agar tidak canggung saat berhadapan dengan dirinya.
"Si panda itu payah jadi akan mudah..." ucap Kirito dengan sombongnya sambil memunculkan asap hitam di tangan kanannya 'Yah jika Naruto yang melawannya akan menjadi mudah, denganku? Mungkin aku akan sedikit kerepotan'.
"Jangan sombong Kirito"
"Aku sombong karna aku menguasai semua ini dengan usaha sendiri dan pengorbanan tanpa bantuan siapapun, kecuali Asuna yang menyembuhkanku" ucap Kirito membalas ucapan Minato dengan senyum tipis yang ia perlihatkan pada Hokage tercepat dalam sejarah Konoha tersebut.
"Aku hanya bercanda" ucap lagi Kirito sambil menggaruk kepala bagian belakangnya dan senyum yang mengembang "Tentu aku akan mewaspadai Sabaku Gaara, di lihat dari pertatungannya melawan Hyuga itu sudah pasti Gaara adalah Gennin kuat".
"Engghh"
Erangan itu langsung mengundang tatapan dari Kushina, Minato, Kirito, Asuna dan Anko yang sejak tadi menunghu kesadaran pemuda yang tadi mengerang tersebut dan dengan perlahan kelopak mata tersebut terbuka memperlihatkan mata violet gelap.
"Na-Naru" ucap Kushina setelah melihat Naruto yang sudah sepenuhnya membuka matanya yang terlihat sangat lemas dan Kushina langsung tersenyum dengan tetesan air mata yang jatuh.
"Akh..." erang Naruto yang mencoba duduk dari tidurnya dengan merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat beberapa luka lebam dan meskipun lubang di perutnya sudah tertutup tapi tetap rasa ngilu masih Naruto rasakan.
"Jangan terlalu banyak bergerak" ucap Erza memperingati Naruto sambil membantunya untuk duduk dan dengan perlahan Naruto berhasil duduk dengan nyaman.
"Hokage-sama dan Kushina-sama apa ada perlu dengan saya?" Tanya Naruto membuat Minato dan Kushina tersentak atas pertanyaan Naruto barusan.
Minato dan Kushina hanya diam tidak menjawab sepatah katapun pada Naruto, mereka bingung ingin mengucapkan apa pada Naruto dengan Naruto yang bahkan tidak memanggil Kaa-san pada Kushina dan Tou-san pada Minato membuktikan Naruto masih memiliki rasa benci pada mereka.
"Naruto minum ini..." ucap Erza sambil menyerahkan sebuah botol kecil transparan oada Naruto berisikan sebuah air yang hanya setengah botol tersebut "Ini air yang Asuna berikan untuk mempercepat pemulihanmu".
"Arigatou darling"
"Setelah ini aku akan membunuhmu"
"Aku hanya bercanda"
Yang nendengar interaksi antara Naruto dan Erza hanya tersenyum tipis begitupula Kushina dan Minato yang tersenyum tapi itu adalah senyum pedih karna rasa bersalah yang kembali memuncak di hati mereka.
"Kau akan melawan Asuna di babak selanjutnya" ucap Anko cepat memberitau perihal kelanjutan Ujian Chuunin yang akan di lakoni oleh sang murid "Lebih baik satu dari kalian menyerah agar tidak terlalu lama, aku bosan mengurisi kertas kertas yang hanya aku tangani".
"Baiklah aku menyerah"
"Tidak, aku saja"
"Aku terlalu kuat untukmu, Asuna"
"Diamlah, aku yang akan menyerah"
"Kau bukan peserta Erza"
"Souka..."
[Shi no Mori]
"Jadi sudah di ketahui?" Tanya seseorang dengan suara serak dan berat pada pemuda yang berlutut di depannya "Kita akan mempercepat rencana kita. Sakon, beritau pada pihak Suna agar mereka bersiap siap".
"Ha'i, Orochimaru-sama" balas pemuda yang bernama Sakon tersebut lalu menghilang daru tempatnya meninggalkan sang Sannin ular sendirian yang sedang duduk di singgahsananya.
Senyum arogan yang ia tunjukan sejak tadi semakin melebar dan tangan yang ia kepalkan erat.
"Sebentar lagi Konoha akan hancur dan kau Minato..." ucap Orochimaru lalu berdiri dari tempat duduknya melangkah menuju sebuah foto yang telah tercoret coret do bagian wajah "Kau akan mati".
Orochimaru lalu mengambil foto tersebut lalu menyobeknya menjadi dua bagian tapi seringai di wajahnya langsung hilang setelah mengingat susuatu yang bisa saja menghambat dirinya untuk mwnghancurkan desa yang ia benci dan orang yang ia akan bunuh.
'Mereka bisa saja menghalangi apalagi jika Erza ikut membantu Konoha akan sangat merepotkan mengurus Erza belum lagi Naruto yang kemungkinan akan pulih dan hanya akan melawan anggota satu timnya di ujian Chuunin nanti, padahal aku ingin dia melawan Gaara agar Naruto terluka parah dan tidak bisa membantu, sial' batin Orochimaru karna mengetahui betul kekuatan apa yang di miliki oleh orang yang bernama Erza belum lagi Naruto yang menurutnya cukup merekpotkan sepertihalnya Erza.
"Apalagi jika darah yang aku satukan dengan Naruto berhasil maka dia akan memiliki Sharinggan, tapi ini sudah terlalu lama mungkin darah itu gagal" ucap Orochimaru yang sekitar 1-2 bulan lalu menukarkan darah dari Minato yang akan di donorkan untuk Naruto dia tukarkan menjadi darah seorang Uchiha yang dulu ia simpat untuk di tanamkan pada seseorang tapi semua itu gagal dan pilihannya sekarang jatuh pada Naruto yang kemungkinan juga gagal.
[SkiptTime-3 Hari Kemudian]
Clek!
"Kirito kenapa hanya kau? Kemana Asuna dan Erza atau Anko-sensei?" Tanya Naruto karna setelah membuka pintu ruangan tempatnya di rawat dia hanya melihat Kirito yang berjalan menghampiri ketempat beridirinya.
"Asuna dan Erza sedang berlatih?"
"Rajim sekali"
"Latihan memasak"
"Hah?" Ucap Naruto bingung karna dia kira Asuna dan Erza latihan menggunakan pedang untuk mempertajam ilmu Kenjutsu mereka berdua, setau Naruto masakan yang di buat Asuna selalu enak untuk di makan.
Kirito lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Naruto yang masih berdiri dan tidak lama Naruto mengikuti langkah Kirito untuk mensejajarkan dirinya dan Kirito.
"Aku hampir mati memakan masakan buatan Erza"
'Sudah kuduga' batin Naruto setelah pemikirannya tentang skill memasak Erza yang jika di lihat dari orangnya maka memasak bukanlah keahlian orang seperti Erza 'Erza tidak bisa memasak? Selama ini dia hidup sendiri memakan masakannya sendiri? Dia hebat tidak mati'.
Naruto dan Kirito tidak mengeluarkan suara sedikitpun dari mulut mereka masing masing, berjalan dengan keadaan hening dan banyak orang yang berlalu lalang entah itu pasien atau si perawat yang menemani pasien tersebut.
Tidak terasa Kirito dan Naruto sudah sampai tepat di depan pintu kaca untuk keluar dari rumah sakit Konoha, tangan kanan Kirito yang akan menyentuh gagang pintu untuk membukannya di dahului oleh seseorang dari luar yang akan memasuki rumah sakit Konoha.
Mata hitam milik Kirito sedikit melebar mengetahui siapa yang mendahuluinya membuka pintu sedangkan Naruto hanya menatap biasa wanita di depannya yang berambut pirang sama sepertinya meskipun milik wanita tersebut lebih pucat.
"Tsunade Senju" ucap Kirito pelan tapi masih bisa di dengan jelas oleh wanita yang ia panggil Tsunade Senju tersebut, seorang keturunan Senju dan salah satu anggota dari Sannin Konoha bersama kedua rekannya Orochimaru dan Jiraya.
"Kau..." ucap Tsunade bukan menatap Kirito yang tadi memanggilnya melainkan menatap Naruto yang menatapnya dengan pandangan dingin dan wajah yang datar tersebut "Kau anak dari Kushina dan Minato, kan?".
Naruto hanya diam tidak menjawab apapun selain helaan nafas yang ia kekuarkan lalu berbalik kearah pintu keluar dan mendorong pelan bahu Kirito mengisyaratkan Kirito untuk melanjutkan jalannya untuk keluar dari rumah sakit.
Setelah berada di balik pintu kaca tersebut Naruto menatap Tsunade dengan tatapan dingin dan wajah datar seprti biasannya yang ia tunjukan pada semua orang lalu Naruto mengangkat tangan kannannya di arahkan kedepan tepat pada Tsunade dan jari tengah Naruto mengacung untuk Tsunade.
"Dadamu terlalu besar untuk nenek nenek"
Ucap yang tidak terlalu keras tapi bisa di dengar oleh Tsunade tersebut langsung membuat wajahnya memerah padam menahan marah dan kedua tangan yang ia kepalkan erat denhan aura yang sangat mengerikan.
Brak!
"KEMARI KAU BOCAH"
"LARI KIRITO LARI"
Wush!
"TUNGGU AKU"
.
.
.
.
Tbc
Chap 14 up... Yeaaah udah lama banget. Sevenernya ane pengen upnya beberapa minggu lalu tapi lagi males aja upnya jado sekarang baru bisa up deh. Maaf maaf.
Ada yang bilang ane kehabisan ide jadi ngambil chara dari anime lain? Bitch :v. Trus yang bikin crossover apaan? Mereka ngambil/nambah chara dari anime lain juga, kan? Sama alurnya pula. Ngambil chara dari anime lain menurut ane bukan kebabisan ide tapi kelebihan ide, mau itu crossover atau fic kyak punya saya. Karna masukin chara yang gak ada di anime aslinya itu punya kendala harus bisa bikin 'Alur Baru' untuk anime yang bersangkutan dan si chara yang di ambil. Menurut ane gtu sih.
Balas Review :
Nanda Saputra : Untuk word saya rasa cukup. NTR? Saya masih mempertimbangkan, karna fic kyak gini konflik itu element yang penting. Termasuk konflik hati, mungkin :v
auliaprimarahma : Sandaime udah mati ko. Oro ngebunuh Minato? Bisa aja.
Sinta Dewi468 : Kekuatan Erza? Ganti armor (Cuma 3 armor) munculin long sword dan perisai juga beberapa jutsi spesial Kuchiyose. Humor saya emang payah :v
dylanucihha : Muramasa di sini gak ada racunnya. Baru ketusuk dua kali, Hidan kepalanya putus lho hahahaha... Intinya saya bikin semua chara over, mau itu kekuatan ataupun daya tahan tubuh. Apa lagi daya tahan tubuh Erza. Typo akan saya perbaiki.
Archise : Selera humor orang emang bede bede yah hahaha... Scene ErzaNaru saya usahain.
Loli Kitsune-chan : Syukur kalo puas. Semoga terus baca fic saya dan review hehehe.
Minamoto Roushi : Crossover Naruto DxD? Saya pengen sih.
Cukup sekian balasan reviewnya, makasih yang udah follow, favorit dan review dan yang udah nunggu foc basi saya ini hahahah...
Akira elgan log out.
