LIGHT

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan...

Cast : Shim Changmin, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Kim Jaejoong, dll

Genre : YAOI, Romace, Hurt/Comfort, Family, Drama

Typos bertebaran, alur pasaran, membosankan, alur lambat!

Rate : T

Kenapa Cho bikin disini Bang Mimin sama Mas Kyukyu ga jail? Hmm... Cho lagi anti mainstream... Pengen aja bikin Mas Kyukyu sifatnya gini kkkkk... Jja..

Enjoy it! Yang gak suka sama pairingnya bisa langsung close ya... #peace

Hapeee b-day Bang Mimin sayaaaangggg! LOPH YOUUUUUU kkkk...

.

.

.

.

.

" Yunie ah... Ponsel Kyunie tidak aktif"

" Tenanglah chagi..."

" Bagaimana bisa tenang jika Kyunie belum pulang padahal sudah pukul setengah dua belas Yunie..."

" Berhentilah mondar mandir seperti itu Boo..."

Yunho bangkit untuk menggenggam pergelangan tangan Jaejoong dan memeluk namja cantiknya itu, Yunho juga mengkhawatirkan Kyuhyun tapi dia tidak kalah khawatirnya pada Jaejoong yang terus saja mondar mandir tanpa memperhatikan kesehatannya yang sedang menurun akhir – akhir ini.

" Kau tidak boleh kelelahan Boo... Yoochun berkata apa tadi hum?" Yunho mencoba mengingatkan

" Ak-aku tahu tapi..."

" Duduk tenanglah" Yunho membawa Jaejoong duduk disofa, disampingnya kemudian dia merangkul Jaejoong " Aku akan meminta Changmin untuk mencari Kyunie, oke?"

" Hum" Jaejoong hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah, dia berharap anaknya bisa menemukan Kyuhyun

Yunho bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Changmin, dia mengetuk kamar Changmin tapi tidak ada balasan dari dalam. Yunho pun mencoba membuka kamar yang ternyata tidak dikunci itu. Dia melihat Changmin sudah terlelap dengan nyaman didalam selimut. Yunho duduk dipinggir tempat tidur Changmin dan melihat kamar anaknya yang tidak banyak berubah itu terutama ada beberapa foto Changmin bersama Kyuhyun disana. Yunho tersenyum, walaupun Changmin bertindak dingin pada Kyuhyun tapi Changmin masih memikirkan Kyuhyun.

" Hah... Min... Bangun nak..." Yunho menggoyangkan lengan Changmin

" Ughh..."

" Bangunlah, tolong cari Kyunie"

" Hmmm?" Changmin mengerutkasn keningnya dengan mata tertutup " Jam berapa ini appa? Aku mengantuk..."

" Ini sudah setengah dua belas malam tapi Kyunie belum pulang"

" Telepon saja"

" Ponselnya tidak aktif"

Saat appanya menjawab seperti itu barulah Changmin membuka matranya, setengah dua belas, ponsel tidak aktif dan belum pulang? Itu bukanlah kebiasaan Kyuhyun. Kyuhyun adalah orang yang tidak terbiasa jika tidak memberikan kabar. Jika dia menginap kerumah salah satu temannya, dia akan mengirimkan pesan pada Jaejoong bahkan jika dia pulang terlambat walau hanya dua jam dia akan mengirimkan pesan pada eommanya.

Tapi...

Changmin langsung merasa malas ketika mengingat apa yang terjadi padanya dengan Kyuhyun akhir – akhir ini.

" Appa saja yang cari, aku malas" Ucap Changmin

" YA!" Yunho memukul kepala Changmin hingga anak itu mengaduh " Bangun dan cari dia"

" Aku malas dan tidak mau mencari namja yang hanya bisa memanfaatkan orang lain" Ucap Changmin, membuat Yunho menghela nafasnya

" Min ah... Apa kau yakin dia seperti itu? Kau mengenal Kyunie lama bukan? Bagaimana kalau kenyataannya tidak seperti itu?" Tanya Yunho, dia mencoba berkata bijak

" Appa..." Changmin bangkit dan duduk, dia menatap appanya sendu " Appa tidak tahu apa yang dia lakukan padaku, pada hatiku..." Lirihnya

" Appa rasa kau sudah besar untuk mengambil keputusan Min, appa... Tidak mau kau hidup penuh penyesalan karena appa pernah merasakannya dan semua itu menyesakkan Min... Appa tidak mau kau merasakan sakit itu"

" …."

" Baiklah, jika kau tidak mau mencari Kyunie biar appa saja. Eommamu pasti sudah sangat mengkhawatirkannya" Ucap Yunho kemudian meninggalkan anaknya yang masih terdiam menatapnya

" Yunie, mana Minnie?" Tanya Jaejoong saat Yunho turun sendirian

" Aku... Akan mencarinya Boo" Jawab Yunho

" Yunie? Minnie tidak..."

" Ya, kau duduk dan hangatkan dirimu Boo. Aku akan pergi" Ucap Yunho kemudian mengecup kening Jaejoong

" Aku ikut Yun"

" Tidak, kau disini menjaga rumah dan anak – anak, siapa tahu Kyunie pulang dan kau bisa menghubungiku?"

" Hum..." Jaejoong mengangguk pasrah " Hati – hatilah dan aku sudah menghubungi suster Han, aku memintanya untuk menghubungiku jika Kyuhyun ada disana"

" Baiklah, aku pergi ne?"

" Hati – hati Yunie ah..."

Namun sebelum membuka pintu depan rumahnya, mereka mendengar suara seseorang menuruni tangga,

" Tunggu!"

" Minnie..."

.

.

.

.

.

~ Epilog C ( END ) ~

.

.

.

.

.

Changmin mendesah kesal, ini sudah setengah jam mencari Kyuhyun tapi dia tidak menemukannya. Pergi ke perpustakaan kampus, disana sudah tidak ada orang dan perpustakaan dalam keadaan terkunci. Untuk memastikan Kyuhyun tidak terkunci didalam, dia menelepon penjaga perpustakaan dan penjaga itu mengatakan bahwa Kyuhyun sudah pulang pukul tujuh tadi.

Changmin akhirnya keluar dari area kampus dan mengacak rambutnya dengan frustasi, kemana namja itu pergi? Changmin menaiki mobilnya dan mengatur nafasnya disana.

Tadi dia berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari Kyuhyun bersama appanya namun mereka berpencar agar area pencarian bisa lebih luas. Setelah appanya berkata seperti itu hatinya tidak tenang dan saat melihat foto penuh senyuman Kyuhyun yang ada dimeja nakasnya tiba – tiba saja hatinya menghangat dan dia berlari ke ruang tamu.

" Dimana kau?"

.

.

" Mau kemana Kyunie?"

" Perpustakaan kota, kau tahukan disana buka dua puluh empat jam dan aku bisa membaca buku sepuasku"

" Ck... Hanya buku saja yang kau pikirkan"

" Hey, aku itu harus cepat lulus supaya bisa mengejar impianku tahu!"

" Arraseo, kau harus katakan padaku jika kau kesana"

" Waeyo?"

" Agar aku bisa selalu menemanimu disana, kau pasti kesepian disana"

BLUSH

.

.

" Kau disana?"

Changmin langsung mengemudiakan mobilnya menuju perpustakaan kota dan melihat buku pengunjung disana, dia melihat nama Kyuhyun dan disana namun sudah keluar pukul sebelas malam menurut buku tamu dan sang penjaga perpustakaan.

Changmin mengerang frustasi saat didalam mobil, dia menoleh ke kanan dan ke kiri mencoba menerka kemana Kyuhyun akan pergi setelah dari perpustakaan.

.

.

" Min, kau tahu... Aku suka sekali sungai Han... Disana tenang"

" Kau sering mengatakannya Kyunie, aku sangat tahu kau menyukai tempat itu dan pergi kesana untuk mencari ketenangan"

" Hum... Disana sungguh tenang"

CUP

" YA! Bocah genit! Berani sekali kau mencium pipiku eoh! Kemari kau!"

" Hahahahaha Mianhae, aku tidak tahan melihat senyummu Kyunie ah! Saranghae! Hahahahaha"

.

.

" Shit!"

Kenangan bersama Kyuhyun langsung berputar dalam otak Changmin, dia tidak mengerti bagaimana kejadian saat junior high school itu masuk kedalam otaknya. Tapi dia langsung memutar kendaraannya dan mengemudikannya menuju Sungai Han, berharap Kyuhyun ada disana.

Changmin berlari seperti orang gila mencari Kyuhyun pada sepanjang jalan sungai Han dan menanyakan beberapa pengunjung disana dengan menunjukkan foto Kyuhyun yang ada dalam ponselnya. Akhirnya Changmin menghubungi eommanya namun eommanya berkata jika Kyuhyun belum juga sampai di rumah.

" Dimana kau Kyu?! Brengsek!"

Changmin berlari lagi, dia mencoba menyelusuri jalanan dan semak – semak yang ada disana tapi dia tidak juga menemukan Kyuhyun.

" An-andwe..."

DEGH

Changmin menajamkan pendengarannya, dia seakan mendengar suara orang yang tengah dicarinya.

" Hiks... Lepaskan aku..."

Suara itu terdengar lirih, Changmin menolehkan kepalanya dan mencari asal suaranya. Dia berjalan mengendap – endap kearah sebuah semak dan suara itu semakin terdengar.

" Ku mohon lepaskan aku..."

" Kau pikir aku akan melepaskanmu dengan mudah Kyu?! Maaf saja, pekerjaanku harus diselesaikan karena aku dibayar untuk ini lagipula tidak ada ruginya mendapatkanmu sepertti ini"

" An-andwe! Ch-changmin..."

Jantung Changmin berdetak tidak karuan, benar! Suara itu adalah milik Kyuhyun. Namja itu terdengar sedang mencoba melepaskan dirinya dari seseorang.

" Percuma, dia tidak ada yang mendengar dan namja itu bukannya sudah senang dengan bosku eoh?"

" Lepash! Akhhh!"

SRAAKKK

Changmin langsung menerjang namja yang ada diatas tubuh Kyuhyun, dia mendorong namja itu dan memukulinya. Apalagi Changmin sempat melihat pakaian Kyuhyun yang sudah terkoyak serta beberapa lebam pada tubuh dan wajah Kyuhyun. Kyuhyun sendiri kaget namun tak lama matanya makin memburam dan airmatanya keluar dengan deras saat tahu yang menolongnya adalah Changmin.

" Siapa yang menyuruhmu eoh!" Pekik Changmin

" ….."

Namja yang dicekik oleh Changmin itu terdiam hingga Changmin menyadari satu hal.

" Kau... Seungri"

Changmin mengenal namja itu, bagaimana tidak kenal kalau namja itu kerap mendatangi sahabatnya, Victoria.

" Siapa yang menyuruhmu brengsek"

BUGH

Changmin memukul rahang namja itu hingga dia tumpang dan Changmin berlutut disamping namja bernama Seungri itu sembari memegang erat lengannya.

" Katakan atau aku akan membunuhmu"

BUGH

BUGH

BUGH

" Akkhhh!" Seungri memekik kesakitan saat pukulan Changmin mengenai ulu hatinya, badanya sudah tidak kuat lagi menerima serangan yang dilancarkan oleh Changmin.

" SIAPA?!"

" Di-dia... Vict-"

" CHANGMIN!"

Changmin menoleh saat namanya disebut oleh Kyuhyun, oh... Dia melupakan Kyuhyun yang terluka parah dibelakangnya. Kyuhyun sendiri mamanggil Changmin agar namja itu tidak tahu siapa dalang semua ini tapi sepertinya Changmin sudah terlanjur tahu.

" Tunggu, apa maksudmu?" Changmin kembali menatap Seungri dengan tatapan tajamnya " Vict? Victoria?"

Seungri menganggukkan kepalanya pasrah, bagaimanapun ini sudah titik terlemahnya dan dia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan identitas bosnya itu.

" SHIT!"

BUGH

Sekali lagi Changmin memukul telak Sungri hingga namja itu tidak sadarkan diri, setelahnya Changmin langsung bangkit menghampiri Kyuhyun yang tengah terbaring dengan tubuh bergetar dan tangannya memeluk tubuhnya sendiri.

" Kyunie..."

" Minnie"

GREP

Dengan segera Changmin memeluk Kyuhyun dan membuat namja itu duduk, setelahnya Changmin melepaskan jaket yang digunakannya dan memakaikan jaket tersebut pada Kyuhyun. Kyuhyun terdiam dengan perlakuan Changmin, apa yang harus dia lakukan selanjutnya? Changmin sudah mengetahui siapa penyebabnya hingga seperti ini.

Tanpa berkata, Changmin mengambil ponselnya untuk menghubungi polisi. Bagaimanapun juga ini adalah kasus kejahatan dan pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal apalagi melihat Kyuhyun terluka parah seperti ini.

.

.

.

Changmin mengucapkan terima kasih pada polisi yang sudah datang ketempat kejadian, besok Kyuhyun harus ke kantor polisi untuk diintrogasi sebagai korban dan Changmin memutuskan untuk membawa Kyuhyun pulang. Tapi sejak tadi kaki Kyuhyun masih bergetar hingga Changmin harus menggendongnya menuju mobil sportnya. Kyuhyun sendiri melingkarkan tangannya pada leher Changmin dan menaruh kepalanya bersadar pada pundak Changmin.

Sedari tadi mereka hanya diam tapi Changmin tahu Kyuhyun tidak ingin ditinggalkan olehnya, buktinya Kyuhyun terus menggenggam tangannya walaupun sudah banyak orang disamping mereka.

" Terima kasih..." Lirih Kyuhyun pada akhirnya

" Hum"

Changmin hanya menjawab seperti itu karena diotaknya masih berpikir kenapa Victoria melakukan hal ini pada Kyuhyun. Dan pikiran negatifnya mulai muncul.

.

.

.

Kyuhyun tertidur saat mereka sudah sampai didepan rumah keluarga Jung, Changmin menggendong Kyuhyun ala bridal dan membunyikan bel rumahnya.

" OMO! Kyunie!" Pekik Jaejoong kemudian menghampiri Changmin bersama suaminya yang juga baru pulang

" Sttt... Eomma, Kyu baru tertidur aku akan membawanya langsung ke kamar" Jawab Changmin dengan pelan

" Ada apa? Kenapa Kyunie seperti ini Min?"

" Aku akan bercerita nanti eomma, ne?"

" Ne, bawalah Kyunie masuk kamar terlebih dahulu" Ucap Jaejoong dengan nada khawatirnya

Changmin memang belum mengabari perihal Kyuhyun sejak tadi, dia tidak ingin sang eomma khawatir dan kesehatannya kembali menurun karena akhir – akhir ini, eommanya gampang sekali sakit. Changmin membawa Kyuhyun keatas dan dia berdiri didepan pintu kamar Kyuhyun, bukankah Kyuhyun mengunci pintu kamarnya?

" Aku ingin tidur ditempatmu Min"

Changmin tersentak, dia menatap Kyuhyun yang matanya tengah terpejam, apa Kyuhyun pura – pura tidur tadi?

Tanpa ragu akhirnya Changmin membawa Kyuhyun kedalam kamarnya dan membaringkan namja itu pada tempat tidurnya barulah Kyuhyun membuka matanya. Namun Kyuhyun memegang erat tangan Changmin saat namja itu hendak beranjak dari duduknya.

" Mau kemana?" Tanya Kyuhyun dengan lirih

" Aku akan mengambilkan piyamaku dan mengambil air untuk membersihkanmu" Jawab Changmin

Kyuhyun mengangguk dan melepaskan Changmin, dia melihat Changmin membuka lemari pakaiannya dan mengambilkan sebuah piyama untuknya. Kemudian Changmin masuk kedalam kamar mandi miliknya untuk mengambil air untuk membersihkan tubuh Kyuhyun.

Selagi Changmin berada dikamar mandi, Kyuhyun menolehkan wajahnya dan menatap sebuah foto bahagianya bersama Changmin ada di atas meja nakas, ya Tuhan... Changmin masih memajang foto lawasnya? Juga ada beberapa foto Kyuhyun diatas meja nakasnya, fotonya saat tersenyum bahagia.

Ceklek

Changmin keluar membawa sebuah baskom berisikan air hangat dan handuk kecil, dia duduk dipinggir tempat tidurnya dan membantu Kyuhyun untuk duduk disana. Changmin membuka jaket yang dikenakan oleh Kyuhyun dan menggeram kesal saat melihat kemeja Kyuhyun yang sudah tidak berbentuk, Changmin segera melepaskan kemeja itu dan membuangnya asal.

Bukannya merasa tenang tapi dia melihat beberapa tanda merah keunguan pada dada Kyuhyun dan Changmin tahu itu bukan bekas pukulan, Seungri sudah melakukan sesuatu pada Kyuhyun.

" M-min..."

" Tenanglah"

Changmin kemudian mengambil handuk yang sudah dia celupkan pada air hangat dan mulai membersihkan wajah Kyuhyun dengan lembut, sesekali Kyuhyun meringis karena ada beberapa luka pada wajahnya. Setelah wajah Kyuhyun, Changmin mulai menyelusuri tubuh atas Kyuhyun menggunakan handuk basahnya itu.

" Apa Seungri memberikan tanda ini?" Tanya Changmin dengan menunjuk tanda merah keungungan yang ada pada dada sebelah kanan Kyuhyun

" Min..."

" Jawab saja" Ucap Changmin datar

" N-ne"

" Dia memukulmu?"

" Ne"

" Menciummu"

" …..."

" Diam berarti benar"

Changmin merasakan hawa panas saat membayangkan Seungri mencium Kyuhyun dengan paksa, belum lagi namja sialan itu sudah memberikan tanda pada dada Kyuhyun dan itu bukan hanya satu. Changmin kembali fokus pada pekerjaannya, dia hendak melepaskan celana jeans Kyuhyun namun tangan Kyuhyun langsung menghalaunya, Changmin menatap Kyuhyun dengan bingung.

" Bi-biar aku saja" Ucap Kyuhyun dan wajahnya mulai merona

Bagaimana bisa Changmin membuka celananya dengan santai seperti ini?

" Oh, ne"

" Ba-balikkan tubuhmu Min"

Changmin membalikkan tubuhnya, memangnya kenapa jika dia melihat tubuh Kyuhyun? Bukankah dulu Changmin sering mandi bersama Kyuhyun saat kecil dulu. Ah~ mengingat hal itu Changmin jadi malu sendiri karena dia sering mengintip tubuh bagian selatan Kyuhyun.

" Tolong kemarikan celana piyamanya Min"

Changmin tersadar dari lamunannya dan dia mengambil celana piyama miliknya untuk diserahkan pada Kyuhyun yang sudah menutupi bagian bawahnya dengan selimut miliknya.

" Ini"

Kyuhyun mengambil celana itu dan memakainya dari dalam selimut, setelahnya Changmin membantu Kyuhyun untuk memakai piyama atas dan membuat namja itu berbaring. Kyuhyun memandangi Changmin yang hendak pergi itu, dengan segera Kyuhyun mencegahnya.

" Jangan tinggalkan aku" Ucap Kyuhyun dengan lirih

" Tidurlah"

" Tetap disini"

" Hah... Ne"

Changmin akhirnya berbaring disamping Kyuhyun yang entah kenapa malah memeluknya, Changmin memiringkan tubuhnya saat tubuh Kyuhyun kembali bergetar dan isak tangisnya terdengar. Changmin membalas pelukan Kyuhyun dan mengelus punggung Kyuhyun dengan pelan.

" Tenanglah, semua sudah baik – baik saja" Ucap Changmin dengan lembut

" Hiks..."

" Shh... Tidurlah Kyu"

Ucapan Changmin perlahan menjadi lagu pengantar tidur untuk Kyuhyun dan namja itu bisa memejamkan matanya dan tertidur dengan damai dalam pelukan Changmin. Changmin yang mendengar dengkuran halus dari Kyuhyun perlahan menjauhkan dirinya dan menatap wajah sembab Kyuhyun.

CUP

Changmin mengecup bibir Kyuhyun, rasanya masih sama sejak dulu dan itu tidak pernah berubah. Manis.

" Jangan permainkan aku Kyu... Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?"

Setelah mengucapkannya Changmin melepaskan pelukan Kyuhyun dan beranjak dari tempat tidurnya. Dia berjalan ke ruang tamu dimana kedua orangtuanya menunggu dengan wajah cemas. Dan akhirnya Changmin menceritakan kejadian yang baru saja dialami oleh Kyuhyun. Jaejoong begitu sedih dan terpukul atas kejadian malam ini dan dia menyerahkan semua pada Changmin. Dia tidak suka ada yang mengusik keluarganya begitu Yunho yang menyerahkan semua keputusan pada Changmin.

.

.

.

" Euunnghhh..."

" Kau sudah bangun Kyu?"

" Ng? Ahjumma?"

Kyuhyun langsung membuka matanya dan duduk diatas tempat tidur itu namun beberapa luka membuatnya mengaduh.

" Pelan Kyu, luka lebammu masih parah" Ucap Jaejoong dengan lembut

" N-ne ahjumma" Kyuhyun menundukkan kepalanya

" Jadi... Apa kau bersedia menceritakan semua yang kau alami selama ini pada ahjumma?"

" Eh?" Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan melihat Jaejoong tengah menatap sendu dirinya

" Kami sudah mencari tahu semua Kyu, Minnie baru saja menelepon ahjumma dan dia sudah mengetahui semua penyebab semua ini"

" Changmin?" Kyuhyun melihat kearah jam dinding dan melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, itu berarti Changmin ada di kampus bukan?

" Minnie mencari tahu apa yang kau sembunyikan dan Sungmin dengan baik hati bercerita, maafkan kami Kyu... Kau begitu menderita karena kami"

" An-aniya ahjumma, semua bukan salah ahjumma" Ucap Kyuhyun

" Maafkan ahjumma yang tidak tahu apa – apa tentangmu Kyu... Hiks... Maaf"

" Ahjumma jangan menangis!"

Kyuhyun langsung memeluk Jaejoong, bagaimanapun Jaejoong sudah merawatnya dengan sangat baik hingga Kyuhyun sendiri menganggap Jaejoong sebagai eommanya. Jadi, jika Jaejoong menangis maka Kyuhyun akan merasa sangat bersalah.

" Uljima ahjumma, maafkan aku yang merahasiakan semuanya. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bisa berdiri sendiri dan membuktikan bahwa aku pantas ada disamping kalian saat sukses nanti" Jelas Kyuhyun

" Kyunie ah... Kau selalu pantas ada dalam keluarga kami. Lihat bukan? Kau salah jalan dan malah membuat Minnie menjauh darimu?" Ucap Jaejoong kemudian melepaskan pelukannya, Kyuhyun tersenyum dan menghapus air mata Jaejoong

" Itu karena aku ingin membuktikan semua yang dikatakan mereka tidak benar ahjumma, jadi saat aku kembali maka aku pantas ada ditengah – tengah kalian. Tapi Victoria..."

" Dia memanfaatkan waktu yang kau gunakan untuk menjauhkan Minnie darimu"

" Ya" Lirih Kyuhyun, dia membenarkan ucapan Jaejoong

" Jangan dengarkan orang lain Kyunie ah... Mereka tidak tahu apa – apa tentangmu. Biarkan saja mereka berkata bahwa kau parasit atau pun pengganggu tapi kau tidak seperti itu. Aku sudah menganggapmu sebagai bagian dari keluarga Jung, lebih tepatnya menantu keluarga Jung"

" Ah-ahjumma!" Kyuhyun merona mendengarnya tapi kemudian dia berpikir bahwa Changmin pasti belum memaafkannya apalagi bukankah Changmin menjalin hubungan dengan Victoria?

" Wae? Kenapa murung hum? Perasaan Minnie akan selalu sama padamu"

" Tapi..."

" Ayo bersiap, kita harus segera menuju kantor polisi dan menghukum mereka yang bersalah. Sepertinya Minnie akan kesana juga"

" E-eh?"

" Keluarga Jung tidak terima kalau ada yang menyakitimu apalagi halmoni dan haraboji, mereka bahkan mengancam dengan kejam. Ayo Kyunie ah"

" Eh... Ne ahjumma"

.

.

.

Kyuhyun melihat Victoria ada didalam ruangan introgasi saat dirinya sampia dikantor polisi bersama Jaejoong, Jihyo dan Yunho. Dia melihat wajah sembab Victoria saat polisi membentaknya karena Victoria hanya diam saja. Sedangkan disampingnya Seungri mendundukkan kepalanya sembari menjawab pertanyaan yang diajukan.

Tak lama sang polisi menghampiri mereka dan duduk bersama. Sang polisi bermarga Shim itu mengajukan beberapa pertanyaan pada Kyuhyun.

" Keunde ahjusshi..."

Semua mata menatap Kyuhyun.

" Bi-bisakah aku mencabut laporanku?"

" Mwo?"

Yunho menatap kaget pada Kyuhyun begitu juga dengan sang polisi. Sedangkan Jaejoong tersenyum lembut serta mengelus punggung Kyuhyun.

" Kenapa?" Tanya sang polisi

" Kau takut keluarganya akan mencelakakanmu kalau kau melaporkan Victoria?" Tanya Yunho

" Aniya ahjusshi, tapi... Aku tidak ingin masa depan Victoria menjadi kelam dan buruk"

" Tapi..."

" Aku mohon ahjusshi untuk mengabulkan permintaanku" Kyuhyun menundukkan kepalanya

" Yunie ah..." Jaejoong mengenggam tangan Yunho

" Hah... Oke, tapi dia harus bebas bersyarat selama satu tahun ini" Putus Yunho

" Ahjusshi..."

" Ya atau tidak sama sekali?" Ancam Yunho

Kyuhyun akhirnya menganggukkan kepalanya, Yunho serta Jaejoong tersenyum karena Kyuhyun menuruti mereka. Serta namja baru datang yang mendengar keputusan Kyuhyun itu juga mendesah lega, Kyuhyun tidak pernah berubah. Tetap baik dan pemaaf.

" Eoh? Changmin?"

Kyuhyun tersentak saat Yunho memanggil nama anak sulungnya, dia kemudian menoleh dibelakang mereka sudah berdiri sesosok namja tampan nan tinggi menatap datar mereka.

" Sudah selesai?" Tanya Changmin

" Ya, sebentar lagi" Jawab Yunho

" Aku akan tunggu diluar saja"

Kyuhyun menatap sedih punggung Changmin, Changmin pasti merasa sedih Victoria ada disini mak dari itu Kyuhyun memilih untuk menarik laporannya. Tindakkannya benar bukan? Tapi kenapa Changmin masih terlihat dingin padanya?

Sementara itu Changmin keluar dari ruangan itu setelah melirik Victoria yang menatapnya dengan mata berair. Changmin tidak menyangka bahwa yeoja itu telah melakukan pembullyan terhadap Kyuhyun sejak mereka menjadi teman. Changmin tahu itu semua karena dia memohon pada Sungmin untuk menceritakan semua perihal Kyuhyun.

.

.

.

Perjalanan ke rumah terasa lama bagi Kyuhyun karena hanya ada kesunyian di dalam mobil. Changmin membawa mobilnya dengan tenang dan dia tidak bersuara sedikit pun. Sedangkan Jaejoong tengah sibuk berkirim pesan dengan Yunho yang kembali ke perusahaannya usai menemani mereka di kantor polisi tadi.

Sampai di rumah, mereka disamnut oleh Jihyo, Moonbin dan juga Jiyool. Kyuhyun langsung menatap sendu Jihyo dan langsung saja yeoja itu membawa Kyuhyun ke taman belakang keluarga Jung sedangkan Moonbin serta Jiyool bermain bersama Jaejoong dan Changmin.

" Bagaimana keadaanmu?" Tanya Jihyo

" Sudah lebih baik ahjumma" Jawab Kyuhyun

" Jangan membuat kami semua khawatir lagi Kyunie ah"

" Maafkan aku..."

" Jadi, bagaimana Changmin?"

" Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan padanya. Dia sudah mengetahui semuanya dan masih saja tetap dingin padaku"

" Itu karena kesalahpahaman diantara kalian, minta maaflah padanya dan jelaskan semuanya Kyu. Semua ini belum terlalu terlambat"

" Ahjumma..."

" Tidak apa – apa, ahjumma merasa Changmin akan mendengarkanmu dan juga... Joongie tadi mengirimiku pesan katanya kau menarik laporanmu? Wae?"

" Aku tidak mau masa depannya kelam ahjumma"

" Ahjumma rasa bukan itu alasannya?"

" Ng..." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya kemudian menunduk " Changmin pasti sedih jika kekasihnya ada disana" Jawabnya lirih

" Kekasih?"

" Ya... Bukankah Changmin menerima lamaran dari keluarga Song?"

" Mwo? Sepertinya banyak kealahpahaman disini. Kau harus minta maaf pada Changmin ne? Dan dia tidak pernah menerima lamaran siapapun" Jelas Jihyo

" MWO?"

" Lihat kan? Bicaralah berdua dan hubungan kalian akan seperti dulu Kyu. Ahjumma ingin melihat kekompakkan kalian lagi..." Jihyo mengusap kepala Kyuhyun " Kau aegya yang sangat berharga untukku dan aku tidak ingin membiarkanmu salah langkah lagi"

GREP

Kyuhyun memeluk erat Jihyo, dia sungguh berterima kasih pada yeoja yang selalu ada disampingnya ini dan mungkin memang sudah waktunya dia meminta maaf serta berterima kasih pada Changmin dan keluarganya.

" Terima kasih... eomma..." Ucap Kyuhyun dengan nada pelan

" Mwo? Kau memanggilku apa eoh?" Tanya Jihyo dengan nada kaget

" Eomma..." Lirih Kyuhyun dengan tetap memeluk Jihyo, dia merasa malu jika harus menatap Jihyo saat ini " Kau sudah seperti eommaku sendiri... Jadi, terima kasih eomma..."

Betapa bahagianya Jihyo saat ini, akhirnya Kyuhyun memanggilnya dengan eomma. Dia sendiri memang sudah menganggap Kyuhyun sebagai anak pertamanya namun kurang lengkap karena Kyuhyun tidak pernah memanggilnya dengan eomma.

" Ne Kyunie ah... Terima kasih juga sudah memanggilku eomma...Aku sangat senang"

SRAKK

Jihyo melepaskan pelukan Kyuhyun dan mereka melihat kebelakang mereka dimana Jaejoong menatap mereka dengan mata berair dan tatapan penuh kekecewaan. Kyuhyun tersentak kaget, Jaejoong menangis... Ada apa?

" Ma-maaf aku mengganggu..." Lirih Jaejoong kemudian pergi dari sana

" Kau mengecewakannya" Ternyata ada juga Changmin disana, setelah berkata seperti itu Changmin pergi dari hadapan Jihyo dan Kyuhyun

" Lihat... Joongie kecewa juga padamu Kyu" Jelas Jihyo

" Wae?" Tanya Kyuhyun

" Joongie selalu mengeluh karena kau sudah tidak lagi memanggilnya eomonim tapi hari ini kau memanggilku eomma dan mungkin didengar olehnya"

" Jadi?"

" Jangan kecewakan aku Kyu, kau tahu apa yang harus kau lakukan"

" Ne..." Kyuhyun menganggukkan kepalanya

" Nah, eomma akan melihat Binnie dan Yoolie. Joongie pasti pergi ke kamarnya"

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya saat Jihyo ergi dari hadapannya, dia menengadahkan kepalanya menatap langit sore yang cerah. Ternyata, banyak kasih sayang untuknya disini. Harusnya dia bisa membuka mata dan tidak termakan ucapan teman – teman Victoria. Harusnya juga dia bisa lebih bersyukur karena ada orang – orang yang sangat menyayanginya.

Kyuhyun menghela nafasnya, dia kemudian bangkit dan berjalan menuju lantai dua rumah itu. Kyuhyun melihat pintu itu terbuka sedikit dan dia mendengar isakan dari Jaejoong.

" Sudahlah eomma..."

" Keunde Minnie... Eomma... Hiks... Kyunie... Eomma menyayangi Kyunie, sangat menyayangi Kyunie. Eomma memintanya untuk memanggil eomma dengan eomonim tapi dia diam saja sedangkan dengan Jihyo noona... Hiks"

" Eomma yah... Uljima... Dia pasti punya alasannya bukan?"

" Minnie ah... Apa Kyunie membenci eomma? Dia bahkan akan pergi dari sini tiga hari lagi? Eomma tidak mau dia pergi Minnie ah... Eomma menyayanginya..."

Mata Kyuhyun berembun, bagaimana bisa dia membuat Jaejoong menangis lagi seperti ini. Dia benar – benar jahat karena sudah berbuat buruk pada Jaejoong! Dengan segera Kyuhyun masuk kedalam ruangan itu dan melihat Jaejoong tengah duduk dipinggir tempat tidur ditemani Changmin yang terus mengelusi punggung sang eomma.

" E-eomonim..."

" K-kyunie?"

" Mianhae... Maafkan aku eommonim" Lirih Kyuhyun dengan menundukkan kepalanya

" Huuwweeeeeee"

" OMO!"

GREP

Jaejoong berlari kearah Kyuhyun dan memeluk namja manis itu dengan erat kemudian menangis kencang.

" Uljima eomonim... kau membuatku seperti anak nakal yang membuat eommanya menangis" Ucap Kyuhyun

" Hiks... Kau memang nakal... Terus panggil aku eomonim..." Ucap Jaejoong disela isakkannya

" Eomonim... Eomonim... Eomonim... Gomawo sudah menerimaku di rumah ini dan membesarkanku seperti anakmu sendiri eomonim"

" Ne Kyunie.. Ne... Eomonim menyayangimu Hiks"

Dalam pelukan Jaejoong, Kyuhyun melihat Changmin yang tersenyum menatap eommanya kemudian dia melirik Kyuhyun. Kyuhyun langsung salah tingkah dan tersenyum kikuk namun hanya diam tanpa ekspresi, seketika itu Kyuhyun tahu bahwa Changmin masih marah padanya.

.

.

.

Makan malam di rumah keluarga Jung sangat ramai karena mereka mengundang semua keluarga besar mereka disana. Tampak juga Junsu dan Yoochun yang tengah berbincang dengan Yunho saat ini. Sedangkan Kyuhyun tengah bermanja dengan Jung halmoni serta Jung haraboji.

Moonbin dan Jiyool tengah bermain dengan kedua anak Junsu dan Yoochun, Gongchan dan Ilhwan. Changmin tengah melahap makanan penutup yang dibuat oleh Kim halmoni. Dia menatap sekeliling dan tersenyum karena keadaan menjadi seperti dulu yah... Walau hanya ada satu masalah lagi antara dirinya dan Kyuhyun.

Namja itu masih mereasa kesal dan marah karena selama ini Kyuhyun banyak merahasiakan kehidupannya termasuk kesulitannya menghadapi Victoria dan yang lainnya.

Acara itu selesai hampir tengah malam, mereka pamit dan Kyuhyun saat ini tengah membantu Jaejoong, Yunho dan Jihyo membereskan kekacauan yang ada, dia tengah membereskan ruang tengah sedangkan Changmin mungkin searang tengah meninabobokan kedua adiknya yang manja?

" Kyu, sudah malam. Kau harus istirahat biar sisanya eomma yang bereskan" Ucap Jihyo dan diangguki oleh Kyuhyun

" Aku tidur dulu eomma... eomonim..."

" Ne"

Kyuhyun mendekat dan menicum pipi Jihyo serta Jaejoong barulah dia pergi ke lantai atas tapi langkahnya terhenti saat melihat Changmin keluar dari kamar Jiyool. Changmin berusaha bersikap biasa saja kemudian berjalan kearah kamarnya.

" Min..." Panggil Kyuhyun, Kyuhyun pikir ini saat yang tepat untuk membicarakannya. Dia tidak mau nanti pergi meninggalkan luka disini

" Hum?" Gumam Changmin

" Maafkan aku..."

" Untuk apa?"

" Aku telah menyembunyikan semuanya darimu"

" Kau ingat janji yang kita buat dulu? Janji saat usiaku dua belas tahun?" Tanya Changmin dengan menatap tajam Kyuhyun

Kyuhyun tersentak, dia menatap Changmin yang menatapnya tajam, sungguh menakutkan. Perlahan Kyuhyun mengangguk, dia tidak mungmin tidak ingat janji yang sudah dibuatnya dulu pada Changmin.

" Kau berjanji tidak akan berbohong dan menceritakan semua masalahmu padaku. Tapi apa yang kau perbuat selama tiga tahun ini eoh?!"

" Min..."

" Kau berbohong, kau menutupi semuanya! Aku tahu kau tidak mencintaiku tapi... kau bisa menganggapku sebagai adikmu bukan?! Kau bertindak seakan kau hidup hanya sendiri dalam duniamu! Kau lupa ada aku dan keluargaku disini eoh?!"

" Min dengarkan aku, aku melakukannya karena aku ingin membuktikan bahwa semua omongan mereka salah"

" Ya, Sungmin hyung sudah bercerita tapi aku kecewa padamu Kyu. Aku... Sudahlah... Kau membenciku bukan? Pergi saja yang jauh dari hidupku"

Changmin membalikkan tubuhnya hendak memegang knop pintu namun seseorang menahannya dengan pelukan erat dari belakang diiringi dengan isakan.

" Maaf... Hiks... Aku tidak membencimu" Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Changmin

" ..."

" Maaf Min... Maaf..."

" Pergilah"

" Tidak sebelum kau memaafkan aku"

" Pergilah! Bukankah kau sendiri yang memutuskan untuk pergi dariku?!" Bentak Changmin

" Hiks... Tidak... Aku... Hiks... Mencintaimu... Jangan pergi dariku hiks..."

" ..."

" Maafkan aku Min, aku mencintaimu"

SRETT

Changmin membalikkan tubuhnya dan menatap tajam pada Kyuhyun.

" Jangan main – main denganku Kyu" Ucap Changmin dengan nada datar

" Tidak Min... Aku pergi karena aku mencintaimu. Aku membiarkan kau bahagia dengan orang yang kau sukai"

" Siapa?"

" Vic..." Lirih Kyuhyun

" Kau bodoh Kyu, bodoh..."

" Mw-"

" Aku mencintaimu dan tidak pernah berubah sejak dulu"

" Mi-mmmmhhh!"

Kyuhyun sontak saja kaget saat Changmin menyatukan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Kyuhyun kelabakan dan mencari pegangan hingga dia memegang kedua lengan Changmin saat Changmin memeluk pinggangnya.

" Mhhhmm.. Min!" Kyuhyun mencoba mendorong Changmin

" Panggil aku Chwang lagi Kyu..."

" Ch-wang..."

" Terus panggil aku seperti itu"

" Chwang..."

" Lagi"

" Chwang... Ch-mmhhh..."

Kali ini ciuman itu sungguh lembut dan Kyuhyun bisa menikmatinya, dia merasakan cinta Changmin melalui ciuman lembut yang Changmin berikan padanya. Akhirnya Kyuhyun mengalungkan tangannya pada leher Changmin. Terus dan terus saja Changmin memanggut bibir mungkin Kyuhyun, dia sungguh gemas pada bibir Kyuhyun yang sudah pernah dia rasakan saat kecil.

" Ehem!"

Kyuhyun langsung mendorong Changmin hingga punggung Changmin terbentur pintu kamarnya. Mereka menatap horor pada Jaejoong, Yunho dan Jihyo yang ada dilorong kamar.

" Apa kami mengganggu kalian anak muda?" Tanya Yunho

" Maafkan kami ah-ahjusshi" Ucap Kyuhyun dengan wajah merona

" Tidak perlu minta maaf Kyu, ini bukan kesalahan kita" Ucap Changmin

" Min!" Kyuhyun memukul lengan Changmin

" Aigoo... Selamat ya Kyunie baby... Akhirnya food monster itu punya kekasih juga tapi... Bukankah kau harus berangkat ke Paris tiga hari lagi?" Goda Jaejoong dengan sengaja, dia akan memanasi Changmin. Dia sangat tahu anaknya posesif dan tidak suka berjauhan dengan apa yang sudah dia klaim sebagai miliknya, sama seperti suaminya.

" Katakan kau tidak jadi pergi Kyunie..." Ucap Changmin datar

" Mwo?" Kyuhyun menatap sebal pada Changmin " Tentu aku akan pergi"

" Kau batalkan beasiswa itu atau aku yang akan bilang pada guru pembimbingmu untuk membatalkan beasiswanya?" Ancam Changmin

" YA! Bagaimana kau bisa begitu egois memutuskan ha ini? Kau tidak tahu sulitnya mendapatkan beasiswa itu?!" Pekik Kyuhyun

" Aku tidak peduli" Ucap Changmin dengan cuek

" Egois!"

" Kau tahu itu dengan baik bukan?"

" Grrrrrr... Aku akan tetap pergi! Titik!" Pekik Kyuhyun

BRAKK

Kyuhyun membanting pintu kamarnya hingga membuat seluruh orang yang ada disana tersentak kaget.

" Min~~ Kau rayu dia supaya tidak pergi ne?" Jaejoong beraegyo pada Changmin

" Aku tidak bisa eomma, dia sudah memutuskannya dan aku tidak boleh egois lagi" Ucap Changmin dengan lembut

" Ta-tapi..."

" Tenang saja eomma, Aku akan melanjutkan kuliahku disana untuk menemani Kyunie dan belajar hidup mandiri"

CEKLEK

" YA! Kenapa kau malah ikut juga?!" Kyuhyun keluar dari kamarnya, ternyata namja itu tetap mendengarkan pembicaraan orang – orang yang ada diluar

" Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian disana. Kau kekasihku dan aku tidak mau kau kesepian disana"

" Mw-mwo..." Ucap Kyuhyun dengan merona

" YA! Tidak bisa begitu! Bagaimana bisa kalian berdua meninggalkan eomma disinii?" Tanya Jaejoong dengan nada panik

" Eomma..."

" Eomonim..."

" Kalian tidak menyayangi eomma eoh?" Ucap Jaejoong kemudian matanya berkaca – kaca

" Boo...uljima... Ini memang sudah menjadi keputusan Changmin. Tadi pagi dia sudah memberitahukannya padaku, aku rasa tidak apa – apa bagi mereka untuk belajar mandiri bukan?" Ucap Yunho mencoba menenangkan sang istri

" Mwo? Yunie... Kau?" Jaejoong menatap tidak percaya pada Yunho

" Ya Boo... Aku sudah tahu tenanglah"

" Hiks... Kalian jahat"

Kyuhyun dan Changmin saling pandang kemudian mereka akhirnya mendekat kearah Jaejoong dan memeluk namja cantik yang tengah menangis itu. Changmin dan Kyuhyun terus meminta maaf pada Jaejoong dan berusaha menenangkan namja cantik itu.

.

.

.

.

Akhirnya disinilah mereka, di bandara Internasional Seoul untuk mengantarkan Kyuhyun serta Changmin yang akan berangkat ke Paris pagi ini.

" Jangan lupa selalu mengabarkan keadaan kalian setiap hari?" Ucap Jaejoong dengan menahan isak tangisnya

" Ne eomonim. Kami akan melakukannya" Jawab Kyuhyun

" Jangan lupa untuk saling menjaga satu sama lain" Ucap Yunho dan diangguki oleh Kyuhyun dan Changmin

" Kyunie..."

Kyuhyun memeluk Jihyo dan membuat yeoja itu nyaman.

" Aku akan kembali saat liburan nanti eomma, aku juga akan menemui Soyu di sekolahnya" Ucap Kyuhyun berjanji dia akan menemui adik angkatnya saat liburan nanti

" Ne, kau harus kesini setiap liburan Kyu" Ucap Jihyo

Kyuhyun melepaskan pelukannya kemudian tangannya digandeng oleh Changmin untuk berpamitan pada haraboji dan halmoninya serta Yoochun dan Junsu. Tidak lupa dengan adik mereka dan keponakan mereka, Gongchan dan Ilhwan. Juga Donghae dan Sungmin yang sengaja datang untuk mengantar Changmin dan Kyuhyun.

" Kami pergi ne?" Pamit Changmin

" Hati – hati, ingat selalu pesan eomma" Ucap Jaejoong

" Pasti"

Changmin dan Kyuhyun membungkukkan tubuhnya kemudian membalikkan tubuhnya untuk masuk kedalam pintu masuk. Hah... Rasanya sangat berat karena sejak tadi dia sudah menahan tangisnya tapi dia harus tegar karena ini akan sementara. Jika semua sudah selasai mereka akan kembali dan menjadi satu lagi bukan? Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berteriak.

" Aku menyayangi kalian, saranghae!"

" Kyunie ah... Hiks..." Tangis Jaejoong makin terdengar

" Kenapa kau malah membuat eomma menangis lebih kencang sih..." Gerutu Changmin

" Aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan Chwang ah" Ucap Kyuhyun

" Mereka tahu itu kok. Kajja"

Changmin menggenggam erat tangan Kyuhyun dan mereka berjalan menuju eskalator menuju tempat pesawat mereka.

" Kyu, kau tahu..." Changmin memulai pembicaraan mereka

" Hum?"

" Sebenarnya saat aku membicarakan tentang kepindahan aku meminta appa untuk menikahkan kita berdua hari ini"

" MWO!"

" Tapi appa menolak dan kau tahu alasannya?"

" Tentu saja karena kita belum siap Chwang!"

" Bukan itu"

" Lalu?"

Apa – apaan Changmin ini? Tanpa melamarnya dia langsung berniat menikahinya? Tapi Kyuhyun juga penasaran kenapa appa dari Changmin menolak untuk menikahkan Changmin dengannya, jika belum mapan bukan alasannya lalu apa?

" Eomma akan memberikanku adik enam bulan lagi jadi appa memintaku untuk bersabar menunggu adikku lahir dulu"Ucap Changmin dengan santai

" Oh..." Kyuhyun mengangguk – anggukkan kepalanya sampai " MWO?! Eomonim hamil?!"

" Ne... Jadi akhirnya aku memutuskan aku akan menikahimu saat sudah lulus dan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupimu"

" YA!"

" Saranghae Kyunie" Changmin mendekatkan kepalanya dan berbisik tepat pada telinga Kyuhyun

" Y-ya..." Wajah Kyuhyun merona mendengarnya

" Jawab aku Kyunie ah"

" Nado..." Kyuhyun meremas pelan pegangan tangannya pada Changmin " Nado saranghae dan itu tidak akan berubah" Ucap Kyuhyun tetap menunduk

Changmin yakin dia bisa mempertahankan Kyuhyun dalam hidupnya karena mereka sudah ditakdirkan untuk bersama. Kyuhyun hanya tercipta untuknya begitu juga sebaliknya. Walaupun ada halangan apapun, Changmin akan menjaga Kyuhyun dan melawatinya bersama dengan namja manis itu.

.

.

.

.

" Kyunie.. Min mau deh nikah sama Kyunie kalau sudah besar"

" Hmmm... Memang kau mencintaiku?"

" Min Sayang sama Kyunie dan gak mau pisah sama Kyunie..."

GREP

Tanpa sadar namja berambut ikal itu tersenyum dan balas memeluk namja yang lebih pendek darinya itu.

" Ne, aku juga mau menikah denganmu saat kau besar nanti Chwang"

.

.

.

.

~ END ~

.

.

.

.

Hollaaaa~~~~~

Sesuai janji, Cho update tanggal 18 ne? Yah... Ga tengah malem sih... Cho begadang soalnya selesaiin pesenan seseorang hahahahaha

End nya sekian dan gak pake NC kkkkk

#KetawaNista

.

Special Thanks :

.

rhue0290 (ini udah diupdate), hsandra (ne~~ waaa.. emang Jaemma sekseehh tiada tara kkk), cha yeoja hongki (Cho tetep setia disini kok ^^ hhmmm... Cha ga salah ripiu kan?), MyBabyWonKyu (no~~ disini cho bikin dia baik hati sama seperti Jaemma hahaha), akiramia44 (tuh udah ga ada tbc tapi end kkkk), Dewi15 (Bang Mimin gak terima perjodohannya kok?), KimYunjae (salam kenal juga #bow makasih udah baca ff gaje Cho ne?), Guest (sabar...), HunHanCherry1220 (iya donk, di ff yang ini kan Jaemma sayang emang kalem nado hwaiting!), Rachel Yu (Thanks karena udah baca ff gaje Cho ^^), leemomo. Chan520 (makasih udah nunggu Cho ya ^^). chwangkyuwoozie (udah diupdate ya, maksih udah baca, ne... Cho tetep semangat kok!),

dheaniyuu (gak kok, kan appanya udah nasehatin sebelum terlambat harus bertindak kkkk), Princess Jae (udah bae an dan end kok kkkk), exoinmylove (sip deh, udah Cho update), choikim1310 (ga angst kok...yup udah selesai), danatebh (sip), JonginDO (ia, lanjut kok), CuteEvil300799 (pasti happy end kok ^^), himeryo99 (nado hwaiting!), Guest (Cho juga gregetan tapi emang dia harus begini sikapnya di ff yang ini kkkk jangan di getok donk, nanti diomelin bang Mimin kkk), teukiangle (emaaangg), fyodult (maklum, masalahnya harus diselesai in dulu kan?), kimRyan2124 (kkkk, boleh... lempar ke laut juga boleh hahah), hunhanshin (udah end kok, cape kalo masih lanjut terus kkk), GaemGtu92 (ne... tapi semua udah aman terkendali kok, udah Cho update ne?),

Indy (boleh... mereka sifatnya antimainstream disini hahahaha, Cho kurangin Jung family moment karena ini Changkyu momen hehehehe), Bestin84 (itu Cho udah bikin ff yang isinya angst, hurt doank... Hurt judulnya haahaha promosi), Jung Heechan (giles sapa? Jangan bang Mimin donk... kkk), Avanrio11 (iya, ini chap terakhirnya kok), lovegravanime14 (udah kejawab ne pertanyaannya malah udah end kkk), bijin YJS (judul apa? Rate ga naek tetep T, hwaiting!),

Untuk yang udah follow, fav dan para SiDer

.

Thanks banget udah sempetin baca ff Cho yang ini ya, maaf kalo ada namanya yang ga kesebut ataupun salah dalam penulisan nama.

Itu aja deh yang Cho sampe in sekali lagi Hapee b-day Bang Mimin sayang semoga makin cinta sama Cho, Cho tunggu ntar malem di kamar ya! #malemjumatan #PLAKK kkkkkk

Oke, hmmmmmmm... #LirikFFSebelah #ChefJung

Jja...

See u next ff ne?

.

Kamis, 18 Februari 2016