JY present

Delinquent Student

.

Cast: JinHoon! OngNiel! JinSeob! HakWoong!
Jihoon, P! Jinyoung, B! Sungwoo, O! Daniel, K! Woojin, P! Hyungseob, A! Haknyeon, J! Euiwoong, L!
Rate: T+
Length: Chaptered
Disclaimer: Produce 101 members belongs to Mnet and their agencies, the plot is mine.

.
Special Chapter
of
Daniel Kang and Sungwoo Ong
.
.

Warning: Typo(s), too complicated, etc.
Don't forget to RnR juseyo!

.
.
.


Sungwoo memajukan bibirnya kesal. Kesal setengah mati, dan bosan setengah mati. Rencananya, hari ini ia dan Daniel akan pergi –ekhem berkencan. Mereka hanya ingin ke taman kota saja, bonus tour kuliner usulan Sungwoo yang pastinya disetujui Daniel.

Dasar, pasangan beruang.

Dan disinilah Sungwoo sekarang, di apartement Daniel. Hey, apa ke apartement Daniel ada dalam rencana jalan–jalan mereka? Tidak. Nope. Lalu kenapa Sungwoo bisa terdampar disini? Tolong salahkan hujan yang mendadak turun dengan derasnya saat Sungwoo menjemput Daniel di apartementnya.

.

Sebenarnya, ia dan Daniel sudah sepakat untuk bertemu di halte bus dekat rumah Sungwoo. Tapi, tanpa peringatan apapun, Sungwoo berangkat pagi–pagi dengan bus pertama ke apartement Daniel, berencana memberikan sedikit kejutan pada beruang coklatnya. Beruang coklat? Yap, beruang coklat. Daniel merubah warna rambutnya. Kini, surai pink kesukaan Sungwoo sudah digantikan dengan warna coklat muda yang sialnya tampak sangat cocok dengan Daniel. Padahal awalnya ia sempat kesal pada Daniel karena pemuda itu mengganti warna rambutnya tanpa meminta pertimbangan Sungwoo.

Ketika Sungwoo mengendap dan memencet bel apartement Daniel, semuanya masih baik–baik saja. Tapi setelahnya, tidak bisa disebut baik–baik saja. Sungwoo susah payah menelan salivanya mendengar suara serak khas bangun tidur Daniel dari balik pintu apartementnya, menanyakan siapa yang memencet belnya bonus gumaman yang ternyata umpatan dalam bahasa Inggris. Dan ketika Daniel membuka pintu apartementnya dengan keadaan topless dan jeans kusut membalut kakinya serta wajah penuh kantuk, Sungwoo tak bisa tak menunduk dengan wajah memerah. Sepertinya ia terlalu pagi mengunjungi beruangnya itu.

.

"Bosan ya?"

Sungwoo menoleh, menatap Daniel yang syukurnya –sialnya– sudah memakai baju sebagaimana mestinya. Sungwoo menggeleng, menolak pertanyaan Daniel meski sebenarnya ia memang bosan.

"Apa aku mandi terlalu lama?"

"5 menit kau bilang lama? Heol. Lalu aku apa?"

Daniel terkekeh. Tangannya bergerak memberikan secangkir teh hangat yang ada dalam genggamannya pada Sungwoo. "Kukira aku mandi sangat lama."

"Ya, dan aku mandi 15 menit sama dengan setengah tahun?" Sungwoo mendecih seraya menerima cangkir bergambar beruang pemberian Daniel. Hangat. Rasanya hangat, Sungwoo suka itu.

"Teh? Kau tak minum kopi? Dan– pfft, apa ini? Beruang?"

Daniel menggaruk tengkuknya canggung. "Aku rasa minum teh lebih cocok daripada minum kopi sekarang ini. Dan soal beruang.. itu pemberian eommaku. Bukankah itu lucu?"

Sungwoo tertawa ringan. "Tentu saja, ini sangat lucu dan manis!"

"Persis seperti kau."

"Daniel, stop it. No aegyo, no grossy things, no." Sungwoo memandang horror Daniel. Alisnya tertaut kesal. Cukup hujan saja yang membuatnya kesal hari ini. Ah iya, gagal sudah tour kulinernya.

"Okay okay, aku berhenti," Daniel meletakkan cangkirnya di meja. Tubuhnya bergerak, mendekat pada Sungwoo dan menyandarkan diri disana. Beberapa kali ia bergerak menyamankan tubuhnya dalam dekapan Sungwoo. Kini ia tampak... bersiap untuk hibernasi?

"Niel, aku lapar."

Daniel mendongak, menemukan iris Sungwoo yang memandangnya penuh harapan. "Ah, kau benar. Kita tak jadi tour kuliner."

"Aku butuh makan~, aku belum sarapan apapun selain minum teh ini."

"Kau mau aku memasak untukmu?"

"Kau bisa? Heol."

Daniel menarik sudut bibirnya, melengkungkan senyuman lebar. "Butuh bukti? Tidak mungkin 'kan aku delivery order terus? Hidup sendiri membuatku sedikit mandiri kurasa."

Sungwoo menghela nafas panjang. "Okay, rasa banggamu itu, huh. Kalau begitu, masak sana!"

"Kau tak mau ikut memasak? Akan kuajari."

"Kau siap melihat dapurmu luluh lantak?"

"Selama ada aku di dekatmu, kurasa tak apa."

Sungwoo memutar bola matanya. Daniel sudah keras kepala. Kalau sudah begini, ia tak bisa memberikan penolakan lain pada kekasihnya itu. Bisa–bisa Daniel menggendongnya paksa kalau Sungwoo tetap menolak tawaran Daniel.

"Okay, baiklah."

Daniel bergerak cepat, segera berdiri dari rangkulan Sungwoo dan berlari ke arah dapur. Mempersiapkan apa saja yang akan mereka masak. Sungwoo jadi heran, siapa yang uke disini.

Ah, Daniel tidak mungkin uke. Sungwoo lupa.

Berapa kali pun Sungwoo mencoba, ia tak pernah bisa atau takkan bisa mendominasi seorang Kang Daniel. Mulai dari sesuatu yang ringan sampai– yeah you know it right, ia selalu menjadi yang dibawah, secara harfiah maupun tidak.

"Jadi, apa yang kita masak?"

"Kau mau apa eh? Kulkasku cukup lengkap."

"Apa saja yang penting cepat."

"Sup? Bagaimana kalau sup krim?"

"Call."

Omong–omong, baru kali ini Sungwoo menyentuh pisau sepanjang jalan hidupnya. Biasanya, eommanya akan melarang Sungwoo untuk melangkahkan kaki ke dapur kecuali mengambil camilan di kulkas. Sungwoo tak bisa menahan rasa tertariknya melihat benda tajam itu.

"Okay, kau bisa melukai dirimu sendiri kalau begitu," Daniel tertawa. Memperhatikan Sungwoo yang mudah tertarik dengan banyak hal adalah hal paling menarik bagi Daniel.

Tangan Daniel bergerak, menjauhkan pisau itu dari depan wajah Sungwoo dan menurunkannya kembali ke tempat seharusnya pisau itu melakukan pekerjaannya.

"Kau harus memotong sayurannya seperti ini, okay?"

Sial.

Sungwoo jadi tak fokus.

Mana bisa ia fokus sementara Daniel memeluknya dari belakang?! Apa sih maunya beruang satu itu? Membuat Sungwoo jantungan di tempat? Kalau begitu, selamat, Daniel sukses 100%.

"Wajahmu memerah?"

Sial, tapi iya.

Bagusnya, Daniel justru merengkuhnya erat. Dagunya ia letakkan di bahu Sungwoo. Tubuh Sungwoo kini seakan terbungkus oleh Daniel, mengingat lebar bahu Daniel yang diatas namja pada umumnya. Daniel tersenyum manis. Sungwoo tak bisa melihatnya sekarang, tapi ia tau itu.

"Kurasa kencan seperti ini tak buruk juga, right?"

Tambahan di akhir, kecupan singkat dari Daniel pada pipi merona Sungwoo.

"I think.. we look like a new–wed couple. Right, Kang Sungwoo?"

"Shut the fuck up or i'll stab you with this knife, Kang Daniel."
.
.
.
–END


a/n: Tenang~ itu END untuk chapter OngNiel aja kok.
Kapel lain menyusul yakk!
Sebenernya mau update besok besok, tapi tangan ini udah gatel pengen update:""

.

Oh iya, dd kepikiran buat bikin spin-off lagi nih.
Spin-off? Iya, soal penjelasan yang sebenernya terjadi.
Tadinya mau dd tulis di chapnya JinHoon, tapi batal deh.
.
Masih ragu juga mau bikin atau diselipin aja:"

.

XOXO,
Jinny Seo [JY]