.
.
Leeteuk masih setia melantunkan lagu pengantar tidur untuk Sungmin, berjaga disampingnya duduk memandang lekat wajah pulas beberapa jam yang lalu seisi rumah dibuat kaget akan kehadirannya yang tiba-tiba, bahkan Yunho nyaris terkena serangan jantung belum lagi para maid dan penjaga yang tidak berhenti menganga memasang ekspresi shock yang berlebihan kecuali Moonbin, bocah yang lebih tinggi dari anak seusianya itu dengan ringan berlari ke arah kakaknya dan meminta pelukan.
Leetuk tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat puterinya kembali terlebih ia dalam keadaan sehat sekarang,menangis tentu saja ia menangis sejadi-jadinya saat tangan hangat itu masih dapat meraba wajah puterinya,saat ia merengkuhnya ke dalam dekapannya,saat telinga mendengarnya suara puterinya jantungnya seakan mau copot karena terlampau senang,lain Leeteuk lain pula Yunho pria berkepala lima itu justru bingung tidak mengerti harus merasa yang masih duduk di samping Sungmin tidak hentinya mengucapkan terimakasih karena berkatnya ibu mereka dapat tersenyum lagi.
Sedangkan Yesung hanya dapat ikut berbahagia merasa lega karena telah mengembalikan Sungmin ke tempat seharusnya,dan juga telah memenuhi janjinya untuk mengabulkan keinginan terakhirnya...
.
.
Faith
Written by hye jin park 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|AU|Crack Pair|KyuWook_YeMin|Typo|Faith_Sequel - married life story|Gaje|Bad dict| Dont like dont read|
Dont bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Genre :Hurt- Romance family
Rate : T
Happy reading
Suasana pagi yang tampak ceria dimata Leeteuk meski pagi ini Seoul dilanda hujan deras dalam benaknya ini adalah cuaca yang sangat cerah karena Sungminya kembali,puterinya leeteuk telah membuat kesepakatan dengan Yunho untuk tidak mengungkit lagi tentang masalah yang terjadi baik tentang Kyuhyun,Ryeowook ataupun tentang Sungmin sendiri ,mereka sepakat untuk mengulangnya dari awal hanya ada dia dan kedua anaknya.
Seperti biasa saat sarapan wanita berparas malaikat itu menyiapakan makanan di dapur sejak pagi tadi,hanya menunya saja yang berbeda Leeteuk sengaja membuatkan makanan kesukaan Sungmin semuanya baik makanan,minuman,kue, bahkan semua yang disukai gadis itu leeteuk buatkan takut Moonbin mengamuk ia juga tidak lupa menyiapkan hal yang sama seperti kakaknya hanya saja porsi Sungmin lebih siap meja besar itu seakan terisi hidangan pesta yang dibuat sendiri oleh nyonya meletakkan piring terakhir ia beranjak pergi menyusul puterinya kekamar untuk sarapan.
Lesung pipit yang tiada henti menghiasi wajahnya,lantunan lagu yang dulu sering mereka nyanyikan juga tidak henti-hentinya keluar dari bibirnya. Sebuah lengkungan indah dan membuat wajah itu semakin cantik mengembang saat langkah kakinya terhenti di depan pintu kamar berkayu eboni lalu dibukanya pintu yang tidak dikunci itu dengan hati-hati.
Sosok yang masih terlelap di balik selimut merah mudanya itu merasa terusik ketika tangan hangat sang ibu mengusap keningnya yang berkeringat,raut cemaspun muncul di benak leeteuk kala melihat puterinya sedikit meringis seperti manahan foxynya terbuka menjumpai sosok Leeteuk yang terlihat cemas sembari mengusap keringat dingin yang mengucur dari keningnya namun ia berusaha tersenyum di depan sang ibu,
"kau banyak berkeringat Min,apa kau sakit mana yang sakit bilang pada omma atau kita panggil dokter saja ya?"
"Gwancanha omma mungkin karena suhu pengahangatnya terlalu tinggi jadinya berkeringat" ucap Sungmin dengan suara parau khas orang bangun tidur.
leetuk yang masih cemas dan tidak percaya terpaksa mengangguk saat gadisnya memeluknya erat mengucapkan kata-kata cinta padanya,mencurahkan rasa rindu yang sudah beberapa tahun ini tidak ia lakukan,merasakan kembali hangatnya pelukan kasih sayng seoarang ibu yang selama ini tidak ia sangat bahagia di dalam lubuk hati Sungmin saat ia masih diberi kesempatan untuk melihat ibunya kembali meskipun hanya sebentar namun masih bisakah ia melihat Kyuhyunnya orang yang selama ini mengisi relung hatinya,yang membuat hidupnya tidak kekurangan cinta sejujurnya hanya Kyuhyunlah yang dapat memberikan itu untuknya.
"jeongmal?"tanya Leeteuk memastikan lagi sembari mengusap surai Sungmin yang kini dipotong sebahu,Sungmin mengangguk menepuk-nepuk punggung leeteuk memberi ketenangan,"jeongmal?" ulang nya lagi,
"hm,gwanchana eomma!" jawab Sungmin lirih berbisik ketelinganya,"kita panggil dokter saja ne,bajumu juga basah karena keringat Min?" ucapnya lagi dan Sungmin menggeleng seraya memberi kecupan di dahi ibunya lalu kembali memeluk wanita paruh bayu itu lebih erat,"saranghae eomma!" ucap Sungmin lagi,"nado mani saranghaeyo" balas leeteuk kemudian,"Eomma ambilkan sarapanmu dulu eoh, jangan nakal arasseo!","Nde!arasseo nyonya lee!"
.
.
.
Ryeohyun tampak begitu ceria di sarapannya pagi ini, bocah gembil itu sekarang sedang memainkan pesawat kertas yang tadi dibuatkan oleh supir Kim saat tadi ia sempat merengek minta ikut ayahnya kerumah sakit. Menerbangkan pesawat kertas itu kesana-kemari hingga membuat sang pengasuh kewalahan untuk menyuapinya. "tuan muda makan dulu ya, nanti muntah loh kalo berlari-lari seperti itu" bujuk pengasuhnya memohon, namun sepertinya bocah itu tidak memperdulikan bujukan itu ia malah melenggang menuju ruang belajarnya dan mengambil beberapa kertas lipat untuk minta di ajarkan membuat pesawatnya lagi, "ani!hyun kan mau thedang jadi pilot nuna kkaja!nuna buatkan hyun pethawat lagi!" ucapnya menyodorkan setumpuk kertas berwarna-warni itu pada pengasuhnya yang hanya bisa menghela nafas karena pasti tuan mudanya itu akan menghabiskan waktu lama untuk sarapan.
thatu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,delapan,thembilan,thepuluh,thebelath,duatigabelath,"Ryeohyun menghitung jumlah pesawat kertas yang berhasil dibuatnya dengan baik meskipun harus ada beberapa sobekan dan kusut sana-sini namun ada beberapa yang jadi dengan sempurna, saat akan menghitung yang ke duabelas Ryeowook yang sejak tadi memergoki puteranya itu belum menghabiskan sarapannya menyela hitungan Ryeohyun, "dua belas sayang!bukan dua tiga belas," ucap ryeowook diselingi tawa oleh ia dan pengasuhnya, "kenapa belum dihabiskan sarapannya?" tanya Ryeowook lagi lalu mengambil alih mangkuk makanan itu namun laih –alih menjawab bocah itu malah melanjutkan lagi hitungannya dari awal sembari sesekali melirik ke arah ibunya,
"thatu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,delapan,thembilan,thepuluh,thebelath,duabelath,tigabelath, ada tigabelath omma!" seru Ryeohyun kemudian beranjak kepangkuan Ryeowook,"ne,tiga belas sayang, coba ucapkan yang benar, 'S,sssssssss" pinta Ryeowook gembil merengut mencebikkan bibir yang ia warisi dari ibunya, tangannya ia dekapkan ke dada,"thutah omma! R saja ne, errrrrrrrrrrrrrrrr..." ucapnya kemudian dan Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya saja tidak mengerti kenapa puteranya itu justru malah cedal pada huruf s dan malah bisa melafalkan huruf r dengan sangat,sangat,sangat lancar,"omma,aaaaa!" pintanya lagi.
"pake sayurnya ne" bujuk Ryeowook saat ia menyingkirkan potongan kecil brokoli dan wortel dari sendok itu,"ani! dagingnya thaja omma!" jawabnya dan melahapnya sendiri.
Ini suapan terakhir Ryeohyun bertepatan dengan bunyi kilat yang menyambar, alhasil bocah itu kaget bukan main ia bahkan memuntahkan makanannya kelantai karena snagking kagetnya. Ryeowook dengan sigap menggendong puteranya itu menepuk-nepuk punggungnya lalu mengambilkannya air putih untung saja ia cepat tanggap tadi jika tidak pasti puteranya itu akan menangis tanpa henti. Setelah dirasa sudah ia melepaskan Ryeohyun lagi untuk bermain.
.
.
"hoek!hoek!cough,cough,cough, uhgg hoekk!"
Suara rintihan itu tersamarkan oleh petir yang baru saja menggelegar,Sungmin gadis itu masih berpegangan erat di westafel kamr mandi kamarnya manahan bobot tubuhnya yang mulai sudah tiga kali ia memuntahkan isi perutnya,tenggorokannya terlalu sakit dan kering rasanya panas dan perih saat saja ia menolak makanan yang ibunya berikannya tadi pastinya ia takkan begini,namun apa daya ia hanya tidak ingin mengecewakan leeteuk yang sudah susah payah memasakkan aneka makanan untuknya sebenarnya gadis itu belum boleh mengkomsumsi sembarang makanan ia hanya boleh makan makanan yang bertekstur lembut dan hambar jika tidak mau sistem pencernaanya juga tidak bisa bilang pada ibunya tentang kondisinya sekarang,mengingat ibunya tahu jika ia sekarang sudah sehat meskipun itu jauh dari kata sehat yang sebenarnya.
'tok-tok',"Sungmin kau didalam?" tanya Leeteuk cemas lagi karena ini sudah setengah jam Sungmin di dalam kamar mandi," gwanchana? Sungmin?" ucap Leeteuk mulai mengumpulkan tenaganya lagi membasuh wajahnya dengan air mengoleskan krim tipis dan lipgloss yang sengaja ia tarih di sana,kemudian menelan beberapa pil obat pereda sakitnya,tidak ingin membuat ibunya cemas lagi ia berusaha menormalkan suaranya seceria mungkin, "Gwancanha omma, hanya sakit perut biasa aku sudah lama tidak makan sebanyak tadi,heheheh" ."Aigoo!Minnie-ah kau ini hampir membuat omma cemas, yasudah kalau sudah selesai omma tunggu di bawah ya !" ucap leeteuk lagi dan kali ni benar-benar meninggalkan kamar Sungmin.
Sungmin bernafas kasar antara lega dan lemas, ia berusaha sekuat mungkin,menatap bayangannya dicermin saat ini ia terlihat begitu manis meskipun terlihat pucat ia masih bisa mengakalinya dengan bedak kan, lalu mencoba berlatih senyum dan tertawa,mengetes vokalnya," Hwating Lee Sungmin!"
.
.
Yesung menyesap kopinya dengan nikmat merasa sama sekali tidak terganggu oleh pria dihadapannya sekarang,Cho kyuhyun. Mereka tidak sengaja bertemu pagi tadi di runah sakit tempat Siwon dulu tanpa sengaja tkdir kembali mempertemukan sahabat lama itu, yesungng yang tahu jika Siwon sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit itu berpasasan dengan Kyuhyun yang akan menemui terapistnya,Victoria Song.
"Kyu,berhenti bersikap begitu aku tahu kau hanya pura-pura kan!" ucap yesung datar kembali menyesap kopinya, Kyuhyun mendengus saat melihat expresi yesung namun ia tetap dalam kepura-puraanya sembari memainkan cangkir coklat panas yang ada di hadapnnya sekarang,Yesung yang jengah menrik cangkir itu lalu meminumnya tanpa ia sangka reaksi yang ia dapatkan adalah Kyuhyun yang menangis terisak. Yesung mendengus sebal lalu menrik Kyuhyun ke tempat yang lebih sepi meninggalkan supir kim sendirian, mau berjalan-jalan katanya.
"kau sama sekali tidak pantas Cho!" ucap yesung lagi saat ini mereka tengah berada di taman belakang rumah sakit."jangan berbuat konyol lagi ini takan mempan untukku bahkan jika kau mekuncurkan mega aegyo sekalipun aku tidak akan terpengaruh karena bagiku hanya Ryeowook pantas melakukan itu, aku penasaran apa saja yang kau lakukan dengan dokter terapis itu apakah ia yang bodoh tertipu olehnmu atau dia hanya akal-akalmu saja?" tambah yesung lagi dan mebuat Kyuhyun cengo karena orang ia anggap sebagai kakaknya itu masih bersikap datar tanpa emosi.
"Ia tidak berbohong ia memang gila,bahkan sangat,sangat,gila!" ucap seorang wanita berbalut jas dokter bernametagkan Victoria Song, ahli bedah syaraf dan psicolog yang menjadi terapis Kyuhyun selama ini. Mereka sejatinya bersahabat lama sejak kecil malahan namun semenjak mereka lulus SMP Victoria wanita blasteran china-korean itu hijrah ke America untuk melanjutkan tanpa diduga pula pertemuan mereka beberapa tahun yang lalu membawanya ke larut dalam permainan Kyuhyun.
"Nuna!" sorak sorai Kyuhyun saat melihatnya ia langsung menggelayut manja di tangan ibu dua anak itu, tanpa merasa risih sama sekali ia kemudian melayangkan megaattacknya di kepala Kyuhyun,"dasar tidak tahu umur,kau kira berapa umurmu sekarang eoh?ah mianhe!maaf atas tidak kesopanan ini, perkenalkan aku ..."
"victoria Song, seorang phsycolog dokter terapist Kyuhyun,sudah menikah dengan seorang atlet bulu tangkis berkebangsaan Thailand dan memiliki dua putera kembar,"celetuk yesung dan membuat wanita itu diam tidak bergerak, "yah nuna benarkan kataku yesung hyung masih mengerikan seperti dulu!" bisik Kyuhyun yang masih didengar yesung.
"Arayo!"terdengar helaan nafas kasar dari Yesung,"yak!Cho Kyuhyun, aku kesini hanya untuk menyampaikan berita untukmu entah terserah apa pedapatmu kau mau menganggapnya baik atau buruk tapi yang jelas mungkin kau akan merasa kaget,baiklah bersiaplah untuk mendengar..."
"yak Hyung kalo mau cerita ya cerita saja kenapa musti berbelit-belit!" ucapnya tidak sabar,
"Sungmin masih hidup" ucap yesung datar dan langsung melenggang santai meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempat.
.
.
Sudah lewat dari dua jam sejak pertemuannya dengan Yesung, Kyuhyun pria berwajah stoic itu masih meringkuk di ruangan dokternya,ia masih perlu penjelasan tentang apa yang terjadi sebenarnya,Senang tentu saja bahagia malahan tidak bahagia-bahagia lagi tapi dengan Sangat, benak Kyuhyun jika Sungminnya memang benar masih hidup,eh namun lalu siapa yang dikremasi waktu itu jika bukan Sungminnya, Kyuhyun juga begini sekarang ia tidak mau lagi menyakiti perasaan ryeowook baginya lebih baik semua orang menganggapnya tidak waras dari pada harus menyakiti semua orang, tapi jika benar Sungmin masih hidup bagaimana ia mengakhiri ini, Kyuhyunpun dibuat bingung oleh ulahnya sendiri.
'puk' Victoria melemparkan ponselnya pada kyuhyun,terlihat jika wanita itu bergidik ngeri menatap panggilan di ponselnya, nomor tidak dikenal dan itu yesung.
"untukmu!"ujarnya.
Dengan ragu ia menempelkan ponsel itu ketelinganya dan mendengarkan penjelasan yesung dari awal sampai akhir tentang keadaan Sungmin beberapa tahun yang lalu,saat uesung menemukannya yang masih hidup lalu dengan seenak jidatnya membawanya ke jepang,hingga keadaan Sungminnya sekarang.
Manik stoic itu seakan mau keluar sekarang juga,jantungnya sekan mau berhenti,keringat bukan hanya telapak tangannya saja bahkan sekujur tubuhnya mengalir keringat deras, hampir saja ia terkena serangan jantung atau struk seketika kala mendengar penjelasan yesung barusan,
"Ming..." lirih Kyuhyun lemas ponsel itupun terjatuh begitu saja untung saja tidak pecah karena jatuhnya di ranjang yang melihat Kyuhyun yang tampak tidak berpura-pura langsung menghampiri dan mengecek keadaannya, ia terkejut kala melihat sahabatnya itu menangis, sungguhan kali ini syarat akan luka mendalam,
"kyu" cicitnya,
"Nuna,Ming,Sungmin nuna!hiks, hiks," isak kyuhyun pilu.
"Gwancanha?"
.
.
tbc
.
.
yang berminat silahkan review ^^
terimakasih sudah membaca^^
.
.
sign
hye jin park
.
