"Hinata, kau tidak apa-apa?"
Hinata diam seribu bahasa; karena sibuk mengatur nafasnya sambil menenangkan diri.
'Bodoh, kau tidak lihat wajahnya yang pucat! Tentu saja dia kenapa-napa, bego!'
Arashi mencoba lagi untuk bertanya pada Hinata tentang rute menuju rumahnya, namun Hinata yang sibuk dengan usaha relax-nya itu tetap diam tanpa kata.
Tepatnya sih gak kedengeran (!)
karena Arashi tidak mengetahui jalan menuju rumah Hinata, akhirnya ia mengambil jalan menuju pusat Kota Konoha; agar mobil penguntit itu susah untuk mengejarnya.
Namun sungguh mungkin kali ini Dewi Fortuna memihak Itachi yang telah gagal siang itu.
Tiba-tiba mobil Itachi menghilang dan muncul tepat di depan mobil Arashi; untunglah Arashi mahir mengendarai mobil jika tidak pastilah besok Koran akan penuh dengan berita tentang;
Pewaris Hyuuga mengalami kecelakaan di dekat pusat Kota Konoha dengan seorang lelaki berambut blonde yang diyakini adalah putra Minato Namikaze.
Memalukan (!)
Itachi akhirnya dapat membubut Arashi.
Ia berhenti tepat di depan mobil Arashi yang sedang melaju itu.
Arashi menghentikan mobil dengan expresi yang sangat kesal di wajahnya.
Di sana Arashi melihat seorang lelaki berambut hitam pekat dengan mata hitam yang tajam keluar dari mobil itu dan menghampirinya. Arashi yang kesal akhirnya melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.
Sedangkan Hinata yang masih berusaha menenangkan dirinya hanya dapat syok ketika mobil yang ia naiki berhenti secara tiba-tiba.
'Kenapa berhenti? Ja-jangan-jang-jangan…aku…kek-ke-kecelakaan…'
Hinata hanya diam dan tidak berani membuka matanya; sampai dia mendengar suara pintu yang terbuka, perlahan Hinata membuka matanya.
"Apa-apaan ini! Kamu tahu gak, apa yang sedang kamu lakukan ini sangat berbahaya! Huh!"
Seru Arashi yang terbakar emosi sambil menarik kerah baju seragam Itachi.
Namun Itachi hanya mendorongnya dan langsung menghampiri Hinata tanpa sedikit pun kata terucap dari bibirnya.
Itachi tidak mempedulikan keluhan dan cercaan yang diterimanya karena telah mengacaukan lalu lintas dengan muncul tiba-tiba dari gang kecil ke pertengahan jalan Konoha yang cenderung padat dan ramai itu.
Seribu bisu ia berjalan menghampiri Hinata lalu mengetuk kaca mobil tempat Hinata duduk dan berkata dengan lembut namun jelas;
"Hinata-chan, keluarlah,"
Hinata hanya dapat bengong menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi; terasa begitu cepat. Lalu dengan sedikit ragu dia membuka pintunya dan keluar dari mobil Arashi.
"Itachi-senpai," seru Hinata dengan perasaannya yang campur aduk.
Saat Hinata keluar, Itachi langsung menarik pergelangan tangan Hinata dan membawanya menuju mobilnya.
"Ikutlah, biar kuantar pulang."
"Demo…"
Itachi membukakan pintu mobilnya untuk Hinata dan hendak menyuruh Hinata untuk masuk saat Arashi datang dan berusaha melepaskan cengkraman Itachi pada Hinata.
"Lepaskan dia," tegas Arashi.
Itachi memberikan Arashi death glarenya,"Dia pulang bersamaku."
"Tapi akulah yang mengajaknya terlebih dulu."
Balas Arashi dengan death glare yang tak kalah mematikan.
"Itachi-senpai, Namikaze-senpai, kalian membuatku takut," seru Hinata dengan suaranya yang lembut.
Itachi mengalihkan pandangannya dan kini menatap kedua bola mata lavender itu, "Biar kuantar kau pulang Hinata-chan. Kau percaya kan padaku?"
Hinata yang bingung hanya dapat terdiam.
'Kumohon, tolaklah dia, Manis,' Arashi memohon dalam hati.
'Jangan kecewakan hatiku Hinata-chan, kumohon padamu,' harapan Itachi di hatinya.
Akhirnya Hinata memberikan jawabannya dengan sebuah anggukan pelan dan ia masuk ke mobil Itachi, "Gomen Namikaze-senpai,"
Hinata bingung kenapa ia lebih memilih Itachi dari pada Arashi.
Padahal dua-duanya adalah orang asing bagi Hinata. Itachi adalah Ketua Osis yang sangat baik dan sopan, sedangkan Arashi adalah Kakak dari Naruto yang merupakan sahabatnya dan disamping itu juga Arashi sangat baik dan ramah.
Di sisi lain, ada tiga orang yang berambut aneh terus memperhatikan Hinata yang sedang diperebutkan oleh Itachi Uchiha dan seorang Blonde.
Salah satu dari kawanan itu tersenyum licik dan bergumam, "Inilah saatnya."
Lalu Itachi memasuki mobiln ya dan langsung memutar arah menuju kediaman Hyuuga; dengan meninggalkan Arashi yang sendiri dalam kekalahan tak berujung.
Perjalanan Hinata dan Itachi berlangsung dengan diam; diam yang sunyi dan sedikit aneh. Tak sepatah kata pun terucap dari bibir mereka.
Dan sampailah mereka di kediaman Hyuuga.
"Itachi-senpai, terima kasih sudah mengantarku pulang. Apa kau mau mampir?" tanya Hinata sebelum keluar dari mobil Itachi.
Itachi hanya diam lalu tiba-tiba menoleh pada Hinata dan berkata,
"Hinata…"
"Nee?" Hinata bingung.
"A—"
'Katakanlah Itachi! Sekarang atau tidak selamanya!'
"A—"
