Samurai Maid

Tokoh: Sasaki Naruko,. Sasuke Uchiha, {Assassin, Arthuria Pendragon}

Skill Konsep: [Assassin(Fate Stay Night UBW)]

Chapter 14

Tema: Maid, Super Power, Full Power, Matrial Arts, Samurai, ninja

#Flash_Back

Kembali ke tempat Naruko dan yang lain.

"Kakashi, apa anda tau tentang seorang boronan hebat Kirigakure?" tanya Naruko.

"Hn ada banyak, siapa yang kau maksud?" tanya Kakashi.

"Zabuza" jawab Naruko.

Semua orang menatap ke arah Naruko, karena Naruko bisa mengenal seorang boronan dari Kiri ini benar benar mengejutkan.

"Iya aku sedikit mengenalnya, dia adalah seorang ninja Kiri yang menjadi pemegang salah satu 7 pedang Kiri, yang diberinama Kubikiri Bochou, apa ada sesuatu darinya?" tanya Kakashi.

"Kita tidak mengenal siapa saja yang disewa Gato tapi, mengingat ini dekat dengan desa Kirigakure, maka ada kemungkinan ia menyewa Zabuza, satu hal yang sensei harus perhatikan, ketika Sensei melawannya" jawab Naruko sambil berjalan lurus, perasaannya sudah cukup tenang, meskipun itu masih dibalut dengan rasa was was.

"Apa itu?" tanya Kakashi.

"Apapun yang terjadi jangan bersembunyi di dalam air karena air adalah kekuasaan para ninja Kiri, mereka menguasai banyak ninjutsu air" ucap Naruko.

"Baiklah aku mengerti" ucap Kakashi, ia tau kalau saran Naruko itu ada benarnya juga.

Start Story

Dalam perjalanan mereka tidak ada satupun ke anehan, namun kelihatannya Menma mulai mencurigai sesuatu, ia mulai melompat kedepan dan mulai celingak celinguk, kiri kanan, Kakashi dan Tazuna pun kaget dengan tingkah Menma.

"Ada apa Menma?" tanya Kakashi.

"Sensei! Aku merasa akan ada sesuatu, Disana!" ucap keras Menma sambil melempar kunainya {Sreek}

"Hoaaaaaa" kaget Tazuna dan yang lain, sedangkan Naruko, ia hanya merasa dejavu akan kelakuan Menma, soalnya ia juga pernah melakukan hal itu untuk tampil keren dihadapan semua orang.

"Heh ternyata cuma perasatku" ucap Menma dengan gaya sok keren.

"Baka! Jangan membuat orang panik dasar bocah!" umpat Tazuna yang merasa dikerjai oleh Menma.

"Haaah, Menma tolong jangan main main, tapi semua ucapan mereka tidak didengarkan Menma, Menma malah memejamkan matanya mencoba untuk Fokus untuk mendeteksi keberadaan musuh, Kakashi yang semula ingin menghentikan Menma terhenti ketika melihat Menma mencoba untuk fokus.

Secara tiba tiba wajah Menma menjadi serius dan menatap ke arah sebuah beberapa rumput dan tanaman yang cukup lebat yang ia lihat bergoyang.

"Disana!" teriak Menma sambil melemparkan kunainya {Tek} {srerererererk} pohon tanaman itu bergerak seperti ada yang mencoba pergi dari sana, membuat, Menma Tersenyum dan akhirnya Menma dan yang lain kesana untuk memastikan siapa yang berada disana.

"Heh sudah kuduga" ucap Menma sambil berlari.

"Hoy Menma tunggu!" teriak Kakashi, Kakashi pun mengikuti Menma, melihat Kakashi mengikuti Menma, Sasuke pun juga penasaran dan akhirnya ikut lari, sedangkan Sakura karena begitu terobsesi dengan Sasuke langsung dengan cepat mengejar Sasuke.

"Saske-kun tunggu!" teriak Sakura, Tazuna swedrop ditempat akhirnya menatap ke arah Naruko yanag sejak tadi diam disampingnya dengan katana miliknya.

"Kau tidak ikut dengan mereka?" tanya Tazuna. Naruko menatap ke arah Tazuna.

"Saat mereka sedang sibuk dengan urusan mereka maka akulah yang melindungi tuan, jadi saya hanya akan kesana jika Tazuna-dono ingin ikut kesana" jawab Naruko.

Tazuna pun sedikit tersenyum ia pun berjalan menuju ke tempat Menma berlari, saat mereka berkumpul, semuanya swedrop melihat seekor kelinci terlihat begitu ketakutan dengan Kunai hampir mengenai kepalanya dan menancap di sebuah pohon.

"Heh, ternyata aku salah telah percaya pada instingmu" ucap Sasuke.

"Menma lihat apa yang kau lakukan pada kelinci malang itu" ucap Sakura marah marah.

"Menma seharusnya kau tidak main lempar, bisa saja itu kena warga biasa" ucap Kakashi menasehati, meskipun ia curiga dengan kelinci itu.

"Ahahahahahaha!, lucu sekali pertama kau membuat kami panik, tapi sekarang kau membuat se ekor kelinci, panik, berikutnya apalagi yang akan kau buat panik bocah ninja!" hina Tazuna, namun Menma tidak peduli ia menatap tajam kelinci tersebut, kelinci berwarna putih yang biasanya hanya ada pada saat musim dingin, tapi biasa berada di sini, yah Menma telah mempelajari beberapa ilmu ninja, tentu saja ia jauh lebih waspada dari pada Naruto yang mudah tertipu, apalagi kedua orang tuanya masih hidup, membuat ia bisa belajar dari apa yang di ajarkan orang tuanya, Menma memang lemah dalam praktek, tapi sangat bersaing dalam hal tertulis atau teori, dengan Sasuke.

"Sensei, saat melihat kelinci ini saya semakin curiga, kalau kita sejak tadi di awasi" ucap Menma, ia terlihat begitu waspada. Kakashi tidak bisa untuk berkata tidak mungkin karena apa yang Menma katakan pada dasarnya adalah benar adanya. Sasuke yang melihat raut wajah serius sahabatnya itu langsung ikut waspada ia mencoba meningkatkan seluruh insting dan juga sensornya, ia mengaktifkan mata Sharinggan miliknya yang sudah 3 tomoe.

Sedangkan Naruko langsung menyiapkan katananya.

"Semuanya menghindar!" perintah Kakashi dan benar saja saat mereka menghindar sebuah pedang besar terbang melayang ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Tazuna, Naruko yang melihat hal itu tidak tinggal diam dan langsung berada dihadapan Tazuna menatap tajam pedang besar yang mengarah ke arah Tazuna, Sasuke, Sakura, Menma, Kakashi, bahkan Tazuna kaget melihat Naruko memilih melindungi Tazuna dari pada dirinya sendiri.

"Suzume Sashi!" {Trank!} setelah itu sebuah tebasan cepat kearah atas dengan tenaga yang sangat tinggi berhasil melempar pedang besar itu ke arah atas {Tak} pedang besar itu menancap kuat di kayu.

"Haaah hampir saja, terimakasih bocah" ucap Tazuna, Naruko tersenyum dan menatap ke arah pedang besar tersebut dan tiba tiba seseorang berdiri di gagang pedang itu, yah dialah sang pemilik pedang namanya Momochi Zabuza.

"Kakashi-sensei" sahut Sakura melihat Zabuza.

"Hn aku tau, dia sangat berbahaya, kalian berempat lindungi Tazuna biar aku yang menghadapinya" ucap Kakashi sambil tersenyum.

"Baiklah!" dengan serentak Menma dan Sasuke bersama Sakura langsung melindungi Tazuna bersama dengan Naruko yang telah mencabut katana miliknya.

"Sasuke, Sakura, Menma, ingat yang kita pelajari sewaktu survival Traning?" tanya Kakashi.

"Tentu saja! Sekarang saatnya Team Works" ucap Menma.

"Bagus sekali" sahut Kakashi.

"Heh pantas mereka berdua tidak bisa membunuh pak tua itu ternyata, orang yang mengawalnya adalah salah satu Jonin terbaik Konoha, Kakashi no Sharinggan" ucap Zabuza pada saat itu.

"Sharinggan apa maksudnya?" gumam tanya Sasuke, yah karena yang Sasuke tau hanya klan Uchiha saja yang bisa memilikinya.

{Trek} Naruko mengeratkan pegangannya pada gagang katana Kojiro yang telah diberikan padanya, 'Kojiro, meskipun kau bukan ayah kandungku, tapi saat kau datang sebagai orang tuaku aku merasa bahagia, pedang pemberianmu, akan aku gunakan sebaik mungkin, lihatlah, dengan kehormatan seorang samurai, aku akan menggunakan pedang ayah untuk membantu orang banyak, tak akan aku biarkan ada seorang pun yang mati' batin Naruko.

"Heh lalu kau sendiri, Zabuza, tak aku sangka kau akan bekerja pada pengusaha licik itu, seorang pembunuh berdarah dingin sepertimu bisa tunduk dihadapan orang seperti Gato, sungguh memalukan" ucap Kakashi.

"Heh, sudahlah Kakashi, kau tidak akan pernah tau apa saja yang aku perlukan, aku tidak pernah tunduk pada siapapun, aku bekerja padanya karena aku membutuhkan uang darinya" jawab Zabuza yang sudah menyiapkan segel tangan.

Kakashi pun menyentuh penutup matanya ia bersiap untuk membukanya, karena ia tau, lawannya bukanlah orang sembarangan yang bisa ia kalahkan dengan satu mata. Melihat apa yang akan dilakukan Kakashi membuat Zabuza sedikit menyunggingkan senyumnya.

"Kirigakure no jutsu" setelah itu kabut mulai muncul dan menutupi pandangan, kabut muncul dengan cepat, hal ini dikarenakan mereka berada di dekat lautan dan saat ini cuaca sedang lagi dingin dinginnya, akibat jutsu dari Zabuza, sedikit demi sedikit jarak pandang mereka berkurang, Kakashi langsung melepaskan penutup matanya dan menatap ke arah Zabuza dengan pandangan serius matanya menangkap keberadaan Zabuza.

"Ahahaahahahaha, kalian harus tau kalau kalian bukan tandinganku, bahkan ketika aku masih geninpun aku yakin kalian tidak bisa mengalahkanku" ucap Zabuza.

"Cih apa maksudmu dengan mengucapkan itu Kono yaro!" teriak Menma yang tidak suka di remehkan.

"Heh bagaimana kalian bocah ingusan bisa lulus akademi?" tanya Zabuza pada mereka dengan nada serak dan dingin ia terus menebarkan killing intensnya, saat ini tubuh Sasuke, Sakura dan Menma secara perlahan langsung bergetar menahan rasa takut. Naruko jangan ditanya, meskipun tidak memiliki chakra, namun Gray telah memodifikasi tubuhnya yang dulu hanya boneka mainan gadis menjadi manusia, dan kekuatan fisiknya adalah, kekuatan fisik Naruto remaja saat pertarungan terahirnya dengan Sasuke, yang dikalikan dengan jumblah chakranya dan juga Kyuubi pada saat itu, bisa dibayangkan betapa besarnya kekuatan fisik dan mental Naruko, bahkan bisa dipastikan, Guy yang dalam mode Shimon atau gerbang kematian dapat bertarung imbang dengan Naruko. Namun bukan berarti Naruko tidak memiliki kelemahan, kelemahannya adalah perasaan dan juga bagian internalnya yang tidak akan bisa menolak genjutsu. Mentalnya memang sekeras baja, namun perasaannya yang bisa dikatakan tidak rela orang mati dihadapannya membuatnya, bisa terbunuh hanya untuk menyelamatkan orang lain, hal ini terbukti dalam kasus ia menyelamatkan Sasuke.

"Jangan dengarkan dia, kalian jauh lebih kuat dari yang kalian tau, kalian hanya perlu latihan untuk meningkatkan kemampuan kalian" sahut Kakashi ia langsung mencoba mencari keberadaan Zabuza dengan kekuatan mata sahabatnya itu.

Naruko ia memejamkan matanya, lalu menyarungkan katananya, lalu kembali membuka matanya, tatapan mata Naruko menajam dan ia melihat seluruh pergerakan energy yang terselimut dalam kabut, Naruko akhirnya melihat Zabuza mendekata ke arah mereka dengan sangat cepat bukan hanya cepat namun juga tidak terdengar, dalam penglihatan Naruko begitu samar, karena jenis energy yang mengalir dikabut sama dengan energy yang mengalir ditubuh Zabuza, jadi agak sulit untuk mencari tahu itu hanya Kabut atau Zabuza yang bergerak, namun, karena Naruko mampu melihat pergerakan energy membuat Naruko, tau itu adalah Zabuza, karena pergerakan energy itu sama seperti cara manusia bergerak, namun, tetap, Naruko cukup kesulitan, hingga saat jarak mereka sudah 8 cm, baru Naruko mengetahuinya.

{Srriiing, Trank} katana Naruko beradu dengan pedang besar Zabuza. "Bagus sekali Naruko, Diam disana biar aku yang melanjutkan" ucap Kakashi pada Naruko yang sudah muncul dibelakang Zabuza dengan memberikan sebuah ancaman berupa kunai yang menempel dileher Zabuza.

"Heh" {Ceplas!} tubuh Zabuza berubah menjadi air lalu muncul dibelakang Kakashi dan menebasnya, Kakashi terkena tebas, Sasuke, Sakura dan Menma tercengang melihatnya, tubuh Kakashi terbelah dua dengan darah yang keluar dari tubuhnya. Zabuza yang semula ingin tertawa langsung kaget melihat Naruko berada dihadapannya dan menyiapkan sebuah serangan.

"Shimbire Namazu!" dengan cepat Naruko memberikan sebuah tebasan melintang Horizontal dari kiri bawah ke kanan bawah yang jika tidak dengan cepat dihindari maka kakimu akan putus oleh katana super tajam itu, dengan kecepatan tebas yang luar biasa, Katana itu mengeluarkan cahaya berpendar biru, Zabuza yang melihat jalur tebasan Naruko mengarah ke kakinnya dengan cepat mengambil keputusan untuk melompat, akhirnya tebasan Naruko meleset, Zabuza melompat ke arah sungai, namun sebelum ia jatuh ke tanah dekat pinggir sungai sebuah bola api besar mengarah kepadanya.

"Apa bagaimana mungkin?!" ucap tak percaya Zabuza melihat Kakashi masih hidup dan menyemburkan bola api ke arahnya, dengan cepat Zabuza menangkis bola api itu dengan pedangnya, {Blaaarrrrrrrrrrrrrrr!} bola api itu meledak dan akhirnya ketika Zabuza jatuh ketanah, terlihat pedang miliknya berwarna merah menyala, menandakan betapa panasnya api yang disemburkan Kakashi.

"Cih boleh juga kau Kakashi, tak aku sangka kau juga menggunakan Mizubunshin, namun dengan durasi perubahan lebih lama" ucap Zabuza melihat mayat Kakashi yang ia belah itu hancur menjadi air.

"Kakashi-sensei, kami akan membantu!" ucap Menma dan Sasuke yang langsung berada dihadapan Kakashi.

"Kalian" ucap Kakashi.

"Tak apa, Kakashi-dono, Sasuke-sama dan Menma-kun kurasa bisa menghadapi dia asal dengan arahan darimu, aku dan Sakura akan menjaga Tazuna jadi fokuslah pada pertarungan" ucap Naruko.

Kakashi mengangguk dan menatap wajah Sasuke dan Menma yang terlihat memasang senyum persaingan yang cukup tinggi.

"Baiklah murid muridku, tunjukan peforma kalian sebagai seorang ninja!" ucap Kakashi pada Menma dan Sasuke.

"Ha!" sahut Sasuke dan Menma secara bersamaan, lalu mereka pun mengeluarkan segel tangan masing masing.

"Taju Kagebunshin no jutsu!" Menma pun mengeluarkan seratus clone absulut dengan gaya dan ekspresi masing masing.

"Katon, Hosenka no jutsu!" setelah itu Sasuke langsung menyemburkan ratusan bola api berukuran kecil yang terbang ke arah Zabuza, Kakashi dan bunshin bunshin Menma berlari beriringan dengan bola bola api tersebut.

Zabuza yang melihat musuh mulai menyerang tidak tinggal diam ia langsung memasang beberapa segel tangan dan akhirnya. "Suiton Suiryuudan no jutsu" Naga air muncul menyerang burung burung api milik Sasuke lalu berikutnya Zabuza maju ke arah mereka dengan pedang miliknya yang kita tau namanya adalah Kubikiri Bouchou.

"Haaaaaaa!" teriak mereka beririringan, Kakashi dengan kunai di tangan langsung melompat dan menerjang Zabuza. Zabuza tidak tinggal diam ia langsung menangkis serangan Kakashi dengan membentangkan pedang besar dan beratnya {Deng!} tendangan Keras Kakashi mengenai pinggir pedang Zabuza, terlihat Zabuza menahan tenaga yang membentur pedangnya, langsung dengan cepat ia melempar Kakashi dengan mengangkat pedangnya dengan cepat dan kuat secara vertikal.

"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" Kakashi langsung melompat menjauh dari pedang Zabuza, lalu 5 bunshin Menma muncul dari depan dan langsung 2 diantaranya melompat ke udara mencoba menendanganya dan 3 maju langsung dengan kunai ditangan bersiap menikam Zabuza, Zabuza menyeringai melihat trick murahan itu.

"Hyaaaaaa" {wus wus} Zabuza menghindari terjangan mereka lalu {Sring!} {Dum dum} dua bunshin itu menghilang dalam kepulan asap ketika Zabuza menebasnya lalu tiga bunshin lain yang mencoba mendekati Zabuza langsung dihadang Zabuza dengan tenang , ia meningkatkan aura membunuhnya, namun sebelum Zabuza menyerang tiba tiba 3 bunshin itu menjadi asap, Zabuza sedikit heran, namun ia mengurungkan niat untuk tertawa ketika melihat ada sinar merah dibalik asap tiga bunshin itu dan juga tarasa sangat panas, dan beberapa saat kemudian terlihat api besar berbentuk naga mengarah padanya, Membuat Zabuza kaget bukan main. "Apa sial!" umpat Zabuza.

Namun sebelum Zabuza berhasil melarikan diri ternyata {pof pof pofpofpofpofpopfopopfopofopof!} puluhan asap putih muncul dan ternyata itu adalah Menma, para bunshin Menma langsung menangkap dan menahan pergerakan Zabuza, membuat Zabuza tidak bisa menghidar ataupun membuat segel tangan, "Bangsat lepaskan aku, Guaarrrrrg!" {Blaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr} naga api itu berhasil menyentuh tubuh Zabuza dan akhirnya membuat area tempat mereka bertarung terbakar hebat.

Kakashi melihat kerja sama Menma dan Sasuke langsung kagum, ia tidak menyangka sebuah kombinasi unik dimana Menma menciptakan bunshin untuk mengalihkan perhatian dan Sasukelah yang melakukan serangan penghabisan berupa ninjutsu api tingkat tinggi yang disebut Karyuu endan, Dimana Sasuke mengeluarkan elemen api berupa kobaran api merah yang menyerbar menyerupai naga yang bergerak memangsa target.

"Sasuke kau hebat bisa menggunakan ninjutsu api sekuat itu pada level Genin" puji Kakashi.

"Heh ini berkat latihan yang ku lakukan bersama dengan ayah" ucap Sasuke ia ingat dimana ia dilatih keras Fugaku untuk mengimbangi elemen api milik Itachi, ia diajari berbagai macam ninjutsu api. Dengan pelatihan yang sangat keras, inilah yang ia dapatkan.

"Saske-kun hebat!" puji Sakura pada saat itu. Sedangkan Naruko ia memasang kewaspadaan tinggi, karena baginya mustahil Zabuza dikalahkan hanya dengan cara seperti itu, Tazuna juga ikut tegang saat Naruko masih tidak melepas kewaspadaan sedikitpun.

Begitu juga Menma ia terlihat menatap tajam kobaran api dimana Zabuza berada.

"Kakashi-sensei, ini belum saatnya untuk sensei memuji kita, karena musuh belum pasti kita kalahkan" sahut Menma. Kakashi membenarkan pendapat Menma dan menajamkan penglihatannya, dan benar saja, Zabuza terlihat masih hidup dengan luka bakar yang luar biasa, namun ia terlihat begitu kesakitan, tangannya bergetar menahan berat pedang yang dibawanya.

"Uhug uhug, kuatnya, hebat juga kalian bocah!, mungkin karena Kakashi lah yang membim bing kalian" ucap Zabuza mencoba untuk tetap berdiri, mulai mengangkat sebelah tangannya ke atas dan sebelah nya lagi didepan wajah, ia melakukan segel tangan yang cukup unik, Kakashi yang melihat hal itu langsung mencoba mencegatnya dengan ninjutsu originalnya yaitu chidori, namun sebelum ia melakukannya, tiba tiba Zabuza menjadi tak berdaya, dan dilehernya terdapat sebuah jarum.

"Maaf bisa kalian meninggalkannya, dia, karena dia sudah mati, aku ingin kalian pergi, biar dia aku yang urus, ini masalah negara kami, jadi untuk saat ini, kalianpergilah selesaikan misi kalian, sementara aku akan membawa boronan ini" ucap seorang misterius bertopeng dengan rambut panjang dan topengnya memiliki lambang Kirigakure, denggan mengenakan pakaian serba hijau anbu itu meminta mereka untuk pergi dan ia telah mempropokasikan diri sudah membunuh Zabuza.

Naruko hanya diam, ia tidak ingin rahasia takdir dibongkar, lagi pula, Haku lah yang akan membuat Menma menjadi ninja kuat, ia tidak akan membiarkan Haku mati sebelum saatnya.

"Benarkah, bisa saja kau itu adalah anak buahnya" ucap Menma pada orang itu.

"Kalau begitu kalian boleh memeriksannya" ucap anbu Kiri tersebut. Kakashi pun maju dan menyentuh leher Zabuza.

"Hn tidak ada detak jantung, dia sudah mati" ucap Kakashi, Menma pun akhirnya tenang, begitu juga Sasuke dan Sakura, dan tentu saja Tazuna juga, sedangkan Naruko hanya memasang sedikit senyum ke arah Kakashi.

"Kalau begitu aku akan membawa jasatnya untuk dijadikan barang bukti" ucap Anbu tersebut membawa Zabuza pergi.

"Kalian semua kerja bagus"ucap Kakashi sambil mengacungkan jempolnya ke arah Menma dan Sasuke.

Mereka berenam pun melanjutkan perjalanan menuju Desa tempat tinggal Tazuna, dengan santai Naruko berjalan disamping Tazuna lalu menatap Sakura dengan senyum, Sakura merasa agak gimana gitu ketika ditatap oleh Naruko, namun perasaan Sakura langsung berubah ketika Naruko mengulurkan tangannya.

"Sakura-dono, tolong maafkan kelakuan saya waktu itu, karena saya sedang banyak pikiran jadinya tak bisa mengendalikan diri" ucap Naruko dengan santai meminta maaf pada Sakura.

Sakura pun mengangguk dan memegang uluran tangan Naruko dan dengan bersalamannya tangan mereka berdua, maka terjalinlah persahabatan antar gadis Samurai dan gadi Ninja.

Kembali ke konoha.

Terlihat Fugaku, Minato dan Kojiro sedang berada di kantor hokage dan sedang menatap sesuatu dengan serius.

"Jadi kau mengundang kami berdua, untuk menyelesaikan urusanmu dengan mahluk mahluk menyebalkan ini" ucap Fugaku menatap nanar sesuatu yang ada di meja Hokage.

"Yah soalnya sudah dua minggu aku berusaha sendiri namun tidak berhasil"Jawab Minato menatap horor apa yang ada dimeja miliknya.

"Aku tidak tau kalau seorang Hokage sangat sibuk, hingga dalam bersenang senang mengajak kami berdua untuk membantunya agar bisa liburan" ucap Kojiro memasang ekspresi membunuh ke arah sesuatu yang ada di meja hokage tersebut.

"Ayo kita selesaikan urusan yang satu ini" ucap Minato tiba tiba memegang sebuah pulpen.

"Tentu saja" sahut Kojiro dan Fugaku yang memegang stempel desa dengan tintahnya.

"Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriak mereka bersamaan dengan teriakan itu Minato langsung menandatangani banyak dukumen yang ada dimenja miliknya di ikuti dengan Kojiro dan Fugaku yang memberikan stempel pada beberapa dukumen {srek srek srek srek} {toktoktoktoktoktok!}, ketiga bapak itu langsung bekerja keras dalam satu kantor, karena terbawa urusan sang Hokage

Bersambung